Senin, April 20, 2026
Beranda blog Halaman 560

iPhone 17 Lolos TKDN, Siap Rilis di Indonesia? Bocoran Harga Terbaru

0

Kabar Gembira untuk Penggemar Apple di Indonesia

Penggemar iPhone di Indonesia kini memiliki alasan untuk bersuka cita. Diperkirakan, iPhone 17 akan segera tersedia di pasar lokal dalam waktu dekat. Berikut adalah informasi terkini mengenai tanggal rilis, harga, dan spesifikasi yang bisa menjadi acuan bagi para penggemar Apple.

Persyaratan Impor iPhone 17

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa kehadiran iPhone 17 di Indonesia bergantung pada pemenuhan syarat yang ditetapkan oleh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa izin impor produk harus melalui rekomendasi dari kementerian teknis terlebih dahulu, kemudian akan diproses di Kementerian Perdagangan.

“Jika rekomendasinya sudah selesai, kita akan proses,” ujarnya. Namun, ia tidak memberikan detail lebih lanjut apakah proses izin impor iPhone 17 sudah dimulai di Kemendag.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa iPhone 17 bisa mulai dipasarkan di Indonesia pada awal Oktober 2025. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Apple telah mengajukan berkas untuk mendapatkan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) iPhone 17, yang diperkirakan akan terbit pada malam hari setelahnya.

Proses Pemenuhan Syarat

Setelah mendapatkan sertifikat TKDN dari Kemenperin, Apple perlu mengurus izin edar dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Perizinan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan. Heru Kustanto, Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin, menyebut bahwa proses ini membutuhkan waktu paling cepat tiga minggu.

“Awal Oktober barangnya udah ada di Indonesia,” katanya.

Sertifikat TKDN iPhone 17

Dilaporkan oleh Kompas.com, empat model iPhone baru telah terdaftar di laman TKDN pada Jumat, 12 September 2025. Mereka adalah:

  • iPhone A3517 (iPhone 17 Air) – TKDN 40 persen
  • iPhone A3520 (iPhone 17) – TKDN 40 persen
  • iPhone A3523 (iPhone 17 Pro) – TKDN 40 persen
  • iPhone A3526 (iPhone 17 Pro Max) – TKDN 40 persen

Sertifikat TKDN menjadi salah satu syarat utama agar produk bisa dipasarkan di Indonesia. Setelah sertifikat tersebut terbit, Apple dapat melanjutkan tahap berikutnya, yaitu mengajukan izin edar ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Perbedaan dengan iPhone 16

Berbeda dengan iPhone 16 tahun lalu, iPhone 17 tidak akan mengalami keterlambatan seperti sebelumnya. Tahun lalu, iPhone 16 series masuk ke Indonesia dengan sangat terlambat akibat masalah pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). iPhone 16 yang dirilis secara global pada September 2024 baru bisa dijual di Indonesia pada April 2025, atau tujuh bulan setelah peluncuran global.

Masalah tersebut akhirnya selesai setelah pemerintah Indonesia dan Apple mencapai kesepakatan. Apple bersedia memenuhi aturan TKDN dengan skema tiga, yakni memberikan investasi dalam bentuk uang tunai sebesar 160 juta dollar AS (sekitar Rp 2,6 triliun). Selain itu, Kemenperin dan Apple juga menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk investasi tambahan periode 2023–2029.

Harga iPhone 17

Sebagai persiapan, berikut perkiraan harga iPhone 17 berdasarkan varian dan kapasitas penyimpanan:

  • iPhone 17 256 GB: 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta)
  • iPhone 17 512 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 256 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 512 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 19,7 juta)
  • iPhone 17 Air 1 TB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 23 juta)
  • iPhone 17 Pro 256 GB: 1.099 dollar AS (sekitar Rp 18 juta)
  • iPhone 17 Pro 512 GB: 1.299 dollar AS (sekitar Rp 21,3 juta)
  • iPhone 17 Pro 1 TB: 1.499 dollar AS (sekitar Rp 24,6 juta)
  • iPhone 17 Pro Max 256 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 19,7 juta)
  • iPhone 17 Pro Max 512 GB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 23 juta)
  • iPhone 17 Pro Max 1 TB: 1.599 dollar AS (sekitar Rp 26,3 juta)
  • iPhone 17 Pro Max 2 TB: 1.999 dollar AS (sekitar Rp 32,8 juta)

Persiapan Pasar

Di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand, pre-order iPhone 17 telah dibuka sejak Jumat, 12 September 2025. Perangkat ini akan tersedia secara langsung di Apple Store di negara-negara tersebut mulai 19 September 2025.

Dengan resminya sertifikat TKDN iPhone 17, satu hal pasti: iPhone 17 tidak akan mengalami keterlambatan seperti iPhone 16. Dengan kesepakatan antara pemerintah dan Apple, iPhone 17 siap hadir di Indonesia tepat waktu.

10 Pekerjaan yang Terancam Hilang Akibat ChatGPT

0

Peran ChatGPT dalam Masa Depan Pekerjaan

Sejak diluncurkan pada November tahun lalu, platform ChatGPT yang menggunakan bot berbasis kecerdasan buatan (AI) telah menjadi alat yang digunakan untuk berbagai tujuan. Penggunaannya mencakup penulisan surat lamaran kerja, buku-buku anak, hingga bantuan bagi pelajar dan mahasiswa dalam menulis esai. Dalam beberapa kasus, karyawan perusahaan besar seperti Amazon juga mengungkapkan bahwa ChatGPT mampu menjawab pertanyaan konsumen dengan baik, membuat dokumen pelatihan, serta memberikan jawaban terkait strategi korporasi.

Namun, penggunaan ChatGPT tidak sepenuhnya tanpa kelemahan. Beberapa pengguna melaporkan bahwa bot ini bisa menyebarkan informasi yang salah, memberikan jawaban yang tidak akurat terkait coding, dan bahkan melakukan kesalahan dalam perhitungan matematika dasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI memiliki potensi besar, masih ada batasan dalam penggunaannya.

Kehadiran ChatGPT diperkirakan akan memengaruhi sejumlah pekerjaan di masa depan. Sebuah riset dari Universitas Oxford pada 2013 lalu menunjukkan bahwa sekitar 47 persen pekerjaan di Amerika Serikat bisa tergantikan oleh AI dalam 20 tahun ke depan. Dengan adanya ChatGPT, proses tersebut diperkirakan akan berjalan lebih cepat. Berikut adalah beberapa pekerjaan yang dianggap rentan terhadap perubahan ini:

1. Pekerjaan di Sektor Teknologi

Pekerjaan seperti pembuat kode, programmer, teknisi perangkat lunak, dan analis data bisa terancam. AI seperti ChatGPT mampu menghasilkan kode dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding manusia, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja di bidang ini.

2. Pekerjaan di Sektor Media

Periklanan, penulisan konten, jurnalisme, dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan pembuatan teks bisa terpengaruh. AI mampu membaca, menulis, dan memahami data teks dengan baik. Meski demikian, banyak pekerjaan di sektor ini masih memerlukan sentuhan manusia.

3. Pekerjaan di Industri Hukum

Paralegal dan asisten hukum bertugas mengolah informasi dalam jumlah besar dan menyajikannya dalam bentuk ringkasan atau opini hukum. Meski AI bisa otomatisasi pekerjaan ini, namun memerlukan penilaian manusia untuk memahami kebutuhan klien.

4. Analis Riset Pasar

Analisis data dan prediksi tren pasar bisa dilakukan oleh AI. Pekerjaan ini sangat bergantung pada kemampuan AI dalam memproses data dan merancang strategi pemasaran.

5. Guru

Para guru khawatir jika siswanya menggunakan ChatGPT untuk mengerjakan tugas. Namun, beberapa ahli percaya bahwa ChatGPT juga bisa digunakan sebagai alat pengajaran, meskipun perlu diperbaiki dan dilatih.

6. Pekerjaan di Industri Keuangan

Analis keuangan dan penasihat keuangan pribadi bisa terganggu karena AI mampu mengidentifikasi tren pasar dan memberikan rekomendasi investasi yang akurat.

7. Desainer Grafis

Platform AI seperti DALL-E dapat menghasilkan gambar dalam hitungan detik, yang berpotensi mengurangi kebutuhan desainer grafis.

8. Agen Layanan Konsumen

Chatbots seperti ChatGPT bisa menjadi saluran utama layanan pelanggan. Studi Gartner memperkirakan bahwa 25 persen perusahaan akan menggunakan chatbots sebagai saluran utama layanan pelanggan pada 2027.

9. Trader Saham

Di industri keuangan, AI bisa menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia, seperti pemodelan Excel dan analisis pasar.

10. Akuntan

Meskipun dianggap stabil, profesi akuntan juga bisa terpengaruh oleh AI. Teknologi ini bisa menggantikan beberapa fungsi manual dalam akuntansi.

Dengan perkembangan teknologi seperti ChatGPT, dunia kerja akan terus berubah. Penting bagi para pekerja untuk terus belajar dan adaptasi agar tetap relevan di tengah transformasi ini.

Tren Obat AI Melonjak, FDA Dorong Pengurangan Uji Coba Hewan

0

Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Obat

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan obat. Para peneliti dan perusahaan farmasi kini memanfaatkan AI untuk mempercepat proses penemuan dan pengujian keamanan obat. Hal ini memberikan hasil yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode tradisional.

Perkembangan ini selaras dengan upaya Food and Drug Administration (FDA) untuk mengurangi penggunaan hewan dalam uji coba obat dalam beberapa tahun mendatang. Menurut 11 ahli dari berbagai perusahaan riset kontrak, perusahaan bioteknologi, dan perusahaan pialang, penggunaan AI dan pengurangan uji coba pada hewan dapat mengurangi waktu dan biaya hingga setengahnya dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Perusahaan seperti Certara (CERT.O), Schrodinger (SDGR.O), dan Recursion Pharmaceuticals (RXRX.O) telah menerapkan AI dalam memprediksi bagaimana obat eksperimental dapat diserap, didistribusikan, atau menyebabkan efek samping toksik. Patrick Smith, presiden solusi pengembangan obat di Certara, mengatakan bahwa saat ini tidak lagi diperlukan uji coba pada hewan.

Recursion menunjukkan bahwa platform penemuan obat berbasis AI mereka mampu membawa molekul ke tahap uji klinis sebagai kandidat obat kanker hanya dalam waktu 18 bulan, jauh lebih cepat dari rata-rata industri yang membutuhkan 42 bulan. Analis dari TD Cowen dan Jefferies memperkirakan bahwa pendekatan berbasis AI ini akan mengurangi biaya dan waktu hingga lebih dari setengahnya, dari estimasi saat ini yang mencapai 15 tahun dan USD2 miliar.

