Minggu, April 26, 2026
Beranda blog Halaman 617

Apertus: AI Eropa yang Menguasai 1.000 Bahasa, Gratis untuk Semua!

0

Apertus: AI Super Besar yang Terbuka untuk Semua

Apertus adalah sebuah model kecerdasan buatan (AI) yang berasal dari Swiss. Nama ini berasal dari kata Latin yang berarti “terbuka”. Dari negara yang dikenal dengan jam tangan presisi dan cokelat manis, muncul sebuah inovasi yang mengejutkan dunia: sebuah model AI besar yang seluruh isinya dibuka untuk umum. Tidak ada rahasia, tidak ada gembok digital.

Yang membuat heboh bukan hanya teknologinya, tetapi juga sikapnya. Seluruh arsitektur, data pelatihan, hingga dokumentasi dibuka lebar. Siapa pun bisa mengintip, mengunduh, bahkan memakainya. Mulai dari mahasiswa di kamar kos hingga perusahaan multinasional. Mau membuat chatbot, penerjemah, atau aplikasi belajar? Silakan saja.

AI Ciptaan Eropa yang Bisa Mengerti 1.000 Bahasa

Dukungan besar tidak datang dari iseng-iseng. Apertus lahir dari tiga institusi ternama di Eropa: EPFL, ETH Zurich, dan Swiss National Supercomputing Centre (CSCS). Ketiga lembaga ini bergabung untuk menciptakan cetak biru AI masa depan.

Martin Jaggi, profesor di EPFL, menyebut rilis ini sebagai contoh nyata bagaimana model AI yang terpercaya dan inklusif harus dibangun. Timnya berjanji akan terus memperbarui Apertus. Tidak ada istilah sekali jadi lalu dilupakan.

Dari CSCS, Direktur Thomas Schulthess menyebut Apertus bukan sekadar transfer teknologi. Lebih besar dari itu. Ia adalah infrastruktur jangka panjang. Pondasi digital yang bisa digunakan oleh industri, akademisi, bahkan masyarakat umum.

Dua Varian, Satu Misi

Apertus hadir dalam dua ukuran. Ada versi ramping dengan 8 miliar parameter dan ada juga versi raksasa dengan 70 miliar parameter. Keduanya bisa diunduh dari Hugging Face atau diakses melalui Swisscom.

Lisensinya sangat bebas. Bisa digunakan untuk riset, pendidikan, bahkan komersial. Sebuah langkah besar di tengah dunia AI yang sering tertutup rapat.

Swisscom sendiri sudah langsung menanamkan Apertus di platform AI berdaulat mereka. Tujuannya sederhana: membangun ekosistem digital yang aman dan berpihak pada publik.

Multibahasa, 15 Triliun Data

Kehebatan Apertus bukan hanya soal transparansi. Model ini dilatih dengan 15 triliun token data. Jumlah yang sangat besar, berasal dari lebih dari seribu bahasa di seluruh dunia.

Sekitar 40 persen data justru berasal dari bahasa non-Inggris. Sebuah tamparan halus untuk model lain yang terlalu condong ke Barat. Bahasa kecil pun dirangkul. Romansh, bahasa minoritas di Swiss, ikut dimasukkan.

Imanol Schlag, pemimpin teknis proyek, menegaskan bahwa Apertus dibuat untuk publik. Bukan hanya terbuka, tapi juga multibahasa dan patuh hukum sejak desain awal.

Akses untuk Semua Orang

Mau mencoba? Bisa. Tinggal unduh di situs news.itsfoss.com/apertus/. Namun, tidak semua orang memiliki server besar atau cloud bertenaga. Karena itu, Swisscom membuka akses di acara Swiss {ai} Weeks hingga 5 Oktober 2025. Peserta hackathon bisa langsung menjajal kekuatan Apertus lewat antarmuka khusus.

Joshua Tan dari Public AI Inference Utility menggambarkannya seperti infrastruktur publik. Sama seperti jalan tol, listrik, atau air bersih. Bedanya, ini jalan tol digital. Dibangun oleh lembaga publik, untuk kepentingan publik.

Transparansi Total, Etika Dijaga

Semua tahap Apertus tersedia untuk umum. Dari bobot model, catatan pelatihan, hingga perkembangan terbaru. Tidak ada ruang gelap.

Data pribadi disaring ketat. Permintaan situs web yang menolak datanya dipakai? Dihormati. Materi tak pantas? Dibuang sebelum proses pelatihan. Semua sesuai aturan perlindungan data Swiss, hukum hak cipta Swiss, hingga syarat Undang-Undang AI Uni Eropa.

Antoine Bosselut dari EPFL menegaskan bahwa peluncuran ini bukan akhir. Justru awal. Apertus akan terus dikembangkan. Akan ada versi lebih efisien, lebih khusus untuk bidang vital: hukum, kesehatan, iklim, dan pendidikan.

Swiss baru saja menyalakan mercusuar. Dunia AI kini punya satu jalur baru. Jalan yang lebih terang, lebih terbuka, lebih merakyat.

Cara Membuat Foto Aksi Figure di Gemini AI, Lengkap dengan Contoh Prompt

0

Tren Foto Miniatur yang Viral di Media Sosial

Belakangan ini, media sosial sedang diramaikan oleh tren foto miniatur yang menyerupai action figure. Tren ini memungkinkan pengguna untuk mengubah foto 2D menjadi model 3D dengan skala 1/7, lengkap dengan tekstur, pencahayaan, dan detail yang mirip dengan mainan premium. Hal ini dilakukan menggunakan fitur terbaru dari Gemini AI, yaitu Nano Banana. Fitur ini memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menciptakan tampilan miniatur yang unik dan cocok digunakan sebagai konten media sosial.

Tren ini menarik banyak perhatian karena hasilnya sangat menarik dan bisa diakses secara gratis. Pengguna dapat mengubah berbagai jenis foto, mulai dari potret pribadi hingga momen bersama pasangan atau keluarga menjadi figur mungil layaknya koleksi mainan. Berikut adalah panduan lengkap cara membuat foto miniatur di Gemini AI beserta daftar prompt yang bisa langsung dicoba.

Cara Membuat Foto Miniatur di Gemini AI

Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat foto miniatur menggunakan Gemini AI:

  1. Unduh aplikasi Gemini AI melalui Google Play Store, App Store, atau akses langsung di gemini.google.com.
  2. Unggah foto dengan resolusi tinggi agar hasilnya lebih jelas dan detail.
  3. Pastikan subjek dalam foto jelas dan fokus agar model 3D yang dihasilkan lebih baik.
  4. Salin dan tempel prompt Gemini AI miniatur yang sesuai dengan kebutuhan.
  5. Tempelkan prompt tersebut di aplikasi, dan dalam hitungan detik foto akan berubah menjadi tampilan action figure.
  6. Setelah selesai, unduh hasilnya dan bagikan di Instagram atau media sosial lainnya.

Daftar Prompt AI yang Bisa Digunakan

Prompt merupakan instruksi atau arahan yang digunakan untuk memulai proses kreatif dalam pembuatan konten. Berikut beberapa contoh prompt yang bisa digunakan:

1. Prompt Action Figure

  • “Buat karakter dalam foto menjadi figur mainan yang dikemas. Figur ini dilengkapi aksesoris. Kotak kemasannya memiliki latar belakang berwarna dan desain sederhana. Di atas kotak, tuliskan ‘Ambar’.”
  • “Ubah foto ini menjadi figur karakter. Di belakangnya, tambahkan kotak kemasan dengan gambar karakter tersebut, dan komputer yang menampilkan proses modeling Blender. Di depan kotak, tambahkan alas plastik bulat dengan figur berdiri di atasnya. Buat bahan PVC terlihat jernih dan atur suasana indoor.”
  • “Buat gambar miniatur realistis rasio 3:4 dari seorang pria yang duduk dalam kotak kaca besar transparan dengan alas hitam elegan. Di dekat kotak, tambahkan rokok, korek gas, segelas kopi, dan HP dengan wallpaper sama seperti pria. Di latar belakang, tambahkan monitor komputer yang menampilkan desain 3D pria dalam tampilan wireframe di aplikasi seperti Blender. Di sebelah kanan monitor, tambahkan kotak kemasan plastik dengan gambar yang sama dan tulisan ‘Nama Anda’ serta tulisan Jepang.”

2. Prompt Miniatur Motor

  • “Buat figur motor dalam foto menjadi miniatur skala 1/7 yang realistis. Letakkan di meja komputer dengan alas akrisik transparan tanpa teks. Tampilkan proses modeling ZBrush di layar komputer dan tambahkan kotak kemasan Bandai dengan artwork asli di samping monitor.”

3. Prompt Miniatur Mobil

  • “Buat figur mobil dalam foto menjadi miniatur skala 1/18 yang realistis. Letakkan di meja komputer dengan alas akrisik transparan tanpa teks. Tampilkan proses modeling ZBrush di layar komputer dan tambahkan kotak kemasan Tamiya dengan artwork asli di samping monitor.”

4. Prompt Miniatur untuk Foto Keluarga

  • “Buat skulptur miniatur keluarga dari foto dalam skala 1/18 yang realistis. Letakkan di meja kerja dengan alas akrisik transparan tanpa teks. Tampilkan proses modeling ZBrush di layar komputer dan tambahkan bingkai foto yang menunjukkan foto asli keluarga.”

5. Prompt Miniatur untuk Foto Bersama Pasangan

  • “Hasilkan miniatur realistis pasangan dalam foto dengan skala 1/7. Letakkan di meja kayu dengan prop kecil seperti buku, cangkir kopi, dan kotak mainan. Gunakan pencahayaan lembut dan cinematic untuk tampilan Instagram yang menarik.”

6. Prompt Miniatur Lainnya

  • “Buat foto portrait hyperrealistik dari meja kerja dengan suasana realistis di dalam ruangan. Di atas meja terdapat miniatur karakter yang sangat detail dan tampak nyata. Di belakangnya ada monitor komputer besar yang menampilkan software 3D modeling dengan objek yang sama. Di samping monitor, tambahkan kotak diecast dengan gambar karakter tersebut dan tulisan berbahasa Jepang. Objek miniatur berada di atas plat besi hitam dengan tulisan timbul bertekstur perak keemasan ‘Nama Anda’. Pencahayaan ruangan fokus pada miniatur, resolusi tinggi, detail halus, 8K.”

Dua Cara Membuat Foto Diri Jadi Gantungan Kunci Aksi dengan AI

0

Tren Foto Diri Bergaya Action Figure dengan Bantuan AI

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), tren membuat foto diri dengan gaya seperti action figure kini sedang ramai dibicarakan di media sosial. Warganet memanfaatkan berbagai prompt atau perintah khusus untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan imajinasi mereka, baik dalam bentuk gaya artistik maupun latar belakang unik.

Salah satu tema yang saat ini populer adalah foto bergaya gantungan kunci atau keychain action figure. Dengan menggunakan prompt tertentu, seseorang bisa mengubah potret dirinya menjadi miniatur karakter menyerupai action figure, lengkap dengan aksesori gantungan kunci di bagian atas. Bahkan, nama pribadi juga bisa ditambahkan pada hasil foto tersebut.

Kreativitas ini telah menciptakan gelombang unggahan yang menarik perhatian publik karena tampilannya sering kali terlihat realistis sekaligus estetik. Jika Anda tertarik mencoba, berikut beberapa cara mudah untuk membuat foto diri menjadi seperti action figure.

Cara Membuat Foto Diri Menjadi Action Figure

Ada dua metode utama yang bisa dicoba, yaitu menggunakan Gemini AI dan RemakeFace AI. Kedua alat ini mampu menghasilkan gambar yang menarik dan sesuai dengan permintaan pengguna.

Menggunakan Gemini AI

  1. Buka situs Gemini melalui ponsel atau PC.
  2. Di kolom “Minta Gemini”, tuliskan prompt sesuai keinginan Anda.
  3. Klik ikon panah atau tekan Enter untuk memproses perintah.
  4. Tunggu beberapa saat hingga muncul foto sesuai dengan prompt yang Anda tuliskan.
  5. Unduh foto tersebut agar bisa dibagikan di media sosial.

Menggunakan RemakeFace AI

  1. Buka PlayStore dan unduh aplikasi “RemakeFace: AI Face Swap”.
  2. Setelah terpasang, buka aplikasi tersebut.
  3. Masukkan gambar yang akan di-swap dan masukkan foto Anda.
  4. Tunggu proses hingga hasil foto muncul.
  5. Unduh foto tersebut agar bisa dibagikan di media sosial.

Contoh Prompt untuk Tema Gantungan Kunci

Berikut beberapa contoh prompt populer yang bisa digunakan:

  1. Gantungan Kunci Sepak Bola

    Fotografi produk ultra-realistis 9:16, pencahayaan studio lembut dengan kilauan glossy. Gantungan kunci figure mini realistis dengan detail hidup dan proporsi natural. Karakternya adalah seorang pemuda dalam pose sporty, sedang menggiring bola kecil. Ia mengenakan jersey biru dengan pola halus, celana pendek hitam, kaus kaki panjang, dan sepatu bola. Ekspresinya fokus, dipahat dengan realisme. Tali gantungan kunci berwarna biru dengan motif bola putih dan teks putih tebal bertuliskan “Muhammad Arhan”. Sebuah tangan manusia realistis memegang cincin gantungan, jari-jari menjepit lembut, ditangkap dengan fokus tajam. Latar belakang kabur lembut dengan pencahayaan interior mal, bokeh sinematik, estetika pajangan koleksi premium.

  2. Gantungan Kunci Streetwear

    Fotografi produk ultra-realistis 9:16, pencahayaan studio lembut dengan kilauan glossy. Gantungan kunci figure mini realistis dengan detail hidup dan proporsi natural. Karakternya adalah wanita berhijab dengan gaya streetwear: hoodie kebesaran warna toska dengan grafis, celana jogger abu-abu muda, sneakers putih tebal, serta hijab sporty kasual. Posenya santai, dipahat realistis. Tali gantungan kunci berwarna toska dengan motif grafiti dan teks putih tebal bertuliskan “Nama Anda”. Sebuah tangan manusia realistis memegang cincin gantungan, jari-jari menjepit lembut, ditangkap dengan fokus tajam. Latar belakang kabur lembut dengan pencahayaan interior mal, bokeh sinematik, estetika pajangan produk profesional.

  3. Gantungan Kunci Wanita Bercadar

    Fotografi produk ultra-realistis 9:16, pencahayaan studio lembut dengan kilauan glossy. Gantungan kunci figure mini realistis dengan detail hidup dan proporsi natural. Karakternya adalah seorang muslimah dengan abaya hitam panjang dan niqab yang hanya menampakkan mata realistis, dipahat dengan detail hidup. Busananya sederhana namun elegan, jatuh secara natural. Tali gantungan kunci berwarna hitam doff dengan motif bulan sabit perak dan teks putih tebal bertuliskan “Nama Anda”. Sebuah tangan manusia realistis memegang cincin gantungan, jari-jari menjepit lembut, ditangkap dengan fokus tajam. Latar belakang kabur lembut dengan pencahayaan interior mal, bokeh sinematik, estetika pajangan koleksi premium.

  4. Gantungan Kunci Baju Kasual

    Fotografi produk ultra-realistis 9:16, pencahayaan studio lembut dengan kilauan glossy. Gantungan kunci figure mini wanita berhijab modis, dengan detail hidup dan proporsi natural. Ia mengenakan outfit bergaya drama Korea bernuansa kuning: mantel panjang kuning pastel di atas blouse krem, celana longgar warna beige keemasan, serta hijab mustard muda yang dililit rapi membingkai wajah. Ekspresinya lembut dan ceria, wajah dipahat realistis, berkesan koleksi premium. Tali gantungan kunci berwarna kuning cerah dengan motif bunga daisy dan teks putih tebal bertuliskan “Nama Anda”. Sebuah tangan manusia realistis memegang cincin gantungan, jari-jari menjepit lembut, ditangkap dengan fokus tajam. Latar belakang kabur lembut dengan pencahayaan interior mal, bokeh sinematik, estetika pajangan produk profesional.

  5. Gantungan Seragam Sekolah

    Fotografi produk ultra-realistis 9:16, pencahayaan studio lembut dengan kilauan glossy. Gantungan kunci figure mini realistis dengan detail hidup dan proporsi natural. Karakternya adalah siswi berhijab: mengenakan kemeja putih rapi, rok lipit abu-abu, blazer abu-abu, dan hijab putih bersih dengan gaya sederhana. Wajahnya ceria dan muda, dipahat dengan proporsi realistis. Tali gantungan kunci berwarna abu-abu dengan motif buku dan pensil kecil serta teks putih tebal bertuliskan “Nama Anda”. Sebuah tangan manusia realistis memegang cincin gantungan, jari-jari menjepit lembut, ditangkap dengan fokus tajam. Latar belakang kabur lembut dengan pencahayaan interior mal, bokeh sinematik, estetika pajangan koleksi premium.

Horor Digital Mengintai: Penipuan Paket Melalui File APK, Korban Rugi Puluhan Juta

0

Perkembangan Teknologi dan Ancaman Digital yang Mengkhawatirkan

Kemajuan teknologi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengiriman barang. Kini, pelacakan posisi paket bisa dilakukan secara real-time, dan pilihan ekspedisi semakin beragam, mulai dari BUMN hingga perusahaan swasta internasional. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada sisi gelap yang juga berkembang, yaitu ancaman siber.

Salah satu modus penipuan digital yang saat ini marak adalah file APK yang mengandung malware. File ini biasanya disebarkan melalui pesan WhatsApp, email, atau SMS. Jika diinstal, file tersebut dapat mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, bahkan mengambil alih kontrol perangkat.

Angka Mengerikan Akibat Penipuan Digital

Laporan yang diterima oleh Indonesia Anti Scam Center (IASC) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai angka Rp4,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp350,3 miliar berhasil diblokir. Data lainnya menunjukkan:

  • 381.507 rekening dilaporkan terkait penipuan.
  • 76.541 rekening sudah diblokir.
  • 22.993 nomor telepon teridentifikasi terkait penipuan.

Deputi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menyatakan bahwa phishing masih menjadi modus utama karena mudah dilakukan. Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Kominfo menyediakan layanan pengecekan fakta untuk membantu masyarakat menghindari penipuan.

J&T Express Meluncurkan Kampanye Edukasi “3C: Cek, Curiga, Cancel”

Menyikapi maraknya penipuan yang mencatut nama ekspedisi, J&T Express meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “3C: Cek, Curiga, Cancel”. Kampanye ini bekerja sama dengan aktris horor Asmara Abigail.

CEO J&T Express, Robin Lo, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan tinggal diam jika ada oknum yang mencatut nama J&T. Ia menambahkan bahwa jika terjadi kerugian besar, perusahaan akan mencari solusi terbaik bagi pelanggan.

Brand Manager J&T, Herline Septia, menambahkan bahwa selama 10 tahun, J&T tidak hanya memperkuat layanan internal, tetapi juga melindungi konsumen lewat edukasi pencegahan phishing.

Kisah Nyata: Asmara Abigail Tertipu Phishing

Asmara Abigail mengaku pernah menjadi korban phishing saat sedang syuting di Aceh. Ia menerima pesan iMessage palsu yang mengatasnamakan J&T Express. Pesan tersebut menyatakan bahwa alamat paket tidak terbaca. Setelah diarahkan untuk mengisi alamat dan membayar biaya sebesar Rp9.000, ia diminta memasukkan data kartu kredit. Tanpa sadar, transaksi fiktif itu menguras saldo hingga Rp70 juta dalam waktu 15 menit.

“Sebenarnya horor bukan hanya rumah angker, tapi kehilangan Rp70 juta gara-gara phishing,” ujarnya di kanal YouTube RJL 5. Kini, ia mengingatkan publik untuk selalu ingat prinsip 3C: Cek, Curiga, Cancel.

Modus Penipuan Paket yang Sering Terjadi

Beberapa modus penipuan paket yang sering terjadi antara lain:

  • Hadiah dari luar negeri palsu — korban diminta bayar pajak/administrasi.
  • Paket salah alamat — kurir fiktif meminta biaya klaim.
  • Paket berisi barang ilegal — korban diancam bayar denda agar tidak diproses hukum.
  • Link/APK pelacakan palsu — korban diminta instal aplikasi berisi malware.

Ciri-ciri umum dari penipuan ini meliputi transfer ke rekening pribadi, nomor tak resmi, adanya tekanan psikologis, serta data paket tidak bisa dicek di situs resmi ekspedisi.

Cara Melindungi Diri dari APK Malware

Untuk menghindari ancaman dari APK malware, beberapa langkah penting dapat dilakukan:

  • Jangan asal klik link atau unduh file APK.
  • Gunakan antivirus dan pastikan perangkat selalu diperbarui.
  • Cek langsung dengan customer service atau outlet ekspedisi jika ragu.
  • Terapkan prinsip 3C: Cek, Curiga, Cancel.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, data pribadi, rekening, dan gadget Anda bisa lebih aman dari tindakan penipuan digital.

Dua Penulis Laporkan Apple Diduga Langgar Hak Cipta AI

0

Gugatan Hukum terhadap Apple atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Seorang penulis asal Amerika Serikat, Grady Hendrix dan Jennifer Roberson, telah mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan teknologi ternama, Apple. Gugatan ini dilakukan karena dugaan pelanggaran hak cipta yang diduga dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Dalam laporan yang diterbitkan di berbagai media, keduanya menuduh bahwa Apple menggunakan karya mereka tanpa izin untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan data dari “shadow libraries”, yaitu situs perpustakaan digital ilegal yang menyimpan salinan buku bajakan. Termasuk dalam hal ini adalah karya-karya yang diciptakan oleh Hendrix dan Roberson sendiri.

Applebot, teknologi pengindeks konten milik Apple, disebut memiliki akses ke perpustakaan bayangan tersebut. Para penulis menyatakan bahwa tindakan ini bisa merugikan secara ekonomi dan juga mengurangi kontrol kreatif atas karya yang telah mereka hasilkan.

“Apple telah mengambil karya berhak cipta kami tanpa persetujuan, dan menggunakan hasil kerja keras kami untuk keuntungan komersial mereka sendiri,” tulis Hendrix dan Roberson dalam dokumen hukum mereka.

Gugatan ini tidak hanya dilakukan oleh dua penulis saja, tetapi juga dalam bentuk class action. Hal ini dikarenakan potensi banyaknya penulis dan karya yang terdampak oleh praktik serupa. Mereka berharap dapat mendapatkan kompensasi yang layak atas penggunaan karya mereka tanpa izin.

Kasus ini menjadi bagian dari gelombang gugatan hukum terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang menggunakan konten berhak cipta sebagai data pelatihan AI. Sebelumnya, OpenAI digugat oleh The New York Times dan lembaga berita nirlaba atas tuduhan serupa.

Di sisi lain, perusahaan AI Anthropic baru-baru ini menyetujui penyelesaian gugatan senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp2,46 triliun. Lebih dari 500.000 penulis menerima kompensasi sekitar 3.000 dolar per karya.

Hingga saat ini, Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan yang diajukan. Namun, kasus ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan hak cipta dalam era teknologi AI.

Tantangan yang Dihadapi Penulis dan Pemilik Hak Cipta

Penulis dan pemilik hak cipta kini menghadapi tantangan besar dalam menghadapi penggunaan karya mereka oleh perusahaan teknologi. Dengan berkembangnya AI, semakin banyak data yang dibutuhkan untuk melatih sistem tersebut. Namun, penggunaan data tanpa izin atau kompensasi bisa berdampak buruk pada para pencipta.

Beberapa langkah telah diambil oleh penulis untuk melindungi hak mereka. Selain gugatan hukum, beberapa organisasi juga berupaya untuk memperkuat regulasi terkait penggunaan konten berhak cipta dalam pelatihan AI.

Peran Media dalam Menyampaikan Informasi

Media berperan penting dalam menyampaikan informasi tentang gugatan hukum ini. Berbagai outlet media mencatat perkembangan kasus ini dan memberikan wawasan kepada publik. Dengan adanya informasi yang transparan, masyarakat dapat lebih memahami isu-isu yang berkaitan dengan hak cipta dan teknologi.

Kesimpulan

Gugatan terhadap Apple menunjukkan bahwa masalah hak cipta dalam dunia AI tidak lagi bisa diabaikan. Penulis dan pemilik hak cipta harus terus berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan kompensasi yang layak. Sementara itu, perusahaan teknologi juga perlu mempertimbangkan etika dalam penggunaan data dan memastikan bahwa hak cipta dihormati.

Fakta Mengejutkan: AI Jadi Solusi Penguatan SDM Pendidikan

0

Pelatihan Kecerdasan Buatan untuk Pegawai Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Monash University menyelenggarakan sebuah lokakarya yang bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (KA) atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pegawai dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa penguasaan KA menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda Indonesia. Ia menekankan pentingnya kemampuan ini dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

“Kita mau tidak mau harus menyiapkan diri dengan kemampuan KA dan Big Data sebagai kompetensi paling dibutuhkan di masa depan dalam 5 tahun ke depan,” ujar Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di hadapan 80 pegawai Kemendikdasmen.

Menurut Mu’ti, penguasaan KA juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan KA harus disertai dengan etika yang kuat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi generasi mendatang.

Pelatihan KA menjadi sangat penting dalam meningkatkan kompetensi pegawai. Ia berharap, para peserta dapat bekerja lebih efisien dan memiliki presisi tinggi sehingga dapat melakukan banyak hal tanpa perlu melibatkan banyak orang.

Peran Monash University dalam Pengembangan Teknologi Pendidikan

President and Pro Vice-Chancellor of Monash University, Matthew Nicholson, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemendikdasmen kepada universitasnya. Ia bangga karena Monash University telah meluluskan lebih banyak mahasiswa Indonesia dibandingkan universitas asing lainnya.

“Kehadiran kampus kami di Indonesia sejak 2021 adalah bentuk nyata dari dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia selama lebih dari 65 tahun,” ungkap Nicholson.

Ia menambahkan bahwa Monash University sangat antusias dalam menjajaki peluang baru, khususnya dalam pemanfaatan KA di dunia pendidikan. Ini merupakan bagian dari kontribusi nyata universitas dalam pembangunan masyarakat yang sejahtera.

Pengalaman Peserta Lokakarya

Salah satu peserta lokakarya, Nur Amrizal dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), menyampaikan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan untuk mengikuti program pelatihan KA. Ia merasa pengalaman ini akan sangat berguna dalam tugasnya sehari-hari.

“Kebetulan karena saya bertugas di PPSDM, tentunya pengalaman dan pengetahuan terkait dengan pemanfaatan KA di lingkungan pendidikan akan sangat menambah wawasan,” ucap Amrizal.

Amrizal menambahkan bahwa teknologi KA membantu dalam beberapa aspek pekerjaan. Misalnya, AI bisa menjadi teman diskusi yang baik saat membuat desain pembelajaran. Selain itu, teknologi ini mampu mempercepat pengolahan data dan meningkatkan kualitas kerja pegawai.

Ia juga merasa teknologi KA memberikan inspirasi untuk mengembangkan output pekerjaannya. Dengan adanya pelatihan ini, ia berharap dapat terus berkembang dalam menjalankan tugasnya sebagai pegawai di bidang pendidikan.

OpenAI Ubah Struktur Tim Pengembang Model AI

0

Perubahan Struktur Tim Riset OpenAI

OpenAI baru-baru ini melakukan perubahan besar dalam struktur internal tim riset mereka. Salah satu unit penting, yang dikenal sebagai Model Behavior Team, kini telah dilebur ke dalam unit yang lebih besar bernama Post Training Team. Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat fokus pada pengembangan model setelah fase pra-pelatihan.

Model Behavior Team terdiri dari sekitar 14 peneliti dan selama ini bertanggung jawab atas pembentukan kepribadian model AI yang digunakan oleh OpenAI. Dengan bergabungnya tim ini ke dalam Post Training Team, tugas-tugas yang sebelumnya dijalankan oleh Model Behavior akan semakin terintegrasi dengan proses pengembangan inti model.

Perubahan ini juga mengubah struktur organisasi. Model Behavior Team kini melapor langsung kepada Max Schwarzer, pimpinan Post Training Team. Seorang juru bicara OpenAI mengonfirmasi adanya reorganisasi ini. Selain itu, pemimpin awal Model Behavior, Joanne Jang, juga telah berpindah posisi untuk menggarap proyek baru bernama OAI Labs.

Fokus Baru di OAI Labs

OAI Labs akan menjadi pusat inovasi bagi OpenAI, dengan fokus utama pada penciptaan dan pengembangan antarmuka baru yang memungkinkan kolaborasi manusia dengan AI secara lebih alami. Jang menyebut bahwa proyek ini akan mengeksplorasi pola-pola baru di luar paradigma chat yang biasanya diasosiasikan dengan pertemanan atau agen otonom.

“Saya melihat (sistem AI) sebagai instrumen untuk berpikir, berkarya, bermain, belajar, dan terhubung,” ujarnya dalam unggahan di X pekan lalu. Jang kini menjabat sebagai General Manager OAI Labs dan sementara waktu akan melapor langsung kepada Chief Research Officer Mark Chen.

Tugas Model Behavior Team

Sejak awal, Model Behavior Team menjadi salah satu kelompok riset kunci di OpenAI. Mereka bertugas mengurangi masalah sycophancy, yaitu ketika AI cenderung hanya menyetujui pandangan pengguna, bahkan yang tidak sehat. Selain itu, tim ini juga bertanggung jawab atas isu-isu seperti bias politik serta membantu perusahaan mendefinisikan sikap terhadap kesadaran AI.

Mark Chen menekankan bahwa saat ini, pekerjaan tim ini harus lebih dekat dengan pengembangan inti model. Langkah ini menunjukkan bahwa kepribadian AI kini dianggap sebagai faktor kritis dalam evolusi teknologi OpenAI.

Respons Terhadap Kritik

OpenAI memang sering kali mendapat sorotan terkait perilaku model AI-nya. Misalnya, perubahan kepribadian pada GPT-5 menuai protes karena dianggap lebih dingin meski berhasil menekan sycophancy. Akibatnya, perusahaan kembali memberikan akses ke model lama seperti GPT-4o dan merilis pembaruan agar GPT-5 terasa lebih bersahabat kepada pengguna tanpa kehilangan keseimbangan respons.

Model Behavior Team telah berkontribusi pada semua model sejak GPT-4, termasuk GPT-4o, GPT-4.5, dan GPT-5. Sebelum memimpin tim ini, Jang terlibat dalam proyek Dall-E 2, alat pembuat gambar awal besutan OpenAI.

Dengan perubahan struktur ini, OpenAI berusaha meningkatkan efektivitas dan integrasi antara berbagai unit riset guna menciptakan model AI yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Cara Membuat Miniatur AI, Konten Estetik Viral di Medsos

0

Tren Miniatur AI Menggemparkan Media Sosial

Belakangan ini, tren Miniatur AI sedang viral di berbagai platform media sosial. Foto atau figur digital yang menyerupai mainan miniatur ini menarik perhatian banyak pengguna, terutama di TikTok dan Instagram. Banyak warganet mulai mencoba membuat karya-karya mereka sendiri dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Miniatur AI adalah hasil dari foto yang dibuat dengan bantuan AI, yang menampilkan seseorang, hewan, atau objek dalam bentuk figur kecil seperti action figure. Efek yang dihasilkan sangat realistis karena AI menambahkan detail pencahayaan, tekstur, serta latar belakang yang membuatnya tampak seperti miniatur sungguhan.

Banyak aplikasi dan platform AI yang bisa digunakan untuk membuat Miniatur AI. Beberapa di antaranya adalah Google Gemini AI (dengan fitur Nano Banana), Lmarena AI, dan Dreamina. Semua platform ini dapat diakses secara gratis atau berbayar dan cukup mudah digunakan, bahkan oleh pemula.

Cara Membuat Miniatur AI

Jika Anda ingin mencoba membuat Miniatur AI, berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan foto berkualitas tinggi agar detail lebih jelas.
  2. Unggah foto ke platform AI pilihan, misalnya Google Gemini AI.
  3. Masukkan prompt atau perintah yang jelas dan spesifik agar hasil sesuai harapan.
  4. Tunggu proses selesai, lalu unduh hasilnya.
  5. Lakukan penyuntingan tambahan jika diperlukan sebelum membagikannya di media sosial.

Contoh Prompt Populer

Berikut beberapa contoh prompt yang bisa langsung digunakan untuk menghasilkan Miniatur AI:

  1. Miniatur pribadi di meja kerja:

    Buat figur skala 1/7 dari orang di foto ini dengan gaya realistis. Letakkan di meja komputer di atas alas akrilik transparan. Sertakan kotak kemasan bergaya Bandai di sampingnya.

  2. Miniatur pasangan di ruang tamu:

    Buat figur skala 1/10 dari pasangan dalam foto ini. Letakkan di ruang tamu hangat dengan alas akrilik transparan. Sertakan kemasan bergaya Kotobukiya.

  3. Miniatur hewan peliharaan:

    Buat figur skala 1/6 dari hewan peliharaan pada foto. Letakkan di meja belajar dengan alas akrilik transparan dan kemasan bergaya Funko.

Alasan Tren Miniatur AI Meledak di Indonesia

Ada beberapa alasan mengapa tren Miniatur AI cepat booming di Indonesia:

  • Hasilnya estetik dan memikat, cocok untuk konten media sosial.
  • Mudah dibuat, cukup dengan ponsel atau laptop tanpa perlu keahlian desain khusus.
  • Personal dan unik, karena bisa menggunakan foto diri sendiri, pasangan, atau keluarga.

Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, tren Miniatur AI menjadi salah satu cara kreatif bagi pengguna untuk mengekspresikan diri melalui media sosial. Banyak orang mulai tertarik untuk mencoba membuat karya mereka sendiri, baik untuk tujuan hiburan maupun sebagai bagian dari konten digital yang menarik.

iPhone 17 Diperkirakan Mahal Meski Aturan Tarif Dagang Indonesia-AS Berlaku

0

Ketidakpastian Harga iPhone 17 di Pasar Indonesia

Pengamat teknologi mengungkapkan ketidakpastian terkait dampak kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terhadap harga smartphone iPhone 17. Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyatakan bahwa meski ada kebijakan relaksasi tarif impor dari AS, harga iPhone 17 tidak akan bisa menyaingi ponsel asal China seperti Oppo, Xiaomi, atau Huawei.

Heru menjelaskan bahwa sebagian besar produksi iPhone masih dilakukan di Tiongkok. Oleh karena itu, aturan relaksasi impor 0% yang berlaku dari AS belum jelas akan memengaruhi harga di pasar Indonesia. “Ini yang kita belum jelas aturan mainnya. Karena iPhone banyak diproduksi di China, sementara relaksasi impor 0% itu berlaku dari AS. Jadi masih perlu dipastikan sebenarnya aturannya akan seperti apa,” ujarnya.

Menurut Heru, jika iPhone tetap didatangkan dari Tiongkok, maka tidak akan ada perubahan signifikan pada harganya karena kebijakan relaksasi tidak berlaku. Sebaliknya, jika iPhone harus diimpor langsung dari AS, biaya tambahan seperti ongkos kirim justru berpotensi membuat harganya semakin tinggi. Karena itu, iPhone tetap sulit bersaing dengan smartphone China, khususnya di segmen menengah ke bawah.

“iPhone tetap tidak akan kompetitif dibanding ponsel-ponsel China yang masuk ke pasar bawah dan menengah,” tegas Heru.

Berdasarkan laporan JPMorgan, hanya varian iPhone 17 Pro yang diperkirakan mengalami kenaikan harga karena mulai dari kapasitas 256GB. Harga yang diperkirakan untuk iPhone 17 adalah sekitar US$799 (sekitar Rp 13,1 juta), iPhone 17 Air sekitar US$899 (sekitar Rp 14,8 juta), iPhone 17 Pro sekitar US$1.099 (sekitar Rp 18,0 juta), dan iPhone 17 Pro Max sekitar US$1.299 (sekitar Rp 21,3 juta), dengan asumsi kurs sekitar Rp 16.400 per dollar AS.

Tarif Impor yang Akan Berlaku pada 2025

Tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia, akan berlaku pada Kamis 7 Agustus 2025 waktu AS. Dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih pada Jumat (1/8/2025), daftar bea impor tersebut mencakup baik mitra yang sudah ataupun yang belum menyelesaikan kesepakatan dagang dengan Negeri Paman Sam.

Tarif revisi dijadwalkan mulai berlaku dalam tujuh hari ke depan sejak dirilisnya keputusan terbaru Trump pada 1 Agustus 2025. Dengan demikian, tarif tersebut akan diberlakukan Kamis (7/8/2025). Jeda pemberlakuan tarif itu diberikan guna memberi waktu bagi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS melakukan penyesuaian teknis dalam pemungutan bea masuk.

“Dengan memberlakukan tarif terhadap negara-negara dengan praktik dagang yang tidak resiprokal, Presiden (Donald) Trump mendorong produksi di dalam negeri dan melindungi industri AS,” demikian kutipan lembar fakta tersebut.

Kesepakatan Tarif Impor Indonesia dan AS

Untuk Indonesia, Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan tarif impor sebesar 19% untuk produk dari RI, lebih rendah dari yang sebelumnya 32%. Namun, ekspor AS ke Indonesia nantinya tidak akan dikenakan tarif sama sekali, termasuk untuk perangkat teknologi seperti smartphone.

“Mereka [Indonesia] membayar 19% dan kami tidak membayar apa pun. Kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Bloomberg.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah setuju untuk membeli energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, dan 50 pesawat jet Boeing. “Banyak di antaranya adalah [pesawat Boeing] 777,” ujarnya.

Viral! Cara Mudah Buat Miniatur Aksi dengan Gemini AI, Lengkap dengan Prompt

0

Tren Membuat Miniatur Motor dengan Gemini AI

Belakangan ini, media sosial di Indonesia sedang ramai dengan tren baru yang menarik perhatian banyak pengguna. Tren tersebut adalah membuat miniatur motor yang tampil seperti action figure menggunakan teknologi AI bernama Gemini. Proses ini memungkinkan pengguna untuk mengubah foto motor mereka menjadi figur skala 1/7 yang bisa dipajang di atas meja. Miniatur ini dilengkapi dengan base akrilik transparan dan kotak kemasan bergaya mainan, sehingga terlihat sangat menarik dan realistis.

Banyak kreator dan media di Indonesia telah membagikan langkah-langkah serta prompt siap pakai agar hasilnya lebih realistis. Proses ini semakin populer karena dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit, tanpa memerlukan keahlian khusus atau alat tambahan yang mahal.

Cara Cepat Membuat Miniatur dengan Gemini

Untuk mencoba tren ini, pengguna dapat memanfaatkan layanan Gemini AI melalui website maupun aplikasi. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka situs gemini.google.com atau aplikasi Gemini, lalu login dengan akun Google jika diperlukan.
  • Pilih menu “+ / Upload image”, kemudian unggah foto motor yang ingin diubah menjadi miniatur.
  • Salin dan tempel prompt yang sudah tersedia, lalu kirim. Beberapa kreator sering menggunakan formula seperti “1/7 scale figurine + acrylic base + box kemasan + layar ZBrush”.
  • Simpan hasil yang paling disukai. Jika belum puas, pengguna dapat melakukan generate ulang dengan variasi prompt yang berbeda.

Dengan cara ini, siapa pun bisa membuat miniatur motor sendiri dalam waktu singkat.

Fitur Lanjutan di Gemini AI

Selain fitur dasar, Gemini juga menawarkan opsi kontrol yang lebih detail melalui versi Gemini 2.5 Flash Image yang tersedia di Google AI Studio. Fitur-fitur lanjutan ini termasuk:

  • Penggabungan beberapa gambar (multi-image).
  • Edit berbasis prompt yang lebih spesifik.
  • Konsistensi karakter agar hasil lebih seragam.

Setiap gambar yang dihasilkan dari Gemini dilengkapi dengan watermark tak terlihat bernama SynthID sebagai tanda pengenal resmi.

Prompt Viral Buat Miniatur Pakai Foto Diri Sendiri

Berikut contoh prompt yang sering digunakan oleh kreator untuk menghasilkan miniatur motor ala action figure:

“Create a 1/7 scale miniature figure based on the uploaded photo, in a realistic style and environment. Place the figure on a computer desk, standing on a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, show the ZBrush modeling process of the same figure. Next to the screen, include a BANDAI-style toy packaging box printed with the original photo. Background should be a window overlooking a garden.”

Tren ini berhasil menarik perhatian karena hasilnya unik dan cara pembuatannya sederhana. Dengan prompt viral yang beredar, siapa pun bisa mencoba membuat versi mini dari motornya sendiri dalam hitungan menit. Tidak hanya itu, tren ini juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengekspresikan kreativitas mereka secara visual dengan bantuan teknologi AI yang semakin canggih.