Goodbye Duolingo, Selamat Datang Babbel: Temukan Aplikasi Pembelajaran Bahasa yang Lebih Baik
Pembelajaran bahasa adalah sesuatu yang seringkali dianggap sepele, apalagi bagi mereka yang sudah tumbuh dengan dua atau lebih bahasa. Saya sendiri dibesarkan dengan bahasa Arab dan Prancis, sementara bahasa Inggris perlahan menjadi bagian penting dalam hidup saya, terutama melalui film, acara TV, dan musik. Namun, pengalaman saya dalam belajar bahasa berubah ketika saya bertemu dengan suami saya yang juga berbicara bahasa Spanyol. Dari percakapan santai hingga perjalanan bulan madu ke Valencia, saya mulai menyadari bahwa saya bisa memahami bahasa Spanyol tanpa usaha yang besar. Namun, saya tetap merasa perlu menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa yang baik. Ketika mencoba Duolingo, saya merasa bosan dan akhirnya beralih ke Memrise, yang kemudian menjadi cinta pada pandangan pertama. Sayangnya, Memrise juga mengalami perubahan yang membuatnya menjadi mahal dan kehilangan daya tarik. Saya pun kembali ke Duolingo, namun tidak betah dan berhenti belajar sama sekali. Hal ini berlangsung hingga beberapa bulan lalu ketika saya mulai menggunakan Babbel, dan saya pun jatuh cinta lagi.
Kenapa Duolingo Tidak Lagi Menarik?
Salah satu alasan utama mengapa saya merasa frustrasi dengan Duolingo adalah pendekatan pengajaran yang repetitif. Saya merasa jenuh harus berulang kali mengetuk kata “Mutter” untuk ibu dan “Vater” untuk ayah. Selain itu, banyak kalimat yang diajarkan terasa tidak relevan dan tidak berguna saat bepergian ke Jerman. Kalimat-kalimat seperti “kura-kura sedang makan apel” tidak ada gunanya dalam konteks perjalanan. Alih-alih, saya perlu belajar bagaimana cara meminta toilet, menemukan kereta berikutnya, atau memesan makanan di restoran. Itulah yang sebenarnya bermanfaat.

