Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog Halaman 699

China Gelar Sepak Bola Robot AI Pertama, Dikendalikan Tanpa Manusia

0

ZONAGADGET – Pertama kali dalam sejarah, China menggelar pertandingan sepak bola antar robot 3 versus 3 yang sepenuhnya dikendalikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Turnamen bertajuk ROBO League ini dilaksanakan di Beijing pada Sabtu (28/6/2025) lalu, yang menjadi pertandingan uji coba perdana untuk World Humanoid Robot Sport Games 2025, ajang kompetisi olahraga internasional khusus robot humanoid.

Dikutip Global Times dari laporan CCTV News, acara ini memadukan antara robot dari tim THU Robotics Tsinghua University dan Tim Mountain Sea dari China Agricultural University. Pertandingan keduanya dimenangkan oleh tim THU Robotics dengan total skor 5-3. 

Dikontrol pakai AI

Selain menggunakan robot humanoid sebagai pemain utama, yang membuat turnamen sepak bola ini menarik adalah seluruh robot tersebut sepenuhnya dikontrol oleh teknologi AI, tanpa intervensi manusia sedikit pun.

Direktur Eksekutif Panitia Penyelenggara dan Wakil General Manager dari Shangyicheng (Beijing) Technology and Culture Group, Dou Jing, mengatakan bahwa kompetisi sepak bola robot AI ini merupakan yang pertama di China dan sepenuhnya berjalan secara otonom.

“Ini adalah pertandingan sepak bola robot AI pertama di China, yang sepenuhnya otonom,” kata Dou Jing, sebagaimana dikutip KompasTekno dari laman Global Times, Rabu (9/7/2025).

Jing menyebut, kompetisi ini merupakan wujud kombinasi antara inovasi teknologi dan aplikasi industri. Sebab, dalam praktiknya, semua robot bergerak dan bermain di bawah kendali sistem AI.

“Ini merupakan kombinasi dari inovasi teknologi dan aplikasi industri, serta jendela penting untuk membawa robot ke kehidupan publik dan skenario dunia nyata,” tambahnya.

Kendati inovasinya cukup menjanjikan, panitia penyelenggara turnamen antar-robot tersebut mengakui bahwa teknologi yang digunakan oleh perangkat humanoid itu masih memiliki keterbatasan.

Panitia mengungkap, salah satu kendala terbesar yang masih dialami oleh robot AI yaitu saat menghadapi rintangan bergerak di lapangan. Menurut mereka, para robot masih saling bertabrakan.

Menyadari keterbatasan ini, tim penyelenggara lantas memutuskan untuk menerapkan sistem aturan yang lebih longgar, tabrakan yang terjadi karena keterbatasan robot, tidak akan dihitung sebagai pelanggaran. 

Perbedaan inilah yang menjadi ciri khas dalam kompetisi sepak bola robot AI, karena mampu menyeimbangkan daya saing, daya tarik penonton, dan kelayakan rekayasa di tengah kondisi teknologi yang masih berkembang.

Kemampuan setara anak usia lima sampai enam tahun

Adapun penilaian terkait kurangnya kemampuan robot AI dalam pertandingan sepak bola ini juga diungkap oleh Cheng Hao, pendiri Booster Robotics sekaligus pemasok robot resmi ajang sepak bola ROBO League.

Menurut Hao, kemampuan robot AI dinilai masih berada di level dasar atau setara dengan performa anak-anak usia lima sampai enam tahun yang dalam satu kali pertandingan bisa memperoleh satu sampai dua poin. 

Meski demikian, Hao masih menganggap bahwa perkembangan teknologi robot AI tersebut termasuk cepat. Sebab, hanya dalam kurun waktu satu tahun, kemampuannya diklaim sudah meningkat drastis.

“Baru setahun yang lalu, pertandingan robot berjalan lambat, masih membutuhkan asisten keselamatan manusia, dan robot mudah rusak saat terjatuh,” tutur Hao.

“Sekarang, mereka sudah bisa berjalan secara otonom dan mencapai kecepatan satu meter per detik, bahkan bisa berdiri sendiri setelah terjatuh,” tambahnya.

Hao juga menjelaskan bahwa turnamen sepak bola antar-robot AI tahun ini sekaligus menandai dua kemajuan teknologi besar di dunia robotika. Pertama yaitu terkait semua robot yang akhirnya bisa digerakkan sepenuhnya oleh AI tanpa bantuan manusia.

Kemajuan kedua, yakni soal pelaksanaan turnamen yang menerapkan sistem penalti dan wasit yang telah disesuaikan. Seperti disinggung di atas, sistem ini menghapus aturan untuk tabrakan tak disengaja yang terjadi akibat keterbatasan kemampuan robot.

Dikatakan Hao, dengan menerapkan dua sistem tersebut, pertandingan dapat berlangsung lebih lancar dan minim gangguan. Selain itu, alur serta intensitas permainannya juga diklaim lebih meningkat.

Kompetisi robot humanoid lain

Sebagai langkah lanjutan, panitia penyelenggara turnamen ini mengungkapkan rencana lanjutan yaitu dengan menggelar kompetisi robot lain, seperti maraton robot humanoid dan liga bertema “Mech League”. 

“Di masa mendatang, kami berencana untuk mengembangkan serangkaian IP kompetisi robotika, termasuk lomba lari setengah maraton robot humanoid dan Mech League,” jelas tim panitia, Bian Yuansong, dari Shangyicheng (Beijing) Science and Technology Culture Group.

Menurut Bian, dengan dibuatnya lanjutan kompetisi antar-robot ini, diharapkan bisa mempercepat penerapan teknologi robot humanoid dan memperluas cakupan adopsinya di dunia nyata. 

AI Medis Milik Microsoft Bisa Saingi Dokter Manusia dalam Diagnosis Pasien

0

Riset terbaru Microsoft mengungkap bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini mampu melakukan diagnosis medis berurutan (sequential diagnostics) dengan akurasi dan efisiensi yang dapat bersaing dengan dokter manusia, bahkan melampauinya.

Studi yang diumumkan pada Senin (30/6) lalu menyoroti dua hal, pertama memperkenalkan tolok ukur baru untuk menguji performa alat diagnosis AI dibanding para ahli medis, serta hadirnya model-agnostic orchestrator untuk mengukur kemampuan AI ketika dibandingkan dengan tolok ukur tersebut.

Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar menuju apa yang ia sebut sebagai superintelijensi medis.

“Cara mudah memahami superintelijensi medis adalah, model ini berkali-kali lebih baik dari manusia terbaik di dunia, memiliki keluasan wawasan dari sebagian besar dokter ahli di seluruh dunia, dan kedalaman pengetahuan layaknya pakar terbaik,” ujar Suleyman, mengutip Newsweek.

Untuk menguji kemampuan AI dalam dunia medis nyata, Microsoft mengembangkan Sequential Diagnosis Benchmark (SDBench), yakni simulasi interaktif berbasis 304 kasus klinis kompleks dari New England Journal of Medicine (NEJM). Kasus-kasus ini memang terkenal sulit didiagnosis bahkan oleh para ahli.

SDBench menyajikan ringkasan kasus kepada dokter atau model AI. Selanjutnya, mereka harus mengajukan pertanyaan atau melakukan pemeriksaan medis untuk mengonfirmasi diagnosisnya. Diagnosis akhir dibandingkan dengan standar emas milik NEJM, dinilai berdasarkan akurasi dan efisiensi biaya.

Hasilnya mencengangkan. Model baru Microsoft bernama MAI Diagnostic Orchestrator (MAI-DxO) berhasil mencapai akurasi diagnosis sebesar 85,5%, jauh melampaui dokter umum yang rata-rata hanya mencapai 20% akurasi. Tak hanya itu, MAI-DxO juga mampu mengurangi biaya diagnosis hingga 20%, berkat kemampuannya dalam memilih pemeriksaan yang lebih relevan dan lebih cepat mengambil keputusan klinis.

Karena bersifat model-agnostic, MAI-DxO dapat digunakan bersama berbagai model kecerdasan buatan seperti OpenAI, Gemini, Claude, Grok, DeepMind, hingga Llama.

Namun, studi ini memiliki keterbatasan. Panel yang terdiri dari 21 dokter asal AS dan Inggris, dengan rata-rata pengalaman 12 tahun, tidak diizinkan menggunakan mesin pencari, model bahasa, atau sumber informasi eksternal saat berinteraksi dengan SDBench.

Padahal, riset terbaru menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 5 dokter telah menggunakan AI generatif, dan 7 dari 10 menggunakan mesin pencari dalam praktik sehari-hari. Artinya, performa dokter manusia mungkin akan lebih tinggi jika diberi akses ke sumber daya digital yang biasa mereka gunakan.

Meski begitu, tim Microsoft menegaskan bahwa hasil ini membuktikan bahwa sistem AI yang diarahkan untuk berpikir ulang dan bertindak bijak, dapat meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus menekan biaya klinis.

MAI-DxO belum diluncurkan untuk digunakan secara luas, namun performa awalnya memberikan gambaran kuat tentang potensi di masa depan. Alat ini dikembangkan oleh divisi kesehatan Microsoft AI, unit riset yang diam-diam dibentuk pada akhir 2024.

Tim pengembangnya mencakup klinisi, desainer, insinyur, dan ilmuwan AI yang bekerja di bawah arahan Suleyman, yang juga merupakan salah satu pendiri DeepMind (perusahaan AI yang diakuisisi Google senilai 400 juta dollar AS pada 2014). Salah satu sosok kunci lainnya adalah Dr. Dominic King, Wakil Presiden Kesehatan Microsoft AI, dan mantan pemimpin di Google Health dan Google DeepMind.

“Ada dua hal yang sangat kami banggakan: menciptakan tolok ukur baru untuk menguji performa AI, dan membuktikan bahwa sistem orchestrator kami tampil luar biasa melampaui tolok ukur tersebut,” ujar King sebagaimana dikutip Newsweek. “Ini mungkin adalah proyek paling menegangkan dan menggairahkan yang pernah saya kerjakan.”

Setiap hari, lebih dari 50 juta pencarian terkait kesehatan dilakukan melalui produk Microsoft yang menggunakan AI, seperti Copilot, Bing, Edge, dan MSN. Masyarakat kini semakin mengandalkan AI untuk memahami keluhan fisik atau gejala medis, dari sekadar sakit kepala hingga kondisi serius lainnya.

“Kami punya AI bernama Copilot, dan orang-orang datang untuk bicara soal kecemasan mereka, sakit kepala anak mereka, hingga penyakit yang mereka takutkan,” kata Suleyman. “Ini adalah percakapan yang berlangsung terus-menerus. Copilot bisa bekerja lebih baik jika punya pemahaman diagnostik yang kuat.”

Penelitian Microsoft ini juga bisa membawa manfaat besar bagi dunia medis, seperti membantu dokter mencapai diagnosis yang lebih akurat, dengan lebih cepat dan biaya lebih murah..

Di Amerika Serikat saja, sekitar 7,4 juta orang salah diagnosis di ruang gawat darurat setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 1 dari 350 kasus menyebabkan kematian atau kecacatan permanen, menurut studi 2023 dari Agency for Healthcare Research and Quality.

Selain itu, miliaran dolar dihabiskan untuk tes yang tidak perlu, memperburuk biaya kesehatan nasional dan meruncingkan hubungan antara rumah sakit dan perusahaan asuransi.

Saat ini, Microsoft tengah bekerja sama dengan sejumlah institusi kesehatan (yang belum disebutkan namanya) untuk melakukan uji coba lanjutan dan mengulang kesuksesan awal dari MAI-DxO.

“Ini adalah sinyal awal yang sangat menjanjikan,” ujar King, “Tapi kami melihat ini sebagai perjalanan panjang bertahun-tahun yang butuh kolaborasi intensif dari seluruh sistem layanan kesehatan agar bisa berjalan dengan benar.

AI tak hanya mampu menggantikan proses diagnosis manusia, tapi bisa menjadi alat bantu penting yang menyelamatkan nyawa, menekan biaya, dan mempercepat pelayanan medis. Dunia medis sedang berubah, dan AI ada di garis depan perubahan itu.

Fitur Unggulan HONOR 400 Series, AI Salah Satunya!

0

HONOR, brand teknologi global, resmi meluncurkan HONOR 400 Series di Indonesia! Seri terbaru ini terdiri dari dua varian: HONOR 400 dan HONOR 400 Lite, lengkap dengan teknologi AI Imaging, kamera ultra-tinggi 200MP, baterai jumbo 6000mAh, dan layar AMOLED Super Bright hingga 5000 nits. Cocok banget buat kamu yang suka bikin konten, foto, dan video, apalagi HONOR 400 jadi smartphone pertama dunia yang punya fitur AI Image to Video hasil kerja sama eksklusif dengan Google Veo 2. Jadi setiap foto bisa diubah jadi video singkat yang aesthetic banget! Nah, penasaran kan fitur unggulan dari HONOR 400 Series? Simak selengkapnya, Bela!

HONOR 400: AI Imaging canggih yang mudah digunakan

Smartphone ini punya sederet fitur AI yang pas banget untuk menyalurkan ide kreatifmu:

  • AI Image to Video: Ubah foto statis jadi video 5 detik penuh animasi ala drone, tanpa ribet edit.

  • AI Eraser 2.0: Hapus jejak orang lewat atau refleksi kaca dengan satu sentuhan.

  • AI Outpainting & Cutout: Perluas background tanpa crop; bisa pindahkan objek ke latar lain dengan hasil natural.

  • AI Face Tune: Buka mata yang memejam di foto—super praktis!

Kameranya sendiri bukan main: sensor 200MP, bukaan f/1.9, OIS + EIS, dan AI Super Zoom 30×. Dipadu fitur Harcourt Portrait yang bikin potret terlihat elektrik dan alami. Performanya? Didukung Snapdragon 7 Gen 3, RAM 12GB, storage 512GB, plus baterai 6000mAh dan fast charge 80W, kamu pun bisa main game berat tanpa takut lag!

HONOR 400 Lite: pintar, ringkas, dan stylish

Untuk kamu yang cari tablet Android berkamera top, HONOR 400 Lite jadi pilihan pas. Ditenagai Dimensity 7025-Ultra, RAM 8GB, storage 256GB, dan baterai 5230mAh yang tahan lama. Layar AMOLED 6,7 inci 120Hz makin jernih, style-nya stylish, ringan, dan tetap tangguh dengan sertifikasi SGS dan IP64. Fitur AI Button-nya bikin akses cepat ke kamera, Google Lens, dan video hanya dengan satu tombol. Semua kelebihan ini berjalan mulus berkat MagicOS 9.0 berbasis Android 15.

Fitur produktivitas yang memanjakan

Dilengkapi MagicOS 9.0, HONOR 400 Series punya sederet fitur cerdas:

  • Magic Portal: Cukup lingkari objek di layar, langsung keluar opsi info, beli tiket, atau cari rekomendasi.

  • AI Productivity Tools: Ada AI Subtitles, Translation, Deepfake Detection, hingga AI Notes & Google Gemini, semua bikin aktivitas harian makin digital-savvy.

  • Wireless Extension Display: Jadikan tablet sebagai layar kedua saat mengerjakan tugas atau kerjaan.

  • Xiaomi Interconnectivity: Fitur yang bikin gadget HONOR kamu nyambung otomatis ke hotspot, clipboard, dan telepon sama HP Xiaomi kamu!

Harga & Promo HONOR 400 Series

HONOR 400 Series bakal hadir di Indonesia lewat stores seperti HONOR Experience dan berbagai e‑commerce. Untuk harga pasarannya, HONOR 400 dijual dengan harga Rp6.999.000, sementara HONOR 400 Lite dibanderol dengan harga Rp3.999.000.

HONOR 400 Series bukan sekadar smartphone biasa, ini adalah solusi lengkap untuk kamu yang ingin produktivitas tinggi, konten visual standout, dan gaya hidup digital millennial! Kamera AI-nya bikin foto dan video makin kreatif, baterainya awet seharian, dan fitur cerdasnya bikin hidup makin praktis.

Kalau kamu mencari smartphone yang bisa jadi alat kreatif sekaligus produktivitas andal, HONOR 400 dan HONOR 400 Lite pantas banget masuk wishlist-mu!

OPPO A5i, Smartphone Stylish yang Tangguh dan Siap Temani Aktivitas! 3 Keunggulan POCO M7 Pro 5G, Smartphone Kelas Menengah yang Mumpuni 4 Fitur HONOR X9c 5G, Smartphone Tangguh dengan Triple Defense 

Lembaga Penyelenggara Diklat Polindra Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

0

ZONAGADGET– Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi tenaga pendidik tingkat dasar dan menengah Pada hari Senin, 7 Juli 2025.

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, hingga Jumat, 11 Juli 2025, dan bertempat di Gedung Student Center (GSC) Polindra.

Kegiatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dibuka langsung oleh Direktur Polindra, Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM, bersama jajaran direksi lainnya.

Direktur Politeknik Negeri Indramayu Polindra Ir. Rofan Aziz S.T.,M.T.,IPM Melalui Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Moh. Ali Fikri M.Kom., Kepada Awak media pada Selasa 8 Juli 2025, menjelaskan Pelatihan ini diikuti oleh 125 peserta yang berasal dari berbagai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, yang tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para tenaga pendidik dengan pengetahuan dasar dalam pemrograman dan penggunaan kecerdasan buatan secara bijak dan efektif.

Ali Fikri, M.Kom, menmabahkan pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi nyata kampus dalam meningkatkan literasi teknologi di sektor pendidikan dasar.

Kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) merupakan bagian dari program dari Kementerian pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Yang mana diwajibkan bagi pendidikan sekolah dasar dan menengah serta SMA/SMK untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), untuk mengirimkan perwakilan salah satu SDMnya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA),

Kalau untuk SMA/SMK dalam melaksanakan Pelatihan ini Rekomendasinya dari KCD Provinsi sedangkan SD dan SMP Rekomendasinya dari Dinas Pendidikan.Ujarnya

Dan di Indramayu “Alhamdulillah Satu-satunya Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) yang telah lolos dari Kementerian pendidikan dan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Hanya di Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dan bisa melaksanakan kegiatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dari hari Senin sampai Jum’at dan peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat langsung dari Kemendikdasmen melalui Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu.

Harapannya dengan adanya Kegiatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Para guru dapat menerapkan materi disekolahnya masing-masing dan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) kepada siswa dan siswinya.

Sementara itu salah satu peserta perwakilan dari Sekolah Dasar yang Ikut pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) menyambut baik dan positif dengan adanya Kegiatan pelatihan ini, ia menilai bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalan dunia pendidikan,namun harus tetep di gunakan secara kritis.

Penting untuk menelaah kembali informasi yang diberikan oleh Al kadang tidak Akurat maka dari itu guru tetap memiliki peran kunci dalam menyaring dan mengarahkan penggunaan teknologi oleh siswa.

Tentunya dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk para guru sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.Ucapnya.***

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Bahas Karier di Generative AI Lewat Webinar HMP IP

0

Layar Berita – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (HMP IP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sukses menggelar webinar bertema “Lulusan Informasi Kerja di Bidang Generative AI? Emang Bisa?” pada Selasa, 8 Juli 2025.

Webinar yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai kalangan, baik dari lingkungan internal maupun eksternal kampus. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora, Nazaruddin, M.LiS, serta Wakil Dekan III, Hermansyah, M.Th., M.Hum.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Zanjabila menyampaikan bahwa webinar ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan praktis tentang Generative AI serta prospek kerja di dalamnya.

“Webinar ini hadir untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis mengenai Generative AI serta peluang berkarier di bidang tersebut,” ujarnya.

Ketua HMP IP, yang diwakili oleh Gustiara, menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu membuka cakrawala mahasiswa terhadap perkembangan teknologi, khususnya AI.

“AI bukan lagi konsep masa depan, melainkan realitas yang sudah mengubah berbagai industri. Lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi memiliki peluang untuk berkarier di bidang ini,” ujarnya.

Wakil Dekan III, Hermansyah, M.Th., M.Hum, juga menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan di dunia kerja digital.

Paparan Langsung dari Praktisi Generative AI Internasional

Webinar menghadirkan narasumber Rachmat Arriz Saputra, B.hsc, seorang Generative AI Annotator di perusahaan Covalen, Irlandia. Ia memaparkan secara rinci mengenai profesinya dalam mendukung pengembangan sistem kecerdasan buatan generatif.

Rachmat menjelaskan bahwa pekerjaan AI Annotator melibatkan proses peninjauan dan pelabelan konten digital seperti teks, gambar, audio, hingga video. Proses ini penting untuk melatih sistem AI agar dapat memberikan respons yang relevan, akurat, dan kontekstual.

“Tugas utama kami adalah memastikan bahwa jawaban AI relevan dan sesuai konteks, sehingga mampu memberikan respons yang tepat kepada pengguna,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mengikuti pedoman etik saat menangani konten sensitif, termasuk mencegah respons yang tidak pantas dari AI terhadap pertanyaan berbahaya.

“Kami harus mematuhi panduan ketat, terutama saat menghadapi permintaan yang bersifat ilegal atau tidak etis,” tambahnya.

Tips Karier dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Dalam sesi pemaparan, Rachmat memberikan tips praktis bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia AI, antara lain menyusun CV dan portofolio yang baik, aktif membangun jaringan profesional melalui platform seperti LinkedIn, serta mengikuti magang atau proyek-proyek berbasis data.

“Mahasiswa perlu menyiapkan CV yang rapi dan terstruktur. Pengalaman magang pun sangat berharga dalam menarik perhatian perekrut,” jelasnya.

Selain kemampuan teknis, ia juga menekankan pentingnya keterampilan analitis, komunikasi, dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai AI Annotator.

