Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedAI dukung perempuan maju, bukan menggantikan peran mereka

AI dukung perempuan maju, bukan menggantikan peran mereka

Peran Perempuan dalam Era Kecerdasan Buatan

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin pesat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dengan kemajuan ini, muncul pertanyaan penting: apakah AI akan menggantikan peran manusia, khususnya perempuan, di masa depan? Program Perempuan Inovasi yang baru saja memasuki tahap Demo Day menyoroti isu ini dengan tajuk “Kekuatan Perempuan dalam Transformasi Profesi di Era AI”. Program ini bertujuan memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Sesi diskusi yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, membahas bagaimana perempuan dapat berkembang di tengah kemajuan AI. Beberapa tokoh perempuan inspiratif hadir dalam acara ini, termasuk aktris Dian Sastrowardoyo.

AI Bantu Guru dalam Pembelajaran, Tapi Tidak Akan Menggantikan Perannya

AI saat ini telah menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi manusia. Pemerintah bahkan sedang mengembangkan program pemahaman AI dan coding untuk pelajar melalui mata pelajaran pilihan. Namun, meskipun AI sangat canggih, peran guru tetap tidak bisa digantikan. Dr. Laksmi Dewi, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, menegaskan bahwa AI hanya bisa menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan pengganti peran guru.

“AI belum bisa menggantikan peran guru, baik itu perempuan maupun laki-laki. Meski begitu, AI bisa menjadi alat bantu dalam penyusunan rencana pembelajaran,” ujarnya. Menurutnya, AI tidak mampu meniru rasa empati dan kasih sayang yang dimiliki oleh guru. Ia menyarankan agar para guru menjadikan AI sebagai mitra kerja yang bisa memudahkan pekerjaan mereka.

AI Percepat Proses Kreatif, Tapi Jangan Biarkan Kerjakan Sepenuhnya

Di dunia kreatif, AI juga memberikan manfaat besar dalam mempercepat proses penciptaan karya. Dian Sastrowardoyo, yang aktif di dunia kreatif, menyatakan bahwa AI bisa membantu proses seperti grading dan marketing, namun hasilnya tetap bisa dibedakan dari karya manusia.

“AI bisa meningkatkan efisiensi, tapi jangan biarkan AI melakukan seluruh pekerjaan. Hasil karya manusia lahir dari rasa dan emosi yang tidak bisa ditiru oleh AI,” kata Dian. Menurutnya, AI belajar dari pola, sementara karya manusia bersumber dari pengalaman dan perasaan yang unik dan tidak bisa direplikasi oleh kecerdasan buatan.

Perempuan Perlu Tingkatkan Skill Agar Bisa Menguasai AI

Ancaman AI menggantikan peran perempuan akan semakin kecil jika perempuan mampu meningkatkan skill mereka. Rina Suryani, Corporate Social Responsibility Leader IBM Indonesia, menegaskan bahwa semua teknologi akan semakin terkait dengan AI. Oleh karena itu, perempuan harus memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan AI.

“Perempuan perlu meningkatkan skill mereka agar tidak tertinggal dalam era AI,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perempuan juga perlu lebih banyak berkontribusi di bidang STEM agar bisa menjadi penggerak utama dalam pengembangan teknologi.

Data dan Tantangan di Bidang STEM

Meski AI menawarkan peluang besar, jumlah perempuan di bidang STEM di Indonesia masih rendah. Hanya 8% perempuan yang bekerja di bidang tersebut. Ini menjadi tantangan besar yang perlu diatasi. Program Perempuan Inovasi diharapkan bisa menjadi solusi dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang di dunia teknologi.

FAQ Seputar AI dan Perempuan

Apakah AI bermanfaat untuk perempuan?

AI membuka peluang unik bagi perempuan untuk mengatasi hambatan gender dan menciptakan kesempatan yang setara.

Apa peran AI dalam kesetaraan gender?

AI dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan dalam perlakuan serta memperkuat suara perempuan dalam pengambilan keputusan.

Siapa pakar perempuan dalam AI?

Dr Fei-Fei Li di Stanford adalah salah satu tokoh penting dalam pengembangan AI yang berfokus pada kepentingan manusia.

Kesimpulan

AI bukanlah ancaman bagi perempuan, melainkan peluang untuk berkembang. Dengan peningkatan skill dan partisipasi aktif di bidang STEM, perempuan bisa menjadi penggerak utama dalam perkembangan teknologi. Program Perempuan Inovasi juga memberikan penghargaan bagi karya terbaik di bidang Full Stack Web Development dan UI/UX Design. Yuk tingkatkan skill dan jadilah bagian dari perubahan menuju masa depan yang lebih adil dan inklusif.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular