Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedMorgan Stanley: AI Ancam 200.000 Pekerja Perbankan Eropa pada 2030

Morgan Stanley: AI Ancam 200.000 Pekerja Perbankan Eropa pada 2030

Prediksi AI Mengancam Pekerjaan di Sektor Perbankan Eropa

Sejumlah analis dari perusahaan Morgan Stanley mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi menggantikan lebih dari 200.000 pekerjaan di sektor perbankan Eropa pada tahun 2030. Prediksi ini menunjukkan adanya dampak signifikan terhadap struktur kerja dalam industri tersebut, khususnya pada posisi-posisi yang bersifat rutin dan dapat digantikan oleh teknologi.

Peran yang paling rentan terkena pengaruh AI adalah bagian back office dan middle office. Kedua divisi ini sering kali melakukan tugas administratif, pengawasan transaksi, serta manajemen risiko dan kepatuhan—tugas-tugas yang bisa dipercepat atau digantikan sepenuhnya oleh sistem otomatis. Dalam lima tahun mendatang, banyak bank Eropa diperkirakan akan memperluas penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.

Selain itu, Morgan Stanley juga meramalkan bahwa industri perbankan mungkin akan mengurangi sekitar satu dari setiap sepuluh pekerjaan. Hal ini terjadi karena semakin tingginya penggunaan AI dan pergeseran layanan ke sistem digital. Jika angka ini benar-benar terjadi, maka sekitar 212.000 pegawai dari total 2,12 juta karyawan di 35 bank yang dianalisis berpotensi kehilangan pekerjaan.

Menurut analis Morgan Stanley, banyak bank sudah mulai melakukan efisiensi dengan memanfaatkan AI. Mereka menyebutkan bahwa peningkatan efisiensi dari penggunaan AI dan digitalisasi bisa mencapai hingga 30 persen. Perubahan ini menjadi strategi utama bagi bank-bank Eropa untuk menghadapi tekanan dari investor yang ingin mereka memangkas biaya dan meningkatkan profitabilitas.

Saat ini, kinerja bank-bank Eropa masih tertinggal dibandingkan dengan rekan-rekannya di Amerika Serikat. Oleh karena itu, banyak bank mulai melirik AI sebagai alat utama untuk merombak cara kerja mereka agar lebih efisien. Beberapa bank telah mengambil langkah nyata. Contohnya, ABN Amro dari Belanda berencana mengurangi sekitar 20% pegawai tetapnya pada 2028. Sementara itu, CEO Société Générale dari Prancis menyatakan bahwa tidak ada bagian dari perusahaan yang aman dari pemangkasan biaya.

Morgan Stanley juga menilai bahwa AI dapat membantu bank menjadi lebih efisien, terutama dalam memperbaiki rasio biaya terhadap pendapatan. Upaya pemotongan biaya tradisional sudah tidak lagi efektif, sehingga AI dianggap sebagai solusi baru yang lebih efektif.

Namun, perubahan ini diperkirakan akan sangat terasa di perbankan Eropa, terutama pada bank yang melayani konsumen langsung dan di negara-negara seperti Prancis dan Jerman. Di sana, biaya operasional bank masih tergolong tinggi, sehingga digitalisasi dan AI diharapkan dapat mengubah cara kerja bank dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun AI menawarkan banyak manfaat, perkembangannya juga menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya banyak pekerjaan, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di berbagai industri lainnya. Tantangan ini memicu diskusi tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat mempersiapkan diri menghadapi transformasi besar-besaran yang dipengaruhi oleh teknologi.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular