Ekspansi xAI dengan Pembelian Gedung Baru untuk Pusat Data
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, baru saja mengumumkan pembelian gedung ketiga yang akan digunakan sebagai fasilitas pusat data. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan pelatihan model AI yang lebih canggih dan bersaing langsung dengan perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI dan Anthropic.
Gedung tersebut diberi nama “MACROHARDRR” oleh Musk melalui platform X pada 30 Desember lalu. Lokasi gedung ini berada di luar Memphis, dekat Southaven, Mississippi. Rencananya, gedung ini akan dikonversi menjadi pusat data pada tahun 2026. Fasilitas ini akan mendukung klaster superkomputer Colossus yang sudah ada serta situs Colossus 2 yang sedang dalam tahap konstruksi.
Skala Infrastruktur yang Besar
Ekspansi ini menargetkan skala infrastruktur yang sangat besar. Proyeksi penampungan setidaknya satu juta unit pemrosesan grafis (GPU) akan menjadi bagian dari rencana pengembangan xAI. Sebelumnya, Musk menyatakan bahwa Colossus 2 saja dapat menampung sekitar 550.000 chip Nvidia. Total biaya proyek ambisius ini diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS.
Kapasitas komputasi yang mendekati dua gigawatt akan menjadikan kompleks Colossus sebagai salah satu fasilitas AI paling intensif energi di dunia. Musk memperkirakan bahwa kapasitas sebesar itu membutuhkan listrik setara dengan konsumsi 1,5 juta rumah tangga di Amerika Serikat. Untuk memenuhi permintaan tersebut, xAI dilaporkan tengah membangun infrastruktur energi mandiri, termasuk pembangkit listrik tenaga gas alam.
Isu Lingkungan Terkait Pembangunan Data Center AI
Meskipun ekspansi ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, hal ini juga menghadapi kritik terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Investigasi Tennessee Lookout pada Juli 2025 melaporkan bahwa fasilitas Colossus beroperasi dengan 33 turbin gas bertenaga metana, melebihi izin yang saat itu hanya mencakup 15 turbin.
Lokasi fasilitas tersebut juga berada di komunitas Memphis yang dalam sejarahnya memiliki tingkat penyakit terkait polusi yang tinggi. Perwakilan negara bagian Tennessee Justin J. Pearson mencatat bahwa emisi dari turbin gas metana berpotensi meningkatkan tingkat kabut asap lokal sebesar 30% hingga 60%. Emisi tersebut melepaskan polutan seperti nitrogen oksida dan formaldehida yang dikaitkan dengan risiko penyakit pernapasan.
Upaya Mitigasi Dampak Lingkungan
Banyak kritikus mempertanyakan dampak pengembangan AI multi-gigawatt ini terhadap beban kesehatan masyarakat di wilayah sekitar. Sebagai upaya mitigasi, xAI melanjutkan pembangunan pusat pengolahan air limbah dengan nilai investasi mencapai US$80 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Fasilitas ini dirancang untuk memungkinkan penggunaan kembali sekitar 13 juta galon air per hari. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan perusahaan pada pasokan air minum lokal untuk keperluan pendinginan sistem superkomputer.

