Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 415

Airlangga: Startup AI RI Hanya 25, Singapura Lebih dari 300

0

Potensi Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Pemerintah melihat adanya peluang besar dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan digitalisasi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa potensi ini semakin terbuka lebar karena Indonesia memiliki modal data yang sangat besar, khususnya di sektor kesehatan.

Menurut Airlangga, saat ini hanya ada sekitar 25 startup AI di Indonesia, yang membuat negara ini berada di posisi keempat. Hal ini dibandingkan dengan Singapura yang sudah memiliki hampir 300 startup AI. Meskipun demikian, ia melihat kesenjangan ini justru menjadi ruang tumbuh bagi pelaku teknologi untuk memperkuat inovasi dalam negeri.

Airlangga menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan berupa ketersediaan data besar yang bisa dimanfaatkan untuk akselerasi pengembangan AI. Ia memberikan contoh data peserta BPJS Kesehatan yang saat ini mencapai lebih dari 100 juta orang. Data tersebut dinilai mampu mendukung berbagai riset dan inovasi di bidang kesehatan digital.

Selain itu, dukungan global terhadap pemanfaatan data kesehatan Indonesia juga mulai terlihat. Beberapa tokoh dunia mulai melirik potensi riset berbasis data nasional. Salah satunya adalah Bill Gates yang mendukung riset untuk vaksin TB berbasis data yang ada di kesehatan Indonesia.

Pemerintah berharap kolaborasi antara sektor publik, pelaku industri, dan ekosistem startup dapat mempercepat pemanfaatan AI di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan terobosan teknologi yang berdampak pada peningkatan layanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Tantangan dalam Ekosistem Startup Indonesia

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid fokus pada upaya memulihkan kepercayaan investor terhadap startup Indonesia. Di tengah sejumlah kasus besar yang terjadi di Tanah Air, ia berupaya memperbaiki citra ekosistem digital nasional.

Beberapa waktu lalu, modal ventura milik Telkom MDI Ventures terjerat kasus hukum karena direksinya melakukan kejahatan dalam berinvestasi ke perusahaan rintisan, Tani Hub. Sebelumnya, unicorn e-Fishery juga mengalami fraud karena memalsukan laporan keuangan.

Meutya menyatakan bahwa meskipun jumlah kasus fraud tidak banyak, dampaknya cukup besar terhadap ekosistem digital. Ia mengatakan bahwa tingkat kepercayaan (confidence level) turun akibat beberapa kasus kecurangan yang sempat mengguncang industri tersebut.

“Kita tahu ada fraud cases, sebetulnya angkanya tidak banyak, tapi kemudian ini memukul ekosistem digital cukup besar di Tanah Air karena confidence level-nya turun,” ujar Meutya ditemui di sela-sela acara Tech in Asia Conference di Jakarta.

Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Ekosistem Digital

Dalam rangka memperkuat ekosistem digital, pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya memastikan transparansi dan keamanan dalam investasi startup. Dengan adanya kerja sama antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pendanaan, diharapkan ekosistem digital Indonesia dapat kembali pulih dan berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, pentingnya regulasi yang jelas dan sistem pengawasan yang baik menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus fraud. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia mampu menjadikan AI sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi di masa depan.

iPhone 17 Pro Max Bisa Jadi Komputer Mini Melalui Celah iOS

0

Pengungkapan Bug yang Membuka Potensi Baru untuk iPhone 17 Pro Max

Beberapa waktu lalu, sebuah kejadian menarik terjadi di dunia teknologi yang mengundang perhatian banyak penggemar gadget. Sebuah bug pada sistem iOS memungkinkan iPhone 17 Pro Max menampilkan antarmuka layaknya komputer desktop. Meski bukan fitur resmi, kemampuan ini memberikan gambaran baru tentang potensi perangkat Apple.

Tampilan Mirip Desktop saat Terhubung ke Layar Eksternal

Pengguna iPhone 17 Pro Max menemukan bahwa ketika ponsel tersebut disambungkan ke monitor eksternal, tampilannya berubah menjadi mode desktop lengkap. Antarmuka yang muncul menyerupai iPadOS versi penuh dengan jendela aplikasi yang dapat dipindahkan dan diatur sesuai keinginan. Hal ini memberikan pengalaman mirip dengan menggunakan laptop atau PC modern.

Kejadian ini terjadi karena spesifikasi hardware iPhone 17 Pro Max yang sangat kuat. Chip A19 Pro yang digunakan bersama dengan RAM yang lebih besar memungkinkan ponsel ini menjalankan multitasking berat serta antarmuka yang kompleks. Meskipun tidak direncanakan, fenomena ini menunjukkan bahwa ekosistem Apple memiliki potensi untuk menyediakan mode desktop seperti yang dimiliki Samsung DeX atau perangkat Android lainnya.

Penutupan Celah oleh Apple

Apple segera merespons laporan mengenai bug ini dengan menutup celah tersebut melalui pembaruan iOS 26.2 beta 1. Tindakan cepat ini menunjukkan bahwa Apple belum berniat menghadirkan mode desktop penuh di iPhone dalam waktu dekat. Namun, insiden ini tetap menarik bagi para penggemar teknologi.

Potensi Keberlanjutan Mode Hybrid

Banyak pengamat melihat insiden ini sebagai tanda bahwa smartphone premium Apple memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi perangkat hybrid. Dengan tenaga yang mendekati laptop kelas menengah, iPhone generasi terbaru bisa saja mendapatkan dukungan mode desktop resmi jika Apple menilai fitur tersebut sesuai dengan arah pengembangan produknya.

Diskusi Mengenai Batasan Software Apple

Insiden bug ini juga memicu kembali diskusi mengenai batasan software Apple yang dianggap membatasi kemampuan hardware. Banyak pengguna iPhone merasa bahwa perangkat mereka sebenarnya mampu melakukan lebih banyak hal, namun dibatasi demi menjaga konsistensi sistem dan keamanan.

Peringatan untuk Pengguna

Meski menarik untuk dicoba, mode desktop melalui bug ini jelas bukan sesuatu yang direkomendasikan. Selain tidak stabil, fitur tersebut tidak lagi tersedia setelah pembaruan iOS terbaru dirilis. Namun, para pengamat teknologi tetap memandang kejadian ini sebagai gambaran jelas bahwa iPhone sudah siap menjadi perangkat multifungsi yang bisa berkembang di luar format smartphone tradisional.

Daftar Harga HP Realme Bulan Desember 2025: C85 Pro, P3 Lite, 15T

0

Daftar Harga HP Realme di Bulan Desember 2025

Sebelum memutuskan untuk membeli smartphone baru, penting untuk mengetahui informasi terkini tentang harga dan spesifikasi yang ditawarkan. Di bulan Desember 2025, berikut ini adalah daftar harga HP realme yang bisa menjadi referensi bagi kamu yang sedang mencari ponsel sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Realme dikenal sebagai brand yang menawarkan perangkat dengan harga terjangkau namun tetap memiliki kualitas yang mumpuni. Dengan berbagai pilihan dari harga Rp 1 jutaan hingga yang termahal sekitar Rp 8 jutaan, kamu bisa menemukan ponsel yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Berikut beberapa keunggulan yang dimiliki oleh smartphone realme:

  • Desain Menarik: Ponsel realme hadir dengan desain yang modern dan elegan.
  • Kamera Berkualitas: Dilengkapi kamera dengan resolusi tinggi dan fitur pengambilan gambar yang canggih.
  • Daya Tahan Baterai Baik: Baterai yang tahan lama dan mampu bertahan dalam waktu lama.
  • Fitur Canggih: Termasuk pengisian daya cepat dan teknologi lainnya yang mendukung kebutuhan harian.
  • Performa Mumpuni: Cocok untuk berbagai aktivitas, termasuk gaming dan multitasking.

Dengan fitur-fitur tersebut, kamu tidak perlu khawatir menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan ponsel berkualitas.

Daftar Harga HP Realme di Bulan Desember 2025

Berikut ini adalah daftar lengkap harga HP realme yang tersedia di bulan Desember 2025:

  1. realme Note 60x (4GB+8GB/64GB): Rp 1.299.000
  2. realme Note 60 (4GB+8GB/64GB): Rp 1.229.000
  3. realme Note 60 (6GB+12GB/128GB): Rp 1.599.000
  4. realme Note 70 (4GB+8GB/64GB): Rp 1.399.000
  5. realme Note 70 (4GB+8GB/128GB): Rp 1.499.000
  6. realme C61 (8GB/128GB): Rp 1.679.000
  7. realme C71 (4GB+8GB/128GB): Rp 1.649.000
  8. realme C71 (6GB+12GB/128GB): Rp 1.899.000
  9. realme C71 (8GB+16GB/128GB): Rp 1.999.000
  10. realme C75x (8GB+16GB/128GB): Rp 2.199.000
  11. realme C75 (8GB+16GB/128GB): Rp 2.399.000
  12. realme C75 (8GB+16GB/256GB): Rp 2.799.000
  13. realme C85 Pro (8GB+16GB/128GB): Rp 2.999.000
  14. realme P3 Lite (4GB+8GB/128GB): Rp 1.399.000
  15. realme P3 5G (12GB+14GB/256GB): Rp 3.649.000
  16. realme 15T (8GB+10GB/128GB): Rp 3.639.000
  17. realme 15T (8GB+10GB/256GB): Rp 3.939.000
  18. realme 15 5G (8GB+10GB/256GB): Rp 4.999.000
  19. realme 15 5G (12GB+14GB/256GB): Rp 5.299.000
  20. realme 15 Pro 5G (12GB+14GB/256GB): Rp 6.999.000
  21. realme GT 7T (12GB+12GB/256GB): Rp 6.889.000
  22. realme GT 7 (12GB+12GB/256GB): Rp 8.369.000

Harga-harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan pembelian. Selain itu, kamu juga bisa menemukan penawaran menarik melalui toko resmi realme di platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, dan Blibli.

Pembaruan Harga iPhone di Awal Desember 2025, iPhone 13 Mulai Turun

0

Daftar Harga HP iPhone Resmi di Indonesia untuk Awal Tahun 2026

Perubahan harga pada berbagai seri iPhone di Indonesia mulai terjadi sejak peluncuran iPhone 17 Series pada 17 Oktober 2025. Hal ini memengaruhi harga beberapa model sebelumnya seperti iPhone XR, iPhone 11, iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, dan iPhone 16. Diperkirakan penurunan harga pada deretan perangkat tersebut akan semakin signifikan hingga akhir tahun 2025.

Salah satu model yang masih diminati adalah iPhone 13 Pro. Pada awal peluncurannya di Indonesia, varian 128 GB dibanderol dengan harga Rp 14,9 jutaan, sedangkan varian 256 GB mencapai Rp 17,5 jutaan dan 512 GB seharga Rp 20,9 jutaan. Namun, pada Desember 2025, harga iPhone 13 untuk kapasitas 128 GB turun menjadi Rp 8,2 jutaan. Meskipun begitu, spesifikasi yang dimiliki oleh iPhone 13 tetap layak dipertimbangkan.

Spesifikasi Utama iPhone 13

  • Dapur Pacu: Menggunakan chipset Apple A15 Bionic (5 nm)
  • Kamera: Dilengkapi dua kamera belakang berkualitas 12 MP (wide) dan 12 MP (ultrawide)
  • Layar: Menggunakan layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci dengan perlindungan Ceramic Shield glass

Berikut daftar harga lengkap untuk berbagai model iPhone di Indonesia:

iPhone XR

  • iPhone XR 64 GB: Rp 4.890.000
  • iPhone XR 128 GB: Rp 5.490.000
  • iPhone XR 256 GB: Rp 5.950.000

iPhone 11

  • iPhone 11 RAM 64 GB: Rp 6.249.000
  • iPhone 11 RAM 128 GB: Rp 10.499.000

iPhone 12

  • iPhone 12 64GB: Rp 11.499.000
  • iPhone 12 128GB: Rp 12.499.000
  • iPhone 12 256GB: Rp 14.999.000 (Red)

iPhone SE 3

  • iPhone SE 3 (64 GB): Rp 6.249.000
  • iPhone SE 3 (128 GB): Rp 7.749.000
  • iPhone SE 3 (256 GB): Rp 8.249.000

iPhone 13 (iBox)

  • iPhone 13 128GB: Rp 8.249.000
  • iPhone 13 256GB: Rp 12.799.000

iPhone 14 (iBox)

  • iPhone 14 128GB: Rp 9.749.000
  • iPhone 14 256GB: Rp 11.949.000
  • iPhone 14 512GB: stok kosong

iPhone 15

  • iPhone 15 128GB: Rp 11.249.000
  • iPhone 15 256GB: Rp 13.749.000
  • iPhone 15 512GB: Rp17.499.000

iPhone 15 Plus (iBox)

  • iPhone 15 Plus 128GB: Rp 12.399.000
  • iPhone 15 Plus 256GB: Rp 14.899.000
  • iPhone 15 Plus 512GB: stok kosong

iPhone 15 Pro

  • iPhone 15 Pro 128 GB: stok kosong
  • iPhone 15 Pro 256 GB: stok kosong
  • iPhone 15 Pro 512 GB: stok kosong
  • iPhone 15 Pro 1 TB: stok kosong

iPhone 15 Pro Max

  • iPhone 15 Pro Max 256 GB: Rp 22.999.000 (dari harga awal Rp 24.999.000)
  • iPhone 15 Pro Max 512 GB: Rp 27.999.000 (dari harga awal Rp 29.999.000)
  • iPhone 15 Pro Max 1 TB: Rp 31.999.000

iPhone 16e (iBox)

  • iPhone 16e 128 GB: Rp 11.499.000
  • iPhone 16e 256 GB: Rp 13.999.000
  • iPhone 16e 512 GB: Rp 17.999.000

iPhone 16 (iBox)

  • iPhone 16 128 GB: Rp 14.499.000
  • iPhone 16 256 GB: Rp 16.999.000
  • iPhone 16 512 GB: Rp 21.499.000

iPhone 16 Plus (iBox)

  • iPhone 16 Plus 128 GB: Rp 15.999.000
  • iPhone 16 Plus 256 GB: Rp 18.499.000
  • iPhone 16 Plus 512 GB: Rp 22.999.000

iPhone 16 Pro

  • iPhone 16 Pro 128 GB: Rp 17.999.000
  • iPhone 16 Pro 256 GB: Rp 20.999.000
  • iPhone 16 Pro 512 GB: Rp 25.499.000
  • iPhone 16 Pro 1 TB: Rp 29.999.000

iPhone 16 Pro Max

  • iPhone 16 Pro Max 256 GB: Rp 21.999.000
  • iPhone 16 Pro Max 512 GB: Rp 27.499.000
  • iPhone 16 Pro Max 1 TB: Rp 32.499.000

iPhone 17

  • iPhone 17 (256 GB): Rp 17.249.000
  • iPhone 17 (512 GB): Rp 21.999.000

iPhone 17 Air

  • iPhone Air (256 GB): Rp 21.249.000
  • iPhone Air (512 GB): Rp 25.999.000
  • iPhone Air (1 TB): Rp 30.249.000

iPhone 17 Pro

  • iPhone 17 Pro (256 GB): Rp 23.749.000
  • iPhone 17 Pro (512 GB): Rp 28.249.000
  • iPhone 17 Pro (1 TB): Rp 32.999.000

iPhone 17 Pro Max

  • iPhone 17 Pro Max (256 GB): Rp 25.749.000
  • iPhone 17 Pro Max (512 GB): Rp 30.249.000
  • iPhone 17 Pro Max (1 TB): Rp 34.999.000
  • iPhone 17 Pro Max (2 TB): Rp 43.999.000

Catatan:

Harga dan ketersediaan barang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Sony Perkenalkan Sensor Lytia 901, Kamera 200 MP untuk Ponsel

0

Pengenalan Sensor Kamera Lytia 901 dari Sony

Sony telah meluncurkan sensor kamera baru untuk perangkat smartphone, yaitu Lytia 901. Sensor ini menawarkan resolusi sebesar 200 megapiksel yang diklaim mampu meningkatkan pengalaman memotret di ponsel pintar. Dengan kemampuan ini, Lytia 901 menjadi salah satu pesaing utama dari sensor kamera ISOCELL HP Series buatan Samsung, yang sudah hadir sejak 2021 dengan model ISOCELL HP1.

Sensor Lytia 901 memiliki ukuran 1/1,12 inci dengan diagonal sepanjang 14,287 mm. Ukuran ini memungkinkan sensor menghasilkan gambar berkualitas tinggi, bahkan ketika diperbesar hingga 4x. Selain itu, ukuran pikselnya mencapai 0,7 mikrometer (μm), yang cukup kecil namun tetap mampu menangkap detail dan warna dengan akurat.

Teknologi QQBC dan AI dalam Sensor Lytia 901

Salah satu fitur unggulan dari sensor ini adalah penggunaan teknologi Quad-Quad Bayer Coding (QQBC). Teknologi ini mengelompokkan 16 piksel sebagai satu unit agar bisa menangkap detail dan akurasi warna yang lebih tinggi, terutama dalam kondisi minim cahaya. Dengan mekanisme ini, 16 piksel akan membentuk satu “super piksel” yang mampu meningkatkan kemampuan menangkap cahaya.

Pengelompokan 16 piksel tersebut diproses sebagai satu unit dengan resolusi 12,5 MP. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas gambar, terutama dalam hal akurasi warna dan detail. Ketika kamera melakukan zoom, sensor menggunakan mekanisme atau konvensi array yang dikenal dengan remosaicing. Mekanisme ini mengubah piksel yang dikelompokkan 4×4 menjadi array piksel normal untuk menghasilkan gambar beresolusi tinggi.

Untuk memperbaiki hasil gambar, sensor ini juga dilengkapi teknologi AI (artificial intelligence) melalui sirkuit pemrosesan khusus yang terpasang di dalam sensor. Teknologi ini disebut-sebut menjadi yang pertama di industri, sehingga mampu meningkatkan reproduksi detail, terutama pada gambar berpola atau huruf halus.

Kemampuan Perekaman Video dan Pemrosesan Cepat

Selain kemampuan foto, Lytia 901 juga mendukung perekaman video hingga 8K 30fps dan 4K 120fps. Sensor ini juga memiliki kecepatan pemrosesan tinggi, sehingga mampu merekam video kualitas tinggi di frame rate 30 fps, bahkan dalam kondisi zoom 4x dalam format 4K.

Teknologi lain yang dimiliki oleh sensor ini adalah rentang dinamis tinggi berkat teknologi DCG-HDR dan Fine12bit ADC. Kedua teknologi ini meningkatkan resolusi dari 10 bit menjadi 12 bit, memberikan detail yang lebih jelas. Bantuan teknologi Hybrid Frame HDR (HF-HDR) juga memungkinkan pengguna mendapatkan performa dynamic range lebih tinggi dari 10dB di model QQBC tadi.

Dalam situasi mengambil gambar menghadap langit atau backlight, sensor mampu mempertahankan sisi yang lebih terang dan melakukan blackout untuk area gelap, sehingga hasil gambarnya mirip dengan pandangan mata manusia yang asli.

Spesifikasi Lengkap dan Aplikasi di Smartphone Premium

Lytia 901 juga mendukung perekaman burst (burst mode) dengan kecepatan 60 fps, 30 fps di mode kamera 50 MO, hingga 10 fps di kamera 200 MP. Dengan spesifikasi ini, sensor ini dapat diandalkan dalam berbagai situasi sesuai kebutuhan pengguna. Perekaman dengan kualitas tinggi ini juga dapat meminimalisasi penurunan kualitas gambar saat melakukan perbesaran.

Berdasarkan bocoran laporan media, sensor Lytia 901 akan digunakan di kamera Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra. Sony kabarnya telah mulai mengirimkan sensor anyarnya ini ke produsen smartphone tersebut beberapa waktu lalu. Dengan keunggulan teknologi yang dimilikinya, Lytia 901 diharapkan mampu meningkatkan kualitas fotografi di smartphone premium.

Layar 120Hz di Bawah Rp1 Juta, Apakah Layak Dibeli? Cek Kelebihan dan Kekurangan Infinix Smart 10!

0

Potensi Bisnis di Tengah Tahun 2025: Infinix Smart 10 Hadir dengan Harga Terjangkau

Di tengah tahun 2025, pasar smartphone entry-level kembali mengalami peningkatan ketertarikan berkat hadirnya Infinix Smart 10. Bagi pengguna yang memiliki anggaran terbatas sekitar Rp1 jutaan, HP ini bisa menjadi pilihan menarik untuk mencoba pengalaman layar yang mulus dan fitur lain yang cukup lengkap.

Namun, dengan harga yang sangat terjangkau, tentu ada beberapa kompromi yang dilakukan oleh produsen. Pertanyaannya adalah apakah Infinix Smart 10 mampu memenuhi kebutuhan harian atau hanya unggul di segi harga saja? Berikut analisis mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan dari model ini.

Kelebihan Utama Infinix Smart 10

  1. Layar 120Hz

    Di kelas harganya, layar dengan refresh rate 120Hz adalah fitur yang sangat langka. Hal ini membuat pengalaman scrolling media sosial atau menonton video terasa lebih mulus dan nyaman.

  2. Speaker Stereo

    HP ini dilengkapi dual speaker yang memberikan pengalaman audio yang lebih lantang dibandingkan pesaing yang masih menggunakan speaker mono.

  3. Baterai 5000 mAh

    Kapasitas baterai standar industri ini menawarkan daya tahan yang cukup lama, sehingga pengguna tidak perlu sering mengisi ulang selama sehari penuh.

  4. IP64 Rating

    Tahan debu dan percikan air, fitur ini jarang ditemukan pada smartphone entry-level. Ini memberikan perlindungan tambahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal.

  5. Konektivitas Lengkap

    Dilengkapi port USB Type-C, infrared blaster (yang bisa digunakan sebagai remote TV), serta slot microSD khusus, HP ini menawarkan fleksibilitas dalam penggunaan.

Kekurangan Utama Infinix Smart 10

  1. RAM Kecil (Maksimal 4GB)

    RAM 4GB belum memenuhi standar minimal 6GB yang biasa digunakan untuk multitasking lancar di tahun 2025. Ini bisa menjadi kendala bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi bersamaan.

  2. Penyimpanan eMMC 5.1

    Jenis memori lama ini memiliki kecepatan baca-tulis yang lambat, sehingga membuka aplikasi atau mengakses file bisa terasa kurang responsif.

  3. Pengisian Daya Lambat (15W)

    Pengisian daya hanya 15W, artinya butuh waktu cukup lama untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh.

  4. Kamera Standar (8MP)

    Resolusi kamera yang rendah tanpa fitur stabilisasi canggih membuatnya kurang cocok untuk konten kreator yang membutuhkan hasil foto atau video berkualitas tinggi.

  5. Resolusi Layar HD+

    Dengan ukuran layar 6,67 inci dan resolusi 720p, tampilan ikon atau teks bisa terlihat kurang tajam jika dilihat dari dekat.

Rekomendasi Penggunaan

Jika kamu mencari smartphone kedua, untuk orang tua, atau pelajar dengan dana terbatas yang memprioritaskan layar mulus dan penyimpanan besar, Infinix Smart 10 bisa menjadi pilihan terbaik di harga Rp1,1 juta. Namun, jika kamu membutuhkan performa gaming yang lebih baik atau kamera yang jernih untuk media sosial, disarankan untuk menabung sedikit lagi (sekitar Rp500 ribu tambahan) agar bisa memilih seri Infinix Note atau merek lain dengan RAM minimal 6GB/8GB dan penyimpanan UFS.

Ini yang Harus Dilakukan Perusahaan Multifinance Jika Sistem Diretas

0

Serangan Siber yang Mengancam Industri Keuangan

Serangan siber kini menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan oleh berbagai sektor, termasuk industri jasa keuangan seperti perusahaan pembiayaan. Terbaru, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) melaporkan adanya insiden serangan siber terhadap sistem perusahaan pada Rabu (26/11/2025). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya langkah-langkah pencegahan dan respons cepat dalam menghadapi ancaman digital.

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, menjelaskan bahwa langkah utama bila terkena serangan siber adalah segera mengisolasi sistem terinfeksi dengan cara temporary switch off untuk mencegah penyebaran. “Langkah ini dilakukan agar kerusakan bisa dibatasi dan tim respons insiden dapat menilai dampak tanpa gangguan lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah isolasi, perusahaan disarankan untuk segera berkoordinasi dengan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga cyber nasional. Selain itu, komunikasi transparan kepada nasabah juga sangat penting agar kepercayaan tetap terjaga. Bila tidak ada respons cepat dari perusahaan, potensi kerugian akan sangat besar dan kepercayaan pengguna layanan bisa terganggu.

Heru menyarankan agar perusahaan melakukan pemulihan melalui backup aman dan forensik digital esensial. Ia menekankan pentingnya prioritas utama bagi perusahaan pembiayaan, yaitu penilaian kerentanan rutin dan pengujian penetrasi (pentest) untuk mengidentifikasi celah sebelum dieksploitasi hacker.

Selain itu, pelatihan wajib bagi karyawan tentang phishing dan penggunaan multi-factor authentication (MFA) sangat diperlukan. Menurutnya, sekitar 80% serangan berasal dari kesalahan manusia. Ia juga menyebutkan bahwa industri keuangan rentan karena menyimpan data sensitif debitur. Tanpa audit berkala, serangan seperti ransomware bisa merusak operasional secara masif.

Heru menegaskan bahwa standar minimum enkripsi data AES-256 harus diterapkan perusahaan pembiayaan untuk melindungi informasi debitur saat transit dan penyimpanan. Selain itu, firewall canggih serta kontrol akses berbasis peran diperlukan agar hanya personel berwenang yang mengakses sistem.

“Ini mencegah pencurian data massal. MFA wajib digunakan saat login, kemudian juga pemantauan ancaman real-time, dan update software rutin untuk menutup celah,” katanya.

Investasi teknologi memiliki peran besar dalam mitigasi serangan siber. Heru mencontohkan bahwa investasi seperti enkripsi untuk melindungi data sensitif dari pencurian dan implementasi AI untuk mendeteksi ancaman anomali sebelum eskalasi secara real-time. Teknologi seperti blockchain juga bisa digunakan untuk transaksi aman.

Menurutnya, tanpa investasi ini, perusahaan keuangan hanya menunggu bencana. Pengamat telekomunikasi ini juga menyarankan perusahaan pembiayaan memperkuat kerja sama dengan regulator atau lembaga cyber intelligence. Dengan kolaborasi ini, respons bisa dipercepat dan dampak serangan bisa dikurangi hingga separuhnya.

Regulator seperti OJK atau Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memiliki akses data ancaman nasional yang tidak bisa dimiliki oleh perusahaan pembiayaan. Kolaborasi memungkinkan sharing best practices dan simulasi serangan bersama. Tanpa ini, respons lambat bisa merugikan debitur dan ekonomi secara luas, sementara partnership membantu membangun resiliensi kolektif terhadap ancaman global.

Tiga Tahun Lalu, ChatGPT Lahir dan Jadi Standar AI Dunia

0

Perkembangan ChatGPT dalam Tiga Tahun Terakhir

Tiga tahun lalu, pada 1 Desember 2022, ChatGPT diluncurkan dan menjadi salah satu inovasi terbesar dalam dunia kecerdasan buatan (AI). Sejak saat itu, ChatGPT tidak hanya menjadi alat bantu yang sangat berguna, tetapi juga menjadi titik awal bagi perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Kemampuannya untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa alami dan akses gratis membuatnya cepat menyebar ke ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

ChatGPT memicu perubahan signifikan dalam industri AI. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Meta merespons dengan mengembangkan platform mereka sendiri, sementara tantangan seperti isu privasi dan misinformasi mulai muncul. Meski begitu, ChatGPT terus berkembang, baik dari segi kemampuan teknis maupun fitur-fitur baru yang ditambahkan.

Awal Kehadiran ChatGPT

Pada masa awal peluncurannya, ChatGPT dikenal sebagai chatbot yang mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan bahasa natural, mirip dengan percakapan manusia. Hal ini membuatnya menjadi topik pembicaraan utama di kalangan pengguna dan ahli teknologi. Pengguna mulai menyadari bahwa ChatGPT memiliki potensi untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia, terutama dalam bidang penelitian, analisis data, dan penulisan.

Salah satu indikasi keunggulan ChatGPT adalah kemampuannya dalam melewati tes-tes yang biasanya dianggap sulit, seperti ujian masuk Google. Bahkan, banyak orang mengklaim bahwa ChatGPT bisa lebih unggul daripada mesin pencari tradisional karena kemampuannya memberikan jawaban lengkap dan instan.

Perkembangan Teknologi AI sebelum ChatGPT

Sebelum ChatGPT lahir, pengembangan AI sudah dimulai sejak 1950-an. Pada masa itu, para ilmuwan mencoba membuat program yang bisa berpikir layaknya manusia. Pada 1960-an, AI mulai diimplementasikan dalam bentuk game seperti catur. Namun, pada masa itu, AI masih belum mampu membantu pekerjaan manusia secara efektif.

Perkembangan AI kian pesat pada 2011 ketika metode pembelajaran mendalam (deep learning) mulai digunakan. Metode ini memungkinkan AI untuk mengenali suara, visual, dan teks dengan lebih baik. Meskipun demikian, AI masih dianggap sebagai sistem yang rumit dan tidak mudah dipahami oleh masyarakat umum.

ChatGPT sebagai Pionir AI

ChatGPT hadir sebagai pionir dalam menunjukkan bagaimana AI bisa digunakan dalam bentuk chatbot. Sebelumnya, chatbot AI sering kali memiliki interaksi yang kaku dan kurang alami. Namun, ChatGPT berhasil mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan yang lebih intensif dan parameter yang lebih besar.

Kemudahan akses juga menjadi faktor penting dalam popularitas ChatGPT. Semua orang bisa menggunakannya secara gratis, dan dalam waktu dua bulan setelah peluncuran, jumlah pengguna aktif mingguan sudah mencapai 100 juta. Angka ini terus meningkat hingga mencapai 400 juta pada 2024 dan 800 juta pada 2025.

Tantangan yang Dihadapi ChatGPT

Meskipun populer, ChatGPT juga menghadapi berbagai tantangan. Masalah privasi data pengguna menjadi isu utama, terutama karena OpenAI tidak selalu transparan tentang bagaimana data pengguna digunakan untuk melatih model AI. Selain itu, ChatGPT pernah diblokir di Italia karena dugaan pengumpulan data pribadi secara ilegal.

Masalah lain adalah kemungkinan munculnya jawaban yang mengandung kesalahan informasi. Contohnya, ChatGPT pernah memberikan jawaban yang tidak akurat tentang Brian Hood, seorang wali kota Australia. Jawaban tersebut menyebutnya sebagai pelaku korupsi, padahal fakta sebenarnya menunjukkan bahwa ia adalah whistleblower.

Perkembangan Teknologi ChatGPT

Sejak 2018, OpenAI telah mengembangkan berbagai versi model bahasa besar, mulai dari GPT-1 hingga GPT-5.1. Setiap versi membawa peningkatan dalam kemampuan pemrosesan data, reasoning, dan multimodal. Misalnya, GPT-4 menghadirkan peningkatan dalam penalaran dan stabilitas jawaban, sementara GPT-4o menambahkan kemampuan untuk memahami dan menghasilkan teks, gambar, audio, dan video dalam satu sistem.

Di 2025, OpenAI meluncurkan GPT-5 dan GPT-5.1 yang lebih fokus pada kemampuan reasoning, memori jangka panjang, dan stabilitas percakapan. Selain itu, OpenAI juga memperluas layanan ChatGPT dengan meluncurkan browser cerdas Atlas yang terintegrasi dengan ChatGPT. Dengan fitur-fitur ini, ChatGPT semakin menjadi asisten digital yang multifungsi dan sangat berguna bagi pengguna.

Perjalanan Aman, Ini 6 HP Tahan Air untuk Pecinta Travelling

0

Rekomendasi Ponsel Tahan Air untuk Pecinta Travelling

Smartphone kini menjadi alat yang sangat penting bagi para traveler. Selain digunakan untuk berfoto dan bermain game, ponsel juga berperan sebagai alat komunikasi vital serta alat dokumentasi perjalanan. Bagi mereka yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti pantai, air terjun, gunung, atau destinasi dengan cuaca ekstrem, memiliki ponsel tahan air adalah keharusan.

Fitur ketahanan air dan debu pada smartphone biasanya diberi sertifikasi Ingress Protection (IP), seperti IP67 atau IP68. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa perangkat dapat bertahan dalam kondisi tertentu terhadap paparan air dan debu. Berikut beberapa rekomendasi ponsel tahan air yang cocok untuk para traveler.

1. Realme C75x

Realme C75x menawarkan pengalaman visual yang mulus dengan layar 6,67″ IPS LCD HD dan refresh rate 120 Hz. Untuk performa, ponsel ini dilengkapi 8 GB RAM yang bisa diperluas hingga 24 GB melalui Dynamic RAM, serta pilihan penyimpanan 128 GB atau 256 GB.

Keunggulan utama dari Realme C75x adalah ketahanannya. Ponsel ini memiliki sertifikasi IP66 (cipratan), IP68 (debu), dan bahkan IP69 (semprotan tekanan tinggi). Dengan fitur ini, Realme C75x menjadi pilihan yang sangat tangguh untuk penggunaan di lingkungan ekstrem. Harganya berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp2.300.000.

2. Samsung Galaxy A56 5G

Samsung Galaxy A56 5G hadir dengan layar 6,7″ Super AMOLED Full HD yang memukau dan refresh rate 120 Hz. Performa ponsel ini didukung oleh 8 GB atau 12 GB RAM dan penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB. Meski tidak memiliki slot microSD, ponsel ini tetap memberikan pengalaman yang baik.

Ketahanan ponsel ini dijamin oleh sertifikasi IP66/IP68/IP69, yang berarti tahan terhadap debu, dapat direndam di air 1 meter selama 30 menit, dan tahan percikan hujan. Harganya berada di segmen lebih tinggi, yaitu sekitar Rp5.380.000 hingga Rp6.000.000.

3. iPhone 14 Pro/Pro Max

Seri flagship Apple, iPhone 14 Pro/Pro Max, menawarkan dua ukuran layar 6,1″ dan 6,7″ Super Retina XDR OLED dengan teknologi 120 Hz Promotion. Ponsel ini ditenagai oleh 6 GB RAM dan memiliki banyak pilihan penyimpanan dari 128 GB hingga 1 TB.

Ketahanan airnya sangat unggul, ditandai dengan sertifikasi IP68 yang mampu menahan debu total dan rendaman air hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit. Sebagai perangkat premium, harga gadget ini saat pertama rilis berada di kisaran Rp19.999.000 hingga Rp32.999.000.

4. Realme 15T 5G

Realme 15T 5G berada di segmen harga menengah dan menampilkan layar 6,57″ AMOLED Full HD dengan refresh rate 120 Hz. Ponsel ini ditenagai oleh pilihan 8 GB atau 12 GB RAM (dengan tambahan Dynamic RAM) dan tersedia dalam varian penyimpanan 128 GB atau 256 GB.

Ponsel ini juga memiliki durabilitas luar biasa dengan sertifikasi lengkap IP66, IP68, dan IP69, yang menjamin ketahanan terhadap rendaman air dan semprotan bertekanan tinggi. Harga rata-ratanya berkisar antara Rp3.200.000 hingga Rp3.700.000.

5. Vivo V60 5G

Vivo V60 5G menargetkan kelas mid-to-high dan menawarkan display premium 6,77″ AMOLED Full HD dengan refresh rate 120 Hz. Ponsel ini memiliki konfigurasi RAM yang sangat bervariasi, yaitu 8 GB, 12 GB, atau 16 GB, dipadukan dengan penyimpanan besar 256 GB atau 512 GB.

Keandalan terhadap elemen luar terjamin dengan sertifikasi IP66/IP68/IP69, yang memungkinkannya bertahan di air hingga 1,5 meter selama 30 menit, selain tahan debu. Harga rata-rata Vivo V60 5G berada di rentang Rp6.999.000 hingga Rp8.499.000.

6. Samsung Galaxy S24 Ultra

Sebagai flagship tertinggi dari Samsung, Galaxy S24 Ultra menyuguhkan layar 6,8″ Dynamic LTPO AMOLED 2X QHD dengan 120 Hz refresh rate dan dukungan HDR10+. Perangkat ini hadir dengan 12 GB RAM standar dan pilihan penyimpanan luas mulai dari 256 GB hingga 1 TB.

Ponsel ini memiliki sertifikasi IP68, menjadikannya tahan terhadap debu, percikan, dan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Galaxy S24 Ultra dijual dengan harga premium yang sangat luas, mulai dari Rp14.749.000 hingga Rp23.999.000.

Wujudkan Rumah Impian dengan Klik: AI yang Membuat Arsitek Waspadai

0

Peran Arsitek di Era Teknologi Kecerdasan Buatan

Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin mengubah berbagai sektor, termasuk dunia arsitektur. Seiring dengan perkembangan ini, banyak orang mulai mempertanyakan apakah profesi arsitek juga akan tergantikan oleh mesin. Menurut laporan dari McKinsey Global Institute (MGI), hingga 375 juta pekerjaan di seluruh dunia berpotensi terdampak otomatisasi pada 2030. Prediksi ini menunjukkan bahwa AI mungkin bisa memengaruhi berbagai bidang pekerjaan, termasuk yang berkaitan dengan desain bangunan.

Kemajuan teknologi telah memungkinkan aplikasi AI untuk membuat denah rumah, memvisualisasikan fasad, hingga mengoptimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara dalam waktu singkat. Dengan masukan ukuran lahan, kebutuhan ruang, dan preferensi gaya, AI mampu menghasilkan alternatif desain yang realistis dan meyakinkan. Proses eksplorasi desain yang dulu memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

Namun, kemampuan AI tetap memiliki batasannya. AI bekerja berdasarkan data dan algoritma, bukan konteks sosial, budaya, atau preferensi unik setiap keluarga. Selain itu, AI tidak memahami aturan bangunan seperti koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien lantai bangunan (KLB), garis sempadan bangunan (GSB), standar struktur, kondisi tanah, maupun ketentuan tata ruang daerah. Banyak desain yang terlihat menarik secara visual justru tidak layak dibangun karena mengabaikan regulasi teknis dan aspek keselamatan.

Arsitek Tidak Hanya Membuat Denah

Di tengah perkembangan AI, peran arsitek sering disalahpahami sebagai “jasa membuat denah”. Padahal, arsitek memiliki fungsi strategis yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Mereka bertanggung jawab atas keselamatan struktural, kepatuhan terhadap regulasi, efisiensi, fungsionalitas, serta kenyamanan penghuni dalam jangka panjang. Selain itu, arsitek juga memastikan bahwa desain dapat diterjemahkan dengan benar oleh kontraktor, sesuai dengan kondisi tanah, material, anggaran, dan risiko di lapangan—hal-hal yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi oleh AI.

Arsitektur tidak hanya tentang estetika atau tata ruang, tetapi mencakup aspek sosial, budaya, lingkungan, dan manusia. Aspek-aspek ini memerlukan penilaian manusia: pertimbangan keberlanjutan, kenyamanan, adaptasi terhadap iklim lokal, nilai estetika dan kearifan lokal, serta interaksi manusia dengan ruang. Di sini, AI tidak memiliki kapasitas untuk menggantikan intuisi, kreativitas, dan empati manusia.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti

Meskipun AI sangat efisien dalam tugas-tugas repetitif dan generative seperti pembuatan opsi layout, model awal, dan visualisasi, ia belum mampu menangkap dimensi multisensorial, pengalaman ruang, dan konteks manusia yang menjadi inti dari arsitektur.

Di Indonesia, organisasi profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) telah menyikapi tren ini dengan melihat AI sebagai alat bantu, bukan pengganti. Ketua Umum IAI Georgius Budi Yulianto menyatakan bahwa studio arsitek akan menjadi platform. Ia menegaskan bahwa arsitek masa depan harus melek teknologi dan mampu beradaptasi, bukan melawan arus, tetapi memanfaatkannya sebagai bagian dari praktik profesional.

Kemajuan AI dalam arsitektur membuka peluang baru, seperti efisiensi, variasi desain, percepatan waktu, eksplorasi kreatif, serta kemungkinan pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Meski beberapa posisi seperti drafter atau juru gambar mungkin tergerus oleh otomatisasi, muncul profesi baru seperti arsitek digital, spesialis AI-assist, konsultan desain berkelanjutan, hingga perancang smart building.

Kolaborasi Antara Arsitek dan AI

Dengan demikian, kombinasi antara arsitek dan AI tampaknya menjadi formula terbaik. AI membantu mempercepat pra-desain, eksplorasi opsi, dan optimasi teknis, sementara arsitek membawa kreativitas, tanggung jawab, etika, dan konteks manusia. Hasilnya, desain yang cepat, tepat, estetis, aman, dan relevan dengan kebutuhan nyata manusia.

IAI saat ini sedang mempersiapkan anggotanya agar melek teknologi, karena menurut Georgius Budi Yulianto, AI tidak menggantikan arsitek, melainkan akan meninggalkan arsitek yang tidak memanfaatkannya. Topik seputar AI dan arsitektur menjadi salah satu bahasan menarik dalam berbagai diskusi dan podcast, termasuk Podcast Ruang Ratih yang menghadirkan pandangan dari para praktisi properti.