Selasa, Maret 24, 2026
Beranda blog Halaman 250

Samsung hadirkan TV lebih personal: Google Photos dan AI siap mengguncang 2026

0

Samsung Membawa Google Photos ke TV Pintar, Menciptakan Pengalaman Hiburan yang Lebih Personal

Samsung kembali menunjukkan inovasi besar di tahun 2026. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini mengumumkan rencana ambisius dengan mengintegrasikan layanan Google Photos langsung ke TV pintar mereka. Inisiatif ini tidak hanya sekadar menampilkan foto di layar besar, tetapi juga menggabungkannya dengan Vision AI Companion, versi terbaru dari asisten virtual Bixby yang kini diperkuat oleh kecerdasan buatan.

Dengan kolaborasi ini, pengguna akan merasakan pengalaman menonton yang lebih personal dan emosional. Foto-foto pribadi yang sebelumnya hanya tersimpan di ponsel atau cloud kini bisa muncul secara kontekstual saat menjelajahi sistem operasi TV. Hal ini membuat momen-momen penting hadir tanpa terasa mengganggu.

Penggunaan TV sebagai ruang memori digital yang hidup dan interaktif menjadi salah satu tujuan utama Samsung. Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membawa AI ke dalam kehidupan sehari-hari pengguna. Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi industri TV pintar, dengan Samsung berperan sebagai pelopor dalam menghadirkan teknologi yang menyatukan hiburan, kenangan, dan kecerdasan buatan dalam satu layar.

Fitur Utama yang Akan Hadir pada 2026

Samsung telah menyiapkan tiga fitur utama berbasis Google Photos yang akan menjadi sorotan mulai tahun 2026. Berikut penjelasannya:

  • Memories

    Fitur pertama ini disebut Memories, yang menampilkan cerita visual hasil kurasi AI berdasarkan orang, lokasi, dan momen penting dalam koleksi foto pengguna. Memories akan meluncur pada Maret 2026 dan akan menjadi eksklusif di TV Samsung selama enam bulan pertama. Ini menjadikannya daya tarik utama bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman AI paling awal.

  • Create with AI

    Kejutan kedua datang dalam bentuk Create with AI. Fitur ini memanfaatkan teknologi pembuatan dan pengeditan gambar dari Google DeepMind. Pengguna dapat mengubah foto dengan templat bertema atau bahkan menghidupkan gambar statis menjadi video pendek berbasis AI. Create with AI akan hadir pada paruh kedua 2026, menandai era baru di mana kreativitas visual tidak lagi membutuhkan keahlian teknis tinggi. Cukup dengan satu layar TV dan bantuan kecerdasan buatan, pengguna bisa menciptakan konten visual yang menarik.

  • Personalized Results

    Fitur ketiga bernama Personalized Results, yang akan secara otomatis membuat tayangan slide foto berdasarkan topik tertentu seperti pantai, perjalanan mendaki, atau kota-kota ikonik dunia. Melalui fitur ini, TV Samsung dapat menyesuaikan konten visual sesuai suasana hati dan minat pengguna, sehingga pengalaman menonton terasa lebih intim dan personal.

Visi Jangka Panjang Samsung

Samsung menegaskan bahwa integrasi Google Photos ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan TV sebagai perangkat pintar berbasis AI, bukan sekadar layar pasif. Dengan deretan inovasi tersebut, Samsung menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi pengguna.

Melalui kolaborasi ini, Samsung tidak hanya memperluas fungsi TV, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi. Tahun 2026 diharapkan menjadi momen penting bagi industri TV pintar, dengan Samsung sebagai pelopor yang menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan emosional.

Lowongan: OpenAI Butuh Eksekutif Penilai Risiko AI, Gaji Fantastis!

0

Peran Baru di OpenAI untuk Menghadapi Risiko Kecerdasan Buatan

OpenAI kini sedang mencari seorang eksekutif baru yang akan menjabat sebagai Kepala Kesiapsiagaan. Tugas utamanya adalah menganalisis dan mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul dari penggunaan kecerdasan buatan (AI). Termasuk di dalamnya adalah ancaman keamanan siber serta dampak potensial AI terhadap kesehatan mental pengguna.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Tech Crunch, CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan bahwa kemajuan model AI saat ini mulai menimbulkan tantangan nyata. Salah satu isu utama yang muncul adalah kemungkinan dampak negatif terhadap kesehatan psikologis manusia. Selain itu, AI juga memiliki kemampuan untuk menemukan kerentanan penting dalam sistem digital, yang bisa menjadi ancaman serius jika tidak dikelola dengan baik.

Jabatan Kepala Kesiapsiagaan ini akan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menjalankan kerangka kerja kesiapan yang dapat melacak serta bersiap menghadapi kemampuan AI yang berpotensi menimbulkan risiko besar. Dengan posisi ini, OpenAI berupaya meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya yang muncul dari pengembangan teknologi AI, sekaligus memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan telah diambil secara proaktif.

Tanggung Jawab Utama Kepala Kesiapsiagaan

Beberapa tanggung jawab utama dari posisi ini antara lain:

  • Menganalisis risiko-risiko yang muncul dari penggunaan AI, termasuk ancaman keamanan siber.
  • Memantau dampak jangka panjang AI terhadap kesehatan mental pengguna.
  • Menyusun strategi untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul akibat penyalahgunaan atau kelemahan dalam sistem AI.
  • Berkolaborasi dengan tim teknis dan manajerial untuk memastikan bahwa semua aspek keamanan dan etika dipertimbangkan dalam pengembangan model AI.

Pentingnya Posisi Ini dalam Pengembangan AI

Posisi Kepala Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen OpenAI terhadap pengembangan AI yang bertanggung jawab dan aman. Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, risiko yang muncul juga semakin kompleks dan beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Selain itu, posisi ini juga menunjukkan bahwa OpenAI tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pada aspek sosial dan etika yang terkait dengan penggunaan AI. Dengan adanya jabatan ini, perusahaan berusaha memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi masyarakat luas.

Tantangan yang Dihadapi dalam Pengembangan AI

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan AI adalah bagaimana mengatur batasan penggunaan teknologi ini agar tidak menimbulkan dampak negatif. Misalnya, AI bisa digunakan untuk manipulasi informasi, pelanggaran privasi, atau bahkan kejahatan siber. Oleh karena itu, diperlukan regulasi dan mekanisme pengawasan yang ketat.

Selain itu, dampak psikologis pengguna juga menjadi perhatian khusus. Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam bentuk chatbot atau asisten virtual dapat memengaruhi cara manusia berinteraksi dan berpikir. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk memahami dan mengelola efek jangka panjang dari penggunaan AI.

Dengan membentuk posisi Kepala Kesiapsiagaan, OpenAI menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan-tantangan ini. Melalui posisi ini, perusahaan berharap dapat membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan AI yang lebih aman dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Xiaomi Watch 5 resmi dirilis: Smartwatch premium dengan eSIM, layar AMOLED, dan baterai tahan 6 hari

0

Peluncuran Xiaomi Watch 5 yang Menggebrak di Tahun 2025

Pada tanggal 25 Desember 2025, perusahaan teknologi ternama asal Tiongkok, Xiaomi, meluncurkan produk terbaru mereka yang dinantikan oleh banyak penggemar, yaitu Xiaomi Watch 5. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan ponsel flagship Xiaomi 17 Ultra dan earphone Buds 6, menunjukkan komitmen Xiaomi untuk memperkuat ekosistem perangkat pintar yang saling terintegrasi.

Desain yang Menawan dan Mewah

Xiaomi Watch 5 hadir dengan desain bundar klasik yang menghadirkan kesan elegan. Casingnya terbuat dari bahan stainless steel premium yang memberikan kesan mewah sekaligus tahan lama. Bagian depan dan belakang jam tangan ini dilindungi oleh kaca kristal safir sintetis, sehingga mampu menahan goresan dan memberikan ketahanan optimal. Pilihan warna yang tersedia adalah abu-abu dan perak, dengan strap yang bisa diganti sesuai kebutuhan dan gaya pengguna.

Layar AMOLED yang Sangat Terang

Smartwatch ini dilengkapi layar AMOLED berukuran 1,54 inci dengan resolusi 480×480 piksel dan refresh rate 60Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.500 nit, memastikan pengguna tetap dapat membaca informasi dengan jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung. Layar ini juga sangat responsif dan memberikan pengalaman visual yang memuaskan.

Chipset Snapdragon W5 dan eSIM

Xiaomi Watch 5 ditenagai oleh chipset Snapdragon W5 Gen 1 (4nm) dengan arsitektur dual-core. Chipset ini tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga meningkatkan efisiensi daya. Selain itu, smartwatch ini mendukung fitur eSIM, sehingga pengguna dapat terhubung secara mandiri tanpa harus bergantung pada smartphone.

Fitur Kesehatan dan Kebugaran yang Lengkap

Xiaomi Watch 5 menawarkan berbagai fitur kesehatan dan kebugaran yang sangat canggih. Beberapa fitur utamanya termasuk deteksi gerak otot via EMG untuk kontrol hands-free, AI kesehatan untuk analisis kebugaran yang lebih akurat, pemantauan detak jantung 24 jam, sensor SpO2 untuk oksigen darah, pemantauan tidur dan stres, serta GPS presisi tinggi untuk aktivitas outdoor. Fitur-fitur ini menjadikan Xiaomi Watch 5 sebagai salah satu smartwatch premium yang paling lengkap di pasaran saat ini.

Daya Tahan Baterai yang Tahan Lama

Salah satu keunggulan utama dari Xiaomi Watch 5 adalah daya tahan baterai yang sangat baik. Dalam penggunaan normal, baterai smartwatch ini dapat bertahan hingga 6 hari. Hal ini dicapai melalui arsitektur chipset ganda dan optimasi perangkat lunak yang canggih, sehingga pengguna tidak perlu sering mengisi daya.

Harga dan Ketersediaan

Xiaomi Watch 5 mulai dijual di China pada 25 Desember 2025, dan akan segera tersedia di Indonesia pada 29 Desember 2025. Harga yang diperkirakan berkisar antara Rp4–5 juta, menjadikannya kompetitif dibandingkan smartwatch premium lain seperti Samsung Galaxy Watch 7 atau Apple Watch Series 10.

Tabel Ringkas Xiaomi Watch 5

| Aspek | Detail |
|——————|————————————————————————|
| Peluncuran | 25 Desember 2025 (China), 29 Desember 2025 (Indonesia) |
| Desain | Bundar klasik, casing stainless steel, kaca safir |
| Layar | AMOLED 1,54 inci, 480×480 piksel, 60Hz, 1.500 nit |
| Chipset | Snapdragon W5 Gen 1 (4nm), dual-core |
| Konektivitas | eSIM, GPS presisi tinggi |
| Fitur Kesehatan | EMG hands-free, AI kesehatan, detak jantung, SpO2, tidur, stres |
| Baterai | Hingga 6 hari |
| Harga | Rp4–5 juta (perkiraan Indonesia) |

Kesimpulan

Peluncuran Xiaomi Watch 5 menjadi langkah besar bagi Xiaomi dalam memperkuat posisinya di pasar wearable premium. Dengan desain mewah, layar AMOLED super cerah, chipset Snapdragon W5, dukungan eSIM, fitur kesehatan canggih, dan baterai tahan hingga 6 hari, smartwatch ini siap menjadi pesaing serius bagi merek ternama seperti Apple dan Samsung.

Samsung kembali memimpin: dominasi baru di era smartphone lipat dan AI

0

Samsung Kembali Memimpin Pasar Smartphone Global

Samsung Electronics kembali memperkuat posisinya sebagai produsen smartphone terbesar di dunia. Setelah beberapa tahun bersaing ketat dengan Apple dan merek-merek asal Tiongkok, Samsung berhasil meraih kembali posisi pertama dalam pasar global pada kuartal III 2025. Data dari lembaga riset IDC dan Omdia menunjukkan bahwa Samsung menguasai sekitar 18,4% hingga 19% pangsa pasar, dengan pengiriman lebih dari 60 juta unit dalam satu kuartal.

Inovasi Produk: Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 Jadi Pemain Utama

Kunci keberhasilan Samsung adalah peluncuran Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7, dua perangkat lipat generasi terbaru yang membawa peningkatan signifikan dalam desain, daya tahan, dan fitur berbasis AI. Kedua model ini tidak hanya menarik konsumen di segmen premium, tetapi juga memperluas daya tarik ke pengguna produktif dan kreatif yang membutuhkan fleksibilitas layar besar dalam bentuk yang ringkas.

Selain itu, Samsung juga meluncurkan Galaxy A07 dan A17, dua model entry-level yang menawarkan layar berkualitas tinggi, baterai tahan lama, serta dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun. Strategi ini semakin memperkuat posisi Samsung di pasar negara berkembang, termasuk Asia Tenggara dan Afrika.

Strategi Ekosistem dan Keberlanjutan

Samsung tidak hanya fokus pada perangkat keras, tetapi juga memperluas ekosistem Galaxy dengan integrasi yang lebih dalam antara smartphone, tablet, smartwatch, dan perangkat rumah pintar. Fitur seperti Storage Share, SmartThings AI, dan Galaxy Continuity membuat pengalaman pengguna lebih mulus dan terhubung.

Di sisi keberlanjutan, Samsung mempercepat penggunaan material daur ulang dan mengurangi jejak karbon dalam rantai produksi. Langkah ini mendapat apresiasi dari konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

Persaingan Global: Mengungguli Apple dan Merek Tiongkok

Pada kuartal yang sama, Apple berada di posisi kedua dengan pengiriman sekitar 56,5 juta unit, sementara merek seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo tertinggal di bawah 50 juta unit. Keunggulan Samsung terletak pada diversifikasi produk, kecepatan inovasi, dan kemampuan menjangkau berbagai segmen pasar secara bersamaan.

Momentum Pasar dan Perubahan Preferensi Konsumen

Kebangkitan Samsung juga didorong oleh perubahan preferensi konsumen global. Smartphone lipat yang dulu dianggap niche kini mulai diterima luas, terutama di kalangan profesional dan pengguna muda yang menginginkan perangkat multifungsi. Fitur AI seperti kamera pintar, asisten produktivitas, dan pengoptimalan baterai berbasis perilaku pengguna menjadi nilai tambah yang signifikan.

Samsung Menandai Era Baru Dominasi Teknologi

Kembalinya Samsung ke puncak bukan sekadar pencapaian angka. Ini adalah simbol dari kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, dan komitmen terhadap pengalaman pengguna. Di tengah persaingan yang semakin kompleks, Samsung menunjukkan bahwa strategi yang tepat—menggabungkan teknologi mutakhir, desain elegan, dan keberlanjutan—dapat membawa merek kembali ke posisi terdepan.

Dengan momentum ini, Samsung tidak hanya menjadi pemimpin pasar, tetapi juga penentu arah masa depan industri smartphone global.

One UI 8.5: Perubahan yang Mengatasi Masalah Pengguna Galaxy

0

Pembaruan One UI 8.5: Perubahan yang Membawa Kebahagiaan bagi Pengguna Galaxy

Samsung akhirnya meluncurkan pembaruan One UI 8.5, yang tidak hanya sekadar perbaikan tampilan, tetapi juga solusi untuk masalah yang sering dialami pengguna sehari-hari. Salah satu fitur utama yang menarik perhatian adalah Storage Share, yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengakses file antar perangkat Galaxy.

Storage Share: Solusi untuk Masalah Ekosistem yang Tidak Terpadu

Sebelum hadirnya fitur ini, pengguna Galaxy dengan beberapa perangkat seperti ponsel dan tablet harus menggunakan metode lama seperti Bluetooth atau aplikasi pihak ketiga untuk memindahkan file. Proses ini sering kali memakan waktu dan kurang efisien. Dengan Storage Share, pengguna kini dapat mengakses penyimpanan perangkat lain yang terhubung dengan akun Samsung yang sama, seolah-olah itu adalah penyimpanan lokal.

Fitur ini diintegrasikan ke dalam menu Nearby Share dan mendukung akses langsung melalui aplikasi pengelola file. Tidak perlu lagi repot mengirim dokumen atau foto dari ponsel ke tablet—cukup buka file manager, dan semua perangkat yang kompatibel akan muncul sebagai opsi.

Peningkatan Quick Panel dan Desain Visual yang Lebih Menarik

Selain Storage Share, Quick Panel di One UI 8.5 juga diperbaharui menjadi lebih kompleks dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna. Tampilan yang lebih bersih dan intuitif memungkinkan pengguna untuk mengatur shortcut dengan mudah. Desain baru ini disebut mirip dengan Liquid Glass milik Apple, namun tetap menjaga identitas visual khas Samsung.

Keamanan yang Lebih Cerdas dan Terpercaya

Samsung juga menambahkan fitur Theft Protection dan Failed Authentication Lock, yang secara otomatis mengunci perangkat jika terdeteksi upaya masuk yang mencurigakan. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat keamanan perangkat, terutama bagi pengguna yang menyimpan data sensitif di ponsel mereka.

Performa dan Responsivitas yang Lebih Baik

One UI 8.5 tidak hanya fokus pada fitur baru, tetapi juga pada peningkatan performa sistem. Samsung melakukan optimasi agar sistem lebih ringan, cepat, dan hemat baterai. Pengguna melaporkan bahwa transisi antar aplikasi terasa lebih mulus, dan multitasking berjalan tanpa lag. Hal ini sangat penting bagi pengguna yang menjadikan ponsel sebagai alat kerja utama.

Dukungan Perangkat dan Ekspansi Ekosistem

Awalnya, One UI 8.5 hanya tersedia untuk seri Galaxy S25 dan beberapa model Galaxy Tab. Namun, daftar perangkat yang kompatibel terus bertambah, termasuk beberapa model Galaxy A dan tablet kelas menengah. Ini menunjukkan komitmen Samsung untuk memperluas ekosistem dan memberikan pengalaman seragam di berbagai lini produk.

Pembaruan yang Mengerti Pengguna

One UI 8.5 bukan sekadar versi baru—ini adalah pembaruan yang memahami kebiasaan dan kebutuhan pengguna. Dengan fitur seperti Storage Share, peningkatan keamanan, dan desain yang lebih intuitif, Samsung berhasil mengubah pengalaman harian menjadi lebih efisien dan menyenangkan.

Bagi pengguna Galaxy yang selama ini merasa terganggu oleh proses berbagi file yang rumit atau tampilan antarmuka yang kurang fleksibel, One UI 8.5 adalah angin segar. Ini adalah bukti bahwa Samsung mendengarkan dan berinovasi berdasarkan masukan nyata dari komunitasnya.

Pemilik ChatGPT Buka Pekerjaan Gaji Rp 9 Miliar, Tapi Jadi Sumber Stres

0

Peran Kritis dalam Pengembangan AI

OpenAI, perusahaan teknologi yang terkenal dengan ChatGPT, kini membuka lowongan kerja untuk posisi Head of Preparedness. Posisi ini menawarkan gaji fantastis sebesar 555.000 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 9,3 miliar. Selain itu, calon pelamar juga akan mendapatkan kompensasi berupa saham dari perusahaan. Meski gajinya sangat tinggi, posisi ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan paling menantang dan penuh tekanan.

Tugas dan Tanggung Jawab

Head of Preparedness bertanggung jawab untuk mengantisipasi berbagai risiko besar yang bisa muncul akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Tugas utama jabatan ini adalah memastikan bahwa pengembangan AI tidak menimbulkan bahaya yang serius. Risiko tersebut mencakup keamanan siber, penyalahgunaan teknologi, hingga dampak pada kesehatan mental pengguna.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa peran ini sangat penting karena kemampuan model AI berkembang pesat. Di satu sisi, AI semakin bermanfaat, tetapi di sisi lain, mulai muncul tantangan serius. Misalnya, keamanan siber semakin kompleks, dan AI juga mulai menunjukkan potensi dampak negatif terhadap kesehatan mental pengguna.

Persyaratan dan Tantangan

Altman menyebut bahwa posisi ini akan menjadi pekerjaan yang penuh tekanan. Pelamar akan langsung terlibat dalam bagian terdalam dari proyek AI sejak hari pertama. Dalam laman karier OpenAI, Head of Preparedness bertanggung jawab menjalankan Preparedness Framework, yaitu kerangka kerja internal untuk memantau dan mengantisipasi risiko besar dari AI.

Posisi ini juga berkaitan dengan isu-isu sensitif, seperti bagaimana AI dilepas ke publik secara aman, bagaimana mencegah penyalahgunaan di bidang biologi, serta bagaimana memastikan sistem AI yang mampu berkembang sendiri tetap berada dalam batas aman.

Gaji yang Tinggi dan Kontroversi

Meskipun gaji yang ditawarkan sangat tinggi, ada informasi yang menunjukkan bahwa jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan kompensasi yang diterima CEO OpenAI sendiri. Berdasarkan dokumen pajak, Sam Altman hanya menerima gaji sebesar 76.001 dollar AS pada 2023, atau sekitar Rp 1,2 miliar per tahun. Jumlah ini terlihat jauh lebih kecil dibandingkan estimasi kekayaan bersih Altman yang mencapai sekitar 2 miliar dollar AS.

Namun, tidak ada informasi lebih lanjut tentang gaji bos ChatGPT pada tahun 2024 dan 2025. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ada perubahan signifikan dalam struktur kompensasi perusahaan.

Perubahan Struktur Tim

OpenAI pertama kali membentuk tim Preparedness pada 2023 untuk mempelajari berbagai risiko ekstrem dari AI. Namun, dalam perjalanan waktu, struktur tim ini mengalami perubahan. Kepala Preparedness sebelumnya, Aleksander Madry, dipindahkan ke peran lain yang berfokus pada penalaran AI. Beberapa eksekutif keselamatan AI di OpenAI juga dilaporkan meninggalkan perusahaan atau berpindah posisi.

Sorotan Terhadap Dampak AI Generatif

Pengumuman lowongan ini juga muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak AI generatif. Banyak gugatan hukum di Amerika Serikat menuduh ChatGPT memperkuat delusi pengguna, meningkatkan isolasi sosial, hingga berkontribusi pada kasus bunuh diri. OpenAI menegaskan bahwa mereka terus memperbaiki sistem agar lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan mental dan mampu mengarahkan pengguna ke bantuan di dunia nyata.

Jutaan Ponsel Android Terancam, Cek Apakah Anda Jadi Korban

0

Risiko Keamanan pada Ponsel Android yang Masih Menggunakan Sistem Lama

Banyak pengguna ponsel Android di seluruh dunia mungkin tidak menyadari bahwa perangkat mereka berisiko terhadap ancaman keamanan. Menurut data dari StatCounter, sekitar 35 persen perangkat Android aktif masih menjalankan sistem operasi Android 13 atau versi yang lebih lama. Angka ini menunjukkan bahwa hampir 1,35 miliar ponsel Android masih bisa terancam oleh celah keamanan yang belum diperbaiki.

Android 13 pertama kali dirilis pada tahun 2022, sedangkan Android 12 dan 11 dirilis pada 2021 dan 2020. Saat ini, versi terbaru dari sistem operasi Android adalah Android 16 atau 15. Dengan estimasi jumlah pengguna Android global mencapai sekitar 3,9 miliar, maka sekitar 1,35 miliar perangkat masih menggunakan sistem operasi yang sudah cukup lama.

Alasan Perangkat Android Rentan Terhadap Ancaman Keamanan

Salah satu alasan utama mengapa banyak perangkat Android rentan terhadap risiko keamanan adalah karena dukungan pembaruan sistem operasi yang tidak konsisten. Berbeda dengan iPhone yang secara konsisten mendapatkan pembaruan dari Apple, ekosistem Android bergantung pada kebijakan masing-masing produsen ponsel. Sebagian besar ponsel Android hanya menerima pembaruan sistem selama 2–3 generasi saja.

Perusahaan keamanan siber Zimperium melaporkan bahwa lebih dari 50 persen perangkat mobile setiap tahunnya masih menggunakan sistem operasi yang lawas. Banyak dari perangkat tersebut bahkan telah terinfeksi malware atau celah keamanan yang tidak terlindungi. Pembaruan keamanan Android biasanya menambal puluhan hingga ratusan celah sekaligus. Misalnya, pembaruan keamanan bulan Desember lalu menutup 107 kerentanan. Jika pengguna tidak menerima update otomatis, maka celah-celah tersebut tetap ada dan bisa menjadi target pencurian data, kata sandi, maupun informasi pribadi.

Perbandingan dengan iPhone

Dalam hal dukungan pembaruan, iPhone jauh lebih unggul dibanding Android. Data StatCounter menunjukkan bahwa sekitar 90 persen iPhone aktif di dunia masih menerima dukungan software dari Apple. Hanya sekitar 10 persen perangkat iPhone yang sudah tidak lagi mendapat pembaruan. Perbedaan ini terjadi karena iPhone dikembangkan dan didistribusikan oleh satu perusahaan, sehingga pembaruan sistem dapat diberikan secara serentak dan lebih panjang.

Sementara itu, ekosistem Android melibatkan ratusan produsen ponsel dengan kebijakan pembaruan yang berbeda-beda. Hal ini membuat banyak perangkat berhenti mendapat update hanya dalam beberapa tahun. Akibatnya, pengguna Android harus lebih waspada terhadap risiko keamanan yang bisa muncul dari perangkat mereka.

Tips untuk Meningkatkan Keamanan Ponsel Android

Bagi pengguna Android, para ahli keamanan menyarankan untuk memastikan bahwa perangkat mereka masih menerima pembaruan rutin. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi dan mempertimbangkan pembelian ponsel baru jika dukungan software telah berakhir.

Untuk memastikan apakah perangkat Anda termasuk yang berisiko, Anda dapat mengecek versi sistem operasi yang sedang dijalankan. Caranya adalah dengan membuka menu “Settings/Pengaturan”, kemudian tekan menu “About Phone/Tentang ponsel”. Di bagian “Android version/Versi Android”, Anda akan melihat versi Android yang tengah berjalan di HP.

Jika sistem operasi Android yang digunakan adalah Android 13 atau lebih lama, segera lakukan update jika perangkat masih kompatibel. Jika tidak, maka Anda perlu mengganti perangkat dengan model yang lebih baru agar tetap aman dari ancaman keamanan.

Harga iPhone Air Turun Rp 3 Juta di Indonesia

0

Penurunan Harga iPhone 17 Air di Indonesia Menjadi Semakin Menguntungkan

Harga iPhone 17 Air di Indonesia kembali mengalami penurunan signifikan pada akhir Desember 2025. Dari pantauan berbagai sumber, harga varian 256 GB yang awalnya dibanderol sekitar Rp 21,2 juta saat peluncuran Oktober 2025, kini turun hingga sekitar Rp 3 juta menjadi Rp 17,9 juta. Penurunan ini tercatat di Blibli, salah satu toko resmi Apple, setelah sebelumnya sempat turun ke kisaran Rp 20,6 juta pada pertengahan Desember.

Penurunan harga ini membuat iPhone 17 Air semakin menarik bagi pengguna yang mencari ponsel premium dengan desain tipis dan fitur terkini. Perangkat ini hadir dengan desain sangat tipis dan bodi dari bahan titanium yang memberikan kesan mewah sekaligus kokoh. Layarnya menggunakan teknologi Super Retina XDR OLED 6,5 inci dengan ProMotion 120 Hz yang memberikan pengalaman visual yang lebih mulus dan responsif.

Dari segi performa, iPhone 17 Air ditenagai oleh chipset Apple A19 Pro yang diproduksi dengan fabrikasi 3 nm. Chipset ini dirancang untuk memberikan kinerja tinggi sekaligus mendukung fitur AI terbaru. Ponsel ini juga dilengkapi dengan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 27 jam pemutaran video, serta dukungan fast charging 20 watt.

Selain itu, iPhone 17 Air memiliki fitur konektivitas modern seperti 5G, WiFi 7, Bluetooth 6, dan sertifikasi IP68 yang menjadikannya tahan air dan debu. Perangkat ini juga didukung oleh berbagai fitur Apple Intelligence seperti Image Playground, Image Wand, Genmoji, Writing Tools, dan Photo Eraser.

Spesifikasi Lengkap iPhone 17 Air

Dari segi desain, iPhone 17 Air memiliki dimensi 156,2 x 74,7 x 5,64 mm dan bobot hanya 165 gram. Bodi dari bahan titanium memberikan kesan premium sekaligus kokoh. Di bagian depan, perangkat ini dilengkapi layar Super Retina XDR OLED 6,5 inci dengan resolusi 2736 x 1260 piksel, kerapatan 460 ppi, dan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Layar ini juga dilengkapi teknologi ProMotion Display dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz dan dilapisi kaca Ceramic Shield 2.

Pada bagian kamera belakang, iPhone 17 Air mengandalkan kamera utama 48 MP dengan lensa 26 mm, aperture f/1.6, dan dukungan Optical Image Stabilization (OIS). Kamera ini dapat digunakan dalam mode foto 24 MP dan 48 MP, memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan kualitas gambar sesuai kebutuhan.

Dari sisi penyimpanan, tersedia pilihan memori internal 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB tanpa slot kartu tambahan. Untuk daya, iPhone 17 Air diklaim mampu bertahan hingga 27 jam pemutaran video dan mendukung pengisian cepat 20 watt via port USB-C. Fitur lainnya termasuk Dual SIM, WiFi 7, Bluetooth 6, NFC, Face ID, dan sertifikasi tahan air dan debu IP68.

Daftar Harga Terbaru iPhone 17 Air

  • iPhone 17 Air 256 GB: Rp 17.999.000
  • iPhone 17 Air 512 GB: Rp 22.749.000
  • iPhone 17 Air 1 TB: Rp 26.999.000

Tabel Spesifikasi iPhone 17 Air

| Spesifikasi | Detail |
|——————–|——————————————–|
| Bodi | Dimensi: 156,2 x 74,7 x 5,64 mm, Bobot: 165 gram, Material: Titanium |
| Tombol Fisik | Tombol Power, Volume, Camera Control, Action Button |
| Fitur Ketahanan | Sertifikasi IP68 |
| Layar | Ukuran: 6,5 inci, Panel: Super Retina XDR OLED, Resolusi: 2736 x 1260 piksel, Kerapatan: 460 ppi, Refresh Rate: 120 Hz, Kaca Pelindung: Ceramic Shield 2 |
| Kamera Depan | 18 MP (f/1.9) |
| Kamera Belakang | 48 MP (lensa 26 mm, f/1.6, OIS, Mode Foto: 24 MP dan 48 MP) |
| Chipset | A19 Pro (3 nm), CPU: 6 core, GPU: 5 core, Neural Engine: 16 core |
| ROM | 256 GB, 512 GB, 1 TB |
| Baterai | Tahan menonton video hingga 27 jam, Fast Charging 20 watt |
| SIM dan Jaringan | Dual SIM, Jaringan 2G/3G/4G/5G |
| Port dan Konektivitas | USB C, WiFi 7, Bluetooth 6 |
| NFC | Tersedia |
| Sistem Keamanan | Face ID |
| Sistem Operasi | iOS 26 |
| Warna | Space Black, Cloud White, Light Gold, Sky Blue |

Dengan harga yang kini lebih terjangkau, iPhone 17 Air menjadi pilihan yang menarik bagi pengguna yang ingin memiliki ponsel premium dengan fitur terkini dan desain yang sangat tipis.

SoftBank Group akuisisi DigitalBridge Rp67,1 triliun untuk tingkatkan infrastruktur AI

0

SoftBank Mengakuisisi DigitalBridge untuk Memperkuat Infrastruktur AI

SoftBank Group Corp mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi DigitalBridge Group, Inc., sebuah perusahaan manajer aset alternatif global yang fokus pada infrastruktur digital seperti pusat data, menara seluler, jaringan serat optik, dan infrastruktur edge. Nilai akuisisi ini mencapai sekitar $4 miliar atau setara dengan Rp67,1 triliun.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat misi dalam mewujudkan Artificial Super Intelligence (ASI), yang bertujuan untuk kemajuan umat manusia secara keseluruhan. Dengan akuisisi ini, SoftBank akan memperluas kapasitas pusat data dan konektivitasnya, sehingga dapat mendukung pelatihan, penerapan, dan layanan AI skala global.

Chairman dan CEO SoftBank Group Corp, Masayoshi Son, menyatakan bahwa seiring transformasi AI di berbagai industri dunia, kebutuhan akan daya komputasi, konektivitas, listrik, dan infrastruktur yang skalabel semakin meningkat. Ia menilai bahwa DigitalBridge adalah pemimpin di bidang infrastruktur digital, dan akuisisi ini akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya.

“Dengan akuisisi ini, kami ingin mempercepat visi kami menjadi penyedia platform ASI terkemuka, serta membuka terobosan yang mendorong kemajuan umat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, CEO DigitalBridge, Marc Ganzi, menilai bahwa pembangunan infrastruktur AI merupakan peluang investasi terbesar saat ini. Ia juga menyampaikan bahwa SoftBank memiliki DNA serupa sebagai pembangun dan investor jangka panjang yang berkomitmen pada infrastruktur digital transformatif.

“Visi, kekuatan modal, dan jaringan global mereka akan memungkinkan kami mempercepat misi dengan fleksibilitas lebih besar,” kata Ganzi.

Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani, SoftBank akan mengakuisisi seluruh saham umum DigitalBridge secara tidak langsung seharga $16 per saham tunai. Transaksi ini direkomendasikan secara bulat oleh komite khusus dewan direksi DigitalBridge yang terdiri dari direktur independen. Harga akuisisi ini memberikan premi sebesar 15% dari harga penutupan saham pada 26 Desember 2025, serta 50% dari rata-rata harga 52 minggu sebelumnya per 4 Desember 2025.

Setelah transaksi selesai, DigitalBridge akan tetap beroperasi sebagai platform terpisah di bawah pimpinan Marc Ganzi. Transaksi ini masih memerlukan persetujuan regulator dan diharapkan selesai pada paruh kedua 2026.

Dengan langkah ini, posisi SoftBank di sektor infrastruktur digital global semakin diperkuat. Ini sejalan dengan lonjakan permintaan AI dari perusahaan teknologi besar di seluruh dunia. Dengan adanya DigitalBridge, SoftBank berharap dapat menjawab tantangan dan peluang yang muncul dalam era AI yang semakin berkembang.

Honor Magic 7 Pro Bocor, Hadir dengan Layar OLED 120Hz dan Snapdragon 8 Elite

0

Pengenalan Honor Magic 7 Pro sebagai Ponsel Premium

Honor, yang sebelumnya dikenal dengan perangkat kelas menengah, kini memperluas jangkauannya ke pasar smartphone premium. Dengan peluncuran Honor Magic 7 Pro, perusahaan ini siap bersaing di pasar flagship pada awal tahun 2026. Ponsel ini dirancang untuk memberikan pengalaman lengkap bagi pengguna yang menginginkan ponsel berkelas tanpa kompromi.

Desain yang Elegan dan Kuat

Magic 7 Pro hadir dengan desain yang menonjolkan kesan solid dan elegan. Dimensi bodi yang besar memberikan ruang untuk layar luas dan baterai berkapasitas besar. Penggunaan material premium meningkatkan kesan kelas atas. Selain itu, sertifikasi IP68 dan IP69 memberikan rasa aman saat digunakan dalam kondisi ekstrem seperti hujan atau lingkungan berdebu.

Layar yang Menakjubkan

Di bagian depan, Magic 7 Pro dilengkapi layar LTPO OLED berukuran 6,8 inci. Layar ini mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz, sehingga aktivitas harian seperti membuka aplikasi, scrolling media sosial, hingga bermain gim terasa lebih halus. Tingkat kecerahan sangat tinggi membuat penggunaan di luar ruangan menjadi nyaman. Dukungan HDR dan Dolby Vision juga menjadikannya pilihan ideal untuk menonton film dan konten streaming.

Performa yang Mumpuni

Performa Magic 7 Pro dirancang untuk pengguna yang menginginkan kecepatan tanpa kompromi. Menggunakan prosesor Snapdragon 8 Elite yang berbasis fabrikasi 3nm, ponsel ini menawarkan efisiensi sekaligus tenaga besar untuk multitasking dan gaming berat. Dilengkapi RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB, Magic 7 Pro cocok untuk kebutuhan jangka panjang.

Kamera yang Fleksibel

Sektor kamera dihadirkan dengan kombinasi kamera utama 50MP, ultrawide, dan periskop telefoto 5x. Ini memungkinkan pengguna untuk mengambil berbagai jenis foto, dari lanskap hingga potret jarak jauh. Peran AI sangat menonjol dalam membantu pengolahan gambar, terutama di kondisi minim cahaya dan saat memotret portrait, sehingga hasil foto tetap konsisten tanpa banyak pengaturan manual.

Baterai yang Tahan Lama

Baterai 5850 mAh berbasis silikon karbida memberikan keunggulan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Kapasitas besar membuat ponsel tahan seharian penuh, sementara pengisian cepat 100W memberi kemudahan saat waktu terbatas. Dukungan pengisian nirkabel dan reverse charging menambah fleksibilitas, terutama bagi pengguna yang memiliki perangkat lain.

Sistem Operasi yang Canggih

Dari sisi perangkat lunak, Magic 7 Pro menggunakan Android 15 dengan MagicOS 9. Ekosistem fitur yang matang mencakup keamanan biometrik, sistem pendingin vapor chamber, serta audio stereo Dolby Atmos. Hal ini melengkapi pengalaman penggunaan sehari-hari, menjadikan Magic 7 Pro sebagai paket lengkap.

Harga yang Kompetitif

Dengan harga bocoran di kisaran Rp13 jutaan untuk varian dasar hingga Rp17 jutaan untuk versi tertinggi, Honor Magic 7 Pro tampak diposisikan sebagai alternatif menarik di kelas flagship. Dengan pendekatan ini, Magic 7 Pro berpotensi menarik pengguna yang menginginkan performa tinggi, fitur lengkap, dan pengalaman premium tanpa harus selalu melirik merek arus utama.