Jumat, Januari 23, 2026
BerandaNewsAwal Mula Ambisi Intel di Dunia Prosesor

Awal Mula Ambisi Intel di Dunia Prosesor

Tantangan Panas dan Konsumsi Daya

Pengujian internal terhadap sampel awal Tejas mengungkapkan masalah yang cukup serius terkait konsumsi daya dan panas. Sampel prosesor yang berbasis fabrikasi 90 nm dengan soket LGA 775 ini dilaporkan memiliki Thermal Design Power (TDP) yang mencapai 150 watt pada kecepatan 2,8 GHz. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Pentium 4 Prescott 90 nm yang berada di kisaran 84 watt pada frekuensi serupa. Sebagai perbandingan, beberapa tahun setelahnya, Intel meluncurkan Core 2 Duo yang berbasis 65 nm dengan TDP sekitar 65 watt pada kecepatan hingga 3 GHz. Perbedaan ini semakin menegaskan bahwa desain NetBurst semakin sulit dikembangkan tanpa mengorbankan efisiensi daya dan suhu operasional.

Akhir dari Era NetBurst

Masalah yang berkaitan dengan kepadatan panas dan kebutuhan daya yang terus meningkat membuat pengembangan Tejas menjadi tidak lagi realistis, baik untuk pasar desktop maupun server. Akhirnya, pada bulan Mei 2004, Intel secara resmi membatalkan pengembangan prosesor Tejas dan Jayhawk, yang juga menandai akhir dari era arsitektur NetBurst. Langkah ini mendorong Intel untuk mengubah arah strateginya, dengan fokus pada efisiensi daya dan kinerja per watt. Perusahaan mulai beralih ke pengembangan prosesor berbasis arsitektur turunan desain mobile, yang kemudian melahirkan lini Core, menjadi fondasi bagi CPU Intel modern hingga saat ini.

Dengan perjalanan yang penuh liku ini, Intel menunjukkan bahwa dalam dunia teknologi, ambisi yang tinggi harus selalu diimbangi dengan inovasi yang realistis dan efisien. Meskipun Tejas tidak pernah melihat cahaya pasar, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan dalam mengembangkan produk-produk mereka di masa depan.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8315434/kisah-prosesor-7-ghz-intel-gagal-karena-panas-dan-boros-daya

Baca Juga

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular