Tab Vertikal Chrome Akhirnya Hadir dalam Versi Beta
Setelah ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun, fitur tab vertikal di Chrome kini akhirnya hadir dalam versi Beta. Fitur ini pertama kali diuji oleh Google dalam versi desktop Canary pada akhir tahun lalu, dan saat ini telah terlihat dalam Chrome Beta untuk pertama kalinya.
Informasi mengenai fitur ini disampaikan oleh seorang pengguna X, @bramus, yang mengaku sebagai Insinyur Hubungan Pengembang Chrome di Google. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa tab vertikal dapat diakses melalui pengaturan tertentu dalam Chrome versi 145, yang merupakan rilis Beta saat ini. Untuk mengaktifkannya, pengguna hanya perlu mengunjungi chrome://flags/#vertical-tabs, mengubah pengaturannya menjadi Enabled, lalu memulai ulang Chrome. Setelah itu, pengguna dapat mengklik kanan pada bilah tab dan memilih opsi “Pindahkan tab ke samping.”
Unggahan tersebut juga menyertakan gambar sebelum dan sesudah yang menunjukkan bagaimana tampilan baru ini berfungsi. Menariknya, sidebar tab vertikal ini dapat diubah ukurannya atau bahkan disembunyikan ke dalam keadaan minimal. Fitur ini juga berfungsi dengan baik bersama dengan Grup Tab, yang semakin meningkatkan fungsionalitasnya.
Fleksibilitas Ukuran: Pengguna dapat menyesuaikan ukuran sidebar tab vertikal sesuai dengan kebutuhan mereka.
Integrasi dengan Grup Tab: Fitur ini bekerja harmonis dengan Grup Tab, memudahkan pengelolaan tab yang lebih banyak.
Opsi Pengaturan: Pengguna juga dapat menemukan opsi posisi strip Tab di Pengaturan > Tampilan, memberikan alternatif untuk memindahkan tab ke samping.
Kemunculan tab vertikal ini awalnya diperkenalkan di Chrome Canary untuk desktop pada bulan November. Ketika itu, fitur ini dianggap sudah berfungsi, meskipun masih kurang halus jika dibandingkan dengan browser pesaing. Meskipun Google belum memberikan informasi resmi tentang kapan tab vertikal ini akan diluncurkan secara lebih luas, saat ini terlihat bahwa peluncuran tersebut hanya tinggal menunggu waktu.
Fitur ini menjawab permintaan banyak pengguna yang menginginkan tampilan yang lebih teratur dan mudah diakses. Dengan tab vertikal, pengguna dapat mengelola banyak tab dengan lebih efisien, terutama bagi mereka yang sering bekerja dengan berbagai situs web sekaligus.
Secara keseluruhan, kehadiran tab vertikal ini menandai langkah maju yang signifikan untuk Chrome, dan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Bagi Anda yang sudah tidak sabar mencoba fitur ini, pastikan untuk memeriksa pengaturan di versi Beta dan nikmati navigasi yang lebih baik.
Diskon $5 untuk Pelanggan Visible Pasca Gangguan Jaringan Verizon
Pekan ini, Verizon mengalami gangguan besar yang membuat banyak pelanggannya kehilangan layanan selama hampir seluruh hari Rabu. Setelah masalah teratasi, Verizon memberikan kredit akun kepada penggunanya yang terdampak. Namun, tidak hanya Verizon, penyedia layanan mobile virtual (MVNO) yang mengandalkan jaringan Verizon juga merasakan dampak tersebut. Salah satu MVNO yang dimiliki oleh Verizon, Visible, kini menawarkan kredit akun kepada pelanggannya, meskipun nilainya jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang diberikan Verizon.
Sesuai laporan dari 9to5Google, Visible telah mengirimkan pesan teks kepada pelanggan yang mengalami kehilangan layanan, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan dan menawarkan kredit akun sebagai bentuk pengakuan terhadap waktu yang hilang. Sayangnya, meskipun Verizon memberikan kredit sebesar $20, Visible hanya memberikan $5 untuk membantu meringankan beban pelanggan pada tagihan berikutnya.
Visible menginformasikan bahwa kredit ini dapat digunakan untuk membayar layanan prabayar bulan berikutnya, tetapi hanya jika pelanggan melakukan pembayaran dengan kartu kredit secara online setelah tanggal 16 Januari (hari ini). Meskipun layanan yang ditawarkan Visible cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan paket serupa dari Verizon, di mana Visible menawarkan paket data tanpa batas mulai dari $25 per bulan, paket entry-level Unlimited Welcome dari Verizon dibanderol dengan harga $75 per bulan (atau $65 dengan diskon untuk pembayaran otomatis). Namun, mengingat bahwa Verizon memiliki Visible dan pelanggan yang terpengaruh merasakan gangguan di kedua layanan, nilai diskon $5 terasa cukup sedikit.
Pelanggan Visible, Bagaimana Pendapat Anda?
Apakah Anda merupakan pelanggan Visible? Apakah Anda mengalami kehilangan layanan pada pekan ini? Menurut Anda, apakah diskon $5 untuk tagihan berikutnya cukup untuk menutupi ketidaknyamanan yang dialami? Kami ingin mendengar pendapat Anda di kolom komentar.
Terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas kami. Bacalah Kebijakan Komentar kami sebelum mengirimkan pendapat Anda.
Netflix Hentikan Dukungan Casting: Apa Penyebabnya?
Netflix, salah satu platform streaming terbesar di dunia, baru-baru ini menghapus fitur casting dari aplikasi mobile mereka. Keputusan ini mengejutkan banyak pengguna, karena casting merupakan salah satu fitur yang cukup populer. Namun, sampai saat ini, Netflix belum memberikan penjelasan resmi mengenai langkah tersebut. Muncul laporan yang mengemukakan alasan di balik keputusan ini, dan tampaknya, faktor penggunaan yang menurun menjadi penyebab utama.
Menurut laporan dari Janko Roettgers dari Lowpass yang dipublikasikan oleh The Verge, ada indikasi bahwa penggunaan fitur casting di kalangan pengguna Android telah mengalami penurunan yang signifikan. Dikatakan bahwa hanya sekitar 10% pengguna Android yang masih memanfaatkan fitur casting saat ini. Ini adalah penurunan drastis dibandingkan dengan masa kejayaan fitur tersebut di pertengahan tahun 2010-an, ketika meluncurkan acara dari ponsel terasa lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan harus menavigasi antarmuka TV pintar yang cenderung rumit.
Mengapa Fitur Casting Menjadi Kurang Populer?
Seiring dengan perkembangan teknologi, televisi dan perangkat streaming telah mengalami banyak peningkatan. Banyak pengguna kini lebih memilih untuk mengambil remote dan membuka aplikasi secara langsung daripada menggunakan fitur casting. Dari sudut pandang Netflix, mempertahankan fitur casting mungkin tidak lagi masuk akal, mengingat mayoritas pemirsa tidak memanfaatkannya. Meski demikian, 10% pengguna yang masih menggunakan fitur ini tetap merupakan jumlah yang cukup signifikan, termasuk di antaranya anggota tim Android Authority.
Keputusan Netflix untuk menghapus fitur ini mungkin juga terkait dengan prioritas baru mereka dalam berinteraksi antara ponsel dan TV. Roettgers mencatat bahwa Netflix mungkin lebih fokus pada fitur-fitur baru seperti bermain game dan interaksi interaktif yang sudah memanfaatkan pengaturan multi-perangkat. Menambahkan fitur casting ke dalam campuran ini mungkin dianggap lebih rumit dan tidak sebanding dengan manfaatnya.
Apakah Ini Akhir dari Casting?
Meskipun Netflix telah menarik dukungan casting dari aplikasi mobile mereka, fitur ini tidak akan sepenuhnya hilang. Apple baru-baru ini menambahkan dukungan Google Cast pada aplikasi Apple TV mereka di Android, dan Google juga menyatakan bahwa mereka masih berinvestasi dalam teknologi ini. Namun, langkah Netflix ini bisa menjadi sinyal bahwa fitur casting tidak lagi menjadi kebutuhan utama bagi layanan streaming besar, meskipun beberapa pengguna mungkin masih menginginkannya.
Fakta bahwa Netflix merupakan salah satu pionir dalam pengembangan pemutaran di layar kedua membuat keputusan untuk menghentikan fitur ini terasa lebih menyentuh. Sejak awal kemunculan streaming, Netflix telah berkontribusi dalam membentuk cara kita menikmati konten di berbagai perangkat, dan kini, perubahan ini menandai babak baru dalam evolusi platform tersebut.
Kesimpulan
Keputusan Netflix untuk menghapus dukungan casting dari aplikasi mobile mereka mungkin menciptakan berbagai reaksi di kalangan pengguna. Meskipun fitur ini masih digunakan oleh sebagian orang, penurunan pengguna yang signifikan dan perubahan fokus perusahaan tampaknya menjadi alasan yang kuat di balik langkah ini. Bagi banyak pengguna, ini mungkin menjadi saat yang emosional, tetapi bagi Netflix, ini adalah langkah strategis untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi pengguna masa kini.
Peringatan Terakhir bagi Apple dari Pengawas Persaingan India
Persaingan di dunia teknologi semakin memanas, terutama bagi raksasa seperti Apple. Baru-baru ini, Komisi Persaingan India (CCI) mengeluarkan peringatan terakhir kepada Apple terkait usaha mereka untuk memperlambat penyelidikan antimonopoli yang telah berlangsung sejak 2021. Menurut laporan dari Reuters, langkah ini diambil setelah Apple berulang kali meminta perpanjangan waktu untuk memberikan tanggapan.
Kasus Antimonopoli yang Menghantui Apple
Kasus ini berakar dari masalah pembayaran dalam aplikasi yang melibatkan Apple. Sejak 2021, CCI telah menyelidiki praktik bisnis Apple yang diduga melanggar aturan persaingan yang sehat. Salah satu isu utama adalah kebijakan pembayaran dalam aplikasi yang memaksa pengembang untuk menggunakan sistem pembayaran Apple, yang berpotensi merugikan konsumen dan pengembang lain.
Akibat dari penyelidikan ini, Apple menghadapi kemungkinan denda yang sangat besar, mencapai $38 miliar. CCI berencana untuk menggunakan pendapatan global Apple untuk menentukan besarnya denda tersebut. Ini merupakan langkah yang cukup signifikan, mengingat besarnya skala operasi Apple di seluruh dunia.
Perlawanan Apple terhadap Hukum Denda Baru
Apple menyatakan keberatan terhadap undang-undang baru yang dikeluarkan oleh CCI mengenai denda antimonopoli. Dalam upaya untuk membela diri, perusahaan ini mengajukan tantangan terhadap peraturan tersebut. Namun, CCI menegaskan bahwa Apple harus memberikan tanggapan dan rincian keuangan yang diperlukan untuk menilai penalti, sebuah permintaan yang telah diabaikan oleh Apple selama lebih dari setahun.
Apple telah mendapatkan beberapa perpanjangan waktu untuk menanggapi temuan penyelidikan.
CCI menegaskan bahwa perpanjangan waktu yang berulang kali dapat merusak disiplin prosedural dan menghambat penyelesaian yang tepat waktu.
Jika tidak ada tanggapan dari Apple dalam waktu dekat, CCI berencana untuk melanjutkan proses penyelidikan secara sepihak.
Keputusan CCI dan Dampaknya
Dalam sebuah pernyataan rahasia yang dilihat oleh Reuters pada 31 Desember 2025, CCI menyatakan bahwa “indulgensi semacam ini tidak bisa berlanjut selamanya.” Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan CCI terhadap sikap Apple yang terus menerus menunda-nunda tanggapan.
CCI memberi waktu kepada Apple hingga minggu depan untuk memberikan respons. Jika tidak, mereka akan melanjutkan proses tanpa kontribusi dari pihak Apple. Sumber yang dekat dengan masalah ini mengungkapkan bahwa Apple memandang perintah CCI sebagai langkah untuk mendahului proses pengadilan yang sedang berlangsung, dan perusahaan tersebut mungkin tidak akan merespons sebelum persidangan berikutnya pada 27 Januari.
Persaingan yang Semakin Ketat
Kasus ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar di era digital saat ini. Dengan meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis yang adil, otoritas di berbagai negara semakin aktif dalam menegakkan regulasi guna melindungi konsumen dan menjaga persaingan sehat di pasar. Apple, sebagai salah satu pemain utama, harus menghadapi konsekuensi dari kebijakan dan praktik bisnisnya, yang kini mendapat sorotan tajam dari CCI.
Seiring berjalannya waktu, kita akan menyaksikan bagaimana kasus ini berkembang dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh Apple. Apakah mereka akan mematuhi perintah CCI atau justru memilih untuk melawan? Hanya waktu yang akan menjawab.
Vivo X300 Ultra: Ponsel Flagship dengan Sensor Multispektral Besar
Ponsel flagship terbaru dari Vivo, X300 Ultra, kini semakin menarik perhatian berkat berbagai bocoran yang beredar. Salah satu informasi terbaru mengungkapkan bahwa smartphone ini akan dilengkapi dengan konfigurasi kamera belakang yang mengesankan, yaitu dua sensor kamera 200MP. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai spesifikasi dan keunggulan yang ditawarkan oleh Vivo X300 Ultra ini.
Tipster terkenal, Digital Chat Station, kembali memberikan bocoran mengenai Vivo X300 Ultra melalui platform Weibo. Dalam postingannya, ia menyoroti bahwa ponsel ini akan menghadirkan akurasi warna terbaik dalam setiap foto dan video yang diambil, berkat adanya sensor multispektral yang inovatif.
Sensor Multispektral untuk Akurasi Warna yang Lebih Baik
Salah satu fitur menarik dari Vivo X300 Ultra adalah hadirnya sensor multispektral kustom berukuran besar dengan resolusi 5MP. Sensor ini tidak hanya menawarkan peningkatan jumlah saluran warna, tetapi juga berpotensi memberikan hasil foto yang lebih akurat dalam hal warna, terutama dalam pengambilan gambar kulit, keseimbangan putih, serta fotografi malam hari dan HDR.
Dengan adanya sensor ini, Vivo tampaknya berfokus pada peningkatan pengalaman fotografi pengguna, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan kualitas gambar. Teknologi ini diharapkan mampu menangkap detail yang lebih halus dan mempersembahkan warna yang lebih hidup, menciptakan hasil foto yang menakjubkan.
Konfigurasi Kamera yang Mengesankan
Vivo X300 Ultra tidak hanya mengandalkan sensor multispektral, tetapi juga dilengkapi dengan konfigurasi kamera belakang yang sangat mengesankan. Ponsel ini akan memiliki kamera utama 200MP yang dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS), serta unit telefoto periskop 200MP dan kamera ultra lebar 50MP dengan sensor yang lebih besar dibandingkan pendahulunya.
Kamera Utama: 200MP dengan OIS
Kamera Telefoto Periskop: 200MP
Kamera Ultra Lebar: 50MP dengan sensor yang lebih besar
Dengan spesifikasi ini, Vivo X300 Ultra diharapkan mampu mengambil gambar dengan detail yang luar biasa, baik dalam kondisi pencahayaan yang baik maupun dalam suasana gelap. Kombinasi dari berbagai lensa ini memungkinkan pengguna untuk menangkap momen dari berbagai sudut pandang dengan kualitas yang tetap terjaga.
Peluncuran Global yang Dinantikan
Menurut informasi yang beredar, Vivo X300 Ultra dijadwalkan untuk melakukan peluncuran global pada kuartal pertama tahun 2026. Dengan berbagai fitur unggulan yang ditawarkan, ponsel ini tentunya menjadi salah satu yang paling ditunggu di pasar gadget mendatang. Bagi para penggemar fotografi dan teknologi, Vivo X300 Ultra menjanjikan pengalaman baru yang menarik dalam dunia smartphone.
Dengan kombinasi antara desain yang modern dan inovasi teknologi yang canggih, Vivo X300 Ultra berpotensi untuk menjadi salah satu pemimpin dalam segmen ponsel flagship. Mari kita tunggu peluncuran resminya dan melihat bagaimana performa sebenarnya dari ponsel ini dalam berbagai situasi.
Sony Siapkan Peluncuran Produk Audio Terbaru di Pertengahan Januari
Sony, raksasa teknologi asal Jepang, akan menggelar acara peluncuran produk audio pada tanggal 21 Januari mendatang. Acara ini tampaknya akan memperkenalkan generasi terbaru dari earbud LinkBuds, bukan flagship yang sangat dinantikan, WF-1000XM6. Acara ini dijadwalkan dimulai pada pukul 16:00 UTC (atau 08:00 PST) dan akan disiarkan langsung melalui YouTube.
Teaser yang dirilis oleh Sony memberikan gambaran menarik mengenai produk baru ini, meskipun desain pasti dari earbud tersebut masih diselimuti misteri. Namun, dalam thumbnail acara, terlihat earbud tersebut terpasang di telinga model, memberikan sedikit petunjuk tentang bentuk dan cara penggunaan yang mungkin akan dihadirkan.
Desain dan Fitur LinkBuds Clip
Tagline acara, “Discover a new form of listening”, menunjukkan bahwa desain earbud ini kemungkinan akan berbeda dari format in-ear yang umum. Menurut informasi yang diperoleh dari Dealabs, Sony diperkirakan akan memperkenalkan LinkBuds Clip (WF-LC900) yang memiliki desain open-ear, di mana earbud dapat dipasang di sekitar daun telinga.
Sebuah daftar dari pengecer di Indonesia mengungkapkan desain serta spesifikasi utama dari LinkBuds Clip. Beberapa fitur menarik yang diharapkan ada pada model ini antara lain:
Kontrol volume adaptif
Dukungan 360 Reality Audio
Efek musik latar yang juga terdapat pada model LinkBuds sebelumnya
Dua mikrofon
Pengurangan noise AI untuk percakapan telepon
Sensor konduksi tulang
Pengaturan EQ 10-band melalui aplikasi Sony
Koneksi simultan ke dua perangkat
Desain tahan percikan dengan IPX4
Para penggemar audio juga dapat berharap untuk mendapatkan pengalaman mendengarkan yang lebih lama, dengan waktu pemutaran hingga 9 jam dari earbud dan tambahan 28 jam dari casing, sehingga total waktu pemutaran mencapai 37 jam.
Pilihan Warna dan Harga
LinkBuds Clip akan hadir dalam empat pilihan warna yang menarik, yaitu Hitam, Beige, Sage, dan Lavender. Diperkirakan, produk ini akan dijual dengan harga sekitar $230 atau €200.
Untuk para penggemar yang menantikan flagship WF-1000XM6, kabar baiknya adalah bahwa rumor menyebutkan peluncuran model tersebut akan dilakukan pada bulan Februari mendatang, meskipun detail lebih lanjut masih belum dikonfirmasi.
Jadi, jika Anda penggemar produk audio Sony, pastikan untuk menyaksikan acara peluncuran yang akan datang dan bersiap-siap untuk menjelajahi inovasi terbaru dalam pengalaman mendengarkan Anda!
Ponsel Vivo X300 Ultra Siap Meluncur Secara Global
Baru-baru ini, berita menggembirakan muncul bagi para penggemar gadget, terutama dari brand Vivo. Ponsel flagship mereka, Vivo X300 Ultra, telah mendapatkan sertifikasi untuk dijual di Eropa, yang menandakan bahwa peluncurannya secara global semakin dekat. Kini, kabar baiknya, perangkat ini juga telah mendapatkan sertifikasi di Indonesia oleh TKDN, semakin menguatkan rumor tentang kehadirannya di pasar internasional.
Model yang dikenal dengan nomor V2562 ini telah dikaitkan dengan nama X300 Ultra sejak bulan November. Dengan adanya sertifikasi ini, bisa dipastikan bahwa Vivo X300 Ultra akan segera hadir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar smartphone yang menantikan teknologi terbaru dari Vivo.
Spesifikasi Menarik Vivo X300 Ultra
Meskipun belum ada pernyataan resmi tentang tanggal peluncuran, bocoran mengenai spesifikasi Vivo X300 Ultra sudah beredar luas di internet. Berikut adalah beberapa fitur menarik yang diperkirakan akan hadir pada ponsel ini:
Layar Besar dan Berkualitas Tinggi: Vivo X300 Ultra akan dilengkapi dengan layar LTPO berukuran 6,82 inci dengan resolusi QHD+, menawarkan pengalaman visual yang sangat memuaskan.
Desain Premium: Ponsel ini diperkirakan memiliki bingkai metal yang memberikan kesan elegan dan mewah.
Performa Tinggi: Ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, Vivo X300 Ultra akan menawarkan performa yang sangat cepat dan efisien, cocok untuk aktivitas multitasking dan gaming.
Kamera Berkualitas Tinggi: Salah satu daya tarik utama ponsel ini adalah kamera utamanya yang beresolusi 200MP, serta kamera telefoto periskop 200MP, menjadikannya sangat ideal bagi para pecinta fotografi.
Daya Tahan Baterai yang Kuat: Dengan kapasitas baterai minimal 7.000 mAh, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya saat menggunakan ponsel ini sehari-hari.
Menunggu Kehadiran Vivo X300 Ultra di Indonesia
Dengan adanya sertifikasi di Indonesia, banyak pihak berharap bahwa Vivo akan segera mengumumkan peluncuran resmi dari X300 Ultra. Para penggemar gadget di Tanah Air tentu sangat menantikan kehadiran ponsel ini, terutama dengan spesifikasi yang menjanjikan dan fitur-fitur canggih yang ditawarkan.
Vivo sendiri dikenal dengan inovasi dan teknologi yang terus berkembang, sehingga banyak penggemar yang percaya bahwa X300 Ultra akan menjadi salah satu flagship teratas di pasaran. Apalagi, dengan kombinasi fitur kamera yang luar biasa dan performa yang mumpuni, ponsel ini berpotensi menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari smartphone dengan kemampuan fotografi tinggi.
Para pengguna di Indonesia kini hanya perlu menunggu pengumuman resmi dari Vivo terkait tanggal peluncuran dan harga dari Vivo X300 Ultra. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, tidak diragukan lagi bahwa ponsel ini akan menjadi salah satu yang paling ditunggu-tunggu di tahun depan.
Berikut adalah daftar harga terkini untuk berbagai model iPhone yang dirilis pada tahun 2026. Harga ini mencakup berbagai varian mulai dari seri terbaru hingga model lama yang masih tersedia di pasar Indonesia.
iPhone 17
iPhone 17 256 GB: Rp 17.249.000
iPhone 17 512 GB: Rp 21.999.000
iPhone 17 Air
iPhone 17 Air 256 GB: Rp 21.249.000
iPhone 17 Air 512 GB: Rp 25.999.000
iPhone 17 Air 1 TB: Rp 30.249.000
iPhone 17 Pro
iPhone 17 Pro 256 GB: Rp 23.749.000
iPhone 17 Pro 512 GB: Rp 28.249.000
iPhone 17 Pro 1 TB: Rp 32.999.000
iPhone 17 Pro 2 TB: Belum tersedia
iPhone 17 Pro Max
iPhone 17 Pro Max 256 GB: Rp 25.749.000
iPhone 17 Pro Max 512 GB: Rp 30.249.000
iPhone 17 Pro Max 1 TB: Rp 34.999.000
iPhone 17 Pro Max 2 TB: Rp 43.999.000
iPhone 13
iPhone 13 128 GB: Rp 8.249.000 (sebelumnya Rp 10.299.000)
iPhone 14
iPhone 14 128 GB: Rp 9.699.000 (sebelumnya Rp 12.499.000)
iPhone 14 256 GB: Rp 11.949.000 (sebelumnya Rp 15.299.000)
iPhone 15
iPhone 15 128 GB: Rp 10.999.000 (sebelumnya Rp 14.400.000)
iPhone 15 256 GB: Rp 13.499.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)
iPhone 15 Plus
iPhone 15 Plus 128 GB: Rp 12.999.000 (sebelumnya Rp 16.499.000)
iPhone 15 Plus 256 GB: Rp 15.499.000 (sebelumnya Rp 19.499.000)
iPhone 16
iPhone 16 128 GB: Rp 14.999.000
iPhone 16 256 GB: Rp 15.999.000
iPhone 16e 128 GB: Rp 10.999.000
iPhone 16 Plus 128 GB: Rp 15.999.000
iPhone 16 Plus 256 GB: Rp 18.499.000
iPhone 16 Plus 512 GB: Rp 22.999.000
iPhone 16 Pro
iPhone 16 Pro 128 GB: Rp 17.499.000
iPhone 16 Pro 256 GB: Rp 19.999.000
iPhone 16 Pro 512 GB: Rp 23.499.000
iPhone 16 Pro Max
iPhone 16 Pro Max 256 GB: Rp 21.499.000
iPhone 16 Pro Max 512 GB: Rp 25.499.000
iPhone 16 Pro Max 1 TB: Rp 29.499.000
iPhone 16e
iPhone 16e 128 GB: Rp 11.499.000
iPhone 16e 256 GB: Rp 13.999.000
iPhone 16e 512 GB: Rp 17.999.000
iPhone 11
iPhone 11 64 GB: Rp 6.999.000
iPhone 11 128 GB: Rp 8.499.000
iPhone SE 3rd Gen
iPhone SE 3rd Gen 64 GB: Rp 6.999.000
iPhone SE 3rd Gen 128 GB: Rp 8.499.000
iPhone SE 3rd Gen 256 GB: Rp 9.999.000
Cara Pre Order iPhone 17 di Berbagai Distributor
Beberapa distributor resmi Apple di Indonesia seperti iBox, Digimap, dan Erafone telah membuka sistem pre order untuk iPhone 17. Berikut langkah-langkahnya:
iBox Indonesia
Buka situs atau website resmi iBox
Masuk ke halaman utama
Klik Registrasi pada promosi iPhone 17
Isikan Nama lengkap, email, dan Nomor HP
Pilih variasi ponsel yang diinginkan, misalnya: iPhone 17 Pro Max
Klik Simpan
Setelah itu akan muncul notifikasi setelah pemesanan berhasil dilakukan
Digimap
Buka situs atau website resmi Digimap
Klik Registrasi pada promosi iPhone 17
Isikan Nama lengkap, email, dan Nomor HP
Pilih variasi ponsel yang diinginkan, misalnya: iPhone 17 Pro Max
Klik Simpan
Setelah itu akan muncul notifikasi setelah pemesanan berhasil dilakukan
Erafone
Buka situs atau website resmi Erafone
Klik Registrasi pada promosi iPhone 17
Isikan Nama lengkap, email, dan Nomor HP
Pilih variasi ponsel yang diinginkan, misalnya: iPhone 17 Pro Max
Klik Simpan
Setelah itu akan muncul notifikasi setelah pemesanan berhasil dilakukan
Ponsel Itel S26 Ultra: Pilihan Harga Terjangkau dengan Fitur Menarik
Pada awal tahun 2026, pasar smartphone kembali ramai dengan peluncuran berbagai model terbaru. Salah satu yang menarik perhatian adalah Itel S26 Ultra. Meskipun tidak sepopuler merek besar seperti Samsung Galaxy S26, ponsel ini menawarkan spesifikasi modern dengan harga yang lebih terjangkau. Ini membuatnya menjadi opsi menarik bagi konsumen di Indonesia yang semakin selektif dalam memilih perangkat.
Harga dan Segmentasi Pasar
Di pasaran Indonesia, harga HP Itel S26 Ultra berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Angka ini menempatkan ponsel ini di segmen entry-level hingga menengah. Di segmen ini, konsumen biasanya mencari keseimbangan antara harga dan fitur. Itel tampaknya memahami kebutuhan tersebut dengan menyediakan perangkat yang cukup modern tanpa menguras dompet.
Desain dan Tampilan
Dari sisi desain, Itel S26 Ultra hadir dengan bodi plastik polikarbonat berfinishing glossy. Meski tidak sepremium ponsel flagship, tampilannya tetap modern dengan layar lebar 6,6 inci. Layar menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 90 Hz. Hal ini memberikan pengalaman visual yang lebih mulus saat scrolling media sosial atau bermain gim ringan. Punch-hole kamera depan di bagian atas layar juga menjadikannya sesuai tren desain masa kini.
Performa dan Spesifikasi
Di balik layar, Itel S26 Ultra ditenagai oleh chipset Unisoc T616. Prosesor ini cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari seperti membuka aplikasi, browsing, dan streaming video. Varian RAM 6 GB dengan penyimpanan 128 GB serta opsi 8 GB dengan 256 GB memberikan ruang yang cukup lega. Sistem operasi Android 15 yang dibawa terasa ringan dengan antarmuka sederhana khas Itel. Untuk gaming, performanya terbatas pada judul-judul populer yang tidak terlalu berat. Namun, bagi pelajar, mahasiswa, atau pekerja muda, performa ini sudah cukup memadai.
Kamera
Kamera menjadi salah satu daya tarik utama dari Itel S26 Ultra. Ponsel ini dilengkapi kamera belakang 50 MP dengan dukungan kecerdasan buatan. Hasil foto di siang hari cukup tajam dan berwarna cerah. Ada pula sensor tambahan 2 MP untuk efek bokeh. Kamera depan 16 MP juga cukup mumpuni untuk selfie maupun video call. Namun, performa kamera di kondisi minim cahaya masih menjadi kelemahan. Foto malam hari cenderung penuh noise dan detail berkurang. Namun, untuk kelas harga Rp3 juta, kualitas ini masih bisa diterima.
Baterai dan Pengisian Cepat
Salah satu keunggulan Itel S26 Ultra adalah daya tahan baterai yang baik. Kapasitas 5000 mAh membuat ponsel ini mampu bertahan seharian penuh dengan penggunaan normal. Dukungan pengisian cepat 33W juga membantu, sehingga baterai bisa terisi lebih cepat dibandingkan ponsel murah lain yang masih bertahan di 18W atau 20W. Bagi pengguna aktif yang sering berpindah tempat, fitur ini jelas memberi kenyamanan.
Fitur Tambahan
Itel S26 Ultra dilengkapi dengan sensor sidik jari di sisi perangkat, memudahkan akses. Speaker mono cukup lantang, meski tidak bisa dibandingkan dengan kualitas stereo. Konektivitas mencakup 4G LTE, Wi-Fi dual-band, dan Bluetooth 5.0. Sayangnya, ponsel ini belum mendukung jaringan 5G. Di tengah tren global menuju konektivitas generasi baru, ketiadaan fitur ini bisa menjadi keterbatasan dalam jangka panjang. Namun, bagi sebagian besar pengguna di Indonesia yang masih mengandalkan 4G, hal ini belum menjadi masalah besar.
Target Pasar dan Kompetitor
Itel S26 Ultra jelas menyasar konsumen yang mencari smartphone murah dengan fitur cukup lengkap. Target utamanya adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang membutuhkan perangkat untuk komunikasi, hiburan, dan sedikit produktivitas. Strategi Itel adalah menawarkan harga kompetitif di bawah Rp3 juta, menekan dominasi merek besar seperti Samsung, Xiaomi, dan Infinix. Tantangan terbesar tentu datang dari kompetitor yang juga agresif di segmen entry-level. Xiaomi dengan Redmi Note Series dan Infinix dengan Hot Series menjadi lawan tangguh.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan utama Itel S26 Ultra adalah harga terjangkau, baterai besar dengan fast charging, kamera utama 50 MP yang cukup mumpuni, dan layar dengan refresh rate 90 Hz yang memberikan pengalaman visual lebih mulus. Namun, ada pula kekurangan yang perlu dicatat. Tidak adanya dukungan 5G membuatnya kurang siap menghadapi masa depan. Performa gaming terbatas, sehingga tidak cocok bagi mereka yang ingin bermain gim berat. Material bodi plastik terasa kurang premium. Kualitas kamera malam hari juga masih rendah.
Analisis Sosial
Kehadiran Itel S26 Ultra menunjukkan bagaimana teknologi semakin inklusif. Smartphone dengan harga Rp2,5 juta–Rp3 juta kini sudah bisa menawarkan layar besar, kamera 50 MP, dan baterai tahan lama. Hal ini memberi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk menikmati teknologi modern. Di sisi lain, konsumen Indonesia semakin kritis. Mereka tidak hanya melihat harga, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna, daya tahan, dan layanan purna jual. Itel perlu memastikan jaringan servis dan distribusi yang kuat agar bisa bersaing dengan merek besar.
