Bea Cukai China Memblokir Impor Chip AI Nvidia H200
Kabar mengejutkan datang dari dunia teknologi, khususnya dalam sektor kecerdasan buatan (AI). Otoritas bea cukai China dilaporkan mulai memblokir impor chip AI buatan Nvidia, yaitu model H200. Berita ini pertama kali disampaikan oleh Reuters yang mengutip informasi dari tiga sumber terpercaya yang memiliki pengetahuan mengenai kebijakan ini.
Menurut laporan tersebut, pihak bea cukai China telah menerima instruksi untuk menolak semua permintaan impor chip Nvidia H200. Jika langkah ini benar-benar diambil, maka sebenarnya akan menjadi semacam larangan resmi bagi chip AI canggih dari Nvidia untuk memasuki pasar China. Meski begitu, masih belum ada kejelasan apakah kebijakan ini bersifat sementara atau akan menjadi keputusan permanen dari pemerintah pusat China.
Perkembangan yang Menarik
Berita ini tentunya menambah warna dalam dinamika perdagangan chip AI global. Sebelumnya, muncul laporan bahwa China berencana untuk mengizinkan impor chip H200 dalam “kondisi khusus”. Hal ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, memberikan lampu hijau untuk penjualan chip AI tersebut ke China bulan lalu.
- Sejumlah perusahaan teknologi besar di China, seperti Alibaba dan ByteDance, bahkan sudah bersiap untuk memesan masing-masing hingga 200.000 unit chip H200, jika pemerintah memberikan izin.
- Namun, hingga saat ini, Beijing belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai permintaan impor tersebut.
Dari informasi yang diperoleh, pemerintah pusat China telah mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas kebutuhan chip AI di dalam negeri, terutama setelah keputusan Amerika Serikat untuk melanjutkan ekspor H200. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah China juga meminta perusahaan-perusahaan teknologi untuk menunda pembelian chip H200 hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan ini.
Keseimbangan Kepentingan
Langkah yang diambil oleh pemerintah China ini diyakini berkaitan dengan upaya untuk menyeimbangkan dua kepentingan utama. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan teknologi di China sangat membutuhkan chip AI terbaru untuk melatih model-model AI generasi baru. Di sisi lain, pemerintah China sedang berupaya meningkatkan kemandirian dalam produksi semikonduktor dengan memperkuat penggunaan chip buatan dalam negeri.
Walaupun sebelumnya ada harapan bahwa impor chip H200 masih dimungkinkan dalam “keadaan khusus”, kabar terbaru mengenai pemblokiran oleh bea cukai ini jelas membuat peluang tersebut semakin menipis. Hal ini tentu saja menjadi kabar kurang baik bagi Nvidia yang berharap dapat kembali menembus pasar China dalam waktu dekat.
Persaingan Global dalam AI
Saat ini, persaingan antara China dan Amerika Serikat dalam pengembangan AI semakin ketat. Kedua negara berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin global di bidang ini, dan kebijakan seperti larangan impor chip H200 bisa menjadi alat tawar-menawar dalam konteks geopolitik. Beberapa analis menyebutkan bahwa China mungkin menggunakan larangan ini untuk mendapatkan konsesi dari Amerika Serikat, terutama menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing yang dijadwalkan pada bulan April mendatang.
Ini bukanlah kali pertama produk Nvidia terlibat dalam perdebatan perdagangan antara kedua negara. Pada tahun 2025, di tengah ketegangan perang dagang, Trump sempat melarang ekspor GPU AI ke China. Meskipun larangan tersebut dibatalkan beberapa bulan kemudian, Beijing juga menahan pembelian chip Nvidia dengan alasan bahwa prosesor AI lokal sudah mampu bersaing. Dengan pola yang sama, bisa jadi China akan kembali mengulangi langkah serupa terkait Nvidia H200.
Hingga saat ini, Nvidia belum memberikan komentar resmi terkait kabar pemblokiran ini. Hal ini menambah ketegangan dalam industri yang penuh kompetisi ini, sementara banyak yang menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah China dan Nvidia.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/18/18180007/bea-cukai-china-dikabarkan-blokir-impor-chip-ai-nvidia-h200

