Pengalaman Bermain Disney Coloring World
Saya mulai dengan permainan Disney Coloring World, yang merupakan buku mewarnai digital. Meskipun tampaknya berfungsi dengan baik di layar mobil, saya merasa bahwa pengalaman ini tidak jauh berbeda jika dimainkan di perangkat lain, seperti smartphone. Namun, ada satu masalah yang langsung saya perhatikan: aplikasi ini sangat agresif dalam menawarkan langganan premium dengan tampilan tombol besar yang sulit diabaikan. Beruntung, saya diselamatkan oleh tunangan saya yang menemukan tombol kecil untuk menutupnya.
Setelah berhasil melewati penghalang langganan, saya memilih salah satu gambar gratis dan mulai mewarnai. Kontrolnya cukup sederhana, tetapi saya tidak merasa permainan ini memberi kepuasan atau stimulasi yang cukup. Selain itu, saya juga mengalami masalah lag yang cukup mengganggu, yang saya yakin akan membuat anak-anak frustrasi. Kesulitan dalam kembali ke layar utama Android Auto juga menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Risiko dan Pertimbangan Praktis
Saya juga memiliki kekhawatiran praktis saat mempertimbangkan penggunaan permainan ini di dalam mobil. Layar Android Auto di mobil saya dilapisi dengan pelindung antiglare yang cukup sensitif. Saya khawatir jika anak-anak terlalu bersemangat, mereka dapat merusak layar atau meninggalkan jejak tangan mereka. Selain itu, apakah saya ingin anak saya duduk di kursi belakang dan mencoba menjangkau layar depan? Tentu tidak.
Di zaman sekarang, anak-anak biasanya sudah memiliki akses ke tablet atau smartphone. Alih-alih bermain di layar mobil, mungkin lebih baik jika saya memberikan mereka ponsel atau buku gambar dengan alat pewarna. Ini akan membuat mereka lebih nyaman dan saya bisa tetap fokus pada perjalanan.
Implikasi Keamanan dan Efektivitas Permainan
Saya juga mempertanyakan keputusan Google untuk menambahkan permainan anak ke dalam antarmuka Android Auto. Meskipun permainan hanya dapat dimainkan saat mobil diparkir, ini dapat membingungkan anak-anak dalam memahami bahwa mobil bukanlah tempat bermain. Normalisasi permainan dalam mobil bisa menjadi masalah saat mereka belajar mengemudi di masa depan.
Permainan seperti Marvel HQ: Super Hero Fun memang ditujukan untuk anak yang lebih besar, tetapi mekanisme permainan tampaknya lebih sesuai untuk layar kecil seperti smartphone. Dengan adanya lag yang mengganggu, bermain game di dashboard mobil menjadi kurang menyenangkan dibandingkan menggunakan perangkat yang lebih sesuai.
Secara keseluruhan, meskipun permainan ini fungsional dan dapat digunakan dalam batasan Android Auto, saya bertanya-tanya mengapa Google lebih memprioritaskan fitur ini ketimbang memperbaiki masalah lain yang lebih krusial, seperti dukungan playback YouTube atau navigasi suara yang lebih stabil.
Sebagai pengguna tanpa anak, saya tentu lebih fokus pada kebutuhan perjalanan pribadi saya. Namun, jika saya seorang orang tua, saya pasti akan berpikir dua kali sebelum membiarkan anak-anak saya menggunakan Android Auto untuk bermain. Tidak semua layar harus menjadi alat bermain.
Sumber: https://www.androidauthority.com/android-auto-kids-games-3651884/

