OpenAI Jalin Kerja Sama dengan Cerebras untuk Meningkatkan Kecerdasan Buatan
Pada awal tahun 2026, OpenAI, pengembang chatbot AI ChatGPT yang dikenal luas, mengumumkan kemitraan strategis dengan Cerebras, sebuah perusahaan pembuat chip AI asal Amerika Serikat. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur komputasi dalam bidang kecerdasan buatan, serta meningkatkan performa layanan AI yang ditawarkan oleh OpenAI.
Melalui kolaborasi ini, OpenAI berencana untuk menambah kapasitas komputasi AI berlatensi rendah hingga 750 megawatt (MW) secara bertahap hingga tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons dari layanan AI, termasuk ChatGPT, terutama dalam menangani tugas-tugas kompleks seperti menjawab pertanyaan mendalam, menulis kode yang panjang, menghasilkan gambar, dan menjalankan agen AI secara real-time.
Nilai Kerja Sama yang Fantastis
Meskipun OpenAI tidak merinci nilai dari kesepakatan ini, laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa kerja sama antara OpenAI dan Cerebras diperkirakan bernilai lebih dari 10 miliar dollar AS, atau setara dengan lebih dari Rp 160 triliun. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya kedua perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan performa kecerdasan buatan yang mereka tawarkan.
Inovasi Chip Raksasa dari Cerebras
Cerebras dikenal dengan inovasi dalam membangun sistem AI khusus, yang mampu menggabungkan komputasi, memori, dan bandwidth dalam satu chip raksasa. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi hambatan yang sering terjadi pada perangkat keras tradisional, yang biasanya memperlambat proses inferensi. Dengan desain ini, AI tidak perlu lagi “bolak-balik” antar-chip atau server dalam memproses permintaan, sehingga output dapat dihasilkan dengan lebih cepat, terutama untuk respons yang panjang dan kompleks.
Integrasi kapasitas komputasi dari Cerebras ke dalam sistem OpenAI akan dilakukan secara bertahap, menyasar berbagai jenis beban kerja. Bagi pengguna, ini berarti interaksi dengan AI akan semakin lancar dan mendekati pengalaman berkomunikasi dengan manusia.
Langkah Strategis Lainnya dari OpenAI
OpenAI tidak hanya berhenti pada kerja sama dengan Cerebras. Sebelumnya, mereka juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan untuk terus meningkatkan layanan AI dan infrastruktur yang mendukungnya. Salah satu kemitraan penting adalah dengan Broadcom pada Oktober 2025, yang berfokus pada pengembangan chip AI khusus (custom AI accelerators) dengan kapasitas komputasi hingga 10 gigawatt. Untuk memberikan gambaran, satu pusat data dengan kapasitas 1 gigawatt dapat menyuplai energi untuk sekitar satu juta rumah tangga. Jika proyek ini berhasil, OpenAI akan memiliki daya komputasi setara dengan energi yang diperlukan untuk 10 juta rumah.
Selain itu, OpenAI juga bekerja sama dengan AMD untuk menyediakan server dengan daya hingga 6 gigawatt, yang akan dibangun menggunakan chip GPU AI yang diproduksi oleh AMD. GPU yang digunakan dalam proyek ini adalah AMD Instinct MI450, dan tahap pertama dari proyek ini dijadwalkan dimulai pada paruh kedua tahun 2026. Dengan kapasitas server GPU yang lebih besar, produk dan layanan OpenAI, termasuk ChatGPT, akan semakin pintar dan responsif dalam menjalankan perintah dari pengguna.
Kolaborasi dengan Samsung untuk Proyek Stargate
OpenAI juga menjalin kerjasama dengan Samsung dalam proyek yang dikenal dengan nama Stargate. Proyek ini diperkirakan akan membutuhkan memori dalam jumlah besar, hingga 900.000 wafer DRAM per bulannya. Dalam kolaborasi ini, Samsung berencana untuk menyediakan memori berperforma tinggi yang juga hemat energi, yang tentunya akan mendukung kinerja layanan AI OpenAI di masa mendatang.
Dengan berbagai kemitraan strategis ini, OpenAI menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kecerdasan buatan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna dalam berinteraksi dengan AI.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/17/08020067/openai-gandeng-pesaing-nvidia-demi-ai-lebih-canggih

