Kolaborasi dengan Pemimpin AI untuk Menyediakan Materi yang Selalu Terkini
Coursera, sebuah platform pembelajaran daring, telah memperkuat kerja sama dengan para pemimpin di bidang kecerdasan buatan (AI) agar materi pelajaran tetap relevan dan up-to-date. Kerja sama ini menjadi mesin utama dalam memastikan bahwa konten yang disajikan tidak cepat usang, mengingat perkembangan teknologi AI terjadi sangat cepat.
Patrick Supanc, Chief Product Officer Coursera, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Microsoft, Amazon Web Services, serta baru-baru ini juga menjalin kemitraan dengan Anthropic. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi dan temuan terbaru segera diintegrasikan ke dalam kurikulum belajar. Dengan demikian, peserta dapat mengakses praktik terbaik tanpa jeda panjang antara inovasi teknologi dan pengajaran.
Kolaborasi ini bukan sekadar sekumpulan logo mitra. Tim produk dan kurikulum Coursera secara aktif memantau rilis model, alat, dan standar praktik dari mitra-mitra tersebut. Mereka kemudian mengadaptasinya menjadi berbagai modul seperti video, bacaan, lab, hingga role-play yang ditenagai AI, yang meniru situasi kerja nyata. Hal ini memungkinkan pembelajar merasakan pengalaman belajar yang lebih realistis dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Alih-alih menunggu siklus buku teks tahunan, pembaruan materi dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini memastikan bahwa Skill Tracks—jalur keterampilan yang disediakan Coursera—selalu mencakup kompetensi dan praktik terkini yang diuji oleh industri. Patrick Supanc menekankan bahwa Coursera terus bergerak cepat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi AI, sehingga peluang belajar tetap sejalan dengan kebutuhan pasar.
Relevansi melalui Pemetaan yang Tepat Sasaran
Relevansi materi tidak hanya berasal dari konten baru, tetapi juga dari pemetaan yang tepat sasaran. Coursera menggunakan Career Graph sebagai alat untuk menyelaraskan data pekerjaan dan keterampilan nyata dari berbagai pasar. Peta dinamis ini membantu menentukan urutan belajar dari tingkat pemula hingga mahir sesuai kebutuhan tugas di lapangan. Dengan demikian, jalur belajar tidak bersifat generik, dan materi yang dipelajari langsung mendukung tanggung jawab kerja yang berubah cepat, terutama di bidang AI.
Validasi Kemampuan Melalui Asesmen Praktik
Untuk memvalidasi kemampuan peserta, Coursera menerapkan asesmen berbasis praktik. Peserta diminta menyelesaikan tugas riil, seperti otomasi Python untuk ekstraksi data atau analisis sentimen menggunakan LLM (Large Language Model). Mereka juga diminta menunjukkan proses kerjanya. Artefak hasil kerja ini dievaluasi secara ketat dan berujung pada kredensial yang dapat dibagikan.
Pola keberhasilan dan tantangan dalam asesmen menjadi indikator bagi tim Coursera untuk menyegarkan materi yang kurang efektif. Proses pembelajaran dan perbaikan konten pun berjalan secara paralel.
Manfaat bagi Perusahaan di Indonesia
Bagi perusahaan di Indonesia, pendekatan ini mempercepat pengadopsian materi yang relevan sekaligus memudahkan pengukuran dampak. Dengan pipeline konten dari Google, Microsoft, AWS, dan Anthropic, lalu diselaraskan melalui Career Graph dan divalidasi asesmen praktik, tim L&D dapat menjaga program tetap aktual, menekan jeda antara kebutuhan bisnis dan kesiapan talenta, serta mempercepat time-to-productivity.
Dukungan lokalisasi, termasuk penerjemahan dan AI-dubbing Bahasa Indonesia, turut menurunkan friksi adopsi bagi tenaga kerja lintas wilayah dan infrastruktur. Dengan demikian, aksesibilitas dan penggunaan materi pelajaran semakin mudah.
Kesimpulan
Kesimpulannya, relevansi kurikulum AI di Skill Tracks lahir dari kolaborasi yang disiplin—bukan sekadar menambah jumlah kursus. Dengan bergerak setara cepatnya dengan kemajuan teknologi, Coursera mengikat tiga elemen menjadi satu kesatuan: pipeline konten terdepan dari mitra kelas dunia, penyelarasan ke kebutuhan kerja melalui Career Graph, dan verifikasi keterampilan melalui asesmen praktik. Formulasi ini membuat upskilling lebih terarah, terukur, dan siap pakai bagi organisasi yang dikejar transformasi digital.
Belakangan ini, tren edit foto dengan tampilan miniatur sedang menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna mengubah potret diri mereka menjadi figur kecil dengan latar meja kerja, sehingga tampak seperti action figure sungguhan. Namun, untuk membuat hasil lebih menarik dan segar, ada opsi lain yang bisa dicoba, yaitu menempatkan miniatur di rak kolektor.
Efek ini membuat foto tampak seperti bagian dari koleksi mainan premium yang dipajang rapi. Dengan menggunakan layanan AI seperti Gemini AI, pengguna dapat mengubah foto biasa menjadi figur miniatur dengan tampilan realistis. Prosesnya cukup sederhana, hanya dengan mengunggah foto dan memberikan instruksi detail lewat prompt. Dengan sedikit kreativitas, foto yang awalnya biasa saja dapat diubah menjadi karya visual unik.
Tren ini tidak hanya menarik perhatian di media sosial, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam eksplorasi edit foto berbasis kecerdasan buatan. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti untuk mencoba metode ini.
Langkah-Langkah Cara Edit Foto Jadi Miniatur di Gemini AI
1. Siapkan Foto Terbaik
Pilih foto dengan pencahayaan jelas, posisi tubuh terlihat utuh, dan tidak terpotong agar hasil miniatur lebih maksimal. Pastikan wajah atau tubuh terlihat jelas agar proses pengeditan lebih mudah.
2. Masuk ke Gemini AI
Buka platform Gemini AI melalui browser atau aplikasi. Pastikan sudah login ke akun Anda. Jika belum memiliki akun, daftar terlebih dahulu.
3. Unggah Foto
Klik opsi upload dan masukkan foto yang ingin diubah menjadi miniatur. Pastikan file foto dalam ukuran yang sesuai dan format yang didukung oleh platform tersebut.
4. Masukkan Prompt
Gunakan instruksi berikut agar hasil menyerupai figur koleksi:
“Create a 1/7 scale miniature figure based on the uploaded photo, in a realistic style. Place the figure on a wooden display shelf with LED lights, standing on a circular transparent acrylic base without text. Next to it, add other toy boxes as if it’s part of a collection. Background should be a wall with posters of anime and action figures.”
Dengan prompt ini, sistem akan memproses foto Anda dan menghasilkan tampilan miniatur yang menarik dan realistis.
5. Proses & Tunggu Hasil
Setelah prompt dimasukkan, klik generate. Tunggu beberapa saat hingga sistem memproses gambar. Proses ini mungkin memakan waktu beberapa menit tergantung pada kompleksitas foto dan kecepatan internet.
6. Simpan dan Bagikan
Jika hasil sudah sesuai, unduh foto miniatur versi rak kolektor tersebut dan bagikan di media sosial. Anda juga bisa menyimpannya sebagai file digital untuk digunakan di berbagai platform.
Keuntungan Menggunakan Gemini AI untuk Edit Foto Miniatur
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, siapa pun bisa mencoba cara edit foto jadi miniatur di Gemini AI tanpa perlu keterampilan desain rumit. Hasil akhirnya tampak realistis dan berbeda dari tren miniatur yang biasanya hanya menggunakan latar meja kerja. Selain itu, pengguna juga bisa bereksperimen dengan berbagai gaya dan tema untuk menciptakan karya yang lebih unik.
Selain itu, penggunaan AI dalam editing foto membuka peluang baru untuk ekspresi kreatif yang lebih luas. Dengan kemampuan AI, pengguna dapat menciptakan efek visual yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh ahli desain profesional.
Jika Anda tertarik mencoba tren ini, mulailah dengan foto yang paling Anda sukai dan ikuti langkah-langkah di atas. Dengan sedikit usaha dan kreativitas, hasil yang Anda dapatkan bisa sangat mengejutkan.
Cara Membuat Foto AI di Lift dengan ChatGPT atau Gemini AI
Tren foto yang menampilkan potret dalam lift kini sedang viral di media sosial. Namun, foto-foto tersebut bukan hasil jepretan kamera nyata, melainkan karya digital dari kecerdasan buatan (AI). Dengan memanfaatkan fitur prompt di Gemini AI, pengguna bisa menghasilkan potret bergaya “cool” dalam lift, baik untuk perempuan maupun laki-laki.
Hasilnya terlihat nyata, lengkap dengan pencahayaan dramatis hingga pose stylish layaknya pemotretan majalah. Banyak warganet di TikTok dan Instagram ramai membagikan hasil foto AI ini. Untuk membuatnya, pengguna cukup menuliskan deskripsi sederhana. Lalu Gemini AI atau Chat GPT akan memproses perintah tersebut menjadi gambar yang tampak realistis.
Berikut beberapa contoh prompt AI yang bisa digunakan:
Prompt untuk Model Cowok
Edit foto itu menjadi berdiri santai di dalam lift bergaya modern dengan dinding logam reflektif. Ia mengenakan outfit serba hitam: blazer oversize, dan celana panjang. Memakai kacamata hitam, dan memegang secangkir take-away. gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius. pencahayaan redup dari lampu neon di langit-langit menciptakan bayangan halus.
Prompt untuk Model Cewek
Edit foto itu menjadi berdiri santai di dalam lift bergaya modern dengan dinding logam reflektif. Ia mengenakan outfit serba hitam: blazer oversize, dan celana panjang. Berhijab, memakai kacamata hitam, dan memegang secangkir take-away. gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius. pencahayaan redup dari lampu neon di langit-langit menciptakan bayangan halus.
Prompt untuk Model Pasangan
Foto itu menjadi pasangan yang sedang berdiri santai di dalam lift bergaya modern dengan dinding logam reflektif. Ia memgenakan outfit serba hitam: blazer oversize, dan celana panjang perempuan berhijab. Laki laki dengan rambut stylis korea memakai kacamata hitam. gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius. Pencahayaan redup dari lampu neon di langit-langit menciptakan bayangan halus.
Cara Membuatnya Pakai Gemini AI/Chat GPT
Untuk membuat foto AI, kamu cukup menyalin prompt AI atau kata kunci yang telah tersedia. Hasil foto dipastikan menyerupai pemotretan asli dapat dibuat dalam hitungan detik. Bagi yang ingin mencoba, Anda bisa menyalin prompt tersebut dan langsung memasukkannya ke Gemini AI/Chat GPT untuk menghasilkan foto.
Langkah-Langkah:
Gunakan Aplikasi Gemini AI/Chat GPT
Download aplikasi melalui Google Play Store atau App Store. Atau kamu bisa juga akses lewat laman https://gemini.google.com/ atau https://chatgpt.com/
Unggah Foto
Pilih foto dengan resolusi tinggi, pastikan subjek jelas dan fokus. Unggah foto diri ke aplikasi Gemini AI/Chat GPT.
Gunakan Prompt Berikut
Setelah itu, copy salah satu tulisan prompt AI tersebut dan tempelkan di Gemini AI/Chat GPT. Aplikasi akan membuat foto anda menjadi menarik hanya dalam beberapa detik.
Prompt AI Polaroid dengan Artis Favorit
Langkah mengerjakannya sama seperti di atas, hanya saja Anda harus menambahkan satu foto artis favorit kamu. Gabung kedua gambar ini dan buatlah gambar yang di ambil dengan kamera polaroid. Foto tersebut harus terlihat jelas dan seperti nyata, tanpa subjek atau properti yang jelas. Foto tersebuy harus terlihat sedikit efek blur dan sumber cahaya yang konsisten, seperti lampu kilat di ruangan yg gelap, yang tersebar di seluruh foto. Jangan ubah wajah, ganti tirai belang menjadi tirai putih dan biar kan kedua orang berpose yang mesra dan lucu.
Buatkan gambar yang dihasilkan kamera polaroid. Foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa, tanpa subjek atau properti yang jelas, foto tersebut harus memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang konsisten, seperti lampu kilat dari ruang gelap, yang tersenar di seluruh foto. Jangan ubah wajah, ganti latar belakang di belakang kedua orang tersebut dengan tirai putih, dengan cowo teresbut menyentuk kepala saya.
Buatlah gambar yang diambil dengan kamera polaroid. Foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa, tanpa subjek atau properti yang jelas, foto tersebut harus memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang konsisten, seperti lampu kilat dari ruangan gelap, yang tersebar diseluruh foto. Jangan ubah wajah. Ganti latar belakang dengan tirai putih. Dengam cowo itu meletakan tangannya dibahu saya.
Kumpulan Prompt AI Viral
Berikut ini sejumlah prompt AI yang sedang viral dan banyak digunakan oleh sejumlah warganet:
Prompt Pakai Baju Wisuda
Foto potret formal seorang (laki-laki atau wanita) seperti gambar terlampir dibuat dengan sangat mirip, sedang mengenakan toga wisuda hitam lengkap dengan samir hijau kuning dan medali emas di leher. Ia juga memakai kemeja putih di bagian dalam, duduk sambil memegang map ijazah berwarna hitam dengan logo emas bertuliskan “Universitas Syiah Kuala”. Latar belakang berupa dinding abu-abu hitam lengkap dengan properti nya. dengan pencahayaan lembut dari arah kanan, memberikan kesan elegan dan profesional. Foto diambil dengan sudut potret vertikal, pencahayaan natural, dan nuansa hangat yang lembut. high quality, 8K, bokeh background, cinematic photography.
Prompt Gaya Kece Lainnya
Potret seorang pria seperti foto terlampir bergaya elegan memakai jas hitam, berdiri di pinggir jalan kota saat hujan deras, memegang payung hitam besar, dengan suasana sinematik, cahaya lampu lalu lintas merah memantul di jalanan basah, atmosfer dramatis, realistis, high quality, 8K, bokeh background, cinematic photography.
Make a cinematic overhead for me standing still a brick city sidesalk. wearing a dark oversized sweater. motion blurred crowd rusher past around me. moodly lightning 35mm film look shallow depth field, sharp focus on me ratio portrait 4:3.
Ultra-realistic 8K portrait of a young man named Sam, standing against a deep red background. He has sharp facial features, messy styled dark hair, and a confident, slightly intense expression. He is wearing a black suit jacket over a white dress shirt with the collar slightly open, paired with a loosely knotted red striped tie. Dramatic red and black lighting highlights the contours of his face, jawline, and neck, creating a cinematic, powerful, and moody atmosphere.”
Foto hitam putih di studio menampikan seorang pria muda yang duduk santai di kursi lipat logam dengan posisi kaki bersilang. Ia mengenakan jaket denim, kaos gelap, celana jeans lurus, dan sepatu boots hitam. Pencahayaan lembut dan minim, menghasilkan bayangan tegas dan suasana moody. Pose tubuh rileks, sedikit bersandar dengan satu tangan di sandaran kursi, wajah menoleh kesamping. Latar polos, estetika sederhana dan modern.
Prompt Baju Adat Jawa
Foto vertikal ultra-realistis sinematik (resolusi 32k, rasio aspek 9:16), diambil dengan kamera mirrorless full-frame menggunakan depth of field yang dangkal. Seorang pria seperti foto terlampir, berjalan dengan percaya diri di antara deretan kain ‘mori’ putih yang dijemur. Ia mengenakan pakaian tradisional Jawa yang elegan: beskap hitam dengan sulaman detail, jarik batik gelap yang dililitkan rapi di pinggangnya, dan blangkon senada di kepalanya. Fitur wajahnya simetris dan intens, dengan mata terfokus menatap lurus ke lensa, memancarkan karisma bak model yang tenang. Latar depan menampilkan sepotong kain putih besar yang berkibar dramatis ke dalam bingkai, sedikit mengaburkan lensa, menambahkan gerakan dinamis dan pelapisan. Latar halaman rumah produksi batik tradisional mengelilinginya, dengan tiang-tiang kayu dan tali jemuran yang membentang hingga ke kejauhan. Angin menerpa kain mori, menciptakan bayangan yang bergerak lembut di tanah. Sinar cahaya menembus pemandangan, menyorot partikel debu serta tekstur kain dan kayu. Gradasi warna sinematik meningkatkan rona hangat, bayangan pekat, dan sorotan vintage yang lembut untuk membangkitkan suasana yang kaya budaya, elegan, dan abadi yang berakar pada warisan Indonesia.
Prompt di Cafe
Foto potret realistis seorang (seperti dalam foto) berjalan santai di dalam cafe pada malam hari, dengan latar belakang meja dan kursi segi empat tersusun rapi dengan lampu yang menyala keemasan. Pencahayaan malam terlihat hangat dengan deretan lampu. Tangan kirinya masuk ke saku celana, sementara tangan kanan tergantung rileks di sisi tubuh. Dia terlihat memandang ke arah jauh. Ruangan memantulkan cahaya lampu. Latar belakang bokeh memberikan kesan sinematik, dengan fokus tajam pada subjek utama. Rasio gambar 3:4.
Prompt di Kota Paris
Foto potret realistis seorang (seperti dalam foto) berjalan santai di tengah jalan kota Paris pada malam hari, dengan latar belakang Menara Eiffel yang menyala keemasan. Pencahayaan malam kota terlihat hangat dengan deretan lampu jalan yang membentuk garis perspektif di sisi kiri dan kanan. Tangan kirinya masuk ke saku celana, sementara tangan kanan tergantung rileks di sisi tubuh. Dia terlihat memandang ke arah jauh. Jalanan memantulkan cahaya lampu kota, dengan beberapa mobil dan pejalan kaki samar di kejauhan. Latar belakang bokeh memberikan kesan sinematik, dengan fokus tajam pada subjek utama. Rasio gambar 3:4.
Prompt di Pinggir Pantai
Buatkan gambar menampilkan Sebuah foto dengan suasana indah dan dramatis. Latar depan ada sebuah tenda berwarna biru dengan aksen putih, berdiri di sebuah tepi pantai dengan permukaan pasir putih yang indah. Di sebelah tenda ada seorang pria seperti foto terlampir dengan menggunakan jaket arcteryx warna abh dengan celana running pants pendek hitam tidak ketat, menggunakan kaos kaki putih sepatu salomon senada dengan warna jaket. Sedang duduk di sebuah kursi lipat outdoor sambil memegang sebotol kaleng minuman. Tambahkan meja lipat yang diatasnya ada pizza, burger, dan minuman kaleng serta musik box jbl, terdapat api unggun yang tertata rapi depan api sedikit menyala. Tersandar sebuah gitar classic berwarna coklat di samping tenda. Di dalam tenda tambahkan perlengkapan camping seperti tas, matras, dan sleeping bag. Latar belakang pemandangan pantai saat matahari terbenam. Langit didominasi oleh gradasi warna yang indah, bagian atas kiri berwarna merah muda dan ungu yang cerah, berangsur-angsur memudar menjadi oranye dan kuning di bagian tengah ke kiri bawah, lalu kebiruan di cakrawala kanan. Awan-awan tipis tersebar di seluruh langit, menambah tekstur pada pemandangan. Di bagian bawah gambar, terdapat garis pantai berpasir yang cukup luas, tampak basah oleh air laut yang baru saja surut. Gelombang-gelombang kecil terlihat bergulir menuju pantai, membentuk buih-buih putih di sepanjang tepian. Warna pasir tampak keemasan hingga cokelat muda, memantulkan sedikit cahaya dari langit. Bagian tengah gambar menunjukkan hamparan laut yang luas, dengan riak-riak ombak yang kecil. Di kejauhan, siluet daratan atau pulau terlihat samar-samar di garis cakrawala, dengan beberapa struktur menyerupai tiang atau menara yang mungkin adalah bagian dari infrastruktur pesisir atau pelabuhan. Di sudut kanan atas gambar, terlihat sebagian dari dedaunan pohon yang rindang, memberikan bingkai alami pada pemandangan langit dan laut. Secara keseluruhan, foto ini menangkap momen yang sangat indah dan menenangkan dengan permainan warna alami yang memukau. Pencahayaan gambar lembut dengan kontras yang tinggi.
Prompt Keren Lainnya
Buat foto pria ini dari bird’s eye view simetris dengan lensa ultra wide berkacamata hitam dan jas hitam, berdiri santai menatap kamera sambil mengacungkan jari rocker dan jempol dikelilingi bodyguard dan fans yang menyentuh tubuhnya, Dengan kamera wartawan dan flash dibawah frame. Suasana padat, sesak, dan dramatis.
Seorang pria seperti dalam gambar tersebut, duduk santai di depan warung kelontong tradisional. Dia melihat kamera dengan ekspresi serius. Di belakang dia ada kulkas Coca-Cola merah penuh minuman (aqua, teh botol, sprite, Coca-Cola, fanta, air mineral), gantungan snack ringan (chiki, keripik singkong, kerupuk, mie gelas) jajanan, di etalase ada rokok (djarum super, sampoerna mild, dji sam soe, La light) dan bumbu dapur khas warung. Matahari sore menyinari dengan cahaya hangat. Suasana terasa sederhana, dan penuh kehangatan lokal. Gaya sinematik, ultra-realistis, 4K, aspek rasio vertikal, pencahayaan alami, fokus dangkal, seperti adegan film romantis di kehidupan sehari-hari.
Fotografi malam ultra-realistis bergaya sinematik, menampilkan seorang pria muda tampan dan maskulin khas Asia Tenggara berkulit sawo matang bersih dan bertubuh ideal. La duduk santai di atas tiang jalan kecil berwarna kuning di tengah pulau kecil zebra cross pada persimpangan kota modern yang sibuk dengan cahaya neon. La mengenakan topi snapback abu gelap yang di pakai terbalik, jaket casual hitam, kaos putih bersih, celana denim abu muda dengan sedikit robekan dilutut, dan sneakers putih bersih. Pose tubuhnya rileks, satu kaki bertumpu pada tiang. Sementara pandangannya mengarah ke atas kiri dengan ekspresi percaya diri. Pemandangan kota dipenuhi papan iklan neon dan layar raksasa. Termasuk gedung tinggi dengan layar digital besar menampilkan siluet orang berjalan. Efek long-exposure dari lampu kendaraan di kedua sisi menciptakan jejak cahaya dramatis berwarna putih. Biru. Dan oranye yang menegaskan energi urban. Diambil dari sudut low-angle dengan lensa ultra-wide (16mm). HDR, aperture f/2.8. cinematic color grading. Detail tajam, efek bokeh lampu, dan kontras dramatis. Suasana futuristik, penuh energi, dan sinematik.
Batkan gambar Sebuah bidikan lensa fisheye menangkap seorang pria muda Indonesia, tampak berusia akhir belasan atau awal dua puluhan, berdiri di tempat yang tampak seperti kamar tidurnya. Dia diposisikan di depan cermin besar persegi panjang, memantulkan sosok penuhnya. Dia memegang smartphone untuk mengambil gambar, tangannya terlihat. Pria itu mengenakan pakaian kasual: kaos putih tanpa lengan dengan sedikit lebih lebar, pas santai, dipadukan dengan celana panjang gelap yang longgar. Tangan kirinya dengan santai dimasukkan ke dalam sakunya. Rambutnya ditata rapi, pendek di samping dengan volume lebih banyak di atas, dan ekspresinya netral atau sedikit kontemplatif saat dia melihat ke kamera ponsel. Kamar tidur itu sendiri memiliki getaran modern dan agak eklektik, dengan poster dan karya seni yang menghiasi dinding, terlihat baik secara langsung maupun dalam pantulan. Ada beberapa gitar yang tergantung di dinding sebelah kanan, menunjukkan minat musik. Tempat tidur dengan seprai berwarna terang dan selimut abu-abu terlihat di sebelah kiri. Di atas tempat tidur, ada strip pencahayaan hangat dan ambient. Di lemari atau permukaan di depan cermin, koleksi berbagai botol kecil, mungkin parfum atau cologne, tertata rapi. Pencahayaan keseluruhan di ruangan itu lembut, dengan rona biru yang terlihat memancar dari sisi kiri, mungkin dari jendela atau cahaya aksen. Pantulan di cermin menunjukkan pemandangan yang lebih luas dari detail ruangan, menekankan ruang pribadi yang nyaman namun bergaya.
Fotografi malam ultra-realistis bergaya sinematik, menampilkan seorang pria seperti foto terlampir. La duduk santai di atas tiang jalan kecil berwarna kuning di tengah pulau kecil zebra cross pada persimpangan kota modern yang sibuk dengan cahaya neon. La mengenakan topi snapback abu gelap yang di pakai terbalik, jaket casual hitam, kaos putih bersih, celana denim abu muda dengan sedikit robekan dilutut, dan sneakers putih bersih. Pose tubuhnya rileks, satu kaki bertumpu pada tiang. Sementara pandangannya mengarah ke atas kiri dengan ekspresi percaya diri. Pemandangan kota dipenuhi papan iklan neon dan layar raksasa. Termasuk gedung tinggi dengan layar digital besar menampilkan siluet orang berjalan. Efek long-exposure dari lampu kendaraan di kedua sisi menciptakan jejak cahaya dramatis berwarna putih. Biru. Dan oranye yang menegaskan energi urban. Diambil dari sudut low-angle dengan lensa ultra-wide (16mm). HDR, aperture f/2.8. cinematic color grading. Detail tajam, efek bokeh lampu, dan kontras dramatis. Suasana futuristik, penuh energi, dan sinematik.
Tren Edit Foto AI dengan Wajah Selebriti, Apakah Etis?
Belakangan ini, tren penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit foto pribadi semakin marak. Banyak pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk membuat foto yang tampak seolah-olah mereka sedang bersama artis atau selebriti. Hasil editan biasanya dikemas dalam gaya kamera polaroid, lengkap dengan pose dan pakaian yang sesuai dengan instruksi pengguna.
Foto-foto tersebut kemudian dibagikan di media sosial, menciptakan kesan bahwa momen nyata sedang terjadi. Namun, yang menarik adalah, fenomena ini berkembang pesat tanpa sepengetahuan selebriti yang fotonya digunakan. Bahkan, para artis tersebut tidak menyadari bahwa wajah mereka muncul dalam konten seperti ini.
Ini memicu pertanyaan: Apakah etis menggunakan foto orang lain, termasuk artis, dalam konten yang diedit menggunakan AI tanpa izin? Apakah kita boleh mengedit foto orang lain sesuka hati?
Menjawab hal ini, Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Sebelas Maret (UNS), Rosihan Ari Yuana, menjelaskan bahwa penggunaan foto orang lain tanpa izin merupakan tindakan yang tidak etis secara moral. “Secara etika jelas enggak boleh, karena itu tetap hak pribadi orang yang difoto,” ujarnya.
Selain aspek etika, ia juga menyoroti aturan hukum di Indonesia terkait hak cipta dan perlindungan data pribadi. “Pakai foto orang lain tanpa izin bisa melanggar privasi dan bisa dipermasalahkan kalau orangnya keberatan,” tambahnya.
Risiko dari Penggunaan Foto Tanpa Izin
Rosihan mengingatkan bahwa penggunaan foto orang lain tanpa seizin mereka bisa berdampak negatif yang cukup berisiko. Salah satunya adalah penyebaran hoaks. “Editan foto dengan AI bisa jadi hoaks, pencemaran nama baik, bahkan pencurian identitas,” jelasnya.
Konten palsu yang dibuat bisa membuat reputasi seseorang rusak, terutama jika foto mereka digunakan dalam situasi yang tidak benar. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat tren foto polaroid saat ini sangat populer dan mudah diakses oleh banyak orang.
Tips untuk Lebih Bijak Menggunakan AI dalam Konten
Dalam menghadapi tren ini, Rosihan mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam membuat konten. Tujuannya bukan hanya untuk kesenangan diri sendiri, tetapi juga untuk tidak merugikan orang lain.
“Jika mau ikut tren AI polaroid atau semacamnya, pastikan pakai foto sendiri atau foto orang yang sudah dikasih izin. Jangan unggah foto sensitif kita di sosmed atau internet,” sarannya.
Ia juga menyarankan untuk memberi ciri khas pada setiap konten foto yang dibuat. Misalnya, dengan menambahkan watermark. “Hal ini memberi tanda bahwa jika orang lain menggunakan foto hasil kreasi kita, maka ada tandanya.”
Foto yang tidak memiliki watermark cenderung lebih mudah diduplikasi dan disalahgunakan. “Jika tidak ada watermark itu berarti bukan asli dari kita, atau bisa juga batasi resolusi foto supaya tidak gampang disalahgunakan,” ujar Rosihan.
Peringatan untuk Warganet
Selain itu, ia juga memperingatkan warganet untuk tidak mengunggah foto close up atau dari jarak dekat. “Foto close up wajah lebih rentan disalahgunakan,” katanya.
Untuk menghindari risiko tersebut, Rosihan menyarankan agar foto diri yang diunggah di media sosial hanya dari jarak jauh. Dengan demikian, risiko penyalahgunaan foto dapat diminimalkan.
Tren penggunaan AI dalam mengedit foto memang menarik, tetapi harus diimbangi dengan kesadaran akan etika dan hukum. Dengan langkah-langkah sederhana seperti penggunaan watermark dan pemilihan foto yang tepat, kita bisa tetap menikmati tren ini tanpa merugikan orang lain.
Pengenalan Xperia 10 VII: Ponsel Kelas Menengah dengan Teknologi Terkini
Sony telah meluncurkan Xperia 10 VII, sebuah ponsel kelas menengah yang hadir dengan berbagai peningkatan signifikan di berbagai sektor. Dari sisi kamera hingga daya tahan baterai dan desain, perangkat ini menawarkan fitur-fitur terbaru yang menarik.
Desain dan Kamera yang Lebih Baik
Xperia 10 VII memiliki desain modul kamera baru yang berbentuk kapsul horizontal, mirip dengan desain yang digunakan oleh ponsel Google Pixel. Di dalam modul tersebut, Sony menyematkan kamera utama beresolusi 50 MP Exmor RS serta kamera ultrawide 13 MP. Sementara itu, kamera depannya menggunakan sensor 8 MP.
Sistem kamera Xperia 10 VII didukung oleh fitur AI, termasuk pengaturan pencahayaan otomatis dan efek warna. Selain itu, tersedia aplikasi Magic Editor dan Video Creator yang dilengkapi teknologi AI untuk penyuntingan foto dan video. Untuk perekaman video, Xperia 10 VII dilengkapi sistem hybrid OIS dan EIS (optical dan electronic image stabilization).
Fitur Tambahan untuk Penggunaan yang Lebih Praktis
Terdapat tombol shutter khusus di sisi ponsel untuk akses cepat ke kamera dan pengambilan gambar hingga 30 frame per detik. Layar Xperia 10 VII berukuran 6,1 inci dengan resolusi Full HD plus dan refresh rate 120 Hz. Panel layar dilindungi oleh Gorilla Glass Victus 2.
Spesifikasi Performa yang Kuat
Dalam hal performa, Xperia 10 VII menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 3, dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB yang dapat diperluas hingga 2 TB melalui microSD. Baterai dengan kapasitas 5.000 mAh diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian.
Fitur Pendukung Lainnya
Xperia 10 VII juga dilengkapi fitur pencarian berbasis visual Circle to Search dan asisten AI Google Gemini. Jack audio 3,5 mm tetap disertakan, yang saat ini jarang ditemukan di pasar menengah. Speaker stereo menghadap depan juga tersedia, beserta fitur DSEE Extreme AI untuk meningkatkan kualitas audio MP3.
Teknologi 360 Reality Audio dan 360 Upmix tersedia untuk memberikan pengalaman suara spasial dari sumber stereo konvensional. Sistem operasinya menjalankan Android 15 dengan dukungan empat tahun pembaruan OS dan enam tahun patch keamanan.
Harga dan Ketersediaan
Xperia 10 VII yang memiliki bobot 168 gram ini hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Charcoal Black, Turquoise, dan White. Harganya dibanderol 449 euro atau sekitar Rp 8,6 juta dan akan tersedia di sejumlah negara mulai akhir September 2025.
Smartphone Lipat yang Ringan, Tangguh, dan Bertenaga
Pernah membayangkan smartphone lipat yang tidak hanya tipis dan ringan, tetapi juga tangguh serta memiliki baterai berkapasitas besar? Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab melalui peluncuran vivo X Fold5 di Indonesia. Perangkat ini hadir sebagai flagship terbaru dengan desain super ringkas, bobot hanya 217 gram, dan profil ramping sebesar 4,3 mm. Meskipun begitu, perangkat ini dibekali baterai 6000mAh yang siap mendukung aktivitas sehari-hari.
Dengan tagline #SoLightSoStrong, vivo X Fold5 menawarkan kombinasi antara portabilitas, daya tahan, kamera ZEISS, hingga performa AI untuk menunjang produktivitas modern. Selain itu, perangkat ini menjadi foldable pertama dengan sertifikasi tahan air dan debu tertinggi di kelasnya. Berikut adalah beberapa fitur utama dari vivo X Fold5:
Super Ringan dengan Baterai 6000mAh
vivo X Fold5 tampil sebagai foldable paling ringan di kelasnya dengan bobot 217 gram (Titanium Gray) dan 226 gram (Feather White). Meski ramping, perangkat ini ditenagai baterai BlueVolt 6000mAh yang mendukung 80W FlashCharge serta wireless charging. Teknologi semi-solid generasi kedua membuat baterai lebih efisien dan awet, bahkan di suhu ekstrem.
Tahan Air dan Debu dengan Standar Tertinggi
Inilah foldable pertama yang mendapat sertifikasi IP5X Dust Resistance serta IPX8 & IPX9 Water Resistance. Perangkat mampu bertahan terendam air hingga 3 meter selama 30 menit dan teruji kuat dilipat ribuan kali. Struktur dilindungi 2nd Gen Armor Architecture dengan Ultra-Thin Glass dan engsel tahan benturan.
Layar Ultra Vision dan Performa Flagship
Layar utama 8,03 inci 2K+ E7 LTPO 120Hz berpadu dengan layar depan 6,53 inci 120Hz, keduanya mendukung tingkat kecerahan tinggi dan PWM untuk kenyamanan mata. Ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 Mobile Platform dengan skor AnTuTu 2,2 juta, vivo X Fold5 siap menghadirkan performa tinggi untuk multitasking, gaming, hingga fotografi.
Kamera ZEISS dengan Fitur AI
Sistem Triple ZEISS Camera hadir dengan kamera utama 50MP VCS True Color, telephoto 50MP dengan 3x optical zoom hingga 100x HyperZoom, serta ultra wide 50MP. Didukung fitur seperti ZEISS Multifocal Portrait, AI Magic Move, AI Four Season, hingga AI Erase 3.0, hasil foto maupun video tampil profesional dengan fleksibilitas editing langsung di perangkat.
SmartFold AI untuk Produktivitas Maksimal
Fitur SmartFold AI membawa ekosistem cerdas, termasuk Origin Workbench yang memungkinkan membuka hingga 5 aplikasi sekaligus dalam satu tampilan. Ada pula AI Captions untuk transkripsi dan terjemahan real-time di rapat online, serta DocMaster untuk mengedit berbagai format dokumen tanpa laptop.
Harga dan Promo Spesial
vivo X Fold5 hadir dalam dua warna yaitu Titanium Gray dan Feather White dengan konfigurasi 16GB + 512GB seharga Rp24.999.000. Pre-order dibuka mulai 28 Agustus – 18 September 2025, dengan berbagai keuntungan tambahan seperti garansi layar, cashback bank hingga Rp2,5 juta, cicilan 0 persen, bundling operator, hingga program trade-in.
Dengan kombinasi ringan, tangguh, bertenaga, serta cerdas, vivo X Fold5 bukan sekadar smartphone lipat, melainkan perangkat produktivitas premium yang menyatukan teknologi mutakhir dalam desain elegan.
Ponsel Murah dengan Daya Tahan Militer dan Baterai Besar
Oppo telah meluncurkan model terbaru mereka, A5i Pro, di pasar global. Ponsel ini menawarkan kualitas yang andal tanpa membebani kantong pengguna. Dengan desain yang kokoh dan fitur-fitur canggih, Oppo A5i Pro dirancang untuk pengguna yang mencari ponsel harian yang tahan lama dengan anggaran terbatas.
Ponsel ini memiliki sertifikasi MIL-STD-810H, yang menunjukkan daya tahan sekelas militer. Hal ini membuatnya tahan terhadap jatuh dan benturan. Selain itu, Oppo A5i Pro juga memiliki peringkat IP65, sehingga mampu bertahan terhadap air dan debu.
Layar yang Menarik dan Kualitas Visual
Layar Oppo A5i Pro berukuran 6,67 inci dengan resolusi HD+ dan kecerahan puncak hingga 1000 nits. Layar ini dilengkapi dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz, memberikan pengalaman visual yang lancar dan responsif. Untuk perlindungan, layar ini dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 7i.
Performa Cepat dan Kapasitas Penyimpanan Luas
Ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 6300, Oppo A5i Pro menawarkan performa yang cepat dan efisien. Ponsel ini dilengkapi RAM LPDDR4X hingga 8GB dan penyimpanan UFS 2.2 256GB, yang dapat diperluas melalui slot kartu microSD. Ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan lebih banyak data tanpa khawatir kehabisan ruang.
Baterai Besar dan Pengisian Cepat
Salah satu fitur utama dari Oppo A5i Pro adalah baterai besar berkapasitas 6.000mAh. Baterai ini mendukung pengisian cepat kabel hingga 45W, sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang daya ponsel.
Kamera yang Memadai
Di bagian belakang, Oppo A5i Pro dilengkapi dengan kamera ganda 50MP + 2MP, yang cocok untuk berbagai jenis fotografi. Sementara itu, kamera depan memiliki resolusi 8MP untuk foto swafoto.
Sistem Operasi dan Fitur Tambahan
Ponsel ini menjalankan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka ColorOS 15.0.1. Fitur tambahan lainnya termasuk Bluetooth 5.4, WiFi 5, NFC, jack audio 3,5mm, dan dukungan beberapa codec audio. Semua fitur ini menjadikan pengalaman pengguna lebih lengkap dan nyaman.
Desain Tipis dan Ringan
Meskipun memiliki baterai besar, Oppo A5i Pro memiliki ketebalan hanya 7,99mm dan berat 194 gram. Desain ini membuat ponsel ini nyaman digunakan dalam waktu lama.
Pilihan Warna yang Menarik
Oppo A5i Pro tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Breeze Blue dan Midnight Purple. Warna-warna ini menambah kesan modern dan elegan pada ponsel ini.
Harga yang Terjangkau
Meskipun telah diluncurkan secara global dalam varian penyimpanan 4GB + 128GB dan 8GB + 256GB, harga untuk varian 8GB + 256GB saja telah diumumkan di Malaysia. Harganya sekitar Rp3.108.549 atau sekitar 189 Dolar AS.
Dengan spesifikasi yang menarik dan harga yang terjangkau, Oppo A5i Pro menjadi pilihan yang ideal bagi pengguna yang mencari ponsel murah dengan daya tahan kelas militer dan baterai besar.
Tren Miniatur AI yang Menarik Perhatian Pengguna Media Sosial
Belakangan ini, tren unik di media sosial sedang menarik banyak perhatian pengguna. Salah satu yang paling diminati adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit foto menjadi miniatur dengan tampilan realistis. Fenomena ini sangat populer, terutama di TikTok, di mana banyak pengguna membagikan hasil karya mereka.
Tren ini kemudian menyebar ke berbagai platform lain seperti WhatsApp, di mana hasil edit miniatur digunakan sebagai status atau foto profil. Karena tampilannya yang menarik dan berbeda dari editan biasa, banyak orang tertarik untuk mencoba sendiri.
Dengan bantuan AI, gambar biasa bisa diubah menjadi miniatur yang memiliki detail mirip figur koleksi. Hal ini membuat hasilnya terlihat nyata dan artistik. Aplikasi seperti Gemini menjadi salah satu alat favorit untuk menciptakan efek ini. Dengan prompt yang tepat, pengguna bisa menghasilkan karya visual yang menarik dan cocok untuk dibagikan di media sosial.
Miniatur AI tidak hanya sekadar tren hiburan, tetapi juga menjadi cara ekspresi diri bagi banyak pengguna. Mereka memamerkan hasil karya tersebut sebagai identitas digital baru di platform yang digunakan. Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang cara membuat miniatur, telah ada artikel sebelumnya yang menjelaskan langkah-langkah dasar menggunakan Google Gemini AI.
Artikel ini akan membahas beberapa trik khusus agar hasil miniatur lebih menarik, baik untuk status WhatsApp maupun unggahan TikTok.
Trik Membuat Miniatur AI dengan Prompt Kreatif
Agar hasil edit miniatur lebih maksimal, penggunaan prompt menjadi kunci utama. Contoh prompt yang populer adalah:
“Create a 1/7 scale miniature figure based on the uploaded photo, in a realistic style and environment. Place the figure on a computer desk, standing on a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, show the ZBrush modeling process of the same figure. Next to the screen, include a BANDAI-style toy packaging box printed with the original photo. Background should be a window overlooking a garden.”
Dengan prompt tersebut, AI akan menghasilkan miniatur yang tampak nyata dan memiliki nuansa seperti figur koleksi resmi. Detail tambahan, seperti layar komputer dengan proses modeling dan kotak kemasan ala mainan, membuat hasil foto lebih menarik untuk dibagikan di media sosial.
Selain itu, trik lainnya adalah menyesuaikan gaya pencahayaan, warna, dan latar belakang. Misalnya, menambahkan jendela dengan pemandangan taman bisa memberi kesan hangat dan estetik. Hal ini membuat hasil edit lebih cocok dipakai di WhatsApp maupun TikTok.
Membagikan Hasil Miniatur di WhatsApp dan TikTok
Setelah berhasil membuat miniatur, langkah selanjutnya adalah membagikannya ke media sosial. Di WhatsApp, hasil miniatur biasanya digunakan sebagai status atau foto profil. Tampilan unik ini membuat akun terlihat berbeda dan lebih personal.
Sementara di TikTok, banyak pengguna mengunggah video singkat berisi hasil miniatur yang dipadukan dengan musik trendi. Tren ini membuat miniatur AI cepat viral dan memicu banyak orang ikut mencobanya.
Kombinasi antara kreativitas, teknologi AI, dan media sosial menjadikan miniatur AI sebagai salah satu tren digital yang menarik di tahun ini. Baik untuk WhatsApp maupun TikTok, hasil edit miniatur memberi pengalaman baru dalam mengekspresikan diri secara visual.
Pengumuman Ponsel Vivo X300 Series yang Akan Dirilis Tahun 2025
Vivo, salah satu produsen ponsel pintar asal Tiongkok, dikabarkan akan meluncurkan seri ponsel unggulan terbarunya yaitu Vivo X300 series pada bulan Oktober 2025. Informasi ini berasal dari laporan berbagai sumber teknologi yang menyoroti potensi inovasi yang akan dihadirkan oleh perusahaan tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh dari pembocor teknologi bernama Digital Chat Station (DCS), ponsel ini akan menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan chip unggulan MediaTek, yaitu Dimensity 9500. DCS memberikan petunjuk mengenai kehadiran ponsel ini melalui unggahan di platform Weibo, meskipun tidak secara langsung menyebutkan nama Vivo X300 series.
Dalam unggahannya, DCS menyatakan bahwa ponsel perdana dengan Dimensity 9500 akan dirilis sekitar tanggal 13 Oktober. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Vivo X300 series akan menjadi peluncuran utama dalam jajaran produknya.
Di Tiongkok, Vivo telah merilis beberapa teaser mengenai X300 series dan bahkan membuka pra-pemesanan. Ada juga rumor yang menyebutkan bahwa peluncuran seri ini akan dilakukan setelah hari nasional Tiongkok.
Spesifikasi Utama Vivo X300 dan X300 Pro
Dalam rangka memenuhi harapan penggemarnya, Vivo telah mengungkapkan beberapa spesifikasi utama dari X300 Series, yaitu Vivo X300 dan Vivo X300 Pro.
Vivo X300 hadir dengan layar LTPO BOE Q10+ 8T berukuran 6,31 inci. Layar ini merupakan penerus dari vivo X200 Pro Mini tahun lalu. Namun, kali ini jajaran produk tidak akan menyertakan ponsel dengan layar 16,9 cm seperti yang sempat dirilis sebelumnya.
Untuk kamera, baik Vivo X300 maupun X300 Pro memiliki kamera depan berkekuatan 50 MP. Namun, konfigurasi kamera belakang berbeda antara kedua model ini.
Vivo X300 dilengkapi kamera utama Samsung HPB 200 MP dan telefoto periskop Sony LYT-602 50 MP. Sementara itu, X300 Pro memiliki kamera utama Sony LYT-828 50 MP dan telefoto periskop Samsung HPB 200 MP. Kedua model ini juga akan dilengkapi kamera ultra-lebar Samsung JN5.
Dari segi sistem operasi, kedua ponsel ini akan menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 15. Untuk tenaga, bocoran menunjukkan bahwa X300 memiliki baterai 6.000 mAh, sedangkan X300 Pro memiliki baterai 6.500 mAh. Keduanya diperkirakan mendukung pengisian daya kabel dan nirkabel hingga 90W.
Meskipun kapasitas baterai belum sepenuhnya dikonfirmasi, laporan menyebutkan bahwa X300 akan memiliki baterai 6.000 mAh, sedangkan X300 Pro diperkirakan memiliki baterai 6.500 mAh. Selain itu, keduanya juga akan dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik di layar untuk keamanan tambahan.
Prediksi Harga dan Persaingan di Pasaran
Sayangnya, belum ada informasi resmi mengenai harga yang akan dibanderol untuk Vivo X300 Series. Namun, dengan spesifikasi tinggi dan teknologi terkini, seri ini diprediksi akan menjadi pesaing kuat di segmen ponsel premium yang mengandalkan chipset Dimensity 9500.
Strategi Pemerintah Indonesia dalam Mengembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan
Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah besar untuk mendorong pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di dalam negeri. Langkah ini tercantum dalam sebuah dokumen yang disebut white paper sebanyak 179 halaman, yang menjelaskan secara rinci rencana pembentukan dana AI kedaulatan. Dokumen tersebut menjadi bagian dari peta jalan nasional yang disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
White paper ini menawarkan konsep pengelolaan dana AI kedaulatan yang akan dilakukan oleh Danantara Indonesia, lembaga dana kekayaan negara yang saat ini mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS. Rencananya, pembentukan dana ini akan berlangsung antara tahun 2027 hingga 2029 melalui skema pendanaan gabungan antara sektor publik dan swasta.
Selain fokus pada pembiayaan, dokumen ini juga menyarankan penyediaan insentif fiskal untuk menarik investasi domestik serta penguatan infrastruktur digital. Infrastruktur seperti pusat data dan klaster komputasi AI akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan teknologi AI di kawasan Asia Tenggara.
Namun, laporan tersebut juga menyebutkan beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masih terbatasnya jumlah talenta AI dan rendahnya kapasitas riset. Selain itu, ketimpangan infrastruktur digital di luar kota-kota besar juga menjadi isu utama. Masalah lain yang muncul adalah pendanaan riset yang minim serta risiko terkait keamanan data, perlindungan privasi, dan penyebaran misinformasi.
White paper ini masih dalam bentuk rancangan dan pemerintah membuka ruang bagi masukan publik sebelum dipublikasikan secara resmi. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Huawei dan GoTo disebut turut memberikan masukan dalam penyusunan dokumen ini. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Boston Consulting Group, sebuah lembaga konsultan internasional, untuk memproyeksikan dampak ekonomi dari pengembangan AI. Diperkirakan, AI dapat mendorong pertumbuhan PDB Indonesia dalam kerangka kerja kawasan ASEAN.
Jika berjalan sesuai rencana, sovereign AI fund ini akan mulai diluncurkan antara 2027 hingga 2029. Dana ini akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek strategis di bidang pusat data, riset AI, layanan kesehatan, pertanian, hingga teknologi manufaktur digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam lanskap ekonomi berbasis kecerdasan buatan di kawasan regional.
Dengan adanya strategi ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya dalam industri teknologi global. Namun, keberhasilan implementasi akan bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada, termasuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memperkuat infrastruktur digital. Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga konsultan, harapan besar terhadap masa depan teknologi AI di Indonesia semakin terlihat nyata.