Senin, April 20, 2026
Beranda blog Halaman 558

Cara Membuat Video AI Ngobrol dengan Orang Mati yang Viral, Panduan Prompt Video Call AI

0

Video AI yang Menghidupkan Kenangan Orang yang Sudah Tiada

Beberapa waktu terakhir, media sosial dihebohkan dengan sebuah video percakapan antara seorang ayah dan anaknya yang telah meninggal dunia. Video tersebut dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan langsung menjadi viral, memicu rasa haru sekaligus rasa penasaran warganet.

Kisah Viral Video AI Ayah dan Putrinya

Sosok dalam video itu adalah Odilia Aleta Davena, seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis pada 6 Juni 2025. Kepergian Aleta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang ayah yang begitu merindukannya. Sebagai bentuk pelampiasan rasa rindu, ayah Aleta membuat video percakapan seolah-olah bisa berbicara kembali dengan putrinya. Video ini dibuat dari sebuah foto selfie Aleta semasa hidup, lalu diolah menggunakan teknologi AI sehingga tampak nyata dan emosional. Unggahan tersebut pertama kali muncul di TikTok akun @patno_atomy, dan hingga kini sudah ditonton lebih dari 4,5 juta kali. Puluhan ribu komentar membanjiri video tersebut. Sebagian besar warganet ikut merasakan kesedihan sang ayah, bahkan artis terkenal Marion Jola turut menyampaikan doa dan dukungan untuk keluarga Aleta.

Selain menyampaikan belasungkawa, banyak netizen yang penasaran bagaimana cara membuat video percakapan AI dengan orang yang sudah tiada. Pertanyaan itu kemudian berkembang menjadi tren pencarian: “Bagaimana cara bikin video AI ngobrol dengan orang yang sudah meninggal?”

Teknologi AI yang Digunakan untuk Membuat Video Percakapan

Beberapa platform AI populer yang bisa digunakan untuk membuat video seperti ini antara lain:

  • ElevenLabs → menghasilkan suara sintetis yang sangat mirip suara manusia, bahkan bisa meniru suara tertentu.
  • Heygen atau King AI → berfungsi untuk membuat animasi wajah, menggerakkan bibir, dan menyinkronkannya dengan suara.
  • Vidnoz AI → memungkinkan pembuatan avatar berbasis foto atau video orang yang sudah meninggal.
  • Selamanya AI → layanan berbayar yang diduga dipakai ayah Aleta untuk menghasilkan video viral tersebut.
  • Gemini AI → alternatif lain dengan sistem prompt fleksibel untuk membuat percakapan AI bergerak.

Teknologi ini bisa menghasilkan video yang tampak nyata, seakan-akan orang yang sudah berpulang benar-benar kembali berbicara.

Panduan Membuat Video AI Percakapan dengan Orang yang Sudah Tiada

Jika kamu penasaran ingin mencoba, berikut langkah-langkah umum yang bisa diikuti:

  1. Siapkan Foto atau Video

    Gunakan foto wajah dengan kualitas tinggi. Semakin jelas detail wajah, semakin halus hasil animasi AI. Jika ada video asli, hasilnya akan terlihat lebih natural.

  2. Tulis Prompt Secara Detail

    Prompt adalah instruksi untuk AI. Semakin lengkap deskripsinya, semakin baik hasilnya. Sertakan ekspresi, suasana, gaya bicara, hingga lokasi. Contoh:
    “Seorang perempuan muda tersenyum di ruang tamu sederhana. Kamera medium shot. Bibir bergerak mengikuti kalimat: Halo Ayah, semoga selalu sehat. Aku merindukanmu.”

  3. Tambahkan Suara Sintetis

    Gunakan ElevenLabs atau generator suara lain. Pilih suara dengan tone lembut, atau mirip suara asli almarhum agar lebih emosional.

  4. Atur Visual dan Latar Belakang

    Pilih latar yang bermakna, misalnya ruang keluarga, taman favorit, atau suasana senja. Cahaya natural akan membuat video lebih realistis.

  5. Render Video

    Jalankan proses rendering hingga video selesai. Umumnya hanya butuh beberapa menit tergantung kompleksitas.

  6. Edit dan Perbaiki Jika Perlu

    Jika bibir tidak sinkron dengan suara, tambahkan instruksi tambahan, misalnya: “gerakkan bibir sesuai ucapan.”

Dengan cara ini, siapa pun bisa membuat video AI percakapan sederhana, baik menggunakan layanan gratis maupun berbayar.

Contoh Prompt untuk Video AI Percakapan

Berikut contoh prompt yang bisa kamu gunakan agar hasil lebih emosional dan mirip dengan video viral:

  • “Karakter duduk di taman dengan cahaya sore. Kamera medium shot. Ia menatap penuh kasih, lalu bibir bergerak mengikuti kalimat: Aku merindukanmu, tetaplah kuat dan bahagia di sana.”
  • “Seorang perempuan muda duduk di ruang keluarga dengan cahaya hangat. Senyum tipis menghiasi wajahnya. Bibir bergerak sinkron mengucapkan: Halo Ayah, jangan terlalu lama bersedih, aku selalu ada untukmu meski tak terlihat.”
  • “Karakter duduk di kereta dengan close-up wajah. Ia berkata lembut: Halo, Papah-Mamah. Aku rindu. Jangan khawatir, aku akan selalu menjaga kalian dari sini.”

Video AI percakapan ayah dan putrinya yang sudah meninggal menjadi viral karena memadukan rasa haru, teknologi canggih, dan kekuatan media sosial. Banyak orang penasaran cara membuatnya, dan kini sudah tersedia berbagai platform AI baik gratis maupun berbayar yang bisa digunakan.

Ubah Foto Keluarga Jadi Miniatur Keren dengan Gemini AI atau ChatGPT, Salin Prompt Ini

0

Tren Foto Miniatur yang Menggabungkan Teknologi dan Kreativitas

Saat ini, tren foto bergaya action figure sedang menjadi perhatian banyak orang di media sosial, terutama Instagram dan TikTok. Banyak unggahan menunjukkan figur miniatur dengan detail yang sangat halus dan tampilan realistis, seakan-akan benar-benar diambil dari toko mainan. Namun, yang menarik adalah, figur-figur tersebut bukanlah produk fisik, melainkan hasil karya digital yang dibuat menggunakan teknologi Google Gemini AI.

Teknologi ini memiliki fitur baru bernama Nano Banana yang memberikan pengalaman kreatif yang segar. Dengan fitur ini, siapa pun bisa mengubah foto 2D biasa menjadi model 3D skala 1/7. Hasilnya sangat mengesankan—mulai dari tekstur yang mendetail hingga pencahayaan presisi dan finishing yang mirip dengan kualitas action figure premium. Berkat inovasi ini, foto sederhana bisa diubah menjadi miniatur action figure yang terlihat eksklusif dan bernilai estetika tinggi.

Tren ini dengan cepat populer karena banyak warganet memanfaatkannya untuk mempercantik feed media sosial mereka sekaligus menambahkan sentuhan unik dan personal pada konten yang mereka bagikan. Jika kamu tertarik mencoba, sudah tersedia berbagai prompt yang sering digunakan oleh para kreator untuk menghasilkan foto action figure dengan tampilan nyata dan menarik.

Langkah-Langkah Membuat Foto Menjadi Miniatur

Jika kamu ingin mencoba membuat foto menjadi miniatur, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Unduh Aplikasi Gemini AI

    Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Selain itu, kamu juga bisa mengaksesnya melalui komputer di alamat https://gemini.google.com/.

  2. Unggah Foto yang Ingin Dijadikan Action Figure

    Pilih foto dengan resolusi tinggi dan pastikan subjeknya jelas serta fokus. Unggah foto tersebut ke aplikasi Gemini AI.

  3. Gunakan Prompt Berikut

    Setelah foto diunggah, salin prompt berikut dan tempelkan di Gemini AI. Aplikasi akan mengubah foto kamu menjadi menarik hanya dalam beberapa detik.

Contoh Prompt untuk Foto Keluarga

Berikut beberapa contoh prompt yang bisa kamu gunakan:

  • “Buat sebuah patung miniatur skala 1/18 dari keluarga berdasarkan foto, dengan gaya yang sangat realistis seperti ditempatkan di lingkungan nyata. Letakkan figur miniatur tersebut di meja kerja dengan dasar akrilik transparan tanpa teks. Di layar komputer, tampilkan proses pemodelan 3D di ZBrush, dan di sebelah monitor letakkan bingkai foto yang menunjukkan foto asli keluarga.”

  • “Buat sebuah patung miniatur skala 1/15 dari keluarga berdasarkan foto, dengan gaya yang sangat realistis seperti ditempatkan di lingkungan nyata. Letakkan figur miniatur tersebut di meja kerja dengan dasar akrilik transparan tanpa teks. Di layar komputer, tampilkan proses pemodelan 3D di ZBrush, dan di sebelah monitor letakkan bingkai foto yang menunjukkan foto asli keluarga.”

Contoh Prompt untuk Foto Bersama Pasangan

Jika kamu ingin membuat foto pasangan menjadi miniatur, coba prompt berikut:

  • “Hasilkan patung miniatur realistis skala 1/7 dari pasangan berdasarkan foto. Letakkan mereka di atas meja kayu dengan prop kecil seperti buku, cangkir kopi, dan kemasan mainan. Gunakan pencahayaan lembut dan cinematic untuk tampilan yang cocok untuk Instagram.”

8 Trik Ubah Foto Jadi Action Figure Keren, Gunakan Gemini AI atau ChatGPT, Begini Caranya

0

Tren Foto Menjadi Action Figure Digital yang Keren

Tren penggunaan foto untuk diubah menjadi action figure digital kini semakin populer, terutama di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Banyak unggahan menampilkan figur miniatur dengan detail presisi dan tampilan yang sangat nyata, seolah-olah mereka benar-benar dipajang di toko mainan. Namun, yang menarik adalah, figur tersebut bukanlah mainan fisik, melainkan karya digital hasil dari teknologi Google Gemini AI, khususnya fitur Nano Banana.

Inovasi ini membuka peluang besar bagi kreativitas, karena memungkinkan pengguna mengubah foto 2D menjadi model 3D skala 1/7. Hasilnya sangat mengesankan, dengan tekstur halus, pencahayaan realistis, hingga finishing yang menyerupai kualitas mainan koleksi premium. Dengan teknologi ini, foto biasa bisa disulap menjadi miniatur action figure yang terlihat eksklusif.

Banyak warganet menggunakan hasil editan ini sebagai konten untuk memperindah feed media sosial mereka sekaligus memberi sentuhan unik dan personal pada unggahan. Jika kamu tertarik mencoba, berikut beberapa prompt populer yang digunakan oleh kreator untuk menghasilkan foto action figure dengan kesan nyata dan menawan.

Prompt untuk Membuat Action Figure Digital

Berikut beberapa contoh prompt yang bisa kamu gunakan:

  • “Buat tokoh dalam foto ini menjadi mainan action figure yang harus dikemas. Mainan action figure dilengkapi aksesori. Kotak kemasannya memiliki latar belakang berwarna-warni dengan desain sederhana. Di bagian atas kotak kemasan, tambahkan teks ‘Ambar’.”
  • “Ubah foto ini menjadi karakter figur. Di belakangnya, letakkan kotak kemasan dengan gambar karakter yang dicetak di atasnya, serta komputer yang menampilkan proses pemodelan Blender di layarnya. Di depan kotak, tambahkan dasar plastik bulat dengan figur berdiri di atasnya. Buat bahan PVC terlihat jernih, dan atur suasana di dalam ruangan jika mungkin.”
  • “Buat gambar miniatur berukuran 3:4 yang sangat detail dari seorang pria duduk dalam kotak kaca besar transparan dengan alas hitam elegan. Di dekat kotak kaca terdapat sebungkus rokok, korek gas, segelas kopi, dan HP dengan wallpaper layar sama dengan pria. Di latar belakang, terdapat monitor komputer yang menampilkan desain 3D dari pria tersebut dalam tampilan wireframe di aplikasi pemodelan 3D seperti Blender. Di sebelah kanan monitor, terlihat kotak kemasan model plastik dengan gambar yang sama bertuliskan ‘Nama Anda’ dan tulisan Jepang.”

Langkah-Langkah Menggunakan Teknologi Ini

Jika kamu ingin mencoba, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Unduh Aplikasi Gemini AI

    Dapatkan aplikasi melalui Google Play Store atau App Store. Atau akses lewat komputer di alamat https://gemini.google.com/.

  2. Unggah Foto yang Ingin Dijadikan Action Figure

    Pilih foto dengan resolusi tinggi dan pastikan subjek jelas serta fokus. Unggah foto ke aplikasi Gemini AI.

  3. Gunakan Prompt Berikut

    Setelah itu, salin tulisan prompt yang telah disediakan dan tempelkan di Gemini AI. Aplikasi akan membuat foto kamu menjadi menarik hanya dalam beberapa detik.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa dengan mudah mengubah foto biasa menjadi action figure digital yang sangat menarik dan unik. Mulailah eksplorasi kreativitasmu dengan teknologi canggih ini!

Cara Membuat Foto Sinematik dan Dramatis dengan AI untuk Pria dan Wanita

0

Membuat Foto Sinematik dan Dramatis dengan Prompt AI

Dunia fotografi digital kini semakin berkembang pesat, terutama dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna menghasilkan karya visual yang menarik. Dulu, untuk mengedit foto yang keren diperlukan software kompleks dan kemampuan desain tingkat tinggi. Kini, siapa pun bisa membuat foto yang menarik hanya dengan menggunakan prompt. Tren ini sedang ramai di media sosial, dan banyak pengguna membagikan hasil karya mereka yang tampak sangat realistis, seolah diambil oleh fotografer profesional.

Kunci dari hasil foto yang menarik adalah prompt, yaitu perintah teks yang diberikan kepada AI agar menciptakan gambar sesuai keinginan. Semakin detail dan jelas arahan yang ditulis, semakin menakjubkan hasil akhirnya. Pilihan gaya yang bisa dieksplorasi juga sangat beragam, mulai dari atmosfer gelap bergaya noir, potret sinematis ala film analog 35mm, hingga nuansa aesthetic minimalis yang cocok untuk mempercantik feed Instagram.

Berikut beberapa contoh prompt AI yang bisa digunakan untuk menghasilkan foto sinematik dan dramatis baik untuk cowok maupun cewek:

  1. Buatkan potret wajah Anda di latar depan dengan kontras tinggi dan sentuhan pada bagian depan 21,3 ml, serta pencahayaan estetis, dengan lensa 35 mm dan kualitas 4k HD dengan pencahayaan amoi, dengan pantulan matahari pada wajah dan bayangan 30,1.
  2. Buat potret misterius yang muram menggunakan swafoto Anda, pertahankan latar belakang dan sudut kamera yang sama dengan referensi sinar matahari golden hour yang menghasilkan bayangan dramatis di dinding polos.
  3. Buat bidikan sinematik dari atas Anda yang berdiri di atas zebra cross, diam dengan fitur tajam, kacamata hitam tanpa cacat, pencahayaan dramatis, dan gerakan.
  4. Buat potret ultra-dekat vertikal 9:16 inci Anda dalam profil 3/4 menghadap panel kaca patri/prisma di kanan kamera, mata terangkat ke arah cahaya dan bibir sedikit terbuka; Bidik pada bodi full-frame dengan lensa prima 85–105 mm pada f/2.0, 1/200 dtk, ISO 200, fokuskan secara presisi pada bagian dekat mata untuk detail yang tajam dan biarkan latar belakang menyatu menjadi bokeh teal/magenta.
  5. Potret sinematik hitam-putih Anda duduk di gondola tradisional yang meluncur melalui kanal sempit di Venesia. Bidikan ini intim dan dramatis, dengan bayangan yang dalam dan kontras yang kuat. Anda mengenakan kacamata hitam, santai, melihat ke samping, helaian rambut Anda sedikit acak-acakan oleh angin sepoi-sepoi.

Cara Membuat Foto Keren dengan Gemini AI atau Chat GPT

Untuk menghasilkan foto keren, cukup dengan menyalin prompt AI atau kata kunci yang telah tersedia. Hasil foto dipastikan menyerupai pemotretan asli dapat dibuat dalam hitungan detik. Bagi yang ingin mencoba, Anda bisa menyalin prompt tersebut dan langsung memasukkannya ke Gemini AI atau Chat GPT. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Gunakan Aplikasi Gemini AI atau Chat GPT
    Download aplikasi melalui Google Play Store atau App Store. Atau Anda bisa akses lewat laman https://gemini.google.com/ atau https://chatgpt.com/.

  2. Unggah Foto
    Pilih foto dengan resolusi tinggi, pastikan subjek jelas dan fokus. Unggah foto diri ke aplikasi Gemini AI atau Chat GPT.

  3. Gunakan Prompt Berikut
    Setelah itu, salin salah satu tulisan prompt AI tersebut dan tempelkan di Gemini AI atau Chat GPT. Aplikasi akan membuat foto Anda menjadi menarik hanya dalam beberapa detik. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda juga bisa menambah atau menghilangkan kalimat-kalimat perintahnya yang disesuaikan dengan keinginan.

9 Fitur yang Dibuang Apple untuk Jadi HP Tertipis

0

iPhone Air: Ponsel Tipis dengan Kompromi yang Harus Diperhitungkan

iPhone Air, yang baru saja diluncurkan secara global pada 9 September, langsung menjadi sorotan karena memiliki ketebalan hanya 5,64 mm. Ini membuatnya menjadi iPhone terkini dengan desain paling ramping dalam sejarah. Bagi penggemar gadget yang menginginkan perangkat tipis dan ringan, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Namun, keuntungan tersebut datang dengan beberapa pengorbanan.

Baterai Lebih Kecil

Meskipun Apple tidak secara eksplisit menyebutkan kapasitas baterai iPhone Air, laporan dari GSMArena menunjukkan bahwa baterai iPhone Air berkapasitas 3.149 mAh. Angka ini lebih kecil dibanding iPhone 17 standar (3.692 mAh) maupun iPhone 17 Pro Max (hingga 5.088 mAh). Dengan kapasitas baterai yang lebih kecil, daya tahan iPhone Air jelas lebih rendah. Label energi Uni Eropa mencatat bahwa iPhone Air bisa bertahan hingga 40 jam sekali cas, sedangkan iPhone 17 standar mencapai 41 jam dan Pro Max bahkan 53 jam.

Selain itu, kecepatan pengisian dayanya juga lebih lambat. Model lain bisa mengisi 50 persen dalam 20 menit, sementara iPhone Air butuh 30 menit untuk mencapai tingkat yang sama. Meski begitu, Apple tetap memberikan dukungan MagSafe untuk pengisian nirkabel, meski pengguna mungkin harus bergantung pada powerbank MagSafe agar tetap bisa bekerja sepanjang hari.

Kamera Hanya Satu

iPhone Air hanya dilengkapi dengan satu kamera belakang beresolusi 48 MP. Ini membuatnya mirip dengan iPhone 16e yang ditempatkan sebagai ponsel budget. Sensor kameranya memiliki ukuran 1/1.56 inci, lebih kecil dari sensor 1/1.28 inci di model Pro. Perekaman video juga terbatas hingga 4K 60fps tanpa dukungan fitur profesional seperti ProRes, ProRes RAW, atau Apple Log 2. Selain itu, LiDAR scanner yang biasanya hadir di model Pro juga tidak tersedia di iPhone Air.

Tidak Ada Kamera Ultrawide

Salah satu fitur yang hilang adalah kamera ultrawide. Pengguna iPhone biasanya suka menggunakan kamera ini untuk selfie Gen Z. Namun, iPhone Air tidak memiliki kamera ultrawide, sehingga pengguna tidak bisa melakukan foto dengan sudut pandang yang lebih luas. Kamera ini juga digunakan untuk foto makro, yang tidak tersedia di iPhone Air.

Tidak Ada Kamera Telefoto

Kamera 48 MP di iPhone Air hanya menawarkan zoom lossless hingga 2x. Di atas itu, kualitas foto akan menurun. Bagi pengguna yang sering memotret objek jarak jauh, ini jadi kekurangan besar. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S25 Edge yang juga tipis tetap dilengkapi sensor 200 MP yang memberi fleksibilitas lebih baik untuk zoom digital.

Chipset “Pro” yang Tidak Benar-benar Pro

Di atas kertas, iPhone Air menggunakan chip A19 Pro, sama seperti iPhone 17 Pro. Namun, spesifikasi menunjukkan perbedaan. Misalnya, GPU di iPhone Air hanya memiliki 5 inti, sedangkan di Pro ada 6 inti. RAM iPhone Air setara dengan model Pro, yaitu 12 GB, tapi perbedaan di GPU membuatnya terasa “Pro yang tidak benar-benar Pro”.

Layar Lebih Kecil

iPhone Air dirancang sebagai pengganti iPhone Plus yang memiliki layar besar (6,7 inci). Dengan layar 6,5 inci, iPhone Air terasa sedikit kurang. Layar ini lebih besar daripada iPhone 17 standar (6,3 inci), tapi lebih kecil dibanding iPhone 16 Plus (6,7 inci) dan Pro Max (6,9 inci). Alasan Apple memilih ukuran ini diduga karena faktor ketahanan. iPhone Air menggunakan rangka titanium yang lebih kaku dan tahan bengkok, namun layar yang lebih besar mungkin terlalu berisiko.

Port USB Terbatas

Meski sudah menggunakan USB-C, port iPhone Air hanya mendukung standar USB 2.0, bukan USB 3.0 seperti iPhone Pro. Hal ini membuat transfer data lebih lambat. Keterbatasan ini juga membuat iPhone Air tidak mendukung perekaman video ProRes langsung ke penyimpanan eksternal, sebuah fitur penting bagi kreator konten profesional.

Speaker Hanya Satu

iPhone Air hanya memiliki satu speaker di bagian atas. Tidak ada stereo speaker seperti di model lain. Alasannya kemungkinan besar karena bodi yang sangat tipis membuat ruang internal terbatas, dan Apple lebih memilih memberi ruang ekstra untuk baterai kecilnya.

Casing Bumper Khusus

Apple merilis iPhone Air Bumper, aksesori khusus yang terbuat dari polikarbonat untuk melindungi perangkat. Keputusan ini mengingatkan pada masa iPhone 4 yang pernah bermasalah dengan sinyal. Bedanya, kali ini bumper lebih ditujukan untuk melindungi fisik iPhone Air yang super tipis dan punya kamera bump yang menonjol. Meski rangka titanium cukup kuat, Apple tampaknya tidak ingin ambil risiko jika ponsel ini rawan bengkok atau rusak saat jatuh.

Samsung Odyssey G9: Monitor Gaming Futuristik yang Membuatmu Terbuai

0

Desain Futuristik yang Menarik Perhatian

Samsung Odyssey G9 hadir dengan desain melengkung 1000R yang menciptakan pengalaman visual yang luar biasa. Lengkungan ini dirancang untuk sesuai dengan bentuk mata manusia, memberikan kenyamanan maksimal bahkan dalam sesi gaming yang berlangsung lama. Pencahayaan Arena Lighting di bagian belakang bisa disesuaikan warnanya, menambah kesan atmosfer gaming yang lebih hidup.

Desainnya terlihat ramping dan kokoh, seperti perangkat dari masa depan. Cocok untuk setup gaming yang ingin tampil beda dan membangun ruang yang menarik.

Layar Super Ultra-Wide Dual QHD

Dengan rasio aspek 32:9 dan resolusi 5120 x 1440 piksel, layar Odyssey G9 memberikan ruang visual dua kali lebih luas dibanding monitor biasa. Ini memungkinkan pengguna membuka dua jendela penuh secara berdampingan—ideal untuk multitasking, streaming sambil bermain, atau editing video.

Panel Dynamic AMOLED 2X (pada varian G95C) menghadirkan warna yang tajam, kontras tinggi, dan dukungan DisplayHDR 1000. Baik kamu menjelajahi dunia terbuka yang luas atau bertarung dalam game FPS cepat, setiap detail terlihat hidup dan dramatis.

Performa Gaming Maksimal

Odyssey G9 bukan hanya soal tampilan, tapi juga kecepatan. Dengan refresh rate 240Hz dan response time 1ms (GtG), monitor ini memastikan setiap gerakan terasa mulus dan responsif. Tidak ada ghosting, tearing, atau lag yang mengganggu—hanya aksi cepat dan presisi tinggi.

Dukungan AMD FreeSync Premium Pro dan kompatibilitas NVIDIA G-SYNC membuatnya cocok untuk semua jenis GPU, menjaga frame tetap stabil bahkan dalam adegan paling intens.

Fitur Canggih untuk Gamer Serius

Samsung menyematkan berbagai fitur canggih pada Odyssey G9:

  • Auto Source Switch+: Berpindah antar perangkat input secara otomatis saat aktif.
  • Picture-by-Picture & Picture-in-Picture: Menampilkan dua sumber konten sekaligus, cocok untuk kerja sambil bermain.
  • Ergonomic HAS Stand: Bisa disesuaikan tinggi, kemiringan, dan rotasinya untuk kenyamanan maksimal.
  • Monitor ini juga mendukung simulasi AR, memungkinkan pengguna melihat bagaimana monitor akan terlihat di ruang mereka sebelum membeli.

Harga dan Varian di Indonesia

Samsung Odyssey G9 tersedia dalam beberapa varian, dengan harga bervariasi tergantung teknologi panel dan fitur:

| Model | Teknologi Panel | Refresh Rate | Harga Perkiraan |
|———————|———————|————–|————————–|
| Odyssey G9 G95C | Dual QHD AMOLED | 240Hz | Rp16.799.000–Rp17.599.000 |
| Odyssey OLED G9 G93SD | OLED Curved | 240Hz | Rp23.799.000–Rp24.865.000 |
| Odyssey Neo G9 G95NC (57”) | Mini LED UHD | 240Hz | Rp29.996.900–Rp35.999.000 |

Harga bisa berubah tergantung toko dan promo. Beberapa toko juga menawarkan cicilan 0% dan garansi resmi Samsung Indonesia.

Samsung Odyssey G9 bukan sekadar monitor gaming—ia adalah portal ke dunia digital yang mendalam dan memukau. Dengan layar super lebar, performa tinggi, dan fitur-fitur canggih, monitor ini memberikan pengalaman bermain yang benar-benar bikin lupa dunia. Cocok untuk gamer kompetitif, streamer, kreator konten, atau siapa pun yang ingin merasakan teknologi visual terbaik di kelasnya.

Huawei Pura 80 Ultra, Sang Raja Kamera yang Diakui DxOMark, Ungguli iPhone 16 Pro

0

Kamera Huawei Pura 80 Ultra Mengungguli Pesaing di Pengujian DxOMark

Huawei kembali menunjukkan dominasinya dalam dunia teknologi smartphone, terutama pada sektor kamera. Perangkat terbaru mereka, Huawei Pura 80 Ultra, berhasil menduduki peringkat pertama di situs pengujian kamera ternama DxOMark. Selisih skor yang signifikan dari para pesaingnya membuat Pura 80 Ultra menjadi salah satu perangkat dengan kualitas kamera terbaik saat ini.

Pengujian kamera Pura 80 Ultra dilakukan melawan beberapa flagship yang sudah dikenal di pasar Indonesia, seperti iPhone 16 Pro, Samsung S25 Ultra, dan Vivo X200 Pro. Hasilnya, Pura 80 Ultra menunjukkan performa yang luar biasa, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sulit.

Teknologi Kamera yang Revolusioner

Rahasia utama keunggulan kamera Pura 80 Ultra adalah sistem kameranya yang sangat inovatif. Desain perangkat yang tebal memungkinkan penempatan teknologi kompleks, termasuk kamera telefoto “Switchable Dual Telephoto Camera”. Sistem ini memiliki dua kamera telefoto periskopik dengan optical zoom 3.7x dan 9.4x. Sensor kamera ini berukuran 1/1.28 inci, menjadikannya sensor telefoto terbesar di smartphone saat ini.

Sensor ini bisa bergeser secara mekanis sesuai dengan lensa yang digunakan. Ketika berpindah mode zoom, layar akan menampilkan efek transisi, sementara kamera di belakang terlihat bergerak, disertai suara mekanik yang menambah kesan canggih.

Kamera utamanya juga tidak kalah hebat. Dibekali sensor 1 inci beresolusi 50MP dan dilengkapi mechanical aperture yang bisa diatur dari F1.6 hingga F4. Semua lensa ini didukung oleh Ultra Chroma Camera, sebuah kamera kecil yang bertugas membaca spektrum warna untuk menghasilkan foto yang sesuai dengan kondisi aslinya.

Hasil Foto yang Menakjubkan, Terutama Saat Zoom

Hasil pengujian kamera Pura 80 Ultra sangat memukau, terutama dalam hal zoom. Saat digunakan untuk memotret di acara teater dengan kondisi pencahayaan yang sulit, kamera telefoto perangkat ini mampu menangkap detail kostum dan ekspresi para pemain dengan tajam, bahkan pada pembesaran hingga 10x. Kualitas video pada zoom 3.7x juga konsisten, nyaris setara dengan kamera utama.

Dalam uji coba melawan Samsung S25 Ultra dan Vivo X200 Pro, Pura 80 Ultra menunjukkan dominasi yang jelas, terutama dalam kondisi cahaya rendah (lowlight). Dengan Samsung S25 Ultra, hasil foto dari Pura 80 Ultra jauh lebih tajam dengan noise minimal, sementara hasil dari Samsung terlihat blur dan berantakan. Sedangkan dengan Vivo X200 Pro, meskipun sama-sama menghasilkan foto yang detail, Pura 80 Ultra unggul dalam menangkap tekstur objek berkat sensor yang besar.

Konsistensi Warna yang Realistis

Salah satu karakteristik kamera Pura 80 Ultra yang menonjol adalah konsistensi warna yang “true to life” atau sesuai dengan apa yang dilihat mata. Berkat Ultra Chroma Camera, hasil foto baik dari kamera utama, ultrawide, maupun telefoto memiliki tone warna yang seragam dan realistis.

Sementara itu, kamera Vivo X200 Pro cenderung memproses gambar agar terlihat lebih terang dan jernih secara otomatis. Meski mungkin disukai banyak orang, hasil ini tidak selalu akurat dengan kondisi aslinya. Pilihan antara hasil yang “cantik” versus “akurat” kini kembali pada selera pribadi pengguna.

Spesifikasi Lain dan Tantangan di Pasar Global

Selain kamera, Pura 80 Ultra juga dibekali spesifikasi lain yang tangguh:

  • Layar: LTPO OLED 6.78 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz.
  • Prosesor: Kirin 9020 (7nm), yang mampu menjalankan game berat dengan lancar.
  • Baterai: 5160 mAh dengan pengisian daya super cepat 100W.
  • RAM: 16GB, memori internal 512GB, dan layar terlindungi kaca Kunlun terbaru.

Namun, Huawei masih menghadapi tantangan besar di pasar global, terutama isu-isu geopolitik. Di Indonesia, Pura 80 Ultra tidak mendukung jaringan 5G dan tidak memiliki Google Mobile Services (GMS) secara bawaan, sebuah keterbatasan yang perlu dipertimbangkan oleh calon pembeli.

Meskipun demikian, dengan Pura 80 Ultra, Huawei kembali membuktikan dominasinya dalam inovasi teknologi kamera smartphone, menetapkan standar baru yang sulit dikejar oleh para pesaingnya.

5 Fitur Hebat iPhone 17 yang Harus Diketahui, Ini Rinciannya!

0

Fitur-Fitur Baru pada Seri iPhone 17 yang Membuatnya Layak Dipertimbangkan

iPhone 17 dari Apple kini telah dirilis secara resmi, membawa berbagai peningkatan signifikan dibandingkan model sebelumnya. Dari segi desain hingga performa, perangkat ini menawarkan banyak fitur baru yang mungkin menjadi pertimbangan bagi pengguna smartphone saat ini.

Desain yang Lebih Tipis dan Ringan

Salah satu peningkatan yang mencolok adalah desain yang lebih tipis. iPhone Air, salah satu model dalam seri iPhone 17, memiliki ketebalan hanya 5,6 mm. Meskipun lebih tipis, ponsel ini tetap dilengkapi dengan layar ProMotion 16,5 cm serta prosesor A19 Pro terbaru. Namun, kelebihan desain ini juga membawa beberapa kompromi, seperti daya tahan baterai yang kemungkinan lebih rendah dibandingkan model lain dalam jajaran iPhone 17.

Apple mengklaim telah merancang ulang baterai dan memperkenalkan fitur efisiensi baru di iOS 26 untuk membantu mengimbangi penurunan daya tahan baterai tersebut. Selain itu, hanya ada satu kamera di bagian belakang, meski kamera ini masih cukup mumpuni dengan zoom lossless dua kali. Jika Anda tidak terlalu peduli dengan kompromi tersebut dan menginginkan sesuatu yang tipis dan ringan, maka iPhone Air mungkin cocok untuk Anda.

Layar yang Lebih Baik

Model dasar iPhone 17 mendapatkan fitur yang sudah lama ditunggu-tunggu, termasuk layar dengan refresh rate tinggi. Sebelumnya, layar ProMotion yang dapat mencapai 120Hz hanya tersedia untuk model iPhone Pro. Kini, layar ProMotion pada iPhone 17 bisa berjalan antara 1Hz hingga 120Hz. Artinya, saat konten di layar statis, laju penyegaran bisa lebih rendah untuk menghemat daya baterai. Sementara itu, saat animasi atau pengguliran terjadi, laju penyegaran bisa mencapai 120Hz untuk membuat pengalaman pengguna lebih halus dan responsif.

Performa yang Lebih Cepat

Chip A19 yang digunakan pada iPhone 17 menawarkan kinerja grafis 20 persen lebih baik untuk layar ProMotion. Chip ini juga akan memengaruhi kinerja gaming dan Apple Intelligence. Untuk model Pro, Apple menyematkan chip A19 Pro, yang merupakan chip iPhone terkuat yang pernah dibuat Apple. Chip ini diklaim mampu memberikan kinerja berkelanjutan hingga 40 persen lebih cepat. Dilengkapi dengan CPU enam inti dan GPU enam inti, serta Neural Engine 16 inti baru untuk kinerja AI, chip ini sangat tangguh.

Selain itu, iPhone 17 Pro juga dilengkapi dengan ruang uap baru yang dirancang untuk mendinginkan A19 Pro dengan lebih baik. Hal ini diharapkan membantu chip ini beroperasi lebih baik dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kamera yang Lebih Baik

Semua model iPhone 17 dilengkapi dengan kamera yang lebih baik. Model Pro mendapatkan pembaruan terbaik, terutama pada kamera depan. iPhone 17 kini memiliki kamera depan Center Stage yang menggunakan teknologi sensor persegi. Sensor ini memungkinkan ponsel membingkai gambar dengan lebih baik saat gambar dipotong. Selain itu, pengguna bisa mengambil selfie lanskap tanpa perlu memutar ponsel, serta menggunakan fitur Dual Capture baru untuk mengambil foto secara bersamaan di kamera depan dan belakang.

Di bagian belakang, pengguna akan mendapatkan kamera utama 48 megapiksel beserta kamera ultrawide 48 megapiksel yang mampu menangkap resolusi hingga empat kali lipat dibandingkan kamera ultrawide pada iPhone 16.

Peningkatan pada iPhone 17 Pro

Model iPhone 17 Pro dilengkapi dengan tiga kamera di bagian belakang, termasuk kamera telefoto baru yang mampu menangkap zoom optik hingga delapan kali. Kamera telefoto ini 56 persen lebih besar dibandingkan kamera telefoto pada iPhone 16 Pro, sehingga mampu menangkap foto yang lebih tajam dalam kondisi pencahayaan baik dan detail yang lebih banyak dalam kondisi pencahayaan rendah. iPhone 17 Pro juga dilengkapi dengan sensor depan berbentuk persegi baru.

Ketahanan yang Lebih Baik

Seri iPhone 17 dan iPhone Air hadir dengan ketahanan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Semua perangkat dalam seri ini menggunakan kaca Ceramic Shield 2 baru dari Apple, yang diklaim dapat memberikan ketahanan gores tiga kali lipat lebih baik. Bagian depan menggunakan kaca Ceramic Shield 2, sementara bagian belakang menggunakan kaca Ceramic Shield generasi sebelumnya. Meski demikian, keseluruhan perangkat tetap memberikan ketahanan yang solid.

Perusahaan Ini Menyesal Gunakan AI, Kini Rekrut Karyawan Lagi

0

Klarna dan Salesforce: Perusahaan Teknologi Kembali Rekrut Karyawan Setelah Mengganti Pekerja dengan AI

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai perusahaan teknologi telah menjadi tren yang semakin mengglobal. Namun, beberapa perusahaan kini mulai mengevaluasi dampak dari penggunaan AI yang terlalu agresif, termasuk Klarna dan Salesforce.

Klarna, sebuah perusahaan teknologi finansial asal Swedia, pada tahun 2024 lalu memangkas sekitar 1.200 karyawan dan menggantinya dengan sistem AI. Langkah ini dilakukan untuk memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Namun, kini Klarna kembali membuka lowongan pekerjaan, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut merasa perlu untuk kembali merekrut tenaga manusia.

CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski, mengungkapkan bahwa penggunaan AI terlalu berlebihan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, meskipun AI mampu menyelesaikan tugas lebih cepat, namun tidak memberikan peningkatan signifikan dalam hal produktivitas atau kualitas layanan kepada pelanggan. “Kami mungkin cukup berlebihan (dalam menggunakan AI), sehingga dalam enam bulan terakhir kami mencoba memperbaikinya,” ujarnya dalam wawancara bersama Reuters.

Selain itu, penghematan anggaran yang dihasilkan oleh AI juga tidak begitu besar bagi investor. Meski penghematan mencapai sekitar dua juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 32,7 miliar), investor tetap mengharapkan pertumbuhan dan kinerja yang lebih baik dari perusahaan.

Klarna kini memasang lebih dari dua lusin lowongan pekerjaan untuk merekrut karyawan lagi. Siemiatkowski menekankan bahwa pihaknya akan lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas produk bagi pelanggan dan klien. Meski demikian, perusahaan tetap optimis bahwa AI akan membantu memberikan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan di masa depan.

Penggunaan AI di Salesforce

Bukan hanya Klarna saja, perusahaan teknologi lain seperti Salesforce juga melakukan pemangkasan karyawan demi menggantinya dengan AI. Pada awal September 2025, Salesforce memutuskan hubungan kerja dengan 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan. Jumlah staf dukungan pelanggan kini menyusut hingga hampir 50 persen, dari 9.000 menjadi sekitar 5.000 karyawan.

CEO Salesforce, Marc Benioff, menjelaskan bahwa posisi yang ditinggalkan karyawan akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan. Ia mengatakan bahwa agen AI (agentic) akan mengambil alih sebagian besar interaksi dengan pelanggan dan terbukti meningkatkan produktivitas perusahaan.

Menurut Benioff, agentic AI bekerja secara otonom dan otomatis untuk menyelesaikan tugas. Program ini memecah satu masalah besar ke dalam serangkaian tugas kecil, sehingga bisa diselesaikan lebih cepat dan efisien dibandingkan tenaga manusia.

Meskipun jumlah karyawan berkurang signifikan, Salesforce tetap mempertahankan kombinasi tenaga kerja manusia dan AI. Tenaga manusia yang tersisa akan bekerja di bawah program “omni channel supervisor”, yang membantu agen AI dan tenaga manusia untuk bekerja sama.

Benioff mengeklaim bahwa skor kepuasan pelanggan dari AI dan interaksi manusia kurang lebih tetap sama. Ia yakin bahwa saat ini setiap perusahaan mengarah ke agentic enterprise, yakni perusahaan yang memanfaatkan agen AI.

Namun, Benioff juga mengkritik perusahaan-perusahaan yang tidak merekrut pekerja dari kalangan lulusan baru alias fresh graduate. Ia menyebut bahwa mereka melewatkan kesempatan, karena talenta muda yang memiliki ketrampilan dalam pengoperasian AI adalah kandidat potensial bagi perusahaan.

5 Smartphone Terbaik Pengganti Vivo V60 dengan Fitur Unggul dan Daya Tahan Cemerlang

0

Daftar 5 Smartphone Terbaik yang Bisa Jadi Pengganti Vivo V60

Vivo V60 adalah smartphone kelas menengah yang menawarkan berbagai fitur menarik, seperti layar AMOLED yang cerah, prosesor Snapdragon 7 Gen 4, kamera berkualitas, dan baterai besar dengan kapasitas 6.500mAh. Meskipun menarik, masih ada beberapa pilihan lain yang bisa menjadi alternatif lebih baik untuk pengguna yang mencari perangkat dengan spesifikasi lebih unggul.

Berikut ini adalah lima smartphone terbaik yang bisa dijadikan pengganti Vivo V60:

1. OnePlus 13R

OnePlus 13R menjadi pesaing kuat di segmen kelas menengah premium karena performa yang solid berkat penggunaan prosesor Snapdragon 8 Gen 3. Performanya jauh lebih cepat dan hemat daya dibandingkan Snapdragon 7 Gen 4 pada Vivo V60, sehingga cocok untuk bermain game dan multitasking.

Layar AMOLED dari OnePlus 13R dilengkapi teknologi LTPO, Dolby Vision, dan HDR Vivid, memberikan pengalaman visual yang lebih kaya dan efisien. Di bagian belakang, tersedia pengaturan kamera melingkar dengan kamera utama 50MP, lensa telefoto 50MP, dan lensa ultrawide 8MP. Kamera ini mampu merekam video hingga resolusi 4K, sementara kamera depan hanya mendukung 1080p.

Baterai 6.000mAh dan kecepatan pengisian daya 80W cukup besar, meskipun Vivo V60 tetap memiliki keunggulan dalam baterai dan pengisian daya. OnePlus 13R juga menawarkan konektivitas Wi-Fi 7 dan bebas bloatware, menjadikannya pilihan yang menarik.

2. Samsung Galaxy S24

Samsung Galaxy S24 hadir dengan dua pilihan chip, yaitu Exynos 2400 dan Snapdragon 8 Gen 3. Performa gaming yang ditawarkan oleh Snapdragon 8 Gen 3 jauh lebih baik dibandingkan Snapdragon 7 Gen 4 pada Vivo V60.

Layar LTPO AMOLED 6,2 inci menawarkan warna dan kehalusan yang luar biasa. Kamera utama 50MP, lensa telefoto 10MP, dan kamera ultrawide 12MP memungkinkan pengambilan gambar dan perekaman video 8K. Kamera depan 12MP juga mampu merekam video hingga 4K.

Meski baterai dan kecepatan pengisian daya tidak sebesar Vivo V60, Samsung Galaxy S24 menawarkan pengisian nirkabel dan pengisian nirkabel terbalik. Selain itu, sensor sidik jari ultrasonik dan bodi yang tahan lama meningkatkan kenyamanan penggunaan.

3. Google Pixel 8 Pro

Google Pixel 8 Pro menonjol di sektor kamera dan perangkat lunak. Pengaturan kamera horizontal terdiri dari sensor primer 50MP, lensa telefoto periskop 48MP, dan kamera ultrawide 48MP, semuanya mampu merekam video 4K. Kamera depan 10,5MP juga mendukung perekaman 4K.

Perangkat lunak Google sangat bersih dan mudah digunakan, dengan pembaruan OS tercepat dan dukungan hingga tujuh tahun. Namun, baterai 5.050mAh dengan pengisian daya kabel 30W kurang mengesankan dibandingkan Vivo V60. Meski begitu, Pixel 8 Pro menawarkan pengisian nirkabel 23W dan pengisian nirkabel terbalik, serta bodi yang lebih tangguh.

4. Realme GT 7 Pro

Realme GT 7 Pro menawarkan performa murni yang sangat baik berkat penggunaan prosesor Snapdragon 8 Elite. Layarnya memiliki resolusi lebih tinggi dan kecerahan puncak 6.500 nits, lengkap dengan teknologi LTPO.

Pengaturan kamera belakang terdiri dari kamera utama 50MP, lensa telefoto 50MP, dan lensa ultrawide 8MP, dengan dukungan perekaman 8K. Kamera depan 16MP hanya mampu merekam video hingga 1080p.

Model globalnya memiliki baterai 6.500mAh, sedangkan versi India memiliki baterai sedikit lebih kecil namun dengan pengisian daya kabel 120W yang lebih cepat. Realme GT 7 Pro juga dilengkapi Wi-Fi 7 dan sensor sidik jari ultrasonik.

5. Oppo Reno 14 Pro

Oppo Reno 14 Pro menawarkan tiga kamera belakang 50MP, termasuk lensa lebar, telefoto periskop, dan ultra lebar, yang semua mendukung perekaman video 4K. Kamera depan 50MP juga mampu merekam video 4K.

Smartphone ini ditenagai oleh chip Dimensity 8450 yang lebih cepat dan hemat daya dibandingkan Snapdragon 7 Gen 4 milik Vivo V60. Layarnya AMOLED sedikit lebih besar dengan kerapatan piksel yang lebih tinggi.

Meski baterai 6.200mAh sedikit lebih kecil, kecepatan pengisian daya 80W membuatnya tetap kompetitif. Oppo Reno 14 Pro juga mendukung pengisian nirkabel 50W dan Wi-Fi 6e, yang tidak tersedia pada Vivo V60.

Dari ulasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada lima smartphone terbaik yang menawarkan fitur lebih baik dan daya tahan yang lebih kuat, yang bisa menjadi alternatif ideal untuk Vivo V60.