Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 303

4 Kekurangan Realme C85 Pro yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

0

Realme C85 Pro: Keunggulan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui

Realme C85 Pro menjadi salah satu perangkat yang menarik perhatian di akhir tahun 2025. Dengan baterai besar dan ketahanan ekstrem, ponsel ini cocok untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. Namun, meskipun memiliki beberapa keunggulan, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli.

Performa yang Tidak Maksimal

Salah satu kelemahan utama Realme C85 Pro adalah penggunaan chipset Snapdragon 685. Chipset ini mulai ketinggalan dibandingkan dengan varian terbaru dari pesaingnya. Pengguna game seperti Mobile Legends mungkin harus mengurangi pengaturan grafis agar permainan tetap stabil. Selain itu, multitasking berat juga membuat perangkat cepat merasa kewalahan meskipun tersedia opsi ekspansi RAM dinamis. Dengan harga hampir tiga juta rupiah, performa yang ditawarkan dirasa kurang sebanding dengan beberapa model lain di pasaran.

Sektor Audio dan Layar yang Kurang Memadai

Realme C85 Pro hanya dilengkapi speaker mono, sehingga pengalaman menonton video atau game kurang imersif. Ketiadaan jack audio juga memaksa pengguna untuk menggunakan earphone Bluetooth. Meskipun layarnya cerah, resolusinya dianggap turun dibandingkan beberapa model Realme sebelumnya. Jika Anda termasuk pengguna yang senang menonton konten multimedia, maka bagian ini bisa terasa kurang maksimal dalam penggunaan harian.

Kamera yang Terbatas

Meski Realme C85 Pro memiliki kamera utama 50MP, perangkat ini tidak dilengkapi lensa ultrawide. Hal ini membuat pemotretan lanskap atau foto kelompok kurang leluasa. Rekaman videonya hanya mencapai resolusi 1080p dengan kecepatan 30 fps tanpa dukungan mode 4K. Keterbatasan ini cukup terasa bagi pengguna yang hobi fotografi kasual atau konten harian.

Minim Fitur Modern dan Kurang Future-Proof

Realme C85 Pro belum mendukung jaringan 5G, yang membuatnya kurang relevan untuk kebutuhan jangka panjang. Perangkat ini juga tidak memiliki sensor gyroscope yang penting untuk kontrol game lebih presisi. Selain itu, ketiadaan radio, jack audio, serta slot hybrid membuat fleksibilitas penggunaan semakin terbatas. Di kelas harga ini, beberapa pesaing seperti iQOO Z10R 5G menawarkan fitur yang lebih lengkap dan modern.

Kesimpulan

Meskipun Realme C85 Pro unggul dalam hal ketahanan baterai dan kenyamanan penggunaan di luar ruangan, empat kekurangan utamanya membuat perangkat ini kurang cocok bagi pengguna yang mengutamakan performa atau kebutuhan multimedia. Pertimbangkan kebutuhan harian Anda sebelum membeli, karena ada beberapa opsi pesaing yang menawarkan fitur lebih lengkap.

Indonesia di Ambang Misi “Genesis” AS, Aksi Kini!

0

Strategi Besar AS dalam Kecerdasan Buatan dan Dampaknya terhadap Indonesia

Washington sedang menyusun rencana besar yang dikenal sebagai Genesis Mission. Inisiatif ini merupakan strategi ambisius Amerika Serikat untuk menguasai kecerdasan buatan (AI), komputer supercanggih, dan data nasional sebagai senjata ekonomi dan militer di abad ke-21. Ini bukan sekadar program teknologi biasa, melainkan tentang siapa yang akan menguasai dunia di era digital.

Bayangkan AI bukan lagi fitur di ponsel Anda. Pikirkan AI sebagai mesin penggerak utama dalam industri manufaktur, sistem pertahanan negara, dan cara kita hidup sehari-hari. Itu yang ingin AS capai. Mereka ingin menguasai chip semikonduktor, energi baru, bioteknologi, komputer kuantum, dan industri manufaktur canggih. Mereka juga ingin menarik para ilmuwan dan engineer terbaik dari seluruh dunia ke ekosistem riset mereka. Selain itu, mereka ingin menulis aturan main global tentang bagaimana AI boleh digunakan, diatur, dan dievaluasi dari segi etika.

Pertanyaannya untuk Indonesia sederhana, tetapi menggugah: Apakah kita mau jadi pemain utama, atau sekadar pasar pembeli?

Risiko Jika Indonesia Hanya Menjadi Pasar Konsumen Teknologi

Jika Indonesia hanya menjadi penonton, maka kesenjangan teknologi dengan negara maju bisa melebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bukan dalam puluhan tahun, tapi mungkin hanya beberapa tahun saja.

Pertama, menjadi pasar konsumen teknologi AI impor. Perusahaan teknologi global datang membawa solusi AI siap pakai, mulai dari platform kesehatan, sistem pabrik pintar, sistem perbankan, hingga sistem logistik berbasis AI. Indonesia membeli dan menggunakan produk-produk itu, tapi tidak menguasai cara kerjanya. Kita tidak mengontrol data pelanggan kita sendiri dan nilai uang terbesar didapat oleh pihak asing, bukan oleh perusahaan dan negara kita.

Kedua, menjadi sumber data dan bahan baku digital. Data tentang konsumen Indonesia, data transaksi, data pendidikan, dan data kesehatan mengalir ke server perusahaan asing. Mereka menggunakan data itu untuk membuat produk dan layanan yang lebih baik, lalu menjualnya kembali kepada kita dengan harga premium. Ini seperti “koloni digital generasi baru”.

Indonesia sebagai negara kaya dengan sumber daya besar, tapi bergantung sepenuhnya pada teknologi asing.

Peluang yang Ada di Tangan Indonesia

Namun, cerita ini tidak harus berakhir buruk. Indonesia sebenarnya punya tiga leverage strategis sangat besar yang sering diabaikan.

Pertama, data dan pasar raksasa. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta, ekonomi yang terus berkembang, dan ekosistem digital yang dinamis, Indonesia adalah “laboratorium hidup” untuk mengembangkan teknologi AI yang unik. Pertanian tropis, logistik kepulauan, sistem keuangan syariah butuh solusi AI khusus yang tidak bisa dibuat hanya dengan meniru negara lain.

Kedua, generasi muda yang cerdas. Banyak anak muda Indonesia sudah bekerja sebagai research scientist, engineer, dan founder startup teknologi di berbagai belahan dunia. Tantangannya, mencegah mereka hanya menjadi ekspor talenta. Bagaimana membuat mereka ingin pulang atau berkontribusi di Indonesia? Kalau mereka tersedot ke Amerika Serikat, Singapura, atau Eropa saja, Indonesia bakal kehilangan talenta terbaik.

Ketiga, posisi geostrategis dan ekonomi. Indonesia berada di jalur perdagangan global, jalur energi, dan jalur data internasional. Kabel laut yang menghubungkan dunia, pusat data, jaringan satelit ini penting di era AI. Indonesia punya kartu tawar penting jika tahu cara memanfaatkannya.

Dengan aset-aset ini, Indonesia sebenarnya bisa menjadi mitra strategis yang dihormati di dunia AI global, bukan sekadar pembeli atau pemasok bahan mentah.

Naik Kelas atau Menjadi Subkontraktor Murah

Dampak Genesis Mission akan terasa paling keras di dunia industri dan pabrik. Pabrik di Eropa dan Asia Timur sudah menggunakan AI untuk desain produk, memprediksi kapan mesin akan rusak, menghemat energi, dan mengoptimalkan pengiriman barang. Mereka bisa memproduksi dengan biaya lebih rendah, kualitas lebih bagus, dan inovasi lebih cepat.

Kalau industri Indonesia tidak ikut menggunakan AI, maka akan terjadi tiga hal buruk: (1) biaya produksi lebih tinggi, (2) inovasi tertinggal jauh, (3) akhirnya hanya menjadi kontraktor murah yang mengerjakan pekerjaan bermargin tipis sehingga tidak mampu menjadi pemimpin industri.

Namun, ada cara lain. Indonesia bisa memilih tiga sampai lima sektor prioritas untuk jadi pilot project adopsi AI:

  • Energi dan tambang: AI untuk mencari deposit baru, menjalankan operasi lebih efisien, dan memantau lingkungan.
  • Pabrik dan otomotif: Mesin yang bisa “tahu” kapan perlu perawatan, kamera cerdas yang cek kualitas produk otomatis, dan sistem logistik yang dikelola komputer.
  • Pertanian dan pangan: Petani kecil mendapat rekomendasi kapan tanam, berapa pupuk, kapan panen lewat aplikasi smartphone. Distribusi pangan dipantau dengan dashboard pintar.
  • Transportasi dan bandara: Manajemen slot penerbangan lebih efisien, perawatan pesawat diprediksi sebelum rusak, keselamatan dianalisis dengan data real-time.
  • Kesehatan: Dokter dibantu AI untuk baca foto rontgen, triage pasien, konsultasi jarak jauh.

Untuk berhasil, Indonesia butuh “Peta Jalan AI Industri Indonesia” yang jelas, bagaimana AI akan meningkatkan produktivitas, hemat energi, dan kurangi emisi karbon. Ini tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Butuh kemitraan besar mulai dari BUMN, swasta, universitas, dan bahkan militer. Perusahaan strategis di aviasi, logistik, dan energi harus jadi pusat eksperimen dan akselerasi, bukan sekadar menjalankan operasi rutin.

Tenaga Kerja, Antara Gelombang PHK dan Peluang Baru

Ada kekhawatiran nyata tentang risiko hilangnya pekerjaan. Pekerjaan yang paling terancam saat ini adalah yang berhubungan dengan administrasi, input data, customer service, dan operasional rutin. AI bisa mengerjakan ini lebih cepat dan lebih murah. Pekerja dengan skill rendah yang tidak belajar AI bisa menjadi pengangguran dalam jangka panjang.

Di sisi lain, para ahli Indonesia di bidang AI bisa ditarik keluar negeri dengan gaji fantastis dan fasilitas riset bagus. Pekerja yang belajar memanfaatkan AI bisa produktif berkali-kali lipat. Seseorang yang dulunya cuma bisa proses beberapa laporan sehari, dengan bantuan AI bisa meng-handle lebih dari 20 laporan.

Solusinya, Indonesia harus punya program pelatihan nasional yang serius, bukan sekadar simbolis. Ada tiga tingkat:

  • Dasar: Semua pekerja paham apa itu data dan AI, dari buruh pabrik hingga pegawai kantor.
  • Terapan: Pelatihan khusus AI untuk kesehatan, pertani, pabrik, dan logistik.
  • Mahir: Jalur khusus untuk talenta terbaik yang mau riset dan inovasi AI.

Program Kartu Prakerja bisa dikembangkan fokus pada skill AI. Sekolah kejuruan dan politeknik perlu dibenahi agar langsung selaras dengan kebutuhan industri.

Pendidikan dan Bisnis Menentukan Kelas Indonesia di Tahun Emas 2025

Sekolah-sekolah di negara maju sudah pakai AI tutor pribadi, pembelajaran yang menyesuaikan kemampuan siswa, dan simulasi lab virtual. Siswa di Eropa bisa belajar fisika lewat simulasi, dapat soal yang disesuaikan dengan kemampuan, dan dapat umpan balik instan dari AI.

Bila Indonesia tetap memakai metode mengajar puluhan tahun lalu, kesenjangan akan semakin dalam. Lebih serius lagi, kalau semua platform AI pendidikan dari luar negeri, maka nilai Pancasila, sejarah, budaya, agama lokal bisa terpinggirkan. Data puluhan juta siswa Indonesia ada di server asing.

Solusinya, Indonesia harus membuat Platform Pendidikan AI Nasional sendiri, dengan konten lokal (Bahasa Indonesia, Pancasila, sejarah, agama, sains sesuai kebutuhan lokal / local wisdom). Dengan begitu, guru tidak digantikan, malah di-upgrade jadi “pengajar berbasis AI” yang fokus pada nilai, makna, dan pengembangan karakter, sementara tugas mengajar rutin dibantu AI.

Di dunia bisnis, AI sudah jadi mesin di balik rekomendasi produk e-commerce, penilaian risiko fintech, optimasi rute logistik. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tidak pakai AI akan kalah dalam jangka panjang karena kurang terlihat dan kurang ekspos, iklan kurang efisien, serta pelayanan pelanggan kurang cepat.

Jangan lupa, ada peluang besar juga dari chatbot customer service, otomasi pembukuan, tool design dan promosi yang AI-powered, startup lokal di agritech, healthtech dan fintech syariah.

Pemerintah harus buat regulasi yang melindungi data konsumen tapi tidak menghambat inovasi. Perlu tempat uji coba regulasi untuk startup AI, dan dorong pembangunan data center lokal dengan keamanan tinggi.

Keamanan dan Visi Besar Indonesia

Genesis Mission bukan hanya soal ekonomi, tapi juga keamanan militer. AI akan mengubah cara perang, drone swarm, sistem pertahanan udara otomatis, cyber attack yang dijalankan AI, termasuk intelijen berbasis big data. Negara yang infrastruktur listrik, komunikasi, transportasinya tidak terlindungi bisa dilumpuhkan tanpa perang fisik.

Indonesia harus membangun kemampuan pertahanan AI sendiri, mulai dari cyber defense, pengawasan maritim dengan AI, hingga analisis ancaman. Hal ini memerlukan kolaborasi TNI, BSSN, BRIN, juga pihak universitas dan industry untuk mengadaptasi Genesis Mission yang fokus untuk Indonesia.

Untuk jangka panjang, Indonesia butuh visi besar: “Indonesia AI Mission” dengan lima pilar:

  1. Kedaulatan data nasional
  2. Penguasaan teknologi kritikal di beberapa titik kunci
  3. Jutaan pekerja yang melek AI
  4. AI untuk kesejahteraan rakyat (pangan, kesehatan, dan pendidikan)
  5. Sishankam yang canggih berbasis AI

Perusahaan besar, terutama BUMN di aviasi, logistik, dan energi, harus punya rencana AI 5–10 tahun, pahami risiko AI, mulai dari cyber, data, dan model, hingga tata kelola yang jelas.

Saatnya bertindak. Genesis Mission menunjukkan kecerdasan buatan dan data bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk tetap relevan di dunia global dan telah menjadi dasar kekuatan Nasional. Indonesia memiliki peluang emas. Kita punya pasar besar, talenta yang terus berkembang, letak geografis strategis. Jika kita cerdas, fokus, dan berani bertindak, kita bisa jadi pemain penting di dunia AI, bukan sekadar pembeli atau konsumen. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan mengubah Indonesia? Namun, “Apakah kita ingin menentukan sendiri bentuk perubahan itu? atau kita sekedar sebagai follower dari Keputusan dari negara lain?”

Ulasan Realme 15 Pro 5G: Keunggulan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui!

0

Realme 15 Pro 5G: Pilihan Kompak untuk Pengguna Aktif

Di tahun 2025, persaingan di pasar smartphone kelas menengah ke atas semakin sengit. Salah satu brand yang mencoba memperkuat posisinya adalah Realme. Dengan dirilisnya Realme 15 Pro 5G, mereka menawarkan kombinasi yang menarik: bodi tipis dengan baterai besar dan ketahanan fisik yang luar biasa. Jika kamu seorang pengguna aktif, pecinta game, atau fotografer mobile, ponsel ini bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.

Namun, dengan harga yang nyaris mencapai 7 juta rupiah, apakah Realme 15 Pro 5G benar-benar layak dibeli? Mari kita ulas secara mendalam.

Kelebihan yang Menonjol

1. Ketahanan Fisik yang Tinggi

Realme 15 Pro 5G dilengkapi dengan sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan MIL-STD-810H. Ini berarti ponsel ini tahan terhadap debu, air, serta benturan berat. Dengan fitur ini, kamu tidak perlu khawatir saat membawa ponsel ke luar ruangan atau dalam kondisi cuaca buruk.

2. Baterai Besar dalam Bentuk Tipis

Meski memiliki bodi yang ramping, Realme 15 Pro 5G dilengkapi baterai dengan kapasitas 7000 mAh. Kapasitas ini mampu bertahan hingga dua hari pemakaian normal, cocok bagi pengguna yang sering bepergian dan tidak ingin terlalu sering mengisi daya.

3. Layar Berkualitas Tinggi

Ponsel ini menggunakan layar OLED 144Hz dengan kecerahan hingga 6500 nits. Layar ini memberikan pengalaman visual yang luar biasa, baik dalam kondisi terang maupun gelap.

4. Kamera Berkualitas

Realme 15 Pro 5G dilengkapi kamera depan dan belakang dengan resolusi 50MP. Kamera ini mampu merekam video dalam resolusi 4K, cocok untuk para kreator konten yang membutuhkan kualitas gambar tinggi.

5. Performa Stabil untuk Gaming

Ditenagai oleh chipset Snapdragon 7 Gen 4 dan sistem pendingin luas (7000 mm²), ponsel ini sangat cocok untuk pengguna yang suka bermain game. Performa stabil dan responsif membuat pengalaman gaming lebih menyenangkan.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

1. Tidak Ada Slot MicroSD

Realme 15 Pro 5G hanya memiliki memori internal tanpa opsi ekspansi melalui microSD. Jika kamu sering menyimpan banyak data, ini bisa menjadi kendala.

2. Tidak Dilengkapi Jack Audio 3.5mm

Pengguna harus menggunakan earphone nirkabel atau dongle untuk mendengarkan musik. Hal ini bisa menjadi masalah bagi pengguna yang lebih nyaman menggunakan kabel.

3. Port USB Masih 2.0

Meskipun pengisian daya cepat, port USB 2.0 membuat transfer data via kabel lebih lambat dibandingkan dengan USB 3.0 atau versi lebih tinggi.

4. Jenis RAM LPDDR4X

Di kisaran harga 7 juta rupiah, penggunaan LPDDR5 akan lebih optimal untuk masa depan. Penggunaan LPDDR4X bisa menjadi sedikit kurang ideal jika kamu menginginkan performa maksimal di masa mendatang.

Kesimpulan

Realme 15 Pro 5G merupakan pilihan yang sangat direkomendasikan untuk pengguna yang malas mengisi daya dan membutuhkan ponsel tangguh yang tahan terhadap kondisi ekstrem. Performa gaming-nya stabil dan kameranya cukup mumpuni untuk kebutuhan kreatif.

Namun, jika anggaran kamu terbatas (di bawah 6 juta) dan kamu tidak terlalu memperhatikan fitur tahan air atau baterai besar, kamu bisa mempertimbangkan seri sebelumnya atau brand lain seperti Poco yang fokus pada performa chipset.

Secara keseluruhan, Realme 15 Pro 5G menawarkan paket lengkap yang seimbang antara gaya, ketahanan fisik, dan performa. Jika kamu siap berinvestasi, ponsel ini bisa menjadi pilihan terbaik di tahun 2025.

Ancaman siber mengancam energi dan AI di Indonesia, Spentera ingatkan risikonya

0

Ancaman Siber yang Mengancam Infrastruktur Nasional

Indonesia kembali diingatkan akan ancaman siber yang semakin nyata seiring dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Situasi ini bukan hanya sekadar masalah teknis, tetapi juga melibatkan risiko yang bisa memengaruhi kehidupan masyarakat dalam hitungan menit. Gangguan kecil pada sistem energi atau layanan publik dapat merembet ke aktivitas sehari-hari secara cepat.

Salah satu acara yang mengangkat isu ini adalah Cyberwolves Con 2025, yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu. Konferensi tahunan ini digagas oleh Spentera dan menjadi wadah bagi praktisi keamanan siber, akademisi, regulator, serta komunitas teknologi. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia yang dinilai semakin terancam oleh ancaman digital.

Direktur Spentera, Royke L Tobing, menjelaskan bahwa kolaborasi antar sektor sangat penting dalam menghadapi ancaman siber. Ia menekankan bahwa ketahanan siber hanya bisa dicapai jika seluruh sektor saling terhubung dan mendukung satu sama lain. Fokus utama konferensi kali ini mencakup perlindungan infrastruktur vital seperti energi, sistem kontrol industri (ICS), dan sistem pengendalian terdistribusi (SCADA), serta risiko dari penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan tantangan digital masa depan.

Kerentanan Pada Infrastruktur Energi

Dalam salah satu panel diskusi, para narasumber menyampaikan kondisi jaringan listrik Jawa Bali. Sistem yang menyuplai lebih dari 60 persen energi nasional tersebut masih memiliki kerentanan serius. Banyak perangkat lama belum diperbarui, protokol komunikasi SCADA minim enkripsi, dan antarmuka sistem yang terhubung ke internet menggunakan kredensial bawaan. Integrasi Internet of Things (IoT) dan akses jarak jauh yang tidak sepenuhnya aman membuat risiko semakin besar.

Seorang peneliti keamanan industri menunjukkan bahwa gangguan kecil saja bisa berdampak panjang. Contohnya, pemadaman listrik pada tahun 2019 dan gangguan listrik di Bali pada 2025 telah menjadi bukti nyata bahwa serangan siber di sektor energi bukanlah teori belaka. Ia menilai penguatan keamanan di sektor kelistrikan juga berkaitan erat dengan kepercayaan publik.

Risiko AI Terhadap Ekonomi dan Pertahanan

Para narasumber juga membahas penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor finansial, e-commerce, telekomunikasi, layanan publik, hingga pertahanan. Meski menawarkan efisiensi, teknologi ini juga membawa risiko baru. Model AI yang tidak diverifikasi dan data yang tidak diuji bisa menjadi celah bagi serangan siber.

Selain itu, Indonesia masih banyak mengandalkan teknologi impor tanpa pengujian ketat. Kemandirian dalam pengembangan AI menjadi isu penting agar tidak menimbulkan risiko terhadap kepentingan strategis nasional. Tantangan lain muncul dari kesiapan institusi dalam merespons insiden siber. Koordinasi antarunit dinilai sering berjalan sendiri-sendiri, dan proses forensik digital belum konsisten.

Peristiwa ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional pada 2024 kembali diangkat sebagai contoh. Seorang praktisi siber menekankan bahwa respons yang lambat bisa menyebabkan gangguan menjalar ke layanan publik lainnya. Ia menyarankan simulasi rutin dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai langkah penting.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

Royke L Tobing kembali menegaskan bahwa isu siber bukan hanya soal teknologi. Dampaknya bersifat multidimensi, bisa memengaruhi ekonomi, kepercayaan publik, bahkan stabilitas nasional. Ia mengajak sektor energi, keuangan, pemerintahan, dan industri digital untuk memperkuat tata kelola serta melakukan audit keamanan berkala.

Menurutnya, komitmen bersama adalah fondasi agar Indonesia tetap tangguh di tengah ancaman siber yang semakin kompleks. Dengan kolaborasi yang erat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, peluang transformasi digital dapat dimanfaatkan tanpa meninggalkan risiko besar bagi negara.

IBM ungkap tren 2026, AI Soveren Jadi Kunci Digital Masa Depan

0

Tren Kecerdasan Buatan yang akan Mendominasi di Asia Pasifik

IBM Indonesia mengungkapkan sejumlah tren penting terkait Kecerdasan Buatan (AI) yang diperkirakan akan menjadi kunci transformasi bisnis di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menjelang tahun 2026. Fokus utama yang disoroti adalah konsep Kedaulatan AI (Sovereign AI), yang dianggap sebagai fondasi dari ekosistem digital yang bertanggung jawab dan aman.

General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, dalam sebuah media briefing menyatakan bahwa AI telah bergerak dari sekadar eksperimental menjadi kebutuhan mendasar yang terintegrasi dalam operasional inti bisnis. Ia menekankan bahwa masa depan akan dimiliki oleh organisasi yang mampu beradaptasi dengan cepat. Kedaulatan AI akan menjadi kunci pada 2026 karena kepatuhan akan menjadi syarat penting bagi pertumbuhan sekaligus peluang untuk memastikan arsitektur data tetap aman.

Di tengah dinamika geopolitik, konsep Kedaulatan AI menjadi prioritas bagi banyak negara. Hal ini mencakup upaya untuk mempertahankan kendali penuh atas teknologi, data, dan infrastruktur digital. Catherine menegaskan bahwa Kedaulatan Digital melampaui kepatuhan regulasi, fokus pada pembangunan kepercayaan melalui transparansi dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.

IBM Institute for Business Value (IBV) juga merilis beberapa temuan penting. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 80% organisasi multinasional di Asia Pasifik akan menerapkan strategi kedaulatan data pada tahun 2027. Pasar sovereign cloud di Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh hingga 4,5 kali lipat, dari USD37 miliar (2023) menjadi USD169 miliar pada 2028. Selain itu, pengeluaran di industri yang teregulasi seperti perbankan akan meningkat hampir lima kali lipat.

IBM merekomendasikan kepada bisnis untuk menjadikan kedaulatan digital sebagai prioritas direksi, memanfaatkan hybrid cloud untuk fleksibilitas, serta berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Tren selanjutnya adalah pergeseran peran AI dari pusat biaya menjadi mesin pertumbuhan yang menghasilkan Return on Investment (ROI) nyata. Keberhasilan AI, menurut IBM, bergantung pada kemampuannya menciptakan diferensiasi kompetitif, memperbarui model bisnis, serta membuka sumber pendapatan baru.

Riset terbaru IBM menunjukkan bahwa kemajuan akan sangat bergantung pada kolaborasi ekosistem. Para pengguna awal sudah mulai memperoleh keunggulan, dengan organisasi yang siap memasuki era komputasi kuantum tiga kali lebih mungkin berpartisipasi dalam berbagai ekosistem dibanding yang lain. Studi tersebut menemukan bahwa 79% eksekutif mengatakan kemitraan ekosistem mempercepat adopsi teknologi, 89% menyatakan kemitraan ekosistem membantu membatasi dampak disrupsi. Sebanyak 77% percaya kualitas data ekosistem meningkatkan hasil bisnis dan 86% mengatakan data ekosistem dalam tool dan aplikasi AI meningkatkan kapabilitas AI.

Untuk mempersiapkan diri, organisasi harus menyusun roadmap transformasi AI yang jelas, memprioritaskan peningkatan produktivitas melalui automasi, dan mengevaluasi ulang model bisnis yang sudah ada. Tahun depan juga diperkirakan menjadi era pengoperasian Agen AI Agentik dalam skala besar. Agen otonom ini akan mengubah operasi perusahaan melalui kemampuan bertindak, mengambil keputusan, dan berkolaborasi dalam alur kerja (workflow-centric).

Selain itu, Keunggulan Kuantum (Quantum Advantage) diprediksi mendekati tahap “memberikan keuntungan,” yang berpotensi mempercepat pelatihan model AI melalui optimasi yang lebih cepat. Riset IBV menunjukkan bahwa organisasi yang siap memasuki era komputasi kuantum tiga kali lebih mungkin berpartisipasi dalam berbagai ekosistem.

Terakhir, IBM menekankan pentingnya AI yang terpercaya. Investasi pada etika AI berkorelasi langsung dengan hasil bisnis yang lebih baik dan ROI berbasis AI yang lebih tinggi. Kedaulatan AI akan menjadi kunci pada tahun 2026 karena kepatuhan akan menjadi syarat penting bagi pertumbuhan sekaligus peluang untuk memastikan arsitektur data tetap aman.

Google Dituduh Menyalin Karakter Disney dengan Gemini AI, Peringatan dari Disney

0

Perselisihan Hak Cipta Antara Disney dan Google

Disney, salah satu perusahaan hiburan terbesar di dunia, telah mengirimkan surat resmi kepada Google yang dikenal sebagai surat cease-and-desist. Dalam surat tersebut, Disney menuduh Google melanggar hak cipta dalam skala besar, khususnya melalui penggunaan layanan kecerdasan buatan (AI) seperti model AI Gemini. Menurut Disney, teknologi AI dari Google telah menyalin dan memproses karya-karya berhak cipta tanpa izin, lalu mendistribusikan hasilnya kepada publik.

Menurut laporan, Disney menyebut Google sebagai “mesin penjual otomatis” yang mampu menciptakan kembali karakter-karakter milik Disney. Bahkan, beberapa dari hasil AI ini diberi label Gemini, sehingga tampak seperti disetujui oleh Disney. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa karya-karya populer seperti Frozen, The Lion King, Moana, The Little Mermaid, serta waralaba Marvel, Star Wars, dan The Simpsons menjadi korban pelanggaran.

Disney juga memberikan contoh gambar yang diklaim berasal dari sistem AI Google. Pernyataan ini datang setelah sebelumnya Disney mengirimkan surat serupa kepada Meta dan Character.AI, serta menggugat Midjourney dan Minimax karena dugaan pelanggaran hak cipta.

Tanggapan Google

Google merespons tuduhan Disney dengan menegaskan bahwa mereka menggunakan data dari web publik dan menyediakan kontrol tambahan terkait hak cipta dalam ekosistemnya. Termasuk dalam hal ini adalah fitur Google-extended dan YouTube Content ID. Google juga menyatakan bahwa mereka memiliki hubungan yang lama dengan Disney dan akan terus berdialog untuk menyelesaikan masalah ini.

Seorang juru bicara Google mengatakan, “Kami akan terus berkomunikasi dengan Disney.” Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (12/12/2025). CEO Disney, Bob Iger, menyatakan bahwa perusahaan telah lama menyampaikan kekhawatiran tentang potensi pelanggaran dalam sistem AI Google. Namun, karena tidak ada kemajuan yang signifikan, Disney akhirnya mengirimkan surat peringatan resmi.

Permintaan Disney

Disney menuntut Google untuk segera menghentikan penggunaan karakter-karakter berhak cipta dalam output AI. Selain itu, perusahaan juga meminta Google menerapkan langkah teknis agar pelanggaran ini tidak terulang lagi. Ini menunjukkan bahwa perselisihan antara Disney dan Google tidak hanya tentang isu hukum, tetapi juga tentang bagaimana AI dapat digunakan secara etis dan bertanggung jawab.

Masa Depan Kecerdasan Buatan dan Hak Cipta

Masalah ini menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi AI. Banyak perusahaan teknologi dan konten mulai menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan hak cipta. Kasus Disney dan Google mungkin menjadi contoh awal dari banyak perselisihan serupa di masa depan.

Dengan semakin banyaknya penggunaan AI dalam berbagai industri, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa penggunaan data dan karya seni dilakukan dengan benar dan adil. Tidak hanya untuk menjaga reputasi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik terhadap teknologi yang semakin mengubah dunia.

Kesimpulan

Perselisihan antara Disney dan Google menunjukkan betapa kompleksnya isu hak cipta dalam era AI. Meski Google membela diri dengan alasan penggunaan data publik dan kontrol hak cipta, Disney tetap bersikeras bahwa tindakan mereka melanggar aturan. Masalah ini bisa menjadi batu loncatan untuk pembahasan lebih lanjut mengenai regulasi dan etika penggunaan AI di masa depan.

Tips memilih HP sesuai kebutuhan utama

0

Tren Teknologi HP di Tahun 2025 dan Kebutuhan Pengguna

Menjelang akhir tahun 2025, sejumlah merek ponsel ternama diprediksi akan meluncurkan produk terbaru mereka. Tahun ini menjadi era di mana teknologi smartphone semakin canggih dengan banyak pilihan fiturnya. Memilih ponsel bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga memastikan perangkat tersebut benar-benar mendukung kebutuhan masing-masing penggunanya.

Dari pekerjaan produktif hingga hiburan seperti gaming dan streaming, smartphone masa depan menawarkan berbagai spesifikasi yang disesuaikan dengan gaya hidup dinamis. Menurut Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia, salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli ponsel adalah sesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Misalnya, bagi para ojek online atau pekerja lapangan lainnya, mereka pasti membutuhkan ponsel yang tahan air, tahan banting, serta memiliki baterai awet.

Pilihan HP yang Cocok untuk Berbagai Kebutuhan

Ada beberapa jenis ponsel yang memenuhi kriteria spesifikasi yang paling dibutuhkan pengguna. Contohnya, Realme C85 bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan ponsel dengan fitur dasar. Namun, jika kebutuhan lebih ke arah content creator atau fotografi, maka ponsel dengan fitur khusus untuk fotografi akan lebih cocok.

Realme C85 Series yang sedang melakukan roadshow di Bali membawa standar tahan air IP69 Pro dan ketahanan terbaru di kelas harga 2 dan 3 jutaan. Seri ini terdiri dari Realme C85 Pro dan Realme C85, hadir sebagai smartphone dengan baterai 7000mAh dan perlindungan tahan air ekstrem IP69 Pro pertama di dunia di kelas harga 2 & 3 jutaan.

Realme C85 Series juga telah meraih rekor GUINNESS WORLD RECORD™ untuk uji ketahanan air massal, membuktikan tingkat perlindungan ultra tahan air yang dimiliki. Harga Realme C85 Pro mulai dari Rp2.999.000, sedangkan Realme C85 dijual mulai dari Rp2.599.000. Keduanya dilengkapi dengan baterai Titan 7000mAh, layar paling terang, dan kamera AI 50MP dengan AI Edit Genie.

Spesifikasi Lengkap Realme C85 dan C85 Pro

Bali menjadi lokasi spesial sebagai penutup rangkaian roadshow di Indonesia setelah sebelumnya mengunjungi Kota Medan, Manado, dan Surabaya. Baik Realme C85 Pro maupun Realme C85, sama-sama mengusung kombinasi baterai ultra 7000mAh dan tahan air ultra IP69 Pro pertama di dunia di kelas harga 2 & 3 jutaan. Realme C85 Series menetapkan benchmark baru waterproof dan durability yang belum pernah ada sebelumnya di segmen harga ini.

Dengan menghadirkan ketahanan air berlevel industri serta struktur bodi berstandar militer, Realme C85 Series dirancang khusus untuk masyarakat Indonesia yang aktif, sering beraktivitas di luar ruangan, maupun pekerja lapangan. Di mana membutuhkan smartphone yang benar-benar dapat diandalkan dalam berbagai kondisi ekstrem, seperti panas, tanah, debu, kelembapan, hingga paparan cairan.

Keunggulan ini berhasil dibuktikan secara global melalui pencapaian GUINNESS WORLD RECORD™ untuk kategori “Most People Performing a Mobile Phone Water-Resistance Test Simultaneously”, sebuah verifikasi resmi atas ketangguhan waterproof IP69 Pro yang dibawa C85 Series.

Fitur Tahan Air IP69 Pro

Salah satu daya tarik terbesar dari Realme C85 Series adalah hadirnya fitur tahan air IP69 Pro, standar ketahanan air tertinggi yang pernah dibawa smartphone pada rentang harga ini. IP69 Pro menyatukan empat standar industri sekaligus: IP69K, IP69, IP68, dan IP66. Kombinasi tersebut membuat perangkat mampu bertahan dari semburan air panas bertekanan tinggi (IP69K), perendaman dalam air (IP69 & IP68) hingga ketahanan terhadap 36 jenis cairan, mulai dari air sungai, susu, minyak, kopi, es teh, jus buah, kecap, kuah sup, hingga bensin.

Dan semuanya telah diuji untuk memastikan perangkat aman dari kerusakan yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Realme C85 Pro maupun Realme C85 dilengkapi dengan struktur military-grade shock resistance yang menjamin ketahanan fisik luar biasa di lingkungan kerja berat atau aktivitas lapangan. Perangkat ini telah melewati lebih dari 130 uji kualitas ekstrem, termasuk 14.000 kali uji jatuh mikro, 20.000 kali uji cabut-pasang konektor USB, serta uji suhu dari -20°C hingga 75°C, memastikan smartphone tetap berfungsi optimal meskipun di suhu ekstrem atau setelah benturan berulang.

Frame bodi berbahan aluminium alloy yang diperkuat dengan struktur peredam benturan ala airbag membuat Realme C85 Series mampu bertahan saat terjatuh dari saku, terhimpit peralatan berat di lapangan, atau digunakan di lingkungan yang penuh debu dan getaran.

Desain dan Warna yang Menarik

Kedua model mengusung desain Light Feather Design dengan finishing kilau soft seperti bulu burung eksotis yang menjadi inspirasi warnanya. Realme C85 Pro tersedia dalam dua pilihan warna yaitu: Peacock Green dan Parrot Purple. Sedangkan Realme C85, tersedia dalam tiga pilihan warna yaitu: Swan Black, Kingfisher Blue, dan Parrot Purple. Fitur Pulse Light pada modul kamera mampu memberikan efek cahaya 9 warna untuk notifikasi, menambah kesan modern dan stylish.

Program CSR “Gerakan Ganti Oli 1000 Ojek Online”

Roadshow ini bukan hanya menghadirkan pengalaman teknologi, tetapi juga membawa semangat berbagi kepada pekerja mobilitas tinggi. Bersama Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, realme menghadirkan program CSR bertajuk “Gerakan Ganti Oli 1000 Ojek Online”. Program ini didedikasikan untuk para mitra transportasi berbasis aplikasi yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Bali dan sekitarnya. Di tengah musim hujan, kondisi motor yang prima tidak kalah penting dari smartphone yang tahan air. Melalui program ini, realme ingin memastikan bahwa bukan hanya perangkat smartphone yang siap menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga kendaraan para driver yang menjadi partner masyarakat setiap hari tetap aman, prima, dan nyaman untuk bekerja.

“Bali menjadi lokasi yang spesial sebab menjadi penutup rangkaian roadshow kami karena Bali memiliki karakter masyarakat yang aktif, banyak pekerja lapangan, serta kondisi lingkungan yang menantang untuk smartphone biasa. Dengan realme C85 Series, kami ingin memberikan solusi nyata: perangkat yang tahan air dan baterai besar, serta tetap nyaman digunakan di luar ruangan,” ujar Krisva Angnieszca – Public Relations Lead realme Indonesia. “Melalui program CSR Gerakan Ganti Oli 1000 Ojek Online, kami juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi para pekerja mobilitas yang setiap hari membantu pergerakan kota ini.”

Promo Xiaomi 12.12: Waktu Tepat Tingkatkan Perangkat Pintarmu

0

Program 12.12 Year End Festival Xiaomi: Diskon Hingga Rp1,5 Juta untuk Berbagai Perangkat Pintar

Xiaomi kembali menghadirkan program menarik yang bertujuan untuk memperluas ekosistem perangkat pintar di Indonesia. Dengan nama 12.12 Year End Festival, program ini menawarkan berbagai penawaran menarik mulai dari produk smart home hingga smartphone dengan potongan harga hingga Rp1,5 juta. Program ini berlangsung hingga 15 Desember 2025 dan tersedia di berbagai kanal penjualan Xiaomi baik secara online maupun offline.

Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menyambut tahun baru dengan gaya hidup yang lebih cerdas, praktis, dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa produk unggulan yang ditawarkan dalam promo ini:

Produk Smartphone yang Menarik

REDMI 15C

Disebut sebagai perangkat entry-level, REDMI 15C dilengkapi dengan baterai besar sebesar 6.000 mAh, layar lega, dan kinerja gesit. Cocok untuk aktivitas keluarga, perjalanan, atau hiburan. Harganya dimulai dari Rp1 jutaan, menjadikannya pilihan yang sangat terjangkau dan tahan lama.

Xiaomi 14

Sebagai flagship terbaru, Xiaomi 14 hadir dengan kamera Leica Summilux yang memukau. Pengguna dapat menikmati diskon hingga Rp1.500.000, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara performa dan harga.

Redmi Note 14 Pro 5G Series

Perangkat ini juga mendapat potongan harga hingga Rp400.000. Dilengkapi dengan kamera 200MP OIS, layar AMOLED 1.5K, dan performa kuat, Redmi Note 14 Pro 5G menjadi pilihan utama bagi pengguna muda.

Produk Smart Home yang Memudahkan Kehidupan

Xiaomi TV S Mini LED 55”

Produk ini menjadi salah satu unggulan dalam kategori TV. Dilengkapi panel QD-Mini LED, 308 zona redup, serta dukungan Dolby Vision® IQ dan Dolby Atmos®, pengguna akan merasakan pengalaman menonton premium di rumah. Selain itu, integrasi Xiaomi Home memungkinkan pengguna mengatur perangkat rumah pintar melalui satu layar.

Xiaomi TV A Pro 2026 43” dan Xiaomi TV A 2025 32”

Kedua model ini juga mendapatkan potongan harga. Harga Xiaomi TV A Pro 2026 43” dibanderol sekitar Rp3.399.000, sedangkan Xiaomi TV A 2025 32” seharga Rp1.599.000. Pengguna bisa memilih ukuran sesuai kebutuhan ruangan, mulai dari kamar tidur hingga ruang keluarga.

Xiaomi Watch S4 41mm

Untuk menjaga kesehatan, Xiaomi Watch S4 41mm menawarkan pemantauan kesehatan komprehensif seperti suhu kulit, mode olahraga lengkap, hingga fitur keamanan. Produk ini cocok untuk pengguna yang ingin menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Xiaomi OpenWear Stereo

Dilengkapi desain open-ear dan material titanium memory, Xiaomi OpenWear Stereo mendapat diskon hingga Rp400.000. Produk ini ideal untuk aktivitas olahraga dan kebugaran.

Produk Pembersih Rumah yang Efisien

Xiaomi Robot Vacuum H40

Menutup tahun dengan rumah yang lebih bersih, Xiaomi Robot Vacuum H40 hadir dengan daya hisap 10.000 Pa, fungsi sapu dan pel, serta baterai 5.200 mAh. Navigasi LDS membuatnya menjadi perangkat pembersih yang efisien dan mudah digunakan.

Selain itu, produk smart home lain seperti Xiaomi Smart Camera, Mijia Air Conditioner Pro Eco 5-Star, dan Mijia Refrigerator Cross Door 510L juga mendapatkan potongan harga hingga jutaan rupiah. Semua produk ini dapat dikontrol melalui aplikasi Xiaomi Home dan HyperOS, menciptakan rumah pintar yang terintegrasi.

Promo ini menjadi kesempatan terbaik untuk membangun smart home dan gaya hidup cerdas sebelum memasuki 2026. Pengguna dapat memilih berbagai perangkat kebersihan, keamanan rumah, hingga smartphone flagship dengan harga spesial.

Spesifikasi dan Harga Terbaru HP Samsung Galaxy S25FE, Z Fold 7, Z Flip 7, A58

0

Daftar Lengkap Spesifikasi dan Harga HP Samsung Terbaru 2025

Samsung kembali memperkenalkan berbagai model ponsel terbarunya pada bulan Desember 2025. Beberapa model yang menarik perhatian adalah Galaxy S25 FE, Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7, Galaxy S25 Edge, hingga Galaxy A56. Berikut penjelasan mengenai spesifikasi dan harga masing-masing model.

Spesifikasi Samsung Galaxy S25 FE

Galaxy S25 FE memiliki dimensi 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dengan berat sekitar 190 gram. Bodi ponsel ini dilengkapi sertifikasi tahan air dan debu dengan rating IP68. Layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci dengan resolusi FHD Plus (1080 x 2340 piksel) mendukung refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan puncak 1900 nits. Layar ini juga dilapisi dengan kaca pelindung Gorilla Glass Victus Plus.

Di bagian depan, Galaxy S25 FE dilengkapi kamera selfie 12 MP (f/2.2), sedangkan di bagian belakang terdapat pengaturan tiga kamera: kamera utama 50 MP (F/1.8), kamera ultra wide 12 MP (f/2.2), dan kamera telefoto 8 MP (f/2.4). Ponsel ini ditenagai oleh chip Exynos 2400 (4nm) dengan CPU deca core hingga 3,2 GHz dan GPU Xclipse 940. RAM 8 GB dipadukan dengan memori penyimpanan 128 GB atau 256 GB. Baterai berkapasitas 4.900 mAH dengan dukungan pengisian daya cepat 45 watt.

Ponsel ini menjalankan Android 16 dan antarmuka One UI 8. Fitur pendukung lainnya mencakup jaringan 5G, Dual SIM, NFC, WiFi 802.11a/b/g/n/ac/ax, Bluetooth 5.4, USB C, dan sistem keamanan biometrik fingerprint. Galaxy S25 FE juga dilengkapi fitur Galaxy AI seperti Gemini Live, Circle to Search, Audio Eraser, Auto Trim, Photo Assist, dan Writing Assist. Ponsel ini tersedia dalam varian warna Blue, Jet Black, Navy, dan White.

Harga Samsung Galaxy S25 FE di Indonesia

Harga Galaxy S25 FE di Indonesia mulai dari Rp 10 juta untuk varian 128 GB dan Rp 11 juta untuk varian 256 GB.

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Z Fold 7

Samsung Galaxy Z Fold 7 hadir sebagai ponsel lipat flagship dengan desain lebih tipis dan ringan dibanding versi sebelumnya. Ketika dilipat, perangkat ini memiliki ketebalan 8,9 mm dengan bobot 215 gram, sedangkan ketebalannya hanya 4,2 mm. Ukuran layarnya lebih besar, yaitu 8,6 inci (2.184 x 1.968 piksel, 20:18) dan 6,5 inci (2.520 x 1.089 piksel, 21:9) untuk layar depannya.

Kamera Galaxy Z Fold 7 meningkat signifikan, dengan kamera utama 200 MP, kamera ultra wide 12 MP, dan telefoto 10 MP dengan kemampuan zoom optik 3x. Di sektor dapur pacu, ponsel ini ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy (3 nm) dengan RAM 12 GB atau 16 GB dan penyimpanan internal mulai dari 256 GB, 512 GB, dan 1 TB. Galaxy Z Fold 7 juga menjadi ponsel pertama yang menggunakan One UI 8 berbasis Android 16.

Harga Samsung Z Fold 7 di Indonesia:
– RAM 12 GB/256 GB: Rp 28,5 juta
– RAM 12 GB/512 GB: Rp 31,5 juta
– RAM 16 GB/1 TB: Rp 35 juta

Galaxy Z Fold 7 tersedia dalam warna blue shadow, jet black, silver shadow, dan warna eksklusif mint untuk pembelian online.

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Z Flip 7

Samsung Galaxy Z Flip 7 hadir dengan desain clamshell, serupa cangkang kerang yang dibuka secara vertikal atau ke atas. Perangkat ini memiliki layar depan berukuran 4,1 inci dengan refresh rate 120 Hz untuk tampilan yang lebih mulus. Berat hanya 188 gram dengan ukuran 13,7 mm saat dilipat, Galaxy Z Flip diklaim paling tipis saat ini.

Layar utamanya berukuran 6,9 inci dengan resolusi 1080 x 2520 piksel, menggunakan panel AMOLED 2X yang tajam dan jernih. Layar depan Galaxy Z Flip 7 kini tampil penuh tanpa gangguan modul kamera. Ponsel ini dilengkapi kamera utama 50 MP dan ultra wide 12 MP di bagian belakang, serta kamera selfie 10 MP di bagian dalam.

Ditenagai oleh chipset Exynos 2500 berbasis arsitektur 3nm GAA, dilengkapi NPU berkemampuan 59 TOPS untuk pemrosesan AI. Chip tersebut dipasangkan dengan RAM 12 GB dan memori internal berkapasitas 256 GB atau 512 GB. Galaxy Z Flip 7 tersedia dalam pilihan warna blue shadow, jet black, coral red, serta warna eksklusif mint untuk pembelian daring.

Harga Samsung Z Flip 7 di Indonesia:
– RAM 12 GB/256 GB: Rp 18 juta
– RAM 12 GB/512 GB: Rp 20 juta

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S25 Edge

Samsung Galaxy S25 Edge hadir sebagai ponsel pintar ultra-tipis dengan ketebalan hanya 5,8 mm dan bobot ringan 163 gram. Ponsel ini dilengkapi layar depan tahan benturan & cerah, rangka titanium dengan desain ramping dan elegan, serta kamera utama 200MP dengan teknologi Nightography. Kamera ultrawide 12MP dengan autofokus untuk fotografi makro dan ProVisual Engine yang menyempurnakan detail, warna kulit, dan tekstur alami.

Fitur AI seperti Audio Eraser 2 & Drawing Assist 3 juga disematkan. Ditenagai oleh Snapdragon® 8 Elite Mobile Platform, menjamin performa tinggi & efisiensi daya. Sistem pendingin canggih dengan ruang uap ekstra tipis dan luas.

Harga Galaxy S25 Edge di pasar global:
– 256 GB: 1.099 dollar AS (sekitar Rp 18 juta)
– 512GB: 1.219 dollar AS (sekitar Rp 20 juta)

Harga HP Samsung Galaxy A56 5G

Samsung Galaxy A56 5G dibanderol mulai dari Rp 6 jutaan.
– Samsung Galaxy A56 5G (8 GB/128 GB): Rp 6.199.000
– Samsung Galaxy A56 5G (8 GB/256 GB): Rp 6.699.000
– Samsung Galaxy A56 5G (12 GB/256 GB): Rp 7.199.000

Harga HP Samsung Galaxy A06 5G

Samsung Galaxy A06 5G dijual dengan harga Rp 2,4 juta untuk satu-satunya pilihan RAM dan penyimpanan (6 GB/128 GB). Ponsel ini tersedia dalam tiga varian warna yaitu Light Green, Black, dan Light Gray.

Daftar Harga HP Samsung Terbaru 2025

Berikut beberapa harga terbaru HP Samsung di Indonesia:
– Samsung Galaxy S25: 256GB/12GB: Rp 14.999.000 | 512GB/12GB: Rp 16.999.000
– Samsung Galaxy S25+: 256GB/12GB: Rp 17.999.000 | 512GB/12GB: Rp 19.999.000
– Samsung Galaxy S25 Ultra: 12GB/256GB: Rp 22.999.000 | 12GB/512GB: Rp 24.999.000 | 12GB/1TB: Rp 28.999.000
– Samsung Galaxy A36 5G: 8/256 GB: Rp 5.199.000 | 12/256 GB: Rp 5.699.000
– Samsung Galaxy A04e: Rp 1.299.000
– Samsung Galaxy A04: Rp 1.699.000
– Samsung Galaxy A04s: Rp 1.999.000
– Samsung Galaxy A05: Rp 2.199.000 (6/128 GB)
– Samsung Galaxy A13: Rp 2.599.000
– Samsung Galaxy A14 5G: Rp 2.999.000
– Samsung Galaxy A23 5G: Rp 3.999.000 | Samsung Galaxy A23: Rp 3.299.000
– Samsung Galaxy A33 5G: Rp 5.299.000
– Samsung Galaxy A53 5G: Rp 5.799.000
– Samsung Galaxy A73 5G: Rp 7.799.000
– Samsung Galaxy M23 5G: Rp 3.699.000
– Samsung Galaxy M53 5G: Rp 6.299.000
– Samsung Galaxy S21 FE 5G: Rp 9.999.000
– Samsung Galaxy S22: Rp 11.999.000
– Samsung Galaxy S22+: Rp 14.749.000
– Samsung Galaxy S22 Ultra: Rp 17.499.000
– Samsung Galaxy Z Flip3 5G: Rp 11.999.000
– Samsung Galaxy Z Flip4: Rp 13.999.000
– Samsung Galaxy Z Flip4 Bespoke Edition: Rp 15.499.000
– Samsung Galaxy Z Fold4: Rp 24.999.000
– Samsung Galaxy S23 5G (256 GB): Rp13.999.000
– Samsung Galaxy S23+ 5G (512 GB): Rp17.999.000
– Samsung Galaxy S23 Ultra 5G (512 GB): Rp21.999.000
– Samsung Galaxy S23 Ultra 5G (1 T): Rp25.999.000
– Samsung Galaxy S23 5G Online Exclusive (256 GB): Rp13.999.000
– Samsung Galaxy S23+ 5G Online Exclusive (512 GB): Rp17.999.000
– Samsung Galaxy S23 Ultra 5G Online Exclusive (512 GB): Rp21.999.000
– Samsung Galaxy S23 Ultra 5G Online Exclusive (1 T): Rp25.999.000
– Samsung Galaxy A23 5G: Rp 3.999.000
– Samsung Galaxy A23: Rp 3.299.000
– Samsung Galaxy Z Flip6: Rp 17.499.000 (12/256GB)
– Samsung Galaxy Z Flip6: Rp 19.499.000 (12/512GB)
– Samsung Galaxy S24 FE 8 GB/128 GB: Rp 9.999.000
– Samsung Galaxy S24 FE 8 GB/256 GB: Rp 10.999.000
– Harga Samsung Z Fold 6 12 GB/256 GB: Rp 26.499.000
– Harga Samsung Z Fold 6 12 GB/512 GB: Rp 28.499.000
– Harga Samsung Z Fold 6 12 GB/1 TB: Rp 31.999.000
– Harga HP Samsung Galaxy A34 5G 8/256 GB warna Awesome Graphite: Rp4.339.000
– Harga HP Samsung Galaxy A34 5G 8/256 GB warna Awesome Silver: Rp4.399.000
– Harga HP Samsung Galaxy A34 5G 8/256 GB warna Awesome Lime: Rp5.399.000
– Harga HP Samsung Galaxy A34 5G 8/256 GB warna Awesome Violet: Rp5.399.000
– Samsung Galaxy A35 5G 8/256 GB [Free Upgrade From 8/128GB] warna Awesome Navy: Rp4.999.000
– Samsung Galaxy A35 5G 8/256 GB [Free Upgrade From 8/128GB] warna Awesome Ice Blue: Rp4.999.000
– Samsung Galaxy A35 5G 8/256 GB [Free Upgrade From 8/128GB] warna Awesome Lilac: Rp4.999.000
– Samsung A55 5G (8/128 GB): Rp 5.999.000
– Samsung A55 5G (8/256 GB): Rp 6.499.000
– Samsung A55 5G (12/256 GB): Rp 6.899.000
– Samsung Galaxy A17 5G: Rp3.699.000 (RAM 8 GB/256 GB)
– Samsung Galaxy A26 5G: Rp3.799.000 (RAM 8 GB/128 GB), Rp3.999.000 (RAM 8 GB/256 GB)
– Samsung S24 8 GB/256 GB: Rp 13.999.000
– Samsung S24 8 GB/512 GB: Rp 15.999.000
– Samsung S24 Plus 12 GB/256 GB: Rp 16.999.000
– Samsung S24 12 GB/512 GB: Rp 18.999.000
– Samsung S24 Ultra 12 GB/256 GB: Rp 21.999.000
– Samsung S24 Ultra 12 GB/512 GB: Rp 23.999.000
– Samsung S24 Ultra 12 GB/1TB: Rp 27.999.000
– Samsung Galaxy S25 256GB/12GB: Rp 14.999.000
– Samsung Galaxy S25 512GB/12GB: Rp 16.999.000

