Minggu, April 19, 2026
Beranda blog Halaman 638

GPT-5 Diluncurkan: Lebih Cepat, Pintar, dan Setara Pakar PhD

0

Peluncuran GPT-5: Inovasi Terbaru dalam Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) terkemuka, OpenAI, telah mengumumkan peluncuran model terbaru mereka yang diberi nama GPT-5. Model ini dianggap sebagai langkah penting dalam pengembangan AI global, dengan kemampuan yang jauh lebih canggih dibanding versi sebelumnya. GPT-5 diklaim mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan penalaran logis yang mirip dengan para ahli tingkat PhD di berbagai bidang seperti penulisan, pemrograman, dan analisis data.

CEO OpenAI, Sam Altman, menjelaskan bahwa GPT-5 adalah perwujudan dari perkembangan signifikan dalam dunia AI. Ia membandingkan evolusi model tersebut dengan tahapan pembelajaran manusia. “GPT-3 seperti berbicara dengan anak SMA, GPT-4 seperti mahasiswa, dan GPT-5 seperti berdiskusi dengan seorang ahli,” ujarnya dalam sesi peluncuran.

Fitur Unggulan GPT-5

OpenAI menyebutkan beberapa keunggulan utama dari GPT-5, antara lain:

  • Lebih cerdas dan mampu menyelesaikan tugas kompleks: Dengan penalaran logis yang lebih baik, GPT-5 dapat memberikan solusi yang lebih akurat dan mendalam.
  • Lebih manusiawi dalam interaksi: Model ini dirancang untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih alami dan mudah dipahami oleh pengguna.
  • Lebih jujur dan akurat: Tingkat “halusinasi” atau jawaban yang tidak relevan sangat diminimalkan, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna.
  • Kemampuan membuat perangkat lunak secara keseluruhan: Bukan hanya menghasilkan kode, tetapi juga membantu dalam pengembangan perangkat lunak secara menyeluruh.

Selain itu, GPT-5 juga disebut sebagai asisten yang sangat berguna bagi para pengembang dan programmer. Kemampuannya dalam memahami konteks dan memproses informasi secara efektif membuatnya menjadi pilihan utama dalam industri pengembangan perangkat lunak.

Persaingan Teknologi AI yang Semakin Ketat

Peluncuran GPT-5 terjadi di tengah persaingan sengit antar perusahaan teknologi AI. Sebelumnya, Elon Musk juga mengklaim bahwa chatbot miliknya, Grok, mampu mencapai tingkat kemampuan setara bahkan melebihi tingkat PhD dalam berbagai bidang. Grok kini terintegrasi dalam platform media sosial X (dulu Twitter).

Namun, beberapa ahli, seperti Carissa Véliz dari Oxford, mengatakan bahwa klaim tentang kemampuan “tingkat PhD” ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Mereka menekankan bahwa model AI hanya meniru penalaran manusia, bukan benar-benar berpikir seperti manusia.

Isu Etika dan Regulasi

Dengan semakin majunya teknologi AI seperti GPT-5, muncul kekhawatiran terhadap etika dan regulasi. Direktur Institut Ada Lovelace, Gaia Marcus, menyoroti adanya kesenjangan antara kemampuan AI dan aturan yang ada. Menurutnya, diperlukan regulasi yang lebih komprehensif sebelum teknologi ini berkembang terlalu liar.

Getty Images, perusahaan penyedia foto dan media, juga memperingatkan tentang pentingnya menjaga keaslian konten dan hak cipta karya manusia. Grant Farhall, kepala produk mereka, menyatakan bahwa kreativitas manusia harus dilindungi dan diberi kompensasi jika digunakan dalam pelatihan AI.

Perubahan Kebijakan Interaksi ChatGPT

Tidak hanya dalam teknologi, OpenAI juga melakukan perubahan kebijakan interaksi ChatGPT. Mulai minggu ini, ChatGPT tidak lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan personal secara langsung, seperti “Haruskah saya putus dengan pacar saya?” Namun, ChatGPT akan membantu pengguna dalam berpikir dengan mempertimbangkan pro dan kontra.

Langkah ini diambil untuk mencegah ketergantungan emosional berlebihan terhadap chatbot. Sam Altman mengakui risiko hubungan parasosial yang bisa terbentuk antara pengguna dan AI, seperti yang digambarkan dalam film Her (2013).

GPT-5 Sudah Tersedia untuk Pengguna Umum

OpenAI menyatakan bahwa GPT-5 sudah mulai tersedia secara bertahap untuk semua pengguna sejak hari Kamis (7/8/2025). Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat akan bisa menilai sendiri apakah GPT-5 benar-benar secerdas yang dijanjikan.

TWS Murah Samsung Galaxy Buds Core Hadir di Indonesia, Ini Harganya

0

Pengenalan Galaxy Buds Core, TWS Terbaru Samsung yang Lebih Terjangkau

Samsung kembali meluncurkan perangkat audio True Wireless Stereo (TWS) terbarunya di Indonesia. Perangkat ini bernama Galaxy Buds Core dan dirilis pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sebelumnya, Galaxy Buds Core telah diperkenalkan lebih dulu di pasar India dan Uni Emirat Arab pada akhir Juni lalu.

Dengan embel-embel “core”, perangkat ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan seri-seri Galaxy Buds sebelumnya. Di Indonesia, Galaxy Buds Core bisa dibeli dengan harga Rp 799.000. Perangkat ini tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu hitam dan putih.

Galaxy Buds Core menjadi TWS termurah dari Samsung saat ini. Sebelumnya, TWS termurah Samsung adalah Galaxy Buds FE yang dirilis pada tahun 2023 dengan harga Rp 1,4 juta. Dalam keterangannya, Annisa Nurul Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa Galaxy Buds Core hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan kualitas suara andal, kenyamanan maksimal, serta konektivitas yang lancar dengan perangkat mereka, dan terlebih lagi dengan harga yang lebih terjangkau.

Fitur Unggulan yang Tetap Mumpuni

Meski harganya lebih terjangkau, Galaxy Buds Core tetap dilengkapi beberapa fitur mumpuni. Salah satunya adalah teknologi Active Noise Cancellation (ANC). Dengan fitur ini, pengguna dapat menikmati musik dengan nyaman meskipun berada di lingkungan yang ramai atau tempat umum yang biasanya berisik. Kemampuan ANC ini didukung oleh tiga mikrofon yang terintegrasi di masing-masing earbud.

Selain itu, Galaxy Buds Core juga sudah dilengkapi fitur Galaxy AI, yaitu Interpreter. Fitur ini memungkinkan pengguna mendengarkan terjemahan ketika melakukan panggilan telepon dengan orang asing. Terjemahan akan langsung bisa didengarkan tanpa perlu melihat layar smartphone. Fitur ini hanya tersedia ketika TWS terhubung dengan perangkat Galaxy yang juga mendukung Galaxy AI.

Galaxy Buds Core juga dilengkapi dengan fitur Intuitive Touch Control untuk kontrol sentuh langsung di earbud. Misalnya, mengetuk sekali untuk memutar/menghentikan musik, mengetuk dua kali untuk beralih ke lagu berikutnya, dan lainnya.

Spesifikasi dan Desain

Secara desain, Galaxy Buds Core memiliki penampilan yang mirip dengan Galaxy Buds FE 2023. Cangkang atau Charging Case TWS ini memiliki bentuk kotak, dan di dalamnya terdapat wadah untuk mengisi daya dua earbud, masing-masing untuk telinga kiri dan kanan.

Earbud-nya menggunakan gaya in-ear (dimasukkan ke dalam saluran telinga) dengan eartip silikon. Di masing-masing earbud terdapat elemen “wing” untuk menjaga agar earbud tidak mudah lepas dari telinga.

Galaxy Buds Core memiliki dimensi bodi sebesar 5 x 5 x 2,8 cm dan bobot sekitar 31,2 gram. Material perangkat ini terbuat dari kombinasi antara polycarbonate (PC) dan silikon.

Daya Tahan dan Konektivitas

Dari sisi ketahanan, Galaxy Buds Core diklaim mampu digunakan secara terus-menerus hingga 35 jam dalam kondisi fitur ANC mati. Sementara jika fitur ANC aktif, daya tahan perangkat ini bisa bertahan hingga 20 jam.

Untuk aspek konektivitas, Galaxy Buds Core menggunakan Bluetooth 5.4 dan mendukung codec SBC dan AAC. Selain itu, TWS ini juga memiliki sertifikasi tahan percikan air dan debu dengan rating IP54, serta fitur auto-switch antar-dua perangkat Galaxy.

Kompatibilitas dan Pemesanan

Samsung menyebutkan bahwa Galaxy Buds Core kompatibel untuk terhubung dengan berbagai perangkat Galaxy seperti ponsel, tablet, dan laptop. Selain itu, perangkat ini juga kompatibel dengan berbagai perangkat Android merek lain.

Galaxy Buds Core sudah bisa dibeli secara offline maupun online melalui marketplace atau situs resmi Samsung Indonesia.

Daftar Harga iPhone Bekas Solo 8 Agustus 2025: iPhone 13 Masih Menguntungkan

0

Update Harga Pasaran iPhone Bekas di Solo dan Sekitarnya

Harga pasaran iPhone bekas di Solo, Jawa Tengah, dan sekitarnya pada hari Jumat (8/8/2025) menunjukkan variasi yang cukup besar. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari marketplace Facebook di area Solo Raya, harga iPhone bekas tergantung pada kondisi perangkat, kelengkapan, dan model yang ditawarkan. Berikut daftar lengkap harga terbaru untuk berbagai seri iPhone:

Daftar Harga iPhone Bekas di Solo

  • iPhone 16 Pro
  • 128 GB: Rp16.500.000-Rp17.300.000
  • 256 GB: Rp14.400.000-Rp20.700.000
  • 512 GB: Rp17.200.000-Rp25.000.000

  • iPhone 16 Pro Max

  • 256 GB: Rp16.100.000-Rp20.500.000
  • 512 GB: Rp25.600.000-Rp26.499.000
  • 1 TB: Rp32.200.000

  • iPhone 16 Plus

  • 128 GB: Rp13.000.000-Rp16.350.000
  • 256 GB: Rp17.299.000-Rp19.400.000
  • 512 GB: Rp15.200.000-Rp24.500.000

  • iPhone 16 E

  • 128 GB: Rp8.800.000-Rp11.799.000
  • 256 GB: Rp13.000.000

  • iPhone 16

  • 128 GB: Rp7.000.000-Rp13.700.000
  • 256 GB: Rp15.200.000-Rp15.500.000

  • iPhone 15 Pro Max

  • 256 GB: Rp14.900.000

  • iPhone 15 Pro

  • 128 GB: Rp13.500.000

  • iPhone 15 Plus

  • 128 GB: Rp8.000.000-Rp10.700.000
  • 256 GB: Rp11.800.000-Rp12.999.000

  • iPhone 15

  • 128 GB: Rp7.600.000-Rp10.700.000
  • 256 GB: Rp11.700.000-Rp12.000.000

  • iPhone 14 Pro

  • 128 GB: Rp8.700.000-Rp11.800.000
  • 256 GB: Rp9.500.000-Rp12.600.000

  • iPhone 14 Plus

  • 128 GB: Rp7.000.000-Rp8.800.000
  • 256 GB: Rp7.800.000-Rp10.000.000
  • 512 GB: Rp11.800.000-Rp15.300.000

  • iPhone 14

  • 128 GB: Rp8.100.000-Rp9.300.000
  • 256 GB: Rp8.800.000-Rp9.500.000

  • iPhone 13

  • 128 GB: Rp7.000.000-Rp7.500.000

  • iPhone 12 Pro

  • 128 GB: Rp7.000.000-Rp7.250.000

  • iPhone 12

  • 128 GB: Rp4.500.000-Rp6.500.000
  • 64 GB: Rp4.050.000

  • iPhone 11 Pro

  • 64 GB: Rp3.900.000-Rp4.200.000
  • 256 GB: Rp4.700.000

  • iPhone 11

  • 64 GB: Rp2.500.000-Rp3.800.000
  • 128 GB: Rp3.000.000-Rp3.650.000

  • iPhone XR

  • 64 GB: Rp2.000.000-Rp3.000.000
  • 128 GB: Rp2.500.000-Rp4.200.000

  • iPhone X

  • 64 GB: Rp2.400.000
  • 256 GB: Rp2.653.000-Rp2.800.000

Harga yang disebutkan di atas merupakan estimasi berdasarkan data pasar di area Solo Raya. Harga bisa berubah sesuai dengan kondisi fisik dan negosiasi antara penjual dan pembeli.

Tips Membeli iPhone Bekas Agar Tidak Tertipu

Agar tidak mengalami kerugian saat membeli iPhone bekas, berikut 10 tips penting yang harus diperhatikan:

  1. Pastikan iPhone menyala dengan normal.
  2. Periksa apakah Apple ID sudah keluar.
  3. Cek kondisi fisik bodi perangkat.
  4. Uji fungsi semua tombol.
  5. Tes sensor penting seperti proximity dan Face ID.
  6. Periksa kesehatan baterai.
  7. Uji kamera dan hasil foto/video.
  8. Tes respons layar dan tampilan.
  9. Cek fungsi speaker dan mikrofon.
  10. Pastikan semua fitur konektivitas bekerja.

Jenis-Jenis iPhone Bekas di Pasaran

Ada tiga jenis iPhone bekas yang umum ditemukan di Indonesia, yaitu:
iPhone Resmi: Asli Apple dengan distribusi resmi.
iPhone BM (Black Market): Asli Apple tetapi masuk tanpa izin resmi.
iPhone HDC (Handphone Copy): Tiruan dengan tampilan mirip, tetapi kualitas jauh lebih rendah.

Disarankan untuk memilih iPhone resmi agar mendapatkan kenyamanan dan keamanan penggunaan.

Kode Negara iPhone

Kode negara pada model iPhone dapat membantu mengetahui asal perangkat dan kompatibilitas jaringannya. Contoh kode negara antara lain:
– LL: Amerika Serikat & Kanada
– J: Jepang
– ZP: Hongkong, Makau
– MY: Malaysia
– ID/A, FE/A, PA/A: Indonesia (Telkomsel, Indosat, XL)
– CH: Tiongkok
– X: Australia & Selandia Baru
– T, TY, IP: Italia
– DN: Austria, Belanda, Jerman
– FB: Prancis, Luksemburg
– RS: Rusia
– PP: Filipina

Kode model iPhone dapat ditemukan di menu “Settings > General > About” atau di belakang bodi perangkat.

Indosat Ooredoo Hutchison Perkenalkan Fitur AI Anti-Spam dan Anti-Scam

0

Inovasi Terbaru Indosat untuk Melindungi Pengguna dari Ancaman Digital

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan digital masyarakat. Dalam upaya tersebut, perusahaan meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam yang dirancang untuk menghadapi ancaman penipuan digital yang semakin meningkat di Indonesia. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menjadi langkah penting dalam menyediakan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Fitur ini hadir sebagai respons terhadap tren penipuan digital yang nyata. Berdasarkan Asia Scam Report 2024 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA), sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggunya. Ancaman ini bervariasi mulai dari pesan teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema penipuan investasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya adanya perlindungan digital yang lebih kuat dan inklusif.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam bekerja secara otomatis dan real-time untuk mendeteksi pengirim pesan atau penelepon mencurigakan, menyaring potensi ancaman, serta memberikan peringatan kepada pelanggan. Teknologi ini didasarkan pada AIvolusi5G, yaitu kombinasi antara kecanggihan AI dengan jaringan 5G milik Indosat yang responsif dan adaptif. Dengan kemampuan pemrosesan langsung di jaringan (on-network), fitur ini tidak memerlukan perangkat canggih atau koneksi premium, sehingga bisa diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang lokasi mereka berada.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa perlindungan digital adalah hak dasar setiap masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Tanla dalam menghadirkan solusi AI powered Anti-Spam dan Anti-Scam menunjukkan bahwa teknologi bisa melindungi kehidupan digital sehari-hari. Solusi ini dibangun di atas Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung GPU NVIDIA Blackwell tercanggih, sehingga mampu memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi spam dan scam secara real-time.

Peluncuran fitur ini juga didukung oleh mitra global seperti Mastercard, GSMA, dan GASA. Dengan semangat gotong royong, Indosat bersama para mitra berkolaborasi untuk menanggulangi masalah spam dan scam di Indonesia. Inovasi ini juga menunjukkan peran penting dalam memerangi penipuan dan memastikan akses digital yang lebih aman, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pemerintah menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Indosat sebagai bagian dari upaya kolektif membangun ruang digital yang aman. Ia menekankan bahwa AI harus membawa teknologi lebih dekat dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Indonesia ingin menjadi pembentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Fitur ini telah diimplementasikan di berbagai wilayah operasional Indosat, termasuk di area Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, yang merupakan daerah dengan tingkat aktivitas digital dan kepadatan pengguna yang sangat tinggi. Chandra Pradyot Singh, EVP-Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan bahwa pihaknya ingin masyarakat di area tersebut merasa aman dalam beraktivitas digital tanpa khawatir akan potensi penipuan.

Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi Indosat menuju AI-TechCo. Dengan kampanye “AI untuk Kita Semua”, Indosat memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang. Peluncuran ini sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia.

Siapa Matt Deitke, Jenius AI Muda yang Disodori Mark Zuckerberg Rp 4 Triliun?

0

ZONA GADGET – Meta berambisi mengumpulkan ahli atau ilmuwan kecerdasan buatan untuk membangun tim AI elite. Salah seorang yang direkrut Meta baru-baru ini adalah Matt Deitke, yang disodori gaji 250 juta dollar AS atau Rp 4 triliun.

Untuk merekrut Deitke, prosesnya tidak mudah. Bahkan, Mark Zuckerberg yang merupakan bos Meta harus turun tangan untuk merayu Deitke. Awalnya, Meta menawarkan kompensasi bernilai 125 juta dollar AS atau sekitar Rp 2 triliun untuk kontrak kerja selama empat tahun.

Tawaran itu ditolak Deitke karena nilainya terlalu rendah. Lalu, Zuckerberg mendatanginya dan menawarkan gaji dengan nilai 250 juta dollar AS untuk empat tahun. Deitke pun menerima tawaran tersebut. Lantas, sebenarnya siapa Matt Deitke?

Profil Matt Deitke

Matt Deitke adalah ilmuwan AI muda berusia 24 tahun asal Amerika Serikat. Deitke sebelumnya menempuh program doktoral di University of Washington. Deitke bukan orang baru dalam dunia AI.

Ia telah dikenal luas di komunitas AI karena kepiawaiannya mengembangkan sistem AI multimodal, yaitu teknologi yang mampu memahami gambar, suara, dan teks secara bersamaan.

Sebelum direkrut Meta, Deitke bekerja di Allen Institute for Artificial Intelligence (AI2) dan menjadi pemimpin proyek Molmo, chatbot AI yang bisa memproses berbagai jenis input data.

Selain itu, ia juga ikut mendirikan startup Vercept, yang fokus membuat agen AI otomatis. Dengan sekitar 10 karyawan, Vercept berhasil mengumpulkan 16,5 juta dollar AS (sekitar Rp 270,4 miliar) dari para investor, termasuk mantan CEO Google, Eric Schmidt.

Ia pernah menerima penghargaan “Outstanding Paper” di konferensi NeurIPS 2022, salah satu forum ilmiah AI paling prestisius di dunia. Penghargaan itu hanya diberikan kepada segelintir peneliti dari puluhan ribu yang mengirimkan karya.

Adapun karya inovatifnya ada di bidang dataset 3D, lingkungan AI yang diwujudkan, dan model multimodal. Dengan pengalaman dan keahliannya ini, tak heran jika Deitke ditawari gaji Rp 4 triliun di tim AI Meta.

Gaji fantastis itu menjadikan Deitke sebagai salah satu peneliti AI dengan bayaran tertinggi di dunia saat ini. Jumlah Rp 4 triliun itu bukan sekadar gaji biasa.

Angka tersebut merupakan total paket kompensasi selama empat tahun, yang mencakup berbagai elemen, seperti gaji pokok, bonus tunai, saham perusahaan, hingga insentif tambahan lainnya.

Dalam kasus Deitke, dari total Rp 4 triliun itu, dia bisa menerima hingga Rp 1,6 triliun hanya dalam tahun pertama. Paket kompensasi fantastis untuk Deitke membuat banyak pihak membandingkannya dengan tokoh-tokoh sejarah.

Neil Armstrong, astronot pertama yang mendarat di Bulan, hanya dibayar sekitar 27.000 dollar AS per tahun. Atau setara 244.000 dollar AS (sekitar 4 miliar) per tahun jika disesuaikan dengan inflasi.

Jumlah yang bisa Deitke kantongi hanya dalam 1-2 hari kerja. Robert Oppenheimer, pemimpin Proyek Manhattan, dibayar 10.000 dollar AS per tahun di 1943. Angka ini setara dengan sekitar 190.000 dollar AS (sekitar Rp 3,1 miliar) di masa kini.

Dengan kata lain, Matt Deitke akan memperoleh penghasilan sekitar lebih dari 300 kali lipat dari apa yang diperoleh Oppenheimer saat mengembangkan bom atom.

Meta rekrut ilmuwan untuk bangun tim AI elite

Deitke merupakan salah seorang ilmuwan AI yang berhasil didapatkan Meta. Saat ini, di perusahaan-perusahaan tekonologi Silicon Valley, tengah terjadi kompeteisi perebutan talenta AI.

Meta, OpenAI, Google, hingga Anthropic kini saling berebut peneliti terbaik untuk mengembangkan AI supercanggih atau superintelligence, yaitu kecerdasan buatan yang bisa berpikir setara atau lebih pintar dari manusia.

Mark Zuckerberg secara terbuka mengatakan bahwa Meta rela membayar mahal demi membangun tim AI terbaik di dunia.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan ini mengungkap rencana menaikkan anggaran infrastruktur hingga 72 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.180 trilun) pada tahun 2025, naik 30 miliar dollar AS (kira-kira Rp 491,7 triliun) dari tahun sebelumnya.

“Kalau kita mau investasi ratusan miliar dollar untuk server dan teknologi AI, tentu masuk akal untuk juga merekrut 50 hingga 70 peneliti top dunia, apa pun harganya,” kata Zuckerberg dalam pernyataan kepada investor.

Langkah Meta bukan hanya merekrut Deitke. Sebelumnya, perusahaan ini juga membujuk Ruoming Pang, mantan kepala tim AI Apple, dengan kompensasi lebih dari 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Total, Meta disebut sudah mengeluarkan lebih dari 1 miliar dollar AS atau setara Rp 16,3 triliun hanya untuk membentuk AI elitenya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Yahoo Finance, Rabu (6/8/2025).

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Elon Musk Tantang Microsoft dengan MacroHard?

0

Kehadiran MacroHard: Tantangan Baru di Dunia Teknologi

CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan inisiatif terbarunya. Melalui perusahaan kecerdasan buatan (AI) miliknya, xAI, Musk baru-baru ini mengajukan merek dagang “MacroHard”. Nama yang unik dan provokatif ini langsung menjadi sorotan, karena dianggap sebagai sindiran sekaligus tantangan terbuka terhadap raksasa teknologi, Microsoft.

Penggunaan nama MacroHard memicu berbagai perbincangan hangat, khususnya di kalangan para pengamat teknologi. Nama ini dianggap sebagai bentuk oposisi langsung terhadap nama Microsoft. Dalam bahasa Inggris, kata “micro” berarti kecil, sedangkan “soft” berarti lembut. Di sisi lain, Musk memilih kata “macro” yang berarti besar dan “hard” yang berarti keras. Permainan kata ini dinilai sebagai humor cerdas khas Elon Musk, yang sering kali menggunakan sindiran dalam menamai produk maupun perusahaannya.

Beberapa contoh nama yang pernah digunakan oleh Musk antara lain Not-a-Flamethrower, The Boring Company, X, hingga model-model mobil Tesla yang diberi nama S, 3, X, Y. Sejauh ini, MacroHard masih merupakan merek dagang yang didaftarkan. Belum diketahui rencana Musk menggunakan nama tersebut, apakah untuk perusahaan baru atau nama produk teknologi yang akan dibuat.

Candaan yang Jadi Kenyataan

MacroHard sendiri pernah dilontarkan oleh Musk pada sebuah postingannya di akun X pribadinya @elonmusk, sebagai candaan. Dengan adanya pengajuan resmi merek dagang di United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 1 Agustus 2025 lalu, spekulasi pun berkembang bahwa candaannya tersebut benar-benar akan diwujudkan menjadi sebuah perusahaan yang resmi.

Berdasarkan dokumen pengajuan merek dagang, MacroHard akan berfokus pada pengembangan sistem kecerdasan buatan berbasis multi-agen. Konsep tersebut memungkinkan adanya ribuan agen AI yang mampu mengotomatisasi berbagai tugas digital. Mulai dari pemrograman, pengolahan data, hingga pembuatan konten video dan multimedia. Rumornya, teknologi ini merupakan perluasan dari kemampuan Grok, yang merupakan AI besutan xAI, yang memang dikenal sebagai penantang ChatGPT buatan OpenAI. Kebetulan, OpenAI juga disokong oleh Microsoft.

