Jumat, Januari 23, 2026
BerandaNewsInovasi Kecerdasan Buatan dalam Produksi Micro-Drama China

Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Produksi Micro-Drama China

Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Produksi Micro-Drama China

Siapa di antara Anda yang tidak terpesona dengan kehadiran drama China, atau yang lebih akrab disebut “dracin”? Dalam beberapa waktu terakhir, serial-serial pendek yang mengusung format vertikal ini telah merajai platform media sosial, menarik perhatian banyak penonton. Cerita-cerita yang sarat emosi dan penuh intrik ini memang memiliki daya tarik yang kuat, membuat banyak orang merasa penasaran untuk melihat bagaimana kisah tersebut berakhir.

Ternyata, di balik kesuksesan micro-drama ini, terdapat peran penting dari teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam industri drama pendek di China, AI telah menjadi bagian integral dalam setiap tahap produksi, mulai dari penulisan naskah, pembuatan adegan, hingga penciptaan musik latar. Hal ini diungkapkan oleh Chen Kun, seorang kreator di balik serial ultra-short video berjudul Strange Mirror of Mountains and Seas, yang berhasil menarik perhatian dengan 50 juta tayangan.

Format Micro-Drama yang Menggoda

Micro-drama adalah serial pendek dengan durasi sekitar 30 detik, yang biasanya ditonton melalui ponsel saat kita dalam perjalanan atau di sela-sela aktivitas sehari-hari. Dalam Strange Mirror of Mountains and Seas, hampir semua elemen visual dan cerita diciptakan melalui bantuan AI. Chen Kun dengan jujur mengakui bahwa AI memegang peran krusial dalam proses kreatifnya.

Ia bahkan memiliki “tim AI” yang terdiri dari berbagai alat yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam produksi. Misalnya, untuk penulisan skenario, Kun memanfaatkan ChatGPT. Untuk pembuatan gambar statis, ia memilih Midjourney AI. Selanjutnya, Kling AI digunakan untuk mengubah gambar menjadi video, dan Suno AI bertugas menciptakan musik latar serta lagu tema. Dalam proses ini, peran manusia hanya terlibat pada tahap penyuntingan dan pengisian suara.

Kolaborasi AI dalam Proses Kreatif

Dengan memanfaatkan kombinasi dari empat model AI tersebut, Chen Kun berhasil menciptakan Strange Mirror of Mountains and Seas, sebuah micro-drama bergenre fantasi. Dalam serial ini, karakter utama digambarkan tampan dan terlihat “hidup”, dengan latar belakang daratan dan lautan yang tampak nyata, serta dihuni oleh makhluk-makhluk mirip naga. Karya ini menunjukkan betapa jauh teknologi AI dapat melangkah dalam menciptakan narasi yang memikat.

Menurut Chen, micro-drama China adalah format yang sangat sesuai untuk eksperimen dengan AI. Ukuran layar ponsel yang relatif kecil dan durasi yang singkat membuat penonton lebih cenderung untuk mengabaikan detail-detail visual yang mungkin terlihat kaku atau tidak sempurna. “Meskipun AI belum bisa menandingi kualitas produksi film konvensional, untuk micro-drama, hasilnya sudah lebih dari cukup,” ungkap Chen.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi AI dalam industri hiburan, khususnya dalam produksi micro-drama, menunjukkan betapa jauh kita melangkah dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. Dengan inovasi ini, penonton dapat menikmati pengalaman baru yang segar dan menarik, sekaligus menggugah rasa ingin tahu mereka terhadap cerita-cerita yang ditawarkan. Mungkin ini adalah awal dari era baru dalam dunia perfilman, di mana AI dan kreativitas manusia dapat berkolaborasi untuk menciptakan karya yang luar biasa.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/15/07020007/ini-dia-tim-ai-andalan-untuk-produksi-dracin-yang-bikin-ketagihan

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular