Selasa, April 21, 2026
Beranda blog Halaman 577

Tren AI Miniatur: Cara Buat Konten Viral di TikTok dengan Gemini AI

0

Tren Miniatur AI yang Menggemparkan Media Sosial

Belakangan ini, tren unik di media sosial menarik perhatian banyak pengguna. Salah satu fenomena yang sedang viral adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit foto menjadi miniatur dengan tampilan realistis. Fenomena ini mulai populer di TikTok, kemudian menyebar ke WhatsApp, tempat hasil karya tersebut digunakan sebagai status atau foto profil.

Tren ini semakin diminati karena terlihat menarik dan berbeda dari editan foto biasanya. Dengan bantuan teknologi AI, gambar bisa diubah menjadi miniatur dengan detail yang mirip dengan figur koleksi. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk mencoba dan bereksperimen dengan alat-alat seperti Gemini AI.

Aplikasi AI seperti Gemini menjadi salah satu pilihan favorit untuk menghasilkan efek miniatur ini. Dengan prompt yang tepat, foto biasa dapat disulap menjadi karya visual yang terlihat nyata dan artistik. Proses ini memicu semakin banyak pengguna media sosial untuk mencoba dan berbagi hasil karya mereka.

Selain sekadar hiburan, miniatur AI juga menjadi media ekspresi diri. Banyak pengguna memamerkan hasil karya mereka sebagai identitas digital baru di platform yang mereka gunakan. Ini menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana seseorang ingin menampilkan dirinya secara visual.

Trik Membuat Miniatur AI dengan Prompt Kreatif

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaan prompt menjadi kunci utama dalam proses pembuatan miniatur AI. Contoh prompt populer adalah:

“Create a 1/7 scale miniature figure based on the uploaded photo, in a realistic style and environment. Place the figure on a computer desk, standing on a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, show the ZBrush modeling process of the same figure. Next to the screen, include a BANDAI-style toy packaging box printed with the original photo. Background should be a window overlooking a garden.”

Dengan prompt ini, AI akan menghasilkan miniatur yang tampak nyata dan memiliki nuansa seperti figur koleksi resmi. Detail tambahan, seperti layar komputer dengan proses modeling dan kotak kemasan ala mainan, membuat hasil foto lebih menarik untuk dibagikan di media sosial.

Trik lainnya adalah menyesuaikan gaya pencahayaan, warna, dan latar belakang. Misalnya, menambahkan jendela dengan pemandangan taman bisa memberi kesan hangat dan estetik. Hal ini membuat hasil edit lebih cocok digunakan di WhatsApp maupun TikTok.

Membagikan Hasil Miniatur di WhatsApp dan TikTok

Setelah berhasil membuat miniatur, langkah selanjutnya adalah membagikannya ke media sosial. Untuk WhatsApp, hasil miniatur biasanya dipakai sebagai status atau foto profil. Tampilan unik ini membuat akun terlihat berbeda dan lebih personal.

Di TikTok, banyak pengguna mengunggah video singkat yang memadukan hasil miniatur dengan musik trendi. Tren ini membuat miniatur AI cepat viral dan memicu banyak orang ikut mencobanya. Kombinasi kreativitas, teknologi AI, dan media sosial menjadikan miniatur AI sebagai salah satu tren digital yang menarik di tahun ini.

Baik untuk WhatsApp maupun TikTok, hasil edit miniatur memberi pengalaman baru dalam mengekspresikan diri secara visual. Ini membuktikan bahwa tren ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga cara baru untuk menampilkan identitas digital seseorang.

Samsung Galaxy S25 Plus vs S25: Mana yang Lebih Unggul? Spesifikasi Lengkap!

0

Perbandingan Samsung Galaxy S25 dan S25 Plus: Mana yang Lebih Baik?

Setiap tahun, Samsung merilis tiga versi flagship Galaxy S. Yang pertama adalah Galaxy S25 reguler, kemudian Galaxy S25 Ultra sebagai perangkat mewah, dan di tengahnya adalah Galaxy S25 Plus. Sebagai “anak tengah”, Galaxy S25 Plus seringkali dianggap hanya sebagai versi yang lebih besar dari Galaxy S25 tanpa inovasi signifikan. Hal ini bisa menjadi alasan mengapa Galaxy S24 Plus sebelumnya tidak begitu diminati. Berikut perbandingan lengkap antara Galaxy S25 dan S25 Plus.

Desain dan Ukuran

Galaxy S25 adalah flagship terkecil Samsung tahun ini dengan layar 6,2 inci. Ponsel ini ramping, ringan (162 gram), dan nyaman digunakan dengan satu tangan. Di sisi lain, Galaxy S25 Plus memiliki layar yang lebih besar, yaitu 6,7 inci, serta bodi yang sedikit lebih berat (190 gram). Jika Anda merasa sempit saat mengetik di layar kecil atau kesulitan melihat video, Galaxy S25 Plus akan memberikan pengalaman yang lebih baik.

Kedua ponsel ini memiliki desain premium yang sama, termasuk lapisan Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan dan belakang, rangka Armor Aluminum 2, serta ketahanan air IP68. Secara umum, daya tahan mereka hampir identik, tetapi ukuran dan bobot membuat keduanya cocok untuk preferensi pengguna yang berbeda.

Layar

Perbedaan utama antara Galaxy S25 dan S25 Plus terletak pada resolusi layar. Galaxy S25 Plus memiliki resolusi 1440p, yang memberikan visual yang lebih tajam dibandingkan Galaxy S25 yang hanya memiliki resolusi 1080p. Keduanya menggunakan teknologi AMOLED terbaik Samsung, seperti refresh rate LTPO 120Hz, HDR10+, dan kecerahan maksimum hingga 2600 nits.

Jika Anda memperhatikan kerapatan piksel, Galaxy S25 Plus jelas menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, bagi pengguna yang tidak terlalu memperhatikan detail visual, Galaxy S25 tetap memberikan pengalaman yang sangat baik.

Performa

Di balik layar, kedua ponsel ini memiliki spesifikasi yang sama. Mereka ditenagai oleh chip Snapdragon 8 Elite terbaru dari Qualcomm, RAM 12GB, dan penyimpanan UFS 4.0 yang cepat. Satu-satunya perbedaan terletak pada kapasitas penyimpanan awal. Galaxy S25 dimulai dari 128GB, sementara Galaxy S25 Plus mulai dari 256GB. Jika Anda membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar, Galaxy S25 Plus menjadi pilihan yang lebih baik.

Kamera

Samsung tetap konsisten dalam hal kamera. Kedua ponsel ini memiliki sistem tiga kamera yang sama, yaitu 50MP wide, 10MP telefoto 3x, dan 12MP ultrawide. Kamera depan juga memiliki resolusi 12MP dengan dukungan video 4K. Di belakang, kamera mendukung perekaman video hingga 8K. Dengan demikian, foto dan video yang dihasilkan keduanya hampir identik.

Baterai dan Pengisian Daya

Di bagian baterai, Galaxy S25 Plus unggul. Galaxy S25 memiliki baterai 4000 mAh dengan pengisian daya 25W, sedangkan Galaxy S25 Plus memiliki baterai 4900 mAh dan mendukung pengisian daya kabel hingga 45W. Dengan pengisian daya yang lebih cepat, Galaxy S25 Plus dapat mencapai 65% dalam 30 menit, sedangkan Galaxy S25 hanya mencapai 50% dalam waktu yang sama.

Keuntungan Tambahan

Galaxy S25 Plus memiliki satu fitur tambahan yang menarik, yaitu dukungan Ultra Wideband (UWB). Meskipun bukan fitur wajib bagi semua pengguna, UWB bisa berguna jika Anda menggunakan SmartTags Samsung atau ingin menggunakan ponsel sebagai kunci mobil digital di masa depan.

Mana yang Lebih Baik?

Jika Anda menyukai ponsel yang ringkas dan mudah dibawa, Galaxy S25 adalah pilihan yang ideal. Ponsel ini kuat, nyaman digunakan, dan tidak banyak mengorbankan kualitas. Namun, jika Anda tidak keberatan dengan ponsel yang lebih besar, terutama jika menginginkan daya tahan baterai yang lebih baik, pengisian daya yang lebih cepat, dan layar yang lebih tajam, Galaxy S25 Plus bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Pemilihan antara Galaxy S25 dan S25 Plus tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, dan pilihan akhirnya terserah kepada Anda.

Strategi Cepat! Dapatkan iPhone 17 Tanpa Antre di Tengah Kekurangan Stok

0

Pemesanan Awal iPhone 17 dan iPhone Air Sudah Dimulai

Pemesanan awal untuk model iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max telah dibuka sejak Jumat (12/9). Meskipun baru berjalan sehari, antusiasme konsumen sudah menunjukkan pola model iPhone mana yang paling diminati. Para pengguna yang melakukan pemesanan awal diharapkan menerima pesanan mereka pada 19 September, hari peluncuran resmi.

Antrean Panjang: Model iPhone Mana yang Paling Terdampak?

Sayangnya, estimasi pengiriman untuk beberapa model telah bergeser hingga bulan Oktober. Hal ini terjadi karena kombinasi antara stok yang terbatas dan permintaan pasar yang tinggi. Salah satu model yang paling terkena dampak adalah iPhone 17 Pro Max.

iPhone 17 Pro Max: Model yang Paling Lama Menunggu

Berdasarkan pantauan di situs resmi Apple, mayoritas konfigurasi penyimpanan iPhone 17 Pro Max kini memiliki estimasi pengiriman antara 6 hingga 13 Oktober. Ketersediaan warna tertentu juga mengalami penurunan. Misalnya, varian warna Silver dan Cosmic Orange untuk iPhone 17 Pro Max terlihat lebih langka. Selain itu, varian Deep Blue juga mengalami penundaan pengiriman, dengan jadwal tiba antara 24 hingga 29 September.

Opsi Aman: Model yang Masih Cepat Terkirim

Kabar baiknya, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 masih tersedia untuk pengiriman pada hari peluncuran dalam semua kombinasi warna dan kapasitas penyimpanan. Ini menunjukkan bahwa kedua model tersebut tidak mengalami penundaan signifikan.

Bagaimana dengan iPhone Air yang Inovatif?

Model iPhone Air yang mengusung desain ultra tipis juga sebagian besar masih tersedia untuk pengiriman di hari peluncuran. Berbagai kombinasi warna dan kapasitas tetap tersedia. Namun, varian Cloud White mengalami sedikit penundaan, diperkirakan akan tiba antara akhir September dan awal Oktober.

Popularitas vs. Ketersediaan: Sebuah Tanda Tanya

Estimasi jadwal pengiriman pre-order ini tidak selalu menjadi metrik yang tepat untuk mengukur seberapa baik penjualan setiap model iPhone 17. Alasannya adalah Apple tidak merilis informasi mengenai jumlah unit yang dialokasikan untuk setiap model. Meskipun iPhone 17 Pro Max mungkin sangat populer di fase pre-order awal, ada kemungkinan Apple memang menyediakan stok unit yang lebih sedikit untuk model tersebut dibandingkan yang lain.

Jangkauan Global dan Perkembangan di Indonesia

Pre-order seri iPhone 17 dan iPhone Air sudah dibuka di lebih dari 63 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia. Perangkat ini akan tersedia di toko fisik mulai 19 September.

Seperti biasanya, pre-order iPhone terbaru di Indonesia sedikit lebih lambat dari negara-negara di gelombang pertama. Namun, kabar yang menggembirakan adalah seri iPhone 17 dan iPhone Air telah lolos sertifikasi TKDN. Ini berarti para penggemar Apple di Tanah Air tidak perlu menunggu seperti kasus iPhone 16 series.

Prompt Terlengkap untuk Ubah Foto Keluarga Jadi 3D Realistis

0

Teknologi AI Mengubah Foto Keluarga Menjadi Figur Miniatur 3D yang Super Realistis

Dalam beberapa bulan terakhir, tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah foto keluarga menjadi figur miniatur 3D sedang membanjiri media sosial. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian netizen, tetapi juga menciptakan kesempatan baru bagi pengguna untuk mengabadikan momen spesial dalam bentuk karya seni digital yang sangat realistis.

Google Gemini AI, salah satu inovasi terbaru dari Google, menjadi salah satu alat utama yang digunakan oleh banyak orang untuk membuat figur miniatur 3D. Tidak hanya sekadar efek visual biasa, hasilnya benar-benar mirip dengan action figure kolektor, lengkap dengan alas akrilik, pencahayaan dramatis, dan bahkan bisa diubah menjadi video pendek yang membuat figur tampak hidup.

Alasan Tren Ini Meledak

Banyak faktor yang menyebabkan tren ini viral. Pertama, prosesnya sangat mudah dan gratis. Siapa pun dapat mencoba tanpa perlu menguasai software 3D. Cukup unggah foto ke aplikasi atau situs web Gemini AI, dan hasil siap diunduh. Kedua, hasilnya sangat eksklusif karena dibuat berdasarkan foto asli, sehingga setiap figur memiliki keunikan masing-masing. Ketiga, visual yang dihasilkan sangat memukau dengan detail wajah, pakaian, dan pencahayaan yang nyaris sempurna. Banyak pengguna bahkan tidak percaya bahwa hasil tersebut dibuat oleh AI.

Selain itu, tren ini memiliki nilai emosional tinggi. Figur miniatur ini sering digunakan sebagai hadiah, pajangan rumah, atau kenang-kenangan momen spesial. Karena itu, unggahan miniatur keluarga sering kali mendapat ribuan likes dan komentar dalam waktu singkat.

Persiapan Sebelum Membuat Miniatur AI

Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Pertama, pastikan perangkat yang digunakan cukup mumpuni, seperti smartphone dengan kamera bagus atau laptop dengan koneksi internet stabil. Kedua, akses ke Gemini AI melalui aplikasi atau situs resmi Google. Terakhir, gunakan foto berkualitas tinggi dengan pencahayaan baik, wajah jelas, dan tidak blur.

Cara Mengubah Foto Keluarga Jadi Figur 3D

Berikut langkah-langkah sederhana untuk mengubah foto keluarga menjadi figur 3D:

  1. Unggah Foto: Masuk ke aplikasi Gemini AI, klik ikon “+”, lalu pilih foto yang ingin diubah.
  2. Tulis Prompt Detail: Gunakan prompt berbasis teks dengan deskripsi yang jelas. Contoh: “Buat miniatur patung keluarga skala 1:15 dengan alas akrilik transparan, pencahayaan studio lembut, dan ekspresi wajah natural.”
  3. Tunggu Proses Rendering: Dalam beberapa detik, AI akan memproses gambar dan menampilkan hasil figur 3D.
  4. Unduh Hasil: Simpan dalam resolusi tinggi. Hasil bisa dicetak, dipajang, atau langsung diunggah ke media sosial.

Variasi Prompt Kreatif

Salah satu daya tarik tren ini adalah kebebasan untuk bereksplorasi. Berikut beberapa ide prompt populer:

  • Realistis dengan Box Kolektor: “Buat miniatur keluarga skala 1:9 dengan kemasan ala Bandai, alas akrilik, dan pencahayaan dramatis.”
  • Diorama Rumah Tangga: “Miniatur keluarga dalam kotak akrilik bening, latar ruang tamu hangat, lantai kayu, dan spotlight.”
  • Gaya Cinematic: “Miniatur pasangan dengan pencahayaan hangat, properti buku dan cangkir kopi di sekitarnya, suasana intim ala film indie.”

Mengubah Miniatur Jadi Video Bergerak

Yang membuat tren ini semakin menarik adalah kemampuan untuk mengubah figur menjadi animasi pendek. Caranya adalah dengan menggunakan Google AI Studio dan Video Generator. Unggah hasil figur 3D, masukkan prompt animasi, misalnya: “Dua tangan mengangkat figur dan memutarnya perlahan, latar tetap diam.” Tunggu hasilnya dan unduh video.

Tips Mendapatkan Hasil Maksimal

Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, gunakan foto dengan background polos agar AI fokus pada subjek. Beri deskripsi detail untuk pose, pakaian, dan aksesori. Eksperimen dengan skala berbeda, seperti 1:6, 1:7, atau 1:10. Tambahkan personal touch, seperti nama keluarga di box. Jangan ragu mengulang prompt sampai hasil benar-benar memuaskan.

Tren Konten Viral di Media Sosial

Banyak kreator konten mengaku engagement naik setelah mengunggah hasil miniatur mereka. Posting di Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts. Gunakan hashtag tren seperti #GeminiAI #AICollectibles #MiniaturKeluarga. Tulis caption emosional agar audiens merasa terhubung. Tag akun resmi @GoogleAI untuk memperluas jangkauan.

Lebih dari Sekadar Tren

Di balik keseruannya, miniatur AI membawa makna mendalam. Figur ini bisa menjadi cara baru untuk mengabadikan momen penting: pernikahan, ulang tahun, bahkan reuni keluarga. Namun, pakar mengingatkan agar pengguna tetap bijak. Risiko penyalahgunaan foto publik figur atau manipulasi visual tetap ada. Literasi digital tetap penting agar teknologi ini digunakan untuk kreativitas, bukan merugikan orang lain.

Kreativitas Tanpa Batas

Fenomena ini membuktikan satu hal: kata-kata kini bisa menciptakan dunia baru. Dari sekadar foto sederhana, lahirlah karya visual yang memadukan seni, teknologi, dan emosi. Kini album keluarga tak lagi hanya berupa kertas foto. Dengan AI, momen itu bisa hidup kembali dalam bentuk figur premium yang siap dipajang dan dibagikan ke seluruh dunia.

Harga iPhone 2025: iPhone 17, 17 Air, 16, 16E, 15, 14

0

Daftar Harga iPhone Terbaru Tahun 2025

Apple baru saja meluncurkan beberapa model terbaru dalam lini iPhone, termasuk iPhone 17 dan iPhone 17 Air. Peluncuran ini dilakukan dalam acara Apple Event “Awe Dropping” yang berlangsung pada Selasa (9/9/2025) atau Rabu (10/9/2025) dini hari WIB. Model iPhone 17 Air menjadi pengganti dari iPhone Plus sebelumnya, dengan desain yang lebih tipis dan inovasi teknologi terkini.

Desain dan Teknologi iPhone 17 Air

iPhone 17 Air memiliki ketebalan hanya 5,6 mm, menjadikannya sebagai ponsel iPhone paling tipis yang pernah ada. Meskipun begitu, ponsel ini tetap dirancang untuk tahan lama. Layar dan bagian belakangnya dilapisi Ceramic Shield 2 yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dibanding sebelumnya. Bahkan, untuk pertama kalinya, Apple menyematkan Ceramic Shield di bagian belakang ponsel, yang diklaim empat kali lebih kuat dari versi sebelumnya. Bingkai iPhone 17 Air terbuat dari titanium, memberikan kekuatan ekstra tanpa mengorbankan estetika.

Harga iPhone 17 dan iPhone 17 Air

Kedua model terbaru ini bisa dipesan mulai 12 September dan akan tersedia secara resmi pada 19 September. Berikut daftar harga iPhone 17 dan iPhone 17 Air di Amerika Serikat:

  • iPhone 17 256 GB: 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta)
  • iPhone 17 512 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 256 GB: 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta)
  • iPhone 17 Air 512 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 19,7 juta)
  • iPhone 17 Air 1 TB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 23 juta)

Daftar Harga iPhone Lainnya di Indonesia

Berikut adalah daftar harga iPhone berbagai model di Indonesia, berdasarkan informasi dari situs iBox Indonesia:

iPhone 13
  • 128 GB: Rp 8.249.000 (dari harga semula Rp 10.299.000)
iPhone 14
  • 128 GB: Rp 9.699.000 (dari harga semula Rp 12.499.000)
  • 256 GB: Rp 11.949.000 (dari harga semula Rp 15.299.000)
iPhone 15
  • 128 GB: Rp 10.999.000 (dari harga semula Rp 14.400.000)
  • 256 GB: Rp 13.499.000 (dari harga semula Rp 17.499.000)
iPhone 15 Plus
  • 128 GB: Rp 12.999.000 (dari harga semula Rp 16.499.000)
  • 256 GB: Rp 15.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)
iPhone 16
  • 128 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 16.999.000)
  • 256 GB: Rp 16.499.000 (dari harga semula Rp 19.499.000)
  • 512 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 23.499.000)
iPhone 16 Plus
  • 128 GB: Rp 15.999.000 (dari harga semula Rp 18.999.000)
  • 256 GB: Rp 18.499.000 (dari harga semula Rp 21.499.000)
  • 512 GB: Rp 22.999.000 (dari harga semula Rp 25.499.000)
iPhone 16 Pro
  • 128 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 21.999.000)
  • 256 GB: Rp 20.999.000 (dari harga semula Rp 24.499.000)
  • 512 GB: Rp 25.499.000 (dari harga semula Rp 28.499.000)
  • 1 TB: Rp 29.999.000 (dari harga semula Rp 32.499.000)
iPhone 16 Pro Max
  • 256 GB: Rp 21.999.000 (dari harga semula Rp 25.999.000)
  • 512 GB: Rp 27.499.000 (dari harga semula Rp 30.999.000)
  • 1 TB: Rp 32.499.000 (dari harga semula Rp 34.999.000)
iPhone 16e
  • 128 GB: Rp 11.499.000 (dari harga semula Rp 12.740.000)
  • 256 GB: Rp 13.999.000 (dari harga semula Rp 15.240.000)
  • 512 GB: Rp 17.999.000 (dari harga semula Rp 19.240.000)
iPhone 11
  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
iPhone SE 3rd Gen
  • 64 GB: Rp 6.999.000
  • 128 GB: Rp 8.499.000
  • 256 GB: Rp 9.999.000

Cara Edit Foto Keren dengan Gemini AI Viral di TikTok

0

Tren Edit Foto Ala Studio Profesional dengan Bantuan AI

Tren edit foto yang menyerupai hasil dari studio profesional kini sedang viral di TikTok. Banyak pengguna media sosial membagikan foto yang tampak seperti diambil di studio mewah, padahal hanya diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI). Dengan pencahayaan dramatis, pose elegan, dan latar minimalis, foto-foto ini terlihat sangat estetik dan cocok digunakan sebagai foto profil media sosial, CV, atau bahkan branding personal.

Yang menarik adalah semua itu bisa dilakukan tanpa perlu datang ke studio foto—cukup bermodal satu foto dan akses ke AI. Teknologi AI memungkinkan komputer untuk memahami, memproses, dan menghasilkan sesuatu secara cerdas, layaknya manusia. Dalam konteks edit foto, AI bisa mengenali objek dalam gambar, memahami gaya visual yang diminta, lalu mengubah latar, pencahayaan, dan suasana sesuai instruksi.

Salah satu platform yang ramai digunakan adalah Google Gemini, layanan AI generatif dari Google yang bisa membuat gambar berdasarkan prompt—yaitu perintah atau deskripsi yang kita tulis. Dengan Gemini AI, pengguna cukup mengunggah foto dan menuliskan prompt yang menjelaskan gaya foto yang diinginkan. Misalnya, ingin tampilan elegan dengan blazer hitam dan latar abu-abu seperti studio, cukup tulis deskripsinya dan biarkan AI bekerja. Hasilnya bisa sangat realistis dan profesional, cocok untuk kamu yang ingin tampil standout di LinkedIn, portofolio, atau media sosial tanpa repot dan biaya besar.

Teknologi ini membuka peluang baru bagi siapa saja untuk tampil maksimal secara visual, hanya dengan beberapa klik. Berikut cara membuatnya.

Cara Menggunakan Google Gemini untuk Edit Foto

  1. Masuk ke situs Google Gemini atau klik gemini.google.com.
  2. Pilih menu Gambar.
  3. Unggah foto Anda.
  4. Masukkan prompt yang menjelaskan gaya foto yang diinginkan. Contoh untuk wanita:

    Edit foto itu menjadi duduk santai di dalam ruangan polos bergaya modern dengan dinding abu seperti dalam sebuah ruangan photo studio. dia menggunakan outfit serba hitam: blazer oversize dan celana panjang hijab, tangan terlihat santai tapi elegan. gaya gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius pencahayaan redup dri lampu menciptakan bayangan halus dari kursi dan badan.

Contoh untuk lelaki:

Edit foto itu menjadi duduk santai di dalam ruangan polos bergaya modern dengan dinding abu seperti dalam sebuah ruangan photo studio. dia menggunakan outfit serba hitam: blazer oversize dan clana panjang hijab, tangan terlihat santai tapi elegan. gaya gaya elegan dan edgy dengan nuansa misterius pencahayaan redup dri lampu menciptakan bayangan halus dari kursi dan badan.

Prompt dapat disesuaikan sesuai keinginan.

Membuat Foto Realistis dengan Gemini AI

Banyak tren edit foto menggunakan AI ramai diunggah di berbagai media sosial, khususnya TikTok. Ada yang mengedit foto seolah bersama idolanya, hingga mengedit foto seolah berada di rumah dan mobil yang mewah. Foto AI yang viral di medsos tampak sangat realistis. Tekstur karakter di dalamnya tak lagi tampak seperti animasi. Tampilan karakter foto AI realistis ini tampak menyerupai manusia asli, dengan tekstur wajah yang cukup detail. Kemudian, latar belakang dan pencahayaannya tampak cukup alami seperti foto yang dihasilkan kamera.

Untuk membuat foto realistis via Gemini AI, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Buka website Gemini di https://gemini.google.com dan pastikan telah login akun. Login bisa menggunakan akun Google (akun Gmail).
  • Pada kolom pengetikan pesan, ketik prompt atau teks perintah untuk membuat gambar realistis dengan deskripsi sesuai keinginan.
  • Dalam percobaan kali ini, kami memasukkan prompt untuk membuat gambar realistis seperti ini:

    Berasio 9:16 dan gambar diambil menggunakan kamera drone. Menampilkan seorang wanita berusia 24 tahun, berbadan tinggi 160 bb 55 bersandar pada sebuah mobil Mazda Hatchback 3 berwarna putih yang terparkir di carport salah satu unit rumah ukiran bali modern dua lantai bergaya minimalis. Rumah tersebut memiliki atap datar, jendela besar untuk pencahayaan alami, jalan paving block, dan area hijau yang tertata. wanita itu mengenakan baju kaos hitam dengan celana jeans pendek biru dan sepatu docmart hitam. Rambutnya panjang wavy balayage goldenbrown, dan ia 12 cm lebih tinggi dari mobil Mazda Hatchback 3. Ia berpose dengan tangan memegang mobil. wajah melihat ke depan. Waktu berlatar siang hari. Mazda Hatchback 3 berplat Indonesia “B 51 M4”, terparkir sejajar sebuah Nissan Skyline Hitam tanpa plat nomor.

  • Kirim prompt tersebut ke Gemini. Selanjutnya, Gemini akan menyajikan gambar realistis sesuai perintah. Jika hasilnya dirasa masih kurang sesuai, pengguna bisa mengatur kembali prompt dan meminta Gemini untuk mengolah ulang.

Cara membuat foto realistis AI seperti yang tengah ramai dibagikan di medsos itu pada dasarnya cukup mudah. Pengguna bisa memakai beragam program AI yang mendukung alat image generator. Salah satunya seperti Gemini AI buatan Google.

Tips untuk Membuat Wajah Lebih Mirip

Untuk membuat wajah menjadi mirip, maka dibutuhkan AI face swap. Anda dapat menggunakan face swap untuk edit foto secara gratis.

Cara Menggunakan Face Swap AI Online

  1. Ketik di Google dengan keyword “Face Swap”. Pilih yang AI Face Swap atau dengan link aifaceswap.io.
  2. Jika hanya ingin mengganti 1 wajah, pilih “face swap” atau “tukar wajah” pada menu. Jika ingin mengganti 2 wajah atau lebih, pilih “multiple swap face” atau “tukar banyak wajah”.
  3. Masukkan foto asli dan gambar wajah yang ingin diubah dengan pilih menu klik untuk mengunggah atau click to upload.
  4. Lalu, klik start face swapping atau mulai tukar banyak wajah. Tunggu hingga foto selesai diproses.
  5. Selesai dan tinggal download.

Cara Menggunakan Face Swap AI Aplikasi

  1. Download aplikasi RemakeMe.
  2. Pilih menu Face AI, lalu Face Swap.
  3. Masukkan foto asli dan gambar wajah yang ingin diubah.
  4. Pilih swap face.
  5. Selesai dan tinggal download.

Sebagai informasi, agar Gemini bisa menghasilkan foto yang sesuai keinginan, pengguna harus bisa mendeskripsikan prompt secara detail. Pengguna dapat mulai menyusun prompt dengan membuat deskripsi karakter, seperti postur tubuh, wajah, rambut, dan ekspresi muka. Kemudian, pengguna dapat menambahkan deskripsi yang detail soal latar belakang dan posisi pengambilan foto.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Viral di Medsos, Gambar AI Realistis yang Dibuat dengan Gemini, Ini Caranya”

Anggota DPR Usulkan RUU Sisdiknas Atur Penggunaan AI Bijak

0

Usulan Pengaturan Kecerdasan Buatan dalam RUU Sisdiknas

Anggota Komisi X DPR, Ratih Megasaru Singkarru, mengusulkan agar revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) mencakup aturan terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia menilai penting adanya batasan yang jelas dalam penggunaan AI di dunia pendidikan, mengingat teknologi ini kini semakin umum digunakan oleh pelajar dan mahasiswa.

Ratih menyatakan bahwa AI memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, AI dapat membantu dalam proses belajar mengajar, tetapi di sisi lain, penggunaannya yang berlebihan bisa berdampak destruktif. Ia khawatir para mahasiswa terlalu bergantung pada AI saat menulis esai atau mengerjakan tugas akademik. Meski tidak merinci dampak negatifnya secara spesifik, ia menekankan perlunya regulasi yang jelas agar AI digunakan secara bijak.

Menurutnya, RUU Sisdiknas harus menjadi regulasi yang responsif terhadap perubahan zaman. Ia berharap undang-undang ini mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan modern, termasuk pemanfaatan teknologi seperti AI. Dengan akses yang mudah terhadap layanan AI, Ratih menilai penting bagi pemerintah untuk menyiapkan aturan yang memadai.

Saat ini, DPR sedang menyusun RUU Sisdiknas dengan metode omnibus law, yaitu menggabungkan beberapa undang-undang menjadi satu. Beberapa undang-undang yang akan digabungkan antara lain UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga berupaya memasukkan unsur pendidikan AI dan koding ke dalam RUU Sisdiknas. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menilai pentingnya mengakomodasi pemanfaatan teknologi sebagai respons terhadap tantangan eksternal.

Atip menjelaskan bahwa Kemendikdasmen sedang menyiapkan program pembelajaran mengenai AI dan koding. Ia menegaskan bahwa revisi UU Sisdiknas merupakan inisiatif dari DPR, namun pihak kementerian juga perlu menyusun langkah substantif sebagai penyelenggara pendidikan. Ia memahami bahwa parlemen ingin mewujudkan pendidikan berkualitas, tetapi hal itu harus dicapai secara adil agar semua pihak mendapatkan akses yang sama.

Pada tahun ajaran 2025/2026, pelajaran koding dan AI telah dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan secara bertahap. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pendidikan nasional.

Dengan usulan ini, RUU Sisdiknas diharapkan mampu menjadi dasar hukum yang kuat untuk mengatur penggunaan AI dalam pendidikan, sekaligus menjawab berbagai tantangan di era digital. Dengan aturan yang jelas dan adaptif, pendidikan di Indonesia dapat lebih maju dan siap menghadapi perkembangan teknologi yang pesat.

Cara Membuat Action Figure Digital dari Foto dengan Gemini AI dan Prompt Gratis

0

Tren Baru di Media Sosial Indonesia: Mengubah Foto Menjadi Figur Digital Hiper-Realistis

Media sosial Indonesia kini tengah digemparkan oleh sebuah tren yang menarik perhatian banyak pengguna. Tren ini memungkinkan pengguna mengubah foto biasa menjadi figur digital yang sangat realistis, mirip dengan action figure asli. Teknologi yang digunakan dalam proses ini adalah Gemini AI, yang mampu menghasilkan gambar dengan detail tekstur, pencahayaan, pose, dan aksesori yang menyerupai mainan koleksi premium.

Tren ini tidak hanya menarik perhatian anak muda, tetapi juga para kreator konten karena hasilnya terlihat sangat menarik dan profesional. Dengan menggunakan Gemini AI, pengguna dapat mengubah foto diri sendiri, keluarga, hewan peliharaan, kendaraan, atau bahkan karakter favorit menjadi miniatur digital yang tampak nyata. Prosesnya cukup sederhana, yaitu dengan mengunggah foto dan memberikan instruksi teks (prompt) yang spesifik.

Fitur Terbaru yang Memicu Popularitas

Salah satu fitur terbaru yang mempercepat popularitas tren ini adalah “Nano Banana” atau Gemini 2.5 Flash Image. Fitur ini memungkinkan pembuatan figur mini digital dengan cepat dan sangat realistis melalui aplikasi Gemini atau studio AI milik Google. Pengguna dapat langsung mengakses fitur ini melalui laman resmi Gemini atau melalui aplikasi yang tersedia.

Cara Membuat Foto Menjadi Action Figure dengan Gemini AI

Untuk mengikuti tren ini, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka browser Google Chrome di perangkat yang terhubung internet.
  2. Akses laman resmi https://gemini.google.com dan login menggunakan akun Google.
  3. Tekan ikon (+) di kolom perintah, lalu pilih Upload Image.
  4. Pilih foto yang ingin diubah menjadi figur mini, baik itu potret diri, pasangan, motor, mobil, maupun hewan peliharaan.
  5. Ketikkan perintah (prompt) spesifik, misalnya: “Make this photo into a 1/18 scale miniature action figure, realistic style, placed on a desk.”
  6. Tekan ikon kirim. Tunggu beberapa detik hingga hasil edit muncul.
  7. Simpan hasil gambar dengan klik kanan kemudian Save image (laptop) atau tekan Download (ponsel).

Prompt Gemini AI Miniatur yang Mudah Diingat

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pengguna disarankan menulis perintah yang detail. Berikut beberapa contoh prompt yang sering digunakan:

  • Miniatur Motor: figurin motor skala 1/12 bergaya realistis di atas rak kayu dengan kemasan bergaya Bandai.
  • Miniatur Pasangan: figurin pasangan skala 1/10 di ruang tamu hangat dengan kemasan bergaya Kotobukiya.
  • Miniatur Hewan Peliharaan: figurin peliharaan skala 1/6 dengan gaya realistis imut di meja belajar, disertai kemasan bergaya Funko.
  • Miniatur Diri Sendiri: figurin selfie skala 1/8 di meja komputer dengan kemasan bergaya Hot Toys.
  • Miniatur Mobil Balap: figurin mobil balap skala 1/24 dalam kotak display kaca dengan kemasan bergaya Tamiya.

Manfaat dan Kegunaan Tren Ini

Tren foto miniatur ini menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin memperluas ruang ekspresi kreatif masyarakat. Selain sebagai hiburan, hasil karya digital ini juga kerap dibagikan di media sosial sebagai konten estetik. Banyak pengguna yang memanfaatkannya untuk mengekspresikan diri, mengabadikan momen penting, atau bahkan sebagai bentuk seni digital yang menarik.

Dengan adanya tren ini, pengguna tidak hanya bisa menikmati keindahan teknologi AI, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan karya yang unik dan personal. Hal ini membuktikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri yang kreatif dan inovatif.

Jangan Terkejut! Pre-Order iPhone 17 Pro Max Tunda ke Oktober, Ada Apa?

0

Pengumuman Pre-Order iPhone 17: Tantangan dan Peluang

Apple telah membuka pre-order untuk lini terbaru iPhone 17, yang mencakup iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. Pengumuman ini dilakukan sejak Jumat (12/9) kemarin, memberikan kesempatan bagi penggemar Apple untuk memesan perangkat terbaru mereka sebelum peluncuran resmi.

Meskipun baru berjalan selama satu hari, data pre-order ini bisa menjadi indikator awal untuk mengetahui model mana yang paling diminati oleh konsumen. Secara ideal, para pelanggan yang melakukan pemesanan seharusnya dapat menerima unit iPhone mereka pada 19 September, yaitu tanggal peluncuran resmi.

Penundaan Pengiriman untuk Beberapa Model

Namun, perkiraan pengiriman untuk beberapa varian iPhone sudah menunjukkan penundaan hingga bulan Oktober. Hal ini disebabkan oleh stok yang terbatas dan permintaan yang sangat tinggi dari konsumen.

iPhone 17 Pro Max menempati posisi teratas sebagai model dengan penundaan pengiriman paling lama. Berdasarkan informasi dari situs web resmi Apple, mayoritas konfigurasi penyimpanan iPhone 17 Pro Max memiliki estimasi pengiriman antara 6 hingga 13 Oktober.

Ketersediaan Warna yang Terbatas

Beberapa varian warna untuk iPhone 17 Pro Max dilaporkan mengalami keterbatasan ketersediaan. Misalnya, varian warna Silver dan Cosmic Orange tergolong langka. Sementara itu, varian Deep Blue juga mengalami penundaan, dengan perkiraan tiba pada 24-29 September.

Model Lain yang Lebih Aman di Pre-Order

Di sisi lain, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 masih tersedia untuk pengiriman pada hari peluncuran untuk semua kombinasi warna dan kapasitas penyimpanan. Ini menunjukkan bahwa kedua model tersebut relatif lebih stabil dalam hal ketersediaan.

iPhone Air: Desain Baru dengan Tantangan Kecil

Bagaimana dengan iPhone Air, model baru yang mengusung desain ultra tipis? Model ini pun sebagian besar masih tersedia untuk pengiriman pada hari peluncuran dengan berbagai pilihan warna dan kapasitas. Namun, varian Cloud White mengalami sedikit penundaan, diperkirakan akan sampai antara akhir September dan awal Oktober.

Mengukur Popularitas Berdasarkan Estimasi Pengiriman

Estimasi jadwal pengiriman pre-order ini belum tentu menjadi ukuran pasti seberapa baik penjualan setiap model iPhone 17. Alasannya, tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa banyak unit yang disiapkan Apple untuk setiap varian. Bisa saja iPhone 17 Pro Max memang sangat populer dibandingkan model baru lainnya selama periode pre-order awal. Namun, bukan tidak mungkin Apple memang menyediakan stok unit iPhone 17 Pro Max dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan model lainnya.

Peluncuran Global dan Harapan untuk Indonesia

Pre-order untuk seri iPhone 17 dan iPhone Air telah dibuka di lebih dari 63 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia. Produk ini akan tersedia di toko fisik mulai 19 September.

Seperti biasa, pre-order iPhone terbaru di Indonesia cenderung sedikit lebih lambat dari negara-negara tier pertama. Namun, kabar baiknya adalah seri iPhone 17 dan iPhone Air telah lolos uji TKDN. Ini berarti para penggemar Apple di Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama seperti yang terjadi pada seri iPhone 16 sebelumnya.

Terungkap! iPhone 17 Ludes dalam Sehari: Cek Jadwal Pengiriman Anda!

0

Pemesanan Awal iPhone 17 Resmi Dibuka, Ternyata Ada yang Mengalami Penundaan

Apple telah secara resmi membuka pemesanan awal untuk jajaran iPhone terbaru mereka, termasuk iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. Pemesanan ini dimulai sejak Jumat (12/9) lalu. Meskipun baru berjalan selama satu hari, fase pre-order ini bisa menjadi indikator awal mengenai model iPhone mana yang paling diminati oleh konsumen.

Para pelanggan yang berhasil melakukan pemesanan awal diharapkan menerima perangkat mereka tepat pada tanggal 19 September, yaitu hari peluncuran global. Namun, beberapa varian ternyata mengalami penundaan pengiriman, yang disebabkan oleh keterbatasan stok serta permintaan yang tinggi.

Gelombang Pertama: Penundaan yang Mengejutkan

Beberapa varian iPhone 17 mengalami penundaan pengiriman hingga bulan Oktober mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap beberapa model sangat tinggi, sehingga memengaruhi jadwal pengiriman. Ketersediaan stok juga menjadi faktor utama dalam penundaan ini.

iPhone 17 Pro Max: Antrean Terpanjang

Secara spesifik, iPhone 17 Pro Max adalah model yang paling banyak mengalami penundaan pengiriman. Berdasarkan pantauan di situs resmi Apple, sebagian besar konfigurasi penyimpanan iPhone 17 Pro Max menunjukkan perkiraan tanggal pengiriman antara 6 hingga 13 Oktober.

Varian warna Silver dan Cosmic Orange untuk iPhone 17 Pro Max bahkan memiliki ketersediaan yang lebih terbatas. Sementara itu, varian Deep Blue juga mengalami penundaan pengiriman, dengan estimasi pengiriman antara 24 hingga 29 September.

Model yang Masih Tersedia Cepat

Berbeda dengan iPhone 17 Pro Max, beberapa model lainnya masih tersedia untuk pengiriman pada hari peluncuran awal. Termasuk semua kombinasi warna dan kapasitas penyimpanan.

iPhone 17 Pro, iPhone 17, dan iPhone Air dikabarkan masih dapat dikirimkan pada hari peluncuran, meskipun ada sedikit penundaan untuk varian Cloud White. Varian ini diperkirakan tiba antara akhir September dan awal Oktober.

Menganalisis Data Pre-Order: Antara Popularitas dan Ketersediaan Stok

Perkiraan jadwal pengiriman pre-order ini belum tentu menjadi indikator akurat mengenai performa penjualan setiap model iPhone 17. Jumlah unit yang dialokasikan Apple untuk setiap varian masih menjadi rahasia. Bisa saja iPhone 17 Pro Max lebih populer dibandingkan model lainnya selama periode pre-order awal. Namun, kemungkinan besar Apple sengaja menyediakan unit iPhone 17 Pro Max dalam jumlah yang lebih terbatas dibandingkan seri lainnya.

Ketersediaan Global dan Kabar Baik untuk Indonesia

Pre-order untuk seri iPhone 17 dan iPhone Air telah resmi dibuka di lebih dari 63 negara di seluruh dunia, termasuk pasar besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia. Ketersediaan di toko fisik akan dimulai pada 19 September.

Di Indonesia, fase pre-order iPhone terbaru memang sedikit lebih lambat dibandingkan negara-negara di gelombang pertama. Namun, kabar baiknya adalah seri iPhone 17 dan iPhone Air telah berhasil lolos uji TKDN. Artinya, para penggemar Apple di Tanah Air tidak perlu lagi menunggu terlalu lama seperti pada kasus seri iPhone 16 sebelumnya.