Minggu, Maret 29, 2026
Beranda blog Halaman 326

4 Rekomendasi Smartwatch Kesehatan untuk Pantauan Real-Time

0

Manfaat dan Fitur Smartwatch untuk Kesehatan

Penggunaan smartwatch kini menjadi salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan secara lebih baik. Dengan fitur-fitur canggih yang disematkan, smartwatch bisa membantu pengguna melakukan pemantauan kesehatan secara real-time, mencegah gangguan kesehatan, bahkan mendeteksi dini berbagai kondisi medis.

Beberapa fitur utama yang umumnya tersedia pada smartwatch antara lain pemantauan detak jantung, pengukuran kadar oksigen dalam darah, analisis kualitas tidur, serta pengingat aktivitas fisik. Selain itu, data kesehatan yang diperoleh dapat diakses secara langsung dan digunakan untuk menyesuaikan pola hidup sesuai rekomendasi dari perangkat tersebut. Banyak juga smartwatch yang terhubung dengan aplikasi kesehatan berbasis cloud, sehingga memudahkan pengguna dalam mengelola data kesehatannya.

Jika Sobat PR merasa bahwa gaya hidup sehat saja tidak cukup dan butuh pantauan aktif agar tetap sehat, berikut beberapa smartwatch kesehatan yang bisa membantu meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan mental:

1. Huawei Watch Fit

Smartwatch ini dilengkapi dengan berbagai fitur kesehatan seperti pemantauan denyut jantung, saturasi oksigen, kontrol stres, hingga kualitas tidur. Untuk kebutuhan olahraga, Huawei Watch Fit memiliki GPS yang akurat untuk melacak pergerakan, pengukuran kecepatan dan jarak lari, serta deteksi olahraga otomatis. Terdapat lebih dari 100 mode latihan yang bisa dipilih.

Selain itu, pengguna bisa berkomunikasi saat berolahraga melalui fitur panggilan dan pesan. Layar berukuran 1.64 inci HD AMOLED Display memberikan tampilan yang jernih. Setelah pengecasan selama 45 menit, baterai bisa bertahan hingga sembilan hari. Jika hanya membutuhkan waktu singkat, cukup 5 menit pengecasan sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Harga yang ditawarkan adalah sekitar Rp869.000. Pengguna bisa membelinya secara online melalui tautan yang tersedia.

2. Garmin Vivoactive 5

Jam pintar dari Garmin ini dilengkapi dengan fitur pemantauan kesehatan yang lengkap, seperti denyut jantung, tingkat pernapasan, saturasi oksigen, fitness age, monitor energi body battery, pemantauan stres, pengingat relaksasi, meditasi, breathwork, sleep coach, hidrasi, dan kesehatan wanita hingga health snapshot.

Dilengkapi sensor GPS, kompas, dan akselerometer, Garmin Vivoactive 5 mampu mendeteksi berbagai jenis aktivitas olahraga mulai dari jalan kaki, gym, renang, hingga olahraga permainan seperti sepak bola, tenis, atau voli. Tersedia dalam pilihan warna hitam, navy, ivory, dan orchid, jam ini dibanderol dengan harga Rp3,1 juta.

3. Huafit GTR Mini

Smartwatch dengan desain layar bundar dan bodi PC & ABS ini memiliki kemampuan memantau kesehatan 24 jam, termasuk detak jantung, kadar oksigen darah, dan kualitas tidur. Bagi pengguna dengan ritme kerja tinggi, terdapat latihan pernapasan yang bisa membantu mengurangi stres. Untuk pengguna wanita, terdapat fitur pemantauan siklus menstruasi yang profesional.

Huafit GTR Mini juga memiliki lebih dari 100 mode olahraga, termasuk lari, bersepeda, kebugaran, dan bulu tangkis. Baterai berkapasitas 210mAh mampu bertahan 5-7 hari penggunaan normal dan bisa terisi penuh dalam waktu 2 jam. Tahan air IP67 membuatnya cocok digunakan saat mencuci tangan, terkena hujan, atau berkeringat saat berolahraga.

Harga yang ditawarkan dimulai dari Rp249.000. Pembelian bisa dilakukan secara online melalui tautan yang tersedia.

4. Xiaomi Mi Watch

Smartwatch dari Xiaomi ini memiliki desain ringan dengan berat hanya 32 gram. Tampilan jamnya sangat beragam, dengan lebih dari 100 pilihan dan dukungan tampilan live/kustom. Dilengkapi chip 12nm, Xiaomi Mi Watch memiliki fitur GPS yang akurat.

Pemantauan tubuh 24 jam mencakup kadar oksigen, waktu tidur, stres, dan energi tubuh. Baterai mampu bertahan hingga 16 hari, namun untuk penggunaan olahraga dan GPS, daya tahan mencapai 50 jam. Layar berukuran 1,39 inci dengan resolusi 326 ppi dan fitur Always On Display (AOD) memberikan tampilan yang jelas dan mudah diakses.

Xiaomi Mi Watch tersedia dalam enam pilihan warna tali dan tiga pilihan casing. Harganya sekitar Rp999.000.

Realme C85 Diluncurkan di Medan: Tahan Air dan Panas, Ideal untuk Aktivitas Ekstrem

0

Roadshow realme C85 Series di Medan, Tawarkan Ketangguhan dan Inovasi

realme Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna dengan menghadirkan roadshow “realme C85 Series — Baterai Ultra, Tahan Air Ultra Roadshow” yang resmi dibuka di Medan. Acara ini menjadi langkah awal dari empat wilayah yang akan dikunjungi, yaitu Medan, Manado, Surabaya, dan Bali.

Dengan hadirnya realme C85 Series, perusahaan membawa inovasi baru dalam dunia smartphone, khususnya untuk segmen harga Rp2–3 jutaan. Seri ini dikenal dengan kombinasi baterai ultra besar 7000mAh dan sertifikasi tahan air IP69 Pro pertama di dunia. Hal ini menjadikannya sebagai standar baru dalam ketangguhan ponsel di kelas harganya.

Fitur Ketenangan dan Keandalan yang Luar Biasa

realme C85 Series dilengkapi dengan beberapa fitur ketahanan yang sangat mengesankan:

  1. Tahan Semburan Air Panas Bertekanan Tinggi (IP69K)

    IP69K adalah jenis IP rating terbaru yang memiliki tingkat ketahanan air yang lebih ekstrem. Dengan sertifikasi ini, perangkat dapat bertahan terhadap semburan air panas hingga 100°C serta proses steam cleaning yang biasa digunakan di pabrik makanan dan manufaktur. Cocok untuk pekerja gudang, tambang, bengkel, kuliner, atau petugas outdoor yang sering terpapar air panas dan suhu ekstrem.

  2. Perendaman dalam Air (IP69 & IP68)

    Ponsel ini mampu bertahan dalam kondisi terendam hingga 1 meter dan bahkan bisa bertahan selama 60 hari dalam rendaman 0,5 meter. Cocok digunakan saat beraktivitas di sungai, hujan deras, atau kolam dangkal.

  3. Ketahanan Terhadap 36 Jenis Cairan

    Berbagai cairan seperti air sungai, susu, minyak, kopi, es teh, jus buah, kecap, kuah sup, hingga bensin telah diuji untuk memastikan keamanan perangkat. Ini menegaskan bahwa sertifikasi ketahanan tidak hanya klaim, tetapi sudah melalui uji coba yang terukur dan massal.

Varian Pro: Realme C85 Pro

Realme C85 Pro menjadi varian tertinggi dalam seri ini. Perangkat ini menggabungkan IP69 Pro dengan baterai Titan 7000mAh yang mendukung 45W Fast Charge dan 10W Reverse Charge. Kapasitas baterai ini memberikan daya tahan lama untuk pengguna aktif sepanjang hari, bahkan setelah penggunaan GPS, komunikasi, dan hiburan.

Fitur Reverse Charge memungkinkan perangkat digunakan sebagai pengisi daya untuk perangkat lain seperti TWS dan wearables. Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan hingga 4000 nits juga membuatnya layar paling terang di kelasnya, cocok untuk penggunaan di luar ruangan.

Dalam fotografi, realme C85 Pro dilengkapi kamera AI utama 50MP yang didukung oleh teknologi AI Edit Genie, AI Eraser, AI Ultra Clarity, dan AI Unblur. Selain itu, fitur Next AI seperti AI Netpilot dan AI Outdoor Mode meningkatkan performa dan visibilitas layar di kondisi ekstrem.

Varian Reguler: Realme C85

Sementara itu, realme C85 juga memiliki dua keunggulan utama yang sama seperti varian Pro, yakni IP69 Pro dan baterai 7000mAh dengan dukungan 45W Fast Charging dan 10W Reverse Charging. Perangkat ini dilengkapi layar 144Hz dengan kecerahan 1200 nits, cocok untuk penggunaan di berbagai kondisi cahaya.

Desain dan Warna yang Menarik

Kedua model dilengkapi struktur military-grade shock resistance yang menjaga ketahanan fisik di lingkungan kerja berat. Mereka melewati lebih dari 130 uji kualitas ekstrem, termasuk uji jatuh mikro dan suhu ekstrem.

Desain Light Feather Design dengan finishing kilau soft seperti bulu burung eksotis menjadi ciri khas dari kedua model. Realme C85 Pro tersedia dalam dua warna, yaitu Peacock Green dan Parrot Purple, sedangkan realme C85 tersedia dalam tiga pilihan warna: Swan Black, Kingfisher Blue, dan Parrot Purple.

Program CSR: Gerakan Ganti Oli 1000 Ojek Online

Roadshow ini juga menjadi momen penting bagi realme dalam berbagi melalui program CSR bertajuk “Gerakan Ganti Oli 1000 Ojek Online” bekerja sama dengan GARDA Indonesia. Tujuan dari program ini adalah membantu pekerja mobilitas tinggi agar tetap aman berkendara, terutama saat musim hujan.

Pihak realme berharap konsumen yang membeli secara offline dapat ikut dalam Lucky Draw dengan hadiah menarik seperti Honda Vario 160, realme Buds T310, dan realme Buds T110 hingga 31 Desember 2025.

HP Gaming iQoo 15 Diluncurkan di Indonesia, Harga Dimulai dari Rp 13 Juta

0

iQoo 15 Hadir di Indonesia, Menawarkan Performa Gaming yang Maksimal

Sub-brand Vivo, iQoo, resmi meluncurkan ponsel flagship terbaru mereka, iQoo 15, di pasar Tanah Air. Ponsel ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, memberikan pengalaman gaming yang lebih optimal dan responsif.

Spesifikasi Unggulan

iQoo 15 mengusung layar berukuran 6,85 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate hingga 144 Hz. Layar ini dilengkapi dengan teknologi Samsung M14 Lead OLED LTPO yang mampu memberikan kecerahan tinggi hingga 2.600 nits serta kecerahan lokal hingga 6.000 nits. Selain itu, layar juga telah tersertifikasi Dolby Vision, Dual Eye Protection, dan HDR10+ untuk kenyamanan mata pengguna.

Ponsel ini ditenagai oleh sistem chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan Supercomputing Chip Q3 buatan iQoo sendiri. Kombinasi ini diklaim mampu meningkatkan kinerja perangkat secara signifikan, termasuk dalam hal ray tracing, frame rate, dan resolusi gambar.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, iQoo 15 menawarkan konfigurasi RAM LPDDR5X Ultra hingga 16 GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB. Perangkat lunak yang digunakan adalah OriginOS 6 berbasis Android 16, yang menyediakan fitur seperti Origin Island untuk memudahkan pengguna dalam menyalin dan menyinkronkan teks, serta drag and drop untuk mengirim file antar aplikasi.

