Apakah ChatGPT Bisa Mengintip Kita? Pengujian Menarik Melalui Pertanyaan “Ya-Tidak”
Belakangan ini, media sosial seperti TikTok dipenuhi dengan berbagai video yang menunjukkan bahwa ChatGPT, sebuah chatbot berbasis kecerdasan buatan, mampu mengintip atau memantau penggunanya melalui kamera ponsel. Banyak orang beranggapan bahwa kemampuan ChatGPT untuk menjawab pertanyaan terkait kondisi terkini pengguna membuktikan bahwa aplikasi ini memiliki akses ke kamera. Namun, setelah melakukan percobaan secara langsung, hasil yang didapat ternyata cukup mengejutkan.
Dalam video yang beredar, untuk menguji kemampuan ChatGPT dalam mengintip, pengguna disarankan untuk berinteraksi dengan chatbot ini melalui mode suara, bukan hanya teks. Pada tahap pertama, pengguna bebas mengobrol tentang berbagai topik. Setelah itu, pada tahap berikutnya, mereka diminta untuk mengajukan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan “Ya” atau “Tidak”.
Pengujian ini dilakukan dengan cara menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi real-time, seperti “Apakah saya sedang berada di dalam ruangan?”. Jika ChatGPT dapat memberikan jawaban yang tepat, maka hal ini akan dianggap sebagai bukti bahwa ia bisa mengintip keadaan pengguna. Meskipun banyak video yang menunjukkan ChatGPT berhasil menjawab pertanyaan tersebut dengan akurat, hasil percobaan yang saya lakukan menunjukkan hal yang berbeda.
Melakukan Pengujian Sendiri
Untuk mengetahui kebenaran dari klaim tersebut, saya melakukan percobaan dengan berkomunikasi dengan ChatGPT melalui mode suara. Saya mengikuti langkah-langkah yang umum dilakukan oleh pengguna lain di media sosial, dimulai dengan berdiskusi tentang topik yang santai, kemudian beralih ke pertanyaan “Ya-Tidak”.
Saya mengajukan lima pertanyaan untuk menguji apakah chatbot ini benar-benar dapat mengakses informasi terkini tentang saya. Pertanyaan pertama saya adalah tentang universitas terbaik di dunia. Setelah ChatGPT menjawab, saya meminta jawabannya hanya dalam bentuk “Ya” atau “Tidak”. Lalu, saya bertanya, “Apakah saya sedang mengenakan kaos hitam?”. ChatGPT menjawab “Tidak”, padahal saya sedang mengenakan kaos hitam.
Dari percobaan ini, jelas bahwa ChatGPT tidak selalu akurat. Namun, pada percobaan kedua, saya bertanya jika rambut saya pendek, dan ChatGPT menjawab “Ya”, yang memang benar. Di sesi berikutnya, saya juga bertanya apakah saya memakai topi, dan ChatGPT menjawab “Tidak”, yang juga sesuai dengan kondisi saya saat itu.
Kesimpulan dari Pengujian
Dari hasil percobaan yang saya lakukan, tampak bahwa jawaban ChatGPT tidak konsisten. Beberapa kali ia memberikan jawaban yang tepat, namun tidak jarang juga ia keliru. Hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT tidak dapat diandalkan untuk mengakses informasi secara real-time tentang pengguna, seperti yang dipersepsikan banyak orang di media sosial.
Pengalaman ini menggugah kesadaran kita akan bagaimana kita menginterpretasikan teknologi dan informasi yang kita terima. Meskipun ChatGPT adalah alat yang canggih, ia tetap memiliki batasan dan tidak memiliki kemampuan untuk mengawasi pengguna secara langsung.
Dengan demikian, kita perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi dan klaim yang beredar di dunia maya. Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tapi penting bagi kita untuk memahami cara kerjanya agar tidak terjebak dalam mitos yang tidak berdasar.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/19/14350027/chatgpt-intip-kita-saya-tes-dengan-pertanyaan-ya-tidak-begini-jawabannya

