Jumat, Mei 1, 2026
Beranda blog Halaman 376

Harga iPhone Terbaru: iPhone 15, 16, 16E, 17 Pro Max, 17 Air

0

Daftar Harga Terbaru iPhone di Indonesia

Berikut adalah daftar harga terkini untuk berbagai model iPhone yang tersedia di pasar Indonesia. Harga ini mencakup beberapa seri terbaru hingga versi lama, dengan detail kapasitas memori dan perbandingan harga sebelumnya.

iPhone 17

  • iPhone 17 256 GB: Rp 17.249.000
  • iPhone 17 512 GB: Rp 21.999.000

iPhone 17 Air

  • iPhone 17 Air 256 GB: Rp 21.249.000
  • iPhone 17 Air 512 GB: Rp 25.999.000
  • iPhone 17 Air 1 TB: Rp 30.249.000

iPhone 17 Pro

  • iPhone 17 Pro 256 GB: Rp 23.749.000
  • iPhone 17 Pro 512 GB: Rp 28.249.000
  • iPhone 17 Pro 1 TB: Rp 32.999.000
  • iPhone 17 Pro 2 TB: Tidak tersedia

iPhone 17 Pro Max

  • iPhone 17 Pro Max 256 GB: Rp 25.749.000
  • iPhone 17 Pro Max 512 GB: Rp 30.249.000
  • iPhone 17 Pro Max 1 TB: Rp 34.999.000
  • iPhone 17 Pro Max 2 TB: Rp 43.999.000

iPhone 13

  • iPhone 13 128 GB: Rp 8.249.000 (sebelumnya Rp 10.299.000)

iPhone 14

  • iPhone 14 128 GB: Rp 9.699.000 (sebelumnya Rp 12.499.000)
  • iPhone 14 256 GB: Rp 11.949.000 (sebelumnya Rp 15.299.000)

iPhone 15

  • iPhone 15 128 GB: Rp 10.999.000 (sebelumnya Rp 14.400.000)
  • iPhone 15 256 GB: Rp 13.499.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)

iPhone 15 Plus

  • iPhone 15 Plus 128 GB: Rp 12.999.000 (sebelumnya Rp 16.499.000)
  • iPhone 15 Plus 256 GB: Rp 15.499.000 (sebelumnya Rp 19.499.000)

iPhone 16

  • iPhone 16 128 GB: Rp 14.999.000
  • iPhone 16 256 GB: Rp 15.999.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)
  • iPhone 16e 128 GB: Rp 10.999.000 (sebelumnya Rp 12.749.000)
  • iPhone 16 Plus 128 GB: Rp 15.999.000 (sebelumnya Rp 18.999.000)
  • iPhone 16 Plus 256 GB: Rp 18.499.000 (sebelumnya Rp 21.499.000)
  • iPhone 16 Plus 512 GB: Rp 22.999.000 (sebelumnya Rp 25.499.000)

iPhone 16 Pro

  • iPhone 16 Pro 128 GB: Rp 17.499.000 (sebelumnya Rp 18.749.000)
  • iPhone 16 Pro 256 GB: Rp 19.999.000 (sebelumnya Rp 21.749.000)
  • iPhone 16 Pro 512 GB: Rp 23.499.000 (sebelumnya Rp 26.249.000)

iPhone 16 Pro Max

  • iPhone 16 Pro Max 256 GB: Rp 21.499.000 (sebelumnya Rp 22.749.000)
  • iPhone 16 Pro Max 512 GB: Rp 25.499.000 (sebelumnya Rp 28.249.000)
  • iPhone 16 Pro Max 1 TB: Rp 29.499.000 (sebelumnya Rp 33.249.000)

iPhone 16e

  • iPhone 16e 128 GB: Rp 11.499.000 (sebelumnya Rp 12.740.000)
  • iPhone 16e 256 GB: Rp 13.999.000 (sebelumnya Rp 15.240.000)
  • iPhone 16e 512 GB: Rp 17.999.000 (sebelumnya Rp 19.240.000)

iPhone 11

  • iPhone 11 64 GB: Rp 6.999.000
  • iPhone 11 128 GB: Rp 8.499.000

iPhone SE 3rd Gen

  • iPhone SE 3rd Gen 64 GB: Rp 6.999.000
  • iPhone SE 3rd Gen 128 GB: Rp 8.499.000
  • iPhone SE 3rd Gen 256 GB: Rp 9.999.000

Cara Pre Order iPhone 17 di Berbagai Distributor

Beberapa distributor resmi Apple di Indonesia telah membuka sistem pre order untuk iPhone 17. Berikut langkah-langkah pemesanan di tiga distributor utama:

iBox Indonesia

  • Pre order akan dibuka pada 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB.
  • Pengambilan barang dilakukan pada 17 Oktober 2025.
  • Cara pemesanan:
  • Buka situs resmi iBox.
  • Masuk ke halaman utama.
  • Klik “Registrasi” di promosi iPhone 17.
  • Isikan nama lengkap, email, dan nomor HP.
  • Pilih varian iPhone yang diinginkan.
  • Klik “Simpan”.
  • Setelah berhasil, akan muncul notifikasi.

Digimap

  • Pre order iPhone 17 dimulai pada 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB.
  • Pengambilan barang dilakukan pada 17 Oktober 2025.
  • Langkah pemesanan mirip dengan iBox:
  • Buka situs resmi Digimap.
  • Klik “Registrasi” di promosi iPhone 17.
  • Isikan data diri.
  • Pilih varian iPhone.
  • Klik “Simpan”.

Erafone

  • Pre order iPhone 17 juga dibuka pada 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB.
  • Pengambilan barang dilakukan pada 17 Oktober 2025.
  • Prosedur pemesanan sama seperti dua distributor sebelumnya:
  • Buka situs resmi Erafone.
  • Klik “Registrasi” di promosi iPhone 17.
  • Isikan informasi pribadi.
  • Pilih varian iPhone.
  • Klik “Simpan”.

Google meluncurkan Gemini 3 Flash, model AI cepat dan hemat untuk lawan OpenAI

0

Google Meluncurkan Gemini 3 Flash, Model AI Terbaru yang Cepat dan Efisien

Google kembali memperkuat posisi mereka dalam persaingan kecerdasan buatan global dengan meluncurkan model terbaru bernama Gemini 3 Flash. Peluncuran ini dilakukan pada Rabu (17/12) sebagai bagian dari strategi untuk menjaga dominasi di pasar AI. Dengan peningkatan signifikan dalam performa, model ini diklaim lebih cepat, efisien, dan memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan versi sebelumnya.

Gemini 3 Flash telah menjadi model default di aplikasi Gemini serta fitur AI Mode di mesin pencarian Google, menggantikan Gemini 2.5 Flash. Meski hanya enam bulan setelah peluncuran versi sebelumnya, peningkatan kinerjanya cukup mencolok. Berbagai uji coba menunjukkan bahwa model ini mampu bersaing dengan model-model kelas atas seperti Gemini 3 Pro dan GPT-5.2 dari OpenAI.

Pada uji benchmark Humanity’s Last Exam, yang menguji pemahaman lintas bidang keilmuan, Gemini 3 Flash mencatat skor 33,7 persen tanpa bantuan alat tambahan. Angka ini mendekati Gemini 3 Pro (37,5 persen) dan sedikit di bawah GPT-5.2 (34,5 persen), serta jauh melampaui Gemini 2.5 Flash yang hanya mencapai 11 persen. Sementara itu, dalam uji multimodal dan penalaran MMMU-Pro, Gemini 3 Flash tampil dominan dengan skor 81,2 persen, mengungguli seluruh pesaingnya.

Model yang Cocok untuk Pengguna Umum

Google menyebut Gemini 3 Flash sebagai “model pekerja keras” yang bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Model ini mampu memahami berbagai jenis input, mulai dari teks, gambar, video, hingga audio. Misalnya, pengguna dapat mengunggah video olahraga pickleball untuk meminta saran teknik, mengirimkan sketsa gambar untuk ditebak isinya, atau mengunggah rekaman suara untuk dianalisis maupun diubah menjadi kuis.

Selain itu, Gemini 3 Flash dinilai lebih baik dalam memahami maksud pertanyaan pengguna dan memberikan jawaban visual seperti tabel dan gambar. Google bahkan memungkinkan pengguna membuat prototipe aplikasi langsung dari prompt di aplikasi Gemini. Meskipun Flash menjadi model bawaan, pengguna tetap bisa memilih Gemini 3 Pro melalui model picker, terutama untuk kebutuhan matematika dan pemrograman.

Siap Digunakan oleh Perusahaan dan Pengembang

Di sektor bisnis, Gemini 3 Flash sudah digunakan oleh beberapa perusahaan teknologi seperti JetBrains, Figma, Cursor, Harvey, dan Latitude. Model ini tersedia melalui Vertex AI dan Gemini Enterprise, serta bisa diakses oleh pengembang dalam versi pratinjau lewat API dan alat pemrograman Google terbaru, Antigravity.

Dalam uji SWE-bench verified, Gemini 3 Pro mencatat skor 78 persen, hanya kalah dari GPT-5.2. Model ini dinilai cocok untuk analisis video, ekstraksi data, serta tanya jawab visual, terutama karena kecepatannya yang tinggi. Dari segi harga, Gemini 3 Flash dibanderol US$ 0,50 per 1 juta token input dan US$ 3,00 per 1 juta token output. Harga ini sedikit lebih mahal dibanding Gemini 2.5 Flash, tetapi Google menegaskan bahwa performanya lebih tinggi, tiga kali lebih cepat, dan menggunakan 30 persen lebih sedikit token untuk tugas-tugas penalaran.

“Flash kami posisikan sebagai model andalan untuk pekerjaan skala besar. Dari sisi harga input dan output, ini jauh lebih terjangkau dan memungkinkan banyak perusahaan menjalankan tugas dalam jumlah besar,” kata Tulsee Doshi, Senior Director dan Head of Product Gemini Models.

Persaingan di Dunia Kecerdasan Buatan Makin Ketat

Sejak merilis Gemini 3, Google mengklaim telah memproses lebih dari 1 triliun token per hari melalui API-nya. Angka ini mencerminkan sengitnya persaingan dengan OpenAI, yang sebelumnya dilaporkan mengeluarkan memo “Code Red” setelah trafik ChatGPT sempat menurun seiring naiknya pangsa pasar Google.

Meski demikian, Google menegaskan bahwa kompetisi justru mendorong inovasi di industri AI. “Semua model terus berkembang, saling menantang, dan mendorong batas kemampuan. Yang menarik, kami juga memperkenalkan benchmark dan cara evaluasi baru, dan itu memacu kami untuk terus berkembang,” kata Doshi.

POCO F4 GT: Ponsel Gaming Terbaik dengan RAM 12GB? Ini Spesifikasinya!

0

Spesifikasi Poco F4 GT: Performa dan Visual Kelas Atas

Ponsel kelas atas yang dirancang untuk pengguna yang membutuhkan performa maksimal, Poco F4 GT hadir dengan berbagai fitur canggih. Dengan desain modern dan teknologi terkini, ponsel ini cocok digunakan untuk bermain game, multitasking, hingga mengakses konten multimedia.

Poco F4 GT dilengkapi dengan chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 4 nm. Chipset ini menawarkan responsif yang cepat dan efisien untuk berbagai tugas, termasuk menjalankan game berat atau editing video. Selain itu, tersedia opsi RAM hingga 12 GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 hingga 256 GB, sehingga pengguna dapat menjalankan aplikasi berat tanpa mengalami lag.

Layar AMOLED 6,67 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Tampilan layar sangat tajam, dengan animasi yang mulus saat bermain game atau scrolling konten. Layar ini juga memiliki kecerahan tinggi serta perlindungan Corning Gorilla Glass Victus, membuatnya tahan goresan dan nyaman digunakan di luar ruangan bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Keunggulan Poco F4 GT: Fitur yang Membuatnya Hebat

Salah satu keunggulan utama dari Poco F4 GT adalah kombinasi performa dan fitur gaming yang lengkap. Sistem pendinginan LiquidCool Technology 3.0 membantu menjaga suhu tetap stabil saat bermain game berat, sehingga performa tetap optimal selama sesi panjang.

Untuk pengalaman audio, ponsel ini dilengkapi speaker quad simetris dengan dukungan Dolby Atmos dan sertifikasi Hi-Res Audio. Hal ini membuat pengguna dapat menikmati musik dan video dengan kualitas suara yang kaya dan jernih.

Dalam hal pengisian daya, Poco F4 GT memiliki baterai berkapasitas sekitar 4700 mAh yang dapat diisi kembali dengan cepat melalui teknologi 120 W HyperCharge. Teknologi ini memungkinkan baterai terisi 100% dalam waktu singkat, sehingga pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan konfigurasi tiga lensa, termasuk sensor utama 64 MP yang mendukung hasil foto yang tajam dan video hingga resolusi 4K. Kamera depan 20 MP memenuhi kebutuhan selfie dan panggilan video.

Pilihan Ideal untuk Gaming dan Multitasking

Dengan segala spesifikasi dan fitur yang dimiliki, Poco F4 GT bukan hanya sekadar ponsel gaming biasa. Ponsel ini juga mendukung produktivitas, hiburan, dan konten kreatif. Kapasitas RAM besar, penyimpanan luas, serta chipset kelas atas membuatnya mampu menangani aplikasi berat sekaligus. Ditambah konektivitas 5G ganda dan sensor sidik jari samping, penggunaan keseluruhan ponsel terasa cepat, aman, dan nyaman dalam berbagai situasi.

Secara keseluruhan, Poco F4 GT menawarkan kombinasi performa, visual, audio, dan teknologi baterai yang sangat kuat di kelasnya. Dengan semua keunggulan yang dimilikinya, tak heran jika ponsel ini menjadi pilihan populer di pasar smartphone flagship saat ini.

4 HP POCO Hanya Rp1 Jutaan di Desember 2025, Cek Spesifikasi Lengkapnya

0

Rekomendasi Ponsel POCO dengan Harga di Bawah Rp1 Jutaan

Pada Desember 2025, masih terdapat beberapa ponsel POCO yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, yaitu mulai dari Rp1 jutaan. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi ponsel yang bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang mencari perangkat dengan spesifikasi menarik namun tetap hemat.

POCO C71

POCO C71 merupakan salah satu model yang layak dipertimbangkan. Dirilis di Indonesia pada Mei 2025 lalu, ponsel ini kini dijual dengan harga Rp1.099.000. Ponsel ini dilengkapi dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal sebesar 128GB.

Meskipun harganya relatif murah, POCO C71 memiliki baterai besar berkapasitas 5.200 mAh yang didukung pengisian cepat 15W. Layarnya berukuran 6,88 inci HD+ dengan dukungan refresh rate 120Hz. Untuk performa, ponsel ini mengandalkan prosesor Unisoc T7250. Sementara itu, untuk fotografi, POCO C71 dibekali kamera belakang 32MP dan kamera depan 8MP.

POCO C75

Selanjutnya, ada POCO C75 yang pertama kali dirilis pada Oktober 2024. Saat ini, varian 6GB/128GB dilepas dengan harga Rp1.349.000, sedangkan varian 8GB/256GB dijual seharga Rp1.649.000.

POCO C75 memiliki layar 6,88 inci HD+ dengan kecepatan refresh 120Hz. Baterainya berkapasitas 5.160 mAh dan mendukung pengisian cepat 18W. Dapur pacu menggunakan MediaTek Helio G81 Ultra. Di bagian kamera, POCO C75 menyematkan kamera utama 50MP dan kamera depan 13MP.

POCO C85

POCO C85 juga menjadi opsi menarik lainnya dalam kategori smartphone dengan harga di bawah Rp1 jutaan. Varian 6GB/128GB dijual seharga Rp1.499.000, sementara varian 8GB/256GB dihargai Rp1.699.000.

Layar POCO C85 berukuran 6,9 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan maksimal 810 nits. Kamera utamanya beresolusi 50MP dan kamera depan 8MP. Di bagian dapur pacu, POCO C85 menggunakan MediaTek Helio G81 Ultra. Sementara itu, baterainya berkapasitas 6.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 33W.

POCO M6

Jika mencari ponsel dengan spesifikasi lebih tinggi, POCO M6 bisa menjadi pilihan. Saat ini, ponsel ini dijual dengan harga Rp1.899.000, membawa RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB.

POCO M6 mengandalkan prosesor MediaTek Helio G91 Ultra. Baterainya berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 33W. Layarnya berukuran 6,79 inci Full HD+ dengan refresh rate 90Hz. Kamera utamanya memiliki resolusi 108MP, didampingi kamera makro 2MP dan kamera depan 13MP.

Dengan berbagai pilihan tersebut, pengguna dapat memilih ponsel POCO sesuai kebutuhan dan anggaran. Spesifikasi yang cukup menarik dan harga yang terjangkau membuat ponsel-ponsel ini menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Ulasan Jujur Samsung Galaxy A05: Kelebihan dan Kekurangan!

0

Potensi Bisnis di Pasar Ponsel Entry-Level

Di tengah persaingan ketat antara merek-merek asal Tiongkok yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau, Samsung tetap mempertahankan kepercayaan dirinya dengan meluncurkan Galaxy A05 untuk pasar ponsel entry-level. Ponsel ini dirancang khusus untuk kalangan muda, terutama mereka yang berusia 20 hingga 30 tahun. Bagi generasi ini, ponsel bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga teman sejati dalam berbagai aktivitas digital seperti media sosial, streaming, dan bahkan gaming ringan.

Dengan harga terbaru sekitar Rp1.429.000, Galaxy A05 menawarkan desain yang lebih segar dibandingkan pendahulunya. Namun, apakah logo Samsung di bagian belakang sudah cukup menjadi alasan untuk membelinya? Berikut analisis menyeluruh mengenai spesifikasi, kelebihan, dan kekurangan ponsel ini agar kamu bisa memilih dengan tepat.

Kelebihan Samsung Galaxy A05

  1. Pengisian Daya Cepat 25W

    Di kelas harga Rp1 jutaan, dukungan fast charging 25W adalah nilai plus yang besar karena mampu mengisi baterai jauh lebih cepat dibanding standar 10W atau 18W. Ini sangat cocok bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan daya tahan baterai yang cepat.

  2. Kamera Utama 50 MP

    Resolusi kamera utama yang tinggi mampu menghasilkan foto dengan detail yang cukup baik di kondisi cahaya terang, cocok untuk kebutuhan media sosial. Meskipun tidak sempurna, kualitas foto cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari.

  3. Layar Lega 6.7 Inci

    Ukuran layar yang sangat luas memberikan kepuasan tersendiri saat digunakan untuk menonton film atau scrolling TikTok. Layar ini cocok untuk pengguna yang sering menggunakan ponsel untuk hiburan.

  4. Jaminan Update Software

    Samsung dikenal rajin memberikan pembaruan keamanan dan sistem operasi, sehingga HP ini lebih awet secara software dibanding kompetitornya. Hal ini membuat ponsel ini lebih stabil dan aman dalam jangka panjang.

  5. Desain Minimalis

    Membawa bahasa desain khas Samsung seri S yang elegan tanpa modul kamera yang menonjol berlebihan. Desain ini memberikan kesan modern dan premium meski di kelas entry-level.

Kekurangan Samsung Galaxy A05

  1. Tidak Ada Sensor Sidik Jari

    Absennya fingerprint scanner sangat disayangkan untuk standar keamanan dan kenyamanan HP zaman sekarang. Pengguna harus bergantung pada pengenalan wajah atau password.

  2. Layar Masih HD+ dan 60 Hz

    Ketajaman layar kurang maksimal karena resolusi belum Full HD+, dan pergerakan layar terasa standar karena belum mendukung 90 Hz. Hal ini dapat mengurangi pengalaman multitasking dan gaming.

  3. Penyimpanan eMMC 5.1

    Jenis memori internal yang digunakan masih teknologi lama, sehingga kecepatan baca-tulis data kalah cepat dibanding UFS yang mulai banyak dipakai pesaing. Ini bisa memengaruhi kinerja aplikasi dan pengalaman pengguna.

  4. Fitur Minim

    Tidak ada NFC, tidak ada kamera ultrawide, dan speaker masih mono (tunggal), yang mengurangi pengalaman multimedia. Fitur-fitur ini umumnya hadir di ponsel sekelas lain.

  5. Bezel Dagu Tebal & Waterdrop Notch

    Desain depan masih terlihat agak kuno dengan poni tetesan air dan dagu layar yang cukup tebal. Hal ini mengurangi kesan modern dari ponsel ini.

Apakah Layak Dibeli?

Jika kamu adalah tipe pengguna yang memprioritaskan ketenangan pikiran, menginginkan HP yang awet, jarang error, antarmuka bersih tanpa iklan yang mengganggu, dan mudah mencari tempat servis, Samsung Galaxy A05 adalah pilihan yang aman dan tepat. Namun, jika kamu adalah pengguna yang agresif, suka bermain game kompetitif, butuh layar mulus 90Hz, atau sering melakukan multitasking berat, HP ini mungkin akan terasa kurang memuaskan.

Dengan anggaran yang sama, melirik kompetitor seperti Xiaomi atau keluarga Transsion (Infinix/Itel) bisa memberikan performa mentah yang lebih tinggi. Pilihan ada di tanganmu: Kenyamanan jangka panjang (Samsung) atau Performa maksimal instan (Kompetitor).

Kunci Jawaban Koding & AI Kelas 7 Halaman 112, Aktivitas 5 Detektif Halusinasi

0

Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Kurikulum Merdeka

Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) untuk siswa SMP/MTs Kelas VII dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya membangun sikap kritis terhadap informasi digital. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membekali siswa dengan literasi digital yang kuat sejak dini.

Salah satu aktivitas yang digunakan adalah Aktivitas 5 yang bertajuk “Detektif Halusinasi”. Dalam aktivitas ini, siswa diajarkan untuk mengenali informasi yang salah atau tidak akurat yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan artifisial generatif seperti chatbot dan alat pembuat teks otomatis. Aktivitas ini berada di Bab 3: Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menggunakan teknologi AI secara bijak, teliti, dan bertanggung jawab.

Tujuan Aktivitas Detektif Halusinasi

Guru memulai pembelajaran dengan menjelaskan bahwa kecerdasan artifisial generatif bisa menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan, namun tidak selalu benar. Kesalahan semacam ini disebut halusinasi AI. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki beberapa kemampuan dasar, yaitu:

  • Mengidentifikasi informasi yang mencurigakan
  • Memverifikasi kebenaran data
  • Tidak langsung mempercayai hasil keluaran AI

Dalam praktiknya, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberikan lembar kerja berisi contoh teks hasil AI generatif untuk dianalisis bersama. Proses diskusi ini membantu siswa melatih kemampuan analitis mereka dalam menghadapi informasi digital.

Aktivitas 5 – Detektif Halusinasi

Dalam aktivitas ini, siswa diminta untuk menganalisis teks atau gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial. Mereka kemudian mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Bagian mana yang patut dicurigai sebagai halusinasi?
  2. Mengapa bagian tersebut diragukan kebenarannya?
  3. Bagaimana cara memverifikasi informasi tersebut?
  4. Apa dampak yang mungkin terjadi jika informasi palsu langsung dipercaya?

Setelah berdiskusi, siswa diminta menyusun Panduan Mendeteksi Halusinasi KA, yang berisi 3–5 ciri informasi mencurigakan serta langkah-langkah sederhana untuk melakukan pengecekan fakta.

Contoh Teks dari Kecerdasan Artifisial Generatif

Berikut adalah contoh teks yang digunakan dalam aktivitas:

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau. Bahasa nasionalnya adalah Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu dan ditetapkan sebagai bahasa resmi pada tahun 1945. Indonesia memiliki monumen terkenal, Borobudur, yang dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra.

Menurut penelitian Profesor Johansson dari Universitas Stockholm pada tahun 2022, Borobudur memiliki teknologi antigempa sangat canggih yang tidak ditemukan pada bangunan lain pada masanya. Indonesia juga memiliki hewan endemik Komodo yang dapat hidup hingga 150 tahun dan memiliki kemampuan regenerasi sel yang sedang dikaji untuk pengobatan kanker.

Analisis dan Kunci Jawaban

Borobudur dibangun sekitar tahun 850 M oleh Raja Samaratungga

Curiga Halusinasi: Tidak

Alasan: Merupakan fakta sejarah yang banyak dirujuk

Verifikasi: Sesuai dengan sumber sejarah tepercaya

Penelitian Profesor Johansson tentang teknologi antigempa Borobudur

Curiga Halusinasi: Ya

Alasan: Tidak ditemukan referensi akademik atau jurnal resmi

Verifikasi: Tidak ada sumber ilmiah tepercaya yang mendukung

Komodo hidup hingga 150 tahun dan mampu meregenerasi sel untuk kanker

Curiga Halusinasi: Ya

Alasan: Usia komodo rata-rata hanya sekitar 30–50 tahun dan tidak ada bukti ilmiah terkait regenerasi sel ekstrem

Verifikasi: Informasi tidak benar dan tergolong hoaks

Kesimpulan

Melalui Aktivitas 5 ini, siswa dilatih menjadi pengguna teknologi yang kritis dan cerdas. Mereka diajarkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu meskipun disajikan secara meyakinkan oleh kecerdasan artifisial. Materi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun literasi digital sejak dini, sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.

Tren Foto AI Miniatur Viral, Konten Sederhana yang Menghebohkan Media Sosial: Begini Cara Membuatnya

0

Fenomena Foto Miniatur Berbasis Kecerdasan Buatan di Media Sosial

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, muncul sebuah tren baru yang menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Tren ini menghadirkan foto miniatur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin populer di TikTok dan Instagram. Konten-konten ini mampu mengubah objek biasa seperti motor, mobil, hingga manusia menjadi figur 3D yang tampak realistis dan sangat menarik.

Hasil visual dari tren ini serupa dengan action figure premium yang memiliki detail presisi, pencahayaan alami, serta tekstur halus. Meskipun terlihat profesional, proses pembuatannya tidak memerlukan editing yang rumit. Hal ini membuat tren ini mudah diakses oleh siapa saja yang ingin mencoba.

Popularitas tren ini meningkat pesat setelah banyak kreator membagikan tutorial singkat yang dapat diikuti dengan mudah. Tutorial-tutorial tersebut telah ditonton jutaan kali, membuktikan bahwa tren ini tidak hanya menarik, tetapi juga bisa diakses oleh banyak orang.

Apa Itu Tren Miniatur AI?

Tren miniatur AI adalah proses pengolahan foto biasa menjadi figur 3D realistis yang terlihat seperti produk koleksi eksklusif. Setiap hasil akhir dilengkapi dengan latar meja kerja, layar komputer, atau bahkan kemasan mainan. Sentuhan latar yang realistis memberikan kesan profesional tanpa memerlukan keahlian desain tingkat lanjut.

Platform AI yang Umum Digunakan

Banyak platform AI yang digunakan oleh para kreator untuk membuat konten miniatur. Salah satu yang populer adalah Google Gemini AI melalui fitur Nano Banana (Gemini 2.5 Flash Image). Selain itu, alternatif lain seperti Lmarena AI dan Dreamina juga sering digunakan. Untuk membuat foto miniatur, cukup menggunakan ponsel atau komputer dengan koneksi internet stabil.

Cara Membuat Foto Miniatur AI

Langkah pertama dalam membuat foto miniatur AI adalah memilih foto beresolusi tinggi dengan objek utama yang jelas. Ini akan memudahkan AI dalam memproses gambar. Setelah itu, akses platform AI seperti Gemini melalui web atau aplikasi, unggah foto, lalu masukkan prompt teks yang detail agar hasil visual sesuai dengan harapan.

Dalam hitungan detik hingga menit, AI akan menampilkan hasil miniatur yang bisa langsung diunduh dan dibagikan. Jika ingin hasil lebih maksimal, kreator bisa melakukan sedikit editing menggunakan aplikasi seperti Canva sebelum mengunggahnya ke media sosial.

Tips Anti Gagal Membuat Miniatur AI

Untuk memastikan hasil yang optimal, gunakan foto dengan latar sederhana agar AI fokus pada objek utama. Pastikan juga koneksi internet stabil. Prompt yang jelas, spesifik, dan detail sangat penting dalam proses ini. Contohnya, pengaturan skala figur seperti 1/6 atau 1/7 bisa memberikan variasi visual yang menarik.

Selain itu, menambahkan personalisasi seperti nama pada kemasan figurin juga bisa membuat hasil lebih unik dan menarik.

Alasan Tren Ini Digemari

Tren miniatur AI diminati karena mudah dibuat tanpa memerlukan keterampilan khusus. Hasil visualnya estetik dan terlihat hidup, sehingga mampu menarik perhatian pengguna media sosial. Selain itu, tren ini terbukti mampu meningkatkan engagement tinggi.

Tren ini menunjukkan bahwa kreativitas digital kini semakin inklusif. Siapa pun bisa menciptakan karya visual unik dan berpotensi viral hanya dengan bantuan AI dan prompt yang tepat. Dengan kemudahan akses dan hasil yang menarik, tren miniatur AI akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari dunia digital saat ini.

Paradoks Kecerdasan Buatan: Tugas Cepat, Otak Makin Lelah?

0

Fenomena Joki Tugas dengan Bantuan AI di Media Sosial

Belakangan ini, banyak orang mungkin pernah melihat video di TikTok atau Instagram yang menawarkan jasa joki tugas. Isu ini semakin marak dan menjadi topik yang sering muncul di media sosial. Yang menarik adalah, para joki ini tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugas-tugas pelanggan. Mereka kini menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bisnis ini terbukti sangat diminati, bahkan ada akun penyedia jasa yang memiliki ribuan pengikut.

Ini merupakan bagian dari fenomena yang lebih luas, yaitu penggunaan teknologi canggih dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan situasi di mana tenggat waktu tugas hanya tersisa satu jam. Dengan bantuan AI, Anda cukup mengetik satu kalimat perintah ke chatbot dan dalam hitungan detik, tugas selesai. Meski terlihat menguntungkan, di balik kenyamanan itu ada risiko yang tidak bisa diabaikan, yaitu penurunan kemampuan otak sendiri.

Pengertian Brain Rot dan Bukti Ilmiahnya

Anak muda saat ini memiliki istilah unik untuk menggambarkan kondisi mental akibat terlalu banyak mengonsumsi konten instan digital, yaitu brain rot atau otak yang membusuk. Menurut Dinas Komunikasi dan Informatika, fenomena ini bukan sekadar istilah gaul, melainkan ancaman nyata terhadap fungsi kognitif. Kekhawatiran ini didukung oleh sebuah penelitian tahun 2025 yang diterbitkan di jurnal MDPI oleh Michael Gerlich. Dalam studi berjudul “AI Tools in Society”, ia menemukan hubungan negatif antara penggunaan alat AI dan kemampuan berpikir kritis.

Ia juga mengamati fenomena cognitive offloading, di mana semakin sering seseorang menyerahkan tugas berpikir kepada mesin, semakin merosot kemampuan mereka untuk menganalisis masalah secara mandiri. Artinya, kita tidak menjadi lebih pintar, tetapi justru semakin pandai menyuruh mesin.

Penggunaan AI di Kampus

Di Indonesia, penggunaan AI di kalangan pelajar sangat agresif. Data dari survei global tahun 2025 oleh Chegg dan GoodStats menunjukkan bahwa 95% mahasiswa menggunakan AI untuk belajar. Angka ini tertinggi dibandingkan 15 negara lain. Sayangnya, penggunaannya sering kali berlebihan. Contohnya, seorang dosen di Palembang menemukan fakta mengejutkan saat memeriksa skripsi mahasiswanya. Setelah dicek, ternyata 95% isi skripsi tersebut terindikasi buatan AI. Mahasiswa tersebut mungkin merasa cerdas, padahal ia sedang menipu diri sendiri.

Di Amerika Serikat, kasus seperti ini juga terjadi. Seorang mahasiswi bernama Ella Stapleton menuntut uang kuliah dikembalikan karena menemukan dosen mengajar dan memberi umpan balik menggunakan ChatGPT. Ini menunjukkan dunia pendidikan modern yang aneh, di mana mahasiswa dan dosen saling bergantung pada AI.

Dampak di Dunia Kerja

Dampak dari kebiasaan serba instan ini mulai terasa di dunia kerja. Laporan analisis kode dari GitClear pada tahun 2024 menemukan penurunan kualitas kode pemrograman secara global. Hal ini terjadi karena banyak pemrogram muda yang asal salin dari AI tanpa memahami logika di baliknya. Akibatnya, kode yang dihasilkan sering kali berulang dan sulit diperbaiki.

Dulu, karyawan baru belajar dari tugas-tugas remeh, melakukan kesalahan, memperbaikinya, dan memahami prosesnya. Sekarang, tugas dasar ini diambil alih oleh AI. Akibatnya, banyak lulusan baru yang gagap saat menghadapi masalah sungguhan yang tidak bisa dijawab oleh chatbot. Mereka kehilangan proses susah-susah dahulu yang penting untuk mematangkan keahlian.

Mengendalikan Penggunaan AI

Meskipun AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat, kita tidak boleh mengabaikan risikonya. Kunci utamanya adalah gesekan. Kita perlu sengaja mempersulit diri sedikit dengan menggunakan otak terlebih dahulu untuk membuat kerangka ide atau konsep kasar. Biarkan otak bekerja keras sebentar, lalu panggil AI sebagai rekan debat atau asisten yang merapikan pekerjaan. Jangan biarkan AI menyetir dari awal sampai akhir.

Di era di mana segala sesuatu bisa diselesaikan dalam lima menit, kita harus waspada agar paradoks AI ini tidak membuat otak pemiliknya makin tumpul.

Apa Itu AI Bubble? Tren Kenaikan Harga HP 2026, Inovasi atau Ledakan Teknologi?

0

Perkembangan Teknologi AI dan Isu AI Bubble

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bantuan dalam diskusi, pengelolaan data, hingga peran strategis di pemerintahan dan industri, AI telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Namun, di balik kemajuan tersebut muncul pertanyaan besar: apakah AI Bubble adalah inovasi berkelanjutan atau justru bom waktu bagi teknologi global?

AI dalam Kehidupan Modern

Saat ini, AI mampu memproses data dalam jumlah besar dan memberikan respons secara real time dengan jeda yang sangat minim. Kemampuan ini membuat AI diandalkan dalam berbagai sektor seperti pendidikan, bisnis, kesehatan, dan pemerintahan. Beberapa negara bahkan sudah memanfaatkan AI untuk membantu pengelolaan data publik dan pengambilan kebijakan berbasis analisis. Di sisi lain, kondisi ini juga memicu kekhawatiran tentang peran manusia yang perlahan tergeser oleh otomatisasi.

Dari sinilah diskursus mengenai AI Bubble mulai mencuat ke permukaan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana pertumbuhan investasi, ekspektasi, dan penggunaan teknologi AI melampaui nilai dan kinerja realistisnya. Fenomena ini sering dibandingkan dengan gelembung dot-com pada awal perkembangan internet.

Apa Itu AI Bubble?

Secara sederhana, AI Bubble merujuk pada situasi di mana antusiasme terhadap AI melebihi realitasnya. Bill Gates pernah mengibaratkan AI Bubble seperti gelembung udara yang terus ditiup. Awalnya terlihat menjanjikan, namun jika terlalu besar dan tidak didukung oleh nilai nyata, gelembung tersebut berisiko pecah.

Di sisi lain, antusiasme publik dan investor terhadap AI memang sedang berada di puncaknya. Hal ini menyebabkan lonjakan investasi besar-besaran di sektor AI, yang memicu berbagai proyek dan inisiatif baru.

Dampak AI Bubble terhadap Dunia Kerja

Salah satu dampak paling nyata dari AI Bubble adalah perubahan besar di pasar tenaga kerja. Kemampuan AI untuk bekerja 24 jam sehari membuat perusahaan mulai mempertimbangkan ulang kebutuhan tenaga manusia. Otomatisasi agresif berpotensi memperlebar jarak keterampilan antara pekerja junior dan senior. Di sisi lain, kemudahan menggunakan AI bisa menciptakan ketergantungan dan menghambat proses pembelajaran mendalam bagi tenaga kerja baru.

Jika tidak diimbangi kebijakan yang tepat, kondisi ini dapat menyulitkan penyerapan tenaga kerja dalam jangka panjang.

Startup Teknologi Tertekan oleh Raksasa Industri

AI Bubble juga berdampak pada peta persaingan industri teknologi. Pengembangan AI saat ini didominasi oleh perusahaan besar seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Meta. Startup teknologi harus berjuang keras untuk bersaing karena keterbatasan modal dan infrastruktur. Biaya pengembangan AI, termasuk kebutuhan perangkat keras canggih, membuat banyak perusahaan kecil kesulitan bertahan. Kondisi ini memicu konsentrasi kekuatan teknologi pada segelintir pemain besar.

AI Bubble dan Kenaikan Harga HP 2026

Isu AI Bubble semakin ramai setelah muncul pernyataan dari Francis Wong, petinggi perusahaan Realme. Ia menyebut bahwa harga ponsel pada tahun 2026 diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan. Menurutnya, hampir semua merek akan menaikkan harga ponsel. Bahkan, beberapa merek kecil terancam tidak mampu memproduksi perangkat baru.

Kelangkaan RAM dan Dampak AI Bubble

Salah satu penyebab yang banyak disorot adalah kelangkaan komponen perangkat keras, khususnya RAM dan penyimpanan. Kebutuhan AI terhadap RAM dalam jumlah besar membuat pasokan global tertekan. Banyak warganet menduga bahwa AI Bubble ikut mempercepat lonjakan permintaan hardware. Misalnya, beberapa komentar menyebut harga RAM melonjak hingga ratusan persen karena lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pusat data AI.

Di sisi lain, sektor smartphone akhirnya ikut terdampak karena harus bersaing dengan industri AI dalam mendapatkan komponen.

Lonjakan Investasi dan Risiko Gelembung AI

Perusahaan AI swasta secara global menarik investasi hingga sekitar 150 miliar dolar Amerika Serikat sepanjang 2025. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. OpenAI sendiri diketahui mengumpulkan dana sekitar 40 miliar dolar pada Maret 2025 dan menyelesaikan penjualan saham senilai 6,6 miliar dolar pada Oktober 2025. Valuasi perusahaan tersebut bahkan disebut mencapai 500 miliar dolar.

Fenomena serupa juga terjadi pada perusahaan AI lain seperti Anthropic, Mistral AI, dan xAI. Namun demikian, di balik euforia tersebut, muncul pertanyaan tentang keberlanjutan model bisnis AI.

AI Bubble adalah fenomena nyata yang lahir dari lonjakan ekspektasi dan investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan. Dampaknya mulai terasa pada pasar kerja, industri teknologi, hingga kenaikan harga HP 2026.

Google hapus ratusan video AI karakter Disney setelah diberi peringatan

0

Tindakan Disney Menghapus Video AI di YouTube

Disney telah mengambil langkah tegas dengan meminta Google untuk menghapus sejumlah video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dari YouTube. Langkah ini dilakukan setelah Disney menerima surat peringatan hukum dari Google terkait penggunaan karakter-karakter milik studio tersebut tanpa izin.

Dalam surat yang dikeluarkan, Disney menuntut Google untuk segera menurunkan berbagai video AI yang menampilkan tokoh-tokoh populer seperti Mickey Mouse, Deadpool, serta karakter dari Star Wars dan The Simpsons. Surat ini juga mencakup permintaan agar semua konten yang melibatkan karakter-karakter Disney dihapus dari YouTube dan YouTube Shorts.

Beberapa video tersebut diketahui dibuat menggunakan alat video AI Google bernama Veo. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI oleh Google dalam membuat konten bisa menyebabkan masalah hukum jika tidak ada izin resmi dari pemilik hak cipta.

Kekhawatiran Industri Hiburan Terhadap Penggunaan AI

Tindakan Disney datang di tengah meningkatnya kekhawatiran di kalangan industri hiburan terhadap pemanfaatan AI tanpa lisensi. Studio besar seperti Disney ingin memastikan bahwa properti intelektual mereka tidak digunakan secara ilegal dalam pembuatan konten digital.

Disney juga memberikan daftar panjang karakter yang harus dihapus dari platform YouTube. Daftar tersebut mencakup tokoh-tokoh dari film-film ternama seperti Frozen, Moana, Toy Story, Iron Man, Lilo & Stitch, hingga Winnie the Pooh. Dengan langkah ini, Disney menegaskan komitmennya untuk melindungi asetnya dari penggunaan AI yang tidak sah.

Kerja Sama dengan OpenAI

Menariknya, tindakan Disney dilakukan tak lama sebelum mereka mengumumkan kerja sama dengan OpenAI. Dalam kerja sama ini, Disney akan melisensikan sekitar 200 karakter untuk digunakan dalam pembuatan klip video AI pendek oleh pengguna Sora. Ini menunjukkan bahwa Disney sedang mencari keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan pengembangan teknologi AI.

Google merespons tindakan Disney dengan menyatakan bahwa mereka siap bekerja sama. Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka memiliki hubungan jangka panjang dan saling menguntungkan dengan Disney. Google juga menegaskan bahwa mereka akan terus berdiskusi dengan Disney untuk menyelesaikan masalah ini.

Mekanisme Perlindungan Hak Cipta

Selain itu, Google menegaskan bahwa mereka telah menyediakan mekanisme perlindungan hak cipta seperti Content ID dan Google-Extended. Mekanisme ini bertujuan untuk memberi pemilik hak cipta kontrol atas konten mereka di platform YouTube.

Di samping penghapusan video, Disney juga meminta Google untuk menerapkan pengamanan agar AI milik Google tidak dapat menghasilkan karakter Disney. Selain itu, Disney ingin agar penggunaan karakter Disney dihentikan dalam proses pelatihan model AI.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Disney sangat serius dalam menjaga hak cipta dan mereknya di tengah pertumbuhan pesat teknologi AI. Dengan kolaborasi dan peningkatan perlindungan, harapan besar diarahkan pada pengelolaan AI yang lebih etis dan legal.