Visi FDA tentang Teknologi Baru

Visi FDA juga mendukung pendekatan berbasis AI, model sel manusia, dan model komputasional sebagai standar baru. Dalam tiga hingga lima tahun, studi pada hewan akan menjadi pengecualian untuk pengujian keamanan dan toksisitas pra-klinis. Pendekatan baru ini diharapkan dapat menghasilkan harga obat yang lebih rendah.

FDA menyampaikan pernyataan pada April lalu bahwa peta jalan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pengujian hewan, terutama untuk obat antibodi monoklonal. Namun, para ahli industri percaya bahwa metode baru ini belum sepenuhnya menggantikan pengujian hewan.

Metode Baru dalam Pengujian Obat

Charles River, salah satu kontraktor riset terbesar di dunia, berinvestasi dalam AI dan apa yang disebut “New Approach Methodologies” (NAM). NAM menggunakan AI, pemodelan berbasis komputer, dan pembelajaran mesin, serta model berbasis manusia seperti organ-on-chip untuk memprediksi bagaimana suatu obat bekerja di dalam tubuh.

Organ-on-a-chip adalah perangkat kecil yang dilapisi sel manusia hidup yang mereplikasi fungsi utama suatu organ. Portofolio NAM milik Charles River telah menghasilkan pendapatan tahunan sekitar USD200 juta. InSphero sedang menguji keamanan dan efikasi dalam model hati 3D, di mana jaringan mikro hati yang ditumbuhkan di laboratorium membantu mereplikasi fungsi organ.

Schrodinger, yang berbasis di New York, menggabungkan simulasi berbasis fisika dengan AI untuk memprediksi toksikologi obat. Meskipun demikian, para ahli industri percaya bahwa dalam waktu dekat, perusahaan akan menggunakan pendekatan hibrida, mengurangi pengujian pada hewan dan melengkapinya dengan data dari metode baru ini.

Brendan Smith, analis ilmu hayati dan bioteknologi di TD Cowen, mengatakan bahwa pengujian pada hewan tidak akan sepenuhnya dihentikan dalam waktu dekat. Namun, penggunaan AI dan metode alternatif lainnya akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari proses pengembangan obat.

Samsung Galaxy Tab S10 Lite Dirilis, Harga Mulai Rp4,9 Juta

0

Galaxy Tab S10 Lite: Pengalaman Hiburan dan Produktivitas yang Lebih Baik

Samsung Electronics Co., Ltd. baru saja meluncurkan Galaxy Tab S10 Lite, sebuah perangkat tablet yang dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan harian yang lebih efisien dan menyenangkan. Dengan layar luas dan S Pen yang disertakan dalam paket penjualan, perangkat ini menjadi pendamping yang ideal bagi pengguna yang membutuhkan alat bantu kreativitas dan produktivitas.

Galaxy Tab S10 Lite juga dilengkapi dengan Samsung Intelligent Features yang bertujuan membantu pengguna mencapai tingkat kreativitas dan produktivitas yang lebih tinggi. Changtae Kim, EVP & Head of New Computing R&D Team, Mobile eXperience Business, Samsung Electronics mengatakan bahwa perangkat ini dirancang untuk memberikan fungsionalitas praktis kepada pengguna di berbagai kalangan.

Pengembangan Galaxy Tab S10 Lite dilakukan sebagai pendamping terpercaya yang mampu memberikan manfaat optimal dalam berbagai situasi sehari-hari. Mulai dari perpindahan antar kelas, menonton playlist, tetap produktif sepanjang hari, hingga mengubah waktu luang menjadi momen kreatif.

Layar yang Luas dan Nyaman Digunakan

Galaxy Tab S10 Lite hadir dengan layar 10,9 inci yang menawarkan pengalaman hiburan yang menyenangkan. Perangkat ini cocok digunakan untuk streaming, browsing, atau aktivitas lainnya. Layar yang cerah dan mulus dapat beradaptasi secara nyaman baik di dalam ruangan maupun luar ruangan berkat teknologi Vision Booster dan kecerahan maksimal hingga 600 nits.

Selain itu, emisi cahaya biru yang lebih rendah membuat pengguna merasa nyaman saat menonton tayangan favorit mereka. Ditenagai oleh prosesor yang ditingkatkan dan kapasitas memori yang lebih besar, Galaxy Tab S10 Lite mampu merespons tugas-tugas yang diberikan dengan mulus, seperti berpindah antar tab saat melakukan riset atau mengelola ide sambil berpindah aplikasi.

Baterai Tahan Lama dan Cepat Mengisi Ulang

Dengan kapasitas baterai 8.000 mAh dan fitur Super-Fast Charging, Galaxy Tab S10 Lite mampu mendukung pengalaman hiburan tanpa henti atau sesi belajar hingga larut malam di perpustakaan tanpa perlu khawatir akan kehabisan daya.

