Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 680

VIDEO VIRAL: Kekhawatiran Meningkat dengan Penggunaan AI yang Semakin Canggih di Google Veo 3 dan Teknologi Deepfake

0


ZONA GADGET

– Kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI) kian cepat.

Di sisi lain dari perkembangan itu semua, timbul keraguan mengenai potensi pemanfaatan tidak tepat dari teknologi tersebut.

Satu hal yang mendapat perhatian belakangan ini adalah aplikasi Veo 3, yaitu aplikasi pembuat video terkini dari Google.

Pasalnya, aplikasi tersebut mampu menghasilkan video dengan kualitas sinematik hanya dari perintah teks sederhana.

Menurut Axios.com, pada Senin (2/6/2025), Veo 3 diluncurkan di acara Google I/O 2025.

Teknologi ini membolehkan para pemakainya untuk menciptakan video-realistik yang dilengkapi dengan dialog, efek suara, serta sinkronisasi gerakan rahang yang akurat.

Veo 3 mampu menghasilkan karakter humanoid buatan yang hampir tidak bisa dibedakan dari manusia sungguhan.

Akan tetapi, kenyamanan serta keserbagunaan fitur tersebut mengundang keprihatinan terkait dengan risiko penggunaannya yang tidak tepat.

Khususnya pada penggarapan materi deepfake yang berpotensi membingungkan masyarakat.

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, dimana sebelumnya kasus penyalahgunaan teknologi deepfake telah terjadi di berbagai belahan dunia manapun.

Di Amerika Serikat, dua pemuda diamankan setelah menyebabkan kontroversi dengan pembuatan foto bugil palsu teman sekolah mereka melalui teknologi kecerdasan buatan.

Mereka dituduhkan atas pelanggaran hukum kelas ketiga menurut peraturan Florida, yang melarang sebarluaskan foto-foto berisi konten seksual explicit tanpa izin dari pihak korban.

Di Indonesia, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menggerebek satu orang terduga penjahat yang melakukan kecurangan dengan memanfaatkan teknologi rekayasa gambar bergerak palsu. Dalam tindakan kriminalnya tersebut, individu ini menyamar sebagai beberapa petinggi negera melalui penggunaan foto dan identitas pribadi seperti Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pelaku menghasilkan klip semacam itu agar tampak seperti pejabat sedang memberikan tawaran bantuan ke publik, kemudian mengecoh korbannya dengan permohonan untuk mentransfer sejumlah dana sebagai biaya prosesnya.

Disebutkan pula, jumlah keseluruhan kerugian yang dialami oleh beberapa korban adalah senilai Rp 65 juta.

Pratama Persadha, seorang ahli keamanan digital, mengungkapkan bahwa tingkat keterampilan teknologi deepfake yang semakin maju menjadikannya ancaman besar, terutama untuk penyalahgunaan berita bohong dan tindakan penipuan.

Dengan adanya modifikasi perilaku manusia, para pelaku jahat dapat melancarkan tindakan kriminal di berbagai sektor dengan memanfaatkan teknologi video deepfake.

Seperti mencatut wajah dan suara pejabat atau anggota keluarga untuk meminta transfer dana maupun manipulasi transaksi bisnis.

Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI.

Tindakan pencegahan, termasuk pendidikan tentang keamanan digital, perkuatan aturan hukum, serta menghasilkan teknologi terdeteksinya deepfake, sangat krusial agar kita bisa membatasi efek merugikan di waktu akan datang.

(*)


Host: Dara Nazila

Kontroversi Nilai Humanis di Dunia Periklanan: Pengajarannya dari Iklan Natal AI Coca-Cola

0

● AI (Artificial Intelligence) masih jadi kontroversi masyarakat di segala bidang tak terkecuali bidang periklanan.

● Coca-Cola pernah dikecam publik secara masif karena pembuatan iklan berbasis kecerdasan buatan.

● Kehadiran AI dalam industri periklanan bakal tetap berkembang.

Seiring waktu, dunia periklanan terus berevolusi. Perubahan besar mulai terlihat pada era modern sejak tahun 1990-an, ketika internet dan situs web meledak.

Algoritma dasar pun mulai diterapkan untuk mengarahkan iklan sesuai dengan karakteristik umum dari para pemakai. Selanjutnya hal ini berkembang
machine learning
di tahun 2000-an yang bisa menganalisis data konsumen lebih canggih.

Pada zaman modern ini, kita pun mulai mendengar tentang terminologi tersebut.
search engine optimization
(SEO) dan
search engine marketing
(SEM) bertugas untuk memandu dan menyajikan informasi yang sesuai dengan sejarah penelusuran pengguna.

Selanjutnya di tahun 2010-an, periklanan digital menjadi semakin cerdas dengan adanya
deep learning
dan
neural networks
yang mengizinkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis membeli dan menempatkan iklan
real-time
. Teknologi seperti
natural language processing
(NLP) dan
computer vision
menyusun iklan agar dapat tersaji dalam bentuk yang lebih interaktif, misalnya
chatbot
dan pengenalan gambar.

Sekarang, pada awal tahun 2020-an ini, dimana
AI generatif
seperti ChatGPT dan DALL-E mampu membuat konten iklan secara otomatis termasuk teks, gambar, dan video yang ternyata masih harus menghadapi tembok tinggi untuk bisa berterima bagi masyarakat. Salah satu yang paling mencolok adalah studi kasus Coca-Cola.

Ties emotionalisasi di antara algoritme dan keaslian kreativitas manusia

Dalam dunia
branding
, tidak ada kata berhenti beriklan. Bahkan merek raksasa pun tetap gencar beriklan demi menjaga reputasinya sebagai
top of mind
di benak masyarakat.

Jika tidak berhati-hati, posisi mereka dapat direbut oleh pesaing dengan cepat. Kemajuan teknologi pun sudah mengubah landscape periklanan, mulai dari platform media sosial hingga konvensional.
out-of home
(OOH), hingga penggunaan AI.

Amazon merupakan gambaran jelas tentang keberhasilan penerapan algoritme.
machine learning
untuk menganalisis perilaku konsumen dan riwayat pembelian, untuk menjalankan sistem
dynamic pricing
—yang menyesuaikan harga secara otomatis berdasarkan permintaan serta preferensi konsumennya. Hasilnya? Sebanyak
35% dari total penjualannya
adalah berkat AI.

Namun, skenario yang dihadapi oleh Coca-Cola sedikit berbeda dalam strategi pemasarannya.
“Sihir liburan semakin dekat”
yang diciptakan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan di musim dingin tahun 2024 kemarin. Sebaliknya dari harapan untuk menerima apresiasi, kampanye tersebut malah menghadapi kritikan.
kritik pedas
Yang mengatakan bahwa iklan itu monoton, kurang inovatif, terlalu acak-acakan, dan dianggap merusak peluang kerja bagi para profesional kreatif.

Padahal,
Coca-cola
Dikenal sebagai raja kampanye iklan yang terkenal sepanjang zaman. Coba sebutkan jingle-jingle legenda tersebut.
Saya ingin membelikan dunia sebuah Coca-Cola.
yang dilahirkan saat Perang Vietnam berlangsung, sampai dengan semboyan
“Always coca-cola”
puncanya yang populer hingga ke Nusantara.

Walaupun dari segi teknikalitas, desain visual dan musik buatan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan ketepatan yang tinggi, sejumlah besar penonton mengalami kesulitan untuk terharu secara emosional. Hal ini membuktikan bahwa AI, apabila tidak dibimbing oleh perasaan manusia, akan sangat susah memahami nilai-nilai budaya, rasa nostalgia, serta simbolisme khas pada tema Natal.

Ini mengindikasikan bahwa walaupun kecerdasan buatan dapat mensimulasikan struktur, masih belum berhasil menjiplak kedalaman arti yang terbentuk melalui pengalaman manusia. Sebagaimana disampaikan oleh
Seth Godin
:

Orang tidak membeli barang dan jasa. Mereka membeli hubungan, cerita, dan sihir.

Beda generasi, beda preferensi

Peribahasa “pelanggan adalah raja” pun berlaku di bidang periklanan. Ketika menyinggung tentang siapa pelanggannya, minimal terdapat lima generasi yang diketahui sekarang ini ditentukan oleh tahun lahir mereka.
baby boomers
(1946–1964) Baby Boomers, Gen X (1965–1980), Gen Y atau Milenial (1981–1996), Gen Z (1997–2012), serta Gen A (2013–saat ini).

Tiap generasi punya ciri khas masing-masing. Misalnya saja, Generasi Z dikenali sebagai generasiเทคโนキャンペصند
self-service
karena apapun yang mereka butuhkan ada dalam genggaman.

Inilah generasi yang kontradiktif dengan Gen X atau
baby boomers
. Gen Z tumbuh besar bersama
handphone
, namun tidak pernah menggunakannya untuk bicara. Selain itu mereka sangat bergantung pada media sosial, utamanya TikTok dan Instagram. Ketergantungan ini untuk semua hal, termasuk untuk mencari berita dan keputusan pembelian.

Survei dari
Hootsuite
terhadap 4.420 respoden dari seluruh dunia, menunjukkan bahwa
Baby Boomers
punya resistensi paling tinggi (33%) untuk berinteraksi dan mempercayai konten yang dibuat oleh AI. Sementara Gen X cukup skeptis dengan 28–27% menyatakan tidak percaya dan kurang tertarik dengan konten AI. Sebaliknya, kaum muda Millenials dan Gen Z jauh lebih terbuka pada konten yang dibuat oleh AI.

Temuan ini sejalan dengan studi yang mencatat bahwa generasi muda menganggap AI dapat memperkaya pengalaman merek, sementara hanya sedikit dari kalangan Baby Boomers yang sependapat. Menariknya, ada persamaan untuk semua generasi yang ada. Setiap orang menyukai iklan yang otentik dan
relate
Dengan rutinitas sehari-hari mereka. Penonton juga kurang suka pada iklan yang berlebihan atau terlalu dipreteli.

Mereka cenderung memilih materi yang alami dan jujur. Sebagai contoh, Indomie dengan pendekatan minimalis serta tanpa penataan berlebihan, membantu karyanya tersebar secara otentik, menggambarkan hal tersebut.
engagement
tinggi untuk segala usia.

Bagi generasi pemuda, yaitu Generasi Z dan Generasi A, mereka cenderung menyukai kampanye iklan yang memiliki ide-ide kreatif seperti ini.
gamification
dan bersifat interaktif sebagaimana dijalankan oleh
Gojek dan Shopee
. Melalui
gamification
sasaran iklan menjadi terpacu untuk menyelesaikan misi-misi berhadiah dalam aplikasi tersebut, yang pada gilirannya mendorong interaksi pengguna semakin aktif dan menghasilkan pengalaman promosi yang melibatkan kedua belah pihak.

Secara sebenarnya, iklan merupakan alat yang digunakan oleh merk untuk berinteraksi dengan kelompok sasaran mereka. Dengan demikian, masalah pokok di masa mendatang ialah cara merk bisa mencampuradukkan kemajuan teknologi AI dengan unsur emosi supaya iklan masih terus relevan, pribadi, serta mampu memukau perhatian pendengar atau penonton.

Artikel ini awalnya dipublikasikan di
The Conversation
, situs berita nirlaba yang menyebarluaskan pengetahuan akademisi dan peneliti.

  • AI dapat menjadi ancaman bagi para seniman serta menyalahi undang-undang kekayaan intelektual: Perlunya pengaturan, bukan pelarangan
  • AI menjadi bagian dari kurikulum pendidikan: Apakah sesuai dengan era modern atau justru dipaksa terlalu banyak?


Patria Laksamana tidak terlibat dalam pekerjaan formal, tidak berperan sebagai konsultan, tidak memegang saham, atau belum mendapatkan dana dari perusahaan atau organisasi manapun yang dapat menguntungkan dari rilis artikel ini. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki ikatan tambahan kecuali yang sudah disebut sebelumnya.

Riset Ungkap: Kecerdasan Buatan Akan Lebih Tergantung pada Daya dibanding Penambangan Bitcoin

0


ZONA GADGET

– Hingga saat ini, pertambangan cryptocurrency seperti Bitcoin (penambangan Bitcoin) diakui sebagai salah satu kegiatan yang sangat memakan daya listrik. Akan tetapi, menjelang akhir tahun 2025 nanti, terdapat sistem kecerdasan buatan
(artificial intelligennce)
Canggih diperkirakan akan menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan Bitcoin.
mining.

Ini dikemukakan oleh Alex de Vries-Gao, calon doktoral dari Institut Studi Lingkungan Vrije Universiteit Amsterdam, pada penelitiannya berjudul “Kecerdasan Buatan: Batas Rantai Pasokan dan Implikasi Energi”.

Pertumbuhan pesat dari AI generatif saat ini menghasilkan lonjakan dalam konstruksi pusat data serta peningkatan produksi.
hardware
pengolah AI terutama kartu grafis (GPU). Saat beroperasi,
data center
yang ditopang oleh puluhan hingga jutaan GPU ini berjalan menggunakan energi listrik.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Joule kali ini, Alex de Vries-Gao menguraikan bahwa Nvidia H100 merupakan GPU utama dananya.
data center
moderern, memiliki kekuatan pemakaian maksimum mencapai 700 watt secara kontinu ketika mengoperasikan model AI yang rumit. Diperkirakan Nvidia akan menjual antara 1,5 sampai 2 juta unit GPU H100 selama tahun 2024.

Di samping itu, varian lama dari seri Ampere Nvidia, termasuk model teratasnya yaitu A100, mempunyai daya TDP sebesar 400W. TDP atau Thermal Design Power merujuk pada besarnya energi paling tinggi yang dapat dipancarkan oleh GPU saat beroperasi secara normal.

Data center
juga ditenagai GPU lain seperti AMD MI300X yang punya konsumsi puncak hingga 750 W, sedangkan AMD MI250X disebut mencapai 500 W.

Apabila kebutuhan daya setiap generasi kartu grafis GPU dikalikan dengan jumlah jutaan unit yang terdapat dalam pusat data, maka total pemakaian energinya akan menjadi sangat tinggi.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Alex de Vries-Gao, hingga akhir tahun 2025,
data center
AI (di luar kripto) diestimasikan mengonsumsi hampir 50.000 magawatt (MW) atau 50 gigawatt (GW) daya listrik pada akhir 2025.

Angka ini jauh lebih besar dari konsumsi listrik penambang Bitcoin yang ditaksir sekitar 20 GW per Maret 2025.

Tak hanya itu, prediksi konsumsi listrik AI ini juga lebih besar dari estimasi penggunaan listrik nasional Irlandia (kurang dari 5 GW), hingga Swiss, Austria, Finlandia (kurang dari 10 GW) pada 2023. Bahkan masih lebih besar dibandingkan kebutuhan listrik di Inggris Raya dan Prancis.

AI pun diperkirakan akan menyumbang hampir setengah dari semua penggunaan listrik pusat data pada tahun depan, naik dari sekitar 20 persen hari ini.

International Energy Agency juga sudah menyampaikan peringatan bahwa peningkatan penggunaan AI bisa berdampak pada penambahan konsumsi energi untuk pusat data hingga dua kali lipat dalam rentang dua tahun ke depan.

Dengan konsumsi listrik yang sangat besar ini, AI digadang-gadang akan memberi jejak energi yang lebih besar daripada penambangan Bitcoin global, sebagaimana dihimpun
KompasTekno
dari
TechSpot,
Senin (2/5/2025).

Riset bertajuk Artificial intelligence: Supply chain constraints and energy implications bisa dibaca selengkapnya melalui
tautan berikut ini
.

Top 10 Pekerjaan di Indonesia yang Bakal Direplace AI, dari Admin Sampai Teller Bank

0


ZONA GADGET

Berikut adalah 10 profesi yang diyakini akan diringankan oleh teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mendukung tugas-tugas manusia.

Menurut eWeek berdasarkan data dari situs web willrobotstakemyjob.com, berikut ini adalah 10 profesi yang diperkirakan dapat tergantikan oleh kecerdasan buatan di masa mendatang.

Situs web Willrobotstakemyjob.com menyediakan prediksi bagi para penggunanya tentang peluang pekerjaannya akan diambil alih oleh mesin atau otomatisasi.


1. Petugas Entri Data

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 95 persen

Petugas entri data berisiko tinggi tergantikan oleh AI karena pekerjaan mereka umumnya terdiri dari tugas-tugas terstruktur dan berulang yang mudah diotomatisasi.

Alat-alat berbasis AI dapat memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan dengan kesalahan minimal, sehingga menghemat waktu dan biaya perusahaan.

Dengan kemajuan dalam pemrosesan bahasa alami (natural language processing/NLP) dan pengenalan karakter optik (OCR), AI kini juga mampu mengelola data tidak terstruktur seperti catatan tulisan tangan atau dokumen yang dipindai.

Karena AI dapat menyelesaikan tugas ini dengan lebih efisien, perusahaan cenderung mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk pekerjaan entri data.


2. Telemarketer

Risiko Penggantian oleh AI: 94 persen

Tugas pekerja telemarketing mungkin akan tergantikan oleh kecerdasan buatan sebab fokus mereka adalah membacakan naskah serta mengurusinteraksi biasa dari pelanggan, hal-hal tersebut saat ini dapat dilakukan oleh AI dengan cepat dan efisien.

Bot obrolan dan asisten suara yang didukung oleh kecerdasan buatan dapat menelpon, merespons pertanyaan, serta mengatur dialog sesuai dengan informasi dari klien tersebut.

Di samping itu, AI bisa bekerja selama 24 jam non-stop dan mengatasi berbagai panggilan secara bersamaan, sehingga menjadi pilihan yang jauh lebih hemat biaya daripada pekerja manusia.


3. Pembukuan

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 94 Persen

Pekerjaan pembukuan sangat rentan digantikan oleh AI karena bersifat lugas dan repetitif, persis seperti tujuan alat AI diciptakan.

Perangkat lunak berbasis AI dapat melacak pengeluaran, merekonsiliasi akun, dan menyusun laporan keuangan dengan lebih cepat dan akurat.

Sistem ini juga dapat terhubung langsung ke rekening bank atau platform keuangan lainnya, sehingga tidak memerlukan input manual.

Bagi perusahaan yang ingin memangkas biaya dan menghemat waktu, otomatisasi pembukuan menjadi pilihan yang sangat menarik.


4. Resepsionis

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 92 persen

Resepsionis menghadapi risiko tinggi digantikan oleh AI karena asisten virtual dan sistem otomatis kini mampu menangani panggilan, penjadwalan, hingga proses check-in pengunjung.

AI sistem bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut secara terus-menerus tanpa memerlukan waktu istirahat dan dengan pengeluaran operasional yang lebih sedikit.

Walaupun resepsionis yang berupa manusia unggul dalam membina relasi serta mengatasi masalah yang rumit, banyak organisasi mungkin cenderung memilih kepraktisan dan ketetapan hadirnya AI selalu online, terlebih untuk permintaan-permintaan standar.


5. Kasir Ritel

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 89%

Profesi penjaga kasir di ritel kian terkikis oleh kecerdasan buatan seiring dengan kemajuan dalam sistem pembayaran self-service serta teknologi otonomi lainnya.

Klien sekarang bisa melakukan scan dan pembayaran produk dengan cara sendiri, meniadakan keperluan untuk petugas kasir yang merupakan manusia.

Teknologi semacam Just Walk Out, yang mengandalkan sensor dan kamera untuk secara otomatis membebankan pembeli ketika mereka meninggalkan toko, pun telah dimulai penerapannya.

Untuk bisnis, hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi waktu serta pemotongan biaya tenaga kerja.


6. Pekerja Manufaktur

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 88%

Kecerdasan buatan serta teknologi robotika sudah membuka jalan untuk otonomi dalam pelaksanaan bermacam-maca tugas fisik pada sektor perindustrian pembuatan barang.

Dimulai dari tahap perakitan sampai pemeriksaan produk, mesin saat ini dapat melakukan tugas tersebut dengan konsistensi yang sangat baik.

Automatisasi sangat sesuai untuk pekerjaan yang bersifat repetitif serta membutuhkan ketepatan tingkat tinggi karena mesin tidak mengenal kelelahan dan mampu beroperasional terus-menerus.


7. Proofreader

Risiko Penggantian oleh AI: 86 %

Pekerjaan proofreading semakin digantikan oleh perangkat lunak yang didukung AI.

Alat pemeriksa tata bahasa dan gaya bahasa dapat mendeteksi kesalahan dengan cepat dan efisien, bahkan dalam struktur kalimat yang kompleks.

Teknologi ini selalu diupgrade untuk menangkap pola bahasa yang makin kompleks.

Walaupun editor human masih diperlukan untuk skrip yang rumit, kecerdasan buatan sudah mulai menangani banyak tugas rutin yang dulunya menjadi pekerjaanproofreader.


8. Perwakilan Layanan Pelanggan

Probabilitas Pemilihan AI: 80%

Wakil layanan pelanggan kian tersingkirkan oleh chatbot serta asisten digital berbasis kecerdasan buatan yang mampu merespons pertanyaan seputar pembaruan akun atau pengecekan status pengiriman produk secara otomatis.

Perangkat-perangkat tersebut membolehkan bisnis menyediakan pelayanan konsumen sepanjang waktu dengan kinerja optimal serta tarif terendah.

Namun demikian, interaksi yang berbau emosi dan rumit tetap membutuhkan campur tangan manusia.


9. Penerjemah

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 71%

AI kini mampu menerjemahkan teks secara real-time dengan akurasi tinggi dalam puluhan bahasa.

Perangkat terjemahan yang didasari oleh teknologi AI kini semakin handal dalam menginterpretasi konteks serta nada—fitur unggul yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.

Untuk tugas-tugas sederhana seperti menerjemahkan dokumen atau percakapan dasar, AI menawarkan kecepatan dan biaya yang jauh lebih efisien.

Namun, penerjemah manusia masih diperlukan untuk konteks yang rumit atau terjemahan yang mengharuskan adanya kreasi tingkat tinggi.


10. Teller Bank

Kemungkinan Pergantian oleh AI: 88%

Teller bank memiliki risiko besar tergantikan oleh kecerdasan buatan karena perkembangan jasa perbankan digital dan otomasi.

Banyak pelanggan saat ini lebih memilih untuk mengelola keuangan mereka lewat aplikasi seluler atau situs web online, sehingga kunjungan mereka ke cabang bank menjadi berkurang secara signifikan.

ATM dan gerai minimarket sudah menjabat sebagai pengganti banyak tugas teller, termasuk proses deposito dan witdrawal uang tunai serta verifikasi saldo.

Ini mengakibatkan penurunan kebutuhan terhadap tenaga kerja teller.


Pekerjaan Lainnya yang Terancam

Menurut newtraderu.com serta TechTarget.com, berikut adalah beberapa profesi lain yang mungkin akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI):


Desainer Grafis

AI sudah membuktikan kapabilitasnya dalam menghasilkan gambaran visual, logotipe, serta bahan promosi yang professional dengan menggunakan instruksi teks dasar saja.

Teknologi ini membolehkan siapapun — meski tidak memiliki pengalaman dalam bidang desain — untuk menciptakan hasil yang berkualitas tinggi.

Perangkat seperti Ideogram, Midjourney, serta fitur kecerdasan buatan di Canva sudah mempercepat berbagai proses dalam membuat dan menyunting gambar.


Paralegal

Pekerjaan paralegal, yang banyak melibatkan peninjauan dan analisis dokumen hukum, juga dapat diotomatisasi.

AI dapat memanfaatkan basis data perundangan, melakukan penelitian terkait kasus-kasus, serta merancang dokumen hukum standar dengan kecepatan yang sangat baik.

Meskipun pekerjaan strategis tetap dilakukan oleh pengacara, tugas rutin paralegal diperkirakan akan semakin terotomatisasi menjelang tahun 2030.


Coding

Program seperti ChatGPT kini dapat menghasilkan kode yang benar secara sintaksis dan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan sebagian besar programmer pemula.

Mereka yang biasanya hanya menghasilkan kode sederhana dalam jumlah besar kemungkinan akan tergeser.

Namun, programmer berkualitas tinggi justru dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka.

Samsung Galaxy A05s: Penguasa Game HP dengan Prosesor Unggulan di Harga Rp 2 Jutaan

0


ZONA GADGET

Berikut adalah smartphone gaming terunggul yang dimiliki oleh Samsung Galaxy A05s pada bulan Juni tahun 2025.

Samsung Galaxy A05s akan menggunakan chipset Snapdragon 680 sebagai sumber tenaganya.

Prosesor rilisan pada tahun 2021 pernah menjadi salah satu yang terunggul di segmen pasar dengan harga sekitar Rp 2 jutaan.

Prosesor itu dikombinasikan dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB untuk mengolah berbagai data.

Termasuk memberikan dukungan kuat untuk aktivitas berat seperti gaming.

Dari segi desain, Anda telah dapat menikmati layar FHD+ dengan kecepatan pembaruan 90Hz yang pastinya akan sangat menyenangkan untuk mata.

Kebutuhan fotografi Anda juga akan dimanjakan dengan cukup baik.

Samsung A05s memiliki tiga buah kamera belakang, masing-masing 50MP (wide), 2MP (macro), dan 2MP (depth), serta sudah mampu menghasilkan video beresolusi 1080p@30/60fps.

Untuk selfie dan video call, ada kamera depan 13MP yang juga sudah bisa merekam video dengan resolusi 1080p@30fps.

Terakhir, Anda bisa mendapatkan dukungan baterai 5.000 mAh dengan fast charging hingga 25W.

Lainnya termasuk fitur dual SIM, port USB Type C, serta soket audio 3,5 mm.

Serta sensor sidik jari juga tersedia.

Dilihat dari segi mana pun, Samsung Galaxy A05s merupakan opsi lebih baik.

Kinerja chipset-nya superior, dapat merekam video dengan kecepatan 60 FPS, serta telah dilengkapi fitur pengisian daya cepat yang lebih mantap.

Dimensi layar-nya kini semakin lebar dan memiliki ketajaman gambar yang meningkat.

Kendati begitu, tidak dipungkiri kalau harga retail Samsung Galaxy A04s memang sedikit lebih murah dari Samsung Galaxy A05s.

Lebih-lebih lagi jika Anda memilih versi dengan kapasitas 128 GB.

Ponsel penerus Samsung Galaxy A04s ini memiliki spesifikasi yang mendukung untuk bermain game berat.

HP Samsung Galaxy A05s diluncurkan bersamaan dengan chipset Snapdragon 680 yang menunjukkan hasil benchmark (tolak ukur) lebih baik di AnTuTu v10.

Dengan skor 306.756 di Geekbench dan 415 poin untuk single core serta 1405 poin untuk multi-core dalam pengujian Geekbench 6.

Antara kedua ponsel tersebut, Samsung Galaxy A05s jauh lebih cocok untuk keperluan bermain game.

Game-game kompetitif terkenal seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile dapat dijalankan dengan mulus pada perangkat ini.

Seperti ditampilkan dalam video YouTube lctfix, Senin (2/6/2025), perangkat Samsung Galaxy A05s mampu menjalankan game PUBG Mobile di setting Balance – Ultra dengan performa yang cukup baik.

Berbeda dari Samsung Galaxy A05s, masalah frame drop pada Samsung Galaxy A04s justru lebih banyak ditemui daripada yang dialami oleh Galaxy A05s.

Pada bulan Juni tahun 2025, Anda dapat membeli Samsung Galaxy A05s melalui situs web resmi Samsung ataupun di gerai penjualan yang sah.

Menurut pengawasan yang dilakukan Tribun Batam, harga dari Samsung Galaxy A05s adalah Rp 2.099.000,.

Dengan budget sekitar Rp 2 jutaan, Anda telah dapat memiliki Samsung A05s yang dilengkapi dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB.


*) Disclaimer:

Harga serta kedatangan produk dapat berbeda setiap saat tanpa adanya pengumuman sebelumnya karena bergantung pada stok masing-masing gerai.

(ZONA GADGET)


Baca ZONA GADGETlainnya di
Google News

7 Rahasia WhatsApp yang Membuat Hidupmu Lebih Mudah, Apa Saja?

0


ZONA GADGET

– Terdapat berbagai tips WhatsApp yang kerap dilupakan oleh para pemakainya.

Beberapa trik WhatsApp berikut berasal langsung dari fitur yang disediakan oleh WhatsApp itu sendiri.

Tetapi entah mengapa sering kali disepelekan oleh para pemakainya.

Sesungguhnya, saat menggunakan WhatsApp sehari-hari, tips ini sungguh bermanfaat.

Berikut ini deretan trik WhatsApp yang bermanfaat bagi pengunaan WhatsApp sehari-hari.


1. Chat Diri Sendiri

Mengirimi pesan teks ke nomor pribadi dapat digunakan untuk menyimpan catatan penting, merancang draft percakapan yang panjang sebelum mengirimkannya, mentransfer catatan antara perangkat mobile dan komputer melalui WhatsApp Web, serta berbagai fungsi lainnya.

Cara melakukannya adalah dengan membuka bilah pencarian di WhatsApp lalu tulis nama kontak Anda sendiri dan mulai berchatting.


2. Pin Chat

Jika di WhatsApp mu ada kontak atau grup yang sangat penting dan isinya tidak boleh terlewat, fitur ini bermanfaat.

Pada iPhone, langkahnya adalah bersihkan atau geser ke kanan obrolan tertentu dalam chat > tekan tombol “pin” > sehingga kontak itu akan terus tampil di posisi teratas saat Anda membuka WhatsApp.

Untuk Android, ketuk dan tahan sebuah percakapan chat sampai terceklis > ketuk ikon Pin yang muncul di layar sebelah atas.


3. Favorit

Ini juga berfungsi hampir sama dengan fitur “Pin” tapi lebih ditempatkan di tab khusus yang disebut “Favorites”

Untuk di iPhone caranya tekan dan tahan beberapa saat suatu kontak chat > akan muncul menu > ketuk “Add to favorites”

Untuk di Android cara ketuk dan tahan sebuah percakapan chat sampai muncuk ceklis > ketik ikon tiga titik di kanan layar atas > ketuka “Add to Favorites”


4. Gunakan tab

Menggunakan tab yang terletak di bagian bawah dari kotak pencarian dapat membantu pengguna dalam mengelompokan obrolan mana saja yang ingin mereka bacakan.

Satu di antaranya adalah tab dengan nama “Unread”. Ketika tab tersebut ditekan, ia akan menampilkan semua obrolan yang belum dibaca.

Caranya pengguna tinggal ketuk kotak pencarian maka akan muncul tab tersebut, diantaranya ada Unread,Photo, Video, Links dan banyak yang lainnya bahkan sampai tab Sticker.


5. Kode Rahasia

Kode rahasia berupa pin empat angka bisa digunakan untuk membuka chat yang sengaja dikunci dan disembunyikan.

Caranya, ketik kode rahasia itu di kotak pencarian WhatsApp maka chat yang disembunyikan akan muncul.

Chat yang disembunyikan ini merupakan fitur dari “chat lock” yang mana ketika diaktifkan penggunan di chat tertentu, maka chat itu akan masuk ke folder “Locked chat” yang mana folder ini juga bisa dihilangkan lagi dan diakses kembali menggunakan kode rahasia di kotak pencarian.


6. Kirim Video Seperti Pesan Suara

Mengirim video dalam mode seperti voice note di WhatsApp pun dapat dilakukan, dan menariknya lagi, video yang terkirim akan memiliki bentuk lingkaran.

Cara penggunaannya hampir sama seperti voice note, yaitu dengan menekan dan menahankan ikon kamera yang berada di sebelah ikon voice note. Nantinya WhatsApp akan secara otomatis merekam video selfie untuk Anda.

Saat tombol kamera tidak lagi di tekan atau dilepas, videonya akan dikirm secara otomatis.


7. Broadcast diam-diam

Pengguna WhatsApp dapat mengirim pesan siaran kepada banyak orang namun setiap penerima tidak menyadari bahwa ini adalah sebuah siaran; mereka akan melihatnya sebagai percakapan pribadi biasa.

Fitur ini dapat dijalankan melalui daftar siaran.

Pada iPhone ini, Anda dapat menghidupkannya dengan cara mengetuk ikon tambah di sudut kanan atas layar, kemudian tekan “broadcast baru” dan pilhlah kontak mana pun yang ingin Anda masukkan ke daftar tersebut.

Di perangkat Android, Anda dapat mengaktifkannya dengan menyentuh ikon tiga titik yang terletak di sudut kanan atas layar, kemudian pilih “new broadcast”.

Apabila daftar nama pada siaran ini telah terpilih dan dimasukkan, hal itu akan menghasilkan sesuatu mirip dengan grup WhatsApp. Sehingga, saat Anda mengetik pesan satu kali saja, pesan tersebut akan dikirim kepada semua kontak yang ada dalam daftar tersebut.


Lain kali baca lebih banyak berita dari Tribunnews Bogor dengan mengunjungi situs web mereka.
Google News


Tetap terhubung dengan berita dari Tribunnews Bogor melalui WhatsApp.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

iPhone 14 dan 14 Plus Juni 2025: Harga Baru dengan Spek Tangguh!

0


ZONA GADGET

– Pada Juni 2025, nilai jual iPhone 14 di pasaran Indonesia berubah menjadi lebih stabil. Walaupun tidak lagi merupakan varian terkini, smartphone tersebut masih banyak dipilih oleh konsumen yang ingin memiliki telepon kelas atas namun tak mau merogoh kocek dalam untuk membeli tipe baru seperti iPhone 15 ataupun iPhone 16.

Apple terus menjaga ketertarikan pada iPhone 14 lewat paduan antara harga yang lebih terjangkau dan kemampuan unggulan. Para pembeli yang ingin mendapatkan kualitas premium namun tetap berhemat tentu saja masih memperhatikan pilihan ini.

Perbarui Harga iPhone 14 di Indonesia

Menurut data paling baru yang diperoleh dari beberapa sumber tepercaya, berikut ini adalah kisaran harga untuk iPhone 14 serta iPhone 14 Plus pada bulan Juni tahun 2025 di pasaran Indonesia:


  • iPhone 14 (128GB)

    : Rp 12.249.000


  • iPhone 14 (256GB)

    : Rp 15.249.000


  • iPhone 14 (512GB)

    : Rp 19.249.000


  • iPhone 14 Plus (128GB)

    : Rp 14.249.000


  • iPhone 14 Plus (256GB)

    : Rp 17.249.000


  • iPhone 14 Plus (512GB)

    : Rp 21.249.000

Apabila dibandingkan dengan versi iPhone terkini, harganya masih cukup kompetitif. Terlebih untuk konsumen yang mencari gadget canggih namun tidak ingin merogoh kocek terlalu dalam.

Spek iPhone 14 Tetap Terbilang Handal

Walaupun telah berumur dua generasi lebih tua, iPhone 14 tetap menawarkan banyak keunggulan. Perangkat ini dilengkapi oleh Apple dengan panel layar Super Retina XDR seluas 6,1 inci serta tingkat pembaruan tampilan 120Hz untuk memastikan kenyamanan mata dalam mendapatkan gambar halus.

Kinerja pun tidak perlu diragukan lagi. Gracias kepada chipset A16 Bionic, iPhone 14 dapat mengelola sejumlah besar aplikasi yang intensif dengan mudah. Di samping itu, baterenya terbilang hemat dan unggul jika dibandingkan versi sebelumnya.

Dalam bidang fotografi, iPhone 14 menghadirkan kamera utama beresolusi 48 megapixel yang dilengkapi dengan mode Malam dan Deep Fusion. Kualitas gambar masih terjaga ketajaman dan kecerahannya meski di lingkungan kurang cahaya.

Untuk daya tahan baterai, perangkat ini bisa memutar video hingga 23 jam. Dukungan MagSafe dan pengisian daya cepat 20W menambah kenyamanan saat digunakan sehari-hari.

Peluang Penurunan Harga Menjelang iPhone 17

Menjelang peluncuran iPhone 17 pada September 2025, banyak pengguna bertanya-tanya: apakah harga iPhone 14 akan kembali turun?

Jawabannya sangat mungkin. Biasanya, Apple dan para distributor resmi menawarkan promo atau diskon besar menjelang rilis generasi baru. Hal ini dilakukan agar stok perangkat lama bisa cepat terserap pasar.

Maka dari itu, jika Anda tertarik membeli iPhone 14 dalam waktu dekat, ada baiknya untuk rutin memantau promo dari Apple Authorized Reseller. Dengan strategi tepat, Anda bisa mendapatkan harga terbaik untuk perangkat flagship ini.

Kesimpulan

Dengan harga yang semakin terjangkau dan spesifikasi yang masih kompeten di tahun 2025, iPhone 14 tetap menjadi pilihan bijak. Apalagi bagi pengguna yang ingin perangkat berkualitas tanpa harus membayar harga tertinggi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki iPhone 14. Perhatikan tren harga dan manfaatkan setiap promo yang muncul. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan smartphone unggulan dengan harga yang lebih hemat.

Samsung Menggapai Langit: Berambisi Tancap Gas ke Luar Angka, Kembangkan Teknologi Antariksa

0


ZONA GADGET

Bila disebutkan kata Samsung, pikiran kita langsung tertuju pada ponsel pintar. Di samping itu, merek ini pun dikenali dalam bidang perlengkapan elektronik untuk keperluan rumahan.

Ternyata, Samsung melebihi hal tersebut. Banyak di antara kita tidak menyadari bahwa Samsung memiliki berbagai lini bisnis lain yang jauh lebih luas.

Layanan konstruksi termasuk shipyard, Samsung tawarkan lewat usahanya di bidang industri berat. Maka, terbukti bahwa Samsung sangat besar dalam hal ini.

Dalam hampir setiap sektor bisnis di planet ini, Samsung sudah ada. Sektor berikutnya yang menjadi ambisi mereka adalah ruang angkasa, dan ternyata perusahaan tersebut juga tertarik untuk merambah bidang usaha tersebut.

Berdasarkan laporan dari The Korea Economy Daily yang dikutip oleh AndroidHeadlines, perusahaan tersebut bersiap untuk masuk ke dalam bidang infrastruktur antariksa dengan merancang dan membangun pabrik ruang angkasa mereka sendiri.

Tempat ini akan membolehkan Samsung untuk menciptakan dan mengembangkan sejumlah fasilitas luar angkasa, termasuk platform peluncuran serta beragam bagian penting dari pesawat ruang angkasa.

Laporan itu menyebutkan pula bahwa Samsung berkolaborasi dengan Departemen Dirgantara dan Teknik Universitas Seoul guna mendirikan sentra riset dan pengembangan mereka. Kehadiran Samsung dalam sektor luar angkasa diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, demikian kata beberapa ahli bidang ini dari negeri tersebut.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, perusahaan itu adalah merk utama dalam ranah elektronik konsumer namun tidak semata-mata spesialis dalam satu hal saja. Bagian bisnis skala besarnya juga telah menghasilkan kapal-kapal yang dapat menyeberangi Kutub dan bahkan mendapat kontrak dari pihak militer.

Oleh karena itu, mendirikan fasilitas luar angkasa tidak sepenuhnya menjadi sesuatu yang mencengangkan. Di samping dasar untuk meluncurkan roket serta bagian dari pesawat ruang angkasa, diberitakan pula bahwa Samsung sedang melakukan pengujian pada semikonduktornya sendiri dalam kondisi berradiasi tinggi di ketinggian orbit bumi yang ekstrem.

Perusahaan itu dikabarkan sudah mengesahkan kesepakatan bersama Institute of Astronomy and Space Science Korea guna merintis usaha baru ini. Akan tetapi, penting bagi kita menyimpan sejumlah keraguan tentang kabar tersebut karena hingga kini belum ada konfirmasi resmi, oleh karena itu mari kita sambut berita ini dengan sikap pesimis yang sewajarnya dan tunggu perkembangan selanjutnya dari laporan formal. (*)

Pinjaman Peer-to-Peer Fintech di Indonesia Melonjak Hingga Rp 80,94 Triliun pada April 2025

0


ZONA GADGET.CO.ID – JAKARTA.

Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sektor industrinya
fintech peer to peer
(P2P)
lending
tetap mencatat pertumbuhan pendanaan sebesar kira-kira 29,01% setiap tahun hingga April 2025.

Kepala Eksekutif Pengawasan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menangani Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro serta lembaga jasa keuangan lainnya, Agusman menyampaikan
outstanding
pembiayaan
fintech
P2P
lending
mencapai Rp 80,94 triliun per April 2025.

Nilai tersebut meningkat sebanyak 29,01% secara YoY
Year on Year
(YoY), dia mengatakan hal itu saat konferensi pers RDK OJK, pada hari Senin (2/6).

Jika ditelaah pertumbuhan
outstanding
pembiayaan
fintech lending
Pada Bulan April tahun 2025 terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan periode Maret sebelumnya. Demikian pula, hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan
outstanding
pembiayaan
fintech lending
Pada Maret 2025 tercatat pertumbuhan sebesar 28,72% YoY dengan jumlah nilainya mencapaiRp 80,02 triliun.

Pada saat yang sama, tingkat risiko kredit bermasalah secara keseluruhan atau TWP90 tetap seperti sebelumnya.
fintech
P2P
lending
Per bulan April 2025, kondisinya tetap stabil. Agusman mengatakan bahwa TWP90 untuk periode tersebut mencapai 2,93%. Namun, ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan data pada April 2024 yang berada di angka 2,79%.

Angka TWP90 per April 2025 juga terbilang memburuk, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2025 yang sebesar 2,77%.

Capaian TWP90 hingga April 2025 tetap berada dalam ambang keamanan yang ditetapkan oleh OJK, yaitu belum mencapai lebih dari 5%.

OJK: 15 Platform P2P Lending di Bawah Standar Modal Minimal Rp 7,5 Miliar

0


ZONA GADGET.CO.ID – JAKARTA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan bahwa ada 15 penyelenggara di antaranya 96 penyelenggara yang telah disebutkan.
fintech peer to peer
(P2P)
lending
yang belum mencapai syarat kecukupan modal minimal senilai Rp 7,5 miliar hingga bulan April tahun 2025.

Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 50 ayat 2 huruf b dari POJK Nomor 10 Tahun 2022. Butir ini menegaskan bahwa platform fintech lending wajib memiliki setidaknya ekuitas senilai Rp 7,5 miliar dan aturan ini mulai berlaku dua tahun sejak pengumuman POJK tersebut.

“Dari 15 perusahaan pembiayaan teknologi finansial yang masih kurang dari modal minimal yang diperlukan, saat ini empat di antaranya sedang menjalani proses pengajuan untuk meningkatkan modal yang telah disetorkan,” jelas Agusman selaku Ketua Eksekutif Pengawas PVML OJK pada konferensi pers rapat Dewan Komisioner OJK, Minggu (2/6).

Agusman mengatakan bahwa OJK akan tetap melanjutkan tindakan-tindakannya guna mendukung pencapaian kepatuhan modal minimal oleh 15 perusahaan fintek lending tersebut.

“Entah itu dalam bentuk suntikan dana dari pemilik saham mayoritas atau dari investor strategis baru yang terpercaya, termasuk pula opsi untuk mengembalikan izin operasi,” jelas Agusman.

Sementara itu, OJK melaporkan bahwa jumlah pembiayaan fintech P2P lending yang belum diselesaikan mencapai Rp 80,94 triliun hingga bulan April tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 29,01%.
Year on Year
(YoY).

Tingkat risiko kredit bermasalah secara keseluruhan atau TWP90 untuk platform pembiayaan online P2P fintech pada bulan April tahun 2025 adalah sebesar 2,93%. Hal ini menunjukkan penurunan, apabila kita bandingkan dengan data di bulan Maret 2025 yang mencapai angka 2,77%, dimana hal tersebut berarti situasi menjadi lebih buruk.