Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 417

7 Smartwatch dengan GPS Akurat yang Direkomendasikan

0

Perkembangan Smartwatch dengan GPS Akurat di Era Digital

Dalam era digital yang semakin berkembang, kebutuhan akan smartwatch dengan fitur GPS akurat terus meningkat. Banyak orang kini memanfaatkan smartwatch bukan hanya sebagai aksesori fashion, tetapi juga sebagai alat penting untuk mengelola aktivitas olahraga, melacak rute perjalanan, dan meningkatkan keamanan saat berada di luar ruangan. Dengan adanya teknologi GPS yang akurat, pengguna dapat mengetahui jarak tempuh, kecepatan, lokasi, dan pola pergerakan secara lebih presisi. Hal ini sangat bermanfaat bagi pelari, pesepeda, pendaki, maupun pengguna yang ingin memantau aktivitas harian.

Di tengah tren perangkat wearable yang semakin terjangkau, tersedia berbagai pilihan smartwatch dari kelas entry-level hingga flagship. Berbagai model menawarkan fitur navigasi seperti multi-GNSS, multi-band, hingga kemampuan offline maps. Hal ini memudahkan pengguna dalam memilih perangkat sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan santai atau aktivitas outdoor intensif.

Smartwatch dengan GPS akurat kini menjadi perangkat yang tidak hanya fungsional, tetapi juga esensial dalam mendukung gaya hidup aktif dan produktif. Berikut beberapa rekomendasi smartwatch dengan fitur GPS akurat:

1. Redmi Watch 5 Active

Redmi Watch 5 Active adalah smartwatch entry-level yang dirancang untuk pengguna pemula yang ingin memantau aktivitas harian, kesehatan, dan olahraga ringan dengan harga terjangkau. Jam ini hadir dengan layar besar, tampilan modern, serta fitur-fitur penting seperti detak jantung, SpO₂, dan lebih dari 140 mode olahraga. Bobotnya yang ringan membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari. Namun, Redmi Watch 5 Active tidak memiliki GPS bawaan, sehingga pelacakan rute olahraga tetap bergantung pada GPS ponsel. Cocok untuk pengguna yang fokus pada kesehatan dan gaya hidup aktif tanpa kebutuhan navigasi outdoor yang detail.

2. Huawei Watch Fit SE

Huawei Watch Fit SE menawarkan desain ramping, layar AMOLED yang cerah, dan kenyamanan maksimal untuk penggunaan harian. Smartwatch ini dilengkapi fitur kesehatan lengkap seperti pengukur detak jantung, pelacak tidur, monitoring stres, serta dukungan beberapa mode olahraga lainnya. Meski fitur kesehatannya lengkap, Watch Fit SE masih belum dilengkapi dengan GPS mandiri, sehingga pelacakan rute olahraga tetap membutuhkan ponsel. Cocok untuk pengguna yang lebih mengutamakan gaya, kenyamanan, dan monitoring kesehatan.

3. WINKEY NaviGO PRO

WINKEY NaviGO PRO adalah smartwatch yang dirancang khusus untuk aktivitas outdoor, hiking, dan olahraga intensif. Jam ini hadir dengan GPS bawaan lengkap, peta navigasi, altimeter, barometer, serta kompas yang membuatnya unggul di kelasnya. Layarnya AMOLED, cerah, serta menyajikan data rute dengan detail yang baik. NaviGO PRO mendukung lebih dari 170 mode olahraga dan memiliki baterai tahan lama, sehingga ideal untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan, trail running, atau menjelajah tanpa ingin membawa ponsel.

4. JETE Volt Smartwatch GPS

JETE Volt adalah smartwatch GPS dari brand lokal yang menawarkan fitur lengkap dengan harga kompetitif. Dilengkapi multi-satellite positioning (GPS, GLONASS, Galileo, Beidou, QZSS), smartwatch ini mampu melacak rute dengan stabil dan akurat. Desainnya tegas tetapi tetap ringan, dengan layar AMOLED yang nyaman dilihat di luar ruangan. Fitur kesehatannya cukup lengkap, termasuk detak jantung, SpO₂, hingga pelacakan tidur. Performanya solid untuk pemakaian outdoor beberapa hari. Cocok untuk pelari, pesepeda, atau pengguna yang ingin smartwatch GPS budget-friendly dengan performa bagus.

5. SKMEI DM56 Smartwatch GPS Map

SKMEI DM56 merupakan smartwatch yang cocok bagi pengguna pemula yang membutuhkan pelacakan rute dasar tanpa harga tinggi. Jam ini memiliki fitur GPS bawaan serta tampilan peta sederhana untuk menavigasi saat berjalan atau berolahraga. Dengan desain kokoh dan menu yang mudah dipahami, smartwatch ini cocok bagi pengguna kasual yang baru mencoba smartwatch GPS. Meskipun akurasinya tak setinggi smartwatch premium, model ini masih memberikan fungsi utama yang cukup baik untuk aktivitas ringan dan penggunaan sehari-hari.

6. Garmin Forerunner 165 / FR165 Smartwatch

Garmin Forerunner 165 adalah smartwatch olahraga profesional yang dirancang untuk pelari, pesepeda, atau olahraga intens lainnya yang membutuhkan GPS super akurat. Garmin dikenal dengan kualitas GPS dan analisis datanya yang sangat detail, termasuk pace, cadence, VO₂ Max, training effect, hingga rute lari presisi. FR165 memiliki desain ringan dengan layar AMOLED, baterai tahan lama, dan banyak fitur pelatihan yang cocok untuk atlet pemula maupun tingkat lanjut. Pilihan ideal jika prioritas utama kamu adalah akurasi GPS dan data performa olahraga.

7. HUAWEI WATCH GT 5 PRO 46mm Ceramic and Titanium

Huawei Watch GT 5 Pro adalah smartwatch premium dengan material kelas atas seperti titanium alloy dan ceramic yang memberikan kesan mewah namun tetap kuat. Dilengkapi multi-GNSS dengan dual-band GPS (L1 + L5), jam ini menawarkan akurasi lokasi yang sangat tinggi, cocok untuk hiking, lari, atau aktivitas outdoor berat. Selain itu, GT 5 Pro punya fitur kesehatan lengkap, layar AMOLED tajam, dan baterai panjang hingga 14 hari. Sangat cocok untuk pengguna yang ingin kombinasi antara tampilan premium, fitur olahraga lengkap, dan GPS akurat kelas flagship.

Manfaat AI dalam Industri Wisata

0

Teknologi Kecerdasan Buatan Membawa Perubahan di Industri Pariwisata

Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi berbagai sektor, termasuk industri pariwisata. Dalam sebuah laporan yang mengamati tren perjalanan di masa depan, ditemukan bahwa wisatawan Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan teknologi AI untuk meningkatkan pengalaman menginap di hotel.

Sebanyak 59% responden dari Indonesia menyebutkan bahwa fitur paling menarik adalah rekomendasi instan, informasi tentang objek wisata lokal, dan pemesanan fasilitas hotel melalui koncierge yang didukung AI. Selain itu, 55% responden menyebutkan bahwa contactless check-in dan check-out menjadi fitur yang sangat diminati. Sementara itu, teknologi kesehatan seperti sleep tracking dan pemantauan kualitas udara mencapai 53%, serta fitur ramah lingkungan sebesar 50%.

Dalam merencanakan perjalanan, tiga dari lima wisatawan Indonesia, atau sekitar 60%, percaya bahwa ringkasan ulasan hotel berbasis AI akan menjadi fitur paling bermanfaat pada tahun 2026. Angka ini meningkat menjadi 63% di kalangan generasi Z. Di urutan berikutnya, pemantauan harga kamar dan informasi peringatan mencapai 56%, sedangkan perencanaan personal mendapat 55%.

Temuan riset juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia lebih cenderung mencari referensi akomodasi melalui online travel agency (OTA) atau situs pemesanan. Angka ini mencapai 38%, naik dari 25% pada tahun sebelumnya.

Menurut Country Manager Indonesia di SiteMinder, Fifin Prapmasari, riset ini melibatkan 12.000 wisatawan dari 14 negara, termasuk Indonesia, Thailand, Australia, Tiongkok, Prancis, India, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Menurutnya, kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam industri perjalanan. Ia juga menyebutkan adanya perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh keinginan kuat untuk bepergian.

“Indonesia memimpin dalam penggunaan teknologi baru untuk membuat penginapan hotel pada tahun 2026 menjadi lebih cerdas, efisien, dan menyenangkan. Penelitian SiteMinder menunjukkan bahwa teknologi akan selalu menjadi inti dari perjalanan yang lancar, dan akan terus memberikan manfaat bagi mereka yang siap mengadopsinya,” ujarnya.

Fifin menjelaskan bahwa peningkatan keterbukaan terhadap adopsi AI sejalan dengan temuan bahwa 51% wisatawan Indonesia melaporkan memiliki ‘keinginan yang jauh lebih kuat’ untuk bepergian dalam setahun ke depan meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian.

Di kalangan milenial Indonesia, angka ini meningkat menjadi 57%. Sebanyak 34% wisatawan Indonesia berencana melakukan perjalanan ke luar negeri pada tahun 2026, 17% akan tetap berwisata di dalam negeri, dan 49% akan melakukan keduanya.

Jepang menjadi destinasi internasional paling diminati dengan 45%, disusul Singapura (28%) dan Korea Selatan (25%). Di dalam negeri, 69% wisatawan akan berwisata ke Pulau Jawa, 27% ke Sumatra, dan 26% ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Ulasan FreeBuds 7i – ANC Kuat, Suara 3D, Harga Mulai Rp899 Ribu

0

Pengenalan FreeBuds 7i dari Huawei

Huawei baru saja meluncurkan produk terbaru mereka, yaitu FreeBuds 7i, di pasar Indonesia. Produk ini merupakan bagian dari lini earbud nirkabel yang dirancang untuk memberikan pengalaman audio premium dengan harga yang terjangkau. Dengan desain menarik dan fitur canggih, FreeBuds 7i menjadi pilihan yang cocok bagi berbagai kalangan pengguna.

Desain dan Kenyamanan

FreeBuds 7i hadir dalam tiga pilihan warna: Pink, Black, dan White. Casingnya memiliki bentuk bulat yang modern, sementara earbuds dirancang agar tetap ergonomis. Terdapat juga eartip silikon dengan ukuran XS yang dapat dipilih oleh pengguna dengan telinga kecil, sehingga memastikan kenyamanan maksimal selama pemakaian. Bobotnya yang ringan membuat earbud ini nyaman digunakan sepanjang hari.

Teknologi Peredam Bising Aktif

Salah satu fitur utama dari FreeBuds 7i adalah sistem peredam bising aktif (ANC) terbaru yang disebut Intelligent Dynamic ANC 4.0. Teknologi ini mampu meredam kebisingan hingga sekitar 55 dB, memberikan ketenangan saat mendengarkan musik atau melakukan panggilan di lingkungan ramai seperti transportasi umum, kafe, atau kantor.

Pengalaman Audio yang Menakjubkan

Pengalaman audio pada FreeBuds 7i diperkuat oleh driver dinamis 11 mm yang dilengkapi tuning suara yang lebih natural dan seimbang. Selain itu, dukungan audio spasial 3D melalui sensor head-motion 6-axis memberikan sensasi imersif yang membuat musik, film, atau video terasa hidup, seolah datang dari berbagai arah.

Kemampuan Koneksi yang Fleksibel

FreeBuds 7i didukung oleh kemampuan koneksi ke dua perangkat secara simultan (dual-device connectivity), yang sangat berguna bagi pengguna yang sering beralih antara ponsel dan laptop. Earbud ini kompatibel dengan berbagai sistem operasi, termasuk Android, iOS, maupun HarmonyOS.

Daya Tahan Baterai yang Mumpuni

Daya tahan baterai pada FreeBuds 7i cukup mengesankan. Setiap earbuds memiliki daya 55,5 mAh, sedangkan casing-nya memiliki kapasitas 510 mAh. Dengan ANC nonaktif, FreeBuds 7i bisa bertahan hingga 8 jam pemakaian. Jika ANC aktif, durasi pemakaian sekitar 5 jam. Dengan menggunakan casing, total daya bisa mencapai 35 jam pemutaran musik.

Harga dan Penawaran Spesial

FreeBuds 7i mulai tersedia di Indonesia pada 5 Desember 2025 melalui toko online seperti HUAWEI Online Store, Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada. Harga awalnya dimulai dari sekitar Rp899 ribu. Selama masa peluncuran, pembeli juga akan mendapatkan benefit tambahan berupa “Loss Care Support”.

Kesimpulan

Dengan kombinasi desain ringan dan nyaman, teknologi ANC yang kuat, pengalaman audio yang imersif, daya tahan baterai yang baik, serta harga yang terjangkau, FreeBuds 7i menjadi pilihan yang tepat bagi banyak orang. Mulai dari pelajar dan pekerja hingga mereka yang sering bepergian atau ingin menikmati musik dengan tenang dalam keseharian.

Pembaruan Harga iPhone 13-17 Desember 2025: Diskon Menjelma!

0

Penurunan Harga iPhone di iBox Per Desember 2025

Pada bulan Desember 2025, distributor resmi Apple, iBox, mengumumkan penyesuaian harga untuk berbagai model iPhone yang tersedia di toko mereka. Penurunan harga ini mencapai hingga 22% untuk beberapa varian, terutama pada seri iPhone 15 dan 16. Ketersediaan stok juga menjadi perhatian khusus, dengan beberapa model kapasitas besar dari iPhone 14 dan 15 tidak tersedia di pasaran.

Daftar Harga iPhone 13

Model iPhone 13 yang sebelumnya memiliki harga yang lebih tinggi kini menunjukkan penurunan signifikan. Berikut rinciannya:

  • iPhone 13 – 128 GB: Rp8.249.000

Daftar Harga iPhone 14

Beberapa model iPhone 14 mengalami penurunan harga, namun beberapa varian dengan kapasitas besar sudah habis stok:

  • iPhone 14 – 128 GB: Rp9.749.000 (diskon 22%)
  • iPhone 14 – 256 GB: Stok habis
  • iPhone 14 – 512 GB: Stok habis
  • iPhone 14 Plus: Stok habis

Daftar Harga iPhone 15

Model iPhone 15 menunjukkan penurunan harga yang cukup besar, terutama untuk varian 128 GB dan 256 GB:

  • iPhone 15 – 128 GB: Rp11.249.000 (diskon 22%)
  • iPhone 15 – 256 GB: Rp13.749.000 (diskon 21%)
  • iPhone 15 – 512 GB: Stok habis
  • iPhone 15 Plus – 128 GB: Rp13.499.000 (diskon 18%)
  • iPhone 15 Plus – 256 GB: Rp15.999.000 (diskon 18%)

Daftar Harga iPhone 16

Seri iPhone 16 menawarkan berbagai pilihan kapasitas dengan diskon yang bervariasi:

  • iPhone 16e – 128 GB: Rp11.749.000 (diskon 8%)
  • iPhone 16e – 256 GB: Rp14.249.000 (diskon 7%)
  • iPhone 16e – 512 GB: Rp18.249.000 (diskon 5%)
  • iPhone 16 – 128 GB: Rp14.999.000 (diskon 12%)
  • iPhone 16 – 256 GB: Rp16.499.000 (diskon 15%)
  • iPhone 16 – 512 GB: Rp20.999.000 (diskon 11%)
  • iPhone 16 Plus – 128 GB: Rp17.249.000 (diskon 9%)
  • iPhone 16 Plus – 256 GB: Rp19.749.000 (diskon 8%)
  • iPhone 16 Plus – 512 GB: Rp22.999.000 (diskon 10%)
  • iPhone 16 Pro – 128 GB: Rp17.999.000 (diskon 18%)
  • iPhone 16 Pro – 256 GB: Rp20.499.000 (diskon 16%)
  • iPhone 16 Pro – 512 GB: Rp24.499.000 (diskon 14%)
  • iPhone 16 Pro – 1 TB: Rp28.999.000 (diskon 11%)
  • iPhone 16 Pro Max – 128 GB: Rp17.999.000 (diskon 18%)
  • iPhone 16 Pro Max – 256 GB: Rp21.999.000 (diskon 15%)
  • iPhone 16 Pro Max – 512 GB: Rp26.499.000 (diskon 15%)
  • iPhone 16 Pro Max – 1 TB: Rp31.499.000 (diskon 10%)

Daftar Harga iPhone Air

Model iPhone Air juga turut diberi diskon, meskipun tidak sebesar seri lainnya:

  • iPhone Air – 256 GB: Rp21.249.000
  • iPhone Air – 512 GB: Rp25.999.000
  • iPhone Air – 1 TB: Rp30.249.000

Daftar Harga iPhone 17

Seri terbaru iPhone 17 menawarkan berbagai pilihan dengan harga yang kompetitif:

  • iPhone 17 – 256 GB: Rp17.249.000
  • iPhone 17 – 512 GB: Rp21.999.000
  • iPhone 17 Pro – 256 GB: Rp23.749.000
  • iPhone 17 Pro – 512 GB: Rp28.249.000
  • iPhone 17 Pro – 1 TB: Rp32.999.000
  • iPhone 17 Pro Max – 256 GB: Rp25.749.000
  • iPhone 17 Pro Max – 512 GB: Stok habis
  • iPhone 17 Pro Max – 1 TB: Stok habis
  • iPhone 17 Pro Max – 2 TB: Stok habis

Dengan penyesuaian harga ini, konsumen dapat memilih model iPhone sesuai kebutuhan dan anggaran. Namun, penting untuk memperhatikan ketersediaan stok, terutama untuk varian dengan kapasitas besar.

Pembaruan Harga iPhone 11-17 di NTB Bulan Desember 2025

0

Tren Pembelian iPhone di Nusa Tenggara Barat Bulan Desember 2025

Memasuki bulan Desember 2025, minat masyarakat terhadap produk Apple di Indonesia khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin meningkat. Hal ini didorong oleh peluncuran seri terbaru iPhone 17 yang memicu peningkatan permintaan terhadap model-model sebelumnya seperti iPhone 11 hingga iPhone 16. Harga yang lebih terjangkau membuat lini iPhone sebelumnya semakin diminati.

Pantauan terhadap beberapa toko resmi seperti iBox, Digimap, dan Erafone, serta marketplace nasional menunjukkan bahwa harga iPhone di NTB umumnya mengikuti harga nasional. Selain itu, momentum akhir tahun juga memberikan peluang bagi berbagai promo, termasuk program cicilan dan cashback.

Daftar Harga iPhone di Nusa Tenggara Barat Bulan Desember 2025

Berikut adalah perkiraan harga iPhone di NTB berdasarkan informasi terbaru dari toko resmi dan ritel besar:

  • iPhone 11 (64GB–256GB): Rp 6,4 juta – Rp 8,5 juta (baru), Rp 3 juta – Rp 5,8 juta (bekas)
  • iPhone 12 (64GB–256GB): Rp 5,999 juta – Rp 10,5 juta, tergantung kapasitas dan kondisi
  • iPhone 12 Pro Max (stok lama/bekas): Rp 13,999 juta – Rp 20,499 juta
  • iPhone 13 Series: Rp 8,199 juta – Rp 13 juta
  • iPhone 14 Series: Rp 9,749 juta – Rp 18 juta
  • iPhone 15 (128GB): Rp 11,249 juta – Rp 11,499 juta
  • iPhone 16 Series: Rp 17 juta – Rp 22 juta
  • iPhone 17 Series: Rp 17 juta – Rp 24,8 juta

Harga di toko fisik seperti iBox Lombok Epicentrum Mall dan Erafone Mataram biasanya tidak jauh berbeda dengan harga online. Namun, variasi harga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti stok, garansi, kondisi unit, dan promo akhir tahun.

iPhone Baru atau Bekas, Mana yang Lebih Menarik?

Menjelang akhir tahun, banyak pengguna beralih ke iPhone bekas karena perbedaan harga yang signifikan. Model seperti iPhone 11 dan iPhone 12 masih dinilai cukup layak untuk kebutuhan foto, video, gaming, dan produktivitas harian. Namun, bagi pengguna yang ingin membeli unit bekas, disarankan untuk memastikan hal-hal berikut:

  • IMEI harus terdaftar secara resmi
  • Tingkat kesehatan baterai minimal 85 persen
  • Memilih garansi resmi dari Apple Indonesia seperti iBox, TAM, atau Digimap

Tips Membeli iPhone di Bulan Desember 2025

Untuk memastikan pembelian yang optimal, berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:

  • Pilih unit resmi Indonesia untuk menghindari masalah aktivasi jaringan
  • Bandingkan harga antar marketplace seperti Blibli, Shopee, dan Tokopedia
  • Untuk kebutuhan foto/video, pilih minimum 128GB
  • Untuk penggunaan jangka panjang, iPhone 17 menjadi pilihan terbaik karena memiliki chipset terbaru dan kamera sinematik

Peringatan

Harga iPhone dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan toko, ketersediaan stok, promo akhir tahun, dan kondisi pasar. Untuk mendapatkan informasi yang paling akurat, disarankan untuk langsung mengecek harga di toko resmi atau marketplace terpercaya.

Isu Kenaikan Harga AI Meningkat, Pendapatan Nvidia Tetap Melonjak

0

Pendapatan Nvidia Naik Drastis, Tapi Isu “AI Bubble” Tetap Menghantui

Pendapatan produsen Graphics Processing Unit (GPU) terkemuka, Nvidia, tercatat mengalami peningkatan yang signifikan dalam laporan keuangan kuartal III tahun fiskal 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun isu “AI bubble” atau gelembung kecerdasan buatan sedang menjadi perhatian global, perusahaan seperti Nvidia tetap mampu bertahan dan bahkan berkembang pesat.

Dalam laporan tersebut, pendapatan Nvidia meningkat sebesar 62 persen year-on-year (YoY) menjadi 57 miliar dolar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dari angka pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh permintaan chip AI yang sangat tinggi, khususnya dari segmen data center yang merupakan salah satu divisi utama Nvidia. Pendapatan dari segmen ini meningkat hingga 66 persen YoY, mencapai 51,2 miliar dolar AS.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyampaikan pandangannya mengenai isu “AI bubble”. Ia menegaskan bahwa dari sudut pandang perusahaan, situasi saat ini justru menunjukkan pertumbuhan nyata. Huang juga menyebut bahwa penjualan chip AI Blackwell sangat tinggi dan GPU untuk cloud terjual habis. Ia bahkan menyatakan bahwa “Kami unggul di setiap fase AI.”

Meski demikian, tidak semua pihak yakin bahwa tren AI akan terus berlangsung tanpa hambatan. Beberapa analis membandingkan situasi saat ini dengan fenomena dot-com pada akhir tahun 1990-an, di mana banyak investor memberi dukungan besar kepada startup teknologi yang belum memiliki model bisnis yang jelas. Fenomena ini akhirnya berujung pada kebangkrutan banyak perusahaan teknologi.

Beberapa ahli ekonomi mengkhawatirkan bahwa isu “AI bubble” tidak hanya melibatkan perusahaan besar seperti Nvidia, tetapi juga berpotensi mengancam seluruh ekosistem teknologi. Simon French, kepala ekonom Panmure Liberum, menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah perusahaan-perusahaan AI lain yang belum bisa menghasilkan keuntungan. Menurutnya, kekhawatiran ini lebih terfokus pada area yang lebih luas dari ekosistem teknologi.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa investasi AI di kalangan perusahaan tertentu bersifat sirkular. Contohnya, Nvidia berinvestasi pada perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI, sementara perusahaan-perusahaan tersebut juga membeli chip Nvidia dalam jumlah besar. Hal ini menciptakan lingkaran kecil yang dapat memicu “AI bubble”.

Eileen Burbidge, investor teknologi sekaligus mitra pendiri Passion Capital, menyebut fenomena ini sebagai pola “berputar-putar” antara sekitar 10 hingga 20 perusahaan AI besar. Pola ini memicu pertanyaan apakah permintaan AI benar-benar organik atau hanya berlangsung karena saling mendukung investasi satu sama lain.

Meski pendapatan Nvidia terus meningkat, kekhawatiran tentang pecahnya “AI bubble” tetap menghantui dunia teknologi. Banyak pihak masih mempertanyakan apakah tren AI yang saat ini sedang booming akan bertahan atau justru akan runtuh seperti gelembung yang terlalu besar. Dengan situasi yang begitu dinamis, masa depan industri AI masih penuh ketidakpastian.

Rekomendasi Jam Tangan Pintar Olahraga Terbaik 2025

0

Rekomendasi Jam Tangan Pintar dengan Akurasi Tinggi untuk Aktivitas Olahraga

Dalam era teknologi yang semakin berkembang, jam tangan pintar telah menjadi alat penting bagi para penggemar olahraga. Bukan hanya sebagai aksesori, perangkat ini memainkan peran krusial dalam memantau kesehatan dan performa pengguna. Dari lari, bersepeda, hingga latihan gym, jam tangan pintar membantu pengguna mengukur detak jantung, jarak tempuh, kualitas tidur, serta tingkat pemulihan tubuh. Namun, dengan banyaknya pilihan di pasaran, bagaimana menentukan smartwatch yang paling akurat untuk kebutuhan olahraga Anda?

Berikut adalah rekomendasi jam tangan pintar yang dikenal memiliki sensor presisi tinggi dan fitur lengkap untuk mendukung gaya hidup aktif.

1. Garmin Forerunner 965

Garmin telah lama dikenal sebagai produsen jam tangan yang sangat akurat dalam hal GPS dan deteksi detak jantung. Forerunner 965 adalah salah satu model terbaik dari merek ini. Dengan layar AMOLED yang cerah, akurasi GNSS multiband, dan fitur pemantauan lari yang sangat detail, jam tangan ini cocok untuk atlet profesional maupun pelari serius. Pengguna dapat memantau beban latihan, VO2 Max, tingkat pemulihan, dan stamina secara real time. Baterai yang tahan hingga dua minggu membuatnya ideal untuk aktivitas jangka panjang. Meskipun harganya termasuk premium, akurasinya menjadikannya pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan data terperinci.

2. Apple Watch Series 10

Bagi pengguna ekosistem Apple, Apple Watch Series 10 menjadi pilihan terlengkap dan tercepat. Sensor detak jantung generasi baru dan algoritma latihan yang dioptimalkan membuatnya sangat cocok untuk olahraga intensitas tinggi. Fitur seperti Running Power, ECG, hingga analisis zona detak jantung membantu pengguna merancang sesi latihan yang lebih efektif. Meskipun GPS-nya tidak sekompleks Garmin, Apple Watch tetap konsisten dalam pemantauan kesehatan harian. Harganya juga premium, tetapi cocok bagi pengguna iPhone yang ingin integrasi sempurna antara perangkat dan aplikasi.

3. Samsung Galaxy Watch7 Pro

Samsung kembali memperkenalkan Galaxy Watch7 Pro dengan peningkatan pada sensor BioActive, yang memberikan akurasi detak jantung yang lebih stabil dan pelacakan GPS dual-band yang presisi. Mode olahraga yang tersedia sangat lengkap, mulai dari hiking, bersepeda, hingga gym training. Baterai yang tahan lama membuatnya ideal untuk aktivitas outdoor. Selain itu, jam tangan ini dilengkapi analisis tidur, pemantauan komposisi tubuh, dan integrasi penuh dengan Samsung Health. Harganya berada di kelas menengah-premium, namun fitur yang ditawarkan cukup kompetitif.

4. Huawei Watch GT 5

Untuk pengguna yang mencari akurasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau, Huawei Watch GT 5 adalah pilihan yang solid. Jam tangan ini dibekali teknologi TruSeen generasi terbaru yang memberikan deteksi detak jantung lebih stabil dibanding model sebelumnya. GPS-nya akurat untuk lari dan bersepeda, sementara baterai mampu bertahan lebih dari seminggu. Fitur olahraga cukup lengkap dengan mode otomatis dan data pemulihan yang informatif. Dengan harga di kelas mid-range, jam tangan ini menawarkan rasio fitur dan nilai yang sangat baik.

Kesimpulan

Keempat jam tangan pintar di atas menawarkan akurasi tinggi, tetapi pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan pengguna. Garmin unggul untuk atlet yang membutuhkan data paling detail, Apple cocok bagi pengguna iPhone yang menginginkan pelacakan harian presisi, Samsung ideal bagi pengguna Android yang ingin paket lengkap, sementara Huawei menawarkan akurasi solid dengan harga lebih hemat. Pilihlah sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan olahraga Anda.

Redmi Pad 2 Pro Diluncurkan di Indonesia, Didukung Chipset Snapdragon 7S Gen 4 dan Baterai 12.000 mAh dengan Harga Mulai Rp4 Jutaan

0

Pengenalan Redmi Pad 2 Pro di Pasar Indonesia

Xiaomi meluncurkan tablet terbaru mereka, Redmi Pad 2 Pro, yang langsung menarik perhatian di pasar Indonesia. Tablet ini menawarkan kombinasi spesifikasi tinggi dengan harga yang kompetitif, mulai dari Rp4,4 jutaan. Dengan fitur-fitur yang menonjol, Redmi Pad 2 Pro menjadi pilihan yang menarik bagi pengguna yang mencari perangkat serbaguna.

Layar Visual Mumpuni dan Performa Tinggi

Redmi Pad 2 Pro dirancang untuk kebutuhan multimedia dan multitasking yang intensif. Salah satu fitur utamanya adalah layar IPS 12,1 inci dengan resolusi 2.5K. Layar ini dilengkapi dengan refresh rate 120 Hz yang sangat mulus, color gamut 100% sRGB, serta tingkat kecerahan maksimal hingga 574 nits, membuatnya cocok digunakan di luar ruangan.

Chipset Terbaru dan Kinerja Handal

Performa tablet ini didukung oleh chipset Snapdragon 7S Gen 4 yang memiliki prime core dengan kecepatan hingga 2,7 GHz. Didukung RAM 8 GB LPDDR4X dan storage 256 GB UFS 2.2, pengguna dapat memperluas kapasitas penyimpanan hingga 2 TB menggunakan microSD. Dalam pengujian, chipset ini mampu menjalankan game seperti PUBG Mobile dengan mulus pada 60 fps dan Genshin Impact pada pengaturan tertinggi dengan rata-rata 37 fps.

Baterai Besar dan Daya Tahan Maksimal

Salah satu fitur paling menonjol dari Redmi Pad 2 Pro adalah baterai berkapasitas 12.000 mAh, salah satu yang terbesar di kelasnya. Dalam pengujian, baterai ini mampu bertahan hingga 32 jam 25 menit dalam pemutaran video offline. Pengisian daya bisa dilakukan menggunakan adaptor 33 watt, yang hanya membutuhkan sekitar 2 jam 49 menit untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh.

Audio Premium dan Konektivitas Canggih

Redmi Pad 2 Pro dilengkapi empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos dan fitur volume boost hingga 300%. Tablet ini juga mendukung streaming Netflix hingga Full HD dengan Dolby Vision dan YouTube sampai 4K 60 fps, memberikan pengalaman audio dan visual yang luar biasa.

Aksesori Pendukung Produktivitas

Untuk pengguna yang ingin meningkatkan produktivitas, Xiaomi menyediakan aksesori opsional seperti Redmi Smart Pen dan Redmi Pad 2 Pro Keyboard. Redmi Smart Pen mendukung 4096 level tekanan dan touch sampling 240 Hz, sedangkan keyboard menawarkan key travel 1,3 mm untuk pengalaman mengetik yang nyaman. Kedua aksesori ini dijual terpisah dengan harga sekitar Rp699 ribu per item.

Harga, Ketersediaan, dan Target Pengguna

Dengan harga resmi Rp4.499.000 (varian 8 GB/256 GB), Redmi Pad 2 Pro menawarkan nilai yang sangat kompetitif. Perangkat ini sudah tersedia di seluruh kanal penjualan online dan offline resmi Xiaomi Indonesia, lengkap dengan jaminan layanan purna jual. Redmi Pad 2 Pro sangat ideal bagi pengguna yang mencari tablet serbaguna: mulai dari kebutuhan hiburan berat (streaming dan gaming casual), hingga alat produktivitas sebagai alternatif laptop ringan.

Harga iPhone Desember 2025: Daftar Lengkap iPhone 14 hingga iPhone 17 Air

0

Daftar Harga iPhone Terbaru Tahun 2025

iPhone terus menghadirkan inovasi dan peningkatan fitur di setiap rilisnya. Tahun 2025 ini, berbagai model baru telah dirilis, termasuk iPhone 17 yang hadir dalam empat varian. Berikut adalah daftar harga lengkap untuk semua model iPhone yang tersedia.

Harga iPhone 17

iPhone 17 hadir dengan empat model utama, yaitu:
– iPhone 17 (model dasar)
– iPhone 17 Air
– iPhone 17 Pro
– iPhone 17 Pro Max

Berikut detail harganya:

  • iPhone 17
  • 256 GB: Rp 17.249.000
  • 512 GB: Rp 21.999.000

  • iPhone 17 Air

  • 256 GB: Rp 21.249.000
  • 512 GB: Rp 25.999.000
  • 1 TB: Rp 30.249.000

  • iPhone 17 Pro

  • 256 GB: Rp 23.749.000
  • 512 GB: Rp 28.249.000
  • 1 TB: Rp 32.999.000
  • 2 TB: Belum tersedia

  • iPhone 17 Pro Max

  • 256 GB: Rp 25.749.000
  • 512 GB: Rp 30.249.000
  • 1 TB: Rp 34.999.000
  • 2 TB: Rp 43.999.000

Harga iPhone Seri Lain

Selain iPhone 17, beberapa model sebelumnya juga masih tersedia dengan harga menarik:

  • iPhone 13
  • 128 GB: Rp 8.249.000 (dari harga awal Rp 10.299.000)

  • iPhone 14

  • 128 GB: Rp 9.699.000 (dari harga awal Rp 12.499.000)
  • 256 GB: Rp 11.949.000 (dari harga awal Rp 15.299.000)

  • iPhone 15

  • 128 GB: Rp 10.999.000 (dari harga awal Rp 14.400.000)
  • 256 GB: Rp 13.499.000 (dari harga awal Rp 17.499.000)

  • iPhone 15 Plus

  • 128 GB: Rp 12.999.000 (dari harga awal Rp 16.499.000)
  • 256 GB: Rp 15.499.000 (dari harga awal Rp 19.499.000)

  • iPhone 16

  • 128 GB: Rp 13.999.000 (dari harga awal Rp 16.999.000)
  • 256 GB: Rp 16.499.000 (dari harga awal Rp 19.499.000)
  • 512 GB: Rp 20.999.000 (dari harga awal Rp 23.499.000)

  • iPhone 16 Plus

  • 128 GB: Rp 15.999.000 (dari harga awal Rp 18.999.000)
  • 256 GB: Rp 18.499.000 (dari harga awal Rp 21.499.000)
  • 512 GB: Rp 22.999.000 (dari harga awal Rp 25.499.000)

  • iPhone 16 Pro

  • 128 GB: Rp 17.999.000 (dari harga awal Rp 21.999.000)
  • 256 GB: Rp 20.999.000 (dari harga awal Rp 24.499.000)
  • 512 GB: Rp 25.499.000 (dari harga awal Rp 28.499.000)
  • 1 TB: Rp 29.999.000 (dari harga awal Rp 32.499.000)

  • iPhone 16 Pro Max

  • 256 GB: Rp 21.999.000 (dari harga awal Rp 25.999.000)
  • 512 GB: Rp 27.499.000 (dari harga awal Rp 30.999.000)
  • 1 TB: Rp 32.499.000 (dari harga awal Rp 34.999.000)

  • iPhone 16e

  • 128 GB: Rp 11.499.000 (dari harga awal Rp 12.740.000)
  • 256 GB: Rp 13.999.000 (dari harga awal Rp 15.240.000)
  • 512 GB: Rp 17.999.000 (dari harga awal Rp 19.240.000)

  • iPhone 11

  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000

  • iPhone SE 3rd Gen

  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
  • 256 GB: Rp 9.999.000

Cara Pre Order iPhone 17

Beberapa distributor resmi Apple di Indonesia seperti iBox, Digimap, dan Erafone telah membuka sistem pre order untuk iPhone 17. Berikut cara pemesanannya:

1. iBox Indonesia
  • Pembukaan pre order: 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB
  • Pengambilan barang: 17 Oktober 2025
  • Langkah pemesanan:
  • Buka situs resmi iBox
  • Klik Registrasi pada halaman promosi iPhone 17
  • Isikan nama lengkap, email, dan nomor HP
  • Pilih varian iPhone 17 Pro Max
  • Klik Simpan
  • Akan muncul notifikasi bahwa pemesanan berhasil
2. Digimap
  • Pembukaan pre order: 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB
  • Pengambilan barang: 17 Oktober 2025
  • Langkah pemesanan:
  • Buka situs resmi Digimap
  • Klik Registrasi pada halaman promosi iPhone 17
  • Isikan data pribadi
  • Pilih varian iPhone 17 Pro Max
  • Klik Simpan
  • Akan muncul notifikasi bahwa pemesanan berhasil
3. Erafone
  • Pembukaan pre order: 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB
  • Pengambilan barang: 17 Oktober 2025
  • Langkah pemesanan:
  • Buka situs resmi Erafone
  • Klik Registrasi pada halaman promosi iPhone 17
  • Isikan data pribadi
  • Pilih varian iPhone 17 Pro Max
  • Klik Simpan
  • Akan muncul notifikasi bahwa pemesanan berhasil

Masa Depan “AI Bubble” Diperkirakan Para Analis

0

Isu Gelembung Kecerdasan Buatan: Apakah Ini Benar-benar Terjadi?

