Peringatan Terakhir bagi Apple dari Pengawas Persaingan India
Persaingan di dunia teknologi semakin memanas, terutama bagi raksasa seperti Apple. Baru-baru ini, Komisi Persaingan India (CCI) mengeluarkan peringatan terakhir kepada Apple terkait usaha mereka untuk memperlambat penyelidikan antimonopoli yang telah berlangsung sejak 2021. Menurut laporan dari Reuters, langkah ini diambil setelah Apple berulang kali meminta perpanjangan waktu untuk memberikan tanggapan.
Kasus Antimonopoli yang Menghantui Apple
Kasus ini berakar dari masalah pembayaran dalam aplikasi yang melibatkan Apple. Sejak 2021, CCI telah menyelidiki praktik bisnis Apple yang diduga melanggar aturan persaingan yang sehat. Salah satu isu utama adalah kebijakan pembayaran dalam aplikasi yang memaksa pengembang untuk menggunakan sistem pembayaran Apple, yang berpotensi merugikan konsumen dan pengembang lain.
Akibat dari penyelidikan ini, Apple menghadapi kemungkinan denda yang sangat besar, mencapai $38 miliar. CCI berencana untuk menggunakan pendapatan global Apple untuk menentukan besarnya denda tersebut. Ini merupakan langkah yang cukup signifikan, mengingat besarnya skala operasi Apple di seluruh dunia.
Perlawanan Apple terhadap Hukum Denda Baru
Apple menyatakan keberatan terhadap undang-undang baru yang dikeluarkan oleh CCI mengenai denda antimonopoli. Dalam upaya untuk membela diri, perusahaan ini mengajukan tantangan terhadap peraturan tersebut. Namun, CCI menegaskan bahwa Apple harus memberikan tanggapan dan rincian keuangan yang diperlukan untuk menilai penalti, sebuah permintaan yang telah diabaikan oleh Apple selama lebih dari setahun.
- Apple telah mendapatkan beberapa perpanjangan waktu untuk menanggapi temuan penyelidikan.
- CCI menegaskan bahwa perpanjangan waktu yang berulang kali dapat merusak disiplin prosedural dan menghambat penyelesaian yang tepat waktu.
- Jika tidak ada tanggapan dari Apple dalam waktu dekat, CCI berencana untuk melanjutkan proses penyelidikan secara sepihak.
Keputusan CCI dan Dampaknya
Dalam sebuah pernyataan rahasia yang dilihat oleh Reuters pada 31 Desember 2025, CCI menyatakan bahwa “indulgensi semacam ini tidak bisa berlanjut selamanya.” Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan CCI terhadap sikap Apple yang terus menerus menunda-nunda tanggapan.
CCI memberi waktu kepada Apple hingga minggu depan untuk memberikan respons. Jika tidak, mereka akan melanjutkan proses tanpa kontribusi dari pihak Apple. Sumber yang dekat dengan masalah ini mengungkapkan bahwa Apple memandang perintah CCI sebagai langkah untuk mendahului proses pengadilan yang sedang berlangsung, dan perusahaan tersebut mungkin tidak akan merespons sebelum persidangan berikutnya pada 27 Januari.
Persaingan yang Semakin Ketat
Kasus ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar di era digital saat ini. Dengan meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis yang adil, otoritas di berbagai negara semakin aktif dalam menegakkan regulasi guna melindungi konsumen dan menjaga persaingan sehat di pasar. Apple, sebagai salah satu pemain utama, harus menghadapi konsekuensi dari kebijakan dan praktik bisnisnya, yang kini mendapat sorotan tajam dari CCI.
Seiring berjalannya waktu, kita akan menyaksikan bagaimana kasus ini berkembang dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh Apple. Apakah mereka akan mematuhi perintah CCI atau justru memilih untuk melawan? Hanya waktu yang akan menjawab.
Sumber: https://www.gsmarena.com/apple_competition_commission_of_india_antitrust_case_delay_warning-news-71140.php