Langkah Musk membangun perusahaan ini tidak bisa dilepaskan dari ambisinya untuk mendemokratisasi AI, menghadirkan lebih banyak alternatif. Ia juga secara terbuka menantang dominasi perusahaan-perusahaan besar di sektor AI, terutama Microsoft dan OpenAI yang kini beraliansi, serta dinilai terlalu mendominasi dan cenderung menutup peluang inovasi bagi pelaku lain.

Persaingan Antara Elon Musk dan Microsoft

Persaingan antara Elon Musk dan Microsoft memang sudah berlangsung lama. Musk dikenal vokal mengkritik Microsoft. Salah satunya adalah tentang keterkaitan perusahaan itu dengan OpenAI yang dulu didirikannya tersebut, kini dinilai hanya “berpihak” kepada kepentingan korporasi besar. Ketegangan pun juga pernah terjadi di luar isu bisnis. Elon Musk pernah secara terang-terangan mengkritik Bill Gates, pendiri Microsoft, yang lebih memilih membeli Porsche EV dibandingkan Tesla.

Dengan kehadiran MacroHard, Musk seolah ingin membuka ruang persaingan baru, tidak hanya melalui inovasi teknologi tetapi juga melalui pendekatan branding yang jenaka dan provokatif. MacroHard diprediksi tidak hanya akan fokus pada inovasi di bidang software, tetapi juga berupaya menghadirkan sebuah ekosistem, yaitu kumpulan produk, layanan, dan teknologi yang saling terintegrasi, mendukung, dan melengkapi satu sama lain di bidang AI.

Dalam salah satu pernyataannya, Musk pernah mengatakan bahwa perusahaan barunya akan melibatkan ribuan agen AI yang dapat bekerja sama dalam tugas komputasi. Ambisi ini sejalan dengan langkah xAI sebelumnya yang mengembangkan Grok, sebuah chatbot AI yang dirancang mampu bersaing dengan ChatGPT.

Microsoft dan OpenAI memperkuat dominasinya di pasar AI dengan sumber daya komputasi masif dan kolaborasi dengan berbagai perusahaan besar. Sementara Musk, ingin menciptakan alternatif ekosistem AI di mana teknologi bisa dikelola bersama, lebih transparan, dan memberi peluang inovasi lebih besar bagi semua pihak.

Langkah pengajuan merek dagang MacroHard menjadi sinyal kuat bahwa Musk serius menantang status quo di pasar AI global. Meskipun MacroHard belum resmi diluncurkan, kehadirannya sudah mendapat perhatian besar dari para pelaku industri dan investor. Banyak pihak menilai, MacroHard akan menjadi landmark baru dalam sejarah perkembangan teknologi, terutama jika Musk mampu mewujudkan visinya untuk AI multi-agen dalam waktu dekat.

7 Peningkatan Mencolok GPT-5, Model AI Terpintar ChatGPT Saat Ini

0

Penjelasan Mengenai Pembaruan Utama GPT-5 dari OpenAI

OpenAI baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, yaitu GPT-5. Model ini menjadi pengganti GPT-4 di platform ChatGPT dan kini tersedia untuk semua pengguna, termasuk pengguna gratis. Dengan berbagai peningkatan signifikan, GPT-5 diklaim sebagai model AI yang paling cerdas, cepat, dan bermanfaat dalam sejarah OpenAI.

Berikut ini adalah beberapa perbaikan utama yang ditawarkan oleh GPT-5 dibandingkan versi sebelumnya:

1. Kemampuan yang Setara dengan Pakar PhD

GPT-5 dirancang untuk memberikan jawaban dengan tingkat keahlian setara dengan pakar profesional yang memiliki gelar doktor. Model ini mencatat skor tertinggi dalam berbagai tolok ukur akademik, seperti matematika, sains, dan pemrograman. Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan bahwa GPT-5 pertama kali membuat pengguna merasa seperti sedang berbicara langsung dengan seorang ahli tingkat PhD.

2. Kecepatan Respons yang Lebih Cepat

Salah satu masalah pada GPT-4 adalah respons yang lambat saat melakukan penalaran mendalam. GPT-5 hadir dengan optimasi yang memungkinkan proses berpikir tetap dalam, tetapi lebih cepat. Nick Turley, Head of ChatGPT, menjelaskan bahwa pengalaman pengguna jauh lebih mulus karena tidak perlu menunggu lama lagi. Selain itu, alat pendukung seperti pencarian, pembuatan gambar, unggah file, dan analisis data tetap bekerja lebih baik bersama GPT-5.

3. Pengurangan “Halusinasi”

GPT-5 dilengkapi dengan peningkatan akurasi yang signifikan. Salah satu masalah pada GPT-4 adalah “halusinasi”, yaitu ketika model memberikan jawaban yang salah tapi terdengar meyakinkan. Olivier Godement, Head of Platform di OpenAI, mengatakan bahwa GPT-5 secara signifikan lebih jarang mengalami halusinasi, terutama dalam menjawab pertanyaan kompleks. Model ini juga mampu mengenali keterbatasannya dan akan jujur jika tidak bisa menyelesaikan tugas.

4. Lebih Jujur dan Transparan

Selain mengurangi halusinasi, GPT-5 juga dilatih untuk tidak mengarang jawaban jika konteks tidak lengkap. Misalnya, jika pengguna bertanya tanpa melampirkan dokumen, GPT-5 akan meminta klarifikasi daripada memberikan jawaban palsu. Perubahan ini membuat model ini lebih jujur, dapat dipercaya, dan aman digunakan.

5. Penanganan Prompt Sensitif yang Lebih Baik

GPT-5 memperkenalkan pendekatan baru bernama safe completions untuk menjawab pertanyaan yang berpotensi disalahgunakan, seperti topik etis atau bahan peledak. Model ini akan tetap membantu, tetapi dalam batasan keamanan. Alex Beutel, Safety Research Lead OpenAI, menjelaskan bahwa GPT-5 akan menjelaskan secara umum tanpa masuk ke detail teknis yang berbahaya.

6. Kemampuan dalam Bidang Coding dan Kesehatan

GPT-5 diklaim sebagai model dengan kemampuan pemrograman terbaik yang pernah dirilis OpenAI. Model ini tidak hanya memahami perintah kode, tetapi juga bisa membangun frontend dan backend dengan kualitas tinggi. Di bidang kesehatan, GPT-5 telah diuji menggunakan HealthBench dan mencetak skor lebih tinggi dibanding model sebelumnya. Meskipun demikian, model ini bukan pengganti profesional medis.

7. Performa Tinggi dan Fleksibel

Dibandingkan GPT-4 Turbo, GPT-5 memiliki kapasitas konteks dua kali lipat, yaitu hingga 256.000 token. Ini memungkinkan model untuk membaca dan memahami teks sangat panjang dalam satu kali proses. Selain itu, OpenAI menyediakan tiga versi GPT-5 di platform API: GPT-5 standar, GPT-5 Mini, dan GPT-5 Nano. Pengembang bisa memilih model sesuai kebutuhan biaya, kecepatan, dan kedalaman pemrosesan.

Akses untuk Semua Pengguna

Semua pengguna ChatGPT, termasuk pengguna gratis, Plus, dan Pro, bisa mencoba GPT-5 mulai hari ini. Pengguna gratis akan menerima GPT-5 sebagai model default dengan kuota penggunaan tertentu, sementara pengguna berbayar mendapatkan akses lebih luas. Pengguna ChatGPT Plus dan Pro akan mendapatkan batas pemakaian yang lebih besar atau bahkan akses tak terbatas. GPT-5 Pro akan segera tersedia bagi pengguna paket Team, Enterprise, dan EDU dalam beberapa hari ke depan.

AI Paling Cerdas GPT-5 Hadir di ChatGPT, Pengguna Gratis Langsung Kebagian Hari Ini

0

ZONA GADGET – OpenAI merilis model bahasa besar (Large Language Model/LLM) terbarunya, yakni Generative Pre-trained Transformer generasi kelima atau GPT-5.

Semua pengguna ChatGPT, termasuk pengguna gratis (free user) bisa menjajal model AI yang diklaim lebih cerdas, cepat, dan jujur ini mulai hari ini, Jumat (8/8/2025).

Peluncuran GPT-5 ini diumumkan langsung oleh CEO OpenAI Sam Altman bersama sejumlah petinggi lain, dalam sesi online press briefing yang juga diikuti oleh jurnalis ZONA GADGETGaluh Putri Riyanto, pada Kamis (7/8/2025).

Head of ChatGPT di OpenAI Nick Turley mengatakan, GPT-5 kini langsung menjadi model default yang digunakan di ChatGPT. Dengam begitu, GPT-5 otomatis menggantikan berbagai versi model yang sebelumnya muncul, seperti GPT-4, GPT-4 Turbo, dan GPT-4.5.

Ini menjadi kali kedua OpenAI membuka akses ke model AI flagship secara gratis, setelah sebelumnya meluncurkan GPT-4 ke semua pengguna pada tahun lalu.

“Ini adalah model paling pintar, paling cepat, dan paling berguna yang pernah kami luncurkan. Yang paling membanggakan, semua orang bisa memakainya. Bahkan pengguna gratis akan merasakan lompatan besar dalam kemampuan reasoning (penalaran),” kata Nick Turley, Head of ChatGPT di OpenAI, dalam sesi jumpa pers global.

Turley mengatakan, pengguna gratis akan mendapatkan GPT-5 secara langsung saat menggunakan ChatGPT, tapi dengan kuota pemakaian tertentu per hari.

Setelah kuota habis, sistem akan otomatis mengalihkan pengguna ke versi GPT-5 Mini, model versi ringan yang tetap efisien untuk tugas-tugas umum.

Dalam sesi press briefing, tim OpenAI tidak merinci berapa jumlah kuota per hari untuk bertanya ke GPT-5.

Namun, jika melihat riwayat sebelumnya, free usermendapatkan sekitar 10 prompt/pesan ke GPT-4o (versi default, reasoning, dan canggih) per 3 jam.

ChatGPT akan memberi tahu pengguna jika batas pesan telah tercapai, tetapi pengguna dapat melanjutkan percakapan menggunakan GPT-4.1 mini, model AI yang lebih efisien.

Pengguna yang berlangganan ChatGPT Plus akan mendapatkan batas pemakaian lebih tinggi. 

Sementar, pelanggan ChatGPT Pro akan memperoleh akses tanpa batas alias unlimited, termasuk ke varian paling canggih GPT-5 Pro. Dalam sepekan ke depan, GPT-5 juga akan digulirkan untuk pengguna Enterprise dan Education.

Dijanjikan bisa jawab pertanyaan selevel PhD

Kebijakan OpenAI membuka akses GPT-5 secara luas dianggap sebagai bagian dari misi perusahaan untuk mendemokratisasi teknologi kecerdasan buatan.

CEO OpenAI Sam Altman mengatakan bahwa ketersediaan GPT-5 secara gratis adalah sesuatu yang tidak terpikirkan lima tahun lalu.

“Model ini bisa menjawab hampir semua pertanyaan dan melakukan banyak tugas pada level pakar PhD, dan tersedia gratis untuk siapa pun di dunia. Kalau lima tahun lalu Anda mengatakan itu, orang-orang akan bilang itu mustahil,” kata Altman.

Selain soal aksesibilitas, OpenAI juga memperkenalkan sejumlah peningkatan besar di GPT-5 dibanding generasi sebelumnya. Model ini memimpin hasil evaluasi pada berbagai benchmark akademik, termasuk matematika, sains, dan pemrograman.

Di bidang penulisan, Turley mengeklaim kualitas hasil tulisannya diklaim lebih baik, baik dari sisi kejelasan, struktur, maupun tone yang lebih alami.

Hal ini berlaku tidak hanya untuk penulisan profesional, tetapi juga tugas-tugas seperti penulisan e-mail, konten media sosial, dan laporan kerja.

Salah satu kritik utama terhadap model AI sebelumnya adalah kecenderungan untuk memberikan jawaban yang salah tapi terdengar meyakinkan alias halu (hallucination). Di GPT-5, hal ini diklaim jauh berkurang.

“GPT-5 rata-rata jauh lebih akurat. Dan yang paling membantu, model ini bisa mengenali keterbatasannya. Kalau tidak bisa menyelesaikan tugas, dia akan bilang terus terang daripada mengarang jawaban,” ujar Olivier Godement, Head of Platform OpenAI.

GPT-5 juga dibekali pendekatan baru bernama safe completions untuk menghadapi permintaan yang sensitif atau berisiko disalahgunakan, seperti pertanyaan terkait bahan peledak atau racikan kimia.

“Model ini akan tetap mencoba membantu, tetapi hanya sebatas yang aman. Misalnya, ia akan menjelaskan konsep dasar bahan kimia, tapi tidak memberikan petunjuk teknis yang bisa digunakan untuk hal berbahaya,” jelas Alex Beutel, Safety Research Lead OpenAI.

Menurut Beutel, model ini kini lebih berhati-hati dalam menjawab, dan telah melalui ribuan jam pengujian red teaming untuk memastikan konsistensi, transparansi, dan keselamatan.

Asisten coding yang lebih andal

GPT-5 tetap mempertahankan kekuatannya di bidang coding dan pengembangan perangkat lunak.

Sam Altman menyebut kemampuan ini sebagai bagian dari software on demand, di mana pengguna bisa menghasilkan kode kompleks hanya dari perintah teks.

Godement menambahkan bahwa GPT-5 menghasilkan kode dengan kualitas lebih tinggi, baik dari sisi backend maupun frontend. Bahkan, desain UI yang dibuat GPT-5 disebut lebih fungsional dan estetik dibanding model sebelumnya.

Model ini juga mendukung agentic tasks, seperti memanggil API, menulis skrip kompleks, atau menjalankan sejumlah langkah teknis sekaligus dalam satu sesi percakapan.

Di API, GPT-5 hadir dalam tiga varian, yakni GPT-5 standar, GPT-5 Mini, dan GPT-5 Nano. Opsi ini memungkinkan developer menyesuaikan kebutuhan dengan biaya dan kecepatan respons.

Diklaim lebih siap bantu di bidang kesehatan

Sam Altman dan tim juga menyoroti peningkatan kemampuan GPT-5 dalam membantu pengguna di sektor-sektor kritis seperti kesehatan, hukum, dan pendidikan.

Di bidang kesehatan khususnya, model ini diklaim jauh lebih andal dibanding versi sebelumnya.

Alex Beutel menjelaskan bahwa GPT-5 kini diuji menggunakan HealthBench, sistem evaluasi yang mengukur performa model AI dalam skenario medis realistis berdasarkan standar dan prioritas dari kalangan dokter.

“Hasilnya, GPT-5 mencetak skor lebih tinggi dibanding semua model sebelumnya. Ini menunjukkan peningkatan nyata di domain kesehatan,” kata Beutel.

Meski begitu, ia menekankan bahwa GPT-5 bukan pengganti profesional medis.

“Penting bagi pengguna tetap berkonsultasi dengan dokter. Tapi kami ingin model ini menjadi lebih pintar dan sensitif saat membahas topik-topik kesehatan,” ujarnya.

Paket AI Pro Google Gratis untuk Mahasiswa di Seluruh Dunia

0

Akses Gratis ke Teknologi AI untuk Mahasiswa di Beberapa Negara

Google dan Alphabet melalui CEO-nya, Sundar Pichai, mengumumkan inisiatif baru yang menawarkan akses gratis terhadap paket Google AI Pro selama setahun kepada mahasiswa di beberapa negara. Inisiatif ini berlaku untuk Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Brasil. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengakses teknologi kecerdasan buatan (AI) tercanggih yang bisa membuka peluang baru dalam pendidikan dan karier.

Pichai menyampaikan bahwa penawaran ini akan diperluas ke lebih banyak negara dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa akses ke teknologi AI ini tidak hanya membantu mahasiswa memahami konsep-konsep baru, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam beralih ke dunia kerja. Ini merupakan bagian dari upaya Google yang telah lama menawarkan pelatihan AI secara gratis dengan sertifikat kepada para mahasiswa.

Fitur Utama Google AI Pro

Paket Google AI Pro mencakup akses ke model AI Gemini 2.5 Pro dalam aplikasi Gemini. Model ini merupakan salah satu yang paling canggih yang dimiliki Google saat ini. Pengguna dapat menggunakan fitur-fitur yang tersedia dengan kapasitas token yang lebih besar, sehingga memungkinkan penggunaan yang lebih fleksibel dan efektif.

Selain itu, pengguna juga bisa mengakses model AI generatif Veo 3 dalam aplikasi Flow atau di dalam Gemini. Dengan Veo 3, pengguna dapat mengubah teks atau foto menjadi video berdurasi 8 detik dengan suara. Fitur ini sangat berguna bagi mahasiswa yang ingin membuat konten digital secara cepat dan efisien.

Tidak hanya itu, Google juga menyediakan akses ke Jules, agen pengkodean AI yang mampu memperbaiki bug dan membangun fitur baru dalam proyek pengkodean. Selain itu, pengguna mendapatkan ruang penyimpanan cloud sebesar 2 TB, yang sangat penting bagi mahasiswa yang sering bekerja dengan data dan proyek besar.

Membangun Keterampilan Berpikir Kritis

Pichai menegaskan bahwa AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga membantu melatih keterampilan berpikir kritis. Dengan akses ke teknologi ini, mahasiswa dapat belajar cara mengambil keputusan yang lebih baik, menganalisis informasi secara lebih mendalam, serta mengembangkan keterampilan analitis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.

Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, Google meluncurkan fitur pembelajaran terpadu dalam aplikasi Gemini. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna berlatih memahami suatu materi melalui ringkasan atau soal-soal esai dan pilihan ganda. Fitur ini dikembangkan dengan kolaborasi bersama siswa, pendidik, peneliti, dan ahli pembelajaran, sehingga pasti akan membantu dalam memahami konsep baru dan didukung oleh prinsip-prinsip ilmu belajar yang valid.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Dengan hadirnya inisiatif ini, Google menunjukkan komitmen kuatnya untuk memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses oleh siapa pun, di mana saja. Diharapkan, akses gratis ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam pendidikan tinggi dan pengembangan keterampilan teknologi di berbagai negara.

Selain itu, inisiatif ini juga menjadi bentuk dukungan Google terhadap pendidikan dan inovasi di tengah tantangan global. Dengan memberikan alat-alat canggih seperti AI Pro, Google berharap bisa memperluas akses terhadap teknologi yang mampu memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Perbandingan Infinix Smart 9 vs Redmi A3: Kamera 50MP atau Baterai Besar, Mana yang Tepat untuk Pemula 2025?

0

Harga Resmi Infinix Smart 9 di Indonesia

Infinix Smart 9 adalah penerus dari seri Smart yang dikenal dengan harga terjangkau dan spesifikasi optimal untuk kebutuhan dasar. Dirilis untuk segmen entry-level, ponsel ini ditujukan kepada pengguna pelajar, pemula, dan masyarakat yang membutuhkan HP kedua yang andal.

Harga resmi Infinix Smart 9 di Indonesia per Juli 2025 adalah sebagai berikut:
– Varian 3GB/64GB: Rp1.099.000
– Varian 4GB/128GB: Rp1.299.000

Harga tersebut telah diumumkan oleh Infinix Indonesia melalui akun media sosial dan toko online Shopee Mall pada minggu keempat Juli 2025.

Spesifikasi Utama Infinix Smart 9

Berikut adalah spesifikasi utama dari Infinix Smart 9:

| Spesifikasi | Detail |
|————|——–|
| Layar | 6,6 inci IPS LCD HD+ (720×1612), refresh rate 90Hz |
| Prosesor | UNISOC T606 (12nm), Octa-core |
| GPU | Mali-G57 MP1 |
| RAM & ROM | 3GB/64GB dan 4GB/128GB, ekspansi virtual RAM hingga 8GB |
| Kamera Belakang | 50MP AI Dual Camera |
| Kamera Depan | 8MP |
| Baterai | 5000mAh, Fast Charging 18W |
| Sistem Operasi | Android 14 Go Edition + XOS 13 Lite |
| Sensor | Side fingerprint, Face Unlock, Gyro software |
| Slot Memori | Triple Slot (2 SIM + 1 microSD) |

Keunggulan Infinix Smart 9 Dibanding Kompetitor

Infinix Smart 9 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kompetitor:

  • Layar 90Hz di Harga Rp1 Jutaan: Hampir tidak ada brand lain yang menawarkan layar 90Hz di kisaran harga tersebut.
  • Kamera 50MP AI Dual: Dengan sensor 50MP f/1.8, Smart 9 memberikan hasil foto terang dan jernih di siang hari, bahkan saat kondisi minim cahaya berkat AI Super Night Mode.
  • Desain Lebih Modern dan Tipis: Ketebalan hanya 8,5 mm dengan desain flat-edge menyerupai iPhone, tersedia dalam warna Horizon Blue, Timber Black, Galaxy White, dan Palm Green.
  • Baterai Besar + Pengisian Cepat: Kapasitas 5000mAh sangat awet hingga 2 hari penggunaan ringan, dan charger 18W di dalam box memberi kecepatan isi ulang sekitar 1 jam 45 menit (0–100%).

Apakah Infinix Smart 9 Bisa untuk Game?

Secara teknis, Infinix Smart 9 masih mampu menjalankan game populer ringan hingga sedang:

| Game | Setting & FPS |
|——|—————|
| Mobile Legends | Smooth-Medium, 40–50fps stabil |
| Free Fire | High, 60fps tanpa lag |
| PUBG Mobile | Balanced-Medium, 25–30fps |
| Genshin Impact | Lowest, 18–24fps (kurang ideal untuk sesi panjang) |

Prosesor UNISOC T606 setara Helio G35, cocok untuk multitasking ringan, bukan untuk game berat.

Hasil Benchmark Infinix Smart 9

Berdasarkan pengujian oleh JagatReview dan TechDaily Indonesia, skor benchmark Smart 9 adalah:

  • AnTuTu v10: ± 205.000 poin
  • Geekbench 6: Single Core: 312 | Multi Core: 1.136
  • PCMark Battery Test: 17 jam 40 menit (outdoor mode)

Skor ini lebih tinggi 20% dibanding Infinix Smart 8.

Apakah Infinix Smart 9 Mendukung NFC?

Sayangnya, tidak ada fitur NFC di semua varian Infinix Smart 9. Fitur ini absen untuk menekan harga di bawah Rp1,3 juta. Namun, terdapat fitur pembaca kode QR dan aplikasi dompet digital default seperti DANA dan Gopay yang sudah pre-installed.

Kualitas Kamera Infinix Smart 9

Kamera belakang 50MP-nya menghasilkan detail yang baik di siang hari. Fitur AI Scene Detection cukup pintar untuk menyesuaikan warna dan exposure. Mode unggulan termasuk HDR Auto, Super Night Mode, AI Beauty, dan Bokeh Effect.

Namun, kamera depannya hanya 8MP, sehingga kurang maksimal untuk selfie malam hari.

Update Android pada Infinix Smart 9

Ya. Infinix menjanjikan update ke Android 15 Go Edition pada awal 2026 untuk semua pengguna. Patch keamanan akan diberikan secara triwulanan (4 bulan sekali) selama 2 tahun.

Testimoni Pengguna Awal Infinix Smart 9

Hasil polling komunitas XClub ID menunjukkan:

  • 76% puas dengan desain dan baterai
  • 15% merasa kamera cukup di kelasnya
  • 9% mengeluhkan kinerja lambat saat membuka banyak aplikasi

Review positif banyak diberikan oleh pelajar, orang tua yang butuh HP kedua, dan pengguna ojek online untuk keperluan harian.

Perbandingan Infinix Smart 9 vs Smart 8 vs Redmi A3

| Model | Smart 9 | Smart 8 | Redmi A3 |
|——-|———|———|———-|
| Harga | Rp1.099–1.299 Jt | Rp999 Ribu | Rp1.199.000 |
| Layar | 6,6″ 90Hz | 6,6″ 90Hz | 6,71″ 60Hz |
| Kamera Utama | 50MP | 13MP | 8MP |
| Prosesor | UNISOC T606 | Helio G36 | Helio G36 |
| Fast Charging | 18W | 10W | 10W |

Layakkah Membeli Infinix Smart 9?

Ya, sangat layak. Dengan harga Rp1 jutaan, kamu mendapatkan:

  • Kamera besar 50MP
  • Layar 90Hz
  • Desain tipis kekinian
  • Android 14 Go dengan update terjamin
  • RAM dan storage luas (hingga 128GB)

Infinix Smart 9 cocok untuk pelajar, pekerja kantoran, dan pengguna pemula yang ingin ponsel fungsional, murah, tapi tidak murahan.