Kamera dan Pengalaman Fotografi

Dalam aspek fotografi, iQoo 15 dilengkapi dengan tiga kamera belakang, yaitu kamera utama 50 MP (Sony IMX921), kamera telefoto periskop 50 MP (Sony IMX882) dengan zoom optik 3x, dan kamera ultrawide 50 MP. Ketiga kamera ini ditempatkan dalam modul persegi di bagian belakang ponsel, lengkap dengan strip LED RGB untuk efek pencahayaan tambahan.

Untuk kebutuhan selfie, iQoo 15 memiliki kamera depan 32 MP yang ditempatkan di dalam punch hole kecil di bagian tengah atas layar.

Baterai dan Sistem Pendingin

Salah satu fitur unggulan iQoo 15 adalah baterai silikon-karbon berkapasitas besar 7.000 mAh yang dipadukan dengan pengisian cepat via kabel 100 watt dan nirkabel 40 watt. Terdapat juga fitur smart bypass charging yang memungkinkan daya dialirkan langsung ke motherboard tanpa membebani baterai saat digunakan sambil bermain game.

Selain itu, iQoo 15 dilengkapi dengan sistem pendingin 8K Ultra VC yang mampu menjaga performa tetap optimal bahkan ketika digunakan untuk waktu lama. Sistem pendingin ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 5 persen dibanding pendahulunya.

Fitur Tambahan dan Desain

iQoo 15 juga dilengkapi dengan WiFi 7, Bluetooth 6.0, NFC, GPS dual-band, serta speaker stereo ganda. Dalam hal desain, ponsel ini menggunakan bahan kaca dengan finishing matte yang nyaman di tangan, serta frame aluminium dengan main finish yang minim bekas sidik jari. Bentuk shuttle curve di sisi ponsel memberikan pengalaman genggam yang lebih nyaman.

Harga dan Ketersediaan

Di Indonesia, iQoo 15 tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Alpha (putih) dan Legend (hitam). Untuk harga dan ketersediaannya, iQoo menyediakan beberapa varian:

  • Online Exclusive: iQoo 15 RAM 12 GB/256 GB – Rp 12.999.000
  • Offline & Online:
  • iQoo 15 RAM 16 GB/512 GB – Rp 13.999.000
  • iQoo 15 RAM 16 GB/1 TB – Rp 15.999.000

Ponsel ini bisa dibeli mulai hari ini di marketplace dan retail rekanan iQoo di seluruh Indonesia.

4 iPhone yang Harus Dihindari Tahun 2026, Investasi Gagal di Era AI dan 5G

0

Perkembangan Teknologi dan Rekomendasi iPhone untuk Tahun 2026

Di tahun 2026, dunia teknologi telah mengalami perubahan besar, terutama dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan koneksi 5G yang kini menjadi standar. Dengan perkembangan ini, sejumlah model smartphone lama mulai tidak lagi relevan untuk digunakan sebagai perangkat utama. Meskipun iPhone dikenal memiliki masa pakai yang panjang, beberapa seri lama ternyata sudah tidak layak dijadikan investasi, terutama jika Anda mempertimbangkan kebutuhan harian di masa depan.

Membeli iPhone bekas dengan harga murah mungkin terlihat menarik, namun risiko yang muncul seperti kurangnya dukungan iOS, baterai yang lemah, dan ketidakhadiran fitur AI bisa jadi sangat mengganggu. Berikut adalah empat seri iPhone yang sebaiknya Anda hindari jika ingin membeli perangkat di tahun 2026.

1. iPhone 11 Series (dan Varian Pro)

iPhone 11 series dirilis pada tahun 2019 dan dianggap sebagai flagship yang solid pada masanya. Namun, setelah enam tahun, perangkat ini sudah mendekati akhir masa dukungan perangkat lunaknya. Apple kemungkinan akan menghentikan pembaruan iOS terbaru untuk model ini pada tahun 2026 atau 2027. Tanpa pembaruan, pengguna akan kehilangan akses ke fitur keamanan penting dan peningkatan stabilitas sistem.

Selain itu, keterbatasan hardware pada koneksi 4G LTE membuatnya ketinggalan dari jaringan 5G yang kini dominan. Model ini juga tidak didukung oleh fitur AI generatif yang akan menjadi standar di tahun 2026.

2. iPhone XR dan iPhone XS Series

Model-model yang dirilis pada tahun 2018 ini sudah hampir mencapai ambang batas dukungan software Apple. Masalah utama bagi pembeli iPhone second adalah kondisi baterai yang sudah sangat terdegradasi. Di tahun 2026, baterai pada unit lama dipastikan sudah tidak optimal dan memerlukan penggantian yang mahal.

Selain itu, performa chipset A12 Bionic mulai tersendat saat menjalankan aplikasi berat atau multitasking. Untuk iPhone XR, layar LCD-nya juga sudah sangat tertinggal dibandingkan standar display OLED yang kini umum digunakan.

3. iPhone SE Generasi ke-2 (Tahun 2020)

Meskipun iPhone SE (2020) populer karena harganya yang terjangkau, desain fisiknya masih menggunakan konsep dari iPhone 8, yaitu layar kecil 4,7 inci dan bezel tebal. Desain ini membuat pengalaman multimedia terasa sempit dan tidak nyaman.

Meski chipset A13 Bionic masih tangguh, ukuran layar dan resolusi yang terbatas membuat pengalaman browsing atau menonton video terasa ketinggalan zaman. Ini bukan lagi pilihan yang ideal untuk penggunaan jangka panjang.

4. iPhone 12 Mini

iPhone 12 Mini merupakan salah satu perangkat 5G tertua dalam daftar ini. Namun, ia memiliki kelemahan fatal, yaitu baterai yang secara universal dikritik buruk sejak awal rilis. Jika dibeli dalam kondisi second di tahun 2026, kapasitas baterainya yang kecil kemungkinan besar sudah terdegradasi lebih lanjut, sehingga perangkat ini nyaris tidak bisa bertahan sepanjang hari bahkan untuk penggunaan ringan.

Pengguna akan sering kali harus membawa power bank atau mencari colokan, yang tentu mengganggu kepraktisan penggunaan sehari-hari.

Kesimpulan

Membeli iPhone lama di tahun 2026 adalah pertaruhan antara harga dan fungsionalitas. Risiko kehilangan pembaruan keamanan, performa baterai yang rendah, dan absennya fitur AI terbaru tidak sebanding dengan harga diskonnya. Sebagai rekomendasi minimal, jika Anda tetap ingin membeli iPhone bekas yang layak, sebaiknya memilih iPhone 13 Series.

Model ini menawarkan baterai yang jauh lebih baik dibandingkan iPhone 12 Mini atau SE Gen 2. Chipset A15 Bionic yang tangguh masih mampu menangani kebutuhan penggunaan jangka panjang. Selain itu, iPhone 13 Series akan mendapatkan dukungan software Apple hingga setidaknya tahun 2028-2029.

Investasikan uang Anda pada perangkat yang masih relevan dengan standar teknologi 2026, bukan pada perangkat yang siap usang.

10 Prompt Gemini AI Ubah Foto Monokrom Jadi Keren dan Elegan, Hasilnya Mirip Pemotretan Profesional

0

ZONA GADGET

Tren visual digital terus berkembang pesat, dan gaya monokrom kembali menjadi pilihan utama karena mampu menonjolkan keanggunan tanpa gangguan warna. Kini, berkat kemajuan teknologi Generative AI seperti Gemini, siapa pun bisa menciptakan potret hitam-putih yang minimalis, artistik, dan elegan hanya dengan memasukkan prompt yang tepat, tanpa perlu studio foto profesional.

Gemini AI menawarkan kemampuan untuk menghasilkan potret wanita ultra-realistis dengan kualitas 8K, lengkap dengan komposisi yang matang. Mulai dari pencahayaan dramatis ala teknik Chiaroscuro, tekstur pakaian tebal bernuansa editorial, hingga tone monokrom lembut yang menonjolkan kontur wajah dan ekspresi alami. Tidak hanya itu, berbagai gaya juga bisa diwujudkan, seperti konsep selfie ala tahun 2000-an, nuansa grunge minimalis, atau estetika sinematik modern yang tampak seperti cuplikan dari sebuah film indie. Semuanya dapat dibuat dalam hitungan detik.

Untuk membantu pengguna menghasilkan foto monokrom terbaik, ZONA GADGET telah menyusun 10 prompt Gemini AI terbaru dan teruji, yang dirancang khusus menciptakan potret wanita dengan karakter kuat, sentuhan minimalis, dan aura elegan. Setiap prompt dikurasi agar gambar tetap mempertahankan kemiripan wajah, menghadirkan tekstur kulit autentik, serta memancarkan tone hitam-putih yang halus dan berkelas. Foto-foto hasil dari prompt ini juga cocok dijadikan foto profil bagi yang ingin meng-upgrade tampilan media sosial.

Berikut adalah daftar lengkap 10 prompt Gemini AI untuk mengubah foto selfie biasa menjadi potret keren yang artistik dengan tone monokrom:

  1. Selfie 2000-an dengan Gaya Malam Perkotaan

    Konsep foto ini adalah selfie realistis ala tahun 2000-an. Fokus pada wanita muda yang mengambil selfie close-up dengan flash di dalam ruangan. Latar belakang menunjukkan suasana kota malam hari yang terpantul di cermin, dengan pakaian dress satin lengan pendek dan celana trousers pendek hitam, menciptakan pose seksi dan melamun dengan pencahayaan flash difus yang elegan.

  2. Potret Selfie Sensual Bergaya 2000-an

    Foto ini juga merupakan selfie realistis gaya 2000-an. Fokus pada wanita muda yang mengambil selfie sudut tinggi dengan flash. Dengan latar belakang gelap dan pantulan kota di cermin, wanita tersebut mengenakan kemeja satin putih oversized dengan bahu sedikit turun, memberikan kesan seksi dan melamun dalam suasana redup dan sendirian, diperkuat oleh flash difus dan tekstur gambar berbutir.

  3. Potret Wanita dalam Gaun Bunga Kuning Mustard

    Foto ini berfokus pada potret editorial yang autentik dari seorang wanita muda, menonjolkan gaun bunga kuning mustard dan riasan alami. Konsepnya adalah kehangatan, kepercayaan diri, dan keanggunan minimalis dengan pencahayaan alami dan tekstur kulit yang realistis.

  4. Potret Glamor Modern

    Foto ini mengangkat konsep potret editorial glamor modern. Fokusnya adalah pada atasan rajut perak berkilau yang dikenakan oleh wanita berhijab, dipadukan dengan riasan alami yang hangat. Pencahayaan yang merata menonjolkan kilau busana dan fitur wajah, menciptakan tampilan profesional seperti kampanye kecantikan.

  5. Estetika Y2K di Hutan Senja

    Menciptakan potret bergaya Y2K dari seorang wanita muda yang percaya diri, berpose di jalan setapak hutan yang diterangi oleh matahari rendah. Konsep utamanya adalah kontras antara suasana alam yang lembut dengan fashion statement (jaket puffer, celana Hack, riasan nude glossy).

  6. Street Style Sinematik Perkotaan

    Prompt ini akan menciptakan foto menjadi selfie sudut rendah (low-angle selfie). Konsep yang diusung yaitu gaya fashion profesional atau “kekuatan” (power dressing) dengan blazer kebesaran dan celana panjang di latar belakang perkotaan yang cerah.

  7. Potret Anggun dengan Sentuhan Chiaroscuro

    Fokus utama prompt ini adalah menciptakan potret mode artistik dengan pencahayaan samping yang dramatis, menonjolkan efek chiaroscuro pada wajah wanita muda. Ia mengenakan sweater tebal bertekstur, yang berpadu dengan latar belakang minimalis, suram, dan elegan.

  8. Potret Mode Chiaroscuro Sweter Rajut

    Menciptakan potret mode artistik dengan pencahayaan samping yang dramatis (chiaroscuro). Fokus pada sweter hitam rajut tebal dan ekspresi tenang/melankolis dengan latar belakang gelap pekat.

  9. Potret Sinematik Elegan dalam Balutan Hitam

    Foto ini berfokus pada potret studio dengan suasana tenang dan intim, menampilkan seorang wanita dengan blus hitam berenda. Konsepnya adalah minimalisme modern yang elegan dengan kedalaman sinematik, di mana pencahayaan lembut menyoroti kontras antara pakaian gelap dan kulit cerah, serta keaslian tekstur alami.

  10. Potret Dramatis Hiperrealistis

    Prompt ini fokus menciptakan potret close-up wajah dengan kontras tinggi yang menonjolkan ekspresi bangga dan intens. Konsepnya adalah menghadirkan detail tetesan air yang membasahi wajah dan rambut panjang yang juga basah, memberikan kesan dramatis dan menyegarkan.

Dengan menggunakan 10 prompt di atas, pengguna dapat menciptakan potret yang sangat keren dengan konsep hitam minimalis. Selamat mencoba!

Kepala AWS: AI Berkembang Cepat di ASEAN, 21 Juta Bisnis Sudah Mengadopsi

0

Pertumbuhan Adopsi AI di ASEAN Mengalami Peningkatan Pesat

Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Hal ini disampaikan oleh Jeff Johnson, Managing Director AWS untuk ASEAN, dalam sesi Media Briefing ASEAN yang digelar selama acara tahunan AWS re:Invent 2025 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Menurut data riset terbaru yang dirilis oleh AWS bersama firma riset Strand, sebanyak 29 persen bisnis di ASEAN telah mengadopsi AI, naik dari 21 persen pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, lebih dari 21 juta perusahaan di kawasan ini kini memanfaatkan AI, termasuk 5,7 juta bisnis baru yang mulai masuk ke dunia AI dalam setahun terakhir. Johnson menyebut bahwa rata-rata ada sekitar 11 bisnis per menit yang mulai mengadopsi AI, menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat.

Meski demikian, Johnson menjelaskan bahwa sebagian besar bisnis masih berada di tahap awal pemanfaatan AI. Perusahaan-perusahaan pada tahap “basic” umumnya menggunakan AI untuk efisiensi internal dan otomatisasi sederhana, bukan untuk transformasi proses bisnis yang lebih kompleks. Hanya sekitar 11 persen bisnis di ASEAN yang sudah mencapai tingkat “AI transformative” atau “AI native”.

Inovasi dan Pengembangan Teknologi AI di ASEAN

AWS terus memperkuat investasi di Asia Tenggara dengan menghadirkan berbagai layanan dan teknologi baru. Salah satu contoh adalah penggunaan model Amazon Nova Pro dan Nova Lite oleh platform foto 123RF (Malaysia) untuk memberi deskripsi otomatis pada jutaan konten visual. Dengan adanya teknologi ini, waktu pencarian diklaim turun hingga 90 persen.

Di Thailand, perusahaan pengembang properti Sansiri menggunakan generative AI untuk mempercepat respons pelanggan dan memproses puluhan ribu invoice setiap bulan. Sementara itu, di Indonesia, ada bank digital yang memanfaatkan AWS untuk proses on-boarding cepat dan layanan mandiri dengan stabilitas tinggi. Operator seluler Telkomsel juga mengembangkan sistem analitik insiden proaktif bernama Celyna di atas Amazon Bedrock, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu respons insiden.

Amazon Bedrock sendiri merupakan layanan terkelola sepenuhnya yang menyediakan model pondasi (FM) berkinerja tinggi dari perusahaan AI terkemuka dan Amazon untuk bisnis gunakan melalui API terpadu.

Investasi Miliaran Dollar di Asia Tenggara

Jeff Johnson juga menegaskan komitmen besar AWS di Asia Tenggara, terutama Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Menurutnya, investasi infrastruktur dan data center AWS di kawasan ini akan melampaui 30 miliar dollar AS dalam beberapa tahun ke depan. Alokasi investasi tersebut antara lain:

  • Singapura: sekitar 9 miliar dollar AS
  • Malaysia: 6 miliar dollar AS
  • Thailand dan Indonesia: masing-masing 5 miliar dollar AS

Investasi ini bertujuan untuk menghadirkan cloud region yang lebih dekat ke pelanggan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Di Thailand, misalnya, investasi AWS disebut berpotensi membuka 11.000 lapangan kerja setara penuh per tahun, sekaligus menambah 10 miliar dollar AS ke PDB negara tersebut.

Acara AWS re:Invent 2025 dan Pengumuman Baru

Acara AWS re:Invent 2025 akan resmi dibuka dengan opening keynote dari CEO AWS Matt Garman, bertajuk “How AWS Is Shaping The Future of Cloud Tech” pada Selasa (2/12/2025) waktu Las Vegas. Bos AWS yang diangkat pada Juni 2024 ini akan memaparkan bagaimana AWS ingin “me-reinvent” alias membangun ulang pondasi cloud agar dapat menangani beban kerja AI yang makin berat.

AWS juga menyiapkan berbagai sesi untuk memperkenalkan layanan dan pengembangan baru, termasuk Amazon Quick Suite, Nova family, Bedrock, serta rangkaian peningkatan performa infrastruktur komputasi dan chip AI seperti Trainium dan Graviton. Seluruh pengumuman ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan bisnis yang kini semakin bergeser ke pendekatan AI, agentic AI, bahkan AI-native.

Pengunjung dapat mengikuti sesi keynote secara gratis dengan mendaftarkan diri di situs resmi AWS re:Invent 2025.

Tablet Multitasking 2025: Perangkat Ringkas Pengganti Laptop

0

Tren Tablet Multitasking di Pasar Teknologi 2025

Tablet multitasking kini menjadi perhatian utama di pasar teknologi 2025. Perangkat ini tidak hanya menawarkan kepraktisan seperti smartphone, tetapi juga kemampuan yang mampu menggantikan fungsi laptop. Dengan desain tipis, layar luas, dan performa yang dirancang untuk mendukung produktivitas tinggi, tablet semakin diminati oleh pelajar, pekerja, maupun pengguna umum yang membutuhkan fleksibilitas dalam aktivitas sehari-hari.

Pasar tablet tahun ini menunjukkan tren yang semakin kuat ke arah perangkat serba bisa. Produsen besar seperti Xiaomi, Huawei, Motorola, hingga merek global lainnya berlomba menghadirkan tablet dengan spesifikasi yang mendukung multitasking. Contohnya adalah Redmi Pad 2, yang hadir dengan layar 11 inci beresolusi 2,5K, prosesor Helio G100-Ultra, serta baterai jumbo 9.000 mAh. Perangkat ini bahkan dilengkapi dukungan kartu SIM 4G, sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada Wi-Fi semata. Fitur ini menjadikan tablet lebih fleksibel untuk bekerja di berbagai situasi, baik saat rapat daring maupun mengakses dokumen di perjalanan.

Motorola, yang sempat meredup, kembali memperkuat posisinya di pasar dengan lini Moto Pad 60 Series. Tiga varian yang dirilis, yakni Moto Pad 60 Lite, Neo, dan Pro, menyasar segmen harga berbeda. Seri ini menekankan kemampuan multitasking dengan prosesor yang lebih bertenaga, layar besar, serta dukungan stylus untuk kebutuhan mencatat atau menggambar. Kehadiran Motorola di segmen ini menunjukkan bahwa tablet bukan lagi sekadar perangkat hiburan, melainkan alat kerja yang serius.

Huawei juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan MatePad SE 11 dan sejumlah varian lain yang dikenal memiliki konstruksi tangguh serta harga kompetitif. Tablet Huawei menawarkan pengalaman multitasking yang nyaman, mulai dari editing ringan, menonton, hingga bermain gim. Dengan layar besar dan bobot lebih ringan dibanding laptop, perangkat ini menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi. Huawei menekankan bahwa tablet dapat menggantikan laptop untuk aktivitas ringan, sehingga pengguna tidak perlu membawa perangkat berat ke mana-mana.

Tren tablet multitasking juga terlihat dari rekomendasi berbagai media teknologi yang menyoroti perangkat ini sebagai solusi produktivitas. Kini, tablet dilengkapi dengan fitur stylus, quad speaker dengan Dolby Atmos, hingga sistem operasi yang dioptimalkan untuk multitasking. Hal ini memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi sekaligus tanpa hambatan berarti. Dalam konteks kerja, tablet dapat digunakan untuk presentasi, mencatat ide secara digital, hingga menghadiri rapat daring. Sementara bagi pelajar, tablet menjadi sarana belajar interaktif yang mendukung kelas online maupun aktivitas kreatif seperti menggambar dan membuat catatan digital.

Keunggulan utama tablet multitasking terletak pada keseimbangan antara portabilitas dan performa. Layar yang lebih besar dibanding ponsel memberikan kenyamanan saat membaca atau mengedit dokumen, sementara bobot yang lebih ringan dibanding laptop membuatnya mudah dibawa. Dengan dukungan baterai berkapasitas besar, tablet mampu bertahan seharian tanpa perlu sering diisi ulang. Selain itu, konektivitas seluler pada beberapa model menambah nilai lebih karena pengguna tetap bisa terhubung meski berada di luar jangkauan Wi-Fi.

Persaingan di pasar tablet juga mendorong inovasi dari sisi harga. Beberapa merek menawarkan perangkat dengan harga mulai Rp1 jutaan, sehingga semakin banyak konsumen yang bisa mengakses teknologi ini. Tablet murah sekalipun kini sudah dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup untuk multitasking dasar, seperti browsing, menonton video, atau mengedit dokumen ringan. Sementara tablet kelas menengah dan premium menghadirkan fitur lebih lengkap, termasuk layar beresolusi tinggi, prosesor bertenaga, serta dukungan aksesori seperti keyboard dan stylus.

Kehadiran tablet multitasking di 2025 memperlihatkan perubahan cara masyarakat memandang perangkat digital. Jika sebelumnya tablet lebih sering dianggap sebagai alat hiburan, kini posisinya bergeser menjadi perangkat produktivitas yang mampu menunjang pekerjaan dan pembelajaran. Dengan semakin banyak pilihan di pasaran, konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan dan anggaran, apakah untuk aktivitas ringan, kerja profesional, atau hiburan multimedia.

Melihat tren ini, tablet multitasking diprediksi akan terus berkembang sebagai perangkat utama dalam ekosistem digital. Dukungan sistem operasi yang semakin matang, aplikasi produktivitas yang terus diperbarui, serta integrasi dengan layanan cloud menjadikan tablet sebagai perangkat yang relevan di era kerja fleksibel. Produsen pun diperkirakan akan terus berinovasi menghadirkan fitur baru, mulai dari layar lipat hingga integrasi kecerdasan buatan untuk mendukung pengalaman multitasking yang lebih cerdas.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, tablet multitasking kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan perangkat inti yang mampu menjembatani kebutuhan antara smartphone dan laptop. Kehadirannya di pasar teknologi 2025 menegaskan bahwa mobilitas, produktivitas, dan hiburan dapat berpadu dalam satu perangkat yang ringkas, ringan, dan serba bisa.

