Minggu, April 19, 2026
Beranda blog Halaman 635

OpenAI Luncurkan GPT-5, Tingkat Halusinasi Lebih Rendah

0

Peluncuran GPT-5, Model AI Terbaru dari OpenAI

OpenAI baru saja meluncurkan model AI terbarunya yang diberi nama GPT-5. Peluncuran ini dilakukan pada hari Kamis (7/8/2025) dan menandai langkah penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Salah satu fitur utama dari GPT-5 adalah tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya, serta kemampuan untuk memberikan jawaban yang jarang mengandung informasi yang tidak valid atau halusinasi.

GPT-5 merupakan model AI terpadu yang menggabungkan kemampuan penalaran dari model seri-o dengan respons cepat dari seri GPT. Dengan kombinasi ini, ChatGPT kini dapat menyelesaikan berbagai tugas atas nama pengguna, seperti membuat aplikasi perangkat lunak, menavigasikan kalender, atau menyusun ringkasan dari teks panjang.

Fitur Baru yang Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Salah satu inovasi utama dari GPT-5 adalah adanya router waktu nyata yang memungkinkan sistem menentukan cara terbaik dalam memberikan jawaban. Router ini bisa memberikan jawaban cepat untuk pertanyaan sederhana atau meluangkan waktu tambahan untuk “memikirkan” jawaban yang lebih kompleks.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut GPT-5 sebagai langkah signifikan dalam perjalanan perusahaan menuju pengembangan Artificial General Intelligence (AGI), yaitu kecerdasan buatan yang mampu mengungguli manusia dalam pekerjaan bernilai ekonomi tinggi.

“Memiliki sesuatu seperti GPT-5 hampir tidak terbayangkan sebelumnya dalam sejarah,” ujarnya.

Akses Gratis untuk Semua Pengguna

GPT-5 akan menjadi model default untuk semua pengguna gratis ChatGPT. Ini merupakan bagian dari upaya OpenAI memberikan akses gratis ke model penalaran AI untuk pertama kalinya setelah sebelumnya membatasi model-model canggih di balik sistem berbayar.

Dengan akses gratis ini, pengguna bisa merasakan manfaat dari fitur-fitur mutakhir yang ada di GPT-5 tanpa harus membayar biaya tambahan.

Keunggulan GPT-5 Dibanding Pesaing

OpenAI menyatakan bahwa GPT-5 memiliki kinerja yang sangat baik dalam bidang pengkodean. Model ini mampu menjalankan seluruh aplikasi perangkat lunak sesuai permintaan, yang dikenal sebagai “pengkodean getaran”.

Selain itu, GPT-5 juga unggul dalam menjawab pertanyaan terkait kesehatan. Dalam uji coba HealthBench Hard Hallucinations, model ini hanya berhalusinasi 1,6 dari waktu. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan model GPT-4o dan o3 yang masing-masing mencetak skor 12,9% dan 15,8%.

Wakil Presiden ChatGPT, Nick Turley, menyebut bahwa dalam desain kreatif dan penulisan, GPT-5 mampu memberikan respons yang lebih alami dan menunjukkan selera yang lebih baik dibandingkan model AI lainnya.

Secara keseluruhan, tingkat halusinasi GPT-5 mencapai 4,8%, jauh lebih rendah dibandingkan model sebelumnya seperti GPT-4o dan o3 yang masing-masing memiliki tingkat halusinasi 20,6% dan 22%.

Keamanan dan Transparansi yang Lebih Baik

OpenAI juga mengklaim bahwa GPT-5 lebih aman dibandingkan model sebelumnya. Model ini mampu mengurangi penipuan dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih transparan dan jujur.

Salah satu fitur keamanannya adalah kemampuan untuk membedakan antara pelaku kejahatan yang mencoba menyalahgunakan ChatGPT dan pengguna yang hanya mengajukan prompt tidak berbahaya. Hal ini membuat GPT-5 mampu menolak lebih banyak pertanyaan tidak aman, sekaligus menawarkan lebih sedikit penolakan pada pengguna yang mencari informasi tidak berbahaya.

Perbandingan dengan Model Lain

Meskipun GPT-5 dianggap sebagai salah satu model AI tercanggih, OpenAI mengakui bahwa model ini masih sedikit lebih buruk dibandingkan model AI yang belum berkembang di beberapa area. Namun, secara keseluruhan, GPT-5 mampu mengungguli model-model terkemuka dari Anthropic, Google DeepMind, dan xAI Elon Musk.

Pusat Inovasi AI: Kolaborasi Telkomsel dan ITB Perkuat Transformasi Digital

0

Kolaborasi Strategis Telkomsel dan ITB dalam Pembentukan AI Innovation Hub

Di tengah penyelenggaraan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7–9 Agustus 2025, Telkomsel bersama ITB menandatangani Nota Kesepahaman terkait pembentukan AI Innovation Hub. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna—yang mewakili Direktur Utama Telkomsel Nugroho—dan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara. Acara ini juga disaksikan oleh Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Brian Yuliarto.

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menginisiasi kolaborasi pengembangan ekosistem AI nasional dengan melibatkan akademisi sebagai pusat riset dan inovasi. AI Innovation Hub dirancang sebagai wadah kolaborasi strategis untuk mendorong berbagai inovasi AI yang aplikatif, efektif, serta berdampak luas bagi pembangunan dan kemandirian digital Indonesia. Termasuk dalam rencana adalah penyiapan talenta digital berwawasan AI yang tangguh, adaptif, dan siap berdaya saing global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Brian Yuliarto, menyambut baik kolaborasi antara Telkomsel dan ITB dalam membangun AI Innovation Hub ini. Ia menilai sinergi antara akademisi dan industri menjadi kunci penguatan ekosistem riset nasional, mendukung Misi Asta Cita dalam menciptakan inovasi teknologi dan pengembangan talenta digital untuk kemandirian bangsa.

AI Innovation Hub akan terdiri dari beberapa komponen utama. Pertama, AI Academy, sebuah platform pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) yang dibantu oleh AI. Kedua, AI Labs sebagai wadah riset bersama yang mengutamakan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Aktivitas riset dan diskusi seperti sharing session, seminar, AI use case lab, dan community gathering juga akan rutin digelar di AI Innovation Hub guna mendukung ekosistem inovasi AI di Indonesia. Serangkaian inisiatif ini diharapkan akan menjadi pusat pertemuan strategis antara akademisi, praktisi industri, komunitas, serta pemerintah, untuk menjawab berbagai tantangan nasional.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam percepatan transformasi digital Indonesia, khususnya melalui pengembangan AI dalam program Telkomsel Akselerasikan Indonesia (AI). Ia optimis kerja sama strategis yang diinisiasi oleh Telkomsel bersama ITB ini akan memperkuat ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus mendukung pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, mengatakan bahwa kehadiran AI Innovation Hub di ITB merupakan bentuk nyata komitmen Telkomsel dalam mengakselerasi pemanfaatan AI secara luas. Ia berharap dengan kolaborasi bersama akademisi dengan kompetensi yang relevan, dapat menghadirkan ragam solusi yang unggul dan inovatif bagi industri, pemerintah, dan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan untuk mendukung akselerasi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

ITB dipilih sebagai mitra strategis Telkomsel dalam inisiatif ini karena keunggulannya dalam bidang engineering, data science, serta ekosistem riset yang kuat dan dinamis. Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., turut menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, AI Innovation Hub merupakan bukti nyata sinergi akademisi dengan industri dalam menciptakan inovasi berbasis AI yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional. Kolaborasi ini akan memperkuat upaya menghasilkan talenta digital yang unggul, serta mempercepat implementasi berbagai solusi digital strategis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

ChatGPT GPT-5 Dirilis: Lebih Cerdas, Kurang Kesalahan

0

Pengenalan ChatGPT GPT-5 yang Lebih Cerdas dan Akurat

OpenAI telah meluncurkan versi terbaru dari modelnya, yaitu ChatGPT GPT-5. Model ini dirancang untuk menjadi lebih pintar dan memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya. Salah satu peningkatan utama adalah pengurangan halusinasi, yang berarti model ini jarang mengarang jawaban ketika tidak tahu jawabannya.

Pengembangan GPT-5 dilakukan dengan evaluasi keamanan yang sangat ketat. OpenAI menyatakan bahwa mereka telah melakukan pengujian selama 5.000 jam selama proses pengembangan. Dengan demikian, model ini diharapkan mampu memberikan jawaban yang lebih akurat dan dapat dipercaya.

Fitur Baru dalam ChatGPT GPT-5

Salah satu fitur baru yang ditawarkan oleh ChatGPT GPT-5 adalah ‘penyelesaian aman’. Alih-alih menolak menjawab pertanyaan jika berpotensi berisiko, model ini akan mencoba memberikan jawaban yang lebih aman dan sesuai dengan batasan yang diberikan. Menurut Michelle Pokrass, pemimpin pasca-pelatihan di OpenAI, model ini dilatih untuk mengenali tugas-tugas yang tidak dapat diselesaikan, menghindari spekulasi, serta menjelaskan batasan secara jelas.

Selama peluncuran, OpenAI juga menunjukkan bagaimana ChatGPT GPT-5 bisa digunakan dalam vibe coding, yaitu metode pembuatan perangkat lunak menggunakan AI berdasarkan instruksi sederhana. Contohnya, model ini bisa membuat aplikasi web yang membantu pengguna belajar bahasa Prancis. Aplikasi tersebut memiliki fitur seperti kartu flash, kuis, dan pelacakan kemajuan harian.

Dalam uji coba, OpenAI memasukkan perintah yang sama ke dua jendela ChatGPT GPT-5. Hasilnya, dua aplikasi berbeda muncul dalam hitungan detik. Meskipun masih ada beberapa kekurangan, pengguna tetap bisa melakukan penyesuaian tambahan seperti mengganti latar belakang atau menambahkan tab baru.

Akses untuk Berbagai Jenis Pengguna

ChatGPT GPT-5 tersedia untuk berbagai jenis pengguna OpenAI, termasuk pengguna gratis, Plus, Pro, dan Tim. Peluncuran ini merupakan pertama kalinya pengguna gratis mendapatkan akses ke model penalaran, yang mampu berpikir dan menjalankan rangkaian pemikiran internal sebelum merespons. Jika pengguna gratis mencapai batas penggunaan, mereka akan mendapatkan akses ke versi mini dari GPT-5.

Pengguna OpenAI Plus memiliki batas penggunaan yang lebih tinggi, sedangkan pengguna Pro memiliki akses tak terbatas ke GPT-5 serta versi Pro. Sementara itu, pengguna ChatGPT Edu dan ChatGPT Enterprise akan mendapatkan akses ke GPT-5 sekitar seminggu setelah peluncuran.

Versi Model untuk Pengembang

OpenAI juga merilis tiga versi model yang berbeda untuk para pengembang melalui antarmuka API. Ketiga versi tersebut adalah GPT-5, GPT-5-Mini, dan GPT-5-Nano. Masing-masing dirancang untuk kebutuhan biaya dan latensi yang berbeda, sehingga cocok untuk berbagai jenis proyek.

Selain itu, OpenAI baru-baru ini merilis dua model bahasa berbobot terbuka untuk pertama kalinya sejak peluncuran GPT-2 pada 2019. Model-model ini dirancang sebagai opsi berbiaya rendah yang mudah dijalankan dan disesuaikan oleh pengembang, peneliti, dan perusahaan.

Pengalaman Pengguna yang Lebih Alami

Dengan ChatGPT GPT-5, OpenAI juga mempertimbangkan audiens konsumen yang lebih luas. Perusahaan menyatakan bahwa interaksi dengan model ini terasa alami dan “lebih manusiawi”. CEO OpenAI Sam Altman menyebutkan bahwa ChatGPT GPT-5 seperti memiliki tim ahli tingkat Ph.D. yang siap sedia setiap saat. Ia menambahkan bahwa manusia dibatasi oleh ide, tetapi tidak benar-benar dalam kemampuan untuk mengeksekusinya, dalam banyak hal baru.

Telkomsel dan ITB Jalin Kerja Sama Bentuk AI Innovation HUB di KSTI 2025

0

Kerja Sama Strategis Antara Telkomsel dan ITB dalam Membangun Ekosistem AI Nasional

Telkomsel, salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terus berupaya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional dengan melibatkan akademisi sebagai pusat riset dan inovasi. Dalam rangka mendorong pengembangan teknologi AI yang berdampak luas bagi masyarakat, Telkomsel menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemitraan ini ditandatangani melalui Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang bertujuan untuk membentuk Artificial Intelligence (AI) Innovation Hub.

Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 yang diselenggarakan di ITB pada 7 hingga 9 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna yang mewakili Direktur Utama Telkomsel Nugroho serta Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara. Selain itu, acara juga turut dihadiri oleh Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Brian Yuliarto.

Tujuan Pembentukan AI Innovation Hub

AI Innovation Hub dirancang sebagai wadah kolaborasi strategis antara pihak akademis dan industri untuk mendorong inovasi AI yang aplikatif dan efektif. Tujuan utamanya adalah memberikan dampak positif terhadap pembangunan digital Indonesia, termasuk penyiapan talenta digital yang tangguh dan siap berkompetisi secara global.

Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Brian Yuliarto, kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Ia menyambut baik inisiatif pembentukan AI Innovation Hub yang diinisiasi oleh Telkomsel dan ITB. Menurutnya, sinergi ini akan mendukung Misi Asta Cita dalam menciptakan inovasi teknologi dan pengembangan talenta digital yang mampu mendorong kemandirian bangsa.

Komponen-Komponen AI Innovation Hub

AI Innovation Hub akan terdiri dari beberapa komponen utama. Pertama, AI Academy, sebuah platform pembelajaran digital yang didukung oleh Learning Management System (LMS) dan bantuan AI. Platform ini akan menjadi tempat pelatihan dan pengembangan keterampilan digital bagi para peserta.

Selanjutnya, AI Labs akan menjadi wadah riset bersama yang fokus pada pengembangan solusi AI yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Aktivitas seperti sharing session, seminar, AI use case lab, dan community gathering akan rutin diadakan di AI Innovation Hub untuk memperkuat ekosistem inovasi AI di Indonesia.

Peran Penting Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam percepatan transformasi digital Indonesia. Ia menyebutkan bahwa program Telkomsel Akselerasikan Indonesia (AI) akan diperkuat melalui pengembangan AI. Dengan kerja sama ini, Telkomsel dan ITB berharap dapat memperkuat ekosistem digital nasional yang berdaya saing global sekaligus mendukung pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menambahkan bahwa AI Innovation Hub di ITB merupakan bentuk nyata komitmen Telkomsel dalam mengakselerasi pemanfaatan AI secara luas. Dengan kolaborasi bersama akademisi, Telkomsel berharap dapat menghadirkan solusi yang unggul dan inovatif bagi industri, pemerintah, serta masyarakat. Langkah ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam mendukung akselerasi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Keunggulan ITB sebagai Mitra Strategis

ITB dipilih sebagai mitra strategis Telkomsel dalam inisiatif ini karena keunggulannya dalam bidang engineering, data science, serta ekosistem riset yang kuat dan dinamis. Model kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia dalam waktu dekat.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebutkan bahwa AI Innovation Hub merupakan bukti nyata sinergi antara akademisi dan industri dalam menciptakan inovasi berbasis AI yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional. Kolaborasi ini akan memperkuat upaya ITB dalam menghasilkan talenta digital yang unggul serta mempercepat implementasi solusi digital strategis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Chat GPT 5 Lebih Cerdas, Setara Lulusan S3 atau PhD

0

Pengumuman Terbaru Chat GPT 5 oleh OpenAI

OpenAI baru saja mengumumkan peluncuran generasi terbaru dari Chat GPT, yaitu Chat GPT 5. Diklaim memiliki kemampuan yang luar biasa dan mampu memberikan jawaban yang lebih akurat dan mendalam. Versi terbaru ini disebut-sebut memiliki kemampuan setara dengan mahasiswa S3 atau doktor.

Chat GPT 5 dirancang sebagai AI yang lebih pintar, cepat, dan berguna. Diharapkan menjadi tonggak penting dalam dunia kecerdasan buatan. CEO dan pendiri OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kehadiran Chat GPT 5 menandai era baru dalam teknologi AI yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Teknologi ini menawarkan logika, solusi seperti pikiran manusia yang lulusan PhD, serta respons yang cepat.

Model Chat GPT 5 ini dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks seperti coding dan penulisan dengan sedikit petunjuk. Selain itu, ia juga memberikan penjelasan yang jelas dan alami bagi pengguna. Altman bahkan menyebut GPT-5 sebagai AI yang benar-benar terasa seperti berbicara dengan pakar di berbagai bidang.

Selain itu, GPT-5 juga diklaim lebih jujur dan tidak menipu, sehingga pengguna bisa lebih percaya terhadap jawaban yang diberikan. Ini menjadi langkah besar dalam mengatasi masalah keakuratan data yang sering muncul pada AI sebelumnya.

Altman menyampaikan bahwa Chat GPT 5 akan lebih pintar, cepat, dan berguna khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan coding. Beberapa minggu lalu, Elon Musk juga mempromosikan AI buatannya, Grok, yang disebut lebih cerdas dari level PhD. Meski begitu, GPT-5 diprediksi akan memiliki peran penting, terutama bagi pengembang dan profesional di bidang coding maupun riset karena kemampuannya menciptakan software secara otomatis dan melakukan reasoning mendalam.

Kemampuan dan Perbandingan dengan Generasi Sebelumnya

Selain soal kemampuan dan kecepatan, GPT-5 juga dirancang agar lebih human-like dalam memberi jawaban. Altman membandingkan bahwa Chat GPT-3 seperti berbicara dengan pelajar SMA, GPT-4 seperti berbicara dengan mahasiswa, dan GPT-5 sudah seperti berbicara dengan pakar PhD.

Namun, beberapa pakar etik memperingatkan bahwa kemampuan AI ini masih sebatas menirukan manusia, bukan benar-benar mengganti manusia dalam hal pemikiran dan akal. Contohnya, Prof. Carissa Véliz dari Institute for Ethics in AI menyatakan bahwa meskipun GPT-5 tampil impresif, teknologi ini masih belum mampu menghasilkan keuntungan besar dan lebih banyak soal peniruan daripada inovasi asli.

Ia juga menambahkan bahwa ancaman terbesar bukan hanya soal kemampuan teknis AI, tapi bagaimana kita mengatur dan mengawasi penggunaan teknologi ini secara aman dan bertanggung jawab.

Rencana Peluncuran dan Antisipasi Masa Depan

OpenAI berencana merilis Chat GPT-5 secara penuh kepada semua pengguna mulai hari Kamis. Banyak pihak menantikan apakah model ini benar-benar sebagus yang diklaim, dan bagaimana dampaknya terhadap dunia kerja, kreativitas, serta etika AI di masa depan.

Dengan kemampuan yang semakin canggih, Chat GPT 5 membuka peluang baru dalam penggunaan AI. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menghadapi isu etika dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, penting bagi para pengguna dan pengambil kebijakan untuk tetap waspada dan memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan bersama.

Fungsi Ketuk Logo Apple di iPhone SE 3 yang Belum Diketahui Banyak Orang, Ini Harganya Agustus 2025

0

Fitur Menarik pada iPhone SE 3 yang Perlu Diketahui

Apple selalu menawarkan berbagai fitur inovatif dan canggih dalam setiap perangkatnya, termasuk ponsel genggam. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam segala situasi dan kondisi. Mulai dari generasi pertama hingga model terbaru, Apple terus mengembangkan spesifikasi dan fitur yang semakin lengkap.

Salah satu fitur unik yang mungkin belum diketahui banyak orang adalah fitur ketuk logo Apple pada iPhone SE 3. Fitur ini memiliki dua fungsi yang berbeda dan bisa diaktifkan melalui pengaturan iPhone. Selain itu, fitur lain yang menarik adalah pintasan melalui Touch ID. Tidak hanya digunakan untuk membuka kunci perangkat, Touch ID juga dapat digunakan untuk menambahkan pintasan melalui pengaturan ‘Pintasan Aksebilitas’.

Desain yang Menarik dan Ergonomis

iPhone SE 3 masih menggunakan desain sebelumnya dengan tampilan bezel yang lebar. Namun, desainnya tetap ergonomis dengan dimensi 138,4 x 67,3 x 7,3 mm dan berat 144 gram. Hal ini membuat perangkat ini sangat mudah dibawa dan masuk ke saku celana.

Material yang digunakan pada iPhone SE 3 lebih ramah lingkungan dibandingkan sebelumnya. Selain itu, bagian depan dan belakang dilapisi material kaca Corning dengan melengkung 2,5D. Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan terhadap debu dan air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.

Tombol power, slot SIM, port USB C, mikrofon, speaker utama, tombol volume, dan tombol mute tersusun secara rapi di samping body. Speaker sekunder dan earpiece juga terdapat di bagian atas bezel. Sementara itu, mikrofon terdapat di antara lensa kamera belakang dan lampu flash.

Layar dan Suara Berkualitas

Layar iPhone SE 3 berukuran 4,7 inci dengan resolusi HD+ 750 x 1.334 piksel. Kepadatan piksel mencapai 326 ppi sehingga layar terlihat tajam. Layar juga dilengkapi lapisan anti minyak (oleofobik) dan fitur True Tone yang menyesuaikan kecerahan dan intensitas warna sesuai pencahayaan sekitar.

Selain itu, iPhone SE 3 didukung fitur HDR10 dan Dolby Vision untuk kenyamanan saat menonton video. Speaker stereo yang seimbang memberikan suara lantang dengan sedikit bass. Keamanan layar juga diperkuat oleh Face ID, meskipun Touch ID masih tersedia di tombol home.

Performa yang Tangguh

iPhone SE 3 menggunakan chipset Apple A15 Bionic yang memiliki performa setara dengan iPhone 13 Series. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 5 nm dan memiliki enam inti CPU A15 Bionic yang terbagi menjadi dua klaster. Pengujian Anandtech menunjukkan bahwa inti performa memiliki clockspeed 3,4 GHz dan inti efisiensi 2,0 GHz.

Perangkat ini dilengkapi RAM 4GB dan media penyimpanan 64GB, 128GB, serta 256GB. Dengan kombinasi ini, aktivitas gaming seperti PUBG Mobile atau Call of Duty dapat dijalankan secara imersif.

Kamera yang Menghasilkan Gambar Berkualitas

Meski menggunakan konfigurasi kamera lama, iPhone SE 3 memiliki perombakan software yang meningkatkan kualitas gambar. Kamera utama beresolusi 12MP dengan autofokus, OIS, dan Quad-LED dual-tone flash. Kamera depan beresolusi 7MP dengan fixed-focus.

Fitur baru seperti Smart HDR 4, Photographic Styles, Deep Fusion, dan Portrait mode dipadukan dengan neural engine Apple A15 Bionic untuk menghasilkan gambar berkualitas sesuai dengan fitur tertentu.

Daya Tahan Baterai dan Konektivitas

iPhone SE 3 memiliki daya tahan baterai yang cukup baik. Dalam pengujian, perangkat ini mampu memutar video selama 15 jam dan memiliki skor ketahanan 62 jam. Untuk pengisian daya, iPhone SE 3 mendukung pengisian cepat 20W dan pengisian nirkabel Qi wireless charging 7,5W.

Konektivitasnya juga lengkap, termasuk jaringan 5G, Bluetooth 5.0, WiFi 6, dan NFC. Jaringan 5G yang tersambung ke Sub6 memungkinkan pengguna merasakan kecepatan internet yang lebih baik.

Harga iPhone SE 3

Meskipun tidak lagi dijual di iBox Indonesia, iPhone SE 3 masih bisa dibeli melalui Tokopedia dan Blibli. Berdasarkan pantauan, harga resmi iPhone SE 3 dijual mulai dari Rp 8 jutaan. Sementara itu, harga bekas mulai dari Rp 3 jutaan.

Daftar harga iPhone SE 3 resmi di Indonesia:
– iPhone SE 3 64 GB: Rp 8.249.000
– iPhone SE 3 128 GB: Rp 9.749.000
– iPhone SE 3 256 GB: Rp 11.249.000

Catatan: Harga dan ketersediaan barang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan tergantung stok di setiap toko.

Hanya Rp 999.000, Realme Note 60 dengan Layar 90Hz dan Baterai 5.000 mAh

0

Smartphone Entry Level dengan Spesifikasi Menggiurkan

Bagi Anda yang sedang mencari smartphone dengan harga terjangkau namun tetap memiliki kualitas yang baik, realme Note 60 bisa menjadi pilihan yang menarik. Pada tahun 2025, perangkat ini hadir dengan harga mulai dari Rp 999.000, menjadikannya salah satu opsi terbaik di kelas entry-level.

Layar yang Menarik dan Nyaman Digunakan

Salah satu keunggulan utama realme Note 60 adalah layarnya yang luas dan responsif. Dengan ukuran layar sebesar 6,74 inci dan resolusi HD Plus (720 x 1600 piksel), pengguna akan merasa nyaman saat melakukan berbagai aktivitas, seperti menonton video atau berselancar di internet. Layar ini juga dilengkapi dengan refresh rate 90 Hz yang membuat scrolling lebih halus dan responsif. Tingkat kecerahan hingga 560 nits memastikan layar tetap terlihat jelas meskipun digunakan di bawah sinar matahari langsung. Selain itu, poni waterdrop di bagian atas layar dilengkapi fitur Mini Capsule 2.0 untuk menampilkan notifikasi secara interaktif.

Baterai Jumbo yang Tahan Lama

Realme Note 60 juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar, yaitu 5.000 mAh. Dengan baterai ini, pengguna dapat menggunakan perangkat selama hingga 30 jam untuk panggilan telepon dan waktu siaga hingga 1.013 jam. Meski kapasitas baterainya besar, proses pengecasan masih mengandalkan output 10 watt, sehingga durasi pengisian daya tidak secepat smartphone yang sudah mendukung fast charging. Namun, baterai ini diklaim mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas setelah 1.000 kali siklus pengisian.

Desain Stylish dan Ramping

Selain performa, realme Note 60 juga menawarkan desain yang stylish dan ramping. Perangkat ini tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Voyage Blue dan Marble Black, yang memberikan kesan elegan dan modern. Dimensi perangkatnya mencapai 167,3 x 76,7 x 7,84 mm dengan bobot sekitar 187 gram, menjadikannya mudah dibawa-bawa. Permukaan bodinya dirancang melalui proses litografi ultra-presisi, sehingga menghasilkan tekstur unik dan efek visual yang dinamis.

Ketangguhan dengan Teknologi ArmorShell Protection

Realme Note 60 dilengkapi dengan teknologi ArmorShell Protection yang dirancang untuk melindungi perangkat dari benturan dan tekanan. Teknologi ini diperkuat oleh sertifikasi High Reliability dari TÜV Rheinland serta sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air. Fitur tambahan seperti Air Gesture dan Rainwater Smart Touch juga memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan layar tanpa sentuhan maupun dalam kondisi basah.

Memori yang Fleksibel dan Performa Cukup Mumpuni

Varian tertinggi dari realme Note 60 dilengkapi dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Perangkat ini juga didukung oleh fitur RAM Dinamis yang bisa diperluas secara virtual hingga total 24 GB. Ruang penyimpanan juga bisa diperbesar dengan microSD hingga 2 TB. Performa perangkat ini didukung oleh chipset UNISOC T612 dengan fabrikasi 12 nm dan GPU Mali-G57 MP1. Fitur AI Boost juga disematkan untuk membantu mengurangi lag dan meningkatkan kelancaran penggunaan.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Meski memiliki banyak keunggulan, realme Note 60 masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya fitur NFC yang biasanya digunakan untuk transaksi digital atau duplikasi kartu akses. Selain itu, dukungan pengisian dayanya masih terbatas pada 10 watt, sehingga waktu pengecasan relatif lebih lama dibanding smartphone lain yang sudah mendukung fast charging.

Harga yang Semakin Terjangkau

Pada tahun 2025, harga realme Note 60 terus menurun. Berdasarkan informasi dari realme Official Store di marketplace Shopee, harga perangkat ini antara lain sebagai berikut:
– realme Note 60 4 GB/ 64 GB : Rp 999.000
– realme Note 60 6 GB/ 128 GB : Rp 1.499.000
– realme Note 60 8 GB/ 256 GB : Rp 1.699.000

Chatbot AI Dibatasi di AS, Mengapa?

0

Larangan Penggunaan ChatGPT dalam Bidang Kesehatan Mental di Amerika Serikat

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah tegas untuk melarang penggunaan chatbot AI seperti ChatGPT dalam aktivitas yang terkait dengan kesehatan mental. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan kesehatan mental tetap dikelola oleh profesional berlisensi, bukan oleh teknologi yang tidak memiliki empati atau tanggung jawab hukum.

Penggunaan AI dalam bidang kesehatan mental menimbulkan kekhawatiran tentang risiko informasi yang salah, kurangnya pemahaman emosional, dan ketidaktegasan dalam akuntabilitas. Meskipun AI menawarkan efisiensi dan aksesibilitas, teknologi ini tidak dapat menggantikan peran manusia dalam memberikan dukungan yang sensitif dan mendalam.

Illinois Mengambil Langkah Terobosan

Negara bagian Illinois menjadi salah satu yang paling proaktif dalam mengatur penggunaan AI dalam kesehatan mental. Gubernur JB Pritzker telah menandatangani undang-undang yang dikenal sebagai Wellness and Oversight for Psychological Resources Act. Undang-undang ini melarang platform AI seperti ChatGPT memberikan terapi atau penilaian kesehatan mental tanpa pengawasan dari profesional berlisensi.

Larangan tersebut mencakup beberapa aktivitas, antara lain:
* Membuat atau merekomendasikan rencana perawatan
* Melakukan evaluasi kesehatan mental
* Menyediakan layanan konseling atau terapi

Namun, larangan ini tidak berlaku jika aktivitas tersebut dilakukan di bawah pengawasan langsung dari profesional kesehatan mental. Jika aturan ini dilanggar, pelanggar akan dikenai denda hingga 10.000 dollar AS per pelanggaran.

Sekretaris Departemen Regulasi Keuangan dan Profesional Illinois (IDFPR), Mario Treto Jr., menyatakan bahwa warga Illinois berhak mendapatkan layanan kesehatan berkualitas dari orang-orang nyata, bukan dari program komputer.

Negara Bagian Lain Ikuti Langkah Serupa

Tidak hanya Illinois, beberapa negara bagian lain juga mengambil tindakan serupa. Di Nevada, pada Juni 2025, pemerintah setempat mengesahkan undang-undang yang melarang AI memberikan layanan terapi di sekolah. Tujuannya adalah melindungi anak-anak dari nasihat kesehatan mental yang tidak terkontrol.

Di Utah, pemerintah mewajibkan chatbot kesehatan mental untuk secara jelas menyatakan bahwa mereka bukan manusia. Selain itu, penggunaan data emosional pengguna untuk iklan bertarget juga dilarang. Sementara itu, di New York, mulai 5 November 2025, AI harus mengarahkan pengguna yang mengungkapkan keinginan bunuh diri kepada profesional berlisensi.

Dampak Negatif dari Penggunaan AI dalam Kesehatan Mental

Asosiasi Psikologi Amerika (APA) telah memberi peringatan sejak awal tahun 2025. Dalam laporan mereka kepada regulator federal, APA menyampaikan kekhawatiran serius terhadap chatbot AI yang berpura-pura menjadi terapis berlisensi. Bot-bot ini, meskipun tidak diatur, dilaporkan telah menyebabkan kerugian nyata.

Beberapa insiden termasuk kasus bunuh diri setelah menerima respons AI yang berbahaya, serta tindakan kekerasan dan menyakiti diri sendiri karena pengguna salah mengartikan nasihat AI sebagai panduan klinis.

Batasan Penggunaan AI dalam Kesehatan Mental

Meskipun ada larangan, hukum Illinois tidak sepenuhnya melarang AI dalam kesehatan mental. Teknologi ini masih bisa digunakan dalam peran pendukung non-klinis, seperti:
* Menjadwalkan janji temu dan alur kerja administratif
* Memantau catatan terapi atau pola dengan pengawasan manusia
* Memberikan tips kebugaran umum atau pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)
* Membantu klinisi dalam analisis data

Dengan batasan-batasan ini, diharapkan AI dapat berkontribusi positif tanpa menggantikan peran penting para profesional kesehatan mental.

iOS 26 Siap Dicoba! Cek iPhone yang Dapat Pembaruan Terbaru

0

Pengenalan iOS 26: Perubahan Besar dalam Sistem Operasi iPhone

Apple kembali menunjukkan inovasinya dengan meluncurkan sistem operasi terbaru untuk iPhone, yaitu iOS 26. Diumumkan pada acara WWDC 2025, pembaruan ini menawarkan pengalaman pengguna yang lebih intuitif, personal, dan menyenangkan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah desain antarmuka yang sepenuhnya diperbarui, dikenal sebagai “Liquid Glass”, yang memberikan tampilan baru yang segar dan dinamis.

Desain “Liquid Glass”: Lebih dari Sekadar Tampilan Baru

Desain “Liquid Glass” bukan hanya sekadar perubahan estetika. Setiap elemen antarmuka, mulai dari ikon aplikasi, menu, tombol, hingga widget, dirancang ulang dengan tampilan yang lebih transparan dan adaptif. Efek kaca yang digunakan memungkinkan elemen-elemen ini untuk memantulkan dan membiaskan cahaya di sekitarnya, menciptakan kesan kedalaman dan realisme yang belum pernah ada sebelumnya.

Selain itu, “Liquid Glass” dirancang untuk beradaptasi dengan konten dan konteks yang berbeda. Warna dan tampilan elemen antarmuka akan berubah tergantung pada aplikasi yang sedang Anda gunakan, waktu hari, dan bahkan gerakan perangkat Anda. Hal ini membuat pengalaman visual menjadi lebih dinamis dan imersif.

Fitur-Fitur Unggulan iOS 26

Selain desain “Liquid Glass”, iOS 26 juga dilengkapi dengan beberapa fitur baru yang menarik:

  • Apple Intelligence: Sistem operasi ini semakin cerdas dengan integrasi fitur artificial intelligence (AI) yang lebih mendalam. Misalnya, fitur Visual Intelligence memungkinkan pengguna untuk mencari informasi dari foto dan screenshot dengan lebih mudah.

  • Peningkatan Aplikasi Pesan: Aplikasi Pesan kini memiliki kemampuan untuk membuat polling atau jajak pendapat, mengatur background obrolan, dan menerjemahkan pesan secara real-time.

  • Aplikasi Apple Games: iOS 26 memperkenalkan aplikasi Apple Games yang khusus dirancang untuk para gamer. Aplikasi ini membantu pengguna menemukan game baru, melihat game yang sedang populer, dan terhubung dengan teman-teman.

  • Fitur Baru di Apple Maps: Apple Maps kini dilengkapi dengan kemampuan pencarian menggunakan bahasa alami, memudahkan pengguna untuk mencari tempat seperti “cari tempat kopi dengan Wi-Fi gratis di dekat sini”.

  • Keamanan dan Privasi yang Ditingkatkan: Apple selalu menjadikan keamanan dan privasi sebagai prioritas. iOS 26 dilengkapi dengan fitur-fitur baru untuk melindungi data pengguna dari ancaman online serta memberikan kontrol lebih besar atas informasi pribadi.

Daftar iPhone yang Mendukung iOS 26

Jika Anda ingin tahu apakah iPhone Anda akan mendapatkan pembaruan iOS 26, berikut daftar lengkapnya:

  • iPhone 16e
  • iPhone 16
  • iPhone 16 Plus
  • iPhone 16 Pro
  • iPhone 16 Pro Max
  • iPhone 15
  • iPhone 15 Plus
  • iPhone 15 Pro
  • iPhone 15 Pro Max
  • iPhone 14
  • iPhone 14 Plus
  • iPhone 14 Pro
  • iPhone 14 Pro Max
  • iPhone 13
  • iPhone 13 Mini
  • iPhone 13 Pro
  • iPhone 13 Pro Max
  • iPhone 12
  • iPhone 12 Mini
  • iPhone 12 Pro
  • iPhone 12 Pro Max
  • iPhone 11
  • iPhone 11 Pro
  • iPhone 11 Pro Max
  • iPhone SE (Generasi ke-2 dan yang lebih baru)

Sayangnya, iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR tidak akan mendapatkan pembaruan iOS 26.

Kapan iOS 26 Bisa Dicoba?

Versi beta publik dari iOS 26 sudah tersedia bagi pengguna yang ingin mencoba fitur-fitur baru lebih awal. Namun, perlu diingat bahwa versi beta mungkin masih mengandung bug dan masalah stabilitas lainnya. Versi final dari iOS 26 diharapkan dirilis pada bulan September 2025, bersamaan dengan peluncuran iPhone 17.

iOS 26 adalah pembaruan besar yang membawa perubahan signifikan pada desain dan fungsionalitas iPhone. Dengan desain “Liquid Glass” yang revolusioner dan fitur-fitur cerdas yang ditingkatkan, iOS 26 siap memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dari sebelumnya. Jika iPhone Anda termasuk dalam daftar perangkat yang didukung, jangan lewatkan kesempatan untuk segera memperbarui sistem operasi Anda setelah rilis resmi!

Google Perkenalkan Alat Pembelajaran AI untuk Guru dan Siswa di Indonesia

0

Inovasi Teknologi AI untuk Pendidikan di Indonesia

Google kembali menghadirkan berbagai inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bertujuan untuk memperkuat akses dan penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan. Program dan produk baru ini dirancang khusus untuk membantu siswa dan guru di Indonesia dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar yang efektif dan berkelanjutan.

Salah satu inisiatif terbaru adalah perpanjangan layanan gratis Google AI Pro selama 12 bulan. Layanan ini memberikan akses eksklusif kepada model AI Gemini 2.5 Pro, serta peningkatan batas penggunaan untuk fitur seperti Deep Research dan NotebookLM. Dengan demikian, para mahasiswa dapat melakukan riset yang lebih mendalam dan menulis esai dengan bantuan AI yang canggih.

Selain itu, fitur Guided Learning juga diluncurkan sebagai bagian dari inovasi AI Google. Fitur ini dirancang untuk memberikan panduan langkah demi langkah kepada pengguna, bukan hanya memberikan jawaban instan. Dengan dukungan dari Gemini 2.5 Pro, siswa dapat mengerjakan soal matematika kompleks, menyusun argumen untuk esai, atau bahkan mempersiapkan ujian dengan bantuan AI yang memandu proses belajar mereka secara sistematis.

Guided Learning bisa menjadi teman belajar yang sangat berguna. Misalnya, ketika seorang siswa sedang mempelajari tentang enzim, membuat draf esai tentang pentingnya populasi lebah, atau bahkan menjelajahi minat pada fotografi, fitur ini akan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga mitra dalam proses pembelajaran.

Google juga mengumumkan peluncuran program baru bernama Google Student Ambassadors. Program ini akan melibatkan 500 mahasiswa yang akan memperdalam pemahaman mereka tentang perangkat AI dan menerima pelatihan personal. Para duta ini akan memiliki akses ke berbagai sertifikasi Generative AI, sehingga mereka siap menjadi agen perubahan dalam komunitas masing-masing. Dampak jangka panjang dari program ini adalah lahirnya generasi inovator yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, Google telah melatih lebih dari satu juta guru di Indonesia agar mampu menguasai keterampilan digital dan berinovasi di kelas. Selain itu, lebih dari 147 sekolah negeri di 22 provinsi telah menjadi sekolah percontohan yang berfungsi sebagai model dan mentor bagi sekolah-sekolah lainnya.

Dalam upaya untuk terus memperluas akses AI dalam pendidikan, Google berkomitmen untuk mengintegrasikan inovasi AI seperti Gemini ke dalam kurikulum pendidikan. Tujuan utamanya adalah memberdayakan siswa dan komunitas guru di Indonesia. Saat ini, lebih dari 200.000 guru telah menerima pelatihan dari Gemini Academy, yang merupakan program pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan penggunaan AI secara efektif dan bertanggung jawab.

Dengan berbagai inisiatif ini, Google menunjukkan komitmennya untuk mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Melalui inovasi AI, harapan besar dipegang bahwa setiap siswa dan guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi yang mampu mengubah cara belajar dan mengajar. Kehadiran AI di bidang pendidikan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih cerdas dan inklusif.