Minggu, Maret 29, 2026
Beranda blog Halaman 676

iPhone Users vs Samsung: Mana yang Lebih Ekonomis dan Alasan Perbedaan Pola Belanja Mereka?

0


PR JABAR

– Pertanyaan mengenai siapa yang lebih kaya antara pemilik iPhone dan Samsung Galaxy telah lama memicu debat sengit dalam komunitas pecinta teknologi serta publik pada umumnya. Tidak jarang pertanyaan tersebut muncul seperti sebuah paradoks abadi semacam “mana dulu: ayam atau telor” yang sukar untuk ditentukan jawabannya dengan tegas. Akan tetapi, melalui informasi terupdate dari lembaga riset konsumen bernama Consumer Intelligence Research Partners (CIRP), sekarang kita dapat memiliki pandangan yang lebih objektif dan didukung oleh fakta-fakta konkret tentang demografi finansial para pengguna dua merk smartphone besar tersebut.

Studi CIRP Reveals Profil Pemakai iPhone dan Samsung

Perusahaan Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) telah mengadakan penelitian menyeluruh tentang pola belanja dan kesetiaan konsumen terhadap iPhone dan Samsung Galaxy. Mereka mendefinisikan pelanggan setia sebagai orang-orang yang pernah menggunakan telepon genggam dari salah satu merk tersebut dan kemudian tetap memilih merek yang sama saat membeli ponsel baru.

Hasil survei menunjukkan pola distribusi pendapatan yang menarik dan cukup berbeda dengan stereotip umum. Pengguna iPhone ternyata tidak hanya berasal dari kalangan berpenghasilan tinggi saja, tetapi juga cukup banyak yang berada di kelompok berpenghasilan rendah. Sementara itu, pengguna Samsung Galaxy didominasi oleh kelompok kelas menengah.

Detail Distribusi Pendapatan Pengguna iPhone dan Samsung

Berikut rincian data hasil survei CIRP:

  • Sekitar 75% pengguna setia Samsung Galaxy termasuk dalam kelompok berpenghasilan menengah.

  • Pada saat yang sama, 67% pemakai iPhone berasal dari kalangan menengah, tetapi jumlah pemakai iPhone dalam golongan dengan pendapatan sangat rendah atau sangat tinggi lebih banyak.

  • Diantara mereka yang memiliki pendapatan sangat tinggi (di atas USD 150.000 atau kira-kira Rp 2,4 miliar setahun), 9% pemakai iPhone termasuk dalam golongan itu, sementara hanya 6% saja dari para pemilik ponsel Samsung.

  • Di sisi lain, kelompok berpenghasilan rendah (di bawah USD 25.000 atau Rp 407 juta per tahun) terdiri dari 24% pengguna iPhone dan 19% pengguna Samsung.

Hal ini membuktikan bahwa pengguna iPhone memiliki pola distribusi pendapatan yang lebih terpolarisasi dibandingkan pengguna Samsung yang lebih terkonsentrasi di kelas menengah.

Faktor Gaya Hidup dan Strategi Merek yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

Berdasarkan data, hanya mengandalkan pendapatan tak cukup untuk menerangkan pemilihan konsumen di antara iPhone dan Samsung. Banyak elemen tambahan berpengaruh terhadap keputusan pembelian, termasuk pola hidup, gambaran merek, serta taktik promosi.

Apple dikenali sebagai brand eksklusif yang dikaitkan erat dengan derajat sosial serta prestige. Karena alasan tersebut, sejumlah pemakai iPhone memilih produk ini untuk menunjukkan tingkat ekonomi dan jati diri mereka, khususnya pada segmen generasi muda yang biasanya ikut-ikut dalam trend. Tak jarang mereka memboyong varian iPhone yang relatif murah atau sudah lawas demi tetap dapat nampak bergengsi menggunakan telepon pintar berkelas tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Pada saat bersamaan, Samsung menyajikan ragam produk yang luas, mencakup telepon genggam dengan harga terjangkau sampai seri premium, sehingga pelanggan dari semua tingkat pendapatan dapat menentukan perangkat yang pas bagi mereka berdasarkan anggaran dan persyaratan masing-masing. Sebagai contoh, model-series Galaxy A serta M amat diminati oleh segmen pasar pemakai sedang atas karena penekanan pada fungsionalitas dan nilai tarif-untuk-kualitasnya.

Peranan Ekosistem Digital serta Tingkah Laku Konsumen

Selain faktor ekonomi dan gaya hidup, loyalitas pengguna juga dipengaruhi oleh ekosistem layanan yang ditawarkan masing-masing merek. Pengguna iPhone biasanya lebih terikat pada ekosistem Apple yang terintegrasi, menggunakan layanan seperti iCloud, Apple Music, dan App Store secara intensif, yang berarti pengeluaran mereka tidak hanya berhenti pada pembelian perangkat saja.

Sebaliknya, pengguna Samsung cenderung lebih fleksibel dalam menggunakan aplikasi dan layanan lintas platform, sehingga mereka lebih bebas memilih dan menyesuaikan layanan digital yang digunakan sesuai kebutuhan dan preferensi pribadi.

Tren Pembelian dan Aksesibilitas Perangkat

Kemudahan akses terhadap produk premium juga berperan penting dalam distribusi pengguna iPhone yang meliputi kelompok berpenghasilan rendah. Banyak program cicilan tanpa bunga, penawaran trade-in, dan penjualan iPhone bekas yang membuat perangkat ini lebih terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Hal ini memungkinkan semakin banyak orang memiliki iPhone meskipun pendapatan mereka tidak setinggi stereotype pengguna Apple selama ini.

Ringkasan: Pola Konsumsi yang Variatif, Solusi yang Rumit

Berdasarkan informasi dan evaluasi yang tersedia, bisa dikatakan bahwa tak ada jawaban mudah mengenai siapa yang lebih kaya antara pemakai iPhone atau Samsung. Pemilik iPhone mempunyai latar belakang finansial yang bervariasi, mencakup sejumlah besar individu dari golongan ekonomi rendah hingga atas; sementara itu, mayoritas konsumen Samsung cenderung berkumpul dalam segmen pasar menengah.

Opsi di antara iPhone atau Samsung sebenarnya lebih didominasi oleh aspek-aspek psikologis, sosial, dan cara hidup orang tersebut, disertai dengan taktik pemasaran yang sukses membentuk gambaran kuat tentang setiap merk. Jadi, cendrungnya seseorang untuk memilih brand spesifik bukan cuma berdasarkan kondisi ekonominya saja, melainkan juga bagaimana mereka ingin dikenali dan apa nilai-nilai yang ingin mereka tunjukkan kepada dunia.

Apakah Anda seorang pemakai iPhone atau Samsung? Bisakah Anda berbagi pengalaman serta alasannya mengapa memilih merk tertentu itu?

Google Pixel 10 Meluncur Agustus 2025: Chipset Terbaru dan Fitur Kecerdasan Buatan

0


ZONA GADGET

– Kecemasan perlahan muncul menyambut rilis seri Pixel 10 oleh Google.

Rumor terakhir mengindikasikan bahwa seri telepon genggam ini masih akan dirilis menuruti jadwal rilisan tahunannya dengan peningkatan yang cukup besar di bagian hardware serta software-nya.

Berdasarkan data yang disebarkan oleh pengungkap anonim @MysteryLupin, Google direncanakan untuk meluncurkan varian Pixel 10 pada tanggal 13 Agustus 2025, mirip dengan periode rilisan dari model Pixel 9 di tahun sebelumnya.

Ini menghilangkan anggapan tentang pengeluaran yang terlalu cepat dan memperkuat praktek Google dalam meluncurkan produk baru mereka di tengah bulan Agustus.

Deretan perangkat yang diperkirakan akan hadir meliputi Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, serta Pixel 10 Pro Fold.


Chipset Tensor G5 Jadi Andalan Baru

Salah satu perubahan signifikan terlihat pada penggunaan chipset Tensor G5, yang kali ini diproduksi oleh TSMC dan menyingkirkan Samsung dari posisi pembuat sebelumnya.

Tahapan ini diproyeksikan untuk meningkatkan kinerja secara menyeluruh, mencakup peningkatan efisiensi thermal yang signifikan—merespon keluhan atas varian prosesor sebelumnya.

Selain itu, Tensor G5 akan menggunakan modem dari MediaTek alih-alih Exynos, namun tetap mendukung fitur konektivitas satelit.

Pixel 10 diprediksi akan menjadi salah satu dari beberapa perangkat awal yang menggunakan Android 16, dengan peluncuran direncanakan untuk Juni 2025.

Pelanggan juga bisa merasakan kemajuan perangkat lunak melalui tampilan yang semakin modern serta memiliki fungsi berbasis kecerdasan buatan yang tersedia dalam kotak penjualan.


Fitur Tambahan dan Fokus pada Kenyamanan Pengguna

Bocoran lain menyebutkan bahwa Pixel 10 akan mengusung layar dengan tingkat peredupan PWM yang lebih tinggi, yang dirancang untuk mengurangi ketegangan mata, meningkatkan kenyamanan visual pengguna.

Meskipun tidak banyak perubahan desain fisik yang terlihat, Google tampaknya lebih fokus pada peningkatan performa internal dan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Dengan varian warna baru seperti Limoncello dan berbagai peningkatan signifikan di sektor dalam, seri Pixel 10 diposisikan sebagai penyempurnaan visi Google dalam dunia smartphone.

Apakah perangkat ini akan memenuhi ekspektasi para penggemar? Waktu yang akan menjawab.***

Riset: Kecoaikan AI Akan Lebih Boros Energi dari Pertambangan Bitcoin

0


ZONA GADGET

– Hingga saat ini, pertambangan cryptocurrency seperti Bitcoin (penambangan Bitcoin) diakui sebagai salah satu tindakan yang sangat memboroskan energi. Akan tetapi, menjelang akhir tahun 2025, sistem kecerdasan buatan telah mengubah hal tersebut.
(artificial intelligennce)
mahal diperkirakan akan menggunakan lebih banyak daya listrik dibandingkan dengan Bitcoin
mining.

Ini disampaikan oleh Alex de Vries-Gao, seorang calon doktoral dari Institut Studi Lingkungan Vrije Universiteit Amsterdam, dalam penelitiannya berjudul “Kecerdasan Buatan: Batasan Rantai Pasokan dan Implikasi Energi”.

Ekspansi AI generatif yang cepat seperti sekarang memicu ledakan dalam pembangunan pusat data dan produksi
hardware
pengolah kecerdasan buatan khususnya kartu grafik (GPU). Ketika bekerja,
data center
Yang didukung oleh puluhan hingga jutaan GPU ini beroperasi dengan memakai tenaga listrik.

Dalam riset yang dipublikasi di jurnal Joule ini, Alex de Vries-Gao merinci bahwa Nvidia H100, GPU andalan di
data center
moderna, memiliki kekuatan pemrosesan maksimum mencapai 700 watt secara kontinu ketika mengoperasikan model AI yang rumit. Diperkirakan Nvidia akan menjualan antara 1,5 sampai 2 juta unit GPU H100 di tahun 2024.

Di samping itu, varian lama dari seri Ampere Nvidia, termasuk model unggulan A100 mereka, mempunyai daya TDP sebesar 400W. TDP atau Thermal Design Power merujuk pada besarnya energi terakumulasi menjadi panas yang dapat diproduksi oleh GPU saat beroperasi secara normal.

Data center
juga ditenagai GPU lain seperti AMD MI300X yang punya konsumsi puncak hingga 750 W, sedangkan AMD MI250X disebut mencapai 500 W.

Apabila pemakaian tenaga listrik setiap generasi GPU dikalikan dengan jumlah jutaan unit yang terdapat dalam pusat data, maka total penggunaannya akan menjadi sangat besar.

Dalam riset Alex de Vries-Gao, per akhir 2025,
data center
AI (diluar sektor kripto) diperkirakan akan membutuhkan sekitar 50.000 megawatt (MW), yang setara dengan 50 gigawatt (GW) energi listrik, paling lambat tahun 2025.

Angka tersebut jauh melebihi estimasi konsumsi daya para penambang Bitcoin yang diperkirakan mencapai kisaran 20 GW pada Maret 2025.

Tak hanya itu, prediksi konsumsi listrik AI ini juga lebih besar dari estimasi penggunaan listrik nasional Irlandia (kurang dari 5 GW), hingga Swiss, Austria, Finlandia (kurang dari 10 GW) pada 2023. Bahkan masih lebih besar dibandingkan kebutuhan listrik di Inggris Raya dan Prancis.

AI pun diperkirakan akan menyumbang hampir setengah dari semua penggunaan listrik pusat data pada tahun depan, naik dari sekitar 20 persen hari ini.

Badan Energi Internasional juga telah memperingatkan bahwa pertumbuhan AI ini dapat menggandakan konsumsi listrik pusat data dalam waktu dua tahun.

Dengan konsumsi listrik yang sangat besar ini, AI digadang-gadang akan memberi jejak energi yang lebih besar daripada penambangan Bitcoin global, sebagaimana dihimpun
KompasTekno
dari
TechSpot,
Senin (2/5/2025).

Riset bertajuk Artificial intelligence: Supply chain constraints and energy implications bisa dibaca selengkapnya melalui
tautan berikut ini
.

Luhut: AI Bukan Sekadar Pilihan, Tapi Kebutuhan Utama untuk Meningkatkan Daya Saing

0

Luhut B. Pandjaitan, yang merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, mengungkapkan bahwa kedatangan teknologi kecerdasan buatan alias AI (
artificial intelligence
Merupakan hal yang tak terelakkan dan perlu diterima oleh masyarakat untuk menggunakannya sebagai sarana meningkatkan produktivitas.

Penggunaan yang sesuai dari kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah perangkat tersebut menjadi sejenis mitra kerja. Luhut mementahkan bahwa AI adalah alat untuk membantu individu dalam meningkatkan kompetitivitas mereka.


AI bukan lagi sebuah opsi, tetapi suatu keharusan strategis guna memperkuat daya saing. Indonesia perlu bertindak dengan cepat supaya tak ketinggalan.”.
Luhut B. Pandjaitan, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, memberikan sambutan pada saat peluncuran Sahabat AI Model 70B di Jakarta, Senin (2/6) lalu.

Dia mendorong untuk membentuk jalur perkembangan dan penerapan kecerdasan buatan di Indonesia secara menyelaras, yang dikenal sebagai Rencana Jalur AI Nasional.

Rencana Peta Jalan AI Nasional tersebut mengarah pada proses integrasi kecerdasan buatan di bidang layanan publik dan administrasi pemerintah, mendukung investasi untuk riset serta pembangunan, menyediakan sarana prasarana dan bakat dalam teknologi AI, hingga kerja sama antara sektor publik dengan swasta guna menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Semua itu perlu tata kelola dan regulasi berbasis prinsip transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas,” lanjut Luhut.

Kementerian Komunikasi dan Digital tengah merumuskan Rencana Aksi Nasional tentang Kecerdasan Buatan. Mereka sekarang masih menerima masukan dari berbagai pihak yang terkait dalam diskusi tersebut.
roadmap
AI.

Menkomdigi Meutya Hafid, menjanjikan
roadmap
Tentang kecerdasan buatan tersebut selesai di bulan Juni 2025. Setelah itu, hasil ini akan menjadi dasar bagi pemerintahan dalam merumuskan peraturan mengenai kecerdasan buatan.

“Jadi, mohon sabar. Juni Insyaallah
roadmap
-Keluarlah nanti. Setelah itu, kami akan mengubahnya menjadi peraturan tentang AI,” jelas Meutya.

“Pada intinya pemerintah ingin sekali agar regulasi cepat keluar, namun demikian tentu regulasi ini harus berhati-hati dengan memperhatikan bahwa inovasi tidak boleh terbendung dengan adanya regulasi ini.”

AFPI: tantangan industri fintech lending dihadapkan pada maraknya pinjol ilegal

0


ZONA GADGET.CO.ID – JAKARTA

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggarisbawahi bahwa banyaknya aktivitas pinjaman online (pinjol) yang tidak sah terus menjadi hambatan untuk sektor fintech peer to peer (P2P) lending atau peminjaman daring (pindar) pada masa kini.

Entjik Djafar selaku Ketua Umum AFPI tidak menyangkal bahwa adanya banyak pinjol ilegal sangat merugikan sektor fintech lending.

“Masih ada tantangan dalam bentuk pinjaman online ilegal yang cukup besar. Mereka memberi dampak negatif pada sektor industri dan sering kali mengarahkan tuduhan ke peminjam daring secara umum,” jelasnya ketika berbicara dengan ZONA GADGET, hari Selasa (3/6).

Bukan hanya itu saja, menurut Entjik, semakin menjamurnya pinjol tidak sah turut membawa pengaruh negatif terhadap masyarakat. Ia menyatakan bahwa pinjol ilegal ini kerapkali merugikan dan memperdaya banyak pihak. Pinjol ilegal cenderung mensyaratkan bunga sangat tinggi serta menggunakan metode penagihan yang di luar batas norma.

“Banyak orang masih jadi korban dari pendekatan agresif dan tak bermoral para peminjam online ilegally,” katanya.

Maka dari itu, Entjik menginginkan agar otoritas terkait bisa mempercepat penangkapan pelaku di balik pinjol ilegal tersebut.

Berikut adalah fakta bahwa peminjaman online tidak resmi tetap banyak beredar hingga kini. Ini menjadi jelas melalui catatan tentang penutupan situs pinjaman online tanpa izin yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK lewat Tim Tugas Penumpas Kegiatan Keuangan Ilegaal (Tim Tugas PASTI) dari Januari sampai 23 Mei tahun 2025 berhasil mendeteksi serta memblokir 1.123 perusahaan fintech peer-to-peer lending tidak sah di beberapa platform web dan aplikasi seluler yang bisa membahayakan konsumen.

CPNS Muda Diminta Kuasai AI demi Kemajuan Ekonomi Kreatif

0


Jakarta, IDN Times –

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, mengimbau kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk menguasai kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).

Sebanyak 94 calon pegawai negeri sipil yang berada dalam lingkup Kemendikbudri telah menghadiri pelatihan persiapan di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada hari Senin tanggal 2 Juni 2025.

1. Diharapkan dapat membawa spirit kerjasama

Riefky menginginkan bahwa tampilan segar dari birokrasi generasi muda yang kreatif akan memunculkan rasa kerjasama di era yang terus berkembang ini. Sebagai Pegawai Negeri Sipil, selalu perlu menekankan prinsip-prinsip utama seperti (
core values
) dalam panduan perilaku yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif yang sering disebut dengan ber-AKHLAK.

“Selamat datang ke Kementerian Ekonomi Kreatif. Dorong terus antusiasme Anda dalam berpartisipasi aktif pada proses digitalisasi, pengembangan data, serta kerjasama lintas sektor. Tidak perlu ragu untuk selalu meningkatkan kemampuan diri. Kemudian, luangkan waktu guna terus belajar tentang aspek-aspek seperti AI, ekonomi digital, keberlanjutan, dan manajemen hak intelektual. Hal ini akan sangat membantu dalam mendorong Kementerian Ekraf agar menjadi lebih lincah dan progresif,” ungkap Riefky.

2. Daya tarik utuh menyambut Indonesia Emas tahun 2045

Pada saat yang sama, Waketum Kemenparekraf, Irene Umar berharap agar para CPNS dapat berkonsentrasi pada tugas masing-masing sambil menonjolkan integritas serta keahlian mereka.

Banyak tantangan yang akan dihadapi ketika bekerja nantinya. Sistem birokrasi tersebut seharusnya memiliki
check and balance
serta dengan harapan tersebut diharapkan timbul semangat dan kekuatan besar untuk bekerja sama mencapai tujuan Indonesia Emas pada tahun 2045,” ungkap Irene.

3. Dari total 13.263 calon yang mendaftar, hanya 94 orang saja yang lolos seleksi.

Proses pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bertujuan untuk merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan menutup kekosongan atau memenuhi keperluan posisi dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Hal ini dilakukan agar dapat membantu tercapainya sasaran kementerian tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 320 Tahun 2024 tentang Mekanisme Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2024, dari 13.263 pelamar maka terpilih 94 orang yang diusulkan untuk mendapat penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

“(Sebanyak) 94 CPNS Kementerian Ekraf ini terdiri dari tiga jenis formasi yaitu 80 orang formasi umum, 11 orang formasi putra-putri Kalimantan, dan 3 orang formasi penyandang disabilitas. Bila dilihat dari usia, 51 orang berusia 22-25 tahun, 32 orang berusia 26-30 tahun, dan 11 orang berusia 31-35 tahun. Komposisi CPNS dari usia muda ini akan membentuk dedikasi dan integritas yang terus ditingkatkan sehingga bisa mencapai Key Performance Indicator (KPI) Kementerian Ekonomi Kreatif,” jelas Dessy Ruhati dalam laporannya sebagai Sekretaris Kementerian Ekraf.

Presale XPeng G6 & X9 Dimulai! Temui Kendaraan Listrik Masa Depan yang Canggih dan Elegan

0


LINGGA PIKIRAN RAKYAT –

Sobat otomotif, dunia per-mobilan Tanah Air lagi dapet kejutan besar, nih! XPeng, salah satu brand mobil listrik asal China yang lagi naik daun, resmi membuka pemesanan dua jagoan barunya di Indonesia:

XPeng G6

dan

XPeng X9

.

Baru diperkenalkan ke publik Indonesia Maret 2025 kemarin, dua mobil listrik ini langsung menarik perhatian banyak orang karena desainnya yang futuristik dan teknologinya yang gak main-main. Dan mulai tanggal

30 Mei 2025

, kau sudah dapat mengikuti penjualan pra-siaran melalui

Erajaya Group

, gengs!


Mengejar Masa Depan Bersama Mobil AI: XPeng G6 dan X9

Mari kita mulai dengan G6, oke? G6 ini adalah sebuah SUV listrik berdesain coupé dengan penampilan unik.
clean
, aerodinamis, tapi tetap gagah. Udah gitu, kabinnya super canggih! Pake layar ganda, voice command pakai AI, dan tentu aja platform canggih 800V XPower. Ini bukan mobil biasa, sob — ini
tech on wheels
!

Hei, berbeda dengan X9. Mobil MPV listrik ini tidak hanya cocok untuk keluarga, namun juga bagi Anda yang ingin terlihat gaya tanpa mengorbankan fungsi. Kabinnya sangat lega, kursi baris ketiga dapat dilipat secara otomatis, ruang penyimpanannya mencapai hingga 2.554 liter, serta memiliki segala jenis fitur canggih. XPeng menyebut hal ini sebagai kendaraan multifungsi tersebut.
ultra-smart
— Dan jujur saja, memang benar nih!


Presale Dimulai, Harga Masih Misterius

XPeng emang bikin penasaran! Meski presale udah dibuka sejak akhir Mei, mereka belum bocorin harga G6 dan X9. Tapi katanya sih, semua bakal diumumin di event otomotif terbesar se-Indonesia:

GIIAS 2025

(24 Juli hingga 3 Agustus). Jadi, mari kita tunggu dengan sabar, sobat!

Tapi jangan sedih, karena selama periode

30 Mei sampai 18 Juni 2025

, kamu bisa dapet banyak keuntungan kalau ikutan pre-order, kayak:


  • Garansi ban 1 tahun


  • Gratis isi daya listrik selama 1 tahun


  • Merchandise eksklusif

Menurut

Djohan Sutanto

CEO Erajaya Active Lifestyle ingin XPeng menjadi jawaban untuk mobilitas masa depan dengan basis kecerdasan buatan (AI). Mereka tidak hanya menjual kendaraan tetapi juga membawa gaya hidup modern serta ramah lingkungan. Menarik kan?


Dekati Lebih Dalam dengan XPeng G6 dan X9


XPeng G6 – SUV Listrik dengan Rasanya yang Mewah

G6 sangat sesuai untuk Anda yang menyukai tampilan olahraga namun masih menginginkan kenyamanan serta teknologi premium. Berikut, keunggulannya:

  • Platform 800V XPower untuk pengisian daya super cepat

  • Interior lega dan mewah

  • Layar dual mode untuk hiburan informasi dan pengendalian kendaraan

  • Voice assistant berbasis AI

  • Kapasitas bagasi yang lentur dan menyenangkan untuk perjalanan jalan-jalan

Variasi yang mula-mula datang ke Indonesia hanya terdiri dari satu jenis saja:

Standard Range 2WD

Namun, jangan khawatir, kinerjanya masih sangat baik, sesuai untuk penggunaan sehari-hari ataupun perjalanan bersama keluarga atau teman-teman saat ngumpul.


XPeng X9 – Minivan Listrik Cerdas Berbagai Fungsi

MPV umumnya dikenal sebagai kendaraan untuk keluarga, tetapi XPeng X9 mengubah persepsi tersebut menjadi sangat canggih. Mari kita perhatikan spesifikasinya yang luar biasa ini:


  • Tiga opsi untuk pasar di Indonesia

    : Standard Range, Long Range Pro, dan Long Range Pro+


  • Kabin luas

    dengan konfigurasi fleksibel

  • Tempat duduk di deretan ketiga yang tersedia itu

    dilipat otomatis

  • Kapasitas bagasi hingga

    2.554 liter

  • Sistem pendukung pengendara XPilot Assist

  • Sama-sama menggunakan sistem 800V XPower seperti G6

Campuran ketidaknyamanan, kemajuan teknologi, dan efisiensi ini membuat X9 menjadi pilihan sempurna untuk keluarga zaman now yang ingin meningkatkan pola hidup dengan cara lebih peduli pada alam sekitar.


Kenapa Harus Ngelirik XPeng?

Baiklah, mari berpandangan realistis. Kendaraan bermotor ramah lingkungan ini memang sedang naik daun.
booming
, namun XPeng memiliki kelebihan tertentu sehingga pantas untuk dipertimbangkan:

  • Brand

    premium

    dengan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor Eropa

  • Fitur

    AI dan asisten virtual

    yang tidak berlebihan namun praktis

  • Konsentrasi pada pengalaman mengemudi yang halus dan intuitif.


  • Dukungan Erajaya

    buat layanan purna jual lebih memukau

Jangan lupakan pula bahwa kedatangan XPeng di Indonesia tidak hanya terkait dengan penjualan kendaraannya saja. Perusahaan ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ekosistem otomotif listrik yang berkelanjutan, mulai dari stasiun charger hingga layanan perawatan berkala. Sehingga Anda tak perlu risau tentang aspek praktisnya.


Persiapan Menuju Zaman Kendaraan Listrik!

Jika Anda merasa mobil listrik terlalu rumit, mungkin karena Anda belum mengenal XPeng. G6 dan X9 diciptakan untuk menunjukkan bahwa kendaraan masa depan adalah seperti ini:

  • Gaya bisa

  • Teknologi jalan

  • Hijau juga tetap keren

Tidak bisa tunggu untuk melihat harganya yang resmi? Aku juga begitu! Namun saat ini, lebih baik bergabung dengan trend dan lakukan pemesanan awalnya. Siapa tahu kau akan menjadi salah satu orang pertama yang memiliki XPeng di Indonesia.

Ayo, tinggalkan bensin dan sambut era otomotif yang lebih maju bersama XPeng!

Acer Spin 1: Sang Hybrida Ideal untuk Pebisnis Mobilitas Tinggi, Tipis Sampai Mana?

0


PIKIRAN RAKYAT BENGKULU –


Tren


notebook


Yang slim dan ringan kini jadi favorit bagi pemakai dengan aktivitas tingkat tinggi. Banyak orang tidak mau menggendong notebook tebal dan bobotnya berlebih dikarenakan dianggap merepotkan, terutama saat perlu mengerjakan tugas secara mobile.


Untungnya,


Acer Spin 1


Hadir memenuhi permintaan ini, dan diperkirakan sebagai salah satu yang paling tipis dalam kategorinya. Apakah hal itu benar-benar begitu? Ayo kita selidiki lebih lanjut!


Desain Ekstrem Tipis dan Ringan: Senjata Rahasia Para Profesional


Mobile




Acer Spin 1


bukan sekadar laptop biasa. Perangkat


hybrid


ini mengadopsi tren


notebook


tipis yang tengah populer saat ini. Memiliki berat hanya


1,18 kg


dan ketebalan


14,1 mm


,


Acer Spin 1


benar-benar cukup ringan dan slim.


Ukurannya yang mungil ini membuatnya tak akan menyita banyak tempat di tas, menjadikannya teman perjalanan yang sangat praktis bagi Anda yang sering bepergian atau bekerja secara


mobile


.


Meski disebut sebagai “yang paling ringan dan ramping di antara yang sejenis,” klaim tersebut perlu diperhatikan. Di kalangan produk sekelas ini, hal itu menjadi pertimbangan penting.


notebook hybrid


dengan fleksibilitas layar sentuh, ukuran dan bobot


Acer Spin 1


memang unggul.


Ini tak sekadar tentang keindahan, tetapi juga ketergunaan. Membawa


Acer Spin 1


serasa membawa buku catatan yang ringan, memungkinkan Anda untuk bekerja atau berkreasi di mana saja dan kapan saja tanpa terbebani.


Lebih dari Sekadar Tipis: Fleksibilitas “2-in-1” yang Elegan




Selain bobot dan ketebalannya,


Acer Spin 1


pula terlihat kelebihannya dalam hal transformasinya. Sebagai


notebook hybrid


, ia tak hanya berfungsi sebagai laptop tradisional, tetapi juga bisa beralih fungsi menjadi tablet.


Kelenturannya ini sungguh berguna bagi pemakai yang mencari alat multifungsi, cocok digunakan untuk memberikan paparan, membaca konten, hingga melukis di atas layar sentuh.


Desain minimalis ini turut memberikan kesan mewah pada alat tersebut.


Acer Spin 1


mampu tampil menawan dan modern, cocok untuk menunjang penampilan profesional Anda.


Jadi, jika Anda mencari


notebook


yang tidak hanya ringan dan tipis, tetapi juga fungsional dan


stylish


untuk mendukung gaya hidup


mobile


Anda,


Acer Spin 1


patut jadi pertimbangan utama.****

Google Search Diprediksi Berkurang di Tahun 2030, Pengguna Beralih ke Teknologi AI

0

Beberapa pakar yang diulas oleh Reuters mengestimasi market share-nya sebagai berikut:
Google Search
turun dari 90% saat ini menjadi di bawah 50% dalam lima tahun ke depan. Hal ini karena perubahan perilaku konsumen yang berahli ke
chatbot
AI alias kecerdasan buatan.

ChatGPT
menjangkau angka 365 miliar pencarian pertahun hanya dalam kurun waktu dua tahun sejak diluncurkan. Sementara itu, Google memerlukan masa selama 11 tahun untuk meraih jumlah tersebut.

Menurut laporan AI Trends yang diambil dari Fortune India pada hari Senin (2/6), hal tersebut mengakibatkan laju pertumbuhan ChatGPT mencapai 5,5 kali lebih pesat dibandingkan dengan Google.

Statistik menunjukkan seberapa cepat perangkat AI berkembang, dengan ChatGPT mencapai utilitas massal yang sebanding dengan Google Search, yang pada puncaknya menguasai lebih dari 90% pasar pencarian global.

“Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan peningkatan jumlah pengguna seperti yang terlihat pada ChatGPT, terutama di luar wilayah Amerika Serikat. Hal ini menggambarkan betapa signifannya perubahan dalam dinamika teknologi dan pendistribusionan secara global,” ungkap investor serta analis Mary Meeker.
platform
situs
web
berita Axios.

Perbedaan tersebut bisa disamakan dengan membandingkan apel dengan jeruk. Saat Google dirilis pada tahun 1998, koneksi internet secara global masih sangat terbatas. Jaringan di rumah-rumah sedang dalam tahap perkembangan, sementara ponsel cerdas belum tersedia.

Sebaliknya, ChatGPT memasuki dunia dengan lebih dari lima miliar pengguna internet, penetrasi
smartphone
yang luas, dan infrastruktur
cloud
atau komputasi awan yang mapan.

Dalam laporannya sepanjang 340 halaman, Meeker menegaskan bahwa di lingkungan yang telah disediakan tersebut terdapat
smartphone
, penetrasi internet yang tinggi, dan kefasihan digital global, peralatan AI seperti ChatGPT tidak hanya tumbuh lebih cepat, tetapi juga berkembang lebih cepat.

Data Morgan Stanley menunjukkan bahwa setiap gelombang adopsi teknologi rumah tangga di Amerika, terjadi dalam waktu hampir setengah dari gelombang sebelumnya.

Masa depan komputer memerlukan waktu dua puluh tahun untuk merambah sebanyak 50%. Internet berbasis desktop mengurangi durasinya menjadi dua belas tahun. Sementara itu, internet mobile butuh waktu enam tahun. Namun, era kecerdasan buatan diprediksi bakal menyentuh angka tersebut cuma dalam jangka tiga tahun saja.

Akselerasi itu bukan hanya karena teknologi yang lebih baik, melainkan hasil dari ekosistem digital yang matang yang memungkinkan eksperimen, distribusi, dan orientasi pengguna yang lebih cepat dan dalam skala besar.

Perbedaan dalam waktu untuk mencapai skala bukan tentang keunggulan produk, tetapi lebih tentang percepatan lingkungan. Dengan demikian, perbandingan pertumbuhan pencarian antara ChatGPT dan Google bukanlah perbandingan OpenAI vs Google, melainkan perbandingan ekosistem yang membuat Google dengan yang mendorong ChatGPT.

Taktik Google pada Zaman kecerdasan Buatan

Investasi induk Google, Alphabet untuk pengembangan AI diperkirakan mencapai US$ 75 miliar tahun ini. Jumlahnya melonjak dibandingkan tahun lalu US$ 52,5 miliar.

Pada pengumuman Selasa pekan lalu (27/5), Google melakukan sejumlah demo yang menampilkan kemampuan AI milik perusahaan, yang dikembangkan di tempat pengujian yang disebut sebagai Proyek Astra.

Salah satunya Google Veo 3 yang menghasilkan video dan audio untuk menciptakan potongan film yang lebih realistis bagi para kreator.

Google mengatakan mereka akan menempatkan AI ke beragam produk, termasuk Google Search. Konsumen kini dapat mengubah Google Search ke ‘Mode AI’, yang membuang jawaban standar
web
dan memilih respons yang dihasilkan oleh komputer untuk soal-soal kompleks.

Perusahaan raksasa tersebut pun mengumumkan pandangan mereka tentang Google Search yang bakal membolehkan pengguna bertanya berbagai hal, mulai dari soal simpel sampai riset kompleks, serta mencakup analisis gambar melalui kamera smartphone dan pembelian tiket konser.

CEO Sundar Pichai menyebutkan bahwa Alphabet berencana menciptakan kecerdasan buatan dengan memperhatikan aspek biaya. “Kami telah berhasil memberikan model terbaik dengan harga termurah berkali-kali,” ujarnya seperti dilaporkan Reuters, beberapa minggu lalu pada 21 Mei.

Misalnya aplikasi asisten AI Google Gemini yang telah mencapai jumlah lebih dari 400 juta pengguna aktif setiap bulan.

Google baru saja mengeluarkan program langganan AI Ultra Plan yang harganya mencapai US$ 249,99 tiap bulannya. Ini sama seperti harga dari paket langganan developer ChatGPT buatan OpenAI yang bernilai US$ 200 per bulan.

Perusahaan telah menghadirkan pilihan berlangganan tambahan, seperti AI Pro seharga $19,99 per bulan. Menurut catatan Google, jumlah penggunanya yang terdaftar melebihi 150 juta orang.

Sundar Pichai menyampaikan pada jurnalis bahwa kehadiran AI generatif belum seluruhnya mempengaruhi penelusuran mesin pencari.
website
Ini tampaknya sangat berbeda dari situasi nol-keseluruhan,” katanya. “Tipe permintaan yang kami tangani dalam penelitian telah mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan kemajuan AI.

Ketua tim pencarian Robby Stein mengatakan bahwa penerapan kecerdasan buatan dalam Google Search membuka kesempatan baru bagi pembuatan iklan yang sangat sesuai dan bernilai.

Cara Membuat Video AI Nyata dengan Google Veo 3 yang Revolusioner untuk Kreator

0

Cara buat video AI
realistis dengan Google Veo 3, menghasilkan video dari input teks atau gambar. Teknologi ini, mampu menciptakan video tampak nyata, lengkap dengan audio yang tersinkron secara tepat, termasuk efek suara dan dialog karakter dengan gerakan bibir yang sesuai.

Pada acara tahunan Google I/O 2025 yang diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 20 Mei 2025, Google secara resmi meluncurkan Veo 3, produk hasil karya Google DeepMind. Veo 3 muncul sebagai versi terbaru setelah Veo 2 dan dikembangkan guna menghasilkan video menggunakan dukungan teknologi.
AI
melalui perintah berbasis teks.

Langkah Membuat Video AI yang Nyata Menggunakan Google Veo 3 Lewat Gemini

Langkah-langkah untuk membuat video AI yang realistis menggunakan Google Veo 3 (Context.id)

Google Veo 3
dilengkapi kemampuan menghasilkan audio, baik berupa dialog maupun efek suara  yang sesuai dengan konteks video. Berikut cara menggunakan Google Veo 3 melalui Gemini:

  • Akses situs Gemini melalui
    browser
    yang digunakan.
  • Klik “video” pada area kotak masukan tersebut. Opsional ini hanya dapat digunakan oleh pelanggan yang sudah mendaftar untuk langganannya ke Paket Google AI Pro atau Ultra.
  • Buatlah petunjuk teks untuk menggambarkan video yang diharapkan dengan detil dan kejelasan sehingga output videonya optimal.
  • Untuk memulai proses pembuatan video, klik “Kirim”.
  • Tunggu 1-2 menit, hingga Gemini menampilkan hasilnya.

Langkah Membuat Video AI yang Nyata Menggunakan Google Veo 3 Lewat Fitur Flow

Google Veo 3 memudahkan para kreator digital hingga sineas dalam menghasilkan video berkualitas tinggi. Anda bisa menggunakan Google Veo 3 melalui Flow, berikut langkah-langkahnya;

  • Buka situs
    labs.google/flow
    melalui
    browser
    .
  • Tekan tombol “Create with Flow” untuk memulai pembuatan proyek video baru.
  • Agar menghasilkan video yang didasari oleh teknologi AI, mohon klik pada “Proyek baru”.
  • Pada bagian prompt, pilih mode “text to video”, lalu klik ikon pengaturan di sebelah kanan dan pilih kualitas tertinggi yaitu “Highest quality (experimental audio) Veo 3”.
  • Ketikkan deskripsi video yang ingin dibuat dalam bentuk teks.
  • Klik tombol “Kirim” dan tunggu hingga proses pembuatan video selesai dilakukan oleh sistem.
  • Silahkan sesuaikan sudut kamera, efek suara, dan gaya visual sesuai keinginan.

Langkah-langkah Buat Video AI Realistis dengan Google Veo 3

Cara menggunakan Veo 3 untuk membuat video kini menjadi topik yang menarik perhatian banyak kreator digital dan profesional di bidang multimedia. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka Google Flow atau Vertex AI

Agar bisa menciptakan video yang didasarkan pada teks, mohon akses ke situs web Google Flow dengan memakai Google AI Ultra. Bila Anda lebih suka menggunakannya lewat Vertex AI dalam Google Cloud Console, terbukalah halaman Vertex AI Studio lalu klik Media Studio. Aktifkan opsi Enable prompt enhancement supaya hasil akhir videonya berkualitas tinggi.

2. Atur Petunjuk dengan Detil yang Tepat dan Jernih

Masukkan detail penting seperti panjang klip video (lebih baik antara 5 sampai 8 detik), proporsi tampilan (sebaiknya 16:9 disarankan), serta jenis estetika visual (misalnya realistis foto atau animasi). Selain itu, gunakan pula alat pengubah promp yang ada pada Vertex AI agar bisa mengoptimalkan penjelasan dengan cara otomatis.

3. Penciptaan dan Penyuntingan Video

Klik tombol Generate pada Google Flow atau ajukan permohonan via API apabila Anda sedang memakai Vertex AI. Video tersebut akan selesai dalam hitungan menit.

Gunakan Scene Builder dalam aplikasi Flow untuk menyatukan berbagai adegan, mempertahankan konsistensi karakter, serta menambahkan efek peralihan. Jika timbul kendala semacam audio yang tak tampil pada hasil eksport, coba gabungkan kembali video tersebut dengan menggunakan program pengeditan seperti DaVinci Resolve.

4. Simpan serta Sebarkan Klip Videonya

Video yang sudah dibuat bisa didownload secara langsung menggunakan Google Flow atau dipindahkan ke Google Cloud Storage demi mempermudah akses dan manajemen.

Setiap klip video yang diciptakan oleh Veo 3 akan diberi tanda air SynthID secara otomatis untuk menunjukkan bahwa isi videonya diproduksi menggunakan kecerdasan buatan dan menghindari penggunaan tidak sah.

Kelebihan Veo 3 dari Google AI

Menurut informasi dari situs resmi Google DeepMind, Veo 3 menawarkan peningkatan dalam memahami dan merespons perintah teks, serta mampu mengikuti urutan adegan dan instruksi dengan presisi yang lebih tinggi. Berikut keunggulan Veo 3 Google AI:

1. Audio Bawaan

Mampu menciptakan suara latar, efek audio, serta percakapan yang selaras dengan visual dalam video.

2. Kemampuan Memahami Prompt Rumit

Dapat mengubah narasi yang kompleks dan rinci menjadi video yang logis dan menyatu secara keseluruhan.

3. Tingkat Realisme Tinggi

Menampilkan simulasi fisika yang menyerupai dunia nyata, gerakan bibir yang sinkron dengan suara, serta konsistensi visual karakter atau objek antar adegan.

Cara buat video AI realistis dengan Google Veo 3 menjadi solusi inovatif bagi para kreator, filmmaker, hingga pelaku bisnis yang ingin menghasilkan konten visual berkualitas tinggi secara efisien. Dengan dukungan teknologi canggih dari Google DeepMind, Veo 3 mampu menerjemahkan prompt teks menjadi video sinematik lengkap efek suara, dialog, dan visual yang nyata.