Minggu, Maret 22, 2026
Beranda blog Halaman 216

Bocoran Harga Steam Machine: Hampir Dua Kali Lipat dari PS5?

0

Bocoran Harga Steam Machine: Hampir Dua Kali Lipat dari PS5?

KOMPAS.com – Di penghujung tahun 2025, Valve memperkenalkan inovasi terbarunya, Steam Machine, sebuah perangkat “PC hybrid” yang dirancang khusus untuk gaming. Kini, bocoran mengenai harga dari perangkat ini mulai beredar di internet, dan sepertinya angkanya cukup mengejutkan.

Steam Machine, yang digadang-gadang sebagai pesaing konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5 (PS5) dan Xbox Series X, tampaknya akan dipasarkan dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan kedua konsol tersebut. Informasi ini diperoleh dari sebuah situs retail yang berasal dari Ceko, yang ditemukan oleh pengguna Reddit. Di situs tersebut, terdapat rincian mengenai dua varian Steam Machine berdasarkan kode sumber yang tersedia.

  • Varian Penyimpanan: Steam Machine akan hadir dalam dua pilihan kapasitas penyimpanan, yaitu 512 GB dan 1 TB.
  • Harga Perkiraan: Untuk versi penyimpanan 512 GB, harga yang diperkirakan sekitar 950 dollar AS (sekitar Rp 16 juta). Sedangkan untuk model dengan kapasitas penyimpanan 1 TB, harganya diperkirakan mencapai 1.070 dollar AS (sekitar Rp 18 juta).

Jika informasi ini terbukti akurat, Steam Machine akan menempati kelas harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan konsol pesaingnya. Sebagai perbandingan, konsol PS5 Pro saat ini dijual dengan harga sekitar 699 dollar AS (sekitar Rp 11 juta) di pasar Amerika Serikat. Sementara itu, PS5 edisi standar dengan disc drive ditawarkan dengan harga sekitar 549 dollar AS (sekitar Rp 9 juta). Konsol Xbox Series X dari Microsoft juga tidak jauh berbeda, dengan harga mendekati 649 dollar AS (sekitar Rp 10 juta).

Dengan selisih harga yang cukup signifikan, Steam Machine versi 512 GB nyaris dua kali lipat dari harga PS5 edisi standar. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, mengapa Valve mematok harga yang demikian tinggi untuk perangkatnya ini?

Salah satu alasan yang mungkin menjadi penyebab mahalnya harga Steam Machine adalah meningkatnya biaya komponen perangkat keras PC. Keterbatasan pasokan memori NAND, yang merupakan salah satu komponen penting dalam penyimpanan berkapasitas besar, berkontribusi pada kenaikan harga. Ini adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak produsen saat ini, dan Valve tampaknya tidak terhindar dari kondisi pasar yang sulit ini.

Namun, harga tinggi ini juga bisa jadi menunjukkan bahwa Valve menargetkan segmen pengguna tertentu. Steam Machine tampaknya lebih diarahkan untuk para penggemar game yang mengutamakan performa dan fleksibilitas dari sebuah PC, ketimbang pemain kasual yang lebih memilih konsol dengan harga terjangkau. Ini adalah langkah strategis yang memungkinkan Valve untuk memasuki pasar yang lebih premium, meskipun dengan risiko yang lebih besar.

Hingga saat ini, Valve masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait harga dari Steam Machine. Kami akan terus memantau perkembangan selanjutnya untuk memberikan informasi terbaru kepada para penggemar gaming.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/17/19000097/bocoran-harga-steam-machine-hampir-dua-kali-lipat-ps5-

Menggenggam Redmi Note 15 Pro Plus: Kesan Pertama yang Menarik

0

Menggenggam Redmi Note 15 Pro Plus: Kesan Pertama yang Menarik

Xiaomi kembali menarik perhatian penggemar gadget di Indonesia dengan peluncuran smartphone terbarunya, Redmi Note 15 Series. Sebelum peluncuran resminya, kami berkesempatan untuk melakukan unboxing dan merasakan langsung pengalaman pertama dengan Redmi Note 15 Pro Plus. Simak kesan-kesan kami tentang perangkat ini!

Desain Minimalis yang Menarik

Saat membuka kotak kemasan Redmi Note 15 Pro Plus, hal pertama yang mencolok adalah desain boks penjualannya yang lebih minimalis. Kotak ini hadir dengan kombinasi warna merah dan putih, memberikan kesan modern dan elegan. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Xiaomi tidak lagi menampilkan gambar model perangkat di dalam boks, melainkan hanya mencantumkan nama perangkat serta spesifikasi dan fitur utama.

Meski desain kotaknya berubah, isi dari boks ini masih mirip dengan pendahulunya. Di dalamnya, kita akan menemukan beberapa aksesori pendukung yang cukup lengkap. Di antara aksesori tersebut, terdapat adapter charger dengan daya 100 watt yang memungkinkan pengisian daya yang cepat, serta kabel data USB-A ke USB-C.

  • Softcase untuk melindungi ponsel dari benturan
  • SIM ejector untuk mengeluarkan laci kartu SIM
  • Kartu ucapan selamat datang
  • Buku panduan dan kartu garansi

Tampilan dan Estetika yang Menawan

Secara keseluruhan, tampilan Redmi Note 15 Pro Plus mirip dengan Redmi Note 14 Pro Plus, namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Salah satunya terletak pada desain modul kamera belakang. Meskipun bentuk modul kamera masih mempertahankan desain persegi dengan ujung membulat, kini warnanya tidak lagi gelap. Modul kamera mengikuti warna perangkat, memberikan tampilan yang lebih estetis dan harmonis.

Kami mendapatkan varian warna Glacier Blue yang sangat menarik. Modul kamera pada varian ini menampilkan kombinasi warna putih yang berpadu dengan nuansa biru kehijauan, menciptakan kesan yang kalem dan tidak mencolok. Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pengguna yang menginginkan tampilan ponsel yang stylish.

Kamera yang Mengagumkan

Berbicara mengenai kamera, Redmi Note 15 Pro Plus dibekali dengan dua buah kamera utama yang sangat mengesankan. Kamera utama memiliki resolusi 200 MP dengan aperture f/1.7, memungkinkan pengambilan gambar yang tajam dan jelas, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang rendah. Selain itu, terdapat juga kamera ultrawide beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.2, yang memungkinkan pengguna untuk menangkap pemandangan yang lebih luas.

Namun, ada satu kamera pendukung yang resolusinya masih misterius, yang tentunya menambah rasa penasaran kami. Tak ketinggalan, terdapat LED flash yang siap membantu pencahayaan saat diperlukan, menjadikan Redmi Note 15 Pro Plus sebagai pilihan yang menarik untuk pecinta fotografi.

Dukungan Jaringan 5G

Di bagian belakang ponsel, tepatnya di tengah bawah, terdapat logo “Redmi 5G” yang menandakan bahwa perangkat ini sudah mendukung jaringan 5G. Ini adalah salah satu fitur yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini, di mana kecepatan internet menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman pengguna.

Kesimpulan

Dengan desain yang lebih minimalis, fitur kamera yang mengesankan, serta dukungan jaringan 5G, Redmi Note 15 Pro Plus tampaknya siap menjadi salah satu smartphone unggulan di pasar Indonesia. Kesan pertama yang kami rasakan sangat positif, dan kami tidak sabar untuk menguji lebih lanjut semua fitur yang ditawarkan oleh ponsel ini. Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, Redmi Note 15 Pro Plus layak untuk dinantikan oleh para penggemar gadget.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/16/14030027/menggenggam-redmi-note-15-pro-plus-indonesia-ini-kesan-pertama-yang-kami

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram: Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi

0

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram: Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi

Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanggil Meta, perusahaan induk dari platform media sosial terkenal seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan terkait dugaan kebocoran data pengguna Instagram yang dilaporkan oleh perusahaan keamanan siber, Malwarebytes.

Dugaan kebocoran data ini muncul pada awal Januari 2026, ketika sejumlah pengguna Instagram, termasuk di Indonesia, menerima email yang meminta mereka untuk mereset kata sandi akun mereka. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena diduga melibatkan sekitar 17,5 juta akun pengguna di seluruh dunia.

Menurut Kemkomdigi, pertemuan klarifikasi dengan pihak Meta telah dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa Meta mengklaim bahwa proses reset password yang terjadi adalah mekanisme internal yang sesuai dengan prosedur resmi Instagram. Mereka menegaskan bahwa tidak ada akses terhadap kata sandi pengguna yang dapat diperoleh oleh pihak ketiga.

  • “Tidak ada password pengguna yang dapat diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain oleh pemilik akun itu sendiri,” ungkap Alexander dalam keterangan resminya.
  • Meta juga menambahkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya penyalahgunaan fitur reset password untuk mengambil data oleh pihak eksternal.
  • Proses pendalaman lebih lanjut masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan oleh Kemkomdigi.

Alexander mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengajak pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan akun digital mereka. Ini penting, mengingat potensi risiko yang dapat muncul akibat kebocoran data.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Meta pada tanggal 11 Januari 2026, mereka mengakui adanya masalah yang memungkinkan pihak eksternal dapat meminta pengguna untuk mereset kata sandi. Namun, mereka menegaskan bahwa sistem inti dari Instagram tetap aman dan tidak ada data pengguna yang bocor.

Situasi ini jelas menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan pengguna Instagram. Banyak yang mulai mempertanyakan bagaimana keamanan data mereka, terutama setelah mendengar tentang dugaan kebocoran yang melibatkan jumlah akun yang sangat besar. Dalam dunia digital saat ini, di mana data pribadi menjadi sangat berharga, kejadian seperti ini harus ditangani dengan serius.

Ke depan, penting bagi semua pengguna untuk tetap waspada dan memanfaatkan fitur keamanan yang ada, seperti autentikasi dua faktor, untuk melindungi akun mereka. Selain itu, pengguna disarankan untuk memantau aktivitas akun mereka secara berkala dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

Dengan meningkatnya ketergantungan pada platform digital, menjaga keamanan data pribadi harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu. Seluruh pihak, baik pengguna maupun penyedia layanan, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi pribadi tetap aman dan terlindungi dari potensi ancaman.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/17/16150017/komdigi-panggil-meta-buntut-dugaan-kebocoran-data-17-5-juta-pengguna-instagram

Respons Pabrikan Pesawat ATR Terhadap Kecelakaan ATR42-500 di Makassar

0

Respons Pabrikan Pesawat ATR Terhadap Kecelakaan ATR42-500 di Makassar

Kecelakaan pesawat ATR42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport baru-baru ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari pabrikan pesawat itu sendiri, ATR. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis di situs web mereka, ATR mengungkapkan dukungannya terhadap proses investigasi yang tengah berlangsung terkait insiden tersebut.

Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, pesawat ATR42-500 dilaporkan hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut membawa total 10 orang, terdiri dari awak dan penumpang. Pesawat ini diketahui beroperasi untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam misi patroli maritim.

ATR menyatakan bahwa perhatian utama mereka saat ini adalah keselamatan semua pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. “Kami sangat prihatin dengan insiden ini dan pikiran kami tertuju kepada semua yang terdampak,” ungkap ATR dalam pernyataannya. Selain mengungkapkan keprihatinan, ATR juga menegaskan bahwa mereka telah mengerahkan tim ahli untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia.

  • Pernyataan resmi ATR menegaskan pentingnya keselamatan penumpang dan awak pesawat.
  • Tim spesialis dari ATR berkomitmen untuk membantu proses investigasi dan memberikan dukungan teknis kepada operator pesawat.
  • Dukungan ini merupakan bagian dari prosedur standar pabrikan dalam setiap kecelakaan yang melibatkan produk mereka.