Industri kecerdasan buatan (AI) yang saat ini sedang menjadi sorotan global kini menghadapi kekhawatiran besar. Isu tentang “gelembung AI” atau AI bubble kembali muncul setelah dua investor besar, Peter Thiel dan SoftBank, menjual seluruh saham Nvidia yang mereka miliki. Langkah ini memicu kegelisahan di pasar, mengingat Nvidia selama dua tahun terakhir dianggap sebagai indikator utama pertumbuhan industri AI.

Gelembung AI bisa diartikan sebagai situasi di mana tren AI sedang naik tinggi, semua orang bicara tentangnya, perusahaan berlomba-lomba menggunakan teknologi AI, dan investor menanamkan dana besar. Namun, perkembangan atau profit yang dihasilkan belum tentu secepat atau sebesar yang dibayangkan. Analoginya seperti gelembung sabun yang semakin besar, namun bisa pecah kapan saja jika isinya tidak stabil.

Jika gelembung tersebut benar-benar terjadi, industri yang saat ini sedang hype bisa berantakan jika kondisinya tidak stabil. Pertanyaannya, apakah kita sedang menuju ke arah itu? Pendapat analis pun terbelah. Ada yang berpendapat bahwa kondisi pasar AI saat ini memiliki ciri-ciri mirip bubble klasik seperti era dot-com pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, ada juga analis yang optimis bahwa industri AI kali ini berbeda dari masa lalu.

Sinyal Investor Besar “Cabut”

Dalam laporan terbarunya, hedge fund milik Peter Thiel, Thiel Macro, menjual seluruh 537.742 saham Nvidia yang dimilikinya pada kuartal III-2025. Nilainya diperkirakan mencapai 100 juta dollar AS. Langkah ini terjadi hanya beberapa hari setelah SoftBank dilaporkan menjual seluruh saham Nvidia yang mereka pegang senilai sekitar 5,8 miliar dollar AS.

Aksi jual besar ini memicu kekhawatiran bahwa valuasi sektor AI sudah terlalu tinggi. Valuasi merujuk pada nilai total sebuah perusahaan berdasarkan perkiraan harga jika dijual saat ini. Dengan kemunculan ChatGPT pada 2022, saham-saham terkait AI telah menjadi motor penggerak pasar global. Menurut laporan Euro News, kontribusinya luar biasa, sekitar 75 persen dari return S&P 500, 80 persen pertumbuhan laba, dan 90 persen belanja modal berasal dari sektor AI.

Valuasi gabungan raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Apple, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Tesla, atau dikenal sebagai “Magnificent Seven”, kini setara atau lebih besar dari perekonomian negara besar dunia seperti China. Bukti konkret lainnya adalah lonjakan valuasi Nvidia sebesar 300% dalam dua tahun terakhir. Kini, Nvidia menjadi satu-satunya perusahaan dengan valuasi lebih dari 4 triliun dollar AS.

UBS: Pola Mirip Dot-Com Bubble

Andrew Garthwaite, Chief Global Equity Strategist UBS, berpendapat bahwa euforia AI saat ini menunjukkan pola yang mirip dengan dot-com bubble. Tanda pertama adalah maraknya perilaku “buy the dip”, yakni ketika investor membeli saham perusahaan AI saat harganya turun karena percaya nilainya akan naik lagi. Ciri kedua adalah keyakinan investor bahwa teknologi AI akan menjadi revolusi besar, sehingga “kali ini pasti berbeda”. Ciri ketiga adalah meningkatnya jumlah investor ritel yang masuk ke saham teknologi.

Menurut Garthwaite, sekitar 21 persen rumah tangga di Amerika kini memiliki saham individu, dan angka ini naik menjadi 33 persen jika termasuk investasi lewat reksa dana. Namun, ia mengingatkan bahwa hampir seluruh pertumbuhan laba hanya datang dari segelintir perusahaan besar.

Goldman Sachs: Tidak Sama

Tidak semua analis sepakat bahwa lonjakan sektor AI saat ini layak disamakan dengan gelembung dot-com. Peter Oppenheimer dari Goldman Sachs mengatakan bahwa kondisi industri sekarang jauh berbeda dari era dot-com. Raksasa AI seperti Nvidia, Microsoft, atau Alphabet/Google bukan sekadar menjual mimpi. Kenaikan harga saham mereka diiringi pertumbuhan laba yang konsisten, bukan sekadar spekulasi pasar.

Oppenheimer juga menilai bahwa valuasi tinggi perusahaan AI saat ini lebih disebabkan oleh faktor makroekonomi seperti suku bunga rendah dan tingginya tingkat tabungan global. Perbedaan penting antara ledakan AI dan bubble dot-com ada pada rasio valuasi perusahaan. Median P/E forward 24 bulan untuk kelompok “Magnificent Seven” saat ini berada di angka 26,8 atau 27 kali laba. Angka ini jauh lebih rendah dibanding saat dot-com bubble.

Pandangan Lain dari Jordi Visser

Jordi Visser, Head of AI Macro Nexus Research di 22V Research, menilai masalah utama industri AI bukanlah spekulasi pasar atau valuasi tinggi, tetapi ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa permintaan terhadap GPU, daya listrik, server, dan data center tumbuh jauh lebih cepat dibanding kemampuan industri untuk menyediakannya. Tantangan AI ke depan justru berada pada eksekusi, bukan sekadar besaran investasi. Perusahaan yang mampu bertahan dan berkembang adalah mereka yang bisa mengelola keterbatasan fisik seperti suplai listrik, kapasitas data center, dan ketersediaan chip.