Senin, April 20, 2026
Beranda blog Halaman 567

Kapan iPhone 17 dan iPhone Air Diluncurkan di Indonesia?

0

iPhone 17 Series Siap Hadir di Indonesia

Pengumuman terkait kehadiran iPhone 17 series di Indonesia semakin dekat. Setelah diluncurkan secara global pada 9 September 2025, empat model terbaru dari Apple ini telah resmi lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Empat model yang dimaksud adalah iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. Masing-masing memiliki nilai TKDN sebesar 40 persen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keempat perangkat tersebut tercatat dalam sistem TKDN dengan kode masing-masing, yaitu:
– iPhone A3517 (iPhone 17 Air)
– iPhone A3520 (iPhone 17)
– iPhone A3523 (iPhone 17 Pro)
– iPhone A3526 (iPhone 17 Pro Max)

Proses sertifikasi ini menjadi langkah penting agar produk bisa dipasarkan di Indonesia. Setelahnya, Apple akan melanjutkan proses pengajuan izin edar ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Jadwal Rilis iPhone 17 Series di Indonesia

Menurut Kepala Pusat Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin, Heru Kustanto, proses pengajuan izin edar dapat diselesaikan paling lama dua minggu setelah pengajuan. Dengan demikian, kemungkinan besar iPhone 17 series akan dirilis di Indonesia pada awal Oktober 2025.

Sebelum rilis resmi, Apple masih perlu mengurus beberapa dokumen tambahan. Salah satunya adalah sertifikat postel untuk mendapatkan Tanda Pendaftaran Produk Impor (TPP Impor). Dokumen ini sangat penting agar perangkat dapat memperoleh nomor IMEI dari CEIR serta Persetujuan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan.

Jika semua persyaratan tersebut telah selesai, maka iPhone 17 series siap dipasarkan tanpa hambatan.

Perbedaan dengan iPhone 16 Series

Tahun lalu, peluncuran iPhone 16 series mengalami keterlambatan yang cukup signifikan. Meskipun dirilis secara global pada September 2024, perangkat ini baru tersedia di Indonesia pada April 2025, atau tujuh bulan setelah peluncuran.

Keterlambatan itu disebabkan karena Apple belum memenuhi aturan TKDN. Masalah ini akhirnya terselesaikan setelah Apple bersedia memberikan investasi dalam bentuk uang tunai sebesar 160 juta dollar AS (sekitar Rp 2,6 triliun) serta menandatangani nota kesepahaman investasi tambahan dengan pemerintah untuk periode 2023–2029.

Dengan resminya sertifikasi TKDN untuk iPhone 17 series tahun ini, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan menghadapi penundaan seperti tahun lalu.

Masih Menunggu Pengumuman Harga dan Pre-Order

Meski telah mendapat lampu hijau dari Kemenperin, masyarakat Indonesia masih harus menunggu pengumuman resmi terkait jadwal pre-order maupun harga jual iPhone 17 series di Tanah Air.

Sebagai perbandingan, di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand, pre-order iPhone 17 sudah dibuka pada Jumat (12/9/2025). Perangkat baru tersebut juga mulai tersedia secara luring di Apple Store pada 19 September 2025.

Hingga saat ini, publik Indonesia masih menantikan pengumuman lebih lanjut mengenai harga dan mekanisme pembelian. Namun, dengan kelengkapan dokumen yang telah selesai, kehadiran iPhone 17 series di Indonesia semakin dekat dan pasti.

Terbongkar! OpenAI Ungkap Penyebab Halusinasi Chatbot AI dan Solusi Cemerlangnya! Wajib Baca!

0

Penyebab dan Solusi untuk Kecenderungan AI Berhalusinasi

AI chatbot semakin umum digunakan dalam berbagai sektor pekerjaan, mulai dari layanan pelanggan hingga pengembangan perangkat lunak. Namun, meskipun teknologi ini telah mencapai tingkat kecanggihan yang luar biasa, masih ada celah serius dalam kualitas informasi yang dihasilkan. Salah satu masalah utama adalah kecenderungan AI untuk menghasilkan informasi yang keliru tetapi terdengar sangat meyakinkan, yang dikenal sebagai halusinasi.

Perspektif Baru dari OpenAI

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh tim peneliti bersama Georgia Tech, Santosh Vempala, OpenAI menyimpulkan bahwa halusinasi bukan hanya disebabkan oleh desain model yang cacat. Lebih jauh lagi, masalah utamanya terletak pada metode pengujian dan sistem peringkat AI itu sendiri. Standar penilaian saat ini secara tidak langsung mendorong chatbot untuk menjawab setiap pertanyaan, bahkan jika jawabannya salah. Hal ini bisa dianalogikan dengan ujian pilihan ganda yang lebih menghargai spekulasi daripada membiarkan jawaban kosong.

Solusi Revolusioner: Prioritaskan Kehati-hatian

Untuk mengatasi masalah ini, OpenAI mengusulkan sistem evaluasi baru yang memberikan sanksi berat bagi jawaban yang salah namun disampaikan dengan keyakinan tinggi. Sebaliknya, model yang menunjukkan kehati-hatian atau bahkan mengakui ketidaktahuannya akan mendapatkan apresiasi tinggi. Dalam skenario uji coba, model yang menggunakan pendekatan hati-hati hanya mampu menjawab separuh dari total pertanyaan, tetapi 74 persen jawabannya terbukti akurat. Sementara itu, model lain yang berusaha menjawab semua pertanyaan justru menunjukkan tingkat kesalahan yang signifikan.

Implikasi bagi Pengguna dan Masa Depan AI

Jika metode ini diterapkan secara luas, asisten AI di masa depan kemungkinan akan lebih sering menyatakan “saya tidak tahu” daripada mengarang data atau sumber yang tidak valid. Meskipun terdengar kurang “cerdas” di permukaan, langkah ini diyakini dapat membantu pengguna menghindari keharusan terus-menerus memverifikasi informasi yang diberikan.

Pentingnya Akurasi dan Kepercayaan

Riset inovatif ini menurut OpenAI merupakan langkah penting menuju pengembangan AI yang benar-benar memprioritaskan akurasi dan kepercayaan, bukan sekadar menampilkan rasa percaya diri yang menyesatkan. Dengan fokus pada kehati-hatian dan transparansi, teknologi AI di masa depan diharapkan dapat menjadi mitra yang lebih andal dan dapat dipercaya dalam berbagai situasi penggunaan. Ini juga membuka jalan bagi pengembangan standar baru dalam pengujian dan evaluasi AI, yang akan meningkatkan kredibilitas dan keandalan sistem tersebut.

Abu Dhabi Perkenalkan AI Hemat Biaya K2 Think, Lawan OpenAI dan DeepSeek Global

0

K2 Think: Model AI Baru dari Uni Emirat Arab yang Berani Bersaing

Uni Emirat Arab (UEA) kini menjadi bagian dari persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dengan peluncuran model AI bernama K2 Think, UEA menunjukkan ambisi untuk menjadi pusat pengembangan teknologi AI dunia. Model ini dikembangkan oleh Universitas Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI) bekerja sama dengan G42, perusahaan AI asal UEA yang didukung oleh Microsoft.

K2 Think adalah model penalaran AI hemat biaya yang dirancang untuk bersaing dengan sistem terkemuka seperti OpenAI dan DeepSeek. Meskipun memiliki parameter sebanyak 32 miliar, jauh lebih sedikit dibandingkan DeepSeek R1 yang memiliki 671 miliar parameter, K2 Think menawarkan performa yang setara dengan model-model besar tersebut.

Pendekatan Inovatif dalam Pengembangan K2 Think

Richard Morton, Managing Director MBZUAI, menjelaskan bahwa K2 Think berhasil mencapai tingkat performa yang tinggi meskipun menggunakan sumber daya yang lebih sedikit. “Dengan sumber daya yang lebih sedikit pun, Anda tetap bisa melakukan jauh lebih banyak,” ujarnya.

Model ini dibangun berdasarkan Qwen 2.5, sebuah model open-source dari Alibaba, dan diuji menggunakan perangkat keras dari Cerebras, produsen chip AI ternama. Open-source berarti kode sumber dari model ini dapat diakses dan dimodifikasi oleh publik.

Hector Liu, Direktur Institute of Foundation Models MBZUAI, mengungkapkan bahwa performa tinggi K2 Think dicapai melalui kombinasi metode seperti chain-of-thought supervised fine-tuning dan test-time scaling. Chain-of-thought supervised fine-tuning adalah teknik yang melatih AI untuk berpikir langkah demi langkah, sedangkan test-time scaling meningkatkan daya komputasi saat model menghadapi data baru.

“Yang membuat model kami istimewa adalah cara kami memperlakukannya sebagai sebuah sistem, bukan sekadar model,” kata Liu. Menurutnya, pendekatan ini menjadi faktor utama yang memungkinkan K2 Think bersaing dengan model-model besar dari AS dan Tiongkok.

Konteks Geopolitik dalam Persaingan AI

Ambisi UEA dalam membangun kekuatan AI tidak lepas dari konteks geopolitik. Saat ini, Amerika Serikat dan Tiongkok masih menjadi dua pemain dominan dalam perlombaan AI. DeepSeek, yang diluncurkan awal tahun ini, telah memperkuat posisi Tiongkok dalam industri ini, sementara OpenAI tetap menjadi pionir dalam pengembangan model dasar AI global.

UEA berusaha memperluas pengaruhnya melalui G42. Namun, hubungan erat perusahaan ini dengan Microsoft sempat menuai perhatian di Washington karena keterkaitannya dengan Tiongkok. Di sisi lain, Arab Saudi juga berupaya membangun kemampuan AI melalui Humain, dengan investasi dana kekayaannya.

Fokus pada Ilmu Pengetahuan dan Matematika

Meski memiliki ambisi besar, K2 Think tidak ditujukan untuk membuat chatbot seperti ChatGPT. Sebaliknya, model ini dirancang untuk mendukung bidang ilmu pengetahuan dan matematika. “Proses penalaran otak manusia adalah fondasi dari semua proses berpikir,” jelas Morton.

Dengan efisiensi dan ukuran yang lebih ramping, K2 Think dipandang sebagai alternatif AI yang dapat memperluas akses teknologi ke wilayah-wilayah yang kurang memiliki infrastruktur atau modal setara dengan Amerika Serikat. “Dengan lebih sedikit, kita bisa menghasilkan jauh lebih banyak,” tutup Morton.

Sam Altman: Profesi Kesehatan Aman untuk Gen Z di Masa Depan

0

Sektor Kesehatan Dinilai Paling Aman dari Ancaman Otomatisasi

Di tengah perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah berbagai sektor pekerjaan, sektor kesehatan muncul sebagai salah satu bidang yang dinilai paling aman dari ancaman otomatisasi. Hal ini disampaikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, yang menegaskan bahwa profesi seperti perawat tidak akan sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Altman menjelaskan bahwa aspek manusiawi dalam layanan kesehatan sangat penting dan tidak bisa dihilangkan oleh AI atau robot. Ia menyatakan bahwa pada saat-saat kritis, manusia membutuhkan hubungan emosional yang mendalam dengan tenaga medis. “Saya yakin pekerjaan yang tidak akan terlalu terdampak adalah perawat. Orang benar-benar membutuhkan koneksi manusia yang mendalam dalam momen itu, tidak peduli sebaik apa pun saran dari AI atau robot,” ujarnya.

Profesi Lain Justru Rentan Terhadap Otomatisasi

Selain sektor kesehatan, Altman juga menyoroti bahwa beberapa profesi lain jauh lebih rentan terhadap penggantian oleh AI. Misalnya, pekerjaan di bidang layanan pelanggan atau customer service. Menurutnya, banyak tugas yang saat ini dilakukan melalui telepon atau komputer akan segera hilang dan digantikan oleh teknologi.

“Jika kita melihat ke depan, saya yakin banyak pekerjaan dukungan pelanggan yang saat ini dilakukan melalui telepon atau komputer akan hilang dan lebih baik dilakukan oleh AI,” tambah Altman.

Sementara itu, sektor teknologi seperti pemrograman mengalami dampak yang lebih kompleks. Meskipun alat AI meningkatkan produktivitas para programmer, arah jangka panjangnya masih belum jelas. Altman mengungkapkan ketidakpastian tentang jumlah pekerjaan di masa depan. “Permintaan perangkat lunak sangat besar. Namun, jika kita maju lima atau sepuluh tahun ke depan, apakah akan ada lebih banyak pekerjaan atau lebih sedikit? Itu yang masih saya belum pastikan,” ujarnya.

Proyeksi Pertumbuhan Tenaga Kerja di Sektor Kesehatan

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat memperkirakan penambahan 5,2 juta pekerjaan baru dalam dekade mendatang. Dari angka tersebut, sektor kesehatan dan bantuan sosial diprediksi menjadi yang paling cepat tumbuh. Hal ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan perawatan lansia dan layanan untuk penyandang disabilitas.

Pertumbuhan sektor ini diperkirakan mencapai 21 persen, yang akan menambah lebih dari 528.000 posisi baru pada 2034. Namun, pertumbuhan ini tidak selalu stabil. Pada Agustus 2025, hanya ada penambahan 31.000 pekerjaan, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata 42.000 dalam setahun terakhir. Tekanan ekonomi dan potensi pemangkasan anggaran Medicaid disebut sebagai hambatan bagi pertumbuhan sektor ini.

Generasi Z Melirik Karier di Bidang Kesehatan

Dengan semakin kuatnya penetrasi AI di berbagai bidang, generasi muda, khususnya Gen Z, mulai melihat sektor kesehatan sebagai jalur karier yang aman dan stabil. Mereka melihat profesi dokter maupun perawat sebagai pilihan strategis yang menawarkan kestabilan dalam dunia kerja yang berubah cepat.

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, juga menegaskan bahwa empati manusia merupakan aspek esensial dalam perawatan kesehatan. “Ada banyak hal yang tidak ingin kita serahkan pada mesin. Anda tidak ingin dirawat oleh perawat robot—ada aspek empati manusia yang sangat khas dalam perawatan itu,” ujarnya kepada Wired.

Kesehatan sebagai Fondasi Hubungan Manusia

Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, pandangan Altman dan Hassabis mempertegas bahwa sektor kesehatan bukan hanya menjadi bagian vital dari ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi hubungan manusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Aspek emosional, empati, dan keterlibatan langsung antara pasien dan tenaga medis tetap menjadi elemen utama dalam layanan kesehatan.

HP Istriku Dirampas, Bagaimana Solusinya?

0

Tantangan Digitalisasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Akses terhadap berbagai layanan dan informasi kini lebih mudah dibandingkan masa lalu. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak bisa diabaikan, seperti penipuan, pencurian data, hingga pembajakan perangkat.

