Sabtu, April 4, 2026
Beranda blog Halaman 539

5 Bahaya Foto AI Viral yang Harus Diketahui, Mulai dari Miniatur hingga Dipeluk Idola K-Pop

0

Tren Edit Foto AI yang Viral, Bahaya yang Perlu Diperhatikan

Tren di media sosial terus berkembang, dan saat ini salah satu yang sedang viral adalah tren membuat miniatur AI diri sendiri. Banyak orang memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan gambar yang menyerupai figur tindakan (action figure) atau bahkan karakter lain yang mereka sukai. Namun, meski terlihat menyenangkan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan ketika mengedit foto dengan AI.

Risiko Utama Menggunakan AI untuk Mengedit Foto

  1. Potensi Digunakan untuk Membuat Deepfake

    Deepfake adalah teknik pengeditan video, audio, atau gambar menggunakan AI yang bisa menciptakan konten palsu yang sangat mirip dengan aslinya. Ketika Anda mengunggah foto ke platform AI, data tersebut bisa digunakan untuk melatih alat deepfake. Meskipun tujuan awalnya hanya untuk ikut tren, foto Anda mungkin justru menjadi bagian dari basis data yang bisa disalahgunakan untuk penipuan atau misinformasi.

  2. Kehilangan Kontrol atas Identitas Digital

    Setiap kali Anda mengunggah foto, Anda sebenarnya memberikan akses pada AI untuk memproses dan menyimpan data pribadi. Informasi seperti lokasi, detail ruang tinggal, atau perangkat medis bisa terbuka tanpa Anda sadari. Hal ini bisa berdampak pada privasi dan keamanan digital Anda.

  3. Mengurangi Keaslian Gambar

    Saat ini, foto hasil AI masih mudah dikenali karena adanya kesalahan visual seperti wajah tidak proporsional atau tangan yang tidak sempurna. Namun, semakin banyak data yang diunggah, semakin canggih alat AI, sehingga sulit membedakan foto asli dan palsu. Bahkan jika Anda hanya ingin menyempurnakan foto, Anda mungkin secara tidak sengaja membantu menciptakan dunia di mana foto palsu sulit dibedakan dari yang asli.

  4. Foto Digunakan untuk Tujuan Komersial Tanpa Persetujuan

    Banyak platform AI memiliki syarat penggunaan yang memungkinkan mereka menggunakan data pengguna, termasuk foto, untuk pelatihan model atau bahkan menjualnya ke pihak ketiga. Kebanyakan orang tidak membaca syarat dan ketentuan ini, sehingga tidak menyadari bahwa foto mereka bisa digunakan dalam iklan atau proyek komersial tanpa izin.

  5. Risiko Pencurian Data dan Pelanggaran Privasi

    Platform AI juga rentan terhadap serangan siber. Jika terjadi kebocoran data, foto yang Anda unggah bisa dicuri dan digunakan untuk kejahatan seperti pencurian identitas atau pelanggaran privasi. Bahkan jika Anda tidak membagikan hasil AI di media sosial, foto asli Anda tetap bisa jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan

Meski tren edit foto dengan AI menawarkan keseruan dan kreativitas, penting untuk memahami risiko yang mungkin terjadi. Dari kehilangan kontrol atas data pribadi hingga potensi penyalahgunaan untuk kejahatan digital, setiap langkah yang Anda ambil di dunia digital harus dilakukan dengan hati-hati. Selalu periksa kebijakan privasi platform yang Anda gunakan dan pertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap tindakan yang Anda lakukan.

Peneliti Tiongkok Ciptakan AI Pintar yang Tiru Otak Manusia

0

Pengembangan Sistem AI Baru yang Meniru Kerja Otak Manusia

Sebuah tim peneliti Cina dikabarkan sedang mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) baru yang mampu meniru cara kerja neuron otak. Inovasi ini membuka peluang bagi pengembangan komputasi dan perangkat keras generasi berikutnya yang lebih hemat energi. Dengan pendekatan yang berbeda dari AI generatif mainstream, model ini memiliki potensi besar untuk mengubah wajah teknologi informasi di masa depan.

Para ilmuwan dari Institut Automasi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Cina (CAS) telah memperkenalkan sebuah model berskala besar bernama “SpikingBrain-1.0”. Model ini sepenuhnya dilatih dan diinferensi menggunakan komputasi GPU buatan dalam negeri Cina. Berbeda dengan AI generatif yang biasanya mengandalkan arsitektur Transformer, SpikingBrain-1.0 mengandalkan keberadaan neuron spiking sebagai dasar dari kecerdasan yang muncul.

Salah satu keunggulan utama dari model ini adalah kemampuannya untuk melakukan pelatihan secara sangat efisien dengan volume data minimal. Dalam uji coba, model ini mampu mencapai kinerja yang setara dengan beberapa model sumber terbuka pada tantangan pemahaman bahasa dan penalaran, meskipun hanya menggunakan sekitar 2 persen dari data prapelatihan yang dibutuhkan oleh model besar mainstream.

“Dengan hanya menggunakan sekitar 2 persen dari data prapelatihan yang dibutuhkan oleh model besar mainstream, model ini mampu mencapai kinerja yang setara dengan beberapa model sumber terbuka pada tantangan pemahaman bahasa dan penalaran,” kata tim peneliti.

Selain itu, salah satu varian SpikingBrain mampu meningkatkan kecepatan hingga 26,5 kali lipat dibandingkan arsitektur Transformer saat menghasilkan token pertama dari konteks satu juta token. Kemampuan ini memberikan keuntungan efisiensi untuk berbagai tugas, termasuk analisis dokumen hukum atau medis, eksperimen fisika partikel berenergi tinggi, dan pemodelan urutan DNA.

Keunggulan Teknis dan Akses Terbuka

Tim peneliti juga telah menjadikan SpikingBrain sebagai open-source. Mereka meluncurkan halaman uji coba publik serta merilis laporan teknis dwibahasa yang telah divalidasi industri. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk memperluas akses dan kolaborasi dalam pengembangan teknologi AI.

“Model berskala besar ini membuka jalur teknis non-Transformer untuk pengembangan AI generasi baru,” ujar Xu Bo, direktur Institut Automasi. “Hal ini berpotensi menginspirasi desain cip neuromorfik generasi berikutnya dengan konsumsi daya yang lebih rendah.”

Tahun lalu, para ilmuwan institut tersebut bekerja sama dengan kolega di Swiss untuk mengembangkan cip neuromorfik berbasis sensorik-komputasi hemat energi bernama “Speck”. Cip ini meniru neuron dan sinapsis otak manusia dengan konsumsi daya istirahat hanya 0,42 miliwatt, hampir tidak menggunakan energi saat tidak ada input.

Potensi untuk Perubahan Masa Depan

Otak manusia, yang mampu memproses jaringan saraf yang kompleks dan luas, beroperasi dengan konsumsi daya total sekitar 20 watt, jauh lebih rendah dibandingkan sistem AI saat ini. Dengan pengembangan teknologi seperti SpikingBrain dan Speck, potensi untuk menghadirkan sistem komputasi yang lebih efisien dan mirip dengan fungsi otak manusia semakin nyata.

Inovasi ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam pengembangan AI, tetapi juga menawarkan solusi untuk tantangan energi dan efisiensi komputasi yang semakin mendesak. Dengan terus berkembangnya teknologi ini, dunia dapat menyaksikan transformasi besar dalam bidang komputasi dan kecerdasan buatan.

Mengapa Gemini AI Tidak Bisa Digunakan Hari Ini?

0

Masalah yang Dihadapi Pengguna Gemini AI Pada 13 September 2025

Pada hari ini, Sabtu, 13 September 2025, sejumlah pengguna mengeluhkan bahwa layanan Gemini AI tidak berjalan dengan normal. Banyak dari mereka mengalami masalah seperti layanan hanya menampilkan tampilan loading, tidak merespons pertanyaan, atau bahkan gagal memproses perintah sepenuhnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengguna: apakah Gemini AI sedang mengalami gangguan atau mungkin terdapat kesalahan pada pengaturan masing-masing pengguna?

Sebagai salah satu produk kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Google DeepMind dan Google AI, Gemini AI sebenarnya dirancang untuk memberikan layanan yang stabil dan dapat diandalkan. Namun, seperti sistem teknologi lainnya, ia tetap bisa mengalami berbagai jenis gangguan. Gangguan tersebut bisa berasal dari sisi server, API, atau kesalahan input dari pengguna.

Jenis Error yang Umum Terjadi pada Gemini AI

Berikut adalah beberapa jenis error yang sering dialami pengguna Gemini AI:

  1. Error 400 – Bad Request

    Biasanya ditandai dengan pesan “Invalid request” atau “Bad request”. Penyebabnya antara lain format JSON yang salah, parameter yang tidak sesuai, field penting kosong, atau prompt yang terlalu panjang melebihi batas token.

  2. Error 401 – Unauthorized

    Muncul ketika sistem menampilkan pesan “Unauthorized” atau “Invalid API Key”. Penyebabnya bisa karena API key salah atau sudah kedaluarsa, kunci akses kadaluarsa, atau akun tidak memiliki hak untuk membuka model tertentu.

  3. Error 403 – Forbidden

    Terjadi meskipun API key sudah digunakan, namun akses tetap ditolak. Penyebabnya antara lain akun tidak masuk dalam program tertentu, kuota pemakaian habis, atau pembatasan fitur dari Google.

  4. Error 404 – Not Found

    Model tidak ditemukan atau endpoint tidak tersedia. Kesalahan ini umumnya disebabkan oleh penulisan nama model yang salah, atau endpoint API yang sudah ditutup atau tidak aktif.

  5. Error 429 – Too Many Requests / Rate Limit

    Ditandai dengan pesan “Quota exceeded” atau “Rate limit reached”. Penyebabnya biasanya terlalu banyak permintaan dalam waktu singkat, kuota harian atau bulanan sudah penuh, atau akun gratis yang digunakan berlebihan.

  6. Error 500 – Internal Server Error

    Ditandai dengan pesan “Something went wrong on our end”. Penyebabnya bisa berupa bug atau gangguan di server Google, permintaan terlalu kompleks, atau server yang sedang down atau overload.

  7. Error 503 – Service Unavailable

    Biasanya muncul saat server terlalu padat atau sedang dalam perawatan. Penyebabnya antara lain lalu lintas pengguna yang tinggi, maintenance server, atau gangguan sementara pada layanan pusat.

  8. Error Non-Teknis – Jawaban Salah (Hallucination/Bias)

    Gemini AI kadang memberikan jawaban yang tidak akurat. Kesalahan ini bisa disebabkan karena model hanya memprediksi pola bahasa, bukan mengambil fakta langsung. Selain itu, data yang digunakan terbatas atau tidak terbaru, serta pertanyaan pengguna yang ambigu juga bisa menjadi penyebabnya.

  9. Error karena Keterbatasan Fitur atau Policy Restriction

    Ditandai dengan penolakan jawaban. Biasanya disebabkan karena pertanyaan melanggar kebijakan Google, misalnya terkait SARA, kekerasan, atau eksploitasi. Permintaan yang berada di luar kemampuan model, seperti akses ke data pribadi atau sistem eksternal, juga bisa menjadi penyebab error.

Cara Mengatasi Error pada Gemini AI

Jika Anda mengalami kesulitan menggunakan Gemini AI, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan berdasarkan jenis error:

  • Error 400: Pastikan format request benar, isi semua field wajib, dan ringkas prompt agar tidak melebihi batas token.
  • Error 401: Gunakan API key resmi dari Google AI Studio dan pastikan masih aktif.
  • Error 403: Periksa kuota penggunaan dan pertimbangkan upgrade akun jika diperlukan.
  • Error 404: Cek kembali penulisan nama model (seperti gemini-1.5-pro atau gemini-1.5-flash).
  • Error 429: Kurangi frekuensi permintaan, gunakan jeda, atau pertimbangkan paket berbayar.
  • Error 500 & 503: Coba ulangi beberapa menit kemudian atau cek status layanan di Google Cloud Status Dashboard.
  • Hallucination: Gunakan prompt yang lebih spesifik, tambahkan konteks, dan selalu verifikasi jawaban dengan sumber lain.
  • Policy Restriction: Formulasikan ulang pertanyaan dengan bahasa netral, hindari topik sensitif, dan gunakan pendekatan akademis jika digunakan untuk riset.

Harga iPhone 16 Second Anjlok Rp 4,5 Juta di September 2025, Ini Harga 8GB/128GB

0

Penurunan Harga iPhone 16 Second yang Signifikan di Tengah Tahun 2025

Di tengah ramalan mengenai tren pasar gadget, terdapat informasi menarik tentang penurunan harga HP iPhone 16 second yang mencapai sekitar Rp 4,5 juta. Fenomena ini terjadi pada bulan September 2025, memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan ponsel premium dengan harga yang lebih terjangkau.

iPhone 16 second hadir dengan spesifikasi yang sangat mumpuni, termasuk kapasitas memori yang beragam, seperti 8GB/128GB, 8GB/256GB, dan 8GB/512GB. Salah satu varian yang tersedia adalah iPhone 16 dengan kapasitas 8GB/128GB yang dijual seharga Rp9.405.000,-. Bandingkan dengan harga resmi dari iBox yang mencapai Rp13.999.000,-, harga tersebut terlihat jauh lebih murah dan menarik.

Penurunan harga ini membuat iPhone 16 terasa lebih aksesibel bagi banyak pengguna. Selain itu, performa ponsel ini tetap mampu diandalkan dalam berbagai situasi, baik untuk kebutuhan kerja maupun hiburan. Spesifikasi yang dimiliki oleh iPhone 16 juga cukup kompetitif, terutama karena dibekali dengan chipset A18 yang merupakan teknologi terbaru dari Apple.

Fitur-fitur unggulan lainnya seperti Adaptive Power yang didukung oleh AI serta baterai yang hemat daya dan manajemen daya yang lebih cerdas menjadikan iPhone 16 sebagai pilihan yang sangat menarik. Dengan fitur-fitur ini, pengguna dapat merasakan pengalaman menggunakan ponsel yang lebih efisien dan nyaman.

Menurut survei SellCell, harga iPhone 16 series mengalami penurunan yang lebih cepat dibandingkan iPhone 15 dan iPhone 14. Setelah dua pekan dirilis pada 11 April 2025, depresiasi harga iPhone 16 mencapai sekitar 41 persen dari harga awalnya. Rata-rata penurunan harga untuk semua model mencapai 467,46 dollar AS (sekitar Rp 7,2 juta), yang lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan harga iPhone 15 dan iPhone 14 pada periode yang sama.

Untuk iPhone 15, rata-rata penurunan harga mencapai 389 dollar AS (sekitar Rp 6 juta) sedangkan iPhone 14 turun sebesar 369,93 dollar AS (sekitar Rp 5,7 juta). Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga iPhone 16 lebih signifikan dibandingkan pendahulunya.

Selain itu, tren penurunan harga jual kembali iPhone sudah terjadi sejak iPhone 12 dirilis pada tahun 2020. Setiap model iPhone baru cenderung mengalami peningkatan depresiasi, terutama setelah dirilis selama satu tahun. Contohnya, iPhone 15 mengalami depresiasi sebesar 48 persen setelah 12 bulan, meningkat 0,5 persen dibandingkan iPhone 14. Sementara itu, iPhone 13 mengalami penurunan harga sebesar 46 persen setelah 12 bulan rilis, naik 2,4 persen dibandingkan iPhone 12.

Dari data-data ini, terlihat bahwa penurunan harga iPhone 15 dan iPhone 13 lebih besar dibandingkan pendahulunya. Hal ini menjadi indikasi bahwa penurunan harga iPhone 16 akan terus berlanjut, terutama jika dilihat dari tren sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa harga dan ketersediaan barang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan tergantung stok di setiap toko. Oleh karena itu, para calon pembeli disarankan untuk selalu memperbarui informasi terkini sebelum melakukan pembelian.

Tren AI Miniatur: Cara Buat Konten Viral di TikTok dengan Gemini AI

0

Tren Miniatur AI yang Menggemparkan Media Sosial

Belakangan ini, tren unik di media sosial menarik perhatian banyak pengguna. Salah satu fenomena yang sedang viral adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit foto menjadi miniatur dengan tampilan realistis. Fenomena ini mulai populer di TikTok, kemudian menyebar ke WhatsApp, tempat hasil karya tersebut digunakan sebagai status atau foto profil.

Tren ini semakin diminati karena terlihat menarik dan berbeda dari editan foto biasanya. Dengan bantuan teknologi AI, gambar bisa diubah menjadi miniatur dengan detail yang mirip dengan figur koleksi. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk mencoba dan bereksperimen dengan alat-alat seperti Gemini AI.

