Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog Halaman 697

HP Oppo K13 Turbo dan K13 Turbo Pro Resmi, Pakai Chip “Flagship” dan Baterai 7.000 mAh

0

ZONAGADGET– Oppo resmi merilis dua smartphone teranyarnya dari K-Series, yaitu Oppo K13 Turbo dan Oppo K13 Turbo Pro di pasar China, Senin (21/7/2025). 

Kedua ponsel ini memiliki desain dan spesifikasi yang nyaris serupa. Perbedaan terletak di chipset dan jenis memori yang dipakai. 

Oppo K13 Turbo ditenagai chipset Mediatek Dimensity 8450 (3,25 GHz) yang diklaim memiliki performa setara chip ponsel flagship. Sementara model “Pro” hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 (3,21 GHz).

Chip di kedua ponsel ini dirancang menggunakan teknologi fabrikasi 4 nanometer (nm), sehingga akan bisa lebih hemat daya dibanding chip 6 nm.

Selain chipset, konfigurasi memori kedua ponsel ini juga sedikit berbeda. Oppo K13 Turbo memiliki varian RAM LPDDR5X 12/16 GB dan media penyimpanan (storage) berjenis UFS 3.1 dengan kapasitas 256/512 GB. 

Konfigurasi memori Oppo K13 Turbo Pro sama seperti “saudaranya”. Bedanya, jenis storage yang dipakai adalah UFS 4.0, sehingga performanya akan lebih cepat dibanding storage dengan UFS 3.1. 

Perbedaan lainnya yang ada di kedua ponsel ini adalah konektivitas WiFi yang diusung kedua perangkat. Oppo K13 Turbo mendukung WiFi 6, sedangkan model Pro mendukung WiFi 7. 

Terlepas dari perbedaan-perbedaan ini, desain dan spesifikasi kedua perangkat sama persis.

Spesifikasi Oppo K13 Turbo dan K13 Turbo Pro

Aspek yang diunggulkan Oppo K13 Turbo dan K13 Turbo Pro salah satunya adalah baterai. Kedua ponsel ini ditopang baterai besar dengan kapasitas 7.000 mAh. Oppo mengeklaim baterai ini awet dipakai hingga lima tahun siklus pengisian.

Adapun kecepatan pengisian baterai di kedua perangkat ini adalah 80 watt dan diklaim dapat mengisi daya 68 persen dalam sekitar 30 menit.

Baterai di kedua ponsel ini juga mendukung bypass charging untuk mengisi daya langsung dari power outlet ke perangkat (tanpa mengisi baterai). 

Beralih ke aspek desain, Oppo K13 Turbo dan Oppo K13 Turbo Pro kompak mengusung layar AMOLED 6,8 inci dengan resolusi 1.280 x 2.800 piksel, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan mencapai 1.600 nit. 

Di bagian tengah atas layar kedua ponsel ini, terdapat lubang punch hole yang memuat kamera selfie 16 MP. 

Sensor kamera juga terdapat di bagian belakang kedua ponsel. Di sisi ini, terdapat kamera utama 50 MP dan kamera depth sensor 2 MP yang disusun secara vertikal. Kamera utama model Pro sudah dilengkapi penstabil gambar optik (OIS). 

Kamera depan mendukung perekaman video 1080p 30 FPS, sedangkan kamera belakang 4K 60 FPS, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Selasa (22/7/2025).

Fitur pendukung lain yang ada di kedua perangkat ini mencakup sistem pendingin Vapor Chamber, X-Axis Linear untuk fitur getaran haptic feedback, stereo speaker, hingga tingkat ketahanan terhadap air dan debu dengan rating IP68/IP69. 

Di pasar China, Oppo K13 Turbo dijual dengan harga termurah 1.800 yuan (sekitar Rp 4 juta) untuk varian 12/256 GB.

Sementara Oppo K13 Turbo Pro dibanderol 2.000 yuan (sekitar Rp 4,5 juta) untuk varian yang sama.

Belum ada informasi apakah kedua ponsel terbaru Oppo ini akan dirilis di pasar global atau tidak. Adapun ponsel Oppo K-Series sendiri tak dijual di pasar Indonesia. Namun, Oppo biasanya mengubah penamaan K-series ketika akan meluncur global. 

China Bikin Robot Pertama di Dunia yang Bisa Berfungsi Sendiri 24/7

0

ZONAGADGET – China kembali membuat gebrakan dalam dunia robotika. Kali ini, sebuah perusahaan teknologi bernama UBTECH memperkenalkan Walker S2, robot humanoid pertama di dunia yang mampu berjalan dan beroperasi secara mandiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak hanya itu, robot ini bahkan bisa mengganti baterainya sendiri, sebuah kemampuan yang membuatnya nyaris sepenuhnya otonom.

Walker S2 memiliki tinggi 162 cm dan berat sekitar 43 kg, setara dengan ukuran orang dewasa bertubuh kecil. Robot ini dilengkapi dengan sistem baterai lithium 48 volt ganda. Dalam kondisi penuh, Walker S2 mampu berjalan selama dua jam atau berdiri hingga empat jam. Saat daya habis, baterainya butuh waktu 90 menit untuk terisi penuh.

Namun, keunggulan robot ini tidak berhenti di situ. Walker S2 tidak memerlukan campur tangan manusia untuk mengganti baterainya. UBTECH menyebut fitur ini sebagai yang pertama di dunia.

Dalam video promosi yang dirilis UBTECH di YouTube pada 17 Juli lalu, ditampilkan bagaimana Walker S2 dengan tenangnya berjalan menuju stasiun pengisian daya. Ia kemudian membalikkan badan, mengangkat baterai dari punggungnya sendiri, memasukkannya ke slot pengisian, lalu mengambil baterai baru dari rak dan memasangnya kembali ke tubuhnya.

Kemampuan ini memungkinkan Walker S2 untuk terus bekerja tanpa henti, karena ia tahu kapan harus mengganti atau mengisi ulang daya berdasarkan prioritas tugas yang sedang dijalankan. Seperti dilaporkan oleh CnEVPost, robot ini mampu mendeteksi level baterai secara otomatis dan mengambil keputusan secara mandiri.

Dirancang untuk Dunia Industri dan Layanan

Walker S2 dirancang untuk bekerja di lingkungan pabrik atau digunakan sebagai robot pelayan di ruang publik, seperti pusat perbelanjaan atau hotel. Dengan 20 derajat kebebasan gerak (degrees of freedom), ia memiliki fleksibilitas seperti manusia, memungkinkan berbagai gerakan lengan dan kaki yang kompleks.

Tak hanya itu, Walker S2 juga sudah terintegrasi dengan Wi-Fi dan Bluetooth, memungkinkan integrasi dengan sistem lainnya dalam lingkungan kerja modern.

Kehadiran Walker S2 menandai langkah besar menuju otomatisasi total dalam dunia robotika humanoid. Dengan kemampuan mengganti baterai sendiri dan mempertimbangkan prioritas kerja secara cerdas, robot ini dapat mengisi berbagai peran tanpa perlu manusia yang terus mengawasi.

“Fitur penggantian baterai mandiri adalah yang pertama di dunia,” klaim UBTECH dalam pernyataannya.

Teknologi seperti ini membuka jalan bagi penggunaan robot dalam operasi 24 jam, terutama di industri yang membutuhkan kehadiran konstan, seperti manufaktur, keamanan, atau layanan pelanggan.

Netflix Buat Film Sci-Fi The Eternaut Pakai AI: Lebih Murah, 10 Kali Lebih Cepat

0

Netflix menggunakan teknologi AI dalam membuat serial terbaru The Eternaut. Bukan seluruhnya menggunakan AI, melainkan beberapa adegan.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos menyampaikan penggunaan AI dalam pembuatan adegan bangunan hancur pada serial The Eternaut memungkinkan proses produksi berjalan 10 kali lebih cepat dibandingkan metode efek visual (VFX) konvensional.Biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih rendah.

“Ini bukan tentang menggantikan seniman atau kreator, tapi memberikan alat baru agar mereka bisa mewujudkan visi kreatif yang sebelumnya terbatas oleh anggaran atau waktu,” ujar Sarandos saat konferensi pers pasca-mengeluarkan laporan keuangan, dikutip dari Techcrunch, Jumat (18/7).

Netflix menyebut teknologi AI sebagai alat bantu kreatif, bukan ancaman terhadap pekerja seni. Menurut Sarandos, teknologi ini membantu tim produksi internal dan kreator melakukan pra-visualisasi seperti perencanaan pengambilan gambar hingga menciptakan efek visual canggih yang sebelumnya hanya bisa diakses proyek beranggaran besar, seperti teknik de-aging alias teknik peremajaan wajah aktor.

  • AI Akan Gantikan Ahli IT di Instagram, Facebook, WhatsApp Mulai 2026
  • Bapak AI Geoffrey Hinton: Tukang Sedot WC Sulit Digantikan Kecerdasan Buatan
  • Sejarawan Israel Yuval Noah: AI dan TikTok Pegang Kekuasaan, Gantikan Jurnalis

Keputusan untuk menggunakan AI dipikirkan selama kurang dari dua tahun sejak Hollywood diguncang oleh pemogokan besar penulis dan aktor pada 2023, yang salah satu tuntutannya adalah perlindungan terhadap penggunaan AI dalam pekerjaan kreatif. 

Kala itu, serikat penulis dan aktor menentang penggunaan AI untuk menggantikan pekerjaan manusia atau mereplikasi wajah dan suara aktor tanpa persetujuan.

Namun kini, Netflix menerapkan kolaborasi antara manusia dan teknologi. Co-CEO Greg Peters mengatakan, selain produksi konten, Netflix memanfaatkan AI generatif dalam personalisasi rekomendasi, pencarian, serta pengembangan iklan interaktif yang akan diluncurkan pada paruh kedua 2025.

Di sisi bisnis, Netflix mencatatkan pendapatan naik 16% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi US$11,08 miliar. Laba bersih mencapai US$3,13 miliar. Selama enam bulan pertama tahun ini, pengguna menonton lebih dari 95 miliar jam konten, dengan sepertiga berasal dari judul non-Inggris.

Fitur Unggulan Xiaomi Watch S4, Cocok untuk Aktivitas Sehari-hari

0

Xiaomi Watch S4 hadir sebagai pelengkap gaya hidup digital masa kini, bukan hanya sebagai penunjuk waktu tetapi sebagai perangkat yang mampu menyatu dengan berbagai aspek kehidupan penggunanya. Dirancang untuk mereka yang aktif dan menghargai kenyamanan dalam satu genggaman, smartwatch ini membawa fitur-fitur fungsional yang tidak hanya praktis tetapi juga relevan dengan kebutuhan modern.

Dengan desain yang elegan dan pilihan warna yang maskulin seperti Black, Silver, dan Rainbow, Xiaomi Watch S4 cocok dikenakan dalam berbagai situasi, baik saat berolahraga, bekerja, maupun bersantai. Namun, lebih dari sekadar penampilan, sederet fitur di dalamnya menjadi sorotan utama yang menjadikan smartwatch ini sebagai perangkat serba bisa.

1. Layar AMOLED 1,43 inci yang tajam dan responsif

Salah satu keunggulan utama dari Xiaomi Watch S4 adalah penggunaan layar AMOLED berukuran 1,43 inci. Layar ini memberikan tampilan yang cerah dan tajam, sehingga informasi yang ditampilkan tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari sekalipun. Respon terhadap sentuhan juga sangat baik, memudahkan navigasi antarmuka hanya dengan sentuhan ringan.

Tidak hanya sekadar estetika, layar ini menjadi pintu utama untuk berinteraksi dengan berbagai fitur penting. Mulai dari notifikasi, pengaturan olahraga, hingga kontrol perangkat lain, semuanya bisa diakses dengan mudah berkat tampilan visual yang intuitif dan nyaman di mata.

2. Pemantauan kesehatan yang lebih personal

Fitur pemantauan kesehatan di Xiaomi Watch S4 dirancang untuk lebih dari sekadar merekam data. Pengguna dapat memantau detak jantung secara real-time, kadar oksigen dalam darah (SpO₂), hingga kualitas tidur secara mendetail. Data ini bisa menjadi acuan untuk memahami kondisi tubuh dan mengelola gaya hidup yang lebih sehat.

Lebih jauh lagi, integrasi data kesehatan ini dapat diakses melalui aplikasi pendamping di smartphone, memungkinkan pengguna untuk melacak progres kesehatan dari waktu ke waktu. Pendekatan ini membuat Xiaomi Watch S4 tidak hanya menjadi alat, tetapi juga mitra dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental.

3. Kontrol ekosistem Xiaomi langsung dari pergelangan tangan

Xiaomi Watch S4 juga menjadi pusat kendali berbagai perangkat pintar dalam ekosistem Xiaomi melalui integrasi dengan Xiaomi Smart Hub. Pengguna dapat mengatur lampu, mengontrol AC, atau memutar musik hanya dengan beberapa sentuhan pada jam tangan, tanpa perlu berpindah-pindah perangkat.

Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang telah membangun rumah pintar. Kehadiran kontrol terpusat dari smartwatch memberikan kemudahan dan efisiensi, terutama saat pengguna sedang tidak memegang smartphone atau ingin mengakses pengaturan dengan cepat.

4. Sistem operasi mandiri tanpa ketergantungan pada smartphone

Yang membedakan Xiaomi Watch S4 dari banyak smartwatch lainnya adalah kemampuannya beroperasi secara mandiri. Dengan sistem operasi bawaan, perangkat ini dapat menjalankan berbagai aplikasi, menerima serta membalas notifikasi, hingga melakukan pembayaran nirkabel tanpa harus selalu tersambung ke smartphone via Bluetooth.

Kemampuan ini membuat Xiaomi Watch S4 ideal untuk aktivitas luar ruangan seperti berlari atau bersepeda, di mana membawa smartphone mungkin tidak praktis. Dengan tetap terhubung dan fungsional secara mandiri, jam tangan ini menghadirkan keseimbangan antara mobilitas dan konektivitas.

 

5. Konektivitas dengan perangkat Xiaomi lain

Sebagai bagian dari ekosistem Xiaomi, smartwatch ini juga menawarkan konektivitas praktis dengan perangkat lain seperti Xiaomi Buds 5 Pro dan kamera smartphone. Pengguna bisa mengatur volume earbud, menerima atau menolak panggilan, bahkan mengambil foto dari jarak jauh menggunakan kontrol di jam tangan.

Fitur ini menunjukkan bagaimana Xiaomi Watch S4 bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian aktif dari rutinitas digital penggunanya. Interaksi antar perangkat berjalan mulus dan mendukung produktivitas serta kenyamanan dalam berbagai situasi.

6. Pelacakan aktivitas dan manajemen keseharian

Xiaomi Watch S4 menyediakan pelacakan olahraga yang mendetail untuk berbagai jenis aktivitas, mulai dari lari, bersepeda, hingga latihan kekuatan. Statistik yang ditampilkan dapat membantu pengguna memahami intensitas latihan dan memotivasi mereka untuk tetap aktif.

Selain itu, fitur manajemen keseharian seperti pengingat minum air, notifikasi untuk berdiri, dan pelacak stres membantu pengguna menjaga ritme hidup yang sehat. Jam tangan ini seolah menjadi asisten pribadi yang hadir sepanjang hari, mengingatkan untuk tetap memperhatikan keseimbangan fisik dan mental.

7. Daya tahan baterai yang siap menemani aktivitas seharian

Ketahanan baterai menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih smartwatch, dan Xiaomi Watch S4 mampu menjawab kebutuhan ini dengan sangat baik. Dalam penggunaan normal, baterainya mampu bertahan hingga beberapa hari tanpa perlu sering diisi ulang.

Hal ini tentu memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi pengguna yang sering bepergian atau memiliki rutinitas padat. Xiaomi Watch S4 memastikan fungsionalitas tetap terjaga tanpa terganggu oleh masalah baterai yang cepat habis.

Xiaomi Watch S4 bukan hanya soal desain atau spesifikasi, tetapi bagaimana perangkat ini menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Dari memantau kesehatan, mengatur aktivitas, hingga mengendalikan perangkat pintar, semuanya bisa dilakukan dari pergelangan tangan dengan cara yang praktis dan efisien.

Bagi pengguna yang ingin tetap produktif, sehat, dan terhubung dengan mudah, Xiaomi Watch S4 menjadi salah satu pilihan smartwatch yang patut dipertimbangkan. Dirancang bukan untuk sekadar tampil menarik, tapi benar-benar berguna dalam mendukung gaya hidup aktif dan cerdas.

5 Keunggulan Xiaomi Pad 7 Series yang Resmi Hadir di Indonesia 3 Keunggulan Utama Xiaomi Buds 5 Pro 3 Fitur Unggulan Xiaomi Buds 5 Pro (Wi-Fi), Inovasi Baru di TWS!

Meta Rekrut Dua Peneliti AI Apple untuk Dorong Proyek Superintelligence Zuckerberg

0

ZONAGADGET— Dalam upaya ambisius membangun divisi kecerdasan buatan supercanggih, Meta Platforms Inc. dilaporkan merekrut dua peneliti terkemuka dari Apple Inc., yakni Mark Lee dan Tom Gunter. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Meta dalam memburu talenta terbaik untuk mempercepat pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI) yang diyakini kelak akan melampaui kecerdasan manusia.

Menurut laporan Bloomberg News yang dikutip Reuters, Senin (21/7/2025), Mark Lee telah resmi meninggalkan Apple dan bergabung dengan Meta, sementara Tom Gunter dikabarkan akan menyusul dalam waktu dekat. Keduanya akan memperkuat tim Superintelligence Labs, unit khusus bentukan Meta untuk riset dan pengembangan AI tingkat lanjut.

Sebagaimana diketahui, Meta saat ini tengah bersaing ketat dengan raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Amazon dalam menciptakan AI generatif tingkat tinggi. Untuk itu, perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut rela menggelontorkan dana besar dan menawarkan paket kompensasi bernilai jutaan dolar AS demi menarik para pakar terbaik di bidang ini.

“Zuckerberg telah memimpin langsung perekrutan talenta secara agresif dalam beberapa pekan terakhir untuk membentuk divisi yang dinamakan Superintelligence Labs,” tulis Bloomberg dalam laporannya. Langkah ini menegaskan keseriusan sang CEO dalam menjadikan Meta sebagai pemimpin di lanskap AI global.

Lebih lanjut, Bloomberg melaporkan bahwa baik Lee maupun Gunter sebelumnya bekerja sama erat dengan Ruoming Pang, sosok yang belum lama ini juga hengkang dari Apple ke Meta. Pang sendiri merupakan kepala tim Foundation Models di Apple dan dikenal sebagai tokoh kunci dalam pengembangan fitur AI canggih di perusahaan tersebut.

Laporan yang sama mengungkap bahwa kepindahan Pang ke Meta dikaitkan dengan paket kompensasi bernilai jutaan dolar AS. Hal ini mencerminkan betapa sengitnya persaingan antarperusahaan teknologi dalam merebutkan SDM unggulan di bidang AI.

Meskipun demikian, baik pihak Meta maupun Apple menolak memberikan komentar langsung terkait laporan tersebut. Juru bicara Meta menyatakan tidak bersedia menanggapi, sedangkan Apple belum memberikan respons atas permintaan klarifikasi dari Reuters.

Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Zuckerberg menegaskan bahwa Meta akan menginvestasikan ratusan miliar dolar AS untuk membangun pusat data AI berskala masif di berbagai wilayah. Hal ini sejalan dengan ambisi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan kecerdasan buatan yang bisa disebut sebagai “superintelligence”.

Langkah Meta menggaet para ahli dari Apple ini dinilai sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk membangun keunggulan teknologi secara menyeluruh. “Perusahaan teknologi kini bukan hanya bersaing dalam produk, tetapi juga dalam merekrut otak-otak terbaik yang akan menentukan arah AI di masa depan,” ujar seorang analis teknologi dari Stanford kepada Reuters.

Dengan makin banyaknya eksodus talenta dari Apple menuju Meta, muncul pertanyaan besar mengenai kemampuan Apple mempertahankan kepemimpinan di ranah inovasi AI. Sementara itu, Meta tampaknya tak ragu mengubah peta kekuatan teknologi global demi mempercepat kelahiran kecerdasan super yang revolusioner.

***

ChatGPT Agent Diluncurkan Tak Sekadar Sistem Percakapan

0

OPENAI meluncurkan fitur baru ChatGPT Agent, yang menandai langkah besar dalam evolusi ChatGPT dari sekadar sistem percakapan menjadi agen digital yang dapat menjalankan tugas secara mandiri. Peluncuran ini diumumkan langsung oleh Sam Altman, CEO OpenAI.

Altman menjelaskan bahwa ChatGPT Agent dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks secara mandiri dan berkelanjutan. “Dia dapat berpikir dalam waktu lama, menggunakan beberapa alat, berpikir lebih banyak, mengambil beberapa tindakan, berpikir lebih banyak, dan sebagainya,” keterangan tertulis Altman.

Apa Itu ChatGPT Agent?

Fitur ChatGPT Agent ini merupakan hasil penggabungan dua teknologi sebelumnya, yaitu operator dan riset. Operator membuat ChatGPT berinteraksi langsung dengan situs web melalui browser jarak jauh. Adapun riset untuk penalaran bertahap dan ringkasan informasi dari berbagai sumber daring.

Operator tidak dirancang untuk analisis mendalam. Riset tidak bisa mengakses situs web yang memerlukan autentikasi atau interaksi langsung. Integrasi keduanya menghasilkan sistem terpadu dengan kapabilitas lebih luas, seperti dijelaskan dalam situs web OpenAI.

Agen ini juga memiliki akses ke berbagai alat bantu seperti peramban visual, teks, serta API untuk koneksi langsung ke layanan pihak ketiga. Seluruh proses dijalankan melalui komputer virtual internal milik ChatGPT sehingga konteks percakapan tetap terjaga, bahkan saat menggunakan berbagai alat bantu secara bersamaan. Model ini juga dilatih untuk belajar secara dinamis dan memilih pendekatan paling efisien berdasarkan hasil di setiap langkah.

ChatGPT tetap meminta izin sebelum melakukan tindakan penting. Proses yang sedang berlangsung pun dapat dihentikan atau diambil alih kapan saja dan memastikan transparansi dengan kontrol berada di tangan pengguna.

ChatGPT Agent dikembangkan untuk mendukung alur kerja yang kolaboratif dan berulang dengan tingkat interaktif dan fleksibilitas dibandingkan versi sebelumnya. Saat agen menjalankan tugas, proses dapat disela kapan saja untuk memberikan arahan tambahan, mengubah instruksi, atau mengarahkan hasil akhir.

Proses ini akan dilanjutkan dari titik terakhir tanpa kehilangan kemajuan. Agen mampu secara proaktif meminta informasi tambahan guna memastikan tugas tetap sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Jika proses memakan waktu lebih lama atau mengalami hambatan, pengguna memiliki opsi untuk menjeda, meminta ringkasan perkembangan, atau menghentikannya dan menerima hasil sementara.

Agen juga dapat mengakses konektor ChatGPT untuk memperoleh informasi yang paling relevan, termasuk melakukan login dan menjalankan tugas melalui browser.

Peluncuran ChatGPT Agent upaya OpenAI dalam transformasi ChatGPT dari sekadar alat tanya jawab menjadi agen yang mampu menjalankan perintah dan menyelesaikan tugas kompleks.

Seperti dikutip Tech Crunch, 17 Juli 2025, ChatGPT Agent diklaim dapat terhubung dengan berbagai aplikasi seperti Gmail dan GitHub melalui konektor ChatGPT, serta memiliki akses ke terminal dan API untuk menjalankan tugas yang lebih teknis. OpenAI memberi contoh penggunaan seperti merencanakan belanja bahan makanan untuk membuat sarapan khas Jepang atau menganalisis kompetitor dan menyusun presentasi.

M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Wamenkomdigi: Hoaks yang Dihasilkan oleh AI Kini Super Realistik

0

JAKARTA, ZONAGADGET– Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan, di era informasi yang semakin kompleks, kemunculan teknologi artificial intelligence (AI) yang mampu menghasilkan hoaks sangat realistis, harus disikapi dengan bijak.

Salah satu tantangan terbesarnya, menurut Nezar, adalah keberadaan hoaks yang dihasilkan oleh AI generatif, yang visualisasinya sulit dibedakan dengan kenyataan.

“Karena hoaks yang dihasilkan oleh artificial intelligence itu sudah super realistis,” kata Nezar dalam acara bedah buku “Neksus: Riwayat Jejaring Informasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi” karya Yuval Noah Harari di Kementerian Komdigi, Senin (21/7/2025).

“Kadang-kadang fotonya tidak bisa kita bedakan. Mana foto yang aslinya, mana foto yang dihasilkan oleh AI itu sudah super realistis,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa teknologi kini bisa menciptakan sosok manusia yang tidak pernah ada, namun tampak nyata dan dapat memicu ketegangan sosial.

“Super realistis. Hampir tidak ada bedanya. Bahkan menciptakan sosok manusia yang tidak pernah eksis di dunia,” ujar dia.

“Manusianya itu tidak pernah ada, dan kemudian dia berperan,” lanjutnya.

Hal yang lebih fatal lagi, bila tokoh fiktif tersebut menirukan seseorang dan membuat propaganda, hingga kerusuhan terjadi.

“Kan kalau dia meniru tokoh-tokoh agama. Lalu kemudian mengucapkan sesuatu yang mungkin bisa memancing kerusuhan, ketegangan, pertikaian. Itu potensial terjadi,” jelas dia.

Dia mengatakan bahwa semua orang yang hidup di zaman ini mengalami semacam kelelahan mental dalam menghadapi informasi yang begitu banyak.

“Yang hitam bisa jadi putih. Putih bisa jadi hitam. Yang penting adalah persepsi. Bukan fakta ataupun data,” ujar Nezar.

Ia menekankan bahwa masyarakat kini hidup di era “post-truth” atau pasca-kebenaran, di mana persepsi kerap mengalahkan fakta.

“Sebetulnya simple saja. Hidupkan kembali pemikiran kritis kita. Kritikal tinggi. Karena di sinilah saya kira kuncinya. Jangan cepat kita percaya dengan informasi yang kelihatannya begitu mudah,” tambahnya.

Nezar juga mengimbau generasi muda agar tidak asal berkomentar di media sosial dan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

“Yang memakai media sosial begitu gencarnya. Hati-hati juga. Jadi tidak asal komen juga. Jangan biasakan diri kita asal jeplak. Mentang-mentang gratis boleh ngomong (semaunya),” ungkap dia.

Ia menyinggung dampak serius media sosial terhadap kesehatan mental, seperti dalam film Cyberbullying yang dapat memicu depresi hingga tindakan agresif.

“Kalau kalian nonton film Cyberbullying yang ada di Netflix, pengaruh media sosial itu terhadap mental membuat (anak muda) mereka menjadi tertekan, atau menjadi sangat agresif,” ungkapnya.

Nezar mengingatkan pentingnya membudayakan pemikiran kritis dalam setiap konsumsi maupun produksi informasi digital.

“Jadi, lebih hati-hati dengan informasi di media sosial. Jadi pikir dengan menggunakan critical thinking,” tegas dia.

Wamenkomdigi: Kita Mungkin Tidak Bisa Menahan Laju AI…

0

JAKARTA, ZONAGADGET– Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan, manusia mungkin tidak bisa menahan laju teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence sehingga manusia butuh menjaga kemampuan berpikir kritis (critical thinking).

Hal ini disampaikan Nezar dalam acara bedah buku Neksus: Riwayat Jejaring Informasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi karya Yuval Noah Harari, yang digelar di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Senin (21/7/2025).

“Yang paling penting adalah tetap menjaga critical thinking, termasuk bagaimana kita berhubungan dengan artificial intelligence,” kata Nezar, Senin sore.

“Kita mungkin tidak bisa menahan laju teknologi ini, karena dia sudah berkembang, saraf-saraf AI untuk terus tumbuh juga sudah ada,” imbuh dia.

Menurut Nezar, jika tidak diimbangi dengan pemahaman kritis, teknologi AI justru dapat membentuk narasi, memunculkan tokoh-tokoh fiktif, dan mengarahkan opini publik secara manipulatif.

“Tiba-tiba bisa muncul tokoh yang tidak jelas asal-usulnya, tapi jadi populer karena algoritma. Nah, di sini pentingnya critical thinking, agar kita tidak terjebak dan tetap bisa mengambil jarak,” kata dia.

Ia pun menekankan bahwa teknologi ini tetap memiliki potensi besar untuk manfaat sosial dan ekonomi, asalkan digunakan dengan bijak.

“Kita harus tahu bahwa ini semua yang bikin manusia, dan kita harus cukup kritis dan tidak terserap masuk, tapi mengambil jarak,” kata Nezar.

“Menggunakannya (AI) secara tepat yang penting, memaksimalkan manfaatnya, kemudian memperkecil risiko-risikonya,” ujar dia.

Nezar menjelaskan, kemajuan AI saat ini sangat ditopang oleh dua faktor utama, yaitu ketersediaan big data dan konektivitas digital global.

Kedua hal tersebut tidak dimiliki dunia pada dekade 1980-an dan 1990-an, sedangkan sekarang maoritas permukaan bumi terhubung dengan data ang membuat AI bisa tumbuh.

Ia menuturkan, AI modern bekerja dengan cara mengolah data melalui algoritma, yang awalnya dikembangkan untuk keperluan pemasaran di media sosial, namun kini telah berkembang meluas ke ranah politik dan sosial.

“Awalnya kan kalau di media sosial, kebutuhannya buat marketing. Jadi, enggak ada niat yang lain-lain kecuali mengumpulkan data-data kita, profiling kita semua gitu ya,” kata dia.

“Dia bisa dijual sebagai audiens untuk iklan, lama-lama karena dia sudah canggih sekali algoritmanya, dia bisa micro-targeting, apa yang kita suka, apa yang kita tidak suka,” kta Nezar.

Wamen Nezar Patria Targetkan Draft Peta Jalan AI Diuji Publik Agustus 2025

0

ZONAGADGET, JAKARTA — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengungkapkan pemerintah menargetkan draft peta jalan (road map) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bisa diuji publik pada Agustus 2025.

Saat ini, kata Nezar, pihaknya masih dalam tahap diskusi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menyusun substansi dokumen tersebut. Hasil diskusi akan dibandingkan dengan praktik-praktik terbaik (benchmarking) dari berbagai negara, kemudian dirangkum menjadi satu dokumen final.

“Nanti setelah diskusi ini, kita simpulkan di akhir Juli, lalu nanti di bulan Agustus draftnya akan kita bawa ke uji publiknya. Kita berharap di akhir Agustus dia sudah bisa jadi,” kata Nezar saat ditemui usai acara Ngobrolin Buku Bareng Wamenkomdigi: Neksus—Riwayat Jejaring Informasi, dari Jaman Batu ke Akal Imitasi, di Perpustakaan Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (21/7/2025).

Menurut Nezar, peta jalan ini penting karena perkembangan teknologi AI saat ini sangat cepat.

Setelah era generatif AI, dunia kini memasuki pembahasan mengenai agentic AI, yang diprediksi akan terus berkembang menjadi physical AI konsep yang menggabungkan kemampuan agentic AI dengan robotika dasar sehingga memungkinkan interaksi dan aksi fisik di dunia nyata.

“Untuk konteks Indonesia, kita masih meninjau kesiapan serta tingkat adopsi AI di berbagai sektor,” kata Nezar.

Dia menambahkan, beberapa sektor yang tengah dikaji terkait pemanfaatan AI antara lain pendidikan, kesehatan, transportasi, layanan keuangan, pertanian, hingga pertambangan.

AI dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong efisiensi dan produktivitas, seperti mendukung proses belajar-mengajar di sekolah tanpa menghilangkan esensi pendidikan, atau mengoptimalkan proses produksi di industri.

Nezar juga menyebut pemerintah tengah mengkaji praktik dari negara lain sebagai referensi. Salah satunya adalah Korea Selatan yang dianggap berhasil memperkenalkan teknologi AI sejak dini kepada pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Regulasi dan pendekatan negara tersebut juga sedang direview untuk menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan AI di Indonesia.

“Tentu saja kita sebagai orang yang sedang menyusun peraturan, kita kan nggak akan mengalami kesalahan,” kata Nezar. 

Selain menyusun road map, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi kecerdasan buatan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Nezar mengatakan proses harmonisasi regulasi ini masih berjalan dan ditargetkan rampung pada September 2025.

“Jadi semuanya masih on the track [road map maupun Perpres-nya],” katanya.

Wamenkomdigi Sebut AI Sudah Lampaui Kecerdasan Manusia

0

JAKARTA, ZONAGADGET– Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebutkan, Artificial Intelligence (AI) saat ini telah melampaui kecerdasan manusia.

Hal tersebut disampaikan Nezar dalam acara bedah buku “Neksus: Riwayat Jejaring Informasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi” karya Yuval Noah Harari, yang digelar di kantor Kementerian Komdigi, Senin (21/7/2025).

“Perdebatan-perdebatan tentang Artificial Intelligence saat ini mengarah kepada terbentuknya super intelligent atau Artificial General Intelligent,” ungkapnya.

“Kemampuan mesin yang digerakkan oleh kecerdasan buatan ini bisa melampaui kemampuan manusia berpikir, dan saat ini memang sudah melampaui,” tambah dia.

Kecerdasan buatan atau telah mencapai tingkat kecerdasan luar biasa, dengan tingkat kecerdasan atau IQ mencapai 300, jauh melampaui manusia pada umumnya.

“Artificial Intelligence itu ada yang bilang IQ-nya sampai 300-an. Sementara manusia ulamanya ya 140-150-an. Jadi bisa dibilang, AI ini dua kali lipat lebih cerdas dan kecerdasannya terus meningkat,” ujar Nezar.

Nezar menyoroti bahwa AI saat ini telah melewati batas kecerdasan manusia dalam hal kecepatan pemrosesan informasi melalui neural network yang kompleks.

Perkembangan ini membawa dunia menuju era Super Intelligence atau bahkan Artificial General Intelligence, yaitu ketika mesin memiliki kemampuan berpikir, memahami, dan membuat keputusan melebihi manusia.

“Sekarang kemampuan prosesing AI sudah melampaui otak manusia. Pertanyaannya, apakah AI akan menggantikan manusia, bahkan mengambil alih kehidupan kita tanpa bisa kita kendalikan?” tanya Nezar.

Mengutip apa yang ditulis oleh Yuval Noah Harari, serta tokoh-tokoh sains dunia seperti Stephen Hawking dan Geoffrey Hinton, Nezar mengingatkan bahwa AI bukan hanya berpotensi memberi manfaat besar, tetapi juga ancaman serius jika tidak dikendalikan.

“Mesin yang bisa berkomunikasi dengan Artificial Intelligence bisa memberikan informasi palsu. Misalnya menggerakkan agentic AI di pasar bursa dengan menyimpulkan krisis politik yang menyebabkan guncangan di pasar bursa,” kata dia.

“Lalu kemudian mesinnya menggerakkan perdagangan bursa dan menyuruhkan para pembeli melepaskan saham mereka. Terjadi rush yang luar biasa yang mesin tanpa manusia bisa menyetopnya. Ini yang ditakutkan,” lanjut dia.

Wamenkomdigi menyebut buku Neksus sebagai refleksi penting untuk memahami bagaimana penguasaan informasi sejak zaman dahulu selalu terkait dengan kekuasaan.

Kini, di era digital, kekuasaan itu bisa berpindah ke entitas non-manusia jika manusia lalai.

“Nah ini menjadi bahan refleksi, tapi sampai hari ini pergerakan teknologi untuk menuju Super Intelligence terus berlangsung,” kata dia.

“Sebagai cerminan buat kita, penguasaan informasi itu pada akhirnya membawa kepada power information yang digambarkan oleh Yuval,” tegasnya.