Dalam responsnya, ATR juga menambahkan bahwa mereka bekerja sama dengan lembaga investigasi keselamatan transportasi untuk mengumpulkan data teknis yang diperlukan guna menganalisis penyebab insiden secara mendalam. Dengan keterlibatan ini, ATR berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menuntaskan penyelidikan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat. Medan pencarian yang sulit, berupa pegunungan dan hutan lebat, menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian ini. Basarnas telah menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah menemukan lokasi pasti pesawat dan memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan. Otoritas penerbangan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diharapkan akan melakukan investigasi lebih lanjut setelah data awal berhasil dikumpulkan dan lokasi kejadian berhasil diamankan. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam penerbangan dan perlunya upaya berkelanjutan dalam menyempurnakan prosedur keselamatan penerbangan.

Pesawat ATR 42-500, yang dikenal sebagai pesawat turboprop, telah banyak digunakan dalam berbagai misi, termasuk untuk kebutuhan patroli maritim. Sebelumnya, ATR juga menyatakan bahwa Indonesia adalah pasar pesawat mereka yang terbesar di Asia Pasifik, yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran mereka di kawasan ini.

Dengan dukungan dari ATR, diharapkan proses investigasi dapat berjalan lancar dan cepat, demi keselamatan penerbangan di masa yang akan datang. Seluruh perhatian saat ini tertuju kepada keluarga para penumpang dan awak pesawat yang terlibat dalam insiden ini, berharap mereka dalam keadaan baik.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/17/22070197/respons-pembuat-pesawat-atr-atas-kecelakaan-atr42-500-di-makassar

Amazon Kindle Scribe Colorsoft: E-Reader Terbaru yang Memukau

0

Amazon Kindle Scribe Colorsoft: E-Reader Terbaru yang Memukau

Dalam dunia perangkat e-reader, Amazon selalu menjadi pemain utama dengan inovasi-inovasinya. Kini, mereka kembali meluncurkan Kindle Scribe Colorsoft, yang menjanjikan pengalaman membaca yang lebih kaya dengan sentuhan warna. Namun, apakah kehadiran warna ini benar-benar menjadi terobosan yang dinanti? Mari kita telusuri lebih dalam tentang perangkat ini.

Setelah menghabiskan waktu menggunakan Kindle Scribe Colorsoft, saya menemukan bahwa perangkat ini adalah versi paling sempurna dari Kindle layar besar yang pernah ada. Meskipun secara fisik mirip dengan model sebelumnya, Kindle Scribe Colorsoft memiliki beberapa peningkatan signifikan yang membuatnya layak untuk dicoba.

  • Desain dan Ukuran: Kindle Scribe Colorsoft memiliki desain yang ramping dan utilitarian. Dengan ukuran layar 11 inci, perangkat ini memberikan ruang yang cukup untuk sesi membaca yang panjang, serta untuk mencatat dan membaca PDF tanpa terasa merepotkan. Meskipun ukurannya lebih besar, perangkat ini masih cukup mudah untuk dibawa-bawa.
  • Pengalaman Warna yang Halus: Salah satu perubahan paling mencolok pada Kindle Scribe Colorsoft adalah penambahan panel warna yang mampu menampilkan teks hitam-putih dengan jelas, sementara warna yang ditambahkan memberikan nuansa yang lebih lembut. Warna-warna ini tidak terlalu mencolok, tetapi memberikan konteks yang lebih baik pada halaman tanpa membuat mata kita merasa terbebani. Ini bukan perangkat yang dirancang khusus untuk komik atau seni, tetapi tetap menghadirkan pengalaman visual yang menarik.
  • Peningkatan Perangkat Lunak: Meskipun perangkat kerasnya mungkin terasa familiar, peningkatan pada perangkat lunak membuat pengalaman pengguna jauh lebih baik. Menu yang lebih mudah dipindai dan tata letak yang lebih teratur membuat antarmuka terasa lebih sesuai untuk layar besar. Sekarang, Kindle Scribe Colorsoft terasa lebih modern dan tidak ketinggalan zaman seperti pendahulunya.
  • Kinerja yang Stabil: Kinerja Kindle Scribe Colorsoft juga patut diacungi jempol. Pergantian halaman cepat, menu responsif, dan pengalaman menulis yang stabil. Meskipun ada sedikit ghosting akibat refresh warna, hal ini jarang menjadi gangguan. Pencahayaan depan yang dapat disesuaikan juga memberikan kenyamanan saat membaca dalam waktu lama.
  • Daya Tahan Baterai: Seperti yang diharapkan dari sebuah Kindle, daya tahan baterai dari perangkat ini sangat mengesankan. Meskipun penggunaan warna dapat mengurangi performa sedikit, Kindle Scribe Colorsoft tetap dapat bertahan hingga beberapa minggu dengan penggunaan reguler.

Yang menarik, Kindle Scribe Colorsoft tetap mempertahankan esensi sebagai perangkat Kindle. Membaca di atasnya terasa sangat menyenangkan, dan saya bahkan telah menetapkan target membaca yang ambisius untuk tahun 2026. Dengan fitur warna, pengguna dapat menikmati beberapa peningkatan yang berarti, terutama bagi mereka yang menyukai novel grafis atau ingin melihat sampul buku mereka dalam warna.

Pada sisi pencatatan, pengalaman ini juga diperbaiki tanpa menambah kompleksitas. Pengguna dapat dengan cepat beralih antar warna, dan stylus yang disertakan terasa responsif dan nyaman digunakan. Namun, bagi mereka yang berharap untuk menggambar atau menciptakan karya seni, alat dan opsi kustomisasi yang tersedia masih terbatas. Meskipun demikian, bagi saya yang lebih suka mencatat ide-ide dan membentuk garis besar, hal ini tidak menjadi masalah.

Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Beberapa pengguna mungkin merasa terganggu dengan cara anotasi PDF dan buku yang berfungsi, di mana teks akan bergeser untuk memberi ruang bagi catatan, yang tidak selalu memuaskan untuk anotasi yang lebih padat. Selain itu, meskipun ada opsi untuk mengubah warna latar belakang, antarmuka perangkat masih tetap cerah, yang mungkin terasa tidak cocok pada perangkat dengan harga premium ini.

Namun, tantangan terbesar bagi Kindle Scribe Colorsoft adalah harganya yang cukup tinggi. Dengan harga mulai dari $629.99, ini adalah lompatan signifikan dari model sebelumnya. Hal ini membuat banyak orang membandingkannya tidak hanya dengan perangkat E-Ink lainnya, tetapi juga dengan tablet dan alat produktivitas lainnya. Meskipun Amazon memiliki filosofi restriksi yang mungkin menarik bagi sebagian pembaca, pada titik harga ini, banyak pengguna mungkin mulai mempertimbangkan alternatif yang menawarkan lebih banyak fleksibilitas.

Secara keseluruhan, Kindle Scribe Colorsoft adalah pilihan yang cocok bagi pembaca yang mencari e-reader premium dengan warna, pencatatan ringan, dan antarmuka yang lebih bersih. Jika Anda mencari alternatif yang lebih terjangkau atau dengan kemampuan anotasi yang lebih mendalam, perangkat lain seperti reMarkable Paper Pro atau Kobo Libra Colour bisa jadi pilihan yang lebih baik. Namun, bagi mereka yang sudah berada di ekosistem Amazon dan mencari pengalaman membaca yang lebih dari sekadar dasar, Kindle Scribe Colorsoft adalah perangkat terbaik yang mereka tawarkan saat ini.

Sumber: https://www.androidauthority.com/amazon-kindle-scribe-colorsoft-review-3627190/

One UI 8.5: Apakah Samsung Kehilangan Fokus pada Keistimewaannya?

0

One UI 8.5: Apakah Samsung Kehilangan Fokus pada Keistimewaannya?

Sejak diperkenalkan pada akhir tahun 2018, One UI telah merevolusi pengalaman pengguna bagi para pemilik perangkat Samsung. Dikenal karena kemampuannya untuk mengatasi masalah performa dan tampilan yang sebelumnya dianggap lambat dan membebani, One UI membawa angin segar dengan fokus pada penggunaan satu tangan. Namun, setelah tujuh tahun berlalu, tampaknya fokus ini mulai memudar, terutama dengan peluncuran beta One UI 8.5 terbaru.

Saat pertama kali diluncurkan, One UI menjadi terkenal karena inovasinya dalam penggunaan satu tangan. Dengan desain yang memungkinkan pengguna untuk menggeser elemen-elemen penting ke bagian tengah layar, Samsung berhasil menciptakan antarmuka yang lebih intuitif. Misalnya, ketika membuka aplikasi seperti Pengaturan, pengguna dapat menarik item dari bagian atas daftar menu ke tengah layar. Fitur ini sangat membantu, terutama mengingat ukuran smartphone yang terus membesar.

Perubahan Kecil dalam One UI 8.5

Dengan hadirnya One UI 8.5 dalam versi beta, banyak pengguna berharap akan ada perbaikan signifikan dalam pengalaman penggunaan satu tangan. Namun, kenyataannya, perubahan yang dilakukan terasa sangat minim. Contohnya, dalam aplikasi Pengaturan, tombol pencarian telah dipindahkan dari sudut kanan atas ke bar di bagian bawah layar. Meskipun ini adalah langkah yang positif, sayangnya, perubahan ini belum diimplementasikan di aplikasi Samsung lainnya. Tombol pencarian pada aplikasi lain tetap berada di tempat yang sama, yang menciptakan ketidakkonsistenan dalam antarmuka pengguna.

  • Ketidakkonsistenan UI: Dengan adanya elemen UI yang berbeda di berbagai aplikasi, pengguna mungkin mengalami kesulitan dalam membangun memori otot saat menggunakan perangkat.
  • Ruang yang Tersedia: Banyak aplikasi seperti dialer, kalender, atau galeri memiliki ruang yang cukup di bagian bawah untuk memindahkan tombol pencarian dan elemen lainnya, namun Samsung belum memanfaatkan peluang ini.
  • Perubahan yang Diharapkan: Salah satu perubahan yang diharapkan adalah posisi tombol edit, daya, dan pengaturan di Quick Settings. Saat ini, tombol-tombol ini berada di bagian atas, yang sulit dijangkau, sementara Google telah menempatkannya di bagian bawah yang lebih mudah dijangkau.

Walaupun Samsung telah melakukan perombakan pada panel Quick Settings agar lebih dapat disesuaikan, tombol yang vital seperti pengaturan dan akses daya tetap tidak dapat dipindahkan. Ini menjadi frustrasi bagi pengguna yang ingin kustomisasi lebih lanjut.

Mengapa Perhatian terhadap Penggunaan Satu Tangan Sangat Penting?

Seiring dengan semakin besarnya ukuran smartphone, penting bagi pabrikan untuk terus fokus pada kemudahan penggunaan perangkat dengan satu tangan. Samsung, yang telah menamai antarmuka perangkat lunaknya berdasarkan fitur ini, seharusnya lebih memperhatikan aspek ini. Dengan semakin banyaknya pengguna yang mengandalkan perangkat mereka dalam kehidupan sehari-hari, perhatian terhadap detail kecil dapat membuat perbedaan besar dalam pengalaman pengguna.

Dalam kesimpulannya, meskipun One UI 8.5 tidak menunjukkan indikasi penurunan kualitas, tampaknya Samsung perlu lebih memperhatikan aspek penggunaan satu tangan. Pengguna kini menanti pembaruan yang benar-benar meningkatkan pengalaman mereka, terutama dalam hal kemudahan akses. Apakah Anda juga merasa demikian? Apakah Anda berharap antarmuka One UI atau skin Android lainnya lebih mudah digunakan dengan satu tangan? Berikan pendapat Anda!

Sumber: https://www.androidauthority.com/one-ui-8-5-samsung-losing-focus-what-made-it-special-3630695/

Masalah Utama di Google Play Store dan Solusi yang Diperlukan

0

Masalah Utama di Google Play Store dan Solusi yang Diperlukan

Pada akhir tahun 2025, Google mengumumkan beberapa perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan cara pengguna menemukan dan menginstal aplikasi di perangkat Android. Perubahan ini mencakup pengetatan terhadap aplikasi yang tidak ditandatangani dari pengembang yang menggunakan toko aplikasi alternatif serta penekanan pada aplikasi di Play Store yang menyalahgunakan daya baterai. Meskipun langkah-langkah ini terdengar pro-konsumen, jika Google benar-benar ingin memperbaiki kehidupan penggunanya, mereka perlu mengatasi beragam masalah yang jelas terlihat saat membuka Google Play Store itu sendiri.

Sayangnya, pengalaman menggunakan Play Store sering kali menjadi sumber frustrasi. Setiap kali saya membuka aplikasi ini, saya disambut dengan antarmuka yang membingungkan dan elemen visual yang saling bertentangan. Namun, masalah ini bukan satu-satunya yang ada. Mari kita bahas beberapa permasalahan utama yang perlu diperbaiki Google di Play Store pada tahun 2026.

1. Gangguan Iklan yang Mengganggu

Salah satu masalah paling mencolok adalah keberadaan iklan yang berlimpah. Setelah membuka Play Store, pengguna langsung disambut dengan iklan yang tidak relevan dan mengganggu. Meskipun saya memahami bahwa pengembang perlu mendapatkan penghasilan, jumlah iklan yang terlalu banyak dapat mengurangi kegunaan aplikasi. Pengalaman di Play Store pada tahun 2026 lebih terasa seperti menghindari iklan daripada mengunduh aplikasi, dan ini seharusnya tidak terjadi.

2. Fungsi Pencarian yang Buruk

Pencarian di Play Store juga memerlukan perhatian lebih. Pengguna harus mengetuk ikon pencarian dua kali hanya untuk membuka keyboard, yang terasa tidak perlu. Hasil pencarian seringkali tidak relevan dan ditambah dengan iklan besar yang mengganggu, menjadikan navigasi menjadi semakin sulit. Hal ini membuat pengguna kesulitan menemukan aplikasi yang sebenarnya mereka cari.

3. Kekurangan Filter Pencarian

Banyak aplikasi di Play Store diberi nama yang membingungkan, dan ini menciptakan kebingungan bagi pengguna. Sebuah sistem filter pencarian yang lebih baik sangat diperlukan, memungkinkan pengguna untuk memfilter aplikasi berdasarkan rating, genre, dan tanggal rilis. Contohnya, aplikasi App Finder menawarkan fitur ini dengan sangat baik.

4. Informasi yang Tidak Berguna di Halaman Aplikasi

Halaman aplikasi di Play Store sering kali menampilkan terlalu banyak informasi yang tidak relevan. Saya jarang mendownload aplikasi hanya berdasarkan total unduhan atau review. Informasi yang lebih bermanfaat, seperti fitur baru atau perbaikan yang dilakukan, seharusnya ditampilkan dengan lebih jelas.

5. Changelog yang Tidak Standar

Changelog aplikasi di Play Store juga perlu ditingkatkan. Saat ini, tidak ada standar yang jelas mengenai informasi yang harus disertakan, sehingga seringkali pengguna tidak mendapat informasi yang cukup tentang pembaruan yang dilakukan. Setiap changelog seharusnya mencakup poin-poin penting mengenai perubahan, fitur baru, dan rencana untuk versi mendatang.

6. Keterbatasan Informasi Harga

Informasi harga aplikasi di Play Store juga kurang transparan. Pengguna hanya melihat rentang pembelian dalam aplikasi, tanpa detail yang jelas tentang biaya satu kali atau biaya berlangganan. Ini sangat penting untuk menghindari kejutan saat melakukan pembayaran di kemudian hari.

7. Ulasan Pengguna yang Tidak Mewakili

Ulasan pengguna adalah elemen penting dalam keputusan membeli aplikasi. Namun, banyak ulasan yang sudah tidak relevan lagi. Google perlu memperbaiki cara penyajian informasi ulasan agar lebih bermanfaat. Misalnya, dengan sistem ulasan yang lebih terstruktur yang meminta pengguna untuk menjawab pertanyaan spesifik mengenai aplikasi.

Masalah-masalah ini telah ada selama beberapa waktu, dan dengan niat Google yang jelas untuk mempersulit instalasi aplikasi dari toko aplikasi pihak ketiga di masa depan, semakin penting bagi Google untuk menangani isu-isu di pasarannya sendiri. Dengan melakukan ini, mereka tidak hanya akan meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembang dengan menciptakan lingkungan Play Store yang lebih bersih dan efisien.

Sumber: https://www.androidauthority.com/google-play-store-problems-fixes-3632036/

Kenapa OnePlus Pad Go 2 Jadi Pilihan Utama Ketimbang iPad

0

Kenapa OnePlus Pad Go 2 Jadi Pilihan Utama Ketimbang iPad

Selama hampir satu dekade, saya adalah pengguna setia iPad. Dari iPad Pro yang mahal hingga iPad Air dengan chip M-series, tablet Apple selalu menjadi pilihan utama saya karena alasan yang cukup sederhana. Bukan hanya karena kualitas premium, namun juga karena iPad menawarkan kombinasi hardware dan software yang solid. Namun, dalam sebulan terakhir, saya melakukan sesuatu yang sebelumnya tak terpikirkan: meninggalkan iPad di rumah dan menggantinya dengan OnePlus Pad Go 2.

Dibanderol sekitar $400, seharusnya perbandingan ini tidak adil. Biaya setup iPad saya hampir tiga kali lipat jika ditambah dengan keyboard dan Apple Pencil. Namun, untuk kebutuhan kerja saya yang banyak berkisar pada pembelajaran di jalan, penelitian, dan menangkap ide-ide spontan, OnePlus Pad Go 2 bukan hanya alternatif yang lebih murah, tetapi mungkin juga alat yang lebih baik. Berikut adalah alasan mengapa saya beralih, dan mengapa Anda juga mungkin ingin mempertimbangkannya.

Pengalaman Multitasking yang Lebih Baik

Sebagai seorang jurnalis teknologi, saya sering menggunakan berbagai tablet dan salah satu hal pertama yang saya perhatikan adalah rasio aspek layar. Ini sangat mempengaruhi pengalaman pengguna. Sebagian besar tablet Android yang terjangkau menggunakan rasio 16:10 atau 16:9, yang mungkin ideal untuk menonton Netflix atau YouTube, tetapi sangat tidak memadai untuk pekerjaan berbasis teks. Saat memegang tablet dengan rasio 16:10 dalam mode landscape, Anda akan merasa kehilangan banyak ruang vertikal yang dibutuhkan untuk dokumen atau browsing internet.

OnePlus Pad Go 2 mengusung rasio 7:5, yang berasal dari saudaranya yang lebih mahal, OnePlus Pad 2. Keputusan hardware ini berdampak besar pada pengalaman pengguna. Layar yang lebih kotak mendekati ukuran kertas A4 sangat bermanfaat, terutama saat melakukan multitasking. Pada banyak tablet lain, penggunaan split-screen terasa sempit, tetapi dengan Pad Go 2, dua aplikasi dapat berjalan berdampingan dengan ruang vertikal yang cukup untuk berfungsi secara optimal.

Optimasi Software yang Lebih Baik

Secara historis, tablet Android sering kali mengalami masalah dalam hal optimasi software. Seringkali, sistem operasi hanya merupakan versi smartphone yang diperbesar tanpa penyesuaian yang memadai untuk layar besar. Namun, OnePlus mengatasi masalah ini dengan fitur yang disebut Open Canvas. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan hingga tiga aplikasi secara bersamaan tanpa memaksakan semuanya tampil di layar sekaligus, memberi kebebasan lebih dalam multitasking.

Berbeda dengan iPad yang sering membatasi pengguna pada satu tampilan, Pad Go 2 memberi kemungkinan untuk memindahkan aplikasi ke jendela mengambang. Ini sangat membantu dalam konteks penelitian dan produktivitas, dimana Anda bisa dengan mudah beralih antara aplikasi tanpa harus menutup yang lain.

Pengalaman Menggunakan Stylus yang Memadai

Untuk mendapatkan pengalaman stylus yang baik di Android, Anda biasanya harus memilih perangkat flagship dari Galaxy Tab S. Namun, OnePlus Pad Go 2 menyediakan stylus dengan 4.096 tingkat sensitivitas tekanan dan latensi yang rendah, cukup untuk kebutuhan mencatat sehari-hari. Meskipun tidak sebanding dengan Apple Pencil Pro, stylus ini cukup untuk menandai teks, mencatat, dan membuat sketsa.

Fitur yang menarik adalah kemampuan untuk mengambil screenshot dengan cepat dan langsung melakukan anotasi, yang membuat pengalaman pengguna menjadi lebih efisien. Stylus ini juga dapat dipasang secara magnetis pada tablet, sehingga selalu siap digunakan.

Konektivitas yang Selalu Tersedia

Jika Anda berencana menggunakan tablet di luar ruangan, membeli iPad bisa jadi sangat mahal. Dengan OnePlus Pad Go 2, Anda memiliki opsi konektivitas 5G yang tersedia dengan harga lebih terjangkau. Memiliki internet selalu siap pakai di perangkat sekunder saya ternyata menjadi peningkatan gaya hidup yang sangat berarti. Saya bisa langsung menarik tablet saat dalam perjalanan dan mulai bekerja dengan dokumen yang dibagikan tanpa repot mencari hotspot.

AI yang Mendukung Produktivitas

OnePlus juga telah menerapkan beberapa fitur AI yang praktis di Pad Go 2, seperti OnePlus AI Writer dan AI VoiceScribe, yang membantu dalam mengubah catatan kasar menjadi lebih terstruktur dan mengelola transkripsi dari rekaman suara. Ini mempermudah dalam mencatat pertemuan dan menyusun ide-ide sebelum menulis.

Tablet ini juga terasa lebih responsif dan efisien dalam manajemen daya, dengan daya tahan baterai yang luar biasa. Anda bisa menggunakan tablet ini selama dua hari penuh tanpa perlu mengisi ulang, menjadikannya alat yang sangat praktis untuk dibawa ke mana saja.

Kesimpulan

Dengan semua keunggulan ini, OnePlus Pad Go 2 bukan hanya sekadar tablet Android biasa; ia adalah alat yang dirancang untuk produktivitas modern, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari alternatif dari iPad. Dengan harga yang lebih bersahabat dan fitur-fitur yang mendukung kebutuhan sehari-hari, mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk beralih.

Sumber: https://www.androidauthority.com/400-dollar-android-tablet-vs-ipad-3630969/

Harga RAM Melonjak, Saatnya Spesifikasi Ponsel Generasi Berikutnya Berinovasi

0

Harga RAM Melonjak, Saatnya Spesifikasi Ponsel Generasi Berikutnya Berinovasi

Industri teknologi saat ini menghadapi tantangan serius akibat krisis RAM yang berdampak pada berbagai perangkat, mulai dari smartphone, komponen PC, hingga konsol game portabel. Dengan penundaan peluncuran produk dan ekspektasi kenaikan harga, tahun 2026 tampaknya tidak akan menjadi waktu yang baik untuk membeli gadget baru. Meskipun situasinya tidak ideal, industri teknologi selalu beradaptasi. Setiap krisis juga bisa menjadi peluang, dan banyak yang berpendapat demikian.

Saya memiliki sedikit simpati terhadap posisi Carl Pei yang menyatakan bahwa kekurangan RAM ini bisa menjadi peluang bagi merek-merek yang tidak terlalu bergantung pada spesifikasi teknis untuk memasarkan produk mereka. Meskipun Nothing mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan yang lain, terutama di segmen ponsel terjangkau yang mungkin lebih rentan terhadap kenaikan biaya bahan, pertanyaannya adalah: apakah merek-merek ini akan memanfaatkan kesempatan tersebut?

Merek-merek kini dihadapkan pada keputusan penting tentang bagaimana cara terbaik untuk merespons masalah yang bersama ini. Menaikkan harga atau mengorbankan kapasitas RAM (dan mungkin juga ruang penyimpanan) untuk menjaga harga tetap stabil adalah pilihan yang jelas, namun mungkin juga menjadi pilihan terlemah. Konsumen pasti akan bertanya mengapa mereka harus membayar lebih untuk perangkat dengan hardware yang sama atau mengapa spesifikasi tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Menunggu langkah kompetitor juga terasa tidak menguntungkan.

Bayangkan jika semua merek sepakat bahwa harga kemungkinan akan meningkat pada tahun 2026. Pertanyaannya kemudian adalah: apakah sebaiknya mereka menginvestasikan kelebihan anggaran itu untuk hal lain selain memori?

  • Seorang ponsel flagship dengan harga dasar $799 mungkin bisa cukup dengan 8GB RAM (yang masih memadai beberapa tahun lalu) alih-alih 12GB, dan menggunakan selisihnya untuk meningkatkan kualitas kamera. Siapa yang tidak suka foto yang lebih baik? Kamera yang lebih baik atau tambahan kamera adalah cara yang bagus untuk unggul dalam persaingan.
  • Ponsel menengah juga bisa mulai mendapatkan peringkat IP yang lebih baik atau menginvestasikan lebih banyak uang pada desain dan material bangunan. Merek-merek juga bisa fokus pada alat perangkat lunak yang unik, seperti kunci perangkat keras, pengisian daya nirkabel gaya MagSafe, atau fitur kecil lainnya yang seringkali membuat perbedaan antara ponsel menengah dan flagship.

Fitur-fitur ini dapat memberikan perbedaan nyata dalam pengalaman pengguna sehari-hari, dan konsumen mungkin merasa bahwa mereka mendapatkan nilai lebih meskipun ada sedikit kenaikan harga dibandingkan dengan hanya menambah beberapa gigabyte RAM. Dengan demikian, pilihan-pilihan ini memungkinkan ponsel untuk membedakan diri dari mereka yang memilih metode yang lebih jelas, yaitu hanya meneruskan biaya RAM yang membengkak kepada konsumen.

RAM memang penting, tetapi 8GB atau bahkan 6GB sudah cukup untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan tanpa perlu memuat ulang. Namun, tantangan yang muncul adalah tuntutan mobile akan kecerdasan buatan (AI) sebagai tren besar berikutnya. Kebutuhan RAM yang banyak diperlukan untuk memastikan model offline dapat diakses dan responsif saat diperlukan. Misalnya, Google menyisihkan 3GB RAM untuk Gemini Nano pada Pixel terbaru mereka, untuk alasan ini.

Hal ini tidak menjadi masalah pada ponsel dengan RAM 12GB atau 16GB, tetapi saat terbatas pada 8GB, kita harus mempertimbangkan apakah fitur AI atau responsifitas aplikasi yang harus diutamakan. Mengingat tanggapan yang beragam terhadap alat-alat AI, saya rasa banyak konsumen tidak akan terlalu keberatan jika beberapa fitur offline memerlukan waktu lebih lama untuk memuat. Namun, jika Anda berencana meluncurkan ponsel unggulan yang dilengkapi AI, memiliki jumlah RAM yang besar menjadi tidak bisa ditawar lagi saat ini.

Masih ada aspek lain yang perlu diperhatikan: manajemen memori yang lebih baik. Pengelolaan aplikasi yang lebih cerdas, batasan latar belakang yang lebih ketat, dan mungkin bahkan menggunakan ruang swap yang tidak diinginkan semua bisa membantu memaksimalkan anggaran RAM yang lebih kecil. Ini mungkin tidak menyelesaikan masalah secara ajaib—model AI, khususnya, tetap membutuhkan banyak RAM—tetapi bisa cukup untuk memperlancar pengalaman pada ponsel yang tidak dapat menyediakan 12GB atau 16GB RAM.

Semua ini membagi pasar menjadi dua segmen: merek besar yang dapat menyerap biaya RAM atau meneruskannya kepada konsumen untuk memaksimalkan kemampuan AI, dan pemain kecil yang tidak dapat melakukannya. Meskipun ini sudah terjadi sampai batas tertentu—Google dan Samsung memiliki dua ekosistem AI yang lebih besar, meskipun Nano berjalan dengan kebutuhan yang cukup moderat—kesenjangan ini bisa semakin lebar jika terdapat perbedaan antara ponsel yang dapat dan tidak dapat memenuhi tuntutan hardware di masa depan.

Desain smartphone membutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan bulan. Mengubah rencana di menit-menit terakhir untuk menanggapi kenaikan harga RAM yang eksplosif dalam beberapa bulan terakhir tampaknya tidak mungkin. Misalnya, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh seri Samsung Galaxy S26 tentang ini, kecuali menanggung biaya tambahan atau beralih ke konfigurasi RAM yang sedikit berbeda. Mengubah berbagai fitur lainnya juga tidak mungkin.

Namun, ponsel yang diluncurkan di paruh kedua tahun 2026 memiliki sedikit lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan opsi tambahan. Ada harapan optimis bahwa krisis ini akan mereda sedikit pada awal 2027, sehingga menunggu mungkin adalah pilihan terbaik. Meski demikian, kekurangan RAM ini bisa saja berlanjut lebih lama dari tahun depan. Jika itu terjadi, mungkin sudah saatnya memikirkan cara untuk membangun ponsel yang lebih menarik tanpa bergantung pada RAM dan penyimpanan yang melimpah untuk mempercantik lembar spesifikasi atau mendukung model AI generasi berikutnya.

Sumber: https://www.androidauthority.com/ram-price-creative-specs-3632697/

AirPods Pro 3: Pembaruan yang Mengagumkan untuk Pengalaman Mendengarkan

0

AirPods Pro 3: Pembaruan yang Mengagumkan untuk Pengalaman Mendengarkan

AirPods Pro telah lama menjadi teman setia bagi pengguna iPhone. Hampir di mana pun kita pergi, kita akan menemukan seseorang yang menggunakannya. Alasan utamanya cukup sederhana: fitur Active Noise Cancelling (ANC) yang sangat baik, kualitas suara yang solid, kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama, serta ekosistem Apple yang membuat segalanya terasa lebih praktis. Kombinasi ini terbukti efektif, dan Apple tampaknya menyadari risiko jika mereka melakukan perubahan besar-besaran pada formula yang sudah terbukti berhasil.

Menariknya, AirPods Pro 3 hadir sebagai contoh dari peningkatan yang tepat sasaran. Dengan harga yang tetap berada di kisaran Rp 4 juta, Apple tidak hanya melakukan penyempurnaan, tetapi juga memperbaiki hampir semua kelemahan yang ada pada generasi sebelumnya. Dari desain yang lebih aman, ANC yang lebih agresif, hingga kemampuan pelacakan kebugaran tanpa perlu Apple Watch, AirPods Pro 3 benar-benar melengkapi konsep dari AirPods Pro yang sudah ada.

Desain yang Lebih Ergonomis dan Nyaman

Jika kita melihat sekilas, AirPods Pro 3 memang tampak serupa dengan pendahulunya. Bentuk batang, casing, dan desain keseluruhan masih sangat khas Apple. Namun, saat earbud ini dimasukkan ke telinga, perbedaan tersebut sangat jelas terasa. Earbud dan eartips kini lebih miring dan mengikuti kontur saluran telinga dengan lebih alami. Proses pemakaiannya juga lebih mengunci, sehingga pengguna dapat memutar sedikit untuk mendapatkan rasa yang lebih aman.

Berkat dimensi yang lebih baik, earbud ini langsung terasa kedap suara tanpa perlu mengaktifkan ANC. Apple kini juga menyertakan lima ukuran eartips, termasuk ukuran XXS. Ini menjadi kabar baik, mengingat salah satu masalah klasik AirPods dari generasi pertama adalah kesulitan dalam mendapatkan ukuran yang pas. Dengan AirPods Pro 3, kemungkinan untuk mendapatkan ukuran yang tepat jelas lebih besar.

Walaupun eartips baru ini disebut sebagai foam-infused, jangan bayangkan busa yang penuh seperti pada earphone profesional. Pendekatannya adalah hybrid: bagian depan sedikit mengembang, sementara mayoritas material tetap silikon, sehingga nyaman dan mudah dibersihkan. Hasilnya, earbud terasa lebih stabil tanpa mengorbankan kenyamanan.

Kualitas ANC dan Suara yang Meningkat

Apple dengan percaya diri mengklaim bahwa AirPods Pro 3 memiliki ANC terbaik di dunia untuk kategori true wireless in-ear. Klaim ini memang ambisius: dua kali lebih baik dari AirPods Pro 2, dan empat kali lebih baik dari generasi pertama. Dalam penggunaan nyata, peningkatan ini sangat terasa. Saat digunakan dalam penerbangan jarak jauh, dengungan mesin pesawat hampir sepenuhnya hilang. Meskipun pengumuman masih terdengar samar saat tidak memutar musik, hal ini wajar untuk earbud dengan fitur ANC.

Di lingkungan rumah yang bising, seperti suara mesin, percakapan, hingga suara bernada tinggi, AirPods Pro 3 juga lebih efektif dalam meredam suara dibandingkan pendahulunya. Bahkan dalam pengujian di konser musik, performa ANC-nya mendekati earplug pasif khusus konser. Ini bukan berarti AirPods ideal untuk menonton konser, tetapi setidaknya memberikan rasa aman jika terpaksa digunakan.

Peningkatan kualitas suara pada AirPods Pro 3 meskipun tidak revolusioner, tetapi tetap terasa signifikan. Apple merombak arsitektur internal untuk memperbaiki aliran udara, menghasilkan bass yang lebih kuat dan vokal yang lebih jelas. Detail kecil yang sebelumnya tenggelam kini lebih mudah terdengar, terutama pada lagu-lagu dengan harmoni vokal yang kompleks.

Kualitas Panggilan dan Daya Tahan Baterai yang Meningkat

Dalam hal panggilan telepon, kualitas suara tetap jernih meski berada di lingkungan berangin atau ramai. Noise latar belakang cukup efektif ditekan, sehingga percakapan tetap nyaman. Biasanya, fitur ANC dapat mengorbankan daya tahan baterai, tetapi AirPods Pro 3 justru menunjukkan peningkatan. Dengan ANC aktif, pemakaian mendekati delapan jam per pengisian terasa realistis.

Ini mungkin menjadi kejutan terbesar dari AirPods Pro 3. Apple menyematkan sensor detak jantung, memungkinkan pengguna untuk melacak kebugaran langsung dari telinga. Data ini terintegrasi dengan aplikasi Fitness di iOS, mendukung berbagai jenis olahraga. Fitur ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang tidak menggunakan Apple Watch, atau bagi mereka yang melakukan aktivitas yang kurang cocok dengan jam pintar, seperti angkat beban atau tinju.

Dengan tambahan sertifikasi IP57, AirPods Pro 3 juga lebih siap menghadapi keringat dan hujan ringan. Jadi, jika AirPods Pro 2 Anda masih berfungsi dengan baik, mungkin tidak perlu terburu-buru untuk melakukan upgrade. Namun, bagi pengguna AirPods Pro generasi pertama atau mereka yang memiliki masalah fit dan menginginkan ANC terbaik di kelasnya, AirPods Pro 3 adalah peningkatan yang sangat menarik.

Dengan harga yang tetap, Apple berhasil menghadirkan produk yang lebih nyaman, lebih senyap, lebih pintar, dan sedikit lebih tahan banting. Sulit untuk menemukan kekurangan besar dari AirPods Pro 3. Sekali mencobanya, kembali ke generasi lama terasa sangat berat.

Sumber: https://inet.detik.com/review-produk/d-8308975/review-airpods-pro-3-makin-nyaman-dan-bisa-pantau-detak-jantung