Kamis, Januari 29, 2026
BerandaNewsApple Watch Hadirkan Fitur Deteksi Hipertensi di Indonesia

Apple Watch Hadirkan Fitur Deteksi Hipertensi di Indonesia

Pentingnya Deteksi Dini Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi, karena kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala. Menurut data dari WHO, lebih dari 1,3 miliar orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan hipertensi, dan lebih dari separuhnya tidak menyadari kondisi ini. Dengan adanya fitur baru ini, Apple berupaya menutup kesenjangan diagnosis dan memberikan perlindungan tambahan bagi penggunanya.

Keandalan dan Akurasi Fitur

Apple mengembangkan algoritma deteksi hipertensi berdasarkan data dari lebih dari 100.000 partisipan, yang kemudian diuji dalam uji klinis dengan 2.229 peserta dewasa. Dalam pengujian tersebut, para partisipan diminta untuk mengenakan Apple Watch dan mengukur tekanan darah mereka dua kali sehari menggunakan alat referensi OMRON Evolv. Hasilnya menunjukkan bahwa fitur ini memiliki sensitivitas keseluruhan sebesar 41,2% dan spesifisitas mencapai 92,3%. Yang lebih menarik, fitur ini menunjukkan performa terbaik pada pengguna dengan hipertensi stadium 2, dengan sensitivitas mencapai 53,7%.

Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa performa fitur ini tetap konsisten di berbagai kelompok demografis, tanpa perbedaan signifikan dalam akurasi berdasarkan usia, jenis kelamin, atau etnis. Ini menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan cukup inklusif dan bisa diterapkan pada berbagai jenis populasi.

Cara Menggunakan Fitur Hypertension Notifications

Fitur Hypertension Notifications dapat diakses oleh pengguna Apple Watch Series 9 atau Ultra 2 ke atas, sementara pengguna Apple Watch SE tidak dapat menggunakan fitur ini. Untuk iPhone, perangkat yang dibutuhkan minimal adalah iPhone 11 atau lebih baru dengan versi iOS terkini. Pengguna juga perlu mengaktifkan fitur Wrist Detection dan memenuhi beberapa syarat, seperti berusia 22 tahun ke atas, tidak sedang hamil, dan belum pernah didiagnosis hipertensi sebelumnya.

Setelah menerima notifikasi, pengguna disarankan untuk mencatat tekanan darah mereka selama tujuh hari menggunakan alat tensi dari pihak ketiga. Jika alat tersebut terhubung ke aplikasi Health via Bluetooth, data akan tersimpan secara otomatis. Jika tidak, pencatatan manual juga diperbolehkan. Aplikasi akan menyusun laporan ringkasan dalam format PDF yang dapat dibagikan kepada dokter.

Kesimpulan

Di tengah perkembangan teknologi wearable yang sering kali terasa tidak praktis, fitur Hypertension Notifications dari Apple Watch menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk pencegahan masalah kesehatan. Dengan pendekatan yang tidak invasif dan penggunaan data secara pasif, fitur ini tidak hanya menambah fungsi pada Apple Watch, tetapi juga berpotensi menyelamatkan nyawa. Apple telah mengambil langkah signifikan untuk memanfaatkan teknologi demi kesehatan masyarakat, menjadikan fitur ini sebagai contoh nyata dari inovasi yang berpihak pada kebutuhan manusia.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8328654/apple-watch-kini-bisa-deteksi-hipertensi-di-indonesia-ini-cara-pakainya

Baca Juga

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular