Judul: MacBook Neo: Bukti Bahwa Strategi Pixel Google Memang Tepat
Dalam dunia gadget, sering kali kita menemukan produk yang mengedepankan spesifikasi tinggi namun mengabaikan pengalaman pengguna. Salah satu contohnya adalah smartphone Pixel dari Google, yang selama ini sering dicemooh karena lebih fokus pada “pengalaman” ketimbang angka-angka spesifikasi. Namun, dengan hadirnya MacBook Neo dari Apple, kita bisa melihat sebuah kesamaan menarik antara dua pendekatan ini. Apakah Google memang memiliki strategi yang tepat?
MacBook Neo: Revolusi “Cukup Bagus” dari Apple
Dalam tiga minggu terakhir, saya telah menggunakan MacBook Neo sebagai perangkat utama untuk bekerja. Dengan harga $599, Apple tidak lagi berusaha meyakinkan pengguna bahwa mereka membutuhkan layar Liquid Retina XDR atau sistem pendingin yang mampu merender film 4K dalam hitungan detik. Sebaliknya, Apple telah menciptakan produk yang terasa nyaman digunakan untuk hal-hal yang umumnya dilakukan oleh banyak orang, seperti browsing, menulis, dan streaming.
Di sinilah kita bisa menemukan kesamaan dengan Pixel 10 dan Pixel 10a. Google telah lama menyadari bahwa jika layar cukup cerah dan saturasi warna bagus, haptic responsif, perangkat lunaknya lancar, dan kameranya mampu menghasilkan foto yang baik dengan sekali klik, pengguna tidak terlalu peduli jika layarnya sedikit lebih tebal, bodinya terbuat dari plastik, atau jika jumlah kameranya berkurang.