Jadwal Rilis Antarmuka HyperOS 3 untuk Poco, Daftar HP yang Dapat Update

0

Pembaruan HyperOS 3 Dijadwalkan Dirilis untuk Berbagai Perangkat Poco

Poco telah mengumumkan jadwal distribusi pembaruan sistem antarmuka (UI) HyperOS 3. Pembaruan ini menawarkan peningkatan dalam antarmuka pengguna, performa yang lebih mulus, serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Hyper Island. Pembaruan akan diberikan secara bertahap, mulai dari perangkat flagship hingga kelas menengah dan entry-level, termasuk tablet.

Pembaruan HyperOS 3 akan dimulai pada Oktober 2025 dan berlangsung hingga Maret 2026. Pembaruan ini akan mencakup berbagai seri perangkat Poco, seperti Poco F8 Series, F7 Series, X7 Series, F6 Series, X6 Series, M Series, C Series, serta tablet Poco Pad Series. Urutan penerapan pembaruan disesuaikan dengan rilis perangkat yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Fitur Baru dalam HyperOS 3

HyperOS 3 adalah versi terbaru dari sistem operasi HyperOS yang sebelumnya dirilis sebagai HyperOS 2. Pembaruan ini membawa beberapa peningkatan penting, termasuk peningkatan antarmuka pengguna dan penyempurnaan performa sistem agar navigasi terasa lebih mulus saat digunakan.

Selain itu, HyperOS 3 juga menghadirkan fitur-fitur baru yang berbasis AI. Salah satu fitur yang menonjol adalah Hyper Island, yang menampilkan notifikasi dan aktivitas lain di sekitar lubang kamera depan (punch hole). Fitur ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih intuitif dan interaktif.

Jadwal Rilis HyperOS 3 untuk Berbagai Seri Poco

Pembaruan HyperOS 3 tidak dirilis sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan. Poco akan memprioritaskan perangkat flagship terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan perangkat kelas menengah, entry-level, dan akhirnya tablet.

Berikut adalah daftar lengkap jadwal rilis HyperOS 3 untuk berbagai perangkat Poco:

Bulan Oktober – November 2025

  • Poco F8 Ultra
  • Poco F8 Pro
  • Poco F7 Ultra
  • Poco F7 Pro
  • Poco F7
  • Poco X7 Pro Iron Man Edition
  • Poco X7 Pro
  • Poco X7

Bulan November – Desember 2025

  • Poco F6 Pro
  • Poco F6
  • Poco X6 Pro
  • Poco M7
  • Poco M6 Pro
  • Poco M6
  • Poco C75

Bulan Desember 2025 – Maret 2026

  • Poco F5 Pro
  • Poco F5
  • Poco X6
  • Poco M7 Pro 5G
  • Poco C85
  • Poco Pad
  • Poco Pad X1
  • Poco Pad M1

Pembaruan HyperOS 3 ini merupakan bagian dari komitmen Poco untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sistem operasi. Dengan jadwal yang terstruktur, pengguna dapat lebih mudah memantau kapan perangkat mereka akan menerima pembaruan terbaru.

Asisten Suara AI Pertama Hadir di Ponsel ZTE Nubia M153

0

Inovasi Teknologi AI dari ByteDance di Ponsel ZTE Nubia M153

ByteDance, perusahaan yang dikenal sebagai pengembang TikTok, kembali menghadirkan inovasi teknologi terbaru dengan meluncurkan asisten suara berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan hadir di ponsel ZTE Nubia M153. Ini menjadi langkah penting dalam memperluas penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi pengguna ponsel yang ingin mendapatkan pengalaman interaksi yang lebih efisien dan praktis.

Asisten suara ini menggunakan model bahasa Doubao, yang sebelumnya telah dikenal sebagai salah satu aplikasi AI konsumen terbesar di Tiongkok. Dengan teknologi ini, pengguna dapat menjalankan berbagai perintah hanya melalui suara, seperti mencari konten favorit, memutar musik, atau memesan tiket perjalanan. Hal ini mengurangi kebutuhan untuk mengetik atau membuka aplikasi satu per satu, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan ponsel.

ByteDance menegaskan bahwa mereka tidak sedang membuat ponsel sendiri. Fokus utamanya adalah pada pengembangan AI dan kerja sama dengan berbagai produsen ponsel. Kolaborasi dengan ZTE dalam ponsel Nubia M153 menjadi awal yang menjanjikan, karena membuka peluang bagi Doubao untuk hadir di lebih banyak perangkat di masa depan.

Salah satu keunggulan Doubao dibanding asisten suara lain adalah kemampuannya memahami konteks percakapan. Pengguna bisa memberi perintah secara alami, misalnya “cari film action terbaru” atau “pesankan tiket kereta ke Beijing besok pagi,” dan AI akan langsung merespons tanpa perlu langkah tambahan. Fitur ini mirip dengan konsep asisten AI modern seperti ChatGPT atau Siri, tetapi dengan fokus pada kebutuhan sehari-hari pengguna di Tiongkok.

Selain itu, Doubao juga mampu mengintegrasikan berbagai layanan digital, termasuk e-commerce, hiburan, hingga transportasi. Dengan demikian, satu asisten bisa menggantikan beberapa aplikasi sekaligus. Bagi pengguna ponsel Nubia M153, ini menjadi nilai plus yang mempermudah kehidupan digital sehari-hari.

