Sabtu, April 4, 2026
Beranda blog Halaman 480

Pertarungan Kamera Pintar: Zeiss vs Leica 2025, Siapa yang Unggul?

0

Zona Gadget: Pertarungan Kamera Smartphone 2025 antara Zeiss dan Leica

Dalam dunia fotografi mobile tahun 2025, dua merek ternama asal Jerman, Zeiss dan Leica, menjadi sorotan utama dalam persaingan optik kelas dunia. Merek legendaris ini tidak hanya sekadar logo di bodi smartphone, melainkan mitra teknologi yang sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas visual dari perangkat flagship seperti Vivo X200 Pro dan Xiaomi 15 Ultra. Pertanyaannya adalah, mana yang lebih unggul dalam menyajikan pengalaman fotografi terbaik di smartphone?

Zeiss di Vivo: Ketajaman dan Presisi Tanpa Kompromi

Zeiss dikenal sebagai pionir dalam teknologi optik presisi tinggi. Kolaborasinya dengan Vivo menghasilkan kamera smartphone yang menonjol dalam hal ketajaman, kejernihan, dan akurasi warna. Salah satu contohnya adalah Vivo X200 Pro yang dilengkapi lensa Zeiss yang mampu menangkap detail luar biasa pada objek lanskap, arsitektur, dan potret.

Keunggulan utama Zeiss di Vivo antara lain:

  • Minim distorsi dan flare: Teknologi Zeiss T Coating mengurangi pantulan cahaya berlebih, cocok untuk pemotretan malam atau kondisi cahaya yang menantang.
  • Warna alami dan realistis: Cocok untuk pengguna yang mengutamakan akurasi visual tanpa efek berlebihan.
  • Detail ekstrem: Foto gunung, pantai, atau bangunan terlihat tajam dan presisi.

Vivo juga menyematkan fitur seperti Zeiss Natural Color 2.0 dan Portrait Style Zeiss, yang memungkinkan pengguna memilih gaya potret klasik ala kamera profesional. Hasilnya adalah foto yang tidak hanya tajam, tetapi juga memiliki karakter visual yang elegan.

Leica di Xiaomi: Estetika dan Nuansa Sinematik

Di sisi lain, Leica membawa pendekatan yang lebih artistik dalam fotografi mobile. Kolaborasinya dengan Xiaomi menghasilkan kamera yang menonjol dalam nuansa sinematik, tone warna khas, dan kedalaman visual. Xiaomi 15 Ultra, flagship terbaru mereka, menggunakan sensor Sony LYT-900 1 inci yang dipadukan dengan lensa Leica Summilux.

Keunggulan utama Leica di Xiaomi antara lain:

  • Tone warna khas Leica: Hangat, dramatis, dan cocok untuk storytelling visual.
  • Simulasi efek kamera profesional: Mode Leica Authentic dan Leica Vibrant memberikan pilihan gaya foto yang unik.
  • Kedalaman dan atmosfer: Cocok untuk street photography, potret artistik, dan foto dengan mood kuat.

Leica juga menghadirkan fitur Leica Look yang memungkinkan pengguna memilih preset warna dan kontras khas kamera analog Leica. Ini membuat Xiaomi menjadi pilihan favorit bagi fotografer mobile yang ingin mengekspresikan emosi dan cerita melalui gambar.

Perbandingan Langsung: Vivo X200 Pro vs Xiaomi 15 Ultra

Berikut adalah perbandingan fitur kamera antara Vivo X200 Pro dan Xiaomi 15 Ultra:

| Fitur Kamera | Vivo X200 Pro (Zeiss) | Xiaomi 15 Ultra (Leica) |
|———————-|————————————-|———————————————|
| Sensor Utama | 50 MP Zeiss T Coated Lens | 50 MP Sony LYT-900 + Leica Summilux |
| Gaya Fotografi | Realistis, tajam, natural | Artistik, sinematik, dramatis |
| Mode Potret | Zeiss Portrait Style | Leica Authentic & Vibrant |
| Warna | Netral dan akurat | Hangat dan berkarakter |
| Cocok Untuk | Landscape, arsitektur, dokumentasi | Street, potret, storytelling visual |

Siapa Raja Kamera Smartphone 2025?

Jawabannya tergantung pada gaya fotografi dan preferensi pengguna. Jika kamu mencari hasil foto yang tajam, jernih, dan akurat seperti kamera DSLR, maka Vivo dengan Zeiss adalah pilihan ideal. Namun, jika kamu lebih menyukai foto dengan karakter, atmosfer, dan nuansa sinematik, maka Xiaomi dengan Leica adalah juaranya.

Vivo + Zeiss unggul dalam teknis dan presisi. Xiaomi + Leica unggul dalam estetika dan ekspresi visual. Keduanya adalah raja di ranah masing-masing. Dalam dunia fotografi mobile 2025, tidak ada satu pemenang mutlak—yang ada adalah pilihan terbaik sesuai gaya dan kebutuhanmu.

Ahli Keamanan Siber Minta Indonesia Siaga, Serangan Ransomware dan Disinformasi Semakin Nyata

0

Ancaman Siber yang Mengancam Kestabilan Negara

Serangan siber kini menjadi ancaman nyata yang bisa melumpuhkan sistem dalam sebuah negara. Salah satu contohnya adalah kebocoran data, yang terjadi secara berkala dan mengakibatkan kerugian besar. Dari tahun 2023 hingga 2024 saja, telah terjadi lima kasus kebocoran data yang mencakup data Dukcapil hingga NPWP dan wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa masalah keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, tetapi juga mengancam stabilitas nasional.

Berdasarkan data dari csirt.or.id, selama tahun 2023 di Indonesia tercatat lebih dari 350 juta insiden serangan siber. Angka ini menyebabkan kerugian minimal sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,9 miliar. Seorang ahli psikologi siber internasional, Profesor Mary Aiken, menegaskan bahwa konflik siber tidak mengenal batas wilayah. Serangan ransomware atau malware yang dimulai di satu tempat bisa dengan mudah menyebar ke daerah lain. Oleh karena itu, ia menyarankan agar semua pihak, termasuk pemerintah, infrastruktur kritis, hingga masyarakat umum, memperkuat kebersihan siber.

Ancaman yang Bisa Menjangkau Rumah Tangga

Mary Aiken menekankan bahwa ancaman siber tidak hanya berupa teknologi tinggi. Bahkan keluarga biasa di Indonesia, yang menggunakan ponsel pintar untuk belanja online atau anak-anak yang belajar daring, bisa menjadi korban serangan. Ia menyarankan agar masyarakat bersiap menghadapi hal-hal yang tidak terduga dan berlatih sebelum serangan terjadi.

Contoh nyata dari kebocoran data adalah pembobolan data e-commerce besar beberapa tahun lalu. Jutaan data pribadi masyarakat bocor dan kemudian dijual di forum gelap internet. Akibatnya, selain kerugian finansial, rasa aman masyarakat juga terganggu. Selain serangan teknis seperti malware, Mary juga memperingatkan tentang ancaman disinformasi yang semakin marak, terutama menjelang tahun politik.

Disinformasi sebagai Ancaman Baru

Disinformasi dianggap sebagai senjata yang sangat efektif, bukan mesin. Di Indonesia, penyebaran berita bohong (hoaks) sering kali lebih cepat daripada klarifikasi resmi. Dalam survei terbaru, banyak masyarakat mengaku kesulitan membedakan informasi palsu dan fakta di media sosial. Kesalahpahaman ini sering muncul di lingkungan yang memiliki tingkat kepercayaan rendah dan literasi digital yang lemah.

Indonesia sebagai Target Operasi Pengaruh

Posisi Indonesia sebagai negara demokrasi besar dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa membuatnya menjadi target yang menarik bagi operasi pengaruh asing. Besarnya populasi, sistem demokrasi, dan perannya di Asia Tenggara menjadikan Indonesia sebagai lokasi strategis. Oleh karena itu, Indonesia perlu membangun standar keamanan siber yang lebih kuat, serta mempercepat pelaporan insiden siber dan meningkatkan kerja sama dengan sektor swasta.

Mary Aiken membandingkan pengalaman Eropa, di mana keberhasilan dalam menangani ancaman siber tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada transparansi, kerja sama, dan kepercayaan masyarakat. Bagi Indonesia, ini berarti perlu adanya pendidikan literasi digital yang luas, mulai dari tingkat dasar hingga masyarakat pedesaan. Tanpa pendidikan ini, ruang kosong kepercayaan akan mudah diisi oleh informasi palsu yang dapat merusak harmoni sosial.

Diplomasi Siber sebagai Arena Baru

Mary Aiken menyebut diplomasi siber sebagai arena baru dalam diplomasi internasional. Negara-negara akan saling bertarung dalam menentukan norma global tentang data, privasi, dan kejahatan siber. Indonesia memiliki potensi untuk memimpin di kawasan Asia Tenggara, terlebih jika ambisi menjadi pusat ekonomi digital ASEAN ingin terwujud.

Namun, tanpa keamanan siber yang baik, ambisi tersebut bisa terancam. Meski serangan siber tidak menimbulkan luka fisik seperti perang konvensional, dampaknya bisa sangat luas. Mereka bisa menghentikan ekonomi, mematikan layanan kritis, dan merusak kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama regional sangat penting dalam membangun resiliensi bersama terhadap ancaman siber.

Vivo V60 Lite Resmi Hadir di Indonesia! Harganya Membuat Terkejut

0

Kehadiran Vivo V60 Lite di Pasar Indonesia

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya ponsel terbaru dari Vivo, yaitu Vivo V60 Lite, secara resmi diluncurkan di pasar Indonesia. Ponsel ini hadir dengan janji spesifikasi premium yang biasanya ditemukan pada kelas menengah atas, tetapi dengan harga yang sangat mengejutkan. Bagi para pengguna smartphone yang mencari perangkat berkualitas dengan anggaran terbatas, kehadiran Vivo V60 Lite bisa menjadi angin segar.

Kombinasi fitur unggulan dan harga yang terjangkau membuat banyak orang tercengang. Artikel ini akan membahas secara lengkap semua hal yang perlu diketahui tentang seri Vivo V60 Lite, mulai dari spesifikasi, harga, hingga keunggulannya.

Spesifikasi yang Mengesankan

Vivo V60 Lite hadir dalam dua varian utama, yaitu versi 5G dan 4G. Perbedaan utamanya terletak pada chipset yang digunakan. Varian 5G didukung oleh MediaTek Dimensity 7360 Turbo yang kuat, sementara varian 4G menggunakan Qualcomm Snapdragon 685 yang telah terbukti efisien.

Meskipun berbeda chipset-nya, kedua varian ini memiliki beberapa kesamaan fitur premium yang patut diapresiasi. Kedua model Vivo V60 Lite dilengkapi layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz yang memberikan pengalaman visual yang sangat halus, baik untuk menonton konten maupun bermain game.

Di sektor kamera, Vivo V60 Lite tidak main-main. Ponsel ini dilengkapi modul kamera belakang dengan sensor Sony berkekuatan 50 MP. Fitur canggih seperti Film Camera Mode dan kemampuan merekam video 4K juga turut melengkapi, sehingga momen fotografi pengguna semakin berkelas.

Harga yang Kompetitif

Bagian yang paling dinantikan adalah harga resmi Vivo V60 Lite di Indonesia. Vivo benar-benar membuat gebrakan dengan menawarkan ponsel ini dalam rentang harga yang sangat kompetitif. Ponsel dengan segudang fitur premium ini resmi dijual dengan harga mulai dari Rp 3 jutaan saja.

Berikut daftar harga resmi untuk seluruh varian Vivo V60 Lite di Indonesia:

  • Vivo V60 Lite 4G (8 GB/128 GB): Rp 3.599.000
  • Vivo V60 Lite 4G (8 GB/256 GB): Rp 3.999.000
  • Vivo V60 Lite 5G (8 GB/256 GB): Rp 4.999.000
  • Vivo V60 Lite 5G (12 GB/512 GB): Rp 5.999.000

Dengan harga semurah ini, Vivo V60 Lite langsung menjadi pesaing berat di segmen entry-level hingga mid-range. Konsumen kini dapat menikmati pengalaman layar AMOLED 120Hz dan kamera 50 MP tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Strategi Harga yang Jitu

Keputusan Vivo dalam menentukan harga Vivo V60 Lite ini jelas menjadi strategi jitu untuk mendominasi pasar. Dengan penawaran harga yang sangat kompetitif, Vivo berhasil menarik perhatian konsumen yang mencari smartphone berkualitas namun dengan anggaran terbatas. Hal ini membuktikan bahwa Vivo memahami kebutuhan pasar dan siap bersaing dengan merek lain di segmen ini.

Jepang Kekurangan Bir Akibat Serangan Ransomware

0

Ancaman Ransomware yang Mengganggu Pasokan Bir di Jepang

Serangan siber berupa ransomware telah menimbulkan dampak signifikan terhadap perusahaan minuman besar di Jepang, Asahi Group. Akibat serangan ini, sistem produksi dan distribusi perusahaan mengalami gangguan, sehingga memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan bir populer seperti Asahi Super Dry.

Ransomware adalah jenis malware yang menyusup ke dalam sistem komputer atau jaringan, lalu mengenkripsi data atau mengunci akses hingga tebusan dibayarkan. Dalam kasus ini, serangan tersebut berhasil melumpuhkan operasional perusahaan, termasuk sistem pemesanan dan pengiriman. Sebanyak 30 pabrik Asahi di Jepang harus berhenti beroperasi sementara waktu, sehingga memengaruhi produksi bir yang sangat diminati masyarakat.

Asahi Super Dry, salah satu merek bir dengan pangsa pasar terbesar di Jepang, kini menghadapi risiko kehabisan stok dalam waktu dekat. Banyak pengecer mulai merasa khawatir dengan tersedianya produk tersebut di rak toko. Misalnya, Lawson, jaringan minimarket besar, menyatakan bahwa produk Asahi mungkin semakin sulit ditemukan mulai besok. Sementara itu, seorang eksekutif ritel lain mengungkapkan bahwa stok Super Dry di supermarket bisa habis dalam dua hingga tiga hari, sedangkan produk makanan dari Asahi kemungkinan akan menipis dalam seminggu.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber independen, eksekutif tersebut mengatakan bahwa mereka akan beralih ke merek lain seperti Kirin atau Suntory. Namun, banyak konsumen tetap setia pada rasa khas Asahi Super Dry. Saat ini, Asahi memproduksi sekitar 6,7 juta botol bir per hari, namun perusahaan tidak memberikan komentar resmi mengenai kemungkinan kekosongan stok di pasar.

Selain bir, Asahi juga memproduksi berbagai produk minuman ringan, permen mint, makanan bayi, serta produk untuk berbagai ritel Jepang. Serangan ini juga menyebabkan penundaan peluncuran beberapa produk baru di pasar Jepang. Perusahaan kini mencoba menggunakan sistem manual berbasis kertas untuk memproses pesanan dan distribusi secara terbatas.

Meskipun tidak ada kebocoran data pelanggan yang dilaporkan, saham Asahi Group turun sebesar 2,6 persen pada Kamis (25/9/2025). Operasi perusahaan di luar negeri, termasuk penjualan merek global seperti Peroni Nastro Azzurro di Eropa, disebut tidak terpengaruh oleh serangan ini.

Serangan ransomware ini menjadi bagian dari tren yang semakin meningkat di Jepang. Menurut data dari Nihon Cyber Defence (NCD), perusahaan-perusahaan di Jepang menjadi target utama pelaku ransomware karena pertahanan siber yang lemah. Banyak perusahaan lebih memilih membayar uang tebusan daripada melakukan pemulihan menyeluruh.

Data Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan adanya 222 laporan resmi serangan ransomware pada 2024, meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, para ahli menyebut angka ini hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya, karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Serangan ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan siber bagi perusahaan besar. Dengan semakin canggihnya ancaman digital, perlu adanya upaya serius dalam memperkuat sistem keamanan agar tidak mudah diretas. Tidak hanya mengancam operasional perusahaan, serangan siber juga dapat berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat, seperti kelangkaan produk minuman yang sangat diminati.

Kisah Hacker Bjorka yang Menggegerkan 2022–2023

0

Peretasan Data dan Kasus Bjorka yang Menggemparkan Indonesia

Kasus peretasan data yang melibatkan sosok tak dikenal dengan nama Bjorka sempat menghebohkan publik Indonesia pada periode 2022 hingga 2023. Aksi ini memicu berbagai perdebatan terkait keamanan siber nasional, tata kelola data publik, serta keseriusan pemerintah dalam melindungi informasi sensitif masyarakat.

Pada tahun 2025, kasus ini kembali menjadi perhatian setelah Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial WFT (22) di Minahasa, Sulawesi Utara. Ia memiliki akun X dengan nama @bjorkanesiaa. Meski mengaku menggunakan nama Bjorka sejak 2020, polisi masih menyelidiki apakah WFT adalah sosok yang benar-benar berada di balik aksi peretasan besar pada masa lalu.

“Yang Opposite, ya mungkin. Karena di internet, everybody can be anybody. Itu masih dalam penyelidikan,” ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak.

Awal Kemunculan Bjorka di Tahun 2022

Nama Bjorka pertama kali mencuat pada Agustus 2022. Ia mengunggah 26 juta data pelanggan IndiHome ke forum Breached.to. Data tersebut mencakup riwayat pencarian, nama pelanggan, alamat email, hingga NIK. Tidak berhenti di situ, pada 31 Agustus 2022, Bjorka juga membagikan data registrasi kartu SIM milik jutaan pengguna Indonesia.

Seminggu kemudian, pada 6 September 2022, giliran data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diklaim diretas. Data itu berisi informasi pemilih mulai dari nama, NIK, alamat, hingga status disabilitas.

Aksi Makin Nekat: Doxing Pejabat Publik

Bjorka semakin menyita perhatian ketika membocorkan dokumen yang diklaim surat menyurat Presiden Joko Widodo, termasuk yang dilabeli “rahasia” dari Badan Intelijen Negara (BIN). Ia juga melakukan doxing terhadap sejumlah pejabat negara, seperti Ketua DPR Puan Maharani, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menko Marves Luhut Pandjaitan.

Data yang disebarkan bukan hanya nomor telepon, tetapi juga NIK, KK, alamat rumah, hingga riwayat pendidikan. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, bahkan sempat membantah kebenaran sebagian data pribadinya yang disebarkan.

“NIK-nya salah. Nomor HP-nya juga salah. Itu enggak tahu saya, (Bjorka) ngambil datanya dari mana. Kebanyakan salah itu data-datanya,” ujarnya pada 13 September 2022.

Respons Pemerintah dan Pembentukan Tim Khusus

Aksi Bjorka membuat pemerintah turun tangan. Presiden Joko Widodo menggelar rapat khusus bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menkominfo Johnny G Plate, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan BIN. Hasilnya, dibentuk tim khusus atau emergency response team untuk merespons serangan siber.

Mahfud MD menegaskan bahwa sebagian data yang dibocorkan bukan data rahasia, meskipun tetap mengakui adanya kebocoran. “Sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia, yang bisa diambil dari mana-mana cuma kebetulan sama,” kata Mahfud.

Di sisi lain, pakar keamanan siber menilai kasus ini harus menjadi momentum perbaikan sistem digital pemerintah. Rosihan Ari Yuana dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menegaskan bahwa kebocoran ini mencerminkan lemahnya keamanan sistem digital.

“Seharusnya pemerintah peduli sejak awal membangun sistem digital yang kuat. Membuat sistem digital itu tidak hanya asal jadi, namun lemah di keamanan datanya,” ujarnya.

Penetapan Tersangka MAH di 2022

Pada 16 September 2022, Polri menetapkan seorang pemuda asal Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) sebagai tersangka. Ia diduga mengelola kanal Telegram Bjorkanism untuk menyebarkan konten Bjorka. Namun, polisi menegaskan bahwa MAH bukan sosok utama Bjorka. MAH tidak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor karena dinilai kooperatif. Motifnya adalah ingin terkenal dan memperoleh uang.

Isu Kebocoran Data Berlanjut 2022–2023

Bjorka terus aktif hingga akhir 2022. Pada November, ia mengklaim membocorkan 3,2 miliar data pengguna aplikasi PeduliLindungi, termasuk data vaksinasi dan riwayat check-in. Data itu dijual seharga 100.000 dolar AS dalam bentuk Bitcoin. Namun, Menkes Budi Gunadi Sadikin membantah keterlibatan aplikasi PeduliLindungi dalam kebocoran tersebut.

Pada pertengahan 2023, isu lain kembali muncul ketika Bjorka disebut menjual 34,9 juta data paspor warga Indonesia melalui forum gelap. Data itu ditawarkan senilai 10.000 dolar AS.

Jejak Berlanjut Hingga 2025

Meski aktivitasnya sempat mereda, nama Bjorka kembali mencuat setelah polisi menangkap WFT pada September 2025 di Sulawesi Utara. Ia diduga terkait akses ilegal dan kebocoran data nasabah sebuah bank swasta. Polisi masih mendalami apakah WFT adalah Bjorka yang sama dengan sosok peretas 2022–2023. Mereka juga membuka opsi kerja sama internasional, mengingat aktivitasnya bersinggungan dengan forum gelap global.

Harga iPhone Terbaru Oktober: iPhone 15, 16E, 16, 17 Air, 17

0

Pengenalan iPhone 17 dan iPhone 17 Air

Apple baru saja meluncurkan dua model terbaru dalam lini iPhone, yaitu iPhone 17 dan iPhone 17 Air. Peluncuran ini dilakukan dalam acara Apple Event “Awe Dropping” yang digelar pada hari Selasa (9/9/2025) atau Rabu (10/9/2025) dini hari WIB. Model iPhone 17 Air menjadi pengganti dari model iPhone Plus sebelumnya, dengan desain yang lebih tipis dan inovasi teknologi yang menarik.

iPhone 17 Air memiliki ketebalan hanya 5,6 mm, menjadikannya sebagai ponsel iPhone yang paling tipis dalam sejarah. Meskipun begitu, ponsel ini tetap dirancang untuk tahan lama. Layar ponsel dilapisi Ceramic Shield 2 yang diklaim tiga kali lebih tahan terhadap goresan dibanding sebelumnya. Selain itu, bagian belakang ponsel juga menggunakan Ceramic Shield yang diklaim 4 kali lebih kuat dibanding versi sebelumnya. Bingkai ponsel terbuat dari titanium, memberikan kekuatan tambahan tanpa mengorbankan desain yang elegan.

Harga iPhone 17 dan iPhone 17 Air

Kedua model baru ini bisa dipesan di berbagai negara mulai tanggal 12 September dan akan tersedia secara resmi pada 19 September. Berikut adalah daftar harga untuk masing-masing model di Amerika Serikat:

  • iPhone 17 256 GB: 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta)
  • iPhone 17 512 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 256 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 512 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 19,7 juta)
  • iPhone 17 Air 1 TB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 23 juta)

Daftar Harga iPhone Terbaru 2025

Berikut adalah daftar harga berbagai model iPhone yang tersedia di Indonesia, seperti yang diungkap oleh situs iBox Indonesia:

iPhone 13

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 8.249.000 dari harga semula Rp 10.299.000

iPhone 14

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 9.699.000 dari harga semula Rp 12.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 11.949.000 dari harga semula Rp 15.299.000

iPhone 15

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 10.999.000 dari harga semula Rp 14.400.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 13.499.000 dari harga semula Rp 17.499.000

iPhone 15 Plus

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 12.999.000 dari harga semula Rp 16.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 15.499.000 dari harga semula Rp 19.499.000

iPhone 16

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 13.999.000 dari harga semula Rp 16.999.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 16.499.000 dari harga semula Rp 19.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 512 GB: Rp 20.999.000 dari harga semula Rp 23.499.000

iPhone 16 Plus

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 15.999.000 dari harga semula Rp 18.999.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 18.499.000 dari harga semula Rp 21.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 512 GB: Rp 22.999.000 dari harga semula Rp 25.499.000

iPhone 16 Pro

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 17.999.000 dari harga semula Rp 21.999.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 20.999.000 dari harga semula Rp 24.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 512 GB: Rp 25.499.000 dari harga semula Rp 28.499.000
  • Kapasitas Memory Internal 1 TB: Rp 29.999.000 dari harga semula Rp 32.499.000

iPhone 16 Pro Max

  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 21.999.000 dari harga semula Rp 25.999.000
  • Kapasitas Memory Internal 512 GB: Rp 27.499.000 dari harga semula Rp 30.999.000
  • Kapasitas Memory Internal 1 TB: Rp 32.499.000 dari harga semula Rp 34.999.000

iPhone 16e

  • Kapasitas Memory Internal 128 GB: Rp 11.499.000 dari harga semula Rp 12.740.000
  • Kapasitas Memory Internal 256 GB: Rp 13.999.000 dari harga semula Rp 15.240.000
  • Kapasitas Memory Internal 512 GB: Rp 17.999.000 dari harga semula Rp 19.240.000

iPhone 11

  • iPhone 11 64GB: Rp 6.999.000
  • iPhone 11 128GB: Rp 8.499.000

iPhone SE 3rd Gen

  • iPhone SE 3rd Gen 64GB: Rp 6.999.000
  • iPhone SE 3rd Gen 128GB: Rp 8.499.000
  • iPhone SE 3rd Gen 256GB: Rp 9.999.000

Film Pertama yang Disutradarai Penuh oleh AI Rilis Trailer Manis

0

Film Pertama yang Dibuat oleh Kecerdasan Buatan

Film berjudul Sweet Idleness resmi mengumumkan peluncuran trailer pertamanya pada hari Kamis (1/10/2025). Ini menjadi karya yang menarik perhatian dunia karena dianggap sebagai film pertama yang sepenuhnya disutradarai oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama FeelinAI. Proyek ini diproduksi oleh Andrea Iervolino, seorang produser ternama asal Italia.

Dalam pernyataannya, Iervolino menyampaikan bahwa proyek ini merupakan langkah besar dalam memperbarui peran tradisional di industri perfilman. “Untuk pertama kalinya, peran tradisional industri film didefinisikan ulang,” ujarnya.

Peran Manusia dalam Proses Produksi

Meskipun AI menjadi sutradara utama, Iervolino tetap terlibat dalam proyek ini sebagai Human on the Loop. Tugasnya adalah sebagai pengawas sekaligus produser manusia yang bertanggung jawab atas pemantauan dan menjaga konsistensi kreatif maupun produksi dari AI. Hal ini menunjukkan bahwa meski teknologi digunakan secara penuh, manusia tetap memiliki peran penting dalam proses pembuatan film.

Para aktor yang terlibat dalam Sweet Idleness berasal dari Actor+, sebuah agensi internal milik The Andrea Iervolino Company. Mereka adalah orang-orang nyata yang meminjamkan wajah, fisik, dan kepribadian mereka untuk menghidupkan karakter digital dalam film tersebut.

Karakter Digital yang Hidup di Luar Layar

Menurut Iervolino, karakter digital yang muncul dalam film ini tidak hanya tampil di layar, tetapi juga akan terus hidup di luar film melalui media sosial, opini, interaksi, hingga konten pribadi. Hal ini menunjukkan potensi baru bagi dunia perfilman, di mana karakter bisa memiliki keberadaan yang lebih luas dan dinamis.

Bukan untuk Menggantikan Sinema Tradisional

Meskipun penuh inovasi, Iervolino menegaskan bahwa penggunaan AI dalam Sweet Idleness tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dalam industri sinema. “Saya ingin mengklarifikasi bahwa pendekatan produksi baru ini—yang dipimpin AI sebagai sutradara, melibatkan aktor digital dari orang sungguhan, dan diterapkan pada proyek ini—tidak dimaksudkan untuk menggantikan sinema tradisional. Sebaliknya, ini adalah metode penciptaan alternatif,” tegasnya.

Memicu Perdebatan tentang Peran AI di Industri Film

Peluncuran trailer film ini kembali memicu debat tentang peran AI dalam industri hiburan. Isu serupa pernah menjadi salah satu penyebab aksi mogok kerja oleh serikat penulis (WGA) dan aktor (SAG-AFTRA) di Hollywood pada 2023. Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara inovasi teknologi dan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pekerjaan manusia.

Jadwal Tayang Film

Sweet Idleness dijadwalkan tayang perdana di Synthetic Cinema Festival, London, bulan depan. Setelah itu, film ini akan didistribusikan secara global melalui platform streaming. Proyek ini menjadi indikasi bahwa teknologi AI semakin masuk ke dalam dunia seni dan hiburan, membuka jalan bagi inovasi baru dalam cara kita membuat dan mengkonsumsi film.

Zeiss vs Leica, Persaingan Sengit Kamera Pintar Vivo dan Xiaomi 2025

0

Kamera Smartphone dengan Lensa Zeiss dan Leica: Apa Perbedaannya?

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kamera smartphone semakin pesat, terutama dengan dukungan dari lensa yang berasal dari merek legendaris seperti Zeiss dan Leica. Kedua merek asal Jerman ini kini menjadi andalan bagi brand populer seperti Vivo dan Xiaomi dalam menyajikan kualitas fotografi profesional ke dalam genggaman pengguna.

Kolaborasi antara merek-merek ini tidak hanya sebatas pada nama, melainkan juga membawa teknologi optik yang benar-benar memengaruhi hasil foto. Misalnya, Vivo sering bekerja sama dengan Zeiss untuk memberikan hasil jepretan yang tajam, jernih, dan realistis. Sementara itu, Xiaomi menggandeng Leica untuk menciptakan karakter foto yang artistik, dramatis, dan penuh nuansa sinematik.

Lalu, muncul pertanyaan besar: mana yang lebih baik antara kamera Zeiss dan Leica di smartphone? Untuk menjawabnya, mari kita bedah keunggulan masing-masing dan lihat bagaimana keduanya menawarkan pengalaman fotografi yang berbeda.

Kelebihan Kamera Zeiss di HP Vivo

Zeiss dikenal dengan reputasinya sebagai produsen lensa dengan kejernihan optik luar biasa. Pada smartphone Vivo, lensa ini membawa kualitas gambar yang fokus pada ketajaman dan detail. Teknologi Zeiss T Coating memberi keunggulan tambahan, yaitu kemampuan mengurangi pantulan cahaya yang tidak diinginkan sehingga hasil foto tetap bersih meski diambil dalam kondisi cahaya menantang, seperti malam hari atau saat terkena cahaya lampu.

Selain itu, warna yang dihasilkan kamera Zeiss cenderung lebih alami dan realistis. Foto tidak terlihat terlalu berlebihan, membuatnya cocok bagi pengguna yang mengutamakan akurasi visual tanpa banyak filter. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk fotografi landscape, arsitektur, maupun pemotretan yang menuntut detail tajam.

Banyak fotografer mobile menganggap Zeiss sebagai pilihan terbaik untuk landscape photography, karena detail gunung, pantai, maupun bangunan ikonik bisa ditangkap dengan sangat jelas.

Kelebihan Kamera Leica di HP Xiaomi

Di sisi lain, Leica menawarkan pendekatan berbeda dalam dunia fotografi. Bagi Leica, foto bukan hanya soal tajam dan akurat, melainkan juga tentang jiwa dan estetika visual. Lensa Leica menghasilkan gambar dengan karakter unik yang sering disebut sebagai “Leica look.” Hasil jepretan cenderung lebih dramatis, dengan kontras tinggi dan warna yang kaya, sehingga terasa lebih hidup dan artistik.

Smartphone Xiaomi dengan kamera Leica biasanya unggul dalam fotografi potret dan street photography. Efek bokeh terlihat natural, sementara detail wajah tetap lembut sehingga hasilnya terkesan sinematik. Bagi pengguna yang suka eksplorasi artistik, Leica adalah pilihan tepat karena foto tidak hanya sekadar dokumentasi, melainkan juga bisa dianggap sebagai karya seni kecil yang punya nuansa emosional.

Heritage Leica yang panjang juga memberi nilai lebih. Banyak fotografer profesional menganggap lensa Leica sebagai simbol craftsmanship dan prestise dalam dunia fotografi.

Perbandingan Singkat: Zeiss vs Leica

Jika dibandingkan langsung, perbedaan Zeiss dan Leica cukup jelas. Zeiss lebih mengutamakan teknikalitas optik, sementara Leica fokus pada karakter artistik. Dari segi warna, Zeiss menghadirkan tone alami, mirip kondisi nyata. Leica justru memberi sentuhan dramatis, dengan saturasi lebih kaya dan kontras yang tinggi.

Dalam hal penggunaan, Zeiss lebih pas dipakai untuk fotografi landscape, arsitektur, atau pemotretan yang menuntut detail tajam. Leica lebih unggul untuk foto manusia, potret, hingga street photography yang butuh ekspresi emosional.

Soal harga, smartphone dengan kamera Leica biasanya hadir di kelas premium, mengingat nama besar dan positioning brand tersebut. Sementara Zeiss meski tetap premium, kadang lebih terjangkau dalam beberapa seri Vivo.

Pilih Zeiss atau Leica?

Baik Zeiss maupun Leica sama-sama menawarkan kualitas kamera smartphone yang istimewa. Tidak ada yang benar-benar lebih baik secara mutlak—semuanya bergantung pada kebutuhan dan gaya fotografi kamu. Jika kamu menginginkan hasil foto yang tajam, detail, realistis, dan akurat secara warna, maka lensa Zeiss di HP Vivo adalah pilihan tepat. Cocok bagi pecinta landscape atau pengguna yang suka foto apa adanya.

Namun, jika kamu mencari hasil foto dengan nuansa artistik, dramatis, dan penuh karakter, maka lensa Leica di HP Xiaomi bisa menjadi opsi terbaik. Cocok untuk pengguna yang mengutamakan estetika dan suka mengunggah foto bernuansa sinematik ke media sosial.

Singkatnya, Zeiss adalah “mata yang jernih”, sementara Leica adalah “jiwa dalam sebuah foto.” Pilihannya kembali ke kamu: mau hasil realistis atau artistik?

Hanya Belajar dari Medsos, Ini Jejak Digital Hacker Bjorka yang Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

0

Penangkapan Hacker Bjorka oleh Polda Metro Jaya

Setelah menjadi target utama dari berbagai pihak selama beberapa tahun terakhir, akhirnya WFT atau yang dikenal sebagai hacker Bjorka berhasil ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya. WFT adalah seorang pria muda yang baru saja berusia 22 tahun. Ia diketahui sebagai pemilik akun @bjorkanesiaa pada versi 2020.

Penggerebekan dilakukan di kawasan Kabupaten Minahasa pada hari Selasa (23/9/2025). Meskipun usianya masih muda, jejak aktivitas WFT di dunia siber cukup menonjol. Ia telah beroperasi sejak 2020 dan sering mengganti nama panggilan untuk menyamarkan identitasnya.

Selain itu, WFT juga rutin mengubah alamat email, nomor telepon, hingga akun kripto agar sulit dilacak. Jejak digitalnya sempat ditemukan di berbagai platform seperti darkforum.st pada tahun 2024, kemudian SkyWave, Shint Hunter pada Maret 2025, dan Oposite6890 pada Agustus 2025.

WFT mulai terlibat dalam dunia dark web sejak 2020 dengan menjual data-data yang disebut berasal dari berbagai institusi baik dalam maupun luar negeri. Semua penjualan dilakukan menggunakan mata uang kripto. Pada Februari 2025, ia pernah mengunggah tampilan database nasabah bank swasta dan bahkan mengirim pesan langsung ke akun resmi bank tersebut. Dalam hal ini, ia mengklaim berhasil membobol 4,9 juta akun nasabah.

AKBP Fian Yunus, yang merupakan perwira dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, membenarkan bahwa WFT telah menjelajahi dark web sejak 2020. Menurutnya, di dark web banyak akun anonim yang menjual berbagai jenis data, termasuk data pribadi hasil peretasan dan serangan ransomware.

Aparat penegak hukum internasional seperti Interpol, FBI, serta kepolisian Prancis dan Amerika Serikat juga turut menutup platform dark web yang digunakan oleh WFT. Namun, pelaku tetap berpindah-pindah antar aplikasi untuk menghindari penangkapan.

“Perangkat bukti digital yang kita temukan masih tersimpan di dalam perangkat-perangkat tersebut dalam bentuk jejak digital,” ujar Fian. Tujuan penggantian nama dan akun adalah untuk menyamarkan dirinya agar sulit dilacak.

Menurut Fian, WFT bisa disebut sebagai musuh bersama bagi penyidik dari berbagai belahan dunia. Tidak menutup kemungkinan, pelaku juga sedang diburu oleh kepolisian negara lain. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan terbuka terhadap kerja sama informasi dengan aparat penegak hukum negara lain.

Latar Belakang Sosok WFT

WFT bukanlah seorang ahli IT yang terlatih secara formal. Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menyatakan bahwa WFT hanya lulusan SMK dan belajar IT secara otodidak melalui komunitas media sosial.

Sementara itu, Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, memastikan bahwa WFT beraksi sendirian di rumahnya tanpa bantuan orang lain. “Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, jadi setiap hari hanya di depan komputer,” ujar Herman.

WFT mulai mengenal dunia dark web sejak 2020 dan secara perlahan mempelajari bagaimana mencari uang di dunia siber. Hasil penjualan data di dark web digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut Fian, WFT adalah anak yatim piatu yang menghidupi keluarganya sendirian.

Meski demikian, Fian belum dapat memastikan apakah WFT benar-benar merupakan Bjorka yang sempat membuat heboh Indonesia. Menurutnya, istilah “everybody can be anybody” sering terjadi dalam dunia siber. Oleh karena itu, penyidik masih terus mendalami keterkaitannya dengan kasus-kasus sebelumnya.

“Saya belum bisa menjawab 90 persen, tapi kalau sekarang saya bisa jawab, mungkin,” tutur Fian.

OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Terkaya di Dunia, Kalahkan SpaceX

0

OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Paling Bernilai di Dunia

OpenAI kini resmi menjadi perusahaan swasta paling bernilai di dunia setelah menjual saham milik karyawan dan mantan karyawan senilai 6,6 miliar dolar AS. Angka ini memberikan valuasi total perusahaan mencapai 500 miliar dolar AS. Sebelumnya, valuasi OpenAI berada di kisaran 300 miliar dolar AS, yang tercatat pada Agustus 2025 lalu setelah mendapatkan pendanaan 40 miliar dolar AS dari SoftBank dan pihak-pihak lain.

Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini kini menempati posisi pertama dalam daftar tiga besar perusahaan swasta paling bernilai. Diikuti oleh SpaceX dengan valuasi 451 miliar dolar AS dan Anthropic dengan valuasi 178 miliar dolar AS.

Strategi Baru untuk Meningkatkan Valuasi

Biasanya, valuasi perusahaan meningkat melalui putaran pendanaan. Namun, OpenAI melakukan hal yang berbeda. Mereka menggelar transaksi sekunder yang memberi likuiditas kepada pemegang saham internal. Model ini semakin populer di kalangan startup besar di AS karena tidak hanya memberikan imbalan kepada karyawan, tetapi juga membantu mempertahankan talenta AI di dalam perusahaan.

Langkah ini sangat penting mengingat OpenAI sedang bersaing ketat dengan Meta dan Google dalam merekrut peneliti AI. Meta bahkan disebut menawarkan paket kompensasi “sembilan digit” sebagai iming-iming agar para peneliti OpenAI beralih ke perusahaan mereka.

Selain itu, penjualan saham ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang OpenAI. Mereka berencana mengucurkan 300 miliar dolar AS dalam lima tahun untuk pembangunan infrastruktur cloud dari Oracle. Selain itu, OpenAI juga menjalin kerja sama strategis dengan Nvidia, yang kabarnya akan berinvestasi hingga 100 miliar dolar AS di OpenAI. Mereka juga akan bekerja sama dengan SK Hynix untuk meningkatkan suplai chip memori.

Semakin Produktif dengan Fitur Baru

Penambahan valuasi ini tentunya memperkuat posisi OpenAI dalam pengembangan produk dan fitur baru. Pada Agustus lalu, mereka merilis GPT-5, model AI terkuat yang dirancang untuk menulis, berpikir, dan melakukan coding dengan kemampuan reasoning yang lebih mendekati manusia.

Pekan ini, OpenAI juga meluncurkan Sora 2, model video generatif terbaru yang diklaim mampu menghasilkan video lebih realistis dengan pergerakan akurat dan audio yang lebih sinkron. Sora 2 juga dilengkapi fitur interaktif seperti menyisipkan orang ke dalam video.

Selain model AI generatif, OpenAI juga meluncurkan Sora, sebuah media sosial yang sepenuhnya berisi konten buatan AI. Aplikasi ini dirilis bersamaan dengan Sora 2.

Pengeluaran Besar untuk Inovasi

Berbagai fitur baru ini tentunya membutuhkan investasi besar. Di paruh pertama 2025, OpenAI dilaporkan telah menghabiskan dana sebesar 2,5 miliar dolar AS. Namun, total pendapatan yang diterima dalam periode yang sama lebih besar, yaitu 4,3 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa OpenAI terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan AI terkemuka di dunia.