Aplikasi AI seperti Gemini menjadi salah satu pilihan favorit untuk menghasilkan efek miniatur ini. Dengan prompt yang tepat, foto biasa dapat disulap menjadi karya visual yang terlihat nyata dan artistik. Proses ini memicu semakin banyak pengguna media sosial untuk mencoba dan berbagi hasil karya mereka.

Selain sekadar hiburan, miniatur AI juga menjadi media ekspresi diri. Banyak pengguna memamerkan hasil karya mereka sebagai identitas digital baru di platform yang mereka gunakan. Ini menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana seseorang ingin menampilkan dirinya secara visual.

Trik Membuat Miniatur AI dengan Prompt Kreatif

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaan prompt menjadi kunci utama dalam proses pembuatan miniatur AI. Contoh prompt populer adalah:

“Create a 1/7 scale miniature figure based on the uploaded photo, in a realistic style and environment. Place the figure on a computer desk, standing on a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, show the ZBrush modeling process of the same figure. Next to the screen, include a BANDAI-style toy packaging box printed with the original photo. Background should be a window overlooking a garden.”

Dengan prompt ini, AI akan menghasilkan miniatur yang tampak nyata dan memiliki nuansa seperti figur koleksi resmi. Detail tambahan, seperti layar komputer dengan proses modeling dan kotak kemasan ala mainan, membuat hasil foto lebih menarik untuk dibagikan di media sosial.

Trik lainnya adalah menyesuaikan gaya pencahayaan, warna, dan latar belakang. Misalnya, menambahkan jendela dengan pemandangan taman bisa memberi kesan hangat dan estetik. Hal ini membuat hasil edit lebih cocok digunakan di WhatsApp maupun TikTok.

Membagikan Hasil Miniatur di WhatsApp dan TikTok

Setelah berhasil membuat miniatur, langkah selanjutnya adalah membagikannya ke media sosial. Untuk WhatsApp, hasil miniatur biasanya dipakai sebagai status atau foto profil. Tampilan unik ini membuat akun terlihat berbeda dan lebih personal.

Di TikTok, banyak pengguna mengunggah video singkat yang memadukan hasil miniatur dengan musik trendi. Tren ini membuat miniatur AI cepat viral dan memicu banyak orang ikut mencobanya. Kombinasi kreativitas, teknologi AI, dan media sosial menjadikan miniatur AI sebagai salah satu tren digital yang menarik di tahun ini.

Baik untuk WhatsApp maupun TikTok, hasil edit miniatur memberi pengalaman baru dalam mengekspresikan diri secara visual. Ini membuktikan bahwa tren ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga cara baru untuk menampilkan identitas digital seseorang.

Samsung Galaxy S25 Plus vs S25: Mana yang Lebih Unggul? Spesifikasi Lengkap!

0

Perbandingan Samsung Galaxy S25 dan S25 Plus: Mana yang Lebih Baik?

Setiap tahun, Samsung merilis tiga versi flagship Galaxy S. Yang pertama adalah Galaxy S25 reguler, kemudian Galaxy S25 Ultra sebagai perangkat mewah, dan di tengahnya adalah Galaxy S25 Plus. Sebagai “anak tengah”, Galaxy S25 Plus seringkali dianggap hanya sebagai versi yang lebih besar dari Galaxy S25 tanpa inovasi signifikan. Hal ini bisa menjadi alasan mengapa Galaxy S24 Plus sebelumnya tidak begitu diminati. Berikut perbandingan lengkap antara Galaxy S25 dan S25 Plus.

Desain dan Ukuran

Galaxy S25 adalah flagship terkecil Samsung tahun ini dengan layar 6,2 inci. Ponsel ini ramping, ringan (162 gram), dan nyaman digunakan dengan satu tangan. Di sisi lain, Galaxy S25 Plus memiliki layar yang lebih besar, yaitu 6,7 inci, serta bodi yang sedikit lebih berat (190 gram). Jika Anda merasa sempit saat mengetik di layar kecil atau kesulitan melihat video, Galaxy S25 Plus akan memberikan pengalaman yang lebih baik.

Kedua ponsel ini memiliki desain premium yang sama, termasuk lapisan Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan dan belakang, rangka Armor Aluminum 2, serta ketahanan air IP68. Secara umum, daya tahan mereka hampir identik, tetapi ukuran dan bobot membuat keduanya cocok untuk preferensi pengguna yang berbeda.

Layar

Perbedaan utama antara Galaxy S25 dan S25 Plus terletak pada resolusi layar. Galaxy S25 Plus memiliki resolusi 1440p, yang memberikan visual yang lebih tajam dibandingkan Galaxy S25 yang hanya memiliki resolusi 1080p. Keduanya menggunakan teknologi AMOLED terbaik Samsung, seperti refresh rate LTPO 120Hz, HDR10+, dan kecerahan maksimum hingga 2600 nits.

Jika Anda memperhatikan kerapatan piksel, Galaxy S25 Plus jelas menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, bagi pengguna yang tidak terlalu memperhatikan detail visual, Galaxy S25 tetap memberikan pengalaman yang sangat baik.

Performa

Di balik layar, kedua ponsel ini memiliki spesifikasi yang sama. Mereka ditenagai oleh chip Snapdragon 8 Elite terbaru dari Qualcomm, RAM 12GB, dan penyimpanan UFS 4.0 yang cepat. Satu-satunya perbedaan terletak pada kapasitas penyimpanan awal. Galaxy S25 dimulai dari 128GB, sementara Galaxy S25 Plus mulai dari 256GB. Jika Anda membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar, Galaxy S25 Plus menjadi pilihan yang lebih baik.

Kamera

Samsung tetap konsisten dalam hal kamera. Kedua ponsel ini memiliki sistem tiga kamera yang sama, yaitu 50MP wide, 10MP telefoto 3x, dan 12MP ultrawide. Kamera depan juga memiliki resolusi 12MP dengan dukungan video 4K. Di belakang, kamera mendukung perekaman video hingga 8K. Dengan demikian, foto dan video yang dihasilkan keduanya hampir identik.

Baterai dan Pengisian Daya

Di bagian baterai, Galaxy S25 Plus unggul. Galaxy S25 memiliki baterai 4000 mAh dengan pengisian daya 25W, sedangkan Galaxy S25 Plus memiliki baterai 4900 mAh dan mendukung pengisian daya kabel hingga 45W. Dengan pengisian daya yang lebih cepat, Galaxy S25 Plus dapat mencapai 65% dalam 30 menit, sedangkan Galaxy S25 hanya mencapai 50% dalam waktu yang sama.

Keuntungan Tambahan

Galaxy S25 Plus memiliki satu fitur tambahan yang menarik, yaitu dukungan Ultra Wideband (UWB). Meskipun bukan fitur wajib bagi semua pengguna, UWB bisa berguna jika Anda menggunakan SmartTags Samsung atau ingin menggunakan ponsel sebagai kunci mobil digital di masa depan.

Mana yang Lebih Baik?

Jika Anda menyukai ponsel yang ringkas dan mudah dibawa, Galaxy S25 adalah pilihan yang ideal. Ponsel ini kuat, nyaman digunakan, dan tidak banyak mengorbankan kualitas. Namun, jika Anda tidak keberatan dengan ponsel yang lebih besar, terutama jika menginginkan daya tahan baterai yang lebih baik, pengisian daya yang lebih cepat, dan layar yang lebih tajam, Galaxy S25 Plus bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Pemilihan antara Galaxy S25 dan S25 Plus tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, dan pilihan akhirnya terserah kepada Anda.

Strategi Cepat! Dapatkan iPhone 17 Tanpa Antre di Tengah Kekurangan Stok

0

Pemesanan Awal iPhone 17 dan iPhone Air Sudah Dimulai

Pemesanan awal untuk model iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max telah dibuka sejak Jumat (12/9). Meskipun baru berjalan sehari, antusiasme konsumen sudah menunjukkan pola model iPhone mana yang paling diminati. Para pengguna yang melakukan pemesanan awal diharapkan menerima pesanan mereka pada 19 September, hari peluncuran resmi.

Antrean Panjang: Model iPhone Mana yang Paling Terdampak?

Sayangnya, estimasi pengiriman untuk beberapa model telah bergeser hingga bulan Oktober. Hal ini terjadi karena kombinasi antara stok yang terbatas dan permintaan pasar yang tinggi. Salah satu model yang paling terkena dampak adalah iPhone 17 Pro Max.

iPhone 17 Pro Max: Model yang Paling Lama Menunggu

Berdasarkan pantauan di situs resmi Apple, mayoritas konfigurasi penyimpanan iPhone 17 Pro Max kini memiliki estimasi pengiriman antara 6 hingga 13 Oktober. Ketersediaan warna tertentu juga mengalami penurunan. Misalnya, varian warna Silver dan Cosmic Orange untuk iPhone 17 Pro Max terlihat lebih langka. Selain itu, varian Deep Blue juga mengalami penundaan pengiriman, dengan jadwal tiba antara 24 hingga 29 September.

Opsi Aman: Model yang Masih Cepat Terkirim

Kabar baiknya, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 masih tersedia untuk pengiriman pada hari peluncuran dalam semua kombinasi warna dan kapasitas penyimpanan. Ini menunjukkan bahwa kedua model tersebut tidak mengalami penundaan signifikan.

Bagaimana dengan iPhone Air yang Inovatif?

Model iPhone Air yang mengusung desain ultra tipis juga sebagian besar masih tersedia untuk pengiriman di hari peluncuran. Berbagai kombinasi warna dan kapasitas tetap tersedia. Namun, varian Cloud White mengalami sedikit penundaan, diperkirakan akan tiba antara akhir September dan awal Oktober.

Popularitas vs. Ketersediaan: Sebuah Tanda Tanya

Estimasi jadwal pengiriman pre-order ini tidak selalu menjadi metrik yang tepat untuk mengukur seberapa baik penjualan setiap model iPhone 17. Alasannya adalah Apple tidak merilis informasi mengenai jumlah unit yang dialokasikan untuk setiap model. Meskipun iPhone 17 Pro Max mungkin sangat populer di fase pre-order awal, ada kemungkinan Apple memang menyediakan stok unit yang lebih sedikit untuk model tersebut dibandingkan yang lain.

Jangkauan Global dan Perkembangan di Indonesia

Pre-order seri iPhone 17 dan iPhone Air sudah dibuka di lebih dari 63 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia. Perangkat ini akan tersedia di toko fisik mulai 19 September.

Seperti biasanya, pre-order iPhone terbaru di Indonesia sedikit lebih lambat dari negara-negara di gelombang pertama. Namun, kabar yang menggembirakan adalah seri iPhone 17 dan iPhone Air telah lolos sertifikasi TKDN. Ini berarti para penggemar Apple di Tanah Air tidak perlu menunggu seperti kasus iPhone 16 series.

Prompt Terlengkap untuk Ubah Foto Keluarga Jadi 3D Realistis

0

Teknologi AI Mengubah Foto Keluarga Menjadi Figur Miniatur 3D yang Super Realistis

Dalam beberapa bulan terakhir, tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah foto keluarga menjadi figur miniatur 3D sedang membanjiri media sosial. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian netizen, tetapi juga menciptakan kesempatan baru bagi pengguna untuk mengabadikan momen spesial dalam bentuk karya seni digital yang sangat realistis.

Google Gemini AI, salah satu inovasi terbaru dari Google, menjadi salah satu alat utama yang digunakan oleh banyak orang untuk membuat figur miniatur 3D. Tidak hanya sekadar efek visual biasa, hasilnya benar-benar mirip dengan action figure kolektor, lengkap dengan alas akrilik, pencahayaan dramatis, dan bahkan bisa diubah menjadi video pendek yang membuat figur tampak hidup.

Alasan Tren Ini Meledak

Banyak faktor yang menyebabkan tren ini viral. Pertama, prosesnya sangat mudah dan gratis. Siapa pun dapat mencoba tanpa perlu menguasai software 3D. Cukup unggah foto ke aplikasi atau situs web Gemini AI, dan hasil siap diunduh. Kedua, hasilnya sangat eksklusif karena dibuat berdasarkan foto asli, sehingga setiap figur memiliki keunikan masing-masing. Ketiga, visual yang dihasilkan sangat memukau dengan detail wajah, pakaian, dan pencahayaan yang nyaris sempurna. Banyak pengguna bahkan tidak percaya bahwa hasil tersebut dibuat oleh AI.

Selain itu, tren ini memiliki nilai emosional tinggi. Figur miniatur ini sering digunakan sebagai hadiah, pajangan rumah, atau kenang-kenangan momen spesial. Karena itu, unggahan miniatur keluarga sering kali mendapat ribuan likes dan komentar dalam waktu singkat.

Persiapan Sebelum Membuat Miniatur AI

Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Pertama, pastikan perangkat yang digunakan cukup mumpuni, seperti smartphone dengan kamera bagus atau laptop dengan koneksi internet stabil. Kedua, akses ke Gemini AI melalui aplikasi atau situs resmi Google. Terakhir, gunakan foto berkualitas tinggi dengan pencahayaan baik, wajah jelas, dan tidak blur.

Cara Mengubah Foto Keluarga Jadi Figur 3D

Berikut langkah-langkah sederhana untuk mengubah foto keluarga menjadi figur 3D:

  1. Unggah Foto: Masuk ke aplikasi Gemini AI, klik ikon “+”, lalu pilih foto yang ingin diubah.
  2. Tulis Prompt Detail: Gunakan prompt berbasis teks dengan deskripsi yang jelas. Contoh: “Buat miniatur patung keluarga skala 1:15 dengan alas akrilik transparan, pencahayaan studio lembut, dan ekspresi wajah natural.”
  3. Tunggu Proses Rendering: Dalam beberapa detik, AI akan memproses gambar dan menampilkan hasil figur 3D.
  4. Unduh Hasil: Simpan dalam resolusi tinggi. Hasil bisa dicetak, dipajang, atau langsung diunggah ke media sosial.

Variasi Prompt Kreatif

Salah satu daya tarik tren ini adalah kebebasan untuk bereksplorasi. Berikut beberapa ide prompt populer:

  • Realistis dengan Box Kolektor: “Buat miniatur keluarga skala 1:9 dengan kemasan ala Bandai, alas akrilik, dan pencahayaan dramatis.”
  • Diorama Rumah Tangga: “Miniatur keluarga dalam kotak akrilik bening, latar ruang tamu hangat, lantai kayu, dan spotlight.”
  • Gaya Cinematic: “Miniatur pasangan dengan pencahayaan hangat, properti buku dan cangkir kopi di sekitarnya, suasana intim ala film indie.”

Mengubah Miniatur Jadi Video Bergerak

Yang membuat tren ini semakin menarik adalah kemampuan untuk mengubah figur menjadi animasi pendek. Caranya adalah dengan menggunakan Google AI Studio dan Video Generator. Unggah hasil figur 3D, masukkan prompt animasi, misalnya: “Dua tangan mengangkat figur dan memutarnya perlahan, latar tetap diam.” Tunggu hasilnya dan unduh video.

Tips Mendapatkan Hasil Maksimal

Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, gunakan foto dengan background polos agar AI fokus pada subjek. Beri deskripsi detail untuk pose, pakaian, dan aksesori. Eksperimen dengan skala berbeda, seperti 1:6, 1:7, atau 1:10. Tambahkan personal touch, seperti nama keluarga di box. Jangan ragu mengulang prompt sampai hasil benar-benar memuaskan.

Tren Konten Viral di Media Sosial

Banyak kreator konten mengaku engagement naik setelah mengunggah hasil miniatur mereka. Posting di Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts. Gunakan hashtag tren seperti #GeminiAI #AICollectibles #MiniaturKeluarga. Tulis caption emosional agar audiens merasa terhubung. Tag akun resmi @GoogleAI untuk memperluas jangkauan.

Lebih dari Sekadar Tren

Di balik keseruannya, miniatur AI membawa makna mendalam. Figur ini bisa menjadi cara baru untuk mengabadikan momen penting: pernikahan, ulang tahun, bahkan reuni keluarga. Namun, pakar mengingatkan agar pengguna tetap bijak. Risiko penyalahgunaan foto publik figur atau manipulasi visual tetap ada. Literasi digital tetap penting agar teknologi ini digunakan untuk kreativitas, bukan merugikan orang lain.

Kreativitas Tanpa Batas

Fenomena ini membuktikan satu hal: kata-kata kini bisa menciptakan dunia baru. Dari sekadar foto sederhana, lahirlah karya visual yang memadukan seni, teknologi, dan emosi. Kini album keluarga tak lagi hanya berupa kertas foto. Dengan AI, momen itu bisa hidup kembali dalam bentuk figur premium yang siap dipajang dan dibagikan ke seluruh dunia.

Harga iPhone 2025: iPhone 17, 17 Air, 16, 16E, 15, 14

0

Daftar Harga iPhone Terbaru Tahun 2025

Apple baru saja meluncurkan beberapa model terbaru dalam lini iPhone, termasuk iPhone 17 dan iPhone 17 Air. Peluncuran ini dilakukan dalam acara Apple Event “Awe Dropping” yang berlangsung pada Selasa (9/9/2025) atau Rabu (10/9/2025) dini hari WIB. Model iPhone 17 Air menjadi pengganti dari iPhone Plus sebelumnya, dengan desain yang lebih tipis dan inovasi teknologi terkini.

Desain dan Teknologi iPhone 17 Air

iPhone 17 Air memiliki ketebalan hanya 5,6 mm, menjadikannya sebagai ponsel iPhone paling tipis yang pernah ada. Meskipun begitu, ponsel ini tetap dirancang untuk tahan lama. Layar dan bagian belakangnya dilapisi Ceramic Shield 2 yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dibanding sebelumnya. Bahkan, untuk pertama kalinya, Apple menyematkan Ceramic Shield di bagian belakang ponsel, yang diklaim empat kali lebih kuat dari versi sebelumnya. Bingkai iPhone 17 Air terbuat dari titanium, memberikan kekuatan ekstra tanpa mengorbankan estetika.

Harga iPhone 17 dan iPhone 17 Air

Kedua model terbaru ini bisa dipesan mulai 12 September dan akan tersedia secara resmi pada 19 September. Berikut daftar harga iPhone 17 dan iPhone 17 Air di Amerika Serikat:

  • iPhone 17 256 GB: 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta)
  • iPhone 17 512 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 256 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 512 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 19,7 juta)
  • iPhone 17 Air 1 TB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 23 juta)

Daftar Harga iPhone Lainnya di Indonesia

Berikut adalah daftar harga iPhone berbagai model di Indonesia, berdasarkan informasi dari situs iBox Indonesia:

iPhone 13
  • 128 GB: Rp 8.249.000 (dari harga semula Rp 10.299.000)
iPhone 14
  • 128 GB: Rp 9.699.000 (dari harga semula Rp 12.499.000)
  • 256 GB: Rp 11.949.000 (dari harga semula Rp 15.299.000)
iPhone 15
  • 128 GB: Rp 10.999.000 (dari harga semula Rp 14.400.000)
  • 256 GB: Rp 13.499.000 (dari harga semula Rp 17.499.000)
iPhone 15 Plus
  • 128 GB: Rp 12.999.000 (dari harga semula Rp 16.499.000)
  • 256 GB: Rp 15.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)
iPhone 16
  • 128 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 16.999.000)
  • 256 GB: Rp 16.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)
  • 512 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 23.499.000)
iPhone 16 Plus
  • 128 GB: Rp 15.999.000 (dari harga semula Rp 18.999.000)
  • 256 GB: Rp 18.499.000 (dari harga semula Rp 21.499.000)
  • 512 GB: Rp 22.999.000 (dari harga semula Rp 25.499.000)
iPhone 16 Pro
  • 128 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 21.999.000)
  • 256 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 24.499.000)
  • 512 GB: Rp 25.499.000 (dari harga semula Rp 28.499.000)
  • 1 TB: Rp 29.999.000 (dari harga semula Rp 32.499.000)
iPhone 16 Pro Max
  • 256 GB: Rp 21.999.000 (dari harga semula Rp 25.999.000)
  • 512 GB: Rp 27.499.000 (dari harga semula Rp 30.999.000)
  • 1 TB: Rp 32.499.000 (dari harga semula Rp 34.999.000)
iPhone 16e
  • 128 GB: Rp 11.499.000 (dari harga semula Rp 12.740.000)
  • 256 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 15.240.000)
  • 512 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 19.240.000)
iPhone 11
  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
iPhone SE 3rd Gen
  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
  • 256 GB: Rp 9.999.000

Cara Edit Foto Keren dengan Gemini AI Viral di TikTok

0

Tren Edit Foto Ala Studio Profesional dengan Bantuan AI

Tren edit foto yang menyerupai hasil dari studio profesional kini sedang viral di TikTok. Banyak pengguna media sosial membagikan foto yang tampak seperti diambil di studio mewah, padahal hanya diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI). Dengan pencahayaan dramatis, pose elegan, dan latar minimalis, foto-foto ini terlihat sangat estetik dan cocok digunakan sebagai foto profil media sosial, CV, atau bahkan branding personal.

Yang menarik adalah semua itu bisa dilakukan tanpa perlu datang ke studio foto—cukup bermodal satu foto dan akses ke AI. Teknologi AI memungkinkan komputer untuk memahami, memproses, dan menghasilkan sesuatu secara cerdas, layaknya manusia. Dalam konteks edit foto, AI bisa mengenali objek dalam gambar, memahami gaya visual yang diminta, lalu mengubah latar, pencahayaan, dan suasana sesuai instruksi.

Salah satu platform yang ramai digunakan adalah Google Gemini, layanan AI generatif dari Google yang bisa membuat gambar berdasarkan prompt—yaitu perintah atau deskripsi yang kita tulis. Dengan Gemini AI, pengguna cukup mengunggah foto dan menuliskan prompt yang menjelaskan gaya foto yang diinginkan. Misalnya, ingin tampilan elegan dengan blazer hitam dan latar abu-abu seperti studio, cukup tulis deskripsinya dan biarkan AI bekerja. Hasilnya bisa sangat realistis dan profesional, cocok untuk kamu yang ingin tampil standout di LinkedIn, portofolio, atau media sosial tanpa repot dan biaya besar.

Teknologi ini membuka peluang baru bagi siapa saja untuk tampil maksimal secara visual, hanya dengan beberapa klik. Berikut cara membuatnya.

Cara Menggunakan Google Gemini untuk Edit Foto

  1. Masuk ke situs Google Gemini atau klik gemini.google.com.
  2. Pilih menu Gambar.
  3. Unggah foto Anda.
  4. Masukkan prompt yang menjelaskan gaya foto yang diinginkan. Contoh untuk wanita:

    Edit foto itu menjadi duduk santai di dalam ruangan polos bergaya modern dengan dinding abu seperti dalam sebuah ruangan photo studio. dia menggunakan outfit serba hitam: blazer oversize dan celana panjang hijab, tangan terlihat santai tapi elegan. gaya gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius pencahayaan redup dri lampu menciptakan bayangan halus dari kursi dan badan.

Contoh untuk lelaki:

Edit foto itu menjadi duduk santai di dalam ruangan polos bergaya modern dengan dinding abu seperti dalam sebuah ruangan photo studio. dia menggunakan outfit serba hitam: blazer oversize dan clana panjang hijab, tangan terlihat santai tapi elegan. gaya gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius pencahayaan redup dri lampu menciptakan bayangan halus dari kursi dan badan.

Prompt dapat disesuaikan sesuai keinginan.

Membuat Foto Realistis dengan Gemini AI

Banyak tren edit foto menggunakan AI ramai diunggah di berbagai media sosial, khususnya TikTok. Ada yang mengedit foto seolah bersama idolanya, hingga mengedit foto seolah berada di rumah dan mobil yang mewah. Foto AI yang viral di medsos tampak sangat realistis. Tekstur karakter di dalamnya tak lagi tampak seperti animasi. Tampilan karakter foto AI realistis ini tampak menyerupai manusia asli, dengan tekstur wajah yang cukup detail. Kemudian, latar belakang dan pencahayaannya tampak cukup alami seperti foto yang dihasilkan kamera.

Untuk membuat foto realistis via Gemini AI, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Buka website Gemini di https://gemini.google.com dan pastikan telah login akun. Login bisa menggunakan akun Google (akun Gmail).
  • Pada kolom pengetikan pesan, ketik prompt atau teks perintah untuk membuat gambar realistis dengan deskripsi sesuai keinginan.
  • Dalam percobaan kali ini, kami memasukkan prompt untuk membuat gambar realistis seperti ini:

    Berasio 9:16 dan gambar diambil menggunakan kamera drone. Menampilkan seorang wanita berusia 24 tahun, berbadan tinggi 160 bb 55 bersandar pada sebuah mobil Mazda Hatchback 3 berwarna putih yang terparkir di carport salah satu unit rumah ukiran bali modern dua lantai bergaya minimalis. Rumah tersebut memiliki atap datar, jendela besar untuk pencahayaan alami, jalan paving block, dan area hijau yang tertata. wanita itu mengenakan baju kaos hitam dengan celana jeans pendek biru dan sepatu docmart hitam. Rambutnya panjang wavy balayage goldenbrown, dan ia 12 cm lebih tinggi dari mobil Mazda Hatchback 3. Ia berpose dengan tangan memegang mobil. wajah melihat ke depan. Waktu berlatar siang hari. Mazda Hatchback 3 berplat Indonesia “B 51 M4”, terparkir sejajar sebuah Nissan Skyline Hitam tanpa plat nomor.

  • Kirim prompt tersebut ke Gemini. Selanjutnya, Gemini akan menyajikan gambar realistis sesuai perintah. Jika hasilnya dirasa masih kurang sesuai, pengguna bisa mengatur kembali prompt dan meminta Gemini untuk mengolah ulang.

Cara membuat foto realistis AI seperti yang tengah ramai dibagikan di medsos itu pada dasarnya cukup mudah. Pengguna bisa memakai beragam program AI yang mendukung alat image generator. Salah satunya seperti Gemini AI buatan Google.

Tips untuk Membuat Wajah Lebih Mirip

Untuk membuat wajah menjadi mirip, maka dibutuhkan AI face swap. Anda dapat menggunakan face swap untuk edit foto secara gratis.

Cara Menggunakan Face Swap AI Online

  1. Ketik di Google dengan keyword “Face Swap”. Pilih yang AI Face Swap atau dengan link aifaceswap.io.
  2. Jika hanya ingin mengganti 1 wajah, pilih “face swap” atau “tukar wajah” pada menu. Jika ingin mengganti 2 wajah atau lebih, pilih “multiple swap face” atau “tukar banyak wajah”.
  3. Masukkan foto asli dan gambar wajah yang ingin diubah dengan pilih menu klik untuk mengunggah atau click to upload.
  4. Lalu, klik start face swapping atau mulai tukar banyak wajah. Tunggu hingga foto selesai diproses.
  5. Selesai dan tinggal download.

Cara Menggunakan Face Swap AI Aplikasi

  1. Download aplikasi RemakeMe.
  2. Pilih menu Face AI, lalu Face Swap.
  3. Masukkan foto asli dan gambar wajah yang ingin diubah.
  4. Pilih swap face.
  5. Selesai dan tinggal download.

Sebagai informasi, agar Gemini bisa menghasilkan foto yang sesuai keinginan, pengguna harus bisa mendeskripsikan prompt secara detail. Pengguna dapat mulai menyusun prompt dengan membuat deskripsi karakter, seperti postur tubuh, wajah, rambut, dan ekspresi muka. Kemudian, pengguna dapat menambahkan deskripsi yang detail soal latar belakang dan posisi pengambilan foto.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Viral di Medsos, Gambar AI Realistis yang Dibuat dengan Gemini, Ini Caranya”