Mencoba Galaxy S25 FE: Simulasi Wawancara Kerja dengan Gemini AI dan Gemini Live

0

Perubahan Mendasar dalam Persiapan Wawancara Kerja

Dalam era kompetisi pasar kerja yang semakin ketat, proses persiapan wawancara mengalami pergeseran besar. Dulu, kandidat bergantung pada pencarian manual, catatan acak di aplikasi, atau latihan tanya jawab seadanya. Kini, generasi muda mulai memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu dalam mempersiapkan diri.

Salah satu contoh teknologi AI yang digunakan adalah Google Gemini, yang terintegrasi penuh di smartphone seperti Samsung Galaxy S25 FE. Fitur ini tidak hanya membantu dalam riset, tetapi juga dalam latihan dan analisis secara otomatis.

Samsung Galaxy S25 FE telah diluncurkan di Indonesia sekitar September lalu. ZONA GADGET sempat mencoba perangkat ini dan mencoba memaksimalkan fitur AI yang tersedia, termasuk simulasi wawancara kerja. Perangkat ini memiliki teknologi AI Gemini yang bekerja sama dengan Google, sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu lulusan baru mempersiapkan diri masuk dunia kerja.

HRD kini tidak hanya menilai jawaban, tetapi juga pemahaman kandidat terhadap industri, kemampuan komunikasi, dan kesiapan teknis. Di sinilah AI menawarkan format belajar yang lebih efisien: cepat, real-time, dan personal.

Riset Mendalam dengan Fitur Deep Research

Fitur Deep Research di aplikasi Gemini menjadi awal banyak kandidat dalam mempersiapkan wawancara. Dengan memberikan perintah seperti “Riset lengkap tentang perusahaan X dan posisi Y”, Gemini akan menelusuri berbagai sumber, merangkum data penting, dan menyusunnya menjadi laporan terstruktur.

Sebagai contoh, ZONA GADGET memberikan prompt “Pekerjaan apa yang cocok untuk fresh graduate Gen-Z sarjana pertanian? Rangkum dalam bentuk grafis”. Gemini langsung melakukan riset mendalam dan memberikan jawaban yang disajikan dalam format grafis.

Selain dari web, pengguna juga bisa menghubungkan Gmail dan Drive untuk analisis yang lebih kontekstual, misalnya membandingkan lowongan, menyortir dokumen CV, atau mencocokkan pengalaman kerja dengan persyaratan perusahaan.

Hasil riset kemudian dapat dipindahkan ke Notes untuk diolah ulang. Jika materi wawancara berupa dokumen panjang, pengguna cukup menggunakan fitur Transcribe untuk merangkum secara otomatis. Dalam beberapa menit, proses yang biasanya memakan waktu berjam-jam berubah menjadi paket ringkas dan mudah dipelajari.

Latihan Interview Layaknya dengan Manusia

Setelah riset, tahap berikutnya adalah mempersiapkan jawaban. Gemini Canvas, fitur workspace interaktif di dalam aplikasi, menjadi ruang latihan yang fleksibel. Pengguna bisa meminta Gemini membuat simulasi wawancara sesuai bidang, lengkap dengan penilaian dan umpan balik.

Misalnya, pertanyaan perilaku dengan metode STAR, interview bilingual untuk posisi internasional, latihan role-play user interface designer atau skenario interview HRD tradisional. Canvas lalu menganalisis jawaban, menunjukkan kelemahan, dan memberikan rekomendasi perbaikan.

Fitur ini sangat membantu bagi mereka yang kesulitan menyusun jawaban runtut atau cenderung gugup saat menjelaskan pengalaman kerja.

Pengalaman Real-Time dengan Gemini Live

Salah satu fitur yang paling imersif adalah Gemini Live. Pengguna dapat berdiskusi langsung dengan AI secara suara, seolah sedang berbicara dengan manusia. Ketika dipakai untuk latihan wawancara, sesi ini terasa seperti simulasi betulan, cocok bagi mereka yang ingin mengasah intonasi, timing, hingga kemampuan menjelaskan ide secara spontan.

Karena responsnya real-time, pengguna bisa meminta evaluasi cara bicara, revisi jawaban secara langsung, simulasi pertanyaan lanjutan, atau pengulangan skenario tertentu. Bagi pemula, fitur ini menjadi ruang aman untuk berlatih berulang kali tanpa tekanan.

Galaxy S25 FE: Perangkat yang Nyaman untuk Belajar Interaktif

Meskipun Deep Research merupakan fitur aplikasi Gemini, integrasinya dengan Galaxy S25 FE memberikan pengalaman penggunaan yang lebih mulus untuk aktivitas produktif harian. Model ini membawa berbagai fitur Galaxy AI yang ditenagai Gemini Nano, seperti:

  • Live Translate untuk latihan wawancara bahasa asing
  • Cross-App Action untuk menjalankan perintah lintas aplikasi
  • serta berbagai alat editing dan catatan yang membantu mengorganisir hasil latihan

Bagi fresh graduate dan profesional muda, kombinasi Gemini + Galaxy S25 FE menghasilkan workflow belajar yang ringkas: riset, catat, latihan, evaluasi, dan simpan.

Fitur Utama Gemini yang Berperan Besar dalam Persiapan Karier

  1. Perencanaan Riset: Pengguna cukup menjelaskan tujuan, lalu Gemini menyusun peta riset secara otomatis.
  2. Penelusuran Otonom: Mencari referensi dari web, dokumen pribadi, email, atau file unggahan.
  3. Penalaran dan Sintesis: Gemini tidak hanya merangkum, tetapi juga menunjukkan alur pikirnya, menghubungkan konsep, dan mengidentifikasi kelebihan atau risiko.
  4. Laporan Komprehensif: Setiap hasil bisa dibuat menjadi rangkuman, laporan akademik, atau kuis interaktif di Canvas.

Kesimpulan: Cara Baru Mempersiapkan Interview di Era AI

Persiapan wawancara kerja tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada teknologi. Namun, integrasi fitur-fitur AI seperti Deep Research, Canvas, dan Live membuat proses belajar jauh lebih efisien dan terarah. Bagi banyak anak muda yang memulai karier, Gemini AI di Galaxy S25 FE memberikan cara baru untuk memahami perusahaan, membangun jawaban yang kuat, dan berlatih seperti menghadapi HRD sungguhan. Pendekatan ini bukan sekadar tren, tetapi tanda bahwa proses seleksi kerja kini memerlukan strategi yang lebih cerdas, dan AI menjadi partner yang tepat untuk itu.