Galaxy Tab S10 Lite juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang bisa mendukung fokus dan inspirasi pengguna kapan saja dan di mana saja. Berikut beberapa fitur utama yang tersedia:

  • S Pen menawarkan respons instan dan presisi tinggi, cocok untuk mencatat ide saat menerima telepon atau membuat sketsa cepat saat sedang bepergian.
  • Samsung Notes dilengkapi dengan fitur Intelligent Features yang membantu struktur pemikiran sehari-hari, seperti Handwriting Help untuk merapikan catatan tulisan tangan atau Solve Math untuk menyelesaikan hitungan secara instan.
  • Split View mendukung multitasking dan pengaturan kerja yang lebih efisien, seperti mengikuti slide kuliah sambil mencatat atau membuat ilustrasi sambil membuka gambar referensi.
  • Circle to Search with Google memungkinkan pengguna melakukan pencarian dan terjemahan secara intuitif dari mana pun di layar, tanpa mengganggu fokus saat menonton, membaca, atau bekerja.
  • Akses ke berbagai aplikasi pihak ketiga memungkinkan pengguna mengeksplorasi alat-alat sesuai kebutuhan, termasuk aplikasi seperti Goodnote, Clip StudioPaint, LumaFusion, Notion, Noteshelf 3, ArcSite, Sketchbook, dan Picsart.

Pilihan Warna dan Harga

Galaxy Tab S10 Lite tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Grey dan Coral Red. Untuk varian WiFi, perangkat ini dijual dengan harga Rp 4.999.000, sedangkan varian 5G ditawarkan dengan harga Rp 5.999.000. Dengan fitur-fitur yang lengkap dan harga yang kompetitif, Galaxy Tab S10 Lite menjadi pilihan yang tepat bagi pengguna yang ingin meningkatkan produktivitas dan kreativitas sehari-hari.

Cara Matikan Sensor Proximity WhatsApp, Aman untuk HP Android dan iPhone

0

Apa Itu Sensor Proximity dan Fungsinya

Sensor proximity adalah komponen kecil yang terletak di dekat speaker ponsel. Fungsi utamanya adalah mendeteksi apakah perangkat didekatkan ke wajah saat sedang menerima panggilan. Ketika sensor aktif, layar akan mati untuk mencegah sentuhan tidak sengaja yang bisa mengganggu proses panggilan.

Namun, dalam beberapa kasus, sensor ini bisa terlalu sensitif atau bahkan mengalami gangguan. Hal ini bisa menyebabkan layar mati meskipun pengguna ingin menekan tombol seperti speaker, mute, atau menutup panggilan. Kondisi ini sering membuat pengguna merasa terganggu, terutama ketika menggunakan aplikasi seperti WhatsApp.

Pertimbangan Sebelum Mematikan Sensor Proximity

Meskipun mematikan sensor proximity mungkin terdengar sebagai solusi cepat, penting untuk memahami risikonya. Tanpa sensor ini, ada kemungkinan layar ponsel terkena sentuhan tak disengaja saat menelepon, yang bisa mengganggu pengalaman panggilan.

WhatsApp sendiri tidak menyediakan pengaturan khusus untuk menonaktifkan sensor proximity. Kontrolnya biasanya terletak pada sistem operasi atau hardware ponsel. Oleh karena itu, sebaiknya hindari metode yang membutuhkan akses root atau aplikasi modifikasi yang tidak tepercaya, karena berisiko keamanan dan bisa melanggar kebijakan aplikasi.

Sebelum melakukan perubahan, pastikan untuk melakukan backup data WhatsApp, terutama chat backup, agar tidak kehilangan informasi penting.

Cara Mengatasi Masalah Sensor Proximity Tanpa Root

Jika tujuan Anda hanya ingin menghindari layar yang mati saat panggilan, berikut beberapa cara aman yang bisa dicoba:

  1. Gunakan Speakerphone Saat Panggilan

    Saat menerima panggilan WhatsApp, cukup tap ikon speaker. Dengan demikian, layar tidak perlu dimatikan karena ponsel tidak didekatkan ke telinga.

  2. Gunakan Headset atau Earbud

    Sambungkan earbud atau headset Bluetooth sebelum melakukan panggilan. Dengan alat ini, layar tidak perlu dimatikan karena ponsel tidak didekatkan ke wajah.

  3. Manfaatkan Fitur Aksesibilitas

  4. iPhone: Aktifkan AssistiveTouch melalui Settings > Accessibility > Touch > AssistiveTouch. Fitur ini memungkinkan kontrol panggilan tanpa perlu menyentuh area yang sensitif.
  5. Android: Beberapa ponsel memiliki fitur aksesibilitas atau gesture yang memungkinkan pengguna mengontrol panggilan lewat tombol di layar. Cek Settings > Accessibility untuk menemukan opsi tersebut.

  6. Hindari Menempelkan Ponsel ke Wajah

    Cara paling sederhana adalah dengan menekan tombol atau menu sebelum mendekatkan ponsel ke telinga. Ini bisa membantu menghindari layar yang mati secara tidak sengaja.

Solusi Lebih Teknis (Tergantung Jenis Ponsel)

Beberapa merek ponsel menawarkan opsi untuk menonaktifkan atau mengkalibrasi sensor proximity melalui menu pengaturan. Berikut langkah umum yang bisa dicoba:

  • Buka Phone/Dialer → klik menu tiga titik → pilih Settings → cari Incoming call settings atau Call.
  • Cari opsi terkait Proximity sensor atau Turn off screen during calls.

Jika tidak menemukan opsi tersebut, cek Settings > Apps > WhatsApp > Permissions untuk memastikan WhatsApp memiliki izin yang wajar. Meski tidak langsung mematikan sensor, ini bisa membantu mengoptimalkan fungsinya.

Untuk pengguna Android, beberapa ponsel menyediakan Sensor calibration di Settings > System > Sensors (atau lewat aplikasi bawaan ponsel). Lakukan kalibrasi jika sensor bermasalah.

Catatan: Jika tidak menemukan pengaturan tersebut, kemungkinan ponsel Anda tidak menyediakan toggle untuk mematikan sensor proximity. Jadi, jangan gunakan metode rooting kecuali Anda benar-benar paham risikonya.

Troubleshooting Sensor Proximity yang Bermasalah

Jika sensor proximity masih mengalami gangguan, coba langkah-langkah berikut:

  • Kalibrasi Sensor: Beberapa ponsel menyediakan opsi kalibrasi di menu layanan pabrik atau aplikasi bawaan.
  • Bersihkan Area Sensor: Debu atau casing tebal bisa mengganggu sensor. Bersihkan area dekat speaker secara rutin.
  • Perbarui Sistem dan WhatsApp: Pastikan OS dan aplikasi WhatsApp selalu diperbarui.
  • Restart Ponsel: Restart ponsel setelah mengubah pengaturan atau menginstal pembaruan.
  • Reset Pengaturan Jaringan/Sistem: Sebagai langkah terakhir, reset pengaturan jaringan atau sistem. Namun ingat, lakukan backup terlebih dahulu.

Kesimpulan

Sebagai penulis yang sering menggunakan WhatsApp untuk panggilan kerja dan keluarga, saya sangat memahami betapa menjengkelkannya ketika layar terus mati atau tombol tidak responsif. Meski ada godaan untuk “mematikan” sensor, solusi paling aman seringkali sederhana: gunakan speaker, headset, atau fitur aksesibilitas.

Bagi yang mengalami kerusakan hardware atau perilaku abnormal sensor, perbaikan atau kalibrasi dari layanan resmi ponsel jauh lebih bijak daripada mengotak-atik sistem dengan metode berisiko. Saya merekomendasikan langkah bertahap: coba opsi non-invasif terlebih dahulu, catat perubahan, lalu pertimbangkan tindakan lebih jauh jika masalah tetap berlanjut.

Permintaan iPhone 17 Pro dan Air Meledak, Apple Kewalahan Hadapi Antrean Global

0

Peluncuran iPhone 17 Menghadirkan Antrean yang Membuat Pasar Kewalahan

Pada 12 September 2025, Apple resmi membuka pre-order untuk iPhone 17. Dalam hitungan jam, stok virtual langsung habis. Tanggal pengiriman yang awalnya dijadwalkan pada 20 September kini mundur hingga pertengahan Oktober di beberapa negara. Fenomena ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap produk baru Apple.

Dua model yang paling diminati adalah iPhone 17 Pro dan iPhone Air. Model pertama menonjol dengan kamera canggih, sedangkan yang kedua dipuji karena desainnya yang sangat tipis, hanya 6 milimeter. Kombinasi fitur dan desain ini kembali membuat pasar tertarik pada merek Apple.

Permintaan iPhone 17 Pro Meledak

Antrean panjang terjadi dalam peluncuran iPhone 17 Pro. Salah satu varian yang menjadi incaran adalah warna Cosmic Orange. Pemesanan warna ini membutuhkan waktu tunggu hingga empat minggu lebih. Fenomena ini bukanlah hal baru, sebelumnya iPhone 15 Pro Max juga mengalami hal serupa. Saat itu, masalah terletak pada komponen sensor gambar, sementara kali ini masalahnya berada pada rantai pasok yang semakin rapuh.

Apple belajar dari pengalaman sebelumnya, tetapi masih saja kewalahan dalam menghadapi permintaan yang luar biasa besar. Antrean digital tidak kalah panjang dibandingkan antrean konser artis K-Pop. Di layar, pembeli hanya melihat tulisan: “Pengiriman mundur.”

Regulasi Cina Jadi Penghambat Baru

Selain antrean, Apple juga menghadapi kendala regulasi di Cina. Negeri itu belum memberikan lampu hijau untuk teknologi eSIM pada iPhone Air. Tanpa slot kartu SIM fisik, perangkat tidak bisa diluncurkan bebas di sana. Akibatnya, penjualan iPhone Air di Cina ditunda, sementara model lain masih bisa berjalan normal.

Cina merupakan pasar yang sangat besar bagi Apple. Penundaan ini bisa memengaruhi angka penjualan kuartal awal. Masalah ini menunjukkan bahwa bahkan teknologi canggih tetap harus menjalani proses negosiasi dengan aturan negara. Apple tidak bisa sepenuhnya bebas dalam mengambil keputusan, meskipun berada di pasar yang sudah matang.

Riuh di Media Sosial

Di platform X, reaksi pengguna sangat mencolok. Ada yang kecewa, ada yang sinis, dan ada pula yang membandingkan situasi ini dengan tahun 2023. Saat itu, iPhone Pro Max juga membuat pembeli harus menunggu hingga lima minggu. Sejarah tampaknya berulang.

Akun-akun teknologi ikut menyuarakan pendapat mereka. Mereka menyebutkan bahwa lonjakan permintaan memang di luar perkiraan. Pengguna yang tidak sabar mulai mencari alternatif lain. Namun, sebagian besar masih memilih untuk bertahan. Loyalitas terhadap Apple tetap kuat.

Riuh ini semakin memperpanas suasana peluncuran. Kekecewaan bercampur rasa penasaran membuat nama iPhone 17 makin sering muncul di trending topic.

Dampak pada Pasar dan Kompetitor

Bagi Apple, momen ini sangat penting. Perusahaan tengah berusaha bangkit setelah penjualan yang lesu tahun lalu. Permintaan yang membludak bisa meningkatkan harga saham, meski di sisi lain juga bisa membuat pembeli frustrasi.

Kompetitor seperti Samsung dan Google siap menjemput calon pembeli yang tidak sabar menunggu. Sementara Apple mencoba meredam dengan janji baterai silikon-karbon yang tahan lama.

Di Amerika dan Eropa, operator seluler seperti T-Mobile juga ikut pusing. Nilai tukar tambah ponsel lama tidak konsisten. Konsumen jadi bingung, harus pesan lewat operator atau langsung ke Apple.

Produksi Dikebut, Konsumen Cari Celah

Pabrik perakitan di Foxconn bekerja siang malam. TSMC memasok chip A19 tanpa henti. Targetnya, kondisi normal baru bisa tercapai akhir Oktober. Itu pun jika tidak ada kendala baru di rantai pasok.

Di sisi lain, konsumen mencari cara. Ada yang memantau stok online tiap jam. Ada yang rela antre di toko fisik mulai 20 September, berharap dapat unit lebih cepat. Tapi untuk model favorit, harapan itu sering pupus.

Pre-order iPhone 17 kali ini menunjukkan dua hal sekaligus. Permintaan masih setia, tapi pasokan rapuh. Apple tetap menjadi magnet, meski antrean panjang jadi konsekuensi.

Kunci Jawaban Modul 8: Guru Profesional di Era Digital

0

Kunci Jawaban Soal Modul Pedagogik Fikih PPG PAI Kemenag Topik 8: Guru Profesional Era Digital dan Artificial Intelligence (AI)

Guru merupakan salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, kualitas guru juga harus mengikuti perkembangan tersebut. Salah satu program yang dilakukan oleh Kementerian Agama adalah Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) tahun 2025, khususnya untuk guru mata pelajaran Fikih. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan guru agar menjadi lebih profesional dan mampu mendapatkan sertifikat pendidik sehingga berhak menerima tunjangan profesi guru (TPG).

Selama menjalani PPG, para guru mata pelajaran Fikih akan mengikuti pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS). Hal ini memberikan fleksibilitas bagi guru untuk belajar sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, tidak semua guru merasa nyaman dengan soal-soal pretest yang diberikan dalam modul pedagogik. Oleh karena itu, artikel ini disusun sebagai referensi untuk membantu guru memahami jawaban dari soal-soal yang ada.

Berikut adalah kunci jawaban dari soal-soal Modul Pedagogik Fikih PPG PAI Kemenag topik 8 tentang Guru Profesional Era Digital dan Artificial Intelligence (AI):

  1. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI), guru kini tidak hanya dituntut untuk menguasai materi ajar, tetapi juga untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan AI dapat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih personal, mendalam, dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Apa tantangan utama yang dihadapi guru dalam memanfaatkan teknologi dan AI dalam pembelajaran di era digital?

  2. A. Keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa

  3. B. Kurangnya platform pembelajaran daring yang tersedia
  4. C. Keengganan siswa untuk belajar dengan teknologi
  5. D. Ketidakmampuan siswa memahami materi ajar
  6. E. Terlalu banyak alat pembelajaran yang digunakan guru

Jawaban: A

  1. Dalam perkembangan selanjutnya, AI telah menunjukkan kemampuannya dalam meningkatkan pembelajaran yang dipersonalisasi. Guru dapat memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk menilai kemajuan siswa secara otomatis dan memberikan umpan balik yang cepat. Bagaimana AI dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi siswa di era digital?

  2. A. Dengan menyediakan media pembelajaran yang lebih menarik

  3. B. Dengan mempercepat proses evaluasi dan memberi umpan balik yang cepat
  4. C. Dengan mengurangi kebutuhan akan interaksi langsung antara guru dan siswa
  5. D. Dengan menggantikan peran guru dalam pengajaran
  6. E. Dengan mengurangi jumlah materi yang perlu diajarkan

Jawaban: B

  1. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, profesionalisme guru di era digital sangat penting. Guru tidak hanya harus menguasai materi ajar, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dan AI secara efektif dalam pembelajaran. Dengan pemahaman tentang etika penggunaan teknologi, guru dapat menjaga privasi dan keamanan data siswa. Apa yang harus dipahami oleh guru agar dapat menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dalam pembelajaran?

  2. A. Hanya memanfaatkan teknologi yang paling canggih

  3. B. Memahami etika penggunaan teknologi, termasuk privasi data siswa
  4. C. Menggunakan teknologi hanya untuk tugas administratif
  5. D. Fokus pada teknologi yang dapat meningkatkan hasil ujian siswa
  6. E. Menghindari penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar

Jawaban: B

  1. Pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu guru menguasai teknologi dan AI. Pelatihan ini mencakup pemahaman tentang alat dan aplikasi teknologi serta cara mengintegrasikan AI dalam strategi pengajaran. Pelatihan berkelanjutan bagi guru bertujuan untuk mengatasi masalah utama apa dalam pendidikan di era digital?

  2. A. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar

  3. B. Ketidakmampuan guru dalam menggunakan teknologi dengan efektif
  4. C. Keterbatasan materi ajar yang tersedia di pasar
  5. D. Terlalu banyaknya aplikasi yang harus digunakan oleh guru
  6. E. Adanya kekurangan waktu untuk perencanaan pelajaran

Jawaban: B

  1. Seorang guru profesional di era AI harus mampu mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam konteks ini, bagaimana peran utama AI dalam mendukung peran guru?

  2. A. Menggantikan sepenuhnya tugas guru dalam mengajar di kelas

  3. B. Membantu guru dalam personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa
  4. C. Menjadikan guru tidak lagi perlu melakukan asesmen terhadap siswa
  5. D. Mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa di kelas
  6. E. Menghilangkan peran guru dalam proses pembelajaran dan evaluasi

Jawaban: B

Fitur Lengkap iPhone 17 Terungkap

0

Penyempurnaan Desain dan Performa pada iPhone 17

Setelah berbulan-bulan penuh spekulasi dan bocoran, Apple akhirnya meluncurkan seri iPhone 17 bersama dengan varian iPhone Air. Kehadiran produk terbaru ini membawa sejumlah peningkatan yang signifikan, mulai dari desain hingga performa dan kamera yang lebih canggih.

iPhone Air menarik perhatian dengan desain ultra-tipis sebesar 5,6 mm. Ponsel ini dilengkapi layar ProMotion 16,5 cm dan prosesor terbaru Apple A19 Pro. Meskipun ketipisan perangkat mungkin membuat daya tahan baterai sedikit lebih pendek dibandingkan seri iPhone 17, Apple tetap memberikan efisiensi baru melalui sistem operasi iOS 26.

Layar ProMotion Hadir di Model Dasar

Untuk pertama kalinya, model dasar iPhone 17 hadir dengan layar ProMotion yang memiliki refresh rate adaptif antara 1Hz hingga 120Hz. Fitur ini sebelumnya hanya tersedia di lini Pro. Teknologi tersebut memungkinkan pengalaman visual yang lebih halus serta menghemat baterai saat layar menampilkan konten statis.

Prosesor A19 yang ditanamkan pada iPhone 17 juga menjanjikan peningkatan performa grafis hingga 20 persen. Hal ini mendukung kinerja gaming maupun fitur Apple Intelligence. Sementara itu, iPhone 17 Pro dilengkapi dengan chip A19 Pro yang disebut-sebut sebagai prosesor tercepat Apple sejauh ini. Prosesor ini didukung oleh pendingin ruang uap untuk menjaga stabilitas performa dalam jangka panjang.

Kamera yang Semakin Canggih

Peningkatan signifikan juga terjadi di sektor kamera. iPhone 17 kini dilengkapi kamera depan dengan teknologi Center Stage dan sensor berbentuk persegi. Teknologi ini memungkinkan framing yang lebih baik serta pengambilan selfie lanskap tanpa perlu memutar perangkat.

Di bagian belakang, iPhone 17 memiliki kamera utama 48 MP dan kamera ultrawide 48 MP dengan resolusi empat kali lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Sementara itu, iPhone 17 Pro menawarkan sistem tiga kamera dengan telefoto baru yang mampu melakukan zoom optik hingga 8x. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 16 Pro. Apple mengklaim kamera ini mampu menangkap detail lebih tajam, baik dalam kondisi terang maupun minim cahaya.

Lebih Tangguh dengan Ceramic Shield 2

Ketahanan perangkat juga mendapat perhatian serius. Semua model iPhone 17 dan iPhone Air kini dilapisi Ceramic Shield 2 pada bagian depan yang diklaim tiga kali lebih tahan gores. Bagian belakang masih menggunakan Ceramic Shield generasi sebelumnya, namun tetap memberi perlindungan ekstra dibandingkan seri lama.

Dengan berbagai peningkatan yang signifikan, iPhone 17 dan iPhone Air menunjukkan komitmen Apple dalam memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Dari desain tipis hingga performa yang lebih cepat dan kamera yang semakin canggih, kedua model ini menjadi pilihan yang menarik bagi pengguna yang mencari inovasi dan keandalan.

5 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Juta: Fitur Canggih, Harga Murah

0

Smartwatch: Perangkat Esensial untuk Gaya Hidup Modern

Smartwatch kini bukan lagi sekadar aksesoris yang hanya digunakan sebagai pelengkap penampilan. Sebaliknya, perangkat ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang menjalani gaya hidup modern. Dengan berbagai fitur canggih seperti pemantauan kesehatan, notifikasi pesan, dan pengontrol musik, smartwatch mampu memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi pelajar maupun pekerja, smartwatch bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna. Dengan adanya fitur-fitur tersebut, pengguna dapat tetap terhubung dengan dunia luar tanpa harus selalu membawa ponsel. Selain itu, banyak orang juga memanfaatkannya untuk menjaga kesehatan dengan mengukur detak jantung, jumlah langkah, dan bahkan kualitas tidur.

Namun, meski memiliki fitur yang menarik, banyak orang masih mengira bahwa smartwatch pasti mahal. Faktanya, saat ini tersedia berbagai pilihan smartwatch dengan harga terjangkau yang tetap menawarkan fitur premium. Bahkan, ada beberapa model yang harganya di bawah Rp1 juta, namun tetap mampu memberikan pengalaman penggunaan yang maksimal.

Rekomendasi 5 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Juta

Jika Anda sedang mencari smartwatch yang tidak terlalu mahal, berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa menjadi pilihan:

  1. Amazfit Bip Ultra

    Amazfit Bip Ultra menawarkan layar AMOLED yang tajam serta baterai tahan lama hingga 30 hari. Meski harganya terjangkau, perangkat ini dilengkapi dengan sensor kesehatan yang akurat dan dukungan GPS. Cocok untuk pengguna yang ingin tetap aktif tanpa khawatir soal daya tahan baterai.

  2. Xiaomi Mi Band 7

    Xiaomi Mi Band 7 hadir dengan desain ramping dan layar sentuh yang responsif. Fitur utamanya termasuk pemantauan detak jantung, tekanan darah, dan pengukuran kadar oksigen dalam darah. Selain itu, Mi Band 7 juga mendukung pelacakan olahraga secara akurat.

  3. Realme Watch 3 Pro

    Realme Watch 3 Pro menawarkan layar AMOLED dengan resolusi tinggi dan baterai yang tahan lama. Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur kesehatan seperti pengukuran detak jantung dan pengukuran stres. Cocok untuk pengguna yang ingin tetap terhubung dengan informasi kesehatan harian.

  4. Huawei GT 3

    Huawei GT 3 hadir dengan desain yang elegan dan fitur kesehatan yang lengkap. Termasuk dalam fitur unggulan adalah pemantauan kesehatan jantung dan pengukuran kadar oksigen dalam darah. Layar perangkat ini juga tajam dan nyaman dilihat dalam kondisi cahaya apapun.

  5. Samsung Galaxy Watch 4 Classic

    Meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan model lain, Samsung Galaxy Watch 4 Classic tetap menjadi pilihan yang layak. Dengan desain klasik dan fitur canggih seperti pemantauan kesehatan dan integrasi dengan ekosistem Android, perangkat ini cocok untuk pengguna yang menginginkan kualitas tinggi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Dengan berbagai pilihan di atas, Anda bisa memilih smartwatch yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Jangan ragu untuk mencoba dan membandingkan fitur masing-masing perangkat agar mendapatkan yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda.

Ironi Samsung: Kamera Terbaru untuk Rival, Bukan Galaxy Ultra

0

Teknologi Kamera Continuous Zoom yang Mulai Diproduksi Massal

Samsung dilaporkan telah memulai produksi massal teknologi kamera continuous zoom untuk perangkat ponsel pintar. Fitur ini menawarkan kemampuan zoom optik yang lebih fleksibel dibandingkan kamera pada smartphone umumnya. Sayangnya, inovasi ini justru lebih dulu tersedia di ponsel dari produsen Tiongkok daripada digunakan dalam lini Galaxy sendiri.

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Kamera Continuous Zoom?

Berbeda dengan kamera zoom konvensional yang hanya memberikan kualitas tajam pada titik tertentu—seperti 3x atau 5x—lensa continuous zoom mampu menjaga kejernihan gambar di berbagai tingkat perbesaran. Sistem kerjanya mirip dengan kamera profesional, di mana komponen internal bergerak sesuai dengan perubahan perbesaran, sehingga gambar tetap detail tanpa harus bergantung pada cropping digital yang sering mengurangi kualitas.

Teknologi Ini Akan Hadir di Ponsel Tiongkok

Teknologi kamera continuous zoom diprediksi akan segera hadir pada smartphone flagship kelas atas dari merek Tiongkok, khususnya varian “Ultra”. Ironisnya, seri Galaxy Ultra milik Samsung sendiri belum akan mendapat teknologi ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi pengembangan produk Samsung dan bagaimana mereka merespons persaingan di pasar ponsel.

Galaxy S26 Tidak Bawa Perubahan Besar

Bocoran terbaru menyebutkan bahwa seri Samsung Galaxy S26 tidak akan membawa peningkatan signifikan pada sektor kamera. Informasi ini tentu mengecewakan bagi pengguna yang berharap mendapatkan gebrakan baru, apalagi setelah mengetahui bahwa Samsung telah menyiapkan inovasi besar untuk brand lain.

Strategi Samsung: Uji Pasar lewat Brand Rival

Praktik seperti ini bukanlah hal baru bagi Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini sering kali memasok teknologi terbaru, seperti panel layar atau sensor kamera, lebih dulu ke merek lain termasuk Apple dan Google. Dengan demikian, Samsung bisa memperoleh keuntungan dari penjualan teknologi tersebut sambil menjadikan brand lain sebagai uji coba lapangan sebelum mengadopsinya secara penuh di lini Galaxy.

Alasan Utama di Balik Strategi Samsung

Ada dua alasan utama di balik strategi ini. Pertama, divisi manufaktur Samsung tetap memperoleh keuntungan besar dari penjualan teknologi ke pihak ketiga. Kedua, Samsung dapat meminimalisir risiko kegagalan saat peluncuran massal dengan melakukan uji coba melalui merek lain terlebih dahulu.

Harapan Pengguna Galaxy

Meski strategi bisnis ini terlihat masuk akal, pengguna setia Galaxy berharap teknologi kamera continuous zoom tidak hanya terbatas pada ponsel kompetitor. Mereka berharap inovasi ini segera hadir di seri Galaxy mendatang agar Samsung tidak tertinggal dalam kompetisi kamera flagship. Dengan adanya teknologi ini, Samsung bisa kembali memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar ponsel berkinerja tinggi.