– GoTo dan Indosat secara resmi mengumumkan peluncuran Sahabat AI, suatu terobosan signifikan di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Sahabat AI merupakan salah satu model bahasa berukuran besar yang ada.
Large Language Model
/LLM)
open source
berkapasitas 70 miliar parameter, yang kini hadir dengan kemampuan
chat
multi bahasa.
Platform kecerdasan buatan dalam negeri yang disebut-sebut sebagai yang pertama ini siap mendukung para penggunanya dengan respon yang sigap, presisi, serta natural. Setelah ditingkatkan menjadi 70 miliar parameter, Sahabat AI dapat menginterpretasi latar belakang dialog secara lebih cermat dan menyajikan balasan yang semakin sesuai.
Layanan
chat
Sahabat AI bisa diakses dengan mudah melalui situs
sahabat-ai.com
Atau pengguna bisa menemukan aplikasi GoPay di bagian Layanan Favorit Warga. Mereka pun berhak bertanya dalam Bahasa Indonesia dan beberapa bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, Batak, selain itu ada pula dukungan untuk beberapa bahasa internasional.
Hal ini memungkinkan Sahabat-AI berfungsi sebagai asisten digital yang sepenuhnya mengerti tentang budaya serta bahasa di Indonesia. Selanjutnya, apa sajakah kelebihannya? Mari kita tinjau poin-poin utamanya.
– Banyak Bahasa Lokal dan Internasional: Mengerti dan menanggapi dalam pelbagai bahasa daerah beserta global.
– Kemampuan Penalaran Canggih: Memproses informasi dan memberikan jawaban yang logis dan kontekstual.
– Sumber Terbuka dan Keterbukaan Akses: Tersedia secara cuma-cuma untuk para pembuat perangkat lunak, usaha rintisan, institusi pendidikan, serta badan pemerintahan.
– Terpadu dengan Fungsi Sehari-hari: Dapat diakses langsung melalui aplikasi GoPay, mempermudah para pemakai.
– Berbasis Infrastruktur Lokal: Seluruh data dan pengolahan AI dilakukan di Indonesia, menjaga keamanan dan kedaulatan data.
Bersamaan dengah peluncuran Sahabat AI, Indosat juga menghadirkan GPU Merdeka, infrastruktur
cloud
Artificial Intelligence buatan dalam negeri ini menjadi fondasi untuk pelatihan dan pengembangan Sahabat AI dengan cara yang lokal dan aman.
Kerjasama itu diharapkan dapat menimbulkan kesempatan untuk banyak pihak, mulai dari
startup
hingga universitas, untuk mengembangkan aplikasi AI tanpa harus bergantung pada teknologi luar negeri. Selain itu, Sahabat AI dikembangkan bersama berbagai institusi riset dan universitas terkemuka di Indonesia. Hal ini memastikan model AI benar-benar relevan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia.
Pengembangan Sahabat AI selaras dengan misi nasional untuk mencapai kedaulatan digital. Seluruh data diproses di dalam negeri, sesuai regulasi, dan mendorong hadirnya layanan AI yang aman, transparan, dan bermanfaat.
Bukan cuma teknologinya saja, Sahabat AI ini pun turut membantu mengasah bakat-bakat lokal di bidang AI. Para mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi berbeda ikut serta secara aktif dalam proses latihan dan penyempurnaan model-model tersebut. Hal itu membuat pendidikannya semakin aplikatif dan sesuai dengan permintaan pasar industri.
-Pemerintah mendorong perkembangan teknologi digital di Indonesia dengan memperkuat kecerdasan buatan (AI), yang mencakup unsur-unsur lokal serta semangat gotong royong. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah merancang rute strategis untuk mengakselerasi pembuatan AI di negara ini.
Nezar Patria, wakil menteri dari Komdigi, menyebut bahwa penyusunan peta jalur tersebut beriringan dengan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di perusahaan lokal.
“Langkah-langkah yang diambil oleh GoTo dan Indosat melalui program Sahabat AI ini sejalan dengan rancangan pembangunan kecerdasan buatan di Indonesia yang tengah disusun pemerintah,” ujar Nezar pada acara diskusi panel untuk peluncurkan Large Language Model (LLM) hari Selasa (3/6).
Menurutnya, inovasi LLM yang mendukung beragam bahasa lokal di Indonesia dapat mendorong perkembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional menuju kemandirian.
sovereignty AI
.
” Ini sangat penting, khususnya karena Sahabat AI merupakan salah satu jenis dari Large Language Models (LLM) yang berupaya memperkembangan fondasi modulnya untuk menangani data dalam bahasa lokal seperti Bahasa Sunda dan Jawa serta terus maju ke arah pengolahan bahasa-bahasa daerah lain,” ungkap Nezar Patria.
Di kawasan Asia Tenggara, Nezar Patria memberikan contoh penggunaan Empathetic LLM MERaLiON di Singapura. Teknologi ini dapat menangani berbagai macam bahasa yang ada di wilayah tersebut seperti Bahasa Indonesia, Thai, Vietnamesa, serta Tamil, Inggris, dan Singlish.
“Kalau kita lihat trend di dunia sekarang juga membangun LLM dengan mencoba mengolah bahasa lokal. Jadi di Singapura, kemarin kami menghadiri Asia Tech Summit, MERaLiON (diperkenalkan) yang membuat menjadi lebih
powerfull
untuk diterapkan,” tutur Nezar Patria.
Bukan hanya itu saja, Nezar juga menekankan tentang kemungkinan adanya risiko dalam penggunaan Sahabat AI, terutama ketika bersaing dengan teknologi berstandar internasional yang sangat kompetitif.
“Yang terpenting sesudah inovasi adalah cara membagi dan mendistribusikan teknologi serta menerapkannya dalam berbagai sektor. Jadi, menurut temanku AI, ini merupakan aspek pembagian teknologi tersebut,” ungkap Nezar Patria dengan tegas.
Untuk memperkuat sistem ekonomi AI dalam negeri, pemerintah juga sedang sibuk membentuk tenaga kerja digital lokal, dengan spesialisasi utama di bidang teknologi AI.
Dia menyatakan bahwa Indonesia memerlukan sekitar 9 juta tenaga kerja digital sampai lima tahun mendatang atau pada tahun 2030. Sementara itu, jumlah yang tersedia saat ini hanya mencapai 25% dari target yang dibutuhkan.
“Jadi dengan kehadiran Sahabat AI ini memperkuat ekosistem pengembangan talenta digital kita yang sedang dibangun baik oleh Komdigi, ekosistem industri pengembang AI dan juga adopsi teknologi baru seperti
cloud computing
, IoT sampai dengan blockchain,” tukas Nezar.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang berusaha untuk menyisipkan elemen-elemen pembelajaran tentang kecerdasan buatan dalam kurikulumnya (
artificial intelligence
) atau
AI
sertakan juga kode kedalam rancangan perubahan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional (
RUU Sisdiknas
).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyatakan bahwa penggunaan teknologi harus diperhitungkan dan ditanggapi sebagai hambatan luar biasa. “Lalu bagaimana cara kita memasukkannya ke dalam sistem pendidikan,” ujar Atip saat berdiskusi di kawasan parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, tanggal 3 Juni 2025, sebagaimana dilaporkan oleh sumber tersebut.
Antara
.
Atip menyebut bahwa saat ini, Kemendikdasmen tengah merancang program belajar tentang kecerdasan buatan (AI) serta pemrograman. Ia menerangkan bahwa usulan perubahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meski demikian, Atip menambahkan bahawa pihaknya harus mempersiapkan tindakan konkret sebagai peneguh pendidikan.
Dia memahami parlemen ingin mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk para pelajar, tetapi hal itu juga harus dicapai secara berkeadilan hingga semua pihak bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama.
Dari sisi pemerintahan, menurut Atip, revisi UU Sisdiknas bakal dilakukan dengan tiga pendekatan. Pertama, pendekatan parsial dengan menghapus atau menambah pasal tertentu dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
Kedua, katanya lagi, terdapat pasal-pasal yang benar-benar dirombak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan spesifik. Sedangkan untuk point ketiganya, pihak pemerintahan ingin mengusulkan supaya dalam Rancangan Undang-Undang itu mencakup beragam aspek yang sebelumnya tidak ditetapkan. Salah satu contohnya adalah tentang sistem pendidikan dan bagaimana menggunakan teknologi dengan tepat.
Dia menilai UU Sisdiknas, yang diundangkan pada 2003, disusun dengan memperhatikan kebutuhan pada saat itu. Namun, kata dia, UU juga harus disusun untuk diberlakukan hingga masa depan.
“Jarak 22 tahun ini pasti sudah banyak fakta perubahan kebutuhan sekaligus juga tantangan-tantangan baru di bidang pendidikan yang dihadapi, sehingga memerlukan re-regulasi, pengaturan kembali,” katanya.
Penerapan Kurikulum AI dan Koding Tunggu Harmonisasi Kementerian Hukum
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) serta pemrograman ke dalam kurikulum sekolah pada semester mendatang atau tahun ajaran 2025/2026. Mata pelajaran tersebut tidak dijadikan sebagai mata pelajaran wajib, tetapi sebaagai pilihan bagi siswa. Ke dua bidang studi ini akan tersedia sebagai opsi mulai dari kelas 5 SekolahDasar sampai dengan jenjang menengah pertama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menginformasikan bahwa seluruh persiapan teknis terkait pembentukan kurikulum AI dan pemrograman sudah mencapai tingkat kelengkapan 100%. Ia menambahkan bahwa dokumen akademik tersebut juga telah berhasil melalui tahap uji coba publik di Australia.
“Kami sudah selesai naskah akademiknya, uji publik sudah selesai, pencapaian pembelajarannya juga sudah. Sekarang tinggal menunggu terbitnya peraturan menterinya,” kata Mu’ti saat ditemui di kantornya usai acara jalan sehat bersama ratusan murid dan guru pada Ahad, 18 Mei 2025.
Mu’ti menuturkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) baru akan diterbitkan setelah Kementerian Hukum memberikan hasil analisis mengenai keselerasan kurikulum dengan aspek hukumnya. “Jadi sekarang tahapnya masih dalam harmonisasi di Kementerian Hukum. Kalau sudah terbit, insyaallah kita segera terbitkan juga Permen itu,” katanya.
Dia menargetkan tahap terakhir kurikulum AI dan koding itu bisa rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli mendatang. Mu’ti berujar penerapan mata pelajaran ini akan dilakukan secara bertahap beriringan dengan pelatihan calon tenaga pengajar. “Sehingga guru-guru yang kita latih itulah yang akan
ngajar
AI dan koding,” tuturnya.
Dalam sebuah forum pertemuan dengan Google di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 7 Mei 2025, Mu’ti menjelaskan AI memiliki potensi besar dalam mendukung proses belajar mengajar. Menurut dia, AI bisa menjadi metode yang menarik dalam pengajaran. Dia mencontohkan seorang guru Bahasa Inggris yang memanfaatkan teknologi ini untuk membuat proses belajar lebih interaktif.
“Selain menjadi sebuah metode yang menarik, kelebihan dari AI adalah bisa memberikan layanan pendidikan yang cepat karena akselerasi. Akses itu bisa diperoleh murid dibanding dengan dia membaca buku,” tuturnya menjelaskan.
Di sisi lain, kata Mu’ti, rencana ini juga telah didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam upaya literasi digital. Kedua kementerian sepakat bersinergi dalam mewujudkan generasi yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal positif.
– Saat pesan chat di WhatsApp tiba-tiba tidak juga mendapat balasan dari seseorang meskipun mereka biasanya cepat membalas, tentu hal itu mengundang banyak tanda tanya.
Apa yang terjadi sesungguhnya? Apakah orang tersebut cuma malas untuk membalas pesan atau jangan-jangan sudah diblokir?
Sebelum mengkhawatirkan hal-hal yang tak masuk akal, lebih baik periksa dulu apakah kontak tersebut telah memblockir nomor kita atau belum.
Berikut ini adalah sejumlah tahapan yang dapat diikuti:
1. Periksa status terakhir dilihat dan keadaan online
Jika anda tidak melihat last seen dan status onlie di akun WhatsApp seseorang yang dicurigai tadi, maka patut dicurigai.
Hubungan tersebut seharusnya dipertanyakan apakah sudah membatasi nomor WhatsApp Anda, tetapi jangan terlalu pasti karena bisa juga disebabkan oleh pengaturan pribadi yang dilakukan dengan sengaja.
2. Cek Foto Profil
Jika anda juga menemukan nomor kontak tersebut tidak memiliki foto profil, maka ada dua kemungkinan.
Pertama kontak itu telah memblokir Anda, atau yang kedua, orang itu memang tidak memasang atau memakai foto profil di akun WhatsApp-nya.
3. Ceklis Satu
Di WhatsApp ceklis satu berarti pesan sudah terkirim, dua ceklis berarti sudah sampai, dan dua ceklis biru berarti pesan itu sudah dibaca.
Namun jika pesan chat yang kamu kirim cuma sampai ceklis satu dan tak kunjung berubah, maka bisa jadi tanda bahwa anda telah diblokir.
4. Uji Coba Grup WhatsApp
Anda buatlah grup baru WhatsApp dan masukan nomor kontak yang kamu curigai sebagai salah satu member grup WA tersebut.
Apabila terdapat pesan kesalahan menyatakan bahwa nomor tertentu tidak dapat dimasukkan ke dalam grup, atau meskipun telah ditambahkan tetapi nama Anda tidak muncul di daftar anggota grup, ini mengindikasikan bahwa Anda telah diblokir.
5. Coba Telepon
Cobalah telepon nomor kontak yang anda curigai itu.
Jika tidak berdering sebagai tanda voice call tersambung, maka itu tandanya anda diblokir.
Baca berita Tribunnews Bogor lainnya di
Google News
Ikuti kanal Tribunnews Bogor melalui aplikasi WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
Penggunaan kecerdasan buatan alias akal tiruan atau artificial intelligence (AI) di sektor birokrasi tak hanya semata-mata terkait dengan ikut-ikutan perkembangan teknologi. Mengimplementasikan AI adalah tindakan yang direncanakan dengan matang guna meningkatkan kelancaran layanan masyarakat serta proses pengambilan kebijaksanaan.
Saat membuka acara pelatihan “Jabar Digital Academy 2025 Kelas GARUDA” secara virtual, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman meresmikan kegiatan ini. Acara yang berlangsung di Bandung itu turut dihadiri oleh pegawai negeri sipil (PNS) serta calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) se-Jawa Barat pada hari Selasa, tanggal 3 Juni 2025.
“Teknologi, termasuk Artificial Intelligence atau AI, tidaklah menjadi sasarannya sendiri. Yang ingin dicapai ialah kemakmuran masyarakat. Namun agar hal tersebut terwujud, pemerintahan perlu sigap dan lincah. Dalam konteks ini, AI berfungsi sebagai sarana untuk mengakselerasi langkah-langkah tersebut mulai dari pengumpulan informasi, pemrosesan datanya, sampai pada pembuatan anjuran kebijakan,” jelas Herman Suryatman saat menyampaikan pidato utamanya.
Herman berpendapat bahwa AI unggul dalam pengolahan data dengan kecepatan, ketepatan, serta kelengkapan yang tinggi. Melalui penataan data yang baik, birokrasi tidak hanya menjadi lebih efisien, tapi juga dapat menargetkan penyediaan layanan dengan lebih presisi.
“Bila data yang digunakan berkualitas tinggi, maka keputusannya pun akan baik. Apabila keputusan sudah tepat, dampak positifnya pasti akan dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Dia memberikan contoh tentang cara penggunaan AI dapat mempermudah penyaringan dan pemrosesan data khusus, misalnya untuk data ibu hamil dengan defisiensi energi kronis dalam rentang usia tertentu, hal yang sangat susah dikerjakan secara manual dan cenderung lambat. Meskipun demikian, Herman juga menekankan bahwa situasi data di Jawa Barat sekarang masih kurang optimal.
“Kami masih memiliki data yang bersifat parsial dan tidak merata. Kami saat ini tengah memperbaikinya melalui kebijakan data terintegrasi dari pemerintahan pusat,” jelasnya.
Pelatihan “Jabar Digital Academy 2025 Kelas GARUDA” dimaksud bertujuan menciptakan birokrasi yang fleksibel, berkualitas tinggi, dan penuh ide-ide baru melalui penggunaan teknologi sebagai fondasi utama dalam layanan publik. Acara ini dihadiri lebih dari seratus orang partisipan berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) dan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baik di Dinas Provinsi Jawa Barat maupun di 27 kabupaten/kota setempat. ***
Realme GT 7 akhirnya mendarat di Indonesia pada Selasa, 3 Juni 2025. Ponsel ini menonjolkan baterai super besar plus dukungan pengisian daya super cepat dan kamera dengan resolusi tinggi.
Varian produk yang dirilis secara internasional, termasuk pasar Indonesia, memiliki spesifikasi yang berbeda dari versi Cina. Perangkat tersebut menampilkan layar ukuran lebih kecil dan menggunakan chipset Dimensity 9400e bukan Dimensity 9400+. Selain itu, konfigurasi kamernya juga tak serupa. Mari kita bahas lebih lanjut tentang fitur-fiturnya.
Desain Realme GT 7
Realme GT 7 mengusung desain yang cukup standar dan tidak mencolok. Fitur yang menentukan tampilannya mungkin adalah modul kamera yang besar, datar, dan sebagian besar berbentuk persegi panjang di bagian belakang. Talang di sekitar modul tersebut diberi warna yang berbeda.
Ponsel ini terasa sangat kokoh dalam hal bentuk, hampir tidak ada kelenturan atau cekungan. Rangka tengahnya terbuat dari sejenis material komposit plastik. Dilengkapi dengan lapisan atas yang tampak seperti disikat, memberikan kesan logam yang cukup meyakinkan.
Bagian depannya dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 7i. Selain itu, seluruh perangkat tertutup dengan cukup baik dan memiliki peringkat ketahanan terhadap masuknya air IP69.
Layar Realme GT 7
Bila dibandingkan dengan model yang diluncurkan di China, layar Realme GT 7 untuk pasar global agak lebih kecil, yaitu berdimensi 6,78 inci. Layar AMOLED ini memiliki tingkat pembaruan 120Hz, tidak seperti varian dari negeri asalnya yang mencapai 144Hz, serta memberikan terang maksimum sebesar 6.000 nits.
Pada pencahayaan terang, Realme GT 7 mampu menaikkan tingkat kecerahan dengan sendirinya hingga kira-kira 1.451 nits. Meskipun angka ini sedikit di bawah POCO F7 Pro yang mendekati 1.478 nits serta versi sebelumnya yaitu Realme GT 6, namun hal tersebut sudah melebihi batas yang dibutuhkan ketika digunakan di luar ruangan.
Untungnya, smartphone ini telah disertifikasi untuk HDR10+ dan Dolby Vision. Dekoder perangkat kerasnya dapat menangani HDR10, HDR10+, HLG, dan Dolby Vision. Ponsel ini juga memiliki sertifikasi Google Widevine L1 DRM tertinggi.
Performa Realme GT 7
Sumber daya pada Realme GT 7 berasal dari chipset Dimensity 9400e buatan MediaTek yang tidak sama dengan varian Plus-nya. Ini adalah prosesor 4nm yang memiliki single core Cortex-X4 dengan kecepatan clok 3,4GHz serta tiga unit tambahan jenis X4 tersebut. Dukungannya meliputi juga GPU Immortalis-GT20 MC12.
Ditemani RAM 12GB dan memori internal 256GB, chipset ini dengan mudah menyaingi konfigurasi di dalam Snapdragon 8 Gen 3, bahkan sedikit lebih baik. Menurut uji AnTuTu 10, ia bahkan mampu mengalahkan iPhone 16 dalam hal kinerja keseluruhan. Kinerja AI-nya juga tidak kalah.
Realme sangat bangga dengan solusi pendinginan di dalam ponsel ini, yang disebut IceSense Design dan berfokus pada penggunaan grapheme. Ia memiliki lapisan graphene berukuran 4.000 mm2 yang diapit di antara lapisan fiberglass pada penutup belakang ponsel.
Rupanya, ini meningkatkan konduktivitas termal panel belakang sebanyak 24 kali lipat, dibandingkan dengan bahan fiberglass standar dan enam kali lipat dibandingkan bahan kaca. Pelambatan termal selama pengujian stres 3D Mark yang intensif grafis luar biasa besar.
Perangkat ini menggunakan Android 15 dan didukung oleh layer Realme UI 6.0, yang merupakan versi alternatif dari ColorOS buatan OPPO. Secara umum, tampilannya tidak jauh berbeda dibandingkan seri sebelumnya, namun terdapat beberapa peningkatan kecil pada detail-detail tertentu.
Mirip seperti smartphone terkini lainnya, Realme GT 7 dilengkapi berbagai fitur yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Fitur-fitur unggulan termasuk pengenalan layar, serupa dengan Circle to Search, siklus pintu masuk cerdas AI, penghapus AI, peningkat gambar ultra jernih AI, pel blurred gerakan AI, gaming super AI, serta coach permainan AI – PUBG.
Kamera Realme GT 7
Memiliki tiga pengaturan kamera di belakang, kamera utama Realme GT 7 didasarkan pada sensor Sony IMX906 50MP. Ia ditemani kamera telefoto 2x yang juga 50MP dengan autofocus dan kamera ultrawide 8MP. Di depan, sudah terpasang kamera 32MP.
Bagi penyuka fotografi olahraga atau aksi khusus, Realme GT 7 memiliki fitur yang disebut Light Snap. Kamera ini menjanjikan kecepatan rana yang sangat cepat hingga 1/10266 detik, 50 foto yang diambil per detik, dan tingkat keberhasilan agar jernih lebih dari 90 persen.
Kamera utama menangkap foto 12,5MP pada siang hari dengan solid. Gambar menampilkan detail yang bagus, warnanya juga oke, begitu pula dengan kontras dan rentang dinamis.
Ketika malam hari, kamera utama masih mampu menangkap gambar dengan layak. Tingkat detailnya bagus, dengan area gelap terekspos dengan baik.
Sementara itu, lensa telefoto hanya menawarkan zoom 2x dengan kualitas baik. Warnanya sangat cocok dengan kamera utama. Rentang dinamis serta kontrasnya juga bagus.
Sayangnya, kualitas jepretan kamera ultrawide tidak cukup mengesankan. Foto tersebut memang masih dapat digunakan, tetapi sensor 8MP yang kecil tidak dapat melakukan banyak hal.
Bagaimana dengan kameranya di depan? Bila ukuran ditingkatkan menjadi 12MP, foto selfienya akan tampak baik dalam hal resolusi piksel. Kualitas tekstur dan warna kulit cukup baik, serta memiliki range dinamis yang layak.
Baterai Realme GT 7
Di belakangnya, perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 7.000 mAh. Meskipun lebih kecil dari varian Tiongkok yang memiliki daya 7.200 mAh, namun angka tersebut masih terbilang cukup tinggi. Berbekal baterai raksasa tersebut, disebut-sebut Realme GT 7 bisa bertahan selama 21 jam pemakaian.
Baterainya memiliki kapasitas cukup besar dan dilengkapi dengan teknologi pengisian daya sangat cepat. Produsen membekali perangkat ini dengan adapter berdaya 120W saat pembelian. Mereka mengklaim bahwa baterai bisa terisi sebanyak 50% hanya dalam 14 menit, sementara untuk mencapai isi penuh dibutuhkan waktu selama 40 menit saja.
Sebuah tes memvalidasi pernyataan itu dengan kecepatan yang lebih tinggi. Baterainya dapat terisi hingga 100% hanya dalam 36 menit, melampaui Motorola Edge 60 Pro serta Samsung Galaxy S25 Plus.
Harga Realme GT 7
Realme GT 7: Rp8.499.000
Realme GT 7 Dream Edition: Rp10.999.000
Secara umum, Realme GT 7 merupakan perangkat seluler yang komprehensif, memiliki desain yang menawan, layar yang terang dan jernih, ketahanan baterai luar biasa, serta fitur charging sangat cepat. chipset Dimensity 9400e pun sudah termasuk memadai.
Di pasar Indonesia, alat ini berkompetisi sengit dengan POCO F7 Ultra yang sudah mengusung chipset Snapdragon 8 Elite. Pesaing lainnya adalah OPPO Reno 13 5G yang memiliki banderol harga cukup dekat.
– Pekan lalu, OpenAI menyatakan niatnya untuk membangun sebuah fasilitas pusat data berskala raksasa di Uni Emirat Arab (UEA). Ini merupakan bagian dari kesepakatan kolaborasi yang luas dengan berbagai perusahaan teknologi internasional.
Fasilitas ini adalah sebagian dari proyek besar bernama Stargate.
Kolaborasi untuk membangun kampus kecerdasan buatan itu melibatkan perusahaan-perusahaan seperti G42 (pembuat teknologi AI dari UEA), Nvidia, Oracle, SoftBank, serta Cisco. Pusat data pertama di area ini direncanakan akan mulai berfungsi pada tahun mendatang dengan daya tampung awal sebesar 200 megawatt.
Kapasitas total dari area kampus yang direncanakan diperkirakan mencapai angka 1 gigawatt dan perkiraan biaya konstruksi mendekati 20 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 320 triliun. Area komplek fasilitas data utama ini bakal dikembangkan di daerah padang pasir Abu Dhabi, United Arab Emirates (UEA).
Misalnya saja, pusat data berkapasitas 1 gigawatt mampu memasok daya listrik bagi kira-kira satu juta hunian. Skala fasilitas ini sungguh luar biasa, meliputi belasan bangunan yang diisi oleh ribuan mesin server serta dilengkapi dengan sistem penyejuk udara super besar.
Pembangunan ini disebut sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah Trump dan UEA untuk memperkuat infrastruktur AI global berbasis teknologi Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari skema pendanaan, G42 juga akan menyuntikkan dana ke pembangunan pusat data OpenAI di Amerika Serikat. Menurut OpenAI, setiap dollar yang diinvestasikan di UEA akan diimbangi dengan jumlah yang sama untuk proyek di AS.
Sam Altman, CEO OpenAI, mengatakan bahwa pembuatan pusat data tersebut merupakan elemen dari proyek yang disebut Stargate. Tujuan utama dari projek ini adalah untuk menjamin kapasitas perhitungan terukur yang dibutuhkan dalam menciptakan dan meningkatkan teknologi AI berbasis produksi.
Altman sudah menggerakkan proyek ini di tingkat global selama lebih dari satu tahun. Menurutnya, pembangunan kecerdasan buatan tidak akan mencapai hasil terbaik tanpa adanya infrastruktur yang memadai serta pasokan listrik berskala luas.
Di Amerika Serikat, pembangunan dimulai dari fasilitas di Abilene, Texas. Data center ini merupakan bagian dari rencana membangun lima hingga sepuluh kampus AI, masing-masing dengan kebutuhan daya hingga 1,2 gigawatt.
OpenAI menyatakan bahwa jumlah investasi keseluruhan untuk proyek Stargate di Amerika Serikat dapat menjangkau angka 500 miliar dolar AS atau setara dengan kira-kira 8.000 triliun rupiah. Di samping OpenAI dan G42, beberapa perusahaan lain turut berpartisipasi dalam penyertaan modal ini, termasuk Oracle serta SoftBank.
Nvidia, sebagai produsen chip AI terbesar dunia, menjadi komponen vital dalam proyek ini. Perusahaan tersebut mendorong percepatan pembangunan sebelum pesaing seperti Huawei mengejar ketertinggalan teknologi.
Proyek data center di Timur Tengah juga terkait dengan kesepakatan baru antara AS dan UEA untuk membangun kampus AI di Abu Dhabi.
Dalam pengumuman yang sama, OpenAI juga menyatakan bahwa UEA akan menjadi negara pertama yang mengimplementasikan ChatGPT secara nasional.
Seluruh warga dan penduduk UEA akan mendapat akses gratis ke layanan ChatGPT Plus, yang biasanya dikenakan biaya 20 dolar AS (sekitar Rp 320.000) per bulan, seperti dirangkum
KompasTekno
dari New York Times.
Penentang dianggap naif
Walau mendapat apresiasi dari beberapa petinggi pemerintah Trump, projek tersebut justru menimbulkan diskusi panas di Washington.
Sebagian pihak khawatir proyek ini bisa membuka celah bagi negara ketiga, termasuk China, untuk mengakses teknologi sensitif milik AS. Huawei, pesaing Nvidia dalam pengembangan chip AI, disebut-sebut tengah mengejar ketertinggalannya.
David Sacks, pejabat Gedung Putih urusan AI, menyebut proyek ini sebagai bentuk kerja sama yang menguntungkan AS.
“Ini adalah kesepakatan ‘America First’ yang mendorong investasi masuk ke AS dan menetapkan teknologi Amerika sebagai standar global,” ujar Sacks dalam unggahan di media sosial.
Namun, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mempertanyakan lokasi proyek. “Mengapa tidak dibangun saja di Pennsylvania atau Ohio?” ujarnya dalam wawancara di
ABC
.
CEO OpenAI, Sam Altman, merespons kritikan itu dengan menggambarkan lawannya sebagai “terlalu naif.” Dia menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas data lebih terkait dengan keberadaan pendanaan dan sumber energi listrik daripada letak geografis yang berpolitik.
– Dua perusahaan besar di bidang teknologi, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) serta Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), secara resmi telah mengenalkan Sahabat-AI, sebuah layanan kecerdasan buatan yang didasarkan pada Large Language Model (LLM). Layanan ini dapat memahami beragam bahasa lokal maupun internasional.
Sahabat-AI dinyatakan dirancang menggunakan model yang memiliki kapasitas 70 miliar parameter, sehingga menjadikannya salah satu dari model sumber-terbuka terbesar di Indonesia saat ini. Inovasi teknologi ini diyakini dapat menyediakan respons yang lebih tepat, cepat, dan natural dalam dialog sehari-hari termasuk menghadapi variasi dialek bahasa lokal di Indonesia.
Fasilitas ini bisa digunakan lewat website sahabat-ai.com atau aplikasi GoPay, khususnya pada bagian “Fitur Unggulan Penduduk”. Bot percakapan ini mampu berbahasa dalam lima dialek lokal yaitu Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak serta sejumlah bahasa asing tambahan.
“Melalui kecakapan dalam beberapa bahasa serta tingkat ketepatan yang meningkat, Sahabat-AI dapat mendukung masyarakat dan pengusaha di seluruh daerah Indonesia,” jelas Patrick Walujo, CEO GoTo Group pada saat peresmian di Jakarta, Senin (2/6).
Pada saat yang sama, Indosat memiliki peranan penting dalam penyediaan infrastrukturnya untuk mendorong perkembangan model tersebut. Lewat program GPU Merdeka beserta dengan ruang kerja AI Factory-nya, Indosat menjamin semua tahap pemrosesan data serta penguatan model dilakukan secara mandiri di wilayah Indonesia.
Vikram Sinha, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa Sahabat-AI tidak hanya merupakan sebuah teknologi. “Ini adalah kekayaan bangsa yang diciptakan bagi masyarakat Indonesia. Tujuan kami adalah memastikan AI dapat digunakan dan memberi manfaat kepada seluruh lapisan penduduk, baik itu di pedesaan maupun perkotaan,” jelas Vikram.
Indosat mengatakan bahwa infrastrukturnya di dalam negeri memastikan keamanan informasi serta kesesuaian dengan aturan peraturan, sambil tetap menciptakan performa yang efisien. Ini sangat diperlukan agar bisa meningkatkan penggunaan teknologi AI oleh pemerintah, perguruan tinggi, usaha rintisan, dan bisnis swasta.
Temannya AI sebelumnya diluncurkan di acara Indonesia AI Day pada bulan November tahun 2024, dan saat ini telah tersedia dalam bentuk yang lebih terkemuka. Di samping fitur obrolan, model ini pun memungkinkan pembuatan beragam aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan latar belakang sosial dan budaya Indonesia.
ZONA GADGET.CO.ID, JAKARTA – Pada zaman digital yang sangat canggih ini, teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan berbagai kenyamanan yang memikat, termasuk di antaranya adalah membantu penyusunan surat lamaran pekerjaan. Tidak dapat diselakukkan lagi peranan AI dalam hal ini.
chatbot
sebagai contoh,ChatGPT buatan OpenAI membolehkan kita menyusun ringkasan diri serta surat aplikasi secara keseluruhan hanya dalam jangka waktu yang tidak lebih dari lima menit.
Walau demikian, dalam kecepatan dan kenyamanannya tersimpan suatu hal penting yang harus diperhatikan: para pencari pelamar semakin ahli dalam mendeteksi lamaran kerja yang disusun menggunakan bantuan AI. Menurut Bonnie Dilber, manajer penempatan pekerjaan dari perusahaan otonomisasi aplikasi Zapier, hampir seperempat dokumen permohonan yang ia terima menunjukkan tanda-tanda telah diciptakan melalui asisten buatan tersebut.
Angka yang cukup mencengangkan ini menunjukkan bahwa fenomena penggunaan AI dalam lamaran kerja sudah menjadi hal umum. Namun, bukan berarti ini pertanda baik. “Ini memberi sinyal kepada saya bahwa orang tersebut mungkin tidak tahu apa yang mereka bicarakan atau bagaimana memadukan konten yang dihasilkan AI dengan ide-ide mereka sendiri,” ujarn Dilbert dikutip dari laman Huffington Post pada Selasa (3/6/2025). Artinya, penggunaan AI yang tidak bijak justru dinilai bisa merusak citra profesional Anda di mata perekrut.
Surat Lamaran Kerja dibuat menggunakan teknologi AI
Menurut para perekrut, tanda paling mencolok dari lamaran yang menggunakan AI adalah nadanya yang kaku, terlalu formal, dan terasa seperti
template
yang disalin-tempel (
copy-paste
Bayangkan saja, bila Anda memakai asisten penulisan berbasis kecerdasan buatan, jangan kaget karena sebagian besar dari ribuan calon pekerja lainnya mungkin telah melakukannya juga. Hal ini bisa mengarah pada pengenalan cepat terhadap gaya bahasa serta contoh-contoh kasus hasil produksi AI tersebut oleh para pencari kerja profesional yang rutinitas harian mereka mencakup penyaringan aplikasi dalam jumlah besar.
Dilber memberikan contoh konkret ketika ia menanyakan “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini?” dalam lamaran kerja. Ia menemukan beberapa kandidat memberikan jawaban persis sama, yaitu “Misi perusahaan ‘masukkan pernyataan misi’ selaras dengan saya dan pengalaman saya dalam ‘masukkan pekerjaan mereka saat ini'”.
Pola jawaban yang identik ini jelas mengindikasikan penggunaan AI secara massal. “Setelah melihat respons yang sama persis berulang kali, menjadi jelas bahwa semua kandidat menggunakan AI,” ujarnya.
Peristiwa mirip ini muncul saat aplikasi bertanya tentang bagaimana pengguna mengoperasikan produk Zapier. Dilber menyadari ada kelompok individu yang semuanya mempunyai kebutuhan yang identik: pemilik toko bunga. Dia menjelaskan lebih lanjut, “Awalnya hal tersebut tampak lucu bagi saya. Namun setelah beberapa kali observasi, jadi jelas bahwa mereka semua sedang menggunakan perangkat yang sama.”
keserupaan narasi serta ilustrasi dari berbagai peserta menjadi tanda peringatan bagi tim penerima aplikasi.
Gabrielle Woody, seorang perekrut universitas di perusahaan perangkat lunak keuangan Intuit, menyebut tanda lain dari aplikasi dibuat oleh ChatGPT adalah nada robotik yang jauh berbeda dengan gaya bicara profesional seseorang yang baru memulai.
“Saya hampir selalu melihat kata-kata seperti ‘ahli’, ‘paham teknologi’, dan ‘canggih’ berulang kali sekarang di resume untuk posisi teknologi,” ujarnya.
Sebelum ChatGPT dikenal luas, Woody menyebut bahwa banyak pelamar magang atau tingkatan awal hampir tidak pernah menggunakan istilah-istilah itu dalam aplikasi kerja mereka. Hal ini mengindikasikan bagaimana kehadiran AI generatif telah menciptakan gaya bahasa tertentu yang saat ini sering kali diidentifikasi sebagai karakteristik dari surat Lamaran yang diciptakan oleh AI.
Kurangnya detail dan sentuhan pribadi
Kepala LHH Recruitment Solutions di Amerika Utara, Laurie Chamberlin, mengatakan seorang perekrut yang baik dapat mengenali lamaran yang ditulis dengan AI dari jarak satu mil jauhnya. Baginya, tanda yang jelas adalah penggunaan kata kunci yang terlalu umum tanpa disertai bukti konkret.
“Kita mungkin menemukan calon pekerja menyebutkan kemampuan seperti ‘kampanyer handal’ atau ‘anggota tim’, namun mereka tak memperkuat poin tersebut dengan bukti konkret,” terangnya.
Tidak adanya spesifikasi, keaslian, dan sentuhan pribadi dapat menjadi tanda bahaya yang kuat. Lebih jauh lagi, Tejal Wagadia, seorang perekrut dari perusahaan teknologi besar, sering menemukan lamaran kerja yang menunjukkan kurangnya proses penyuntingan. Ia menemukan aplikasi yang masih menyertakan jenis huruf tertentu, tanda kurung, atau frasa seperti “tambahkan angka di sini” yang merupakan sisa dari ringkasan otomatis yang dihasilkan ChatGPT.
“Mereka akan menyalin dan menempelkannya ke resume mereka tanpa melakukan penyuntingan apa pun,” kata Wagadia.
Tindakan ceroboh ini dinilai dapat menjadi bumerang bagi kandidat. “Jika Anda tidak mencantumkan detail sebanyak itu, hal itu menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa Anda tidak berorientasi pada detail. Ya, Anda menggunakan teknologi, tetapi tidak dengan baik,” ujarnya.
Bagaimana Menggunakan AI Secara Bijaksana
Walaupun begitu, para perekrut tidak sepenuhnya menentang penggunaan kecerdasan buatan. Sebaiknya, AI dijadikan sebagai titik awal atau perantara, bukannya menggantikan peran mereka secara keseluruhan.
Wooddy menyatakan bahwa ChatGPT bisa mendukung calon pelamar dalam menciptakan inspirasi terkait dengan jenis pengalaman mana yang sebaiknya disertakan pada curriculum vitae mereka. “Kamu bisa minta kepada ChatGPT untuk menjabarkan deskripsi dari suatu pekerjaan ataupun mengenali kemampuan serta pengalaman-pengalaman yang paling sesuai bagi jabatan yang kamu incar,” jelasnya.
Pada intinyanya, asisten tulis-menulis berbasis kecerdasan buatan bisa mempermudah penyusunan draf permulaan, namun Anda masih harus melakukan revisi serta melengkapi versi final menggunakan sentuhan pribadi dan detail khusus yang tak dimiliki orang lain selain diri Anda sendiri. Wagadia mengingatkan untuk menjadikannya pencarian pekerjaan yang terarah dan jangan sampai bergantung pada AI tersebut.
template
.
Jangan mengirimkan ribuan Lamaran Kerja buatan kecerdasan buatan secara bersamaan. “Lebih baik memiliki lima permohonan spesifik dan berkualitas tinggi yang membutuhkan usaha ekstra dari diri Anda sendiri daripada seratus permohonan umum yang langsung memberikan kesan bahwa Anda kurang antusias,” kata Wagadia.
Di samping itu, kejujuran menjadi hal utama. Kelli Hrivnak, seorang perekrut untuk teknologi dan pemasaran digital, mengingatkan calon pekerja supaya jangan menggunakan prestasi yang diusulkan oleh tools AI generatif kalau memang bukan fakta asli mereka. “Apabila Anda sudah menipu perusahaan tersebut, hal itu akan merugikan integritas diri Anda sebagai pegawai,” ungkap Hrivnak.
Untuk menyelesaikan pembicaraan ini, surat lamaran pekerjaan yang sukses perlu mencakup kisah-kisah personal serta prestasi-prestasi unik yang relevan dengan jabatan tertentu. Keterampilan dalam menceritakan hal tersebut tak dapat dipengganti oleh teknologi otomatis.
“Bila sebuah perusahaan menginginkan hasil kerja dari kecerdasan buatan (AI), maka mereka akan menggunakan tools AI tersebut. Namun, jika tujuannya adalah untuk mendapatkan sesuatu yang khusus dan bisa dilakukan hanya oleh manusia, mereka berupaya merekrut orang-orang seperti ini. Jadi, pastikan lamaranmu menonjolkan aspek-aspek semacam itu,” ungkap Dilber.
Apakah Anda telah siap untuk memperlihatkan aspek-aspek khusus dan nyata diri Anda di aplikasi pekerjaan selanjutnya?
Dual Kartu SIM Nano dengan dukungan jaringan 2G, 3G, 4G, dan 5G
NFC
Tersedia
Port dan konektivitas
USB Tipe C, Bluetooth 5.4, WiFi 7
Fitur AI
Galaksi AI eksklusif: Tindakan Antara Aplikasi, Pencarian Multimoda, Ringkasan Sekarang, Siaran Gemini, Penghapus Suara, dan Terjemahan Langsung Diperbaharui
Sistem operasi dan antarmuka
Android 15, OneUI 7
(dukungan untuk pembaruan sistem operasi Android serta pembaruan keamanan selama 7 tahun)