Kerja Sama Strategis ITSEC Asia dengan Republik Technetronic Nusantara
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), perusahaan keamanan siber, melalui anak usahanya PT ITSEC Cyber Academy telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Republik Technetronic Nusantara (RTN). Perusahaan penyedia layanan ini menjadi mitra dalam pemberian layanan kepada Kementerian Pertahanan. Nilai kontrak yang ditandatangani mencapai US$60 juta atau sekitar Rp1 triliun. Kontrak ini berlaku selama empat tahun sejak penandatanganan pada 24 Desember 2025.
Dalam kontrak tersebut, ITSEC Cyber & AI Academy, yang sahamnya dimiliki oleh CYBR sebesar 99%, ditunjuk untuk menyelenggarakan pelatihan Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan. Kurikulum pelatihan mengacu pada standar internasional. Program ini dirancang agar peserta mendapatkan kemampuan praktikal serta pemahaman terkini tentang tren ancaman siber global dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Manajemen CYBR menilai bahwa kontrak ini memiliki potensi dampak strategis bagi perseroan. Salah satunya adalah memperkuat portofolio layanan edukasi dan pengembangan talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan melalui ITSEC Cyber & AI Academy. Selain itu, kontrak ini dinilai dapat berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan melalui lini bisnis pelatihan. Namun, hal ini bergantung pada realisasi jadwal dan ruang lingkup layanan. Kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan posisi CYBR sebagai penyedia solusi keamanan siber yang terintegrasi serta memperkuat kapabilitas sumber daya manusia.
Keterlibatan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam kerja sama ini berada dalam konteks end-user melalui RTN. Sementara itu, ITSEC Cyber & AI Academy bertindak sebagai pelaksana pelatihan sesuai ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati dalam kontrak.
Sebelumnya, ITSEC mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp297,2 miliar pada kuartal III/2025, tumbuh 78% secara tahunan (year-on-year/YoY). Dari sisi laba, perusahaan mempertahankan laba bersih Rp11,5 miliar dengan margin kotor 46%, didukung efisiensi operasional serta peningkatan kontribusi produk bernilai tambah.
Total liabilitas perusahaan turun 28%, sementara total aset meningkat 24%, menghasilkan posisi ekuitas yang lebih kuat senilai Rp316,8 miliar. Kas dan setara kas melonjak 105% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp22,9 miliar.
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan pertumbuhan pendapatan konsolidasi dengan profitabilitas yang terjaga didorong oleh pelaksanaan strategi yang disiplin dan keberhasilan ekspansi platform Intellibron. “Pertumbuhan ITSEC pada kuartal III/2025 didorong oleh kinerja kuat di segmen Managed Security Services, OT [Operational Technology] Security, serta kesuksesan komersial Intellibron, platform intelijen ancaman berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim riset dan pengembangan ITSEC,” ujar Dannacher dalam keterangan resmi.
Platform Intellibron awalnya dirancang untuk mendukung 60 juta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Namun, kini platform tersebut menjadi kontributor pendapatan terbesar ITSEC pada 2025 karena mampu menghadirkan layanan keamanan siber yang skalabel, otomatis, dan prediktif bagi berbagai jenis organisasi. Intellibron telah diadopsi oleh perusahaan di sektor keuangan, telekomunikasi, dan infrastruktur, serta memperluas jangkauannya ke India, Afrika, dan Timur Tengah.

