Rabu, April 8, 2026
Beranda blog Halaman 655

Harga HP Samsung A15,A24,A25 5G,A26 5G Akhir Juli 2025,Intip Lagi Spesifikasinya

0

ZONAGADGETBerikut ini update harga HP Samsung A15, A24, A25 5G, A26 5G di akhir Juli 2025.

Anda yang berkeinginan mengganti HP, update harga berikut ini bisa menjadi referensi.

HP Samsung Galaxy A Series memang dikenal sebagai gadget mid-range dengan harga terjangkau. 

Tak hanya menarik karena harganya, seri A dari Samsung juga memiliki spesifikasi yang mampu bersaing di kelasnya.

Berikut harga HP Samsung A15, A24, A25 5G, A26 5G lengkap dengan spesifikasinya.

Samsung A15

Samsung Galaxy A15 menawarkan memori RAM 8 GB yang di dukung fitur RAM Plus untuk memperluas memori RAM hingga 8 GB. 

Ada pula dua pilihan penyimpanan internal yaitu berkapasitas 128 GB dan 256 GB.

Kapaitas itu asih ditambah dengan opsi perluasan penyimpanan menggunakan microSD hingga 1 TB.

Adapun hp Galaxy A15 diotaki prosesor Mediatek Helio G99 dengan kemampuan memutar video berkualitas tinggi hingga 30fps.

Bahkan multitasking, dan gaming yang lebih lancar.

Layarnya berjenis Super AMOLED berukuran 6,5 inci, resousi FullHD+ dan refresh rate 90Hz untuk kinerja mulus.

Ada pula tiga kamera belakang dengan reolusi 50MP (utama) + 5MP (Ultra-Wide) + 2MP (Macro).

Sementara kamera depannya memiliki resolusi 13 MP. 

Lalu untuk sumber daya menggunakan baterai 5.000 mAh dan fast-charging 25W, serta sudah dibekali fitur NFC.

Soal harga, Samsung Galaxy A15 dibandrol Rp2.899.000 di Juli 2025.

Samsung A24

Samsung Galaxy A24 menggunakan salah satu prosesor kelas menengah unggulan yang baru hadir tahun ini, yaitu Helio G99 dari MediaTek.

Kinerjanya didukung RAM 8GB dan memori internal 128GB yang jelas sangat mampu mengolah banyak aplikasi favorit Anda, termasuk game. 

Untuk urusan layar, Samsung A24 tentu sudah menggunakan panel Super AMOLED berukuran 6,5 inci. 

HP ini mampu menampilkan resolusi hingga FHD+.

Tidak lupa, layar ini juga sudah memiliki refresh rate di level 90Hz.

Di sektor kamera, Samsung A24 memiliki tiga buah kamera di bagian belakang.

Masing-masing dengan resolusi 50MP (wide), 5MP (ultrawide), dan 2MP (macro).

Untuk kebutuhan selfie, ada kamera 13MP yang bisa Anda gunakan.

Terakhir, ada baterai 5.000 mAh dengan fast charging 25W yang siap mendukung semua aktivitas Anda.

Soal harga, Samsung Galaxy A24 dibandrol Rp2.539.000 di Juli 2025.

Samsung A25 5G

Samsung Galaxy A25 5G ditenagai oleh prosesor Exynos 1280 yang dipadukan dengan RAM 8 GB.

Serta opsi penyimpanan 128 GB/256 GB yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Untuk urusan kamera, Galaxy A25 5G menawarkan kamera utama 50 MP dengan OIS.

Sekaligus lensa ultra-wide 8 MP dan lensa makro 2 MP.

Di samping itu, ada kamera selfie 13 MP yang memadai untuk videocall.

Layarnya berjenis Super AMOLED seluas 6,5 inci dengan resolusi FullHD+ dan refresh rate 120Hz.

Sebagai tambahan, Samsung Galaxy A25 5G memiliki baterai 5.000mAh dengan fast charging 25W. 

 

Harga: Rp3.499.000

Samsung A26 5G

Untuk Samsung A26 5G dibandrol dengan harga Rp3.999.000 dengan kapasitas RAM 8/256GB.

Meskipun harganya lebih murah, Samsung Galaxy A26 5G memiliki keunggulan spesifikasi yang patut dibanggakan.

Samsung A26 5G kini hadir dengan dukungan fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) atau Samsung menyebutnya Awesome Intelligence, secara bawaan.

Ini menjadi peningkatan dibanding model sebelumnya yakni Galaxy A25 yang tidak dibekali fitur AI kekinian.

Menurut Samsung, fitur AI dihadirkan bagi Galaxy A26 dan Galaxy A-series terbaru lainnya, agar AI bisa digunakan oleh semua kalangan.

Salah satu fitur AI yang melengkapi Galaxy A26, yaitu fitur Circle to Search. 

Fitur yang memungkinkan pengguna menelusuri sesuatu dengan cara melingkari obyek (foto) ini kini ditingkatkan dari sebelumnya.

Tidak hanya dapat mengenali obyek dalam foto, tetapi juga nomor telepon, alamat e-mail, hingga tautan di layar ponsel.

Alhasil, ada lebih banyak hal yang bisa ditelusur atau dimungkinkan lewat fitur Circle to Search. 

Circle to Search yang ditingkatkan juga memungkinkan pengguna mencari lagu yang didengar dari konten sosial media atau dari ruangan sekitar, tanpa perlu pindah aplikasi.

Caranya, dengan menekan tombol musik di fitur Circle to Search. 

Samsung juga menyertakan fitur Object Eraser yang ditingkatkan

Fitur ini bisa menghapus obyek yang tidak diinginkan pada foto. 

Misalnya foto pejalan kaki atau bayangan.

Fitur AI lainnya yaitu fitur Filters yang memungkinkan pengguna membuat filter khusus dengan mengekstraksi warna dan gaya dari foto yang ada.

Selanjutnya, pengguna bisa menerapkan efek yang unik dan dipersonalisasi untuk meningkatkan hasil foto.

Untuk pertama kalinya, Galaxy A26 juga didukung dengan sertifikasi ketahanan debu dan air dengan IP-rating IP67, setara Galaxy A36 dan Galaxy A56

Selain itu Samsung A26 5G hadir dengan layar Super AMOLED 6,7 inci, resolusi Full HD Plus, dan refresh rate 120 Hz.

Ukuran layarnya meningkat dibanding pendahulunya yang 6,5 inci.

Samsung juga meningkatkan aspek desain perangkat di mana kamera belakangnya kini disimpan dalam modul berbentuk oval, menyerupai kapsul.

Pada aspek kamera, smartphone ini dibekali tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.8) dengan fitur stabilisasi OIS, kamera ultrawide 8 MP (f/2.2) dan kamera makro 2 MP (f/2.4). 

Sementara kamera depannya memiliki resolusi 13 MP (f/2.2).

Samsung tidak merinci chip yang dipasang di ponsel Galaxy A26 5G.

Namun menurut rumor yang beredar sebelumnya, Samsung A26 5G ini diotaki chip Exynos 1380.  

Chip di Galaxy A26 5G dipadukan dengan dua opsi RAM dan penyimpanan, yaitu 8/128 GB dan 8/256 GB. 

Smartphone ini juga dilengkapi baterai berkapasitas 5.000 mAh.

Pada aspek software, ponsel ini berjalan dengan sistem operasi Android 15 dan dilapisi sistem antarmuka One UI 7 disertai dukungan pembaruan sampai enam tahun ke depan.

Ponsel ini juga dilengkapi Samsung Knox Vault yang memberikan lapisan keamanan ekstra ke perangkat, sehingga melindungi data sensitif pengguna.

Samsung Galaxy A26 hadir dalam empat opsi warna, yaitu Black, White, Mint, dan Peach Pink. Smartphone ini memiliki dimensi 164 x 77,5 x 7,7 mm, dan bobot 200 gram.

*) Disclaimer: Harga dan ketersediaan barang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan tergantung stock disetiap toko.

(ZONAGADGET/TribunBatam.id)

3 Pekerjaan yang Tak Tersingkirkan AI,Ini Prediksi Bill Gates

0

ZONAGADGET – Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat manusia harus lebih inovatif.

Bahkan beberapa pekerjaan bakal tergantikan dengan teknologi.

Lantas terkait hal tersebut berikut ini prediksi pekerjaan yang akan tetap bertahan di tengah perkembangan AI.

Di tengah perkembangan artificial intelligence (AI) yang pesat, sejumlah lapangan pekerjaan diprediksi akan tergantikan oleh otomatisasi.

Berbagai perspektif dan kekhawatiran pun muncul, terutama di kalangan generasi muda tentang masa depan profesi atau jurusan yang sedang diemban.

Perlu diketahui, tidak semua pekerjaan akan tergerus oleh teknologi.

Beberapa mungkin hilang, tapi ada pula yang bertahan atau bahkan muncul sebagai profesi baru.

Pekerjaan yang menuntut kepekaan, kreativitas, serta pemikiran kompleks manusia masih diragukan untuk direplikasi oleh AI.

Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memproyeksikan akan ada 170 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan. Sementara, 92 juta pekerjaan akan tergantikan.

Prediksi Bill Gates

Baru-baru ini, Bill Gates, seorang miliarder teknologi turut memprediksi tiga profesi yang kemungkinan akan bertahan di era AI. Dilansir dari The Economic Times, berikut adalah daftar pekerjaan yang disebutkan:

 

1. Coding

Tak dapat dipungkiri bahwa AI dirancang oleh manusia. Untuk menyempurnakan dan menyusun teknologi yang memiliki kemampuan menangkap, mengelola, dan menghasilkan informasi, dibutuhkan data awal yang dimasukan.

Di sinilah peran manusia bermain. Kemampuan AI akan menjadi lebih canggih dengan adanya orang yang mengelola AI itu sendiri.

Oleh karena itu, pekerjaan ini masih memungkinkan untuk bertahan mengingat keterampilan pemecahan masalah dinamis yang diperlukan.

2. Ahli Energi

Pengelolaan energi menjadi suatu hal yang krusial karena perlu dipertimbangkan secara matang dalam praktik kerjanya. Minyak, nuklir, maupun berbagai bentuk energi terbarukan dan tidak terbarukan lainnya, akan terus digunakan dan dibutuhkan oleh manusia.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah taktik yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan energi yang diperlukan di masa mendatang. AI diyakini dapat membantu manusia untuk melakukan analisis, tapi pemikiran manusia tetap diperlukan untuk manajemen krisis.

3. Ahli Biologi

Tidak menutup kemungkinan AI bisa membantu untuk diagnosis penyakit berdasarkan analisis terhadap kumpulan data uang ada. Namun, untuk menciptakan sebuah hipotesis atau penemuan baru yang inovatif, masih memerlukan penelitian medis oleh manusia.

Menurut Bill Gates, ahli biologi masih diperlukan untuk bidang kedokteran dengan mengandalkan pemikiran kritis, intuisi, dan kreativitas para pekerja.

Posisi perkembangan pekerjaan di Indonesia

Sejalan dengan itu, sejumlah pekerjaan yang relevan dengan prediksi Bill Gates juga tercantum dalam Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum.

Profesi seperti Big Data Specialists, AI and Machine Learning, Software and Application Developers, hingga Environmental Engineers dan Renewable Energy Engineers termasuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan bersih tercepat secara global setidaknya dalam periode 2025–2030.

Sementara di Indonesia, ada beberapa pekerjaan yang dianggap paling penting oleh perusahaan untuk membantu proses transformasi bisnis dan masa depan industri.

Tiga diantaranya ada AI and Machine Learning, Big Data Specialists, dan Business Development Professionals.

Melihat tren ini, tidak ada salahnya mulai mempertimbangkan jurusan atau bidang yang kamu rencanakan dan tekuni memiliki relevansi dengan kebutuhan masa depan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang dinamis. 

Sosok Bill Gates

Seorang pria berkacamata asal Seattle, Amerika Serikat pada tahun 1975, memutuskan untuk keluar dari bangku kuliah karena ingin mengejar mimpinya mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.

Tak sia-sia, karena keputusan beraninya itu, ia berhasil mendirikan salah satu perusahaan teknologi paling beken di dunia, Microsoft.

Pria tersebut tak lain adalah Bill Gates.

Kesuksesan Microsoft membuat nama Bill Gates kian melambung.

Pemilik nama lengkap William Henry Gates III ini bahkan dinobatkan sebagai miliarder termuda pada usia 31 tahun di masanya.

Sukses dan bergelimang harta tak membuat Gates apatis dan tinggi hati. Ia diketahui gemar melakukan kegiatan filantropi dengan menyumbangkan kekayaannya.

Melihat kesuksesan Gates setelah putus kuliah, berkembang pemikiran bahwa untuk kesukesesan sebenarnya tidak harus diraih dengan gelar sarjana.

Pemikiran ini semakin liar karena banyaknya nama-nama pendiri perusahaan teknologi terkemuka saat ini juga tidak pernah menamatkan perkuliahannya.

Sebut saja pendiri Microsoft lainnya Paul Allen, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pendiri Apple Steve Jobs, pendiri Twitter Jack Dorsey, pendiri WordPress Matt Mullenweg, pendiri WhatsApp Jan Koum, dan masih banyak nama-nama lainnya.

Gates sendiri sebenarnya kurang setuju dengan pemikiran tersebut. Dalam sebuah unggahan blog miliknya, Gates mengungkapkan dirinya beruntung dapat sukses mengembangkan Microsoft setelah drop out.

Menurut dia, lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan gelar adalah salah satu jalan pasti menuju kesuksesan.

Sebab, seorang lulusan perguruan tinggi cenderung berpeluang lebih besar menemukan pekerjaan yang bermanfaat dan berpenghasilan lebih tinggi.

“Bahkan bukti menunjukkan, lulusan perguruan tinggi itu menjalani kehidupan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak memiliki gelar,” ungkap Gates dalam unggahan blog Gates Notes tahun 2015 lalu, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin 8 Maret 2021.

Sebelum berhasil mendirikan Microsoft seperti sekarang ini, Gates lebih dahulu dikenal sebagai anak yang gemar membaca dan cenderung menyendiri.

Gates diketahui lebih memilih menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Bahkan di usia remajanya, ia telah menamatkan seluruh seri “World Book Encyclopedia”.

Sebenarnya Gates termasuk anak yang memiliki prestasi yang baik ketika berada di sekolah.

Namun, orang tua Gates menceritakan bahwa anaknya itu kerap terlihat tampak bosan dan menyendiri. Dan orang tua Gates khawatir anaknya akan tumbuh menjadi penyendiri.

Kekhawatiran itu ternyata hanya berlangsung sesaat. Pada usia 13 tahun, Gates mengenyam pendidikan di sekolah swasta Lakeside School pada akhir 1960-an. Di sinilah ketertarikan Gates pada dunia komputer bermula.

Saat Gates duduk di kelas delapan, sekolahnya membeli terminal Teletype Model 33 ASR dan komputer General Electric (GE) untuk para siswa.

Komputer masih menjadi barang baru bagi setiap orang pada saat itu. Kendati demikian, sekolahnya justru memberikan kebebasan bagi para siswa untuk mempelajarinya.

Gates menjadi salah satu siswa yang jatuh cinta dengan perangkat baru tersebut.

Ia bahkan dibebaskan dari kelas matematika hanya untuk mengejar minat dan ketertarikannya pada bahasa pemrograman BASIC di komputer General Electric.

Dengan perangkat ini, Gates menulis program komputer pertamanya. Program tersebut adalah permainan tic-tac-toe di mana pengguna dapat bermain melawan komputer.

Selain membuat program sendiri, Gates juga diketahui membantu sekolahnya untuk membuat software penjadwalan kelas siswa.

Saat di Lakeside School, Gates menjalin pertemanan dengan Paul Allen yang lebih tua dua tahun dibandingkan Gates. Kendati demikian, keduanya menjadi sahabat baik karena menaruh minat yang sama pada komputer.

Sekitar tahun 1972, tepatnya ketika Gates berumur 17 tahun, Gates dan Allen menjadi rekan bisnis untuk mengerjakan “Traf-o-Data”, program komputer untuk memantau pola lalu lintas di Seattle AS.

Program tersebut sukses besar dan membuat Gates ingin berhenti bersekolah dan fokus pada bisnisnya. Namun orang tuanya menentang keinginan Gates dan ingin agar dia meneruskan sekolah hukum agar menjadi pengacara seperti ayahnya.

Pada 1973, Gates akhirnya lulus dari Lakeside School dengan skor SAT (tes standar untuk penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi AS) nyaris sempurna, yakni 1590 dari 1600.

Dengan skor tersebut, Gates berhasil masuk di Universitas Harvard jurusan hukum seperti yang diidam-idamkan orang tuanya.

Teman karibnya, Allen, saat itu sudah lebih dahulu mengenyam pendidikan di Universitas Washington State. Kendati terpisah, keduanya disebut tetap berhubungan baik.

Saat di universitas, Gates tidak bisa meredam ketertarikannya dengan dunia komputer sehingga kebanyakan waktunya ketika kuliah ia habiskan di laboratorium komputer.

Pada tahun 1974, Allen memutuskan berhenti kuliah dari Universitas Washington State untuk bekerja sebagai programer di perusahaan teknologi Honeywell yang berada di Boston AS.

Setahun setelahnya, pada 1975, Gates membaca sebuah artikel di Majalah Popular Electronics edisi Januari 1975 yang kemudian mengubah kehidupannya.

Artikel tersebut berisi berita tentang komputer mini Altair 8800 yang dibuat oleh perusahaan Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS).

Keberadaan komputer mini tersebut membuat Gates dan Allen semakin tertarik dengan industri komputer pribadi.

Kedua sahabat tersebut memberanikan diri untuk menelepon MITS.

Mereka berbohong kepada MITS dengan mengatakan bahwa mereka sedang mengerjakan program perangkat lunak berbasis bahasa pemrograman BASIC yang dapat dijalankan di Altair 8800.

Padahal, kenyataannya tak satupun dari Gates dan Allen memiliki komputer Altair 8800 kala itu.

Software yang dimaksud pun hanya sebatas rekaan mereka berdua dan belum dikerjakan.

Ketika MITS menyatakan minat pada software “gaib” yang dijelaskan oleh Gates dan Allen, keduanya baru bergegas mengembangkannya.

Di titik inilah, Gates akhirnya membulatkan tekad untuk keluar dari Universitas Harvard dan mengembangkan perusahaan yang selanjutnya diberikan nama Micro-Soft bersama sahabatnya, Allen.

Micro-Soft merupakan gabungan dari kata “micro-computer” dan “software”.

Produk pertama Micro-Soft adalah software BASIC untuk komputer Altair yang awalnya bohongan, tapi kemudian benar-benar diwujdukan tadi.

Pada tahun 1976, menurut Gates Notes, tanda hubung pada nama Micro-Soft dihilangkan sehingga menjadi “Microsoft” tanpa tanda hubung yang kita kenal hingga saat ini.

Gates berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Microsoft hingga tahun 2000.

Sedangkan Allen menjabat sebagai wakil presiden eksekutif perusahaan untuk penelitian dan pengembangan produk baru hingga tahun 1983.

Setelah itu, Allen meninggalkan perusahaan karena alasan kesehatan.

Kelahiran Windows dan perseteruan dengan Steve Jobs

Bisnis awal Micro-Soft bersama MITS ini tidak berjalan dengan mulus.

Kendati demikian, Gates dan Allen tidak menyerah. Setelah bekerja dengan MITS, keduanya menulis software dengan format berbeda untuk perusahaan lain.

Sekitar tahun 1980-an, industri komputer juga tengah berkembang pesat. Perusahaan seperti Apple, Intel, dan IBM sedang gencar-gencarnya mengembangkan komponen dan hardware komputer.

Sedangkan Microsoft tetap berfokus mengembangkan perangkat lunak.

Pada 1980, IBM mendekati Microsoft untuk mendapatkan software yang dapat digunakan di komputer PC yang akan diluncurkannya.

Microsoft pun mengembangkan software bernama MS-DOS. Microsoft menjual lisensi dari software tersebut kepada IBM dan perusahaan lain.

Tak berselang lama, sekitar tahun 1981, Apple mengajak Microsoft berkolaborasi untuk mengembangkan software di komputer buatan Apple, Macintosh.

Namun, agaknya kolaborasi ini menjadi titik awal perseteruan antara pendiri Apple Steve Jobs dan Bill Gates.

Berkat berbagai pengetahuan baru yang diperolehnya saat kolaborasi tersebut, Microsoft mengembangkan sebuah sistem operasi baru yang bernama Windows.

Sistem operasi Windows sendiri baru diluncurkan Microsoft pada 1985.

Berbeda dari MS-DOS yang hanya berbasis teks, Windows memungkinkan pengguna menggunakan mouse untuk mengoperasikan antarmuka grafis, menampilkan teks, dan gambar di layar komputer.

Lantaran Windows dinilai mirip dengan sistem operasi Macintosh yang dikenalkannya pada 1983, Apple pun menggugat Microsoft. Tapi Microsoft menang di pengadilan.

Perseteruan dan hubungan kurang akur antara Jobs danGates juga berlanjut cukup lama.

Namun ketika Jobs akhirnya meninggal pada 2011, Gates mengatakan bahwa keduanya sebenarnya “saling mendorong (kesuksesan Microsoft dan Apple), bahkan sebagai pesaing”, sebagaimana dihimpun dari Business Insider.

Dalam perjalanannya, Microsoft mengembangkan berbagai produk layanan baru di luar sistem operasi, seperti paket software produktivitas Microsoft Office (1990) hingga layanan cloud Microsoft Azure (2010).

Lalu, Microsoft juga melebarkan sayapnya ke luar bisnis sistem operasi komputer. Perusahaan ini, misalnya, masuk ke bisnis video game dengan meluncurkan seri konsol Xbox

Di samping itu, Microsoft juga mengakuisisi bebeapa perusahaan teknologi lain, seperti Skype Technologies (2011), Mojang (2014), LinkedIn (2016), hingga GitHUb (2018).

Jadi miliarder di usia muda

Sejak meluncurkan sistem operasi MS-DOS dan Windows, Microsoft terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Microsoft lalu menjadi perusahaan global. Pada 1983, Microsoft dberhasil menguasai pasar sistem operasi karena dilaporkan 30 persen komputer yang ada di dunia saat itu menjalankan sistem operasi buatannya.

Selang delapan tahun setelah didirikan, Microsoft akhirnya melantai di bursa saham pada Maret 1986. Penawaran umum perdana (IPO) Microsoft seharga 21 dollar AS per lembar saham.

Ketika itu, Gates memegang 45 persen dari total 24,7 juta saham Microsoft. Artinya kepemilikan Gates terhadap Microsoft bernilai 234 juta dollar AS.

Seiring berjalannya waktu, saham perusahaan turut meningkat. Pada 1987, harga saham Microsoft menembus 90,75 dollar AS . Forbes mencatat, kekayaan bersih Gates mencapai 1,25 miliar dollar AS. Gates pun dinobatkan sebagai miliarder termuda di usia 31 tahun.

Predikat “miliarder termuda” dipegang Gates dari tahun 1987 hingga 2010. Pada 2010, Gates harus menyerahkan title itu kepada Mark Zuckcerberg yang menjadi miliarder termuda pada usia 23 tahun.

Selanjutnya, nama Bill Gates menjadi langganan mejeng di daftar tahunan Forbes 400 sebagai orang terkaya di AS, bahkan dunia.

Menurut daftar The World Real-Time Billionaires yang dirilis Forbes per 7 Maret 2021, Bill Gates merupakan orang terkaya nomor empat di dunia dengan total kekayaan bersih mencapai 124,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.776,9 triliun.

Kendati hidup sukses dan bergelimang harta, Gates bersama istrinya, Melinda Gates, tidak akan mewariskan seluruh kekayaannya kepada tiga anaknya.

Ketiga anak Gates, Rory John, Jennifer Katharine, dan Phoebe Adele dilaporkan hanya akan menerima warisan masing-masing sebesar 10 juta dollar AS (sekitar RP 142,9 miliar).

“Tidak baik bagi anak-anak jika mereka memiliki kekayaan dalam jumlah besar. Itu bisa mengganggu jalan apapun yang mungkin mereka ciptakan dengan sendirinya,” kata Gates, sebagaimana dihimpun dari SFGate.

Dermawan dan peduli lingkungan

Alih-alih diwariskan untuk ketiga anaknya, Gates dan Melinda justru akan memberikan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan amal.

Gates dan Melinda memang diketahui mendirikan yayasan swasta bernama William H. Gates Foundation pada 1994 silam. Yayasan ini kemudian berubah nama menjadi Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) pada tahun 1999.

BMGF memiliki tujuan utama yakni meningkatkan perawatan kesehatan dan mengurangi kemiskinan ekstrem di seluruh dunia, serta memperluas peluang pendidikan dan akses ke teknologi informasi di AS.

BMGF juga turut mendukung berbagai isu sosial, kesehatan, dan pendidikan. Misalnya di bidang kesehatan, BMGF diketahui telah mengucurkan dana sebesar 86 juta dollar AS untuk memberantas penyakit polio di dunia.

Yang terbaru, BMGF juga berkomitmen menyumbangkan 1,75 miliar dollar AS (sekitar RP 25 triliun) sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan vaksin, perawatan, obat-obatan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Covid-19.

Sejauh ini, Bill dan Melinda diketahui telah mendonasikan hampir 36 miliar dollar AS (sekitar RP 514,6 triliun) kepada BMGF.

Selain Bill dan Melinda, BMGF juga didukung oleh investor kenamaan dunia, Warren Buffet. Pada 2006, Buffet mengatakan akan menyumbangkan setidaknya 37 miliar dollar AS (kira-kira Rp 528,9 triliun) dari harta kekayaannya kepada BMGF.

Pada 2018, BMGF dilaporkan memiliki dana abadi sebesar 46,8 miliar dollar AS (sekitar RP 669 triliun), menjadikannya sebagai yayasan swasta terbesar di dunia.

Kegiatan amal yang dilakukan Bill, Melinda, dan Buffet ini dipertegas oleh ikrar “The Giving Pledge” yang mereka tanda tangani pada Desember 2010.

The Giving Pledge adalah sebuah ikrar untuk menginspirasi orang-orang kaya dunia agar menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan bersih yang dimiliki untuk kegiatan amal, baik selama mereka hidup atau setelah meninggal.

Pada 2020, ikrar “The Giving Pledge” telah diikuti oleh 211 orang kaya yang berasal dari 23 negara.

Selain terkenal dermawan, Gates juga diketahui peduli terhadap isu lingkungan seperti perubahan iklim. Pendiri Microsoft ini juga menulis buku berjudul How to Avoid a Climate Disaster: The Solutions We Have and the Breakthroughs We Need.

Ia bahkan mendorong adanya peralihan dari mobil konvensional ke mobil listrik, sebagaimana dihimpun dari CBS News. Sebab, menurut Gates, dunia perlu menghilangkan emisi gas rumah kaca dan mencegah peningkatan suhu yang dahsyat.

Diberi penghargaan oleh Ratu Elizabeth II

Bill dan istrinya telah banyak melakukan kegiatan filantropis dan diapresiasi oleh sejumlah pihak. Misalnya, pada 2005, Majalah Time menobatkan Gates dan istrinya sebagai salah satu orang paling berpengaruh di abad ke-20.

Pada tahun yang sama, Ratu Inggris Elizabeth II menganugerahi Gates dengan gelar kebangsawanan sebagai Knight Commander of the Most Excellent Order of the British Empire.

Pada tahun 2006, Gates dan istrinya dianugerahi Order of the Aztec Eagle oleh pemerintah Meksiko atas kegiatan filantropis mereka di seluruh dunia mencakup bidang kesehatan dan pendidikan.

Lalu, pada 2016, kegiatan filantropis Gates dan Melinda kembali diapresiasi. Ketika itu Presiden Barack menobatkan keduanya sebagai penerima Presidential Medal of Freedom, sebagaimana dihimpu KompasTekno dari situs Biography.

Profil Bill Gates

Nama lengkap: William Henry Gates III

Nama populer: Bill Gates

Tempat dan tanggal lahir: Seattle, AS, 28 Oktober 1955

Usia: 65 tahun

Istri: Melinda French Gates (menikah 1994)

Anak: Jennifer Katharine Gates (24), Rory John Gates (21), dan Phoebe Adele Gates (18)

Kekayaan bersih: Rp 1.776,9 triliun versi Forbes per 7 Maret 2021.

Pendidikan

Lakeside School, Seattle (1967-1973)

Universitas Harvard jurusan hukum (1973-1975, tidak tamat)

Perusahaan dan organisasi yang didirikan

Microsoft (4 April 1975)

Bill & Melinda Gates Foudation (1994)

Penghargaan

World’s most influential people oleh Majalah Time (2005)

Gelar kebangsawanan Inggris sebagai “Knight Commander of the Most Excellent Order of the British Empire” oleh Ratu Inggris Elizabeth II (2005)

Order of the Aztec Eagle oleh pemerintah Meksiko (2006)

Presidential Medal of Freedom oleh Presiden Barack Obama (2016)

(Sumber Kompas/Elaine Keisha)

Samsung Galaxy Watch 8 Series, Fitur Canggih untuk Gaya Hidup Sehat

0

ZONAGADGET – Jam tangan pintar semakin dicari masyarakat untuk menunjang gaya hidup mereka. Selain aksesori, jam tangan pintar kini sudah menjadi pendamping gaya hidup sehat dengan fitur pemantauan kesehatan dan olahraga. 

Dari beragam banyak jam tangan pintar, Galaxy Watch8 Series dari Samsung patut dipertimbangkan. Galaxy Watch8 Series diluncurkan dalam acara Galaxy Unpacked 2025. Salah satu pembaruan paling menarik dari Galaxy Watch8 Series adalah peningkatan fitur kesehatan, terutama untuk membantu penggunanya tidur lebih berkualitas. 

Fitur Bedtime Guidance dan Sleep Coach memberikan insight tentang pola tidur, kualitas istirahat, hingga skor tidur setiap pagi, mendorong kebiasaan tidur yang lebih teratur dan sehat.

Hal ini juga dirasakan oleh entrepreneur & sport enthusiast, Achmad Alkatiri. Melalui jumpa pers daring pada akhir pekan kemarin, dirinya menyebut kalau fitur di Galaxy Watch 8 membantu ia menjalani hidup lebih sehat dan terarah.

“Sekarang, setiap pagi saya lihat Sleep Score untuk tahu seberapa baik kualitas tidur semalam. Lumayan jadi teguran halus sih, tapi dari hal itu saya mulai makin peduli soal cara tidur yang benar, karena ternyata itu ngaruh banget sama mood seharian,” kata Achmad.

Jam tangan ini juga dilengkapi dengan Vascular Load Monitoring untuk memantau beban pembuluh darah dan Antioxidant Status, fitur baru yang bisa membantu pengguna mengevaluasi kualitas asupan makanan dan minuman mereka.

Kemudian, bagi penggemar olahraga, Galaxy Watch8 menyajikan fitur Running Coach yang memberikan panduan latihan lari secara real-time, menyesuaikan dengan tingkat kebugaran dan target pengguna. 

Sementara Auto Workout Detection secara otomatis mengenali jenis olahraga yang sedang dilakukan tanpa perlu mengatur manual. Sensor Body Composition (BIA) juga memungkinkan pengguna mengukur lemak tubuh, massa otot, dan parameter penting lainnya, menjadikan pelacakan kebugaran lebih akurat dan personal.

Yang menarik, Galaxy Watch8 Series menjalankan One UI 8 Watch dan terintegrasi dengan Gemini AI. Pengguna bisa mengakses informasi, menjadwalkan aktivitas, dan memantau kesehatan hanya lewat perintah suara, langsung dari pergelangan tangan. 

AI ini juga belajar dari kebiasaan pengguna dan menyesuaikan respons berdasarkan konteks aktivitas harian.

Ceraikan Istri demi Wanita AI: Kisah Kakek 75 Tahun di China Jatuh Cinta pada Sosok Virtual

0

ZONAGADGET – Di tengah lonjakan kecanggihan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan (AI), muncul kisah yang menjadi sorotan di Beijing, ibu kota China, seorang lansia kecanduan terhadap manusia digital virtual.

Cerita yang menyita perhatian publik adalah Jiang, kakek berusia 75 tahun, yang memilih menceraikan istrinya setelah jatuh cinta kepada sosok perempuan virtual yang sebenarnya adalah produk AI. 

Menurut laporan Beijing Daily, Jiang, pria asal Beijing, setiap hari duduk di depan layar ponselnya menanti sosok wanita virtual yang dijuluki ‘saudari perempuan’. 

Rupanya, Jiang disinyalir ‘terlalu serius’ menganggap sosok karakter digital dengan suara wanita di aplikasi AI miliknya sebagai wanita seutuhnya. 

Jiang jatuh cinta pada karakter wanita virtual tersebut karena berbicara lembut dan manis melalui video. 

“Merupakan suatu kehormatan bagiku memiliki saudari yang baik sepertimu,” ujar Jiang, dikutip dari Beijing Daily, Senin (21/7/2025).

Jiang juga mengatakan, wanita AI yang dicintainya tersebut selalu memanggilnya penuh kasih sayang.

Padahal, gerak bibir dan suara dalam video tersebut jelas tidak sinkron, pertanda nyata itu hanyalah hasil rekayasa digital. 

Namun, Jiang tetap percaya sepenuhnya, meyakini sosok virtual itu nyata dan mencintainya. 

Keyakinan inilah yang membuat Jiang, kakek 75 tahun itu mengambil keputusan mengakhiri pernikahan puluhan tahun dengan istrinya demi sosok yang tidak pernah benar-benar ada, wanita virtual AI. 

Fenomena Meluas di Kalangan Lansia

Jiang bukan satu-satunya. 

Di Tiongkok, semakin banyak lansia yang mengalami hal serupa, kecanduan interaksi dengan manusia digital. 

Mereka, kebanyakan merasa kesepian dan memiliki keterbatasan mobilitas, menjadi target empuk algoritma platform video pendek yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka.

Banyak dari mereka tidak hanya yakin telah menemukan cinta sejati dari layar ponsel, tetapi juga percaya telah memenangkan hadiah besar atau menjadi selebritas internet. 

Peringatan Ahli: Waspadai Manipulasi Emosional

Para ahli memperingatkan, meskipun AI memiliki nilai hiburan, tren ini menunjukkan bahaya manipulasi emosional dan ekonomi terhadap lansia.

Ketergantungan terhadap interaksi virtual tidak hanya bisa merusak hubungan sosial di dunia nyata, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial yang cukup besar.

Para ahli klinisi kesehatan mental mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang peran AI yang semakin berkembang sebagai terapis digital tersebut. 

Dilansir The Guardian, Prof Dame Til Wykes, kepala kesehatan mental dan ilmu psikologi di King’s College London, mencontohkan sebuah chatbot gangguan makan yang ditarik pada tahun 2023 setelah memberikan nasihat yang berbahaya.

“Saya rasa AI belum berada pada level yang mampu memberikan nuansa dan malah bisa menyarankan tindakan yang sama sekali tidak tepat,” ujarnya.

Wykes juga melihat chatbot sebagai pengganggu potensial bagi hubungan yang sudah terjalin.

“Salah satu alasan kita punya teman adalah karena kita saling berbagi hal-hal pribadi dan membicarakannya,” ujarnya. 

“Itu bagian dari aliansi, koneksi. Dan jika kita menggunakan AI untuk tujuan semacam itu, bukankah itu akan mengganggu hubungan tersebut?” lanjut Prof Dame. 

(ZONAGADGET/Garudea Prabawati)

Guru Besar UI Pakai AI untuk Jawab Pertanyaan di Sidang Gugatan UU TNI

0

Jakarta, IDN Times – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Satya Arinanto memakai artificial intelligence (AI) saat menyampaikan jawaban dalam sidang uji formil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).

Hal itu terjadi saat Satya menjawab pertanyaan dari DPR selaku pihak yang menghadirkannya sebagai saksi ahli dalam sidang yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (21/7/2025).

1. Bermula dari pertanyaan DPR soal meaningful participation

Kejadian itu bermula, ketika Perancang Peraturan UU Ahli Utama Badan Keahlian DPR RI, Inosentius Samsul melontarkan pertanyaan kepada Satya soal prinsip partisipasi bermakna publik (meaningful participation) sebagaimana yang dipermasalahkan para Pemohon dalam uji formil UU TNI

Inosentius lantas menyoroti praktik partisipasi bermakna masyarakat di Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Ia menyebut, pembentukan UU di AS melibatkan pihak lain untuk menampung berbagai masukan dari stakeholder terhadap rancangan UU.

“Perdebatan tentang bagaimana meaningful participation di Amerika berujung pada satu ketentuan bahwa di kongres AS itu ada yang namanya lobbyist. Lobbyist ini adalah orang-orang yang secara legal, lalu kemudian terdaftar dan profesional. Dan bekerja secara etika dan integritas tinggi yang mereka sangat paham tentang proses di DPR, kongres. Lalu kemudian menyampaikan aspirasi dari stakeholder yang disampaikan oleh para lobbyist ini dan itu resmi,” ujar dia.

“Saya ingin bertanya kepada profesor Satya, bagaimana di Indonesia ke depan apakah perlu model seperti itu, agar yang tadi disampaikan kelompok masyarakat banyak yang mengaku dan tidak memahami proses sehingga partisipasi publik menjadi absurd,” sambungnya.

Ia juga menanyakan, apakah di Indonesia perlu diterapkan standar tertentu untuk menentukan syarat memenuhi syarat partisipasi bermakna masyarakat dalam pembuatan UU.

2. Pakai AI karena belum menyiapkan jawaban

Mendapati pertanyaan itu, Satya mengaku mendukung apabila ada pihak seperti lobbyist yang ditugaskan di DPR RI. Ia pun membacakan data yang ada berdasarkan penelusuran yang baru dilakukan saat sidang berjalan. Satya mengaku, menelusuri soal lobbyist di Kongres AS dengan memanfaatkan AI.

“Dari pertanyaan tadi, pertama saya mendukung ya memang kalau di AS ini saya juga ikut melacak ya pertanyaan tadi karena baru dikemukakan di sini. Dari data yang ada ini memang ada kelompok lobbyist tadi di kongres. Di mana mereka itu kelompok yang dipekerjakan untuk mempengaruhi keputusan legislatif dan juga kebijakan pemerintah dengan cara berinteraksi langsung dengan anggota kongres,” ucapnya.

Satya mengaku menggunakan AI sebagi bagian dari pemanfaatan kemajuan teknologi. Terlebih, ia belum mempersiapkan pertanyaan yang diajukan tersebut.

“Mohon izin, ini saya baca langsung dari AI karena saya juga tidak mempersiapkan jawaban terhadap bapak penerima kuasa substitusi. Jadi saya memanfaatkan kemajuan teknologi,” jelas dia.

Pada intinya, Satya mengaku mendukung adanya aturan tertentu untuk menetapkan apakah tahapan pengesahan undang-undang sudah memenuhi prinsip partisipasi bermakna publik atau belum.

3. Kesimpulan yang disampaikan Guru Besar UI terhadap gugatan UU TNI

Sebelumnya, dalam kesimpulan keterangan yang disampaikan, Satya menyimpulkan bahwa para Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) sehingga permohonan harus dinyatakan tidak dapat diterima. Ia meminta agar permohonan para Pemohon ditolak untuk seluruhnya dan keterangan DPR RI secara keseluruhan diterima.

Selain itu, proses pembentukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dinyatakan telah sesuai dengan UUD 1945 dan telah memenuhi ketentuan pembentukan peraturan perundang-undangan.

Sekolah di Kalsel Menerapkan Pelajaran Coding dan AI pada Tahun Ini ‘Godfather of AI’ Sebut AI Bisa Jadi Ancaman Eksistensial Bagi Manusia 5 Tips Konten AI Tetap Bisa Dimonetisasi di YouTube

Ahli DPR Gunakan Akal Imitasi di Sidang Uji Formil UU TNI

0

ZONAGADGET, JakartaAhli yang dihadirkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dalam sidang uji formil Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025 atau UU TNI menggunakan akal imitasi atau artificial intelligence (AI).

Pakar tersebut adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Satya Arinanto. Satya menggunakan AI saat menjawab pertanyaan dari Perancang Peraturan UU Ahli Utama Badan Keahlian DPR RI Inosentius Samsul dalam sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi.

“Mohon izin saya baca langsung dari AI, karena saya tidak mempersiapkan jawaban terhadap bapak penerima kuasa konstitusi. Saya memanfaatkan kemajuan teknologi,” kata Satya dalam sidang perkara nomor 45, 56, 69, 75, 81/PUU-XXIII/2025 pada Senin, 21 Juli 2025.

Adapun keterangan AI yang dibacakan Satya mengenai kelompok lobi yang berada di parlemen Amerika Serikat. Menurut dia, dalam kongres negeri Abang Sam itu, ada kelompok yang dipekerjakan untuk mempengaruhi keputusan legislatif dan kebijakan pemerintah dengan cara berinteraksi langsung dengan anggota kongres.

Di Amerika Serikat, pelobi juga menggunakan cara-caranya mempengaruhi legislasi, memberikan informasi dan data, menjalin hubungan, mengorganisasi dukungan dan lain-lain. Menurut Satya, kelompok ini ideal untuk dibentuk di Indonesia juga sebagai representasi dari partisipasi publik yang saat ini masih sangat luas artiannya di Indonesia. “Saya mendukung,” kata dia.

Dalam sidang yang sama, perwakilan DPR menilai cara Amerika Serikat perlu diadopsi agar partisipasi publik bisa terdaftar secara legal, khususnya saat proses pembentukan undang-undang.

“Kelompok-kelompok masyarakat itu banyak yang mengaku ataupun banyak juga yang tidak memahami proses, sehingga partisipasi publik menjadi absurd?” ucap Inosentius. “Apakah kita perlu model-model seperti itu (lobi seperti di AS).”

Gugatan terhadap UU TNI ini diajukan oleh berbagai kampus dan koalisi masyarakat sipil untuk reformasi sektor keamanan. Adapun sidang hari ini belum menghasilkan putusan apapun. MK akan kembali menyidangkan uji formil UU TNI pada 28 Juli 2025.

Dalam sidang sebelumnya pada 14 Juli 2025, pemohon perkara nomor 81 menghadirkan Deputi Direktur Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Fajri Nursyamsi sebagai Ahli dalam sidang perkara. Fajri mengatakan pengesahan UU TNI dilaksanakan dengan melanggar tahapan perencanaan dan penyusunan. Selain itu, pembahasan dilakukan dengan tidak memperhatikan asas keterbukaan, sehingga berdampak tidak tercapainya partisipasi bermakna.

“Dokumen perencanaan, dokumen Prolegnas (Program Legislasi Nasional), kami anggap itu sebagai komitmen awal pembentukan legislasi satu tahun ke depan. Dokumen itu yang kami jadikan dasar untuk berpartisipasi. Partisipasi publik tidak akan muncul Bapak/Ibu ketika tidak ada transparansi di awal, surat-surat seperti itulah yang dijadikan oleh kami untuk dasar,” kata Fajri di ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

Universitas Widyatama Bandung Kembangkan Budidaya Ikan Berbasis AI di Sumedang

0

PR SUMEDANG – Universitas Widyatama Bandung bekerja sama dengan Universitas INTI International Malaysia dan Pemerintah Kabupaten Sumedang mengembangkan penemuan alat pendeteksi budidaya ikan berbasis Artificial Intelligence (AI).

Terobosan tersebut sebagai bentuk implementasi konsep Living Lab yang menjadi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Desa Cileles Kecamatan Jatinangor menjadi desa pertama yang menggunakan alat tersebut.

Terkait hal itu, Rektor Universitas Widyatama Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum mengatakan,, dirinya sengaja mengundang Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wil. IV Dr. Lukman untuk meninjau langsung kegiatan Living Lab Universitas Widyatama.

“Tujuannya supaya bisa meninjau langsung apa yang kami lakukan. Kebetulan kami membangun, menciptakan Living Lab Widyatama dengan kontennya membuat Alat Pendeteksi Budidaya Ikan Lele Berbasis AI.

Kami juga akan mengarahkan kepada ekonomi sirkuler. Kemudian juga akan menciptakan UMKM berbasis produk kami,” ucapnya.

Menurut Prof Dadang, Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat mendukung Living Lab proyek percontohan dan peran produk yang berdampak kepada masyarakat.

“Pak wabup bahkan memberi semacam prospek pada kami. Kalau produk ini bagus dan bisa digunakan di seluruh Kabupaten Sumedang, Pak Wabup akan memberikan apresiasi dan memanfaatkannya. Ini sangat menggembirakan kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI WIL. IV Dr. Lukman menjelaskan, sesuai arahan Mendiktisaintek, hadirnya kampus harus berdampak kepada masyarakat. “Saya datang langsung ke sini meninjau Living Lab di sini. Apakah alat ini bisa digunakan atau tidak. Kalau siap digunakan, kita akan membantu.

Minimal kita gunakan di Jawa Barat dan Banten. Dan bisa diimplementasikan di masyarakat kita, ujung-ujungnya berdampak kepada ekonomi,” ucapnya.

Petani ikan dapat pembekalan penggunaan teknologi tersebut

Dalam kesempatannya, Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila mengapresiasi teknologi tersebut yang berguna untuk memantau kualitas air di kolam ikan.

“Nanti bisa dilihat hasilnya dibulan Agustus (2025) apakah akan berbeda Lele yang hasilnya dari air yang biasa dan air yang menggunakan teknologi inovasi AI. Karena kadar pH airnya sudah diatur secara digital,” ucap Wabup M Fajar Aldila di Cileles Jatinangor, Selasa, 8 Juli 2025.

Ia berharap para petani ikan diberikan pembekalan dalam penggunaan teknologi tersebut berikut solusi jika ada permasalahan di lapangan terkait alat tersebut.

“Nanti dari (Universitas) Widyatama harus secara komprehensif, pak rektor. Takutnya nanti ada masalah-masalah di depannya. Karena namanya alat digital, ada malfunction dan lainnya.

Mitigasi resikonya seperti apa. Jangan sampai nanti kita sudah melakukan implementasinya kepada masyarakat, namun masyarakat masih banyak yang kurang paham terkait perawatannya,” ucapnya.

Wabup menyebutkan, Pemda Sumedang membuka selebar-lebarnya terjadinya kolaborasi antara Universitas Widyatama dengan Kabupaten Sumedang.

“Kami sanggup untuk menyiapkan anggarannya. Khususnya ini untuk kemajuan petani dan peternak di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Wabup mengharapkan _pilot project_ pendeteksi budidaya ikan berbasis _Artificial Intelligence (AI)_ tersebut bisa diterapkan oleh petani ikan di Kabupaten Sumedang.

“Kalau sudah ada alat seperti ini, khususnya kadar air yang menyebabkan kematian Lele bisa dihilangkan. Otomatis produksi akan meningkat dengan sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, Living Lab Widyatama di Desa Cileles Jatinangor selaras dengan program Jatinangor Smart City of Knowledge.

“Ini kolaborasi yang cocok, khususnya dibagian digital untuk pertanian dan peternakan. Jadi kami akan sangat mendukung,” katanya.***

China Gelar Sepak Bola Robot AI Pertama, Dikendalikan Tanpa Manusia

0

ZONAGADGET – Pertama kali dalam sejarah, China menggelar pertandingan sepak bola antar robot 3 versus 3 yang sepenuhnya dikendalikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Turnamen bertajuk ROBO League ini dilaksanakan di Beijing pada Sabtu (28/6/2025) lalu, yang menjadi pertandingan uji coba perdana untuk World Humanoid Robot Sport Games 2025, ajang kompetisi olahraga internasional khusus robot humanoid.

Dikutip Global Times dari laporan CCTV News, acara ini memadukan antara robot dari tim THU Robotics Tsinghua University dan Tim Mountain Sea dari China Agricultural University. Pertandingan keduanya dimenangkan oleh tim THU Robotics dengan total skor 5-3. 

Dikontrol pakai AI

Selain menggunakan robot humanoid sebagai pemain utama, yang membuat turnamen sepak bola ini menarik adalah seluruh robot tersebut sepenuhnya dikontrol oleh teknologi AI, tanpa intervensi manusia sedikit pun.

Direktur Eksekutif Panitia Penyelenggara dan Wakil General Manager dari Shangyicheng (Beijing) Technology and Culture Group, Dou Jing, mengatakan bahwa kompetisi sepak bola robot AI ini merupakan yang pertama di China dan sepenuhnya berjalan secara otonom.

“Ini adalah pertandingan sepak bola robot AI pertama di China, yang sepenuhnya otonom,” kata Dou Jing, sebagaimana dikutip KompasTekno dari laman Global Times, Rabu (9/7/2025).

Jing menyebut, kompetisi ini merupakan wujud kombinasi antara inovasi teknologi dan aplikasi industri. Sebab, dalam praktiknya, semua robot bergerak dan bermain di bawah kendali sistem AI.

“Ini merupakan kombinasi dari inovasi teknologi dan aplikasi industri, serta jendela penting untuk membawa robot ke kehidupan publik dan skenario dunia nyata,” tambahnya.

Kendati inovasinya cukup menjanjikan, panitia penyelenggara turnamen antar-robot tersebut mengakui bahwa teknologi yang digunakan oleh perangkat humanoid itu masih memiliki keterbatasan.

Panitia mengungkap, salah satu kendala terbesar yang masih dialami oleh robot AI yaitu saat menghadapi rintangan bergerak di lapangan. Menurut mereka, para robot masih saling bertabrakan.

Menyadari keterbatasan ini, tim penyelenggara lantas memutuskan untuk menerapkan sistem aturan yang lebih longgar, tabrakan yang terjadi karena keterbatasan robot, tidak akan dihitung sebagai pelanggaran. 

Perbedaan inilah yang menjadi ciri khas dalam kompetisi sepak bola robot AI, karena mampu menyeimbangkan daya saing, daya tarik penonton, dan kelayakan rekayasa di tengah kondisi teknologi yang masih berkembang.

Kemampuan setara anak usia lima sampai enam tahun

Adapun penilaian terkait kurangnya kemampuan robot AI dalam pertandingan sepak bola ini juga diungkap oleh Cheng Hao, pendiri Booster Robotics sekaligus pemasok robot resmi ajang sepak bola ROBO League.

Menurut Hao, kemampuan robot AI dinilai masih berada di level dasar atau setara dengan performa anak-anak usia lima sampai enam tahun yang dalam satu kali pertandingan bisa memperoleh satu sampai dua poin. 

Meski demikian, Hao masih menganggap bahwa perkembangan teknologi robot AI tersebut termasuk cepat. Sebab, hanya dalam kurun waktu satu tahun, kemampuannya diklaim sudah meningkat drastis.

“Baru setahun yang lalu, pertandingan robot berjalan lambat, masih membutuhkan asisten keselamatan manusia, dan robot mudah rusak saat terjatuh,” tutur Hao.

“Sekarang, mereka sudah bisa berjalan secara otonom dan mencapai kecepatan satu meter per detik, bahkan bisa berdiri sendiri setelah terjatuh,” tambahnya.

Hao juga menjelaskan bahwa turnamen sepak bola antar-robot AI tahun ini sekaligus menandai dua kemajuan teknologi besar di dunia robotika. Pertama yaitu terkait semua robot yang akhirnya bisa digerakkan sepenuhnya oleh AI tanpa bantuan manusia.

Kemajuan kedua, yakni soal pelaksanaan turnamen yang menerapkan sistem penalti dan wasit yang telah disesuaikan. Seperti disinggung di atas, sistem ini menghapus aturan untuk tabrakan tak disengaja yang terjadi akibat keterbatasan kemampuan robot.

Dikatakan Hao, dengan menerapkan dua sistem tersebut, pertandingan dapat berlangsung lebih lancar dan minim gangguan. Selain itu, alur serta intensitas permainannya juga diklaim lebih meningkat.

Kompetisi robot humanoid lain

Sebagai langkah lanjutan, panitia penyelenggara turnamen ini mengungkapkan rencana lanjutan yaitu dengan menggelar kompetisi robot lain, seperti maraton robot humanoid dan liga bertema “Mech League”. 

“Di masa mendatang, kami berencana untuk mengembangkan serangkaian IP kompetisi robotika, termasuk lomba lari setengah maraton robot humanoid dan Mech League,” jelas tim panitia, Bian Yuansong, dari Shangyicheng (Beijing) Science and Technology Culture Group.

Menurut Bian, dengan dibuatnya lanjutan kompetisi antar-robot ini, diharapkan bisa mempercepat penerapan teknologi robot humanoid dan memperluas cakupan adopsinya di dunia nyata. 

AI Medis Milik Microsoft Bisa Saingi Dokter Manusia dalam Diagnosis Pasien

0

Riset terbaru Microsoft mengungkap bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini mampu melakukan diagnosis medis berurutan (sequential diagnostics) dengan akurasi dan efisiensi yang dapat bersaing dengan dokter manusia, bahkan melampauinya.

Studi yang diumumkan pada Senin (30/6) lalu menyoroti dua hal, pertama memperkenalkan tolok ukur baru untuk menguji performa alat diagnosis AI dibanding para ahli medis, serta hadirnya model-agnostic orchestrator untuk mengukur kemampuan AI ketika dibandingkan dengan tolok ukur tersebut.

Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar menuju apa yang ia sebut sebagai superintelijensi medis.

“Cara mudah memahami superintelijensi medis adalah, model ini berkali-kali lebih baik dari manusia terbaik di dunia, memiliki keluasan wawasan dari sebagian besar dokter ahli di seluruh dunia, dan kedalaman pengetahuan layaknya pakar terbaik,” ujar Suleyman, mengutip Newsweek.

Untuk menguji kemampuan AI dalam dunia medis nyata, Microsoft mengembangkan Sequential Diagnosis Benchmark (SDBench), yakni simulasi interaktif berbasis 304 kasus klinis kompleks dari New England Journal of Medicine (NEJM). Kasus-kasus ini memang terkenal sulit didiagnosis bahkan oleh para ahli.

SDBench menyajikan ringkasan kasus kepada dokter atau model AI. Selanjutnya, mereka harus mengajukan pertanyaan atau melakukan pemeriksaan medis untuk mengonfirmasi diagnosisnya. Diagnosis akhir dibandingkan dengan standar emas milik NEJM, dinilai berdasarkan akurasi dan efisiensi biaya.

Hasilnya mencengangkan. Model baru Microsoft bernama MAI Diagnostic Orchestrator (MAI-DxO) berhasil mencapai akurasi diagnosis sebesar 85,5%, jauh melampaui dokter umum yang rata-rata hanya mencapai 20% akurasi. Tak hanya itu, MAI-DxO juga mampu mengurangi biaya diagnosis hingga 20%, berkat kemampuannya dalam memilih pemeriksaan yang lebih relevan dan lebih cepat mengambil keputusan klinis.

Karena bersifat model-agnostic, MAI-DxO dapat digunakan bersama berbagai model kecerdasan buatan seperti OpenAI, Gemini, Claude, Grok, DeepMind, hingga Llama.

Namun, studi ini memiliki keterbatasan. Panel yang terdiri dari 21 dokter asal AS dan Inggris, dengan rata-rata pengalaman 12 tahun, tidak diizinkan menggunakan mesin pencari, model bahasa, atau sumber informasi eksternal saat berinteraksi dengan SDBench.

Padahal, riset terbaru menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 5 dokter telah menggunakan AI generatif, dan 7 dari 10 menggunakan mesin pencari dalam praktik sehari-hari. Artinya, performa dokter manusia mungkin akan lebih tinggi jika diberi akses ke sumber daya digital yang biasa mereka gunakan.

Meski begitu, tim Microsoft menegaskan bahwa hasil ini membuktikan bahwa sistem AI yang diarahkan untuk berpikir ulang dan bertindak bijak, dapat meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus menekan biaya klinis.

MAI-DxO belum diluncurkan untuk digunakan secara luas, namun performa awalnya memberikan gambaran kuat tentang potensi di masa depan. Alat ini dikembangkan oleh divisi kesehatan Microsoft AI, unit riset yang diam-diam dibentuk pada akhir 2024.

Tim pengembangnya mencakup klinisi, desainer, insinyur, dan ilmuwan AI yang bekerja di bawah arahan Suleyman, yang juga merupakan salah satu pendiri DeepMind (perusahaan AI yang diakuisisi Google senilai 400 juta dollar AS pada 2014). Salah satu sosok kunci lainnya adalah Dr. Dominic King, Wakil Presiden Kesehatan Microsoft AI, dan mantan pemimpin di Google Health dan Google DeepMind.

“Ada dua hal yang sangat kami banggakan: menciptakan tolok ukur baru untuk menguji performa AI, dan membuktikan bahwa sistem orchestrator kami tampil luar biasa melampaui tolok ukur tersebut,” ujar King sebagaimana dikutip Newsweek. “Ini mungkin adalah proyek paling menegangkan dan menggairahkan yang pernah saya kerjakan.”

Setiap hari, lebih dari 50 juta pencarian terkait kesehatan dilakukan melalui produk Microsoft yang menggunakan AI, seperti Copilot, Bing, Edge, dan MSN. Masyarakat kini semakin mengandalkan AI untuk memahami keluhan fisik atau gejala medis, dari sekadar sakit kepala hingga kondisi serius lainnya.

“Kami punya AI bernama Copilot, dan orang-orang datang untuk bicara soal kecemasan mereka, sakit kepala anak mereka, hingga penyakit yang mereka takutkan,” kata Suleyman. “Ini adalah percakapan yang berlangsung terus-menerus. Copilot bisa bekerja lebih baik jika punya pemahaman diagnostik yang kuat.”

Penelitian Microsoft ini juga bisa membawa manfaat besar bagi dunia medis, seperti membantu dokter mencapai diagnosis yang lebih akurat, dengan lebih cepat dan biaya lebih murah..

Di Amerika Serikat saja, sekitar 7,4 juta orang salah diagnosis di ruang gawat darurat setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 1 dari 350 kasus menyebabkan kematian atau kecacatan permanen, menurut studi 2023 dari Agency for Healthcare Research and Quality.

Selain itu, miliaran dolar dihabiskan untuk tes yang tidak perlu, memperburuk biaya kesehatan nasional dan meruncingkan hubungan antara rumah sakit dan perusahaan asuransi.

Saat ini, Microsoft tengah bekerja sama dengan sejumlah institusi kesehatan (yang belum disebutkan namanya) untuk melakukan uji coba lanjutan dan mengulang kesuksesan awal dari MAI-DxO.

“Ini adalah sinyal awal yang sangat menjanjikan,” ujar King, “Tapi kami melihat ini sebagai perjalanan panjang bertahun-tahun yang butuh kolaborasi intensif dari seluruh sistem layanan kesehatan agar bisa berjalan dengan benar.

AI tak hanya mampu menggantikan proses diagnosis manusia, tapi bisa menjadi alat bantu penting yang menyelamatkan nyawa, menekan biaya, dan mempercepat pelayanan medis. Dunia medis sedang berubah, dan AI ada di garis depan perubahan itu.

Fitur Unggulan HONOR 400 Series, AI Salah Satunya!

0

HONOR, brand teknologi global, resmi meluncurkan HONOR 400 Series di Indonesia! Seri terbaru ini terdiri dari dua varian: HONOR 400 dan HONOR 400 Lite, lengkap dengan teknologi AI Imaging, kamera ultra-tinggi 200MP, baterai jumbo 6000mAh, dan layar AMOLED Super Bright hingga 5000 nits. Cocok banget buat kamu yang suka bikin konten, foto, dan video, apalagi HONOR 400 jadi smartphone pertama dunia yang punya fitur AI Image to Video hasil kerja sama eksklusif dengan Google Veo 2. Jadi setiap foto bisa diubah jadi video singkat yang aesthetic banget! Nah, penasaran kan fitur unggulan dari HONOR 400 Series? Simak selengkapnya, Bela!

HONOR 400: AI Imaging canggih yang mudah digunakan

Smartphone ini punya sederet fitur AI yang pas banget untuk menyalurkan ide kreatifmu:

  • AI Image to Video: Ubah foto statis jadi video 5 detik penuh animasi ala drone, tanpa ribet edit.

  • AI Eraser 2.0: Hapus jejak orang lewat atau refleksi kaca dengan satu sentuhan.

  • AI Outpainting & Cutout: Perluas background tanpa crop; bisa pindahkan objek ke latar lain dengan hasil natural.

  • AI Face Tune: Buka mata yang memejam di foto—super praktis!

Kameranya sendiri bukan main: sensor 200MP, bukaan f/1.9, OIS + EIS, dan AI Super Zoom 30×. Dipadu fitur Harcourt Portrait yang bikin potret terlihat elektrik dan alami. Performanya? Didukung Snapdragon 7 Gen 3, RAM 12GB, storage 512GB, plus baterai 6000mAh dan fast charge 80W, kamu pun bisa main game berat tanpa takut lag!

HONOR 400 Lite: pintar, ringkas, dan stylish

Untuk kamu yang cari tablet Android berkamera top, HONOR 400 Lite jadi pilihan pas. Ditenagai Dimensity 7025-Ultra, RAM 8GB, storage 256GB, dan baterai 5230mAh yang tahan lama. Layar AMOLED 6,7 inci 120Hz makin jernih, style-nya stylish, ringan, dan tetap tangguh dengan sertifikasi SGS dan IP64. Fitur AI Button-nya bikin akses cepat ke kamera, Google Lens, dan video hanya dengan satu tombol. Semua kelebihan ini berjalan mulus berkat MagicOS 9.0 berbasis Android 15.

Fitur produktivitas yang memanjakan

Dilengkapi MagicOS 9.0, HONOR 400 Series punya sederet fitur cerdas:

  • Magic Portal: Cukup lingkari objek di layar, langsung keluar opsi info, beli tiket, atau cari rekomendasi.

  • AI Productivity Tools: Ada AI Subtitles, Translation, Deepfake Detection, hingga AI Notes & Google Gemini, semua bikin aktivitas harian makin digital-savvy.

  • Wireless Extension Display: Jadikan tablet sebagai layar kedua saat mengerjakan tugas atau kerjaan.

  • Xiaomi Interconnectivity: Fitur yang bikin gadget HONOR kamu nyambung otomatis ke hotspot, clipboard, dan telepon sama HP Xiaomi kamu!

Harga & Promo HONOR 400 Series

HONOR 400 Series bakal hadir di Indonesia lewat stores seperti HONOR Experience dan berbagai e‑commerce. Untuk harga pasarannya, HONOR 400 dijual dengan harga Rp6.999.000, sementara HONOR 400 Lite dibanderol dengan harga Rp3.999.000.

HONOR 400 Series bukan sekadar smartphone biasa, ini adalah solusi lengkap untuk kamu yang ingin produktivitas tinggi, konten visual standout, dan gaya hidup digital millennial! Kamera AI-nya bikin foto dan video makin kreatif, baterainya awet seharian, dan fitur cerdasnya bikin hidup makin praktis.

Kalau kamu mencari smartphone yang bisa jadi alat kreatif sekaligus produktivitas andal, HONOR 400 dan HONOR 400 Lite pantas banget masuk wishlist-mu!

OPPO A5i, Smartphone Stylish yang Tangguh dan Siap Temani Aktivitas! 3 Keunggulan POCO M7 Pro 5G, Smartphone Kelas Menengah yang Mumpuni 4 Fitur HONOR X9c 5G, Smartphone Tangguh dengan Triple Defense