Meskipun baru tersedia di ponsel tertentu, langkah ByteDance menunjukkan ambisi besar mereka di ranah AI. Doubao sudah populer sebagai aplikasi AI konsumen, dan dengan masuk ke perangkat keras ponsel, mereka memperluas ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi. Bayangkan, bukan hanya buka aplikasi, tapi cukup bicara ke ponsel, semua kebutuhan digital bisa ditangani.

Dari sisi pengalaman pengguna, integrasi Doubao ke Nubia M153 akan diuji coba oleh berbagai kalangan. Hal ini penting untuk memastikan AI bisa merespons perintah suara dengan cepat dan akurat. ByteDance optimis bahwa asisten ini akan membawa pengalaman baru yang lebih praktis, cerdas, dan menyenangkan dibanding asisten suara yang ada di pasaran saat ini.

Inovasi ini menunjukkan bahwa asisten suara AI dari ByteDance, Doubao, menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi ponsel pintar. Dengan kemampuan menjalankan berbagai perintah suara, memahami konteks, dan mengintegrasikan banyak layanan digital, AI ini bisa menjadi teman digital sehari-hari yang mempermudah hidup.

Meski ByteDance tidak membuat ponsel sendiri, kolaborasi ini membuka jalan bagi Doubao hadir di lebih banyak perangkat di masa depan. Bagi penggemar teknologi atau pengguna gadget, Nubia M153 dengan Doubao AI patut dicatat. Ini bukan sekadar gimmick, tetapi langkah nyata menuju ponsel pintar yang lebih cerdas dan adaptif terhadap kebutuhan penggunanya. Jadi, siap-siaplah melihat tren baru asisten suara AI yang semakin canggih dan serba bisa!

Eksekutif AI Apple Pergi, Kursi Penting Diisi Orang Baru

0

Perubahan Pemimpin di Divisi Kecerdasan Buatan Apple

John Giannandrea secara resmi mengundurkan diri dari posisi Senior Vice President Machine Learning dan AI Strategy Apple pada Senin (1/12/2025). Ia telah menjadi bagian dari perusahaan sejak 2018 dan akan tetap bertugas sebagai penasihat hingga masa pensiunnya pada musim semi 2026. Perubahan ini menjadi langkah terbesar dalam struktur kecerdasan buatan Apple sejak peluncuran Apple Intelligence tahun lalu.

Salah satu perubahan penting adalah masuknya Amar Subramanya ke jajaran pimpinan AI perusahaan. CEO Apple, Tim Cook, menyampaikan bahwa AI telah menjadi inti dari strategi perusahaan, dan ia senang menyambut Subramanya ke dalam tim kepemimpinan Craig Federighi serta membawa keahlian AI yang luar biasa ke Apple.

Penempatan Amar Subramanya dalam Struktur Kerja Divisi AI Apple

Amar Subramanya mulai bertugas sebagai Vice President of AI pada Selasa (2/12/2025) dan langsung melapor kepada Senior Vice President Software Engineering, Craig Federighi. Sebelum bergabung dengan Apple, ia pernah menjabat Corporate Vice President of AI di Microsoft setelah 16 tahun memimpin tim teknik Gemini Assistant di Google. Kini, ia memiliki tanggung jawab atas pengembangan model dasar Apple, riset pembelajaran mesin, serta tim keamanan dan evaluasi AI.

Beberapa unit yang sebelumnya berada di bawah komando Giannandrea kini dipindahkan ke Chief Operating Officer Sabih Khan dan Eddy Cue yang memimpin bisnis layanan Apple. Pengelolaan Siri tetap berada di tangan Mike Rockwell yang juga berkoordinasi dengan Federighi. Cook menyampaikan bahwa Federighi selama ini memainkan peran penting dalam mendorong langkah-langkah AI di perusahaan, termasuk pekerjaan untuk menghadirkan Siri yang lebih personal bagi pengguna tahun depan.

Kritik Kinerja AI Apple Mendorong Perubahan Komando Internal

Pergantian kepemimpinan ini muncul ketika Apple terus menerima sorotan karena dianggap tertinggal sejak OpenAI merilis ChatGPT pada 2022. Apple Intelligence yang dirilis tahun lalu hanya mendapatkan reaksi yang biasa saja dari publik. Pembaruan besar Siri yang sebelumnya direncanakan meluncur lewat iOS 18 pun mundur hingga 2026 karena proses pengembangannya berjalan lebih lambat dari harapan.

Pada awal tahun, muncul laporan bahwa Cook sudah tidak sepenuhnya yakin dengan arah yang dijalankan Giannandrea untuk tim AI dan Siri. Tanggung jawab Siri kemudian dialihkan kepada Rockwell yang juga mengepalai proyek Vision Pro. Untuk generasi Siri terbaru, Apple menggunakan model Gemini milik Google dan bekerja sama dengan OpenAI, alih-alih hanya mengandalkan model internal.

Tekanan Industri AI Membentuk Strategi Baru Apple Ke Depan

Dalam 2025, saham Apple tumbuh sebesar 16 persen, namun kenaikan itu masih tertinggal dibandingkan perusahaan teknologi lain yang menggelontorkan investasi besar untuk infrastruktur AI dan model mutakhir. Apple tetap mempertahankan pendekatan pemrosesan AI langsung di perangkat, berbeda dengan Microsoft, Google, dan Meta yang lebih mengandalkan komputasi awan. Perusahaan juga telah meningkatkan anggaran pengembangan AI secara signifikan sejak Agustus.

Di saat bersamaan, Jony Ive, eks kepala desain legendaris Apple, memilih menjual startup io kepada OpenAI dengan nilai 6,4 miliar dolar AS (setara Rp106,6 triliun). Ia kemudian bergabung dengan CEO OpenAI Sam Altman untuk merancang perangkat keras AI generasi berikutnya. Prototipe sudah rampung dan diperkirakan bisa diperkenalkan dalam dua tahun atau bahkan lebih cepat.