Kesimpulan
Itel S26 Ultra hadir sebagai pilihan rasional di awal 2026. Dengan harga terjangkau, ia menawarkan fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari. Meski tidak bisa menandingi flagship seperti Galaxy S26, perangkat ini tetap relevan bagi konsumen yang mengutamakan fungsi dibandingkan gengsi. Dalam lanskap pasar yang semakin kompetitif, S26 Ultra menegaskan bahwa smartphone murah bukan berarti murahan. Ia menjadi simbol bahwa teknologi kini semakin merata, menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Realme 16 Pro Series menghadirkan desain yang menarik dengan inspirasi dari alam urban. Kolaborasi dengan desainer ternama Jepang, Naoto Fukasawa, membuat perangkat ini memiliki tampilan yang elegan dan tangguh. Material kulit sintetis pada bagian belakang memberikan kesan mewah, sementara aksen metalik menambah kesan modern.
Layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz menjadi salah satu fitur utama dari seri ini. Tingkat kecerahan mencapai 6.500 nits, memastikan pengguna tetap nyaman saat menggunakan ponsel di luar ruangan. Teknologi PWM dimming 2160Hz juga disematkan untuk mengurangi kelelahan mata selama penggunaan jangka panjang.
Kamera 200MP untuk Fotografi Profesional
Realme 16 Pro+ dilengkapi kamera utama 200MP yang diklaim mampu menghasilkan foto portrait dengan detail yang luar biasa. Fitur AI Portrait Engine, Super Night Mode, dan kemampuan zoom digital yang baik menjadikannya pilihan ideal bagi penggemar fotografi mobile. Selain itu, tersedia kamera ultra-wide dan makro untuk fleksibilitas dalam pengambilan gambar.
Di bagian depan, kamera selfie 32MP hadir dengan fitur beautification dan mode portrait yang ditingkatkan. Realme tampaknya ingin menjadikan perangkat ini sebagai pilihan utama bagi pengguna yang suka mengabadikan momen secara mobile.
Performa yang Cukup Kencang Tapi Belum Maksimal
Meski menawarkan fitur menarik, Realme 16 Pro Series ditenagai oleh chipset Snapdragon 7 Gen 4. Meskipun merupakan generasi terbaru, performanya belum mampu menembus skor AnTuTu 1 juta. Dalam pengujian awal, skor benchmark-nya berkisar di angka 870 ribuan.
Bandingkan dengan Redmi Note 14 Pro Plus yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9200+ dan mencatat skor AnTuTu di atas 1,2 juta. Sementara itu, Samsung Galaxy A75 dengan chipset Snapdragon 7 Gen 1 berada sedikit di bawah Realme. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Realme unggul di beberapa sektor, performa mentahnya masih kalah dari Redmi.
Namun, Realme menekankan bahwa optimasi sistem dan efisiensi daya menjadi fokus utama mereka. Dalam penggunaan sehari-hari, Realme 16 Pro tetap mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game populer dengan lancar.
Baterai Tahan Lama dan Pengisian Cepat
Salah satu keunggulan Realme 16 Pro Series adalah kapasitas baterai yang mencapai 7000mAh. Ini menjadikannya salah satu ponsel dengan daya tahan terbaik di kelasnya. Dalam pengujian internal, perangkat ini mampu bertahan hingga dua hari dalam penggunaan normal.
Untuk pengisian daya, Realme menyematkan teknologi SuperVOOC 100W yang mampu mengisi penuh baterai dalam waktu kurang dari 30 menit. Fitur ini sangat membantu bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan pengisian cepat.
Persaingan Ketat di Kelas Menengah Premium
Redmi Note 14 Pro Plus hadir dengan pendekatan berbeda, fokus pada performa tinggi. Perangkat ini dibekali chipset flagship dan kamera 200MP dengan tambahan lensa telephoto. Layar AMOLED 120Hz dan pengisian daya 120W membuatnya unggul dalam kecepatan dan efisiensi.
Sementara itu, Samsung Galaxy A75 menawarkan pengalaman yang lebih stabil dan menyasar pengguna loyal Samsung. Dengan layar AMOLED 6,7 inci, kamera 108MP, dan baterai 5000mAh, Galaxy A75 cocok untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan ekosistem Samsung.
Realme 16 Pro Series hadir sebagai opsi menarik bagi pengguna yang mencari smartphone dengan desain premium, kamera canggih, dan daya tahan baterai luar biasa. Meski performanya belum secepat kompetitor seperti Redmi Note 14 Pro Plus, Realme tetap menawarkan nilai lebih di sektor lain.
Bagi pengguna yang lebih mengutamakan performa gaming dan kecepatan, Redmi bisa menjadi pilihan utama. Namun, jika kamu mencari keseimbangan antara desain, kamera, dan baterai, Realme 16 Pro+ layak dipertimbangkan. Sementara Galaxy A75 tetap menjadi pilihan aman bagi pengguna yang menginginkan kestabilan dan dukungan jangka panjang.