Rabu, April 15, 2026
Beranda blog Halaman 442

Indonesia Jadi Negara dengan Serangan Siber Terbanyak di Asia Pasifik

0

Indonesia Berada di Peringkat Ke-12 Negara dengan Aktivitas Siber Terbanyak di Asia Pasifik

Indonesia menduduki peringkat ke-12 dalam daftar negara dengan aktivitas siber tertinggi di kawasan Asia Pasifik, menurut laporan Microsoft Digital Defense Report 2025 (MDDR 2025). Dalam laporan tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 3,6% dari total aktivitas siber di kawasan tersebut. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman siber yang semakin meningkat.

Salah satu ancaman yang signifikan adalah serangan ransomware dan malware infostealer seperti Lumma Stealer, yang telah menyerang lebih dari 14.000 perangkat di Indonesia selama paruh pertama 2025. Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menilai bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan dan disiplin dalam keamanan siber.

Selama periode Juli 2024 hingga Juni 2025, sebanyak 52% serangan siber di dunia bermotifkan keuntungan finansial, sementara 80% insiden yang dianalisis oleh tim keamanan Microsoft melibatkan pencurian atau kebocoran data. Menurut Dharma, keamanan siber kini bukan hanya tanggung jawab IT, tetapi juga bagian dari tata kelola bisnis dan fondasi kepercayaan dalam berinovasi.

Tiga Perubahan Utama dalam Lanskap Ancaman Siber

Laporan MDDR 2025 menyoroti tiga pergeseran besar dalam ancaman siber:

Pertama, serangan berbasis identitas masih mendominasi. Tekanan terhadap kredensial, seperti password spray dan penyalahgunaan token, terus meningkat. Lebih dari 97% serangan identitas berasal dari upaya menebak kata sandi secara massal. Penerapan multifactor authentication (MFA) yang tahan phishing dapat mencegah hingga 99% serangan jenis ini.

Kedua, ransomware berevolusi menjadi pemerasan data. Selain mengenkripsi sistem, pelaku juga mencuri data sensitif untuk dijual atau digunakan sebagai alat negosiasi. Sektor publik seperti rumah sakit, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah menjadi sasaran utama karena keterbatasan sumber daya keamanan.

Ketiga, infostealer menjadi pintu masuk awal serangan. Malware seperti Lumma Stealer bertindak sebagai akses awal bagi kejahatan siber. Infostealer mencuri informasi pengguna, termasuk kata sandi, token sesi, dan data pribadi, melalui kampanye malvertising maupun manipulasi hasil pencarian (SEO poisoning).

Perkembangan AI dalam Keamanan Siber

Laporan MDDR 2025 juga mencatat kemajuan teknologi AI yang menciptakan paradoks baru dalam keamanan siber. Di satu sisi, pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk mempercepat pencarian kerentanan dan meningkatkan skala phishing otomatis. Tingkat keberhasilan phishing otomatis kini 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan phishing tradisional, dengan click-through rate naik dari 12% menjadi 54%.

Di sisi lain, AI juga memperkuat pertahanan organisasi. Microsoft memiliki Microsoft Sentinel, Security Copilot, dan produk di Microsoft Security Store yang dapat digunakan tanpa kode untuk menganalisis miliaran sinyal ancaman setiap hari. Pendekatan ini sejalan dengan Secure Future Initiative (SFI), yang berprinsip secure by design, secure by default, dan secure operations.

Empat Langkah Utama untuk Memperkuat Ketahanan Siber

Microsoft merekomendasikan empat langkah utama untuk memperkuat ketahanan siber:

  1. Gunakan MFA tahan phishing: Batasi hak akses sesuai prinsip least privilege.
  2. Bangun budaya keamanan siber: Tingkatkan keterampilan dan kesadaran di seluruh divisi agar keamanan menjadi fungsi bisnis dan tanggung jawab bersama.
  3. Petakan dan awasi aset cloud: Serangan terhadap cloud meningkat 87% tahun ini. Perkuat perlindungan data dan sistem dengan pembaruan rutin serta deteksi ancaman di seluruh perangkat dan aplikasi.
  4. Manfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab: Perlakukan model AI dan data sebagai aset yang harus dilindungi secara menyeluruh, sekaligus dimanfaatkan untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman dengan cepat.

Salesforce Perkenalkan Agentforce 360: AI Agensial yang Lebih Canggih

0

Pengenalan Salesforce Agentforce 360

Salesforce baru-baru ini memperkenalkan versi terbaru dari produknya, yaitu Salesforce Agentforce 360, dalam acara tahunan Dreamforce 2025 di San Francisco. Produk ini merupakan pengembangan lanjutan dari Salesforce Agentforce sebelumnya. Sebagai agentic AI, Salesforce Agentforce dilengkapi dengan autonomous AI agent yang dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan kemampuan tersebut, perusahaan dapat menjadi agentic enterprise.

Salesforce Agentforce 360 dikenal sebagai platform yang unggul dibandingkan agentic AI lainnya. Dengan berbagai inovasi yang ditawarkan, Salesforce menegaskan bahwa produk ini makin kuat dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi bisnis.

Keunggulan Salesforce Agentforce

Salesforce Agentforce pertama kali diperkenalkan setahun lalu. Produk ini terdiri dari sekumpulan autonomous AI agent. Namun, selain menyediakan agen-agen siap pakai, Salesforce juga memungkinkan perusahaan untuk membuat agen-agen mereka sendiri secara mudah. Menurut Salesforce, penggunaan AI seperti copilot kurang efektif, dan Agentforce adalah cara yang lebih baik untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam bisnis.

Sebagai kumpulan autonomous AI agent, Salesforce Agentforce dapat mengambil data yang tepat sesuai kebutuhan tugas, merancang rencana aksi, mengevaluasi rencana tersebut, melakukan penyesuaian jika diperlukan, dan mengeksekusinya secara otonom tanpa campur tangan manusia. Selain itu, Agentforce juga bisa belajar dari hasil eksekusi dan beradaptasi untuk menjadi lebih baik.

Membentuk Agentic Enterprise

Kolaborasi antara autonomous AI agent dan tenaga kerja manusia menjadi inti dari agentic enterprise. Salesforce menyebutkan bahwa agentic enterprise adalah model bisnis di mana tenaga kerja manusia dan agen-agen AI bekerja bersama dalam sistem yang kolaboratif dan tanpa hambatan. Dengan demikian, Salesforce percaya bahwa kombinasi antara manusia dan AI bisa mencapai tingkat produktivitas dan kreativitas yang tidak mungkin dicapai jika bekerja sendiri-sendiri.

Salesforce Agentforce membantu mencapai tujuan tersebut dengan memberdayakan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui otomatisasi pekerjaan berulang dan membosankan, sehingga tenaga kerja manusia bisa fokus pada tugas-tugas yang lebih bernilai.

Perkembangan Salesforce Agentforce

Salesforce terus mengembangkan Agentforce agar semakin mumpuni dan mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas perusahaan. Ada beberapa versi yang telah dirilis sebelum Agentforce 360, termasuk Agentforce, Agentforce 2, Agentforce 2dx, dan Agentforce 3. Setiap versi membawa peningkatan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Agentforce 2 hadir dengan Atlas Reasoning Engine yang ditingkatkan, Agentforce 2dx memungkinkan agen-agen untuk di-integrasi ke dalam alur kerja apa pun, sedangkan Agentforce 3 memiliki interoperabilitas dan governance yang lebih baik untuk implementasi yang lebih luas.

Salesforce Agentforce 360 sebagai Platform Terintegrasi

Salesforce Agentforce 360 disebut sebagai platform pertama di dunia yang dirancang untuk menghubungkan tenaga kerja manusia dan agen-agen AI dalam satu sistem yang terpercaya. Produk ini tidak hanya melayani konsumen, tetapi juga memberdayakan karyawan, mempermudah operasi, dan berkolaborasi dengan agen-agen AI lain.

Menurut Marc Benioff, CEO Salesforce, “Kita memasuki era agentic enterprise—era saat AI meningkatkan potensi manusia seperti belum pernah terjadi sebelumnya.” Agentforce 360 akan membantu setiap karyawan dan perusahaan mencapai potensi terbaik mereka.

Empat Elemen dalam Agentic Enterprise

Salesforce Agentforce 360 menyatukan empat elemen utama dari agentic enterprise: Salesforce Agentforce 360 Platform, Salesforce Data 360, aplikasi-aplikasi Salesforce Customer 360, dan Slack.

Salesforce Agentforce 360 Platform

Platform ini menjadi fondasi dari agen-agen AI kelas enterprise. Terdapat beberapa inovasi seperti Agentforce Builder baru, Agent Script, Agentforce Voice, dan Intelligent Context. Agentforce Builder baru adalah low-code builder yang memungkinkan perusahaan membangun agen dengan cara kolaboratif. Agent Script adalah scripting language yang memungkinkan perusahaan mengendalikan perilaku agen. Agentforce Voice memberikan suara alami kepada agen, sementara Intelligent Context memastikan agen menggunakan data yang relevan dan akurat.

Salesforce Data 360

Merupakan evolusi dari Salesforce Data Cloud, Salesforce Data 360 menyatukan data perusahaan dalam satu platform. Salah satu fitur baru adalah Document AI yang mengekstraksi data dari dokumen tak terstruktur.

Aplikasi-Aplikasi Salesforce Customer 360

Aplikasi-aplikasi ini mengintegrasikan agen-agen Salesforce Agentforce ke dalam alur kerja bisnis. Contohnya adalah Salesforce Agentforce IT Service, yang fokus pada layanan dukungan TI.

Slack

Sebagai platform kolaborasi cloud, Slack menjadi sistem operasi agentic untuk enterprise. Slack mendukung aplikasi Salesforce yang Slack-first, Enterprise Search, dan MCP (Model Context Protocol).

Penutup

Salesforce Agentforce 360 sudah tersedia secara global sejak peluncurannya. Dalam waktu dekat, Salesforce akan terus menghadirkan inovasi tambahan untuk meningkatkan kualitas dan manfaat dari produk ini.

Fitur Google untuk Akademisi dalam Menemukan Karya Ilmiah Terpercaya

0

Google Scholar: Solusi untuk Mencari Karya Ilmiah Berkualitas

Google, sebagai mesin pencari terbesar di dunia digital, terus mengembangkan berbagai fitur yang bermanfaat bagi pengguna. Salah satu inovasinya adalah Google Scholar, sebuah layanan yang dirancang khusus untuk memudahkan pencarian literatur ilmiah. Dengan adanya fitur ini, para mahasiswa dan akademisi kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menemukan karya-karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mencari karya ilmiah di internet sering kali menjadi tantangan besar. Prosesnya bisa memakan waktu lama dan tidak selalu efisien, karena informasi yang tersedia sangat banyak dan tidak semua sumbernya dapat dipercaya. Dengan Google Scholar, proses ini jauh lebih sederhana. Pengguna hanya perlu melakukan satu klik untuk menemukan artikel, buku, skripsi, tesis, disertasi, atau bahkan prosiding konferensi yang relevan dengan topik yang dicari.

Salah satu keunggulan utama dari Google Scholar adalah kemampuannya dalam menyajikan hasil pencarian yang bersifat akademis dan kredibel. Semua karya ilmiah yang ditampilkan berasal dari sumber-sumber terpercaya, sehingga pengguna tidak perlu khawatir tentang keabsahan informasi yang ditemukan. Selain itu, Google Scholar juga menampilkan jumlah kutipan yang diberikan oleh peneliti lain terhadap suatu karya. Semakin tinggi angka kutipan, semakin besar pengaruh karya tersebut dalam dunia akademis.

Fitur-fitur menarik yang tersedia di Google Scholar antara lain:

  • Profil Penulis: Pengguna seperti dosen, peneliti, atau mahasiswa dapat membuat profil resmi agar karya mereka lebih mudah ditemukan.
  • Citations (Kutipan): Pengguna bisa membuat daftar pustaka otomatis sesuai dengan format yang diinginkan, seperti APA, MLA, Chicago, dan lainnya.
  • Library (Perpustakaan): Fungsi ini memungkinkan pengguna menyimpan artikel penting agar bisa diakses kembali dengan mudah.
  • Alert: Pengguna bisa menerima notifikasi ketika ada penelitian baru yang sesuai dengan minat atau topik tertentu.

Cara Menggunakan Google Scholar

Untuk mendapatkan hasil pencarian yang optimal, pengguna disarankan menggunakan kata kunci yang spesifik. Selain itu, manfaatkan filter tahun terbit agar bisa menemukan penelitian terbaru. Jika ingin mendapatkan artikel secara gratis, carilah versi PDF atau All versions. Setelah menemukan artikel yang relevan, simpanlah ke Library agar tidak hilang.

Google Scholar juga menawarkan layanan gratis yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa perlu membayar. Meskipun beberapa artikel hanya bisa dibaca abstraknya, pengguna tetap bisa mendapatkan informasi penting dari karya-karya yang tersedia.

Dengan adanya Google Scholar, akses terhadap literatur ilmiah menjadi lebih mudah dan terstruktur. Ini tentu sangat berguna bagi para peneliti, mahasiswa, maupun akademisi yang membutuhkan referensi yang valid dan andal. Dengan tampilan yang mirip dengan Google biasa, pengguna akan merasa nyaman saat menggunakannya.

AWS Alokasikan Rp83 Triliun Perluas Infrastruktur AI di Korsel

0

Investasi Besar AWS di Korea Selatan untuk Pusat Data Kecerdasan Buatan

Amazon Web Services (AWS), salah satu anak perusahaan Amazon, mengumumkan rencana investasi minimal 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 83,1 triliun rupiah di Korea Selatan. Dana ini akan digunakan untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI). Informasi tersebut disampaikan oleh kantor kepresidenan Korea Selatan setelah pertemuan antara CEO AWS, Matt Garman, dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dalam acara KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Investasi besar ini merupakan bagian dari upaya AWS memperluas infrastruktur teknologi di Asia dan mendukung pertumbuhan industri AI di Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee menyatakan dukungan pemerintah terhadap rencana ini dan membahas potensi pengembangan ekosistem AI nasional.

Rencana Investasi AWS untuk Pusat Data AI di Korea Selatan

Kantor kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa AWS akan mengalokasikan sekurang-kurangnya 5 miliar dolar AS hingga tahun 2031. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan beberapa pusat data baru yang khusus dirancang untuk kebutuhan AI di wilayah Korea Selatan.

“Kami berkomitmen untuk memperluas infrastruktur cloud kami di Korea Selatan dengan investasi lebih dari 5 miliar dolar AS hingga tahun 2031,” kata Matt Garman. Pernyataan ini disampaikan saat bertemu Presiden Lee Jae Myung di Gyeongju, menjelang KTT APEC 2025.

Investasi ini merupakan tambahan dari investasi sebelumnya yang diumumkan pada Juni 2025, di mana AWS bersama konglomerat lokal SK Group telah merencanakan pembangunan pusat data AI terbesar di negara tersebut.

Pertemuan Matt Garman dan Presiden Korea Selatan Saat APEC KTT 2025

CEO AWS, Matt Garman, mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di sela-sela KTT APEC di Gyeongju. Dalam pertemuan ini, mereka membahas rencana ekspansi investasi AWS dan peran penting teknologi AI dalam pembangunan ekonomi Korea Selatan.

“Keputusan Amazon untuk melakukan investasi tambahan berskala besar akan mempercepat perkembangan ekosistem AI Korea Selatan,” ujar Lee. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan teknologi AI untuk menjadikan Korea Selatan salah satu dari tiga kekuatan AI terbesar di dunia.

Selain AWS, pertemuan ini juga melibatkan tujuh perusahaan global yang berkomitmen menginvestasikan total 9 miliar dolar AS di Korea Selatan dalam lima tahun ke depan, mencakup bidang AI, semikonduktor, dan kendaraan listrik.

Dampak Investasi AWS bagi Industri AI dan Kerja Sama dengan Perusahaan Lokal

Analis dan pejabat terkait menilai investasi AWS akan mendorong pertumbuhan pesat sektor AI di Korea Selatan. Investasi ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas pusat data dan menciptakan peluang kemitraan baru antara AWS dengan perusahaan domestik.

“Kami mengharapkan Amazon memperkuat kerja sama dengan perusahaan lokal dan menciptakan berbagai model kolaborasi dalam memperluas bisnis mereka,” kata Lee. Pemerintah Korea Selatan juga akan aktif memfasilitasi kolaborasi tersebut guna memastikan manfaat ekonomi nasional optimal.

Investasi AWS ini sejalan dengan strategi Korea Selatan membangun ‘jalan tol AI’ yang memungkinkan pemanfaatan teknologi AI secara efisien di berbagai sektor industri dan penelitian.

Realme 15T 5G Diluncurkan di Indonesia! Ponsel Tipis dengan Baterai Besar dan Harga Murah

0

Desain Elegan dan Tipis, Menyerupai Ponsel Flagship

Realme kembali menarik perhatian pasar smartphone Indonesia dengan peluncuran Realme 15T 5G pada 30 Oktober 2025. Dengan slogan “Looks Great!”, ponsel ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda yang menginginkan desain menarik, performa kuat, dan daya tahan luar biasa. Meski berada di kategori kelas menengah, Realme 15T 5G menawarkan fitur-fitur yang mirip dengan ponsel flagship, menjadikannya pilihan yang sangat menarik.

Desain Realme 15T 5G sangat elegan dan tipis. Ponsel ini hadir dalam tiga varian warna: Silk Blue, Suit Titanium, dan Flowing Silver. Bobotnya hanya sekitar 181–183 gram dengan ketebalan 7,79–7,89 mm, membuatnya salah satu smartphone paling tipis di kelasnya. Desain kamera belakangnya disebut-sebut menyerupai iPhone 16 Pro Max, memberikan kesan premium yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel kelas atas. Pendekatan ini dilakukan Realme untuk memenuhi tren pengguna kelas menengah yang ingin tampil seperti pengguna ponsel flagship tanpa harus membayar mahal.

Baterai Besar dengan Daya Tahan Maksimal

Salah satu fitur utama dari Realme 15T 5G adalah baterai berkapasitas besar yaitu 7.000 mAh. Angka ini sangat besar untuk sebuah smartphone tipis. Dengan baterai sebesar ini, pengguna dapat menikmati aktivitas harian seperti streaming, gaming, dan multitasking tanpa khawatir kehabisan daya. Realme menargetkan pengguna aktif yang membutuhkan perangkat tahan lama dari pagi hingga malam.

Kombinasi antara baterai jumbo dan bodi ramping menjadi pencapaian teknis yang patut diapresiasi. Biasanya, baterai besar identik dengan bodi tebal dan berat, namun Realme berhasil mengatasi tantangan ini dengan desain yang tetap ergonomis dan nyaman digenggam.

Layar AMOLED 120Hz dan Kecerahan Maksimal

Dari sisi tampilan, Realme 15T 5G menggunakan layar AMOLED 6,57 inci beresolusi FHD+ dengan refresh rate 120Hz. Layar ini juga memiliki tingkat kecerahan hingga 4.000 nits, sehingga tetap jelas dan tajam bahkan di bawah sinar matahari langsung. Spesifikasi ini memberikan pengalaman visual yang sangat memuaskan, baik untuk menonton video, bermain game, maupun sekadar menjelajahi media sosial. Refresh rate tinggi juga memberikan responsivitas yang lebih baik, terutama saat scrolling atau bermain game kompetitif.

Performa Dimensity 6400 Max dan Kamera AI 50MP

Untuk urusan dapur pacu, Realme 15T 5G ditenagai oleh MediaTek Dimensity 6400 Max, sebuah SoC yang dirancang untuk memberikan performa optimal di kelas menengah. Chipset ini mendukung konektivitas 5G dan efisiensi daya yang baik, cocok untuk pengguna yang menginginkan kecepatan tanpa mengorbankan daya tahan baterai.

Di sektor fotografi, ponsel ini dilengkapi dengan kamera utama 50MP berteknologi AI. Kamera ini mampu menghasilkan foto tajam dan detail, serta mendukung berbagai mode pemotretan seperti Night Mode, Portrait, dan HDR. Kamera depan untuk selfie juga tidak kalah menarik, meskipun belum disebutkan secara rinci dalam peluncuran awal.

Harga yang Kompetitif dan Menarik

Realme 15T 5G dibanderol dengan harga mulai dari Rp3 jutaan, menjadikannya salah satu smartphone paling kompetitif di kelasnya. Dengan harga tersebut, pengguna mendapatkan kombinasi desain premium, baterai besar, layar AMOLED, dan performa 5G yang jarang ditemukan di segmen harga serupa. Harga ini dinilai sepadan dengan spesifikasi yang ditawarkan, bahkan bisa dibilang cukup terjangkau jika dibandingkan dengan ponsel lain yang memiliki fitur serupa.

Target Pasar dan Filosofi “Looks Great!”

Menurut Krisva Angnieszca, Public Relations Lead Realme Indonesia, Realme 15T 5G dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang aktif dan dinamis. Filosofi “Looks Great!” bukan hanya soal tampilan visual, tetapi juga mencakup pengalaman menyeluruh mulai dari performa, baterai, kamera, hingga kenyamanan penggunaan sehari-hari. Realme memahami bahwa generasi muda saat ini tidak hanya mencari smartphone yang keren secara estetika, tetapi juga yang mampu mendukung gaya hidup multitasking dan mobilitas tinggi.

Realme 15T 5G Layak Jadi Pilihan Utama

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Realme 15T 5G layak menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan smartphone stylish, tangguh, dan tahan lama tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Desain tipis, baterai 7.000 mAh, layar AMOLED 120Hz, dan performa 5G menjadikannya salah satu perangkat paling menarik di akhir tahun 2025. Bagi Anda yang sedang mencari smartphone baru dengan harga terjangkau namun fitur lengkap, Realme 15T 5G bisa jadi jawaban yang tepat. Jangan lewatkan kesempatan untuk memilikinya dan rasakan sendiri pengalaman “Looks Great!” yang ditawarkan Realme.

Harga iPhone Oktober 2025: Lengkap dari iPhone 13 hingga 17

0

Informasi Terkini Harga iPhone Bulan Oktober 2025

Pada bulan Oktober 2025, berbagai model iPhone baru akan dirilis di Indonesia. Salah satu yang paling dinantikan adalah iPhone 17, yang hadir dalam empat varian, yaitu iPhone 17 (model dasar), iPhone 17 Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. Pengguna dapat membeli iPhone 17 mulai tanggal 17 Oktober 2025, namun sebelumnya, masyarakat harus melakukan pemesanan melalui sistem pre order.

Mekanisme Pre Order untuk iPhone 17

Pre order merupakan sistem di mana pembeli melakukan pemesanan dan pembayaran sebelum produk tersedia secara fisik atau resmi diluncurkan. Beberapa distributor resmi Apple di Indonesia telah membuka layanan pre order untuk iPhone 17. Berikut beberapa cara dan langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. iBox Indonesia

iBox sebagai salah satu distributor resmi Apple di Indonesia telah menyiapkan sistem pre order iPhone 17. Pemesanan dapat dilakukan mulai 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB. Berikut langkah-langkahnya:
– Buka situs resmi iBox.
– Masuk ke halaman utama.
– Klik tombol Registrasi setelah melihat promosi iPhone 17.
– Isi data lengkap seperti nama, email, dan nomor HP.
– Pilih variasi iPhone yang diinginkan, misalnya iPhone 17 Pro Max.
– Klik Simpan dan tunggu notifikasi bahwa pemesanan berhasil.

Anda dapat mengunjungi situs resmi iBox dengan mengklik tautan ini.

2. Digimap

Digimap juga menyediakan layanan pre order iPhone 17. Sistem ini akan dibuka pada 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB. Langkah-langkahnya hampir sama dengan iBox:
– Buka situs resmi Digimap.
– Cari promosi iPhone 17 dan klik Registrasi.
– Isi data lengkap.
– Pilih model iPhone sesuai keinginan.
– Klik Simpan dan tunggu konfirmasi.

Untuk lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs resmi Digimap dengan mengklik tautan ini.

3. Erafone

Erafone juga turut serta dalam menyediakan layanan pre order iPhone 17. Sistem ini akan dimulai pada 10 Oktober 2025 pukul 00:01 WIB. Cara pemesanannya sama dengan dua distributor sebelumnya:
– Buka situs resmi Erafone.
– Klik Registrasi setelah melihat promosi iPhone 17.
– Isi data pemesan.
– Pilih model iPhone yang diinginkan.
– Klik Simpan dan tunggu notifikasi.

Untuk akses lebih mudah, kunjungi situs resmi Erafone dengan mengklik tautan ini.

Daftar Harga iPhone 17

Berikut rincian harga iPhone 17 untuk berbagai varian:
iPhone 17

– 256 GB: Rp 17.249.000

– 512 GB: Rp 21.999.000

  • iPhone 17 Air
  • 256 GB: Rp 21.249.000
  • 512 GB: Rp 25.999.000
  • 1 TB: Rp 30.249.000

  • iPhone 17 Pro

  • 256 GB: Rp 23.749.000
  • 512 GB: Rp 28.249.000
  • 1 TB: Rp 32.999.000
  • 2 TB: Belum tersedia

  • iPhone 17 Pro Max

  • 256 GB: Rp 25.749.000
  • 512 GB: Rp 30.249.000
  • 1 TB: Rp 34.999.000
  • 2 TB: Rp 43.999.000

Harga iPhone Seri Lain

Selain iPhone 17, berikut daftar harga iPhone dari seri sebelumnya yang tersedia di pasar Indonesia:

iPhone 13

  • 128 GB: Rp 8.249.000 (dari harga semula Rp 10.299.000)

iPhone 14

  • 128 GB: Rp 9.699.000 (dari harga semula Rp 12.499.000)
  • 256 GB: Rp 11.949.000 (dari harga semula Rp 15.299.000)

iPhone 15

  • 128 GB: Rp 10.999.000 (dari harga semula Rp 14.400.000)
  • 256 GB: Rp 13.499.000 (dari harga semula Rp 17.499.000)

iPhone 15 Plus

  • 128 GB: Rp 12.999.000 (dari harga semula Rp 16.499.000)
  • 256 GB: Rp 15.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)

iPhone 16

  • 128 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 16.999.000)
  • 256 GB: Rp 16.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)
  • 512 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 23.499.000)

iPhone 16 Plus

  • 128 GB: Rp 15.999.000 (dari harga semula Rp 18.999.000)
  • 256 GB: Rp 18.499.000 (dari harga semula Rp 21.499.000)
  • 512 GB: Rp 22.999.000 (dari harga semula Rp 25.499.000)

iPhone 16 Pro

  • 128 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 21.999.000)
  • 256 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 24.499.000)
  • 512 GB: Rp 25.499.000 (dari harga semula Rp 28.499.000)
  • 1 TB: Rp 29.999.000 (dari harga semula Rp 32.499.000)

iPhone 16 Pro Max

  • 256 GB: Rp 21.999.000 (dari harga semula Rp 25.999.000)
  • 512 GB: Rp 27.499.000 (dari harga semula Rp 30.999.000)
  • 1 TB: Rp 32.499.000 (dari harga semula Rp 34.999.000)

iPhone 16e

  • 128 GB: Rp 11.499.000 (dari harga semula Rp 12.740.000)
  • 256 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 15.240.000)
  • 512 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 19.240.000)

iPhone 11

  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000

iPhone SE 3rd Gen

  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
  • 256 GB: Rp 9.999.000

Akamai dan NVIDIA Percepat AI di Edge dengan Cloud Inference

0

Kolaborasi Akamai dan NVIDIA Memperluas Kemampuan Inferensi AI di Jaringan Edge

Akamai Technologies, sebuah perusahaan teknologi yang terkenal dengan solusi jaringan globalnya, baru-baru ini mengumumkan kemitraan strategis dengan NVIDIA untuk meluncurkan layanan Cloud Inference. Layanan ini bertujuan untuk memperluas kemampuan inferensi kecerdasan buatan (AI) hingga ke jaringan edge global, memberikan akses yang lebih cepat dan efisien bagi berbagai organisasi.

Kolaborasi antara Akamai dan NVIDIA menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan infrastruktur AI yang berlatensi rendah dan efisien. Dengan menggabungkan teknologi canggih dari NVIDIA, seperti GPU RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition, DPU BlueField-3, serta perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise, Akamai mampu menjalankan proses inferensi AI secara optimal baik di pusat data maupun di edge—lokasi yang lebih dekat dengan pengguna dan perangkat.

Keunggulan Infrastruktur Edge dalam Inferensi AI

Salah satu keunggulan utama dari layanan Cloud Inference adalah kemampuannya untuk menjalankan proses inferensi AI di lokasi edge. Hal ini sangat penting karena memungkinkan pengurangan waktu respons dan peningkatan kecepatan pemrosesan data. Akamai mengandalkan jaringan globalnya yang mencakup lebih dari 4.200 titik edge. Pada tahap awal, layanan ini akan tersedia di sekitar 20 lokasi strategis dan akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain di seluruh dunia.

Empat Skenario Utama Penerapan Cloud Inference

Melalui kolaborasi ini, Akamai dan NVIDIA telah mengidentifikasi empat skenario utama penerapan Cloud Inference yang dirancang untuk memaksimalkan potensi inferensi AI di edge:

  1. AI Factories di Edge – Membantu pemrosesan dan inferensi data dilakukan secara lokal, sehingga mengurangi waktu respons.
  2. Streaming Inference Real-Time – Mendukung analisis berkelanjutan pada aplikasi seperti deteksi penipuan atau keputusan keuangan real-time.
  3. AI Fisik dengan Respons Milidetik – Cocok digunakan untuk sistem otomatisasi seperti kendaraan otonom, robot industri, hingga infrastruktur kota pintar.
  4. Orkestrasi Cerdas Beban Kerja Global – Secara dinamis mengarahkan proses inferensi ke lokasi edge atau pusat data yang paling efisien sesuai kompleksitas beban kerja.

Menuju Infrastruktur AI yang Terdistribusi

CEO Akamai, Dr. Tom Leighton, menyatakan bahwa perkembangan AI saat ini memiliki pola yang mirip dengan era awal internet. Ia mengingatkan bahwa dua puluh lima tahun lalu, Akamai mempelopori Content Delivery Network (CDN) untuk mengatasi masalah world wide wait dan membawa web menjadi platform global seperti sekarang.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan akan kapasitas dan kinerja inferensi kini mendorong transformasi serupa di ranah AI. Dengan dukungan infrastruktur AI NVIDIA, Akamai Inference Cloud akan memperluas inferensi AI ke ribuan lokasi di seluruh dunia seiring pertumbuhan permintaan.

Peran NVIDIA dalam Pengembangan AI

Sementara itu, Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, menekankan bahwa fase inferensi merupakan tahap AI yang paling menuntut daya komputasi. Ia menjelaskan bahwa inferensi telah menjadi fase AI yang membutuhkan komputasi paling intensif—yang membutuhkan penalaran secara real-time dalam skala global.

Ia menilai kolaborasi ini akan mempercepat adopsi AI generatif di berbagai sektor. “Bersama-sama, NVIDIA dan Akamai memindahkan inferensi lebih dekat ke pengguna di mana saja, sehingga menghadirkan generative AI yang lebih cepat dan lebih scalable,” tambahnya.

Ulasan Itel P55 vs Vivo Y19s GT, Duel HP 5G Rp1 Jutaan, Mana yang Lebih Unggul?

0

Perbandingan itel P55 dan Vivo Y19s GT: Mana yang Lebih Unggul?

Jika kamu sedang mencari ponsel 5G dengan harga terjangkau, sekitar satu juta rupiah, maka itel P55 dan Vivo Y19s GT bisa menjadi pilihan yang menarik. Kedua perangkat ini memiliki spesifikasi yang cukup kompetitif, tetapi masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Berikut adalah perbandingan mendalam antara keduanya.

Desain dan Layar

itel P55 hadir dengan desain yang tidak terlihat murah. Panel belakangnya memiliki gradasi berkilau yang menarik dan mampu menyembunyikan sidik jari serta noda. Meski masih menggunakan bahan plastik, desain ini memberikan kesan elegan. Bobotnya hanya 194 gram, sehingga cukup ringan, namun ketebalannya mencapai 8,4 mm, membuatnya tidak terlalu ramping.

Sementara itu, Vivo Y19s GT memiliki tampilan yang lebih simpel dengan modul kamera vertikal di bagian belakang. Ponsel ini juga dilengkapi dengan sertifikasi ketahanan IP64 dan SGS-5 Star, menjadikannya lebih tangguh. Layarnya berukuran 6,74 inci dengan resolusi 1600 x 720 piksel dan kecepatan refresh 90Hz. Layar ini juga dilengkapi fitur wet touch dan dapat mencapai kecerahan hingga 570 nits, cocok digunakan di luar ruangan yang terang.

Performa

Dapur pacu kedua ponsel ini mengandalkan chipset Mediatek. itel P55 menggunakan Mediatek Dimensity 6080, sedangkan Vivo Y19s GT membawa Mediatek Dimensity 6300. Keduanya mampu menangani penggunaan harian dan gaming kasual dengan lancar. Bahkan, Vivo Y19s GT bisa digunakan untuk bermain game seperti PUBG dan Call of Duty: Mobile tanpa hambatan.

Selain itu, Vivo Y19s GT sudah berjalan pada sistem operasi Android 15, yang menawarkan fitur AI seperti AI Erase dan AI Photo Enhance. Sementara itu, itel P55 masih menggunakan Android 13, meskipun tetap memadai untuk kebutuhan sehari-hari.

Kamera

Kedua ponsel ini sama-sama dilengkapi kamera utama 50MP. Namun, Vivo Y19s GT memiliki lensa sekunder 0,08MP yang menambah variasi dalam pengambilan gambar. Di bagian depan, itel P55 memiliki kamera selfie 8MP, sedangkan Vivo Y19s GT membawa kamera 5MP.

Kualitas foto dari kamera utama kedua ponsel ini setara. Dalam kondisi pencahayaan baik, hasil foto cukup memuaskan dengan warna cerah dan detail yang memadai. Sementara itu, kamera depan Vivo Y19s GT lebih unggul karena dilengkapi fitur Night Mode, Portrait, Video, dan Live Photo.

Baterai

Baterai pada itel P55 berkapasitas 5.000 mAh, sedangkan Vivo Y19s GT memiliki baterai 5.500 mAh. Dengan kapasitas yang lebih besar, Vivo Y19s GT mampu bertahan lebih lama. Ponsel ini dapat digunakan selama sekitar 21 jam untuk memutar video YouTube, sedangkan itel P55 hanya mampu bertahan sekitar 17 jam.

Namun, itel P55 memiliki dukungan pengisian cepat yang lebih tinggi, yaitu 18W. Dengan kecepatan ini, baterai bisa terisi hingga 35% dalam waktu setengah jam. Sementara itu, Vivo Y19s GT hanya mendukung pengisian 15W.

Harga

itel P55 ditawarkan dengan harga Rp1.449.000 untuk varian RAM 6GB (dapat ditingkatkan hingga 12GB) dan penyimpanan 128GB. Ponsel ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Hijau Mint, Biru Galaksi, dan Emas Mewah.

Sementara itu, Vivo Y19s GT dilepas dengan harga Rp1.999.000 untuk model 6GB/128GB. Ada juga varian 8GB/128GB yang dijual Rp2.199.000 dan varian 8GB/256GB yang dijual Rp2.399.000.

Kesimpulan

Kedua ponsel ini memiliki keunggulan masing-masing. Jika kamu lebih mengutamakan harga dan pengisian cepat, itel P55 bisa menjadi pilihan. Namun, jika kamu ingin performa yang lebih baik, layar yang lebih luas, dan fitur AI yang lebih lengkap, Vivo Y19s GT mungkin lebih sesuai. Pilih sesuai kebutuhan dan preferensi pribadi.

3 Rekomendasi Jam Tangan Pintar Ringan untuk Perempuan

0

Smartwatch untuk Pemilik Pergelangan Tangan Kecil

Smartwatch kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan kepribadian penggunanya. Namun, bagi mereka yang memiliki pergelangan tangan kecil, memilih smartwatch yang nyaman dan proporsional bisa menjadi tantangan tersendiri. Banyak model yang terlalu besar atau berat, sehingga membuat tampilan kurang ideal di pergelangan tangan.

Untuk mengatasi hal ini, sejumlah produsen telah meluncurkan seri smartwatch yang dirancang khusus agar tetap stylish, ringan, dan pas di tangan. Berikut beberapa rekomendasi yang cocok untuk pemilik pergelangan tangan kecil.

Garmin Lily 2: Desain Elegan dengan Fungsi Lengkap

Salah satu pilihan yang menarik adalah Garmin Lily 2. Smartwatch ini memiliki ukuran casing 34,5 mm, yang tergolong kecil namun tetap memberikan kesan modern dan elegan. Casingnya terbuat dari logam dengan pola lensa unik yang menambah kesan feminin. Selain itu, Lily 2 dilengkapi fitur pelacakan kesehatan lengkap, seperti langkah, kalori, detak jantung, serta mode olahraga yoga dan dance fitness.

Dengan harga sekitar Rp4,3 juta, jam tangan ini cocok untuk wanita yang ingin menjaga keseimbangan antara fungsi dan penampilan. Desainnya yang ramping dan warna-warna menarik membuatnya cocok digunakan dalam berbagai situasi, baik formal maupun santai.

Huawei Watch GT 5: Ringan dan Nyaman Digunakan

Rekomendasi kedua adalah Huawei Watch GT 5. Dengan ukuran 41 mm dan bobot hanya sekitar 35 gram, smartwatch ini sangat nyaman digunakan sepanjang hari, bahkan saat tidur. Desainnya yang ramping dan minimalis membuatnya cocok untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Watch GT 5 dilengkapi sensor untuk memantau detak jantung, oksigen darah, serta kualitas tidur. Selain itu, perangkat ini menyediakan berbagai mode olahraga yang mendukung gaya hidup aktif. Harganya sekitar Rp2,5 juta, menjadikannya pilihan ekonomis bagi pengguna yang ingin tampil elegan tanpa mengorbankan fitur kesehatan.

Garmin Vivomove Trend: Gaya Klasik dengan Teknologi Modern

Jika Anda lebih suka desain klasik, Garmin Vivomove Trend mungkin menjadi pilihan yang tepat. Smartwatch ini memiliki ukuran 40 mm dan tampilan analog yang memberi kesan mewah sekaligus minimalis. Cocok digunakan untuk acara formal maupun santai.

Di balik desain klasiknya, Vivomove Trend menyimpan teknologi modern seperti pelacakan langkah, kalori, serta fitur kesehatan wanita yang dapat dipantau melalui aplikasi Garmin Connect. Dengan harga sekitar Rp4,8 juta, jam tangan ini menjadi opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan kombinasi antara gaya tradisional dan teknologi modern.

Tips Memilih Smartwatch untuk Pergelangan Tangan Kecil

Para ahli teknologi menyarankan agar pengguna dengan pergelangan tangan kecil memilih smartwatch dengan ukuran casing antara 34 hingga 40 mm. Ukuran tersebut dianggap ideal agar perangkat tetap proporsional dan nyaman digunakan. Selain ukuran, tali jam juga perlu diperhatikan—pilih yang fleksibel dan dapat diganti sesuai kebutuhan.