Salah satu pengalaman pribadi yang saya alami adalah ketika saya menjadi korban penipuan melalui telepon. Pada suatu hari, seseorang menghubungi saya dengan nomor yang menunjukkan bahwa itu adalah nomor anak saya. Mereka mengabarkan bahwa anak saya mengalami kecelakaan serius dan harus segera menjalani operasi. Dengan rasa panik, saya langsung mentransfer uang sesuai permintaan. Setelahnya, anak saya pulang dengan selamat dan memberi tahu bahwa HP-nya hilang dalam perjalanan. Saat itu, saya menyadari bahwa saya telah menjadi korban penipuan yang sangat cerdas.

Selain itu, maraknya penipuan melalui file APK juga menjadi perhatian serius. Beberapa waktu lalu, banyak orang terjebak oleh file bernama “undangan nikah” atau “lacak paket”. Alat komunikasi yang semakin canggih justru membuat para penipu semakin lihai dalam menjalankan aksinya.

Suatu hari, saat menjelang pulang kerja, saya mencoba menelepon istri melalui WhatsApp untuk menanyakan barang yang ingin dibeli. HP istri berdering, dan beberapa detik kemudian panggilan saya dijawab. Saya kaget karena suara yang terdengar bukan berasal dari istri saya. Suara itu berasal dari seorang laki-laki muda, yang tampaknya saya kenal. Pertanyaannya, siapa dia? Bagaimana dia bisa memegang HP istriku dan mengangkat telepon? Ini berarti HP istriku sudah dibajak! Saya merasa khawatir dan harus segera mencari solusi.

Generasi Anak Balita dan Gadget

Anak balita pada era sekarang adalah generasi yang sangat dekat dengan gadget. Mereka terbiasa menggunakan perangkat digital sejak usia dini. Berbeda dengan generasi kakek-nenek yang masih kaku dalam menggunakan layar sentuh, anak-anak sekarang lebih cepat belajar dan mengoperasikan perangkat tanpa diajari.

Pertama kali berinteraksi dengan layar gawai, niat orang tua biasanya mulia, yaitu memberikan hiburan melalui video di YouTube. Namun, hal ini justru membuat anak-anak kecolongan dan mampu mengoperasikan HP tanpa bimbingan. Mereka tidak hanya bisa scrolling video, tetapi juga membuka layar yang terkunci, mengakses kamera, menekan tombol “next” pada Spotify, bahkan me-restart HP orang tua. Hal ini cukup menakutkan, bukan?

Ketidaktahuan mereka tentang cara mengoperasikan gadget ternyata memberi mereka kesempatan untuk belajar sendiri. Jika HP disentuh, maka perangkat akan merespons. Namun, jika terlalu lama menonton video pendek, mereka justru bisa kecanduan dan mengalami gangguan kognitif, seperti brain rot.

Ancaman dari Paket yang Tidak Dipesan

Tidak kalah heboh, ada kasus di mana seseorang menerima paket CID (Cek In Delivery) meskipun tidak merasa memesan barang. Nama dan alamat yang tercantum cocok dengan identitas Anda. Pertanyaannya, siapa yang memesan barang tersebut? Apakah ini paket misterius?

Ternyata, hal ini bisa terjadi karena anak-anak Anda membuka aplikasi e-commerce seperti Shopee, lalu melakukan checkout dengan metode COD. Harga barang yang dipesan bisa mencapai jutaan rupiah. Bayangkan betapa kagetnya orang tua jika mengetahui hal ini. Ini menunjukkan betapa berbahayanya HP yang berada di tangan anak-anak.

Pengalaman Pribadi dengan Anak

Beberapa waktu lalu, saat saya menelepon istri, suara di ujung telepon mengucapkan “Halo, Pah!” Saya kaget, tetapi akhirnya sadar bahwa itu adalah suara anak saya. Anak saya terbiasa “membajak” HP istri untuk menonton video di YouTube. Meski sudah dibatasi, ia selalu cepat tanggap jika melihat HP di jangkauan tangannya.

Anak saya melihat tombol hijau pada menu panggilan suara WhatsApp dan langsung menjawab telepon. Syukurnya, ia bisa memahami instruksi saya untuk menyerahkan HP kepada istri. Untungnya lagi, ia tidak membuka aplikasi e-commerce dan menekan tombol checkout.

Kami tidak melarang anak secara radikal untuk memegang HP. Justru, kami mengajarkan dia bahwa jika ingin menggunakan HP papa/mama, harus izin dulu. Jika ada telepon, harus diserahkan kepada orang tua. Hal ini membantu anak dan orang tua saling belajar dalam menghadapi dunia digital.

5 Prompt Menarik Gemini AI, Edit Foto Keluarga, Pernikahan, Pasangan, Cukup Salin dan Hasilkan

0

Tren Miniatur Digital dengan Teknologi AI Gemini

Belakangan ini, media sosial seperti Instagram dan TikTok sedang diramaikan oleh tren unik berupa foto bertema action figure atau miniatur digital yang terlihat sangat realistis. Namun, yang menarik adalah, figur-figur tersebut bukanlah hasil karya pematung profesional, melainkan kreasi dari kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google.

Dengan teknologi yang bisa diakses secara gratis, Gemini AI mampu menyulap foto 2D biasa menjadi model 3D berskala 1/7, lengkap dengan detail tekstur, pencahayaan, hingga pose layaknya mainan koleksi premium. Awalnya, tren ini lebih banyak digunakan untuk mengubah foto pribadi, koleksi mobil atau motor, hingga potret bersama pasangan menjadi miniatur digital. Namun, belakangan kreator justru menemukan potensi baru: membuat miniatur dari foto keluarga.

Fenomena ini langsung disambut antusias. Banyak pengguna yang menganggap hasilnya unik sekaligus memiliki nilai emosional, sehingga permintaan untuk mengubah foto keluarga menjadi action figure digital semakin meningkat. Proses pembuatannya pun terbilang mudah. Pengguna hanya perlu memasukkan teks perintah (prompt) ke dalam aplikasi Gemini AI. Setelah itu, sistem akan otomatis menghasilkan miniatur digital yang bisa dibagikan di media sosial, atau bahkan dicetak untuk dijadikan koleksi pribadi.

Beberapa Prompt Populer untuk Membuat Miniatur Foto Keluarga

Berikut beberapa prompt yang bisa digunakan untuk mengubah foto keluarga menjadi action figure yang lagi viral saat ini:

  • “Create a 1/18 scale miniature sculpture of the family from the photo, designed in a highly realistic style as if placed in a real environment. Position the figurine on a work desk with a transparent acrylic base, without any text. On the computer screen, display the 3D modeling process in ZBrush, and next to the monitor place a photo frame showing the original family picture.”
  • “Create a 1:15 scale miniature sculpture of the family from the photo, designed in a highly realistic style as if placed in a real environment. Position the figurine on a work desk with a transparent acrylic base, without any text. On the computer screen, display the 3D modeling process in ZBrush, and next to the monitor place a photo frame showing the original family picture.”
  • A 1/15 scale commercialized figurine of a family, in a highly realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a modern computer desk. The figurine has a round transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the ZBrush modeling process of this figurine. Next to the computer screen is a photo frame showing the original family picture.
  • A 1/15 scale commercialized action figure of a family from the photo, designed in a highly realistic style, in a real environment. The action figure is placed on a modern computer desk. The action figure has a round transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the ZBrush modeling process of this action figure. Next to the computer screen is a BANDAI-style toy packaging box printed with the original artwork. The packaging features two-dimensional flat illustrations.

Cara Mengubah Foto Keluarga Menjadi Miniatur Action Figure

Berikut langkah-langkah mengubah foto keluarga menjadi miniatur action figure di Gemini AI:

  1. Unduh Aplikasi Gemini AI
  2. Dapatkan aplikasi melalui Google Play Store atau App Store.
  3. Atau akses lewat komputer di https://gemini.google.com/.

  4. Unggah Foto yang Ingin Dijadikan Action Figure

  5. Pilih foto dengan resolusi tinggi, pastikan subjek jelas dan fokus.
  6. Unggah foto ke aplikasi Gemini AI.

  7. Gunakan Prompt

  8. Setelah itu, gunakan prompt (bisa di copy dari penjelasan sebelumnya) dan tempelkan di Gemini AI. Aplikasi akan membuat foto anda menjadi menarik hanya dalam beberapa detik.

Tips Optimalkan Prompt untuk Hasil Miniatur yang Sempurna

Membuat miniatur digital dengan Gemini AI tak hanya sekadar memasukkan foto. Kunci untuk mendapatkan hasil yang presisi dan sesuai keinginan terletak pada detail prompt yang diberikan. Semakin spesifik deskripsi yang ditulis, semakin akurat pula hasil yang akan diciptakan oleh AI.

Para kreator yang sudah mahir dalam tren ini membagikan beberapa tips penting. Salah satunya adalah bermain dengan deskripsi teknis, seperti skala miniatur yang diinginkan (misalnya, 1/7 atau 1/18), jenis alas figur (bundar atau persegi), bahkan warna alasnya (transparan atau hitam). Bisa juga menentukan konten yang ditampilkan pada layar komputer, seperti proses modeling 3D di ZBrush, atau lokasi penempatan figur seperti di atas meja kerja atau di rak buku.

Selain itu, menambahkan detail personal juga sangat disarankan. Deskripsikan secara spesifik pakaian yang dikenakan, ekspresi wajah yang ingin ditampilkan, atau aksesori unik yang dipakai oleh subjek foto. Dengan begitu, hasil miniatur akan terasa lebih personal dan akurat.

Jika menginginkan gaya tertentu, tak ada salahnya menunjuk produsen mainan ternama. Menyebutkan nama seperti Bandai, Banpresto, atau Hot Toys akan membantu AI meniru look dan gaya khas dari merek tersebut, membuat miniatur terlihat otentik seperti barang koleksi sungguhan.

Kumpulan Prompt Miniatur Lainnya

Selain foto keluarga, pengguna juga bisa mengubah berbagai foto lain menjadi miniatur, mulai dari foto pribadi, koleksi hingga bersama pasangan. Berikut sejumlah prompt yang populer dan banyak digunakan oleh para kreator untuk membuat minatur action figure yang lagi viral di media sosial.

1. Prompt Action Figure

  • “Create the person in this photo into an action figure toy that should be packaged. The action figure toy equipped with accessories. The packaging box should have a colorful background in a simple design. On the top of the packaging box, include text “Ambar”.”
  • “Turn this photo into a character figure. Behind it, place a box with the character’s image printed on it, and a computer showing the Blender modeling process on its screen. In front of the box, add a round plastic base with the character figure standing on it. Make the PVC material look clear, and set the scene indoors if possible.”
  • “Create a highly detailed 3:4 photorealistic miniature image of a man sitting in a large, transparent glass box with an elegant black base. Near the glass box are a pack of cigarettes, a lighter, a cup of coffee, and a cell phone with the same screen wallpaper as the man. In the background is a computer monitor displaying a 3D design of the man, in wireframe view in a 3D modeling application such as Blender. To the right of the monitor, a plastic model packaging box is visible with the same image with the words ‘Your Name’ and Japanese writing.”
  • “Turn this photo into a character figure. Behind it, place a box with the character’s image printed on it, and a computer showing the Blender modeling process on its screen. In front of the box, add a round plastic base with the character figure standing on it. Make the PVC material look clear, and set the scene indoors if possible.”

2. Prompt Miniatur Motor

  • “Create a realistic 1/7 scale figurine of the motorcycle in the picture. Place it on a computer desk with a transparent acrylic base, no text. On the screen, show a ZBrush modeling process of the figurine, and add a Bandai-style toy packaging box with original artwork beside the monitor.”
  • “Sebuah meja kerja dengan suasana realistis di dalam ruangan. Di atas meja terdapat miniatur motor PCX yang sangat detail dan tampak nyata. Di belakangnya ada monitor komputer besar menampilkan software 3D modeling dengan objek motor yang sama sedang didesain. Di samping monitor ada kotak mainan (model kit) dengan gambar motor itu dan tulisan 2025 ala Bandai yang berbahasa Jepang. Pencahayaan natural, fokus utama pada miniatur motor di atas meja.”

3. Prompt Miniatur Mobil

  • “Create a 1/18 scale commercialized figurine of the car in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk. The figurine has a transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the ZBrush modeling process of the figure. Next to the computer screen is a TAMIYA style toy packaging box printed with the original artwork.”

4. Prompt Miniatur untuk Foto Bersama Pasangan

  • “Generate a 1/7 scale realistic miniature of the couple in the photo. Place them on a wooden desk with small props such as books, coffee cups, and toy packaging. Use soft, cinematic lighting for an Instagram-worthy look.”

5. Prompt Miniatur Lainnya

  • “Buat foto potrait hyperrealistic sebuah meja kerja dengan suasana realistis di dalam ruangan. Di atas meja terdapat sebuah miniatur seorang karakter seperti difoto terlampir, terlihat full badan dari kepala sampai kaki yang sangat detail dan tampak nyata. Di belakangnya ada monitor komputer besar yang menampilkan software 3D modeling dengan objek yang sama. Di samping monitor terdapat kotak diecast dengan gambar karakter tersebut dan tulisan berbahasa Jepang. Objek miniatur berada di atas plat besi hitam tebal dengan tulisan timbul bertekstur perak keemasan ‘Nama Anda’. Pencahayaan ruangan fokus pada miniatur, resolusi tinggi, detail halus, 8K.”

Prompt Gemini AI Viral di Sosmed: Baju Adat, Kafe, Liburan

0

Tren Foto Realistis dengan Bantuan Teknologi AI

Kini, tren membuat foto ala action figure dan potret realistis dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) sedang digandrungi oleh kalangan anak muda. Dengan hanya menyalin sebuah prompt sederhana, siapa pun bisa menghasilkan foto unik yang terlihat nyata meski sejatinya hanyalah hasil olahan digital. Berbagai gaya populer seperti foto dengan busana adat Jawa, suasana berkemah di tepi pantai, atau latar kota Paris kini bisa dibuat dengan mudah.

Teknologi terbaru seperti Gemini AI memudahkan proses ini. Pengguna hanya perlu menyalin deskripsi atau prompt yang sudah tersedia, lalu membiarkan AI mengolahnya menjadi gambar realistis. Dengan kemudahan ini, siapa pun bisa berkreasi tanpa perlu kamera mahal maupun lokasi khusus. Tren ini diprediksi akan semakin populer di kalangan anak muda pencinta dunia digital.

Cara Menggunakan Aplikasi Gemini AI

Berikut langkah-langkah untuk menggunakan aplikasi Gemini AI:

  1. Unduh Aplikasi

    Unduh aplikasi melalui Google Play Store atau App Store. Atau kamu bisa juga mengakses lewat laman https://gemini.google.com/.

  2. Unggah Foto

    Pilih foto dengan resolusi tinggi, pastikan subjek jelas dan fokus. Unggah foto ke aplikasi Gemini AI.

  3. Gunakan Prompt Berikut

    Setelah itu, salin tulisan prompt AI berikut ini dan tempelkan di Gemini AI. Aplikasi akan membuat foto Anda menjadi menarik hanya dalam beberapa detik.

Contoh Prompt untuk Berbagai Gaya

Prompt AI Baju Adat Jawa

Foto vertikal ultra-realistis sinematik (resolusi 32k, rasio aspek 9:16), diambil dengan kamera mirrorless full-frame menggunakan depth of field yang dangkal. Seorang pria seperti foto terlampir, berjalan dengan percaya diri di antara deretan kain ‘mori’ putih yang dijemur. Ia mengenakan pakaian tradisional Jawa yang elegan: beskap hitam dengan sulaman detail, jarik batik gelap yang dililitkan rapi di pinggangnya, dan blangkon senada di kepalanya. Fitur wajahnya simetris dan intens, dengan mata terfokus menatap lurus ke lensa, memancarkan karisma bak model yang tenang.

Latar depan menampilkan sepotong kain putih besar yang berkibar dramatis ke dalam bingkai, sedikit mengaburkan lensa, menambahkan gerakan dinamis dan pelapisan. Latar halaman rumah produksi batik tradisional mengelilinginya, dengan tiang-tiang kayu dan tali jemuran yang membentang hingga ke kejauhan. Angin menerpa kain mori, menciptakan bayangan yang bergerak lembut di tanah. Sinar cahaya menembus pemandangan, menyorot partikel debu serta tekstur kain dan kayu. Gradasi warna sinematik meningkatkan rona hangat, bayangan pekat, dan sorotan vintage yang lembut untuk membangkitkan suasana yang kaya budaya, elegan, dan abadi yang berakar pada warisan Indonesia.

Prompt AI di Cafe

Foto potret realistis seorang (seperti dalam foto) berjalan santai di dalam cafe pada malam hari, dengan latar belakang meja dan kursi segi empat tersusun rapi dengan lampu yang menyala keemasan. Pencahayaan malam terlihat hangat dengan deretan lampu. Tangan kirinya masuk ke saku celana, sementara tangan kanan tergantung rileks di sisi tubuh. Dia terlihat memandang ke arah jauh. Ruangan memantulkan cahaya lampu. Latar belakang bokeh memberikan kesan sinematik, dengan fokus tajam pada subjek utama. Rasio gambar 3:4.

Prompt AI di Kota Paris

Foto potret realistis seorang (seperti dalam foto) berjalan santai di tengah jalan kota Paris pada malam hari, dengan latar belakang Menara Eiffel yang menyala keemasan. Pencahayaan malam kota terlihat hangat dengan deretan lampu jalan yang membentuk garis perspektif di sisi kiri dan kanan. Tangan kirinya masuk ke saku celana, sementara tangan kanan tergantung rileks di sisi tubuh. Dia terlihat memandang ke arah jauh. Jalanan memantulkan cahaya lampu kota, dengan beberapa mobil dan pejalan kaki samar di kejauhan. Latar belakang bokeh memberikan kesan sinematik, dengan fokus tajam pada subjek utama. Rasio gambar 3:4.

Prompt AI di Pinggir Pantai

Buatkan gambar menampilkan sebuah foto dengan suasana indah dan dramatis. Latar depan ada sebuah tenda berwarna biru dengan aksen putih, berdiri di sebuah tepi pantai dengan permukaan pasir putih yang indah. Di sebelah tenda ada seorang pria seperti foto terlampir dengan menggunakan jaket arcteryx warna abh dengan celana running pants pendek hitam tidak ketat, menggunakan kaos kaki putih sepatu salomon senada dengan warna jaket. Sedang duduk di sebuah kursi lipat outdoor sambil memegang sebotol kaleng minuman. Tambahkan meja lipat yang di atasnya ada pizza, burger, dan minuman kaleng serta musik box jbl, terdapat api unggun yang tertata rapi depan api sedikit menyala. Tersandar sebuah gitar classic berwarna coklat di samping tenda. Di dalam tenda tambahkan perlengkapan camping seperti tas, matras, dan sleeping bag. Latar belakang pemandangan pantai saat matahari terbenam. Langit didominasi oleh gradasi warna yang indah, bagian atas kiri berwarna merah muda dan ungu yang cerah, berangsur-angsur memudar menjadi oranye dan kuning di bagian tengah ke kiri bawah, lalu kebiruan di cakrawala kanan. Awan-awan tipis tersebar di seluruh langit, menambah tekstur pada pemandangan. Di bagian bawah gambar, terdapat garis pantai berpasir yang cukup luas, tampak basah oleh air laut yang baru saja surut. Gelombang-gelombang kecil terlihat bergulir menuju pantai, membentuk buih-buih putih di sepanjang tepian. Warna pasir tampak keemasan hingga cokelat muda, memantulkan sedikit cahaya dari langit. Bagian tengah gambar menunjukkan hamparan laut yang luas, dengan riak-riak ombak yang kecil. Di kejauhan, siluet daratan atau pulau terlihat samar-samar di garis cakrawala, dengan beberapa struktur menyerupai tiang atau menara yang mungkin adalah bagian dari infrastruktur pesisir atau pelabuhan. Di sudut kanan atas gambar, terlihat sebagian dari dedaunan pohon yang rindang, memberikan bingkai alami pada pemandangan langit dan laut. Secara keseluruhan, foto ini menangkap momen yang sangat indah dan menenangkan dengan permainan warna alami yang memukau. Pencahayaan gambar lembut dengan kontras yang tinggi.

Prompt AI Keren Lainnya

  1. Buat foto pria ini dari bird’s eye view simetris dengan lensa ultra wide berkacamata hitam dan jas hitam, berdiri santai menatap kamera sambil mengacungkan jari rocker dan jempol dikelilingi bodyguard dan fans yang menyentuh tubuhnya, Dengan kamera wartawan dan flash dibawah frame. Suasana padat, sesak, dan dramatis.
  2. Seorang pria seperti dalam gambar tersebut, duduk santai di depan warung kelontong tradisional. dia melihat kamera dengan ekspresi serius. Di belakang dia ada kulkas Coca-Cola merah penuh minuman (aqua, teh botol, sprite, Coca-Cola, fanta, air mineral), gantungan snack ringan (chiki, keripik singkong, kerupuk, mie gelas) jajanan, di etalase ada rokok (djarum super, sampoerna mild, dji sam soe, La light) dan bumbu dapur khas warung. Matahari sore menyinari dengan cahaya hangat. Suasana terasa sederhana, dan penuh kehangatan lokal. Gaya sinematik, ultra-realistis, 4K, aspek rasio vertikal, pencahayaan alami, fokus dangkal, seperti adegan film romantis di kehidupan sehari-hari.
  3. Fotografi malam ultra-realistis bergaya sinematik, menampilkan seorang pria muda tampan dan maskulin khas Asia Tenggara berkulit sawo matang bersih dan bertubuh ideal. la duduk santai di atas tiang jalan kecil berwarna kuning di tengah pulau kecil zebra cross pada persimpangan kota modern yang sibuk dengan cahaya neon. la mengenakan topi snapback abu gelap yang di pakai terbalik, jaket casual hitam, kaos putih bersih, celana denim abu muda dengan sedikit robekan dilutut, dan sneakers putih bersih. Pose tubuhnya rileks, satu kaki bertumpu pada tiang. sementara pandangannya mengarah ke atas kiri dengan ekspresi percaya diri. Pemandangan kota dipenuhi papan iklan neon dan layar raksasa. termasuk gedung tinggi dengan layar digital besar menampilkan siluet orang berjalan. Efek long-exposure dari lampu kendaraan di kedua sisi menciptakan jejak cahaya dramatis berwarna putih. biru. dan oranye yang menegaskan energi urban. Diambil dari sudut low-angle dengan lensa ultra-wide (16mm). HDR, aperture f/2.8. cinematic color grading. detail tajam, efek bokeh lampu, dan kontras dramatis. Suasana futuristik, penuh energi, dan sinematik.
  4. Batkan gambar Sebuah bidikan lensa fisheye menangkap seorang pria muda Indonesia, tampak berusia akhir belasan atau awal dua puluhan, berdiri di tempat yang tampak seperti kamar tidurnya. Dia diposisikan di depan cermin besar persegi panjang, memantulkan sosok penuhnya. Dia memegang smartphone untuk mengambil gambar, tangannya terlihat. Pria itu mengenakan pakaian kasual: kaos putih tanpa lengan dengan sedikit lebih lebar, pas santai, dipadukan dengan celana panjang gelap yang longgar. Tangan kirinya dengan santai dimasukkan ke dalam sakunya. Rambutnya ditata rapi, pendek di samping dengan volume lebih banyak di atas, dan ekspresinya netral atau sedikit kontemplatif saat dia melihat ke kamera ponsel. Kamar tidur itu sendiri memiliki getaran modern dan agak eklektik, dengan poster dan karya seni yang menghiasi dinding, terlihat baik secara langsung maupun dalam pantulan. Ada beberapa gitar yang tergantung di dinding sebelah kanan, menunjukkan minat musik. Tempat tidur dengan seprai berwarna terang dan selimut abu-abu terlihat di sebelah kiri. Di atas tempat tidur, ada strip pencahayaan hangat dan ambient. Di lemari atau permukaan di depan cermin, koleksi berbagai botol kecil, mungkin parfum atau cologne, tertata rapi. Pencahayaan keseluruhan di ruangan itu lembut, dengan rona biru yang terlihat memancar dari sisi kiri, mungkin dari jendela atau cahaya aksen. Pantulan di cermin menunjukkan pemandangan yang lebih luas dari detail ruangan, menekankan ruang pribadi yang nyaman namun bergaya.
  5. Fotografi malam ultra-realistis bergaya sinematik, menampilkan seorang pria seperti foto terlampir. la duduk santai di atas tiang jalan kecil berwarna kuning di tengah pulau kecil zebra cross pada persimpangan kota modern yang sibuk dengan cahaya neon. la mengenakan topi snapback abu gelap yang di pakai terbalik, jaket casual hitam, kaos putih bersih, celana denim abu muda dengan sedikit robekan dilutut, dan sneakers putih bersih. Pose tubuhnya rileks, satu kaki bertumpu pada tiang. sementara pandangannya mengarah ke atas kiri dengan ekspresi percaya diri. Pemandangan kota dipenuhi papan iklan neon dan layar raksasa. termasuk gedung tinggi dengan layar digital besar menampilkan siluet orang berjalan. Efek long-exposure dari lampu kendaraan di kedua sisi menciptakan jejak cahaya dramatis berwarna putih. biru. dan oranye yang menegaskan energi urban. Diambil dari sudut low-angle dengan lensa ultra-wide (16mm). HDR, aperture f/2.8. cinematic color grading. detail tajam, efek bokeh lampu, dan kontras dramatis. Suasana futuristik, penuh energi, dan sinematik.

Prompt AI Orang Pegang Miniatur Dirinya Sendiri yang Lagi Tren

  1. Ciptakan gambar ultra-realistis seorang pemuda (foto terlampir) yang duduk di meja komputer di ruangan yang terang benderang. la tersenyum sambil memegang patung koleksi dirinya yang detail. Tonjolkan patung tersebut sebagai subjek utama, skala 1/7 yang realistis. Di meja di sampingnya terdapat kotak mainan bermerek dengan fotonya dan desain patung yang sama. Monitor di belakangnya menampilkan perangkat lunak pemahat 3D (seperti ZBrush atau Blender) yang menampilkan model 3D skala abu-abu dirinya dengan pakaian yang sama. Meja tersebut dipenuhi dengan potongan-potongan mainan kecil dan peralatan pemodelan yang tersebar, memberikan suasana kreatif dan seperti bengkel. Komposisi keseluruhan harus terlihat sinematik, sangat detail, dan realistis, dengan pencahayaan lembut yang menonjolkan subjek, patung, dan model 3D di layar.
  2. Buatlah gambar ultra realistik seorang dari orang dalam foto sedang duduk dimeja komputer memegang sebuah figure skala 1/7 dirinya yang mirip dengan dia, dengan gaya realistis dan lingkungan nyata. figure tersebut menggunakan base akrilik transparan berbentuk lingkaran tanpa teks. Pada layar komputer, tampilkan proses modeling figure tersebut di ZBrush. tangan kiri orang tersebut memegang kotak packaging mainan bergaya BANDAI yang dicetak dengan artwork original.
  3. Buatkan gambar dari foto realistis rasio 3:4 miniatur seorang wanita dan pria yang sangat detail sedang duduk dipajang dalam kotak kaca besar transparan dengan alas hitam elegan, di dekat kotak kaca terdapat sebungkus rokok, korek gas, segelas kopi, dan HP dengan wallpaper layar sama dengan pria. Di latar belakang terdapat monitor komputer yang menampilkan desain 3D dari pria tersebut, dalam tampilan wireframe di aplikasi pemodelan 3D seperti Blender. Di sebelah kanan monitor, terlihat kotak kemasan model plastik dengan gambar yang sama bertuliskan ‘Nama Anda’ dan tulisan Jepang.

Prompt Action Couple/Pasangan

  1. “Generate a 1/7 scale realistic miniature of the couple in the photo. Place them on a wooden desk with small props such as books, coffee cups, and toy packaging. Use soft, cinematic lighting for an Instagram-worthy look.”
  2. “Create a 1:7 scale hyper realistic miniature of the couple in the photo. Place them on a wooden desk with small props such as books, coffee cups, and toy packaging. Use soft, cinematic lighting for an Instagram-worthy look.”
  3. Using the model, create a 1/7 scale commercialized figurine of the characters in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk. The figurine has a round transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the Zbrush modeling process of this figurine. Next to the computer screen is a BANDAl-style toy packaging box printed with the original artwork. The packaging features two-dimensional flat illustrations.
  4. Buatkan gambar dari foto realistis rasio 3:4 miniatur seorang wanita dan pria yang sangat detail sedang duduk dipajang dalam kotak kaca besar transparan dengan alas hitam elegan, di dekat kotak kaca terdapat sebungkus rokok, korek gas, segelas kopi, dan HP dengan wallpaper layar sama dengan pria. Di latar belakang terdapat monitor komputer yang menampilkan desain 3D dari pria tersebut, dalam tampilan wireframe di aplikasi pemodelan 3D seperti Blender. Di sebelah kanan monitor, terlihat kotak kemasan model plastik dengan gambar yang sama bertuliskan ‘Nama Anda’ dan tulisan Jepang.

Prompt Action Figure

  1. Create the person in this photo into an action figure toy that should be packaged. The action figure toy equipped with accessories. The packaging box should have a colorful background in a simple design. On the top of the packaging box, include text “Ambar”.
  2. “Turn this photo into a character figure. Behind it, place a box with the character’s image printed on it, and a computer showing the Blender modeling process on its screen. In front of the box, add a round plastic base with the character figure standing on it. Make the PVC material look clear, and set the scene indoors if possible.”
  3. “Create a highly detailed 3:4 photorealistic miniature image of a man sitting in a large, transparent glass box with an elegant black base. Near the glass box are a pack of cigarettes, a lighter, a cup of coffee, and a cell phone with the same screen wallpaper as the man. In the background is a computer monitor displaying a 3D design of the man, in wireframe view in a 3D modeling application such as Blender. To the right of the monitor, a plastic model packaging box is visible with the same image with the words ‘Your Name’ and Japanese writing.”
  4. “Turn this photo into a character figure. Behind it, place a box with the character’s image printed on it, and a computer showing the Blender modeling process on its screen. In front of the box, add a round plastic base with the character figure standing on it. Make the PVC material look clear, and set the scene indoors if possible.”
  5. Use the nano-banana model to create a 1/7 scale commercialized figure of the character in the illustration, in a realistic style and environment. Place the figure on a computer desk, using a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, display the Blender modeling process of the figure. Next to the computer screen, place a (TAKARA-TOMY)-style toy packaging box printed with the original artwork.”
  6. Using the model, create a 1/7 scale commercialized figurine of the characters in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk. The figurine has a round transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the Zbrush modeling process of this figurine. Next to the computer screen is a BANDAI-style toy packaging box printed with the original artwork. The packaging features two-dimensional flat illustrations.
  7. Buat foto potrait hyperrealistic sebuah meja kerja dengan suasana realistis di dalam ruangan. Di atas meja terdapat sebuah miniatur karakter seperti difoto terlampir, terlihat full badan dari kepala sampai kaki yang sangat detail dan tampak nyata. Di belakangnya ada monitor komputer besar yang menampilkan software 3D modeling dengan objek yang sama. Di samping monitor terdapat kotak diecast dengan gambar karakter tersebut dan tulisan berbahasa Jepang. Objek miniatur berada di atas plat besi hitam tebal dengan tulisan timbul bertekstur perak keemasan ‘Nama Anda’. Pencahayaan ruangan fokus pada miniatur, resolusi tinggi, detail halus, 8K.

Prompt Miniatur Motor

  1. “Sebuah meja kerja dengan suasana realistis di dalam ruangan. Di atas meja terdapat miniatur motor PCX yang sangat detail dan tampak nyata. Di belakangnya ada monitor komputer besar menampilkan software 3D modeling dengan objek motor yang sama sedang didesain. Di samping monitor ada kotak mainan (model kit) dengan gambar motor itu dan tulisan 2025 ala Bandai yang berbahasa Jepang. Pencahayaan natural, fokus utama pada miniatur motor di atas meja.”

Prompt Miniatur Mobil

  1. “Create a 1/18 scale commercialized figurine of the car in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk. The figurine has a transparent acrylic base, with no text on the base. The content on the computer screen is the ZBrush modeling process of the figure. Next to the computer screen is a TAMIYA style toy packaging box printed with the original artwork.”

Prompt Miniatur untuk Foto Keluarga

  1. “Create a 1/18 scale miniature sculpture of the family from the photo, designed in a highly realistic style as if placed in a real environment. Position the figurine on a work desk with a transparent acrylic base, without any text. On the computer screen, display the 3D modeling process in ZBrush, and next to the monitor place a photo frame showing the original family picture.”
  2. “Create a 1:15 scale miniature sculpture of the family from the photo, designed in a highly realistic style as if placed in a real environment. Position the figurine on a work desk with a transparent acrylic base, without any text. On the computer screen, display the 3D modeling process in ZBrush, and next to the monitor place a photo frame showing the original family picture.”

Cara Membuat Action Figure Digital dari Foto dengan Gemini AI

0

Tren Kreatif Mengubah Foto Menjadi Action Figure Digital dengan Gemini AI

Tren baru di media sosial Indonesia sedang menggemparkan pengguna, yaitu transformasi foto biasa menjadi figur digital yang terlihat sangat realistis. Dengan bantuan teknologi Gemini AI, siapa pun bisa menciptakan miniatur digital yang mirip mainan premium. Proses ini memungkinkan pengguna mengubah potret diri, keluarga, hewan peliharaan, kendaraan kesayangan, bahkan karakter fiksi favorit menjadi figur digital yang menarik.

Teknologi Gemini AI Membuat Proses Lebih Sederhana

Gemini AI adalah salah satu kecanggihan teknologi yang digunakan untuk membuat action figure digital dari foto. Pengguna hanya perlu mengunggah foto dan memberikan instruksi teks (prompt) yang jelas. Setelah itu, sistem akan merender gambar secara otomatis. Proses ini menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi visual hiperealistis sehingga hasilnya tampak hidup.

Salah satu fitur terbaru yang meningkatkan popularitas tren ini adalah “Nano Banana”, yang merupakan nama unik untuk teknologi Gemini 2.5 Flash Image. Fitur ini memungkinkan pembuatan figur digital mini dengan hasil sangat detail dan realistis dalam hitungan detik. Baik melalui aplikasi Gemini langsung atau lewat studio AI-nya, siapa pun kini bisa membuat versi action figure digital dari apa pun yang mereka inginkan.

Langkah Mudah Membuat Action Figure Digital

Untuk ikut serta dalam tren ini, langkah-langkahnya cukup sederhana:

  1. Buka browser Google Chrome di perangkat yang terhubung internet.
  2. Akses laman resmi https://gemini.google.com dan login menggunakan akun Google.
  3. Tekan ikon (+) di kolom perintah, lalu pilih Upload Image.
  4. Pilih foto yang ingin diubah menjadi figur mini, baik potret diri, pasangan, motor, mobil, maupun hewan peliharaan.
  5. Ketikkan perintah (prompt) spesifik, misalnya: “Make this photo into a 1/18 scale miniature action figure, realistic style, placed on a desk.”
  6. Tekan ikon kirim. Tunggu beberapa detik hingga hasil edit muncul.
  7. Simpan hasil gambar dengan klik kanan kemudian Save image (laptop) atau tekan Download (ponsel).

Contoh Prompt yang Efektif

Untuk mendapatkan hasil maksimal, pengguna disarankan menulis perintah yang detail. Berikut beberapa contoh prompt populer:

  • Miniatur Motor: Figurin motor skala 1/12 bergaya realistis di atas rak kayu dengan kemasan bergaya Bandai.
  • Miniatur Pasangan: Figurin pasangan skala 1/10 di ruang tamu hangat dengan kemasan bergaya Kotobukiya.
  • Miniatur Hewan Peliharaan: Figurin peliharaan skala 1/6 dengan gaya realistis imut di meja belajar, disertai kemasan bergaya Funko.
  • Miniatur Diri Sendiri: Figurin selfie skala 1/8 di meja komputer dengan kemasan bergaya Hot Toys.
  • Miniatur Mobil Balap: Figurin mobil balap skala 1/24 dalam kotak display kaca dengan kemasan bergaya Tamiya.

Manfaat dan Potensi Tren Ini

Tren foto miniatur ini menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin memperluas ruang ekspresi kreatif masyarakat. Selain sebagai hiburan, hasil karya digital ini juga sering dibagikan di media sosial sebagai konten estetik. Dengan kemudahan akses dan hasil yang menarik, tren ini membuka peluang bagi siapa pun untuk bereksplorasi dan mengekspresikan diri melalui karya digital.

6 HP Flagship Terbaik 2025 dengan Kamera Hebat, Mulai Rp12 Jutaan

0

Tren Teknologi 2025: Enam HP Flagship dengan Spesifikasi dan Kamera Terbaik

Tahun 2025 menjadi momen penting bagi penggemar gadget, karena banyak perusahaan besar merilis smartphone flagship dengan spesifikasi yang luar biasa. Persaingan di pasar ini semakin ketat, dengan setiap merek berusaha memberikan inovasi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Salah satu aspek yang paling menonjol adalah kamera. Hampir semua flagship terbaru dilengkapi dengan teknologi kamera canggih, termasuk sensor besar dan kemampuan zoom tinggi. Selain itu, baterai berkapasitas besar serta pengisian cepat juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Desain premium dengan material tahan lama juga turut meningkatkan nilai tambah dari setiap perangkat.

Berikut adalah enam smartphone flagship terbaik 2025 yang menawarkan spesifikasi dan fitur unggulan:

iPhone 17 Pro Max: Layar Jumbo dan Kamera Periscope 48 MP

iPhone 17 Pro Max hadir dengan layar Super Retina XDR OLED 6,9 inci yang memiliki refresh rate ProMotion 120Hz. Kecerahan hingga 3000 nits membuat layar sangat terang dan nyaman dipandang bahkan di bawah sinar matahari.

Ditenagai oleh chipset Apple A19 Pro 3nm, performa perangkat ini meningkat sebesar 40% dibanding generasi sebelumnya. Cocok untuk penggunaan gaming berat maupun multitasking harian.

Kamera triple 48MP dengan telephoto periscope 8x memungkinkan pengambilan gambar dengan detail tinggi dan zoom yang sangat baik. Harga mulai dari Rp18,5 jutaan untuk varian 256GB, tersedia juga varian penyimpanan hingga 2TB.

Vivo X200 Pro: Kamera ZEISS 200 MP dan Baterai 6000 mAh

Vivo X200 Pro menawarkan kamera ZEISS 200 MP dengan zoom optik 3,7x dan OIS untuk hasil stabil. Layarnya LTPO AMOLED 6,78 inci dengan Dolby Vision dan kecerahan hingga 4500 nits menawarkan pengalaman visual yang imersif.

Baterai 6000 mAh didukung fast charging 90W kabel dan 30W nirkabel, menjadikannya perangkat yang bisa digunakan seharian tanpa khawatir kehabisan daya. Harganya sekitar Rp18 juta untuk varian 16GB/512GB.

Huawei Pura 80 Ultra: Kamera Dual Telephoto Super Inovatif

Huawei Pura 80 Ultra dilengkapi dengan kamera belakang yang unik, termasuk dual telephoto switchable hingga 9,4x optical zoom. Kamera depan 50MP Ultra Lighting pop-out memungkinkan selfie lebih jernih bahkan dalam kondisi minim cahaya.

Baterai 5170 mAh dengan fast charging 100W kabel dan 80W wireless menjadikannya salah satu flagship dengan pengisian tercepat. Meskipun harganya relatif mahal, teknologi kameranya sangat inovatif.

Xiaomi 15: Flagship Powerful dengan Harga Lebih Terjangkau

Xiaomi 15 menawarkan layar CrystalRes AMOLED 6,36 inci dengan refresh rate adaptif 120Hz dan kecerahan puncak 3200 nits. Kamera hasil kolaborasi Leica hadir dalam konfigurasi triple 50 MP, mampu merekam video hingga 8K.

Chipset Snapdragon 8 Elite memberikan performa yang tidak kalah dengan flagship lain, didukung RAM 12GB dan penyimpanan hingga 512GB. Harganya di Indonesia mulai dari Rp12,5 jutaan, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau.

Samsung Galaxy S25 Ultra: Quad Kamera 200 MP dan Desain Titanium

Samsung Galaxy S25 Ultra hadir dengan layar Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci resolusi Quad HD+ dan Gorilla Armor 2 yang kuat. Kamera quad dengan sensor utama 200 MP, telephoto 50 MP, dan periscope 50 MP menghasilkan foto yang sangat detail.

Chipset Snapdragon 8 Elite terbaru memberikan performa yang mantap, ditambah RAM 12GB dan penyimpanan hingga 1TB. Harganya mulai dari Rp22,4 jutaan untuk varian 12/256GB.

OPPO Find X8 Pro: Layar Cerah 4500 Nits dan Quad Kamera 50 MP

OPPO Find X8 Pro unggul dengan layar Micro LTPO AMOLED 6,78 inci yang memiliki kecerahan hingga 4500 nits. Layar ini nyaman digunakan di luar ruangan.

Kamera quad 50 MP dengan zoom optik 3x dan digital 120x membuatnya salah satu smartphone dengan kemampuan zoom terbaik. Baterai 5910 mAh mendukung SuperVOOC 80W dan wireless charging 50W. Harganya sekitar Rp19,9 jutaan untuk varian RAM 16GB dan penyimpanan 512GB.

Enam flagship 2025 ini menawarkan berbagai keunggulan yang berbeda. Dari iPhone 17 Pro Max hingga Xiaomi 15, pilihan tergantung pada kebutuhan pengguna. Setiap perangkat dirancang untuk memberikan pengalaman yang luar biasa, baik dalam hal kamera, performa, maupun keawetan.

BI Kalbar Latih Jurnalis tentang Manfaat AI, Haresti Asysy Amrihani Merespons

0

Pelatihan Jurnalis tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di Kalimantan Barat

Sejumlah jurnalis dari Kalimantan Barat mengikuti pelatihan dan diskusi tentang Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Belajarlagi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harris Seminyak, Bali, pada Jumat (12/9/2025). Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membantu para jurnalis dalam menerapkan AI dalam praktik kerja mereka.

Haresti Asysy Amrihani, seorang praktisi media sekaligus kandidat doktor ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI), menjelaskan bahwa AI tidak perlu dilihat sebagai ancaman yang bisa menggantikan profesi jurnalis. Sebaliknya, ia menilai AI justru dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna dalam pekerjaan sehari-hari para jurnalis.

Dalam paparannya, Haresti menyampaikan beberapa topik terkait penggunaan AI dalam dunia jurnalisme. Materi tersebut mencakup pengertian umum tentang AI, sejarah perkembangan teknologi ini, serta contoh penerapan AI di berbagai negara. Ia juga menjelaskan bagaimana AI mulai digunakan di media-media Indonesia, meskipun belum sepenuhnya diterapkan secara menyeluruh.

Menurut Haresti, beberapa media sudah mulai menggunakan AI untuk berbagai keperluan, seperti bantuan penerjemahan, editing foto dan video, hingga pencarian ide penulisan. Ia memprediksi bahwa penggunaan AI akan semakin meningkat di masa depan dalam praktik jurnalisme.

Setelah memberikan materi tentang Optimalisasi Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme, Haresti menekankan pentingnya prinsip-prinsip etika dalam penggunaan AI. Menurutnya, jurnalis harus hati-hati dalam menggunakan teknologi ini karena Dewan Pers telah membuat aturan yang mengatur penggunaannya. Hal ini menjadi standar bagi wartawan dalam menjalankan profesinya.

Dari segi manfaat, AI sangat membantu dalam proses kerja jurnalis. Namun, Haresti menyarankan agar para jurnalis tetap melakukan pemeriksaan ulang terhadap sumber informasi yang kredibel. “Artinya kita tidak boleh sepenuhnya mempercayai AI, tetapi tetap memiliki kendali untuk memverifikasi informasi,” ujarnya.

Selain itu, AI juga bisa digunakan untuk membantu transkripsi percakapan atau dialog panjang menjadi bentuk tulisan. Hal ini sangat berguna dalam proses penyusunan berita.

Para jurnalis dari Kalimantan Barat yang mengikuti pelatihan ini langsung mencoba cara menulis, mengedit, dan mengecek berita dengan bantuan AI. Mereka juga mendapatkan masukan mengenai Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik. Meski aturan ini sudah ada, Haresti menyatakan bahwa implementasinya masih bersifat umum dan kurangnya panduan praktis yang tersedia.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan jurnalis dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dengan memahami potensi dan batasan AI, para jurnalis dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya tanpa kehilangan integritas dan kualitas kerja.