Intel Pastikan Laptop Aman dari Krisis RAM Hingga 2026
Di tengah meningkatnya permintaan akan chip memori akibat pertumbuhan pesat data center yang mendukung kecerdasan buatan (AI), Intel memberikan kabar baik bagi para pengguna laptop. Menurut raksasa teknologi ini, pasar laptop dipastikan masih aman dari dampak krisis pasokan DRAM, setidaknya hingga satu tahun ke depan.
Dalam sebuah wawancara yang diadakan baru-baru ini, pihak Intel mengungkapkan bahwa para produsen laptop telah berhasil mengamankan stok komponen dalam jumlah besar sebelum lonjakan permintaan memori terjadi. Hal ini menjadikan harga dan spesifikasi laptop diperkirakan akan tetap stabil, meskipun sebelumnya banyak analis memprediksi akan ada kenaikan harga atau bahkan pemangkasan spesifikasi.
Nish Neelalojanan, Senior Director of Product Management Intel, menyatakan bahwa para OEM (Original Equipment Manufacturer) memiliki cadangan komponen yang cukup untuk bertahan dalam waktu 9 hingga 12 bulan ke depan. Stok yang ada dianggap cukup untuk meredakan dampak dari krisis DRAM yang dipicu oleh kebutuhan yang terus meningkat dari data center AI.
“Jika ada yang dapat memprediksi pasar memori dengan akurat, orang tersebut pasti sudah menjadi kaya raya,” ujar Neelalojanan dengan nada bercanda, seperti yang dilansir oleh detikINET dari Techspot. Ia menjelaskan bahwa industri PC telah terbiasa melakukan perencanaan produksi bertahun-tahun sebelumnya, termasuk mengunci pasokan komponen utama jauh sebelum produk diluncurkan. Strategi ini memberikan perlindungan yang cukup bagi produsen laptop berbasis platform Intel dari gangguan dalam rantai pasokan saat ini.
Spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan harga laptop sempat mencuat ketika Dell meluncurkan seri XPS terbarunya. Namun, Dell segera menjelaskan bahwa model yang dirilis lebih awal adalah varian kelas atas, sementara versi dengan harga lebih terjangkau akan menyusul kemudian.
Selain itu, Intel juga mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mengurangi ketergantungan pada RAM. Salah satunya adalah melalui prosesor Core Ultra Series 3 yang akan datang, yang dilengkapi dengan shared L3 cache lebih besar, mencapai 18MB. Cache ini dapat diakses oleh core performa maupun efisiensi, sehingga dapat meningkatkan kinerja sekaligus menekan kebutuhan akses memori.
Sementara itu, Microsoft juga sedang dalam proses mengembangkan alat baru yang bertujuan membantu pengembang dalam memahami penggunaan RAM aplikasi secara lebih tepat. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kritik dari pengguna Windows mengenai efisiensi dan stabilitas sistem operasi mereka.
Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa euforia terhadap AI mungkin akan mulai mereda pada tahun 2026. Beberapa pihak berpendapat bahwa industri PC perlu kembali fokus pada kebutuhan nyata konsumen. Dell sendiri mengakui bahwa minat terhadap “AI PC” masih tergolong rendah, karena kebanyakan pengguna lebih mengutamakan performa, daya tahan baterai, dan harga dibandingkan fitur AI yang dianggap belum relevan.
Untuk saat ini, Intel menunjukkan optimisme bahwa pasar laptop masih bisa bernapas lega, meskipun tekanan dari krisis memori global tetap mengintai industri semikonduktor. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan para pengguna laptop dapat terus menikmati produk berkualitas tanpa perlu khawatir terhadap fluktuasi harga atau penurunan spesifikasi dalam waktu dekat.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8311738/intel-klaim-laptop-aman-dari-krisis-ram-setidaknya-selama-2026