Smartwatch bukan hanya alat bantu kebugaran, melainkan juga perangkat yang mendukung produktivitas dan kesehatan sehari-hari. Dari memantau detak jantung, mengatur pola tidur, hingga mengingatkan aktivitas harian, perangkat ini semakin penting dalam kehidupan modern.

Dengan hadirnya berbagai pilihan smartwatch ringan dan berukuran kecil, kini siapa pun bisa tampil bergaya tanpa mengorbankan kenyamanan. Bagi pengguna yang aktif, desain ringan dan ukuran yang pas menjadi nilai tambah tersendiri. Selain mendukung aktivitas olahraga, smartwatch juga membantu menjaga keseimbangan gaya hidup digital yang sehat.

Jadi, sebelum membeli, pastikan untuk menyesuaikan ukuran, fitur, dan kebutuhan agar pengalaman penggunaan semakin maksimal.

Manfaat Teknologi AI di Laptop dan Printer untuk Produktivitas Harian

0

Strategi One HP yang Mengintegrasikan AI untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Hybrid

Dalam era kerja hybrid, kolaborasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi. Namun, tantangan seperti perangkat yang lambat, data yang rentan terhadap serangan, serta dokumen yang rumit tetap menjadi hambatan. Untuk menghadapi hal ini, HP Indonesia meluncurkan strategi One HP yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi utama.

Menurut data dari Work Relationship Index (WRI) 2025, hanya 28% pekerja di Indonesia merasa memiliki hubungan kerja yang sehat. Namun, kabar baiknya adalah 89% pekerja percaya bahwa AI bisa meningkatkan kualitas hidup dan pengalaman kerja, sementara 50% sudah menggunakan AI setiap hari. Berikut beberapa manfaat fitur AI pada laptop dan printer yang dirancang untuk mempermudah aktivitas kerja sehari-hari.

Fitur AI pada Laptop: Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi

  1. HP AI Companion

    Salah satu fitur unggulan dari HP AI Companion adalah kemampuannya memproses data langsung di perangkat (on-device), sehingga lebih aman bagi data sensitif. AI Companion berfungsi sebagai agen AI yang membantu pengguna menyelesaikan tugas spesifik, seperti menyusun email atau memberikan bantuan dalam pengelolaan dokumen. Fitur ini juga terintegrasi dengan smart processing yang built-in di dalam PC, membuat pengguna lebih mudah dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

  2. HP Smart Sense

    Teknologi ini mampu meningkatkan performa CPU dan GPU secara otomatis saat pengguna membuka banyak aplikasi atau bermain game berat. Selain itu, HP Smart Sense juga mampu menjaga suhu perangkat tetap stabil. Jika laptop digunakan di pangkuan, sistem akan menyesuaikan kipas dan suhu agar tetap nyaman. Hal ini juga membantu menjaga keawetan baterai.

Solusi Kolaborasi yang Lebih Profesional

  1. Poly Camera Pro

    Dengan dukungan AI, Poly Camera Pro mampu menciptakan pengalaman rapat yang lebih profesional dan nyaman. Teknologi ini mampu mengisolasi suara kecil di sekitar pengguna, seperti suara makanan, sehingga tidak mengganggu fokus selama rapat virtual. Ini sangat berguna dalam situasi yang sering terjadi selama pertemuan virtual.

Pengelolaan Dokumen yang Lebih Cepat dan Efisien

  1. Scan AI Enhanced

    Teknologi ini dirancang untuk membantu pengguna menghemat waktu dan tenaga saat mengelola dokumen. Dengan Scan AI, pengguna dapat memindai dokumen dan secara otomatis mengekstrak isinya ke format lain seperti tabel di Excel. Sistem ini juga mampu menyimpan dan mengganti nama file sesuai kebutuhan pengguna, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengelolaan dokumen.

Rekomendasi Jenis Laptop untuk Era Hybrid

Di era kerja hybrid, memilih laptop yang tepat bisa membuat perbedaan besar dalam kenyamanan dan produktivitas. Berikut beberapa rekomendasi laptop dari HP yang cocok untuk gaya kerja modern:

  • HP OMEN Laptop

    Cocok untuk pengguna yang sering melakukan editing video, desain 3D, atau gaming. Performa ekstremnya mampu menjalankan tugas berat tanpa lag, dilengkapi mode Unleashed yang mendorong daya hingga 250 W.

  • HP OmniBook Ultra Flip 14

    Laptop ini dirancang untuk fleksibilitas kerja hybrid. Dilengkapi kamera IR 9MP berteknologi AI dan sistem keamanan kelas industri, HP Wolf Security, yang melindungi data dan privasi pengguna.

  • HP OmniBook 7

    Dirancang untuk ketahanan tinggi, bahkan dalam kondisi ekstrem. Dilengkapi prosesor Intel Core terbaru dan teknologi AI, laptop ini cocok untuk multitasking dan presentasi.

Solusi Keamanan yang Lebih Canggih

HP juga menyediakan solusi keamanan tingkat lanjut berbasis security first infrastructure. Salah satunya adalah teknologi isolasi malware yang melindungi laptop dari ancaman tanpa mengganggu aktivitas pengguna. Jika ada file mencurigakan, sistem akan mengurung ancaman tersebut dalam kontainer khusus. Selain itu, jika laptop hilang, BIOS akan terkunci otomatis hingga kunci khusus diberikan.

Dengan kombinasi fitur AI yang terintegrasi, HP memastikan perangkat dan data pengguna tetap aman dan efisien di mana pun bekerja. Dengan demikian, pengguna dapat fokus pada pekerjaan tanpa khawatir akan keamanan dan efisiensi.