Antusiasme Peserta dan Sesi Interaktif

Webinar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dipenuhi antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari keterampilan yang harus dikuasai, langkah awal meniti karier di bidang AI, hingga sistem kerja AI secara umum.

Rachmat menjawab setiap pertanyaan dengan antusias, memberikan wawasan teknis dan pengalaman pribadi yang memperkaya pemahaman peserta terhadap dunia Generative AI.

Dengan terselenggaranya webinar ini, HMP IP UIN Ar-Raniry menunjukkan komitmennya dalam menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja masa depan, khususnya di bidang teknologi yang terus berkembang.***

Pemerintah Diminta Libatkan Industri dan Komunitas dalam Roadmap AI

0

ZONAGADGET, JAKARTA— Pemerintah diminta untuk melibatkan industri dan komunitas dalam pengembangan peta jalan atauroad map artificial intelligence (AI). 

Profesor Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Yudho Giri Sucahyo, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan AI.

“Regulasi hampir selalu tertinggal dari kemajuan teknologi. Saat teknologi muncul tapi belum menimbulkan dampak negatif, biasanya tidak akan langsung diatur. Tapi jika mulai menimbulkan dampak buruk, maka regulasi harus dibuat. Di sinilah peran penting kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator,” kata Yudho dalam acara World AI Show Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (8/7/2025)

Yudho menekankan  penyusunan regulasi tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Ia menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, asosiasi, komunitas, dan masyarakat luas agar regulasi yang dihasilkan benar-benar mewakili kepentingan publik.

“Proses penyusunan regulasi tidak bisa sepihak. Harus ada dialog dan masukan dari berbagai pihak,” kata Yudho.

Wakil Ketua Bidang Kecerdasan Artifisial dan Perlindungan Data Pribadi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Eryk Budi Pratama, mengatakan pentingnya pemerintah bersiap menghadapi tantangan AI, terutama praktik-praktik yang kerap melewati batas model bahasa besar (Large Language Models/LLM).

“Pemerintah perlu bersiap dengan regulasi. Seperti apa regulasinya? Saya rasa tergantung pada visi pemerintah dalam mengatur AI. Namun, setidaknya kita sudah memiliki peraturan presiden dan juga kebijakan di industri, terutama di sektor keuangan,” kata Eryk.

Dia menyebut sektor keuangan sebagai contoh penting karena kompleksitas dan dinamika industrinya yang tinggi. Menurut Eryk, salah satu hal yang sering dilupakan saat mengembangkan sistem adalah aspek keamanannya. Karena itu, dia menekankan pentingnya prinsip secure by design, privacy by design, dan AI safety by design

“Minimal, perusahaan harus paham tentang AI dan menerapkan kontrol keamanan yang tepat. Apa saja bentuk kontrol tersebut? Mulai dari pemantauan, deteksi sinyal ancaman, hingga penilaian terhadap kerentanan sistem,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan peta jalan kecerdasan artifisial atau AI nasional bisa rampung pada Juni 2025.  

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan bocoran aturan pertama yang akan diterbitkan dalam roadmap tersebut kemungkinan besar akan difokuskan pada etika penggunaan AI. 

“Jadi kemungkinan besar, ini sedikit bocoran, bahwa aturan pertama terkait artificial intelligence akan menyangkut dengan etika AI itu sendiri,” kata Meutya ditemui di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/6/2025). 

Hal ini merujuk pada pendekatan beberapa negara yang tidak mengatur AI dalam satu regulasi besar, melainkan dibagi berdasarkan sektor atau pilar tertentu. Meutya menjelaskan dalam merancang regulasi AI, pemerintah berupaya mencari titik tengah antara perlindungan masyarakat dan terbukanya ruang bagi inovasi.

Oleh karena itu, Komdigi melibatkan banyak pemangku kepentingan dan menerima berbagai masukan agar aturan yang lahir nantinya tetap menjaga aspek etika tanpa menghambat perkembangan inovasi. Isu mengenai konten AI yang semakin sulit dibedakan dengan hasil nyata, seperti yang ramai diperbincangkan publik terkait gambar penambangan di Raja Ampat hasil AI, juga menjadi sorotan. 

Meutya menegaskan prinsip etika akan menjadi acuan dalam menyikapi fenomena ini, termasuk kemungkinan penerapan labeling pada konten berbasis AI.

“Itu yang tadi namanya etika, jadi di beberapa negara yang kami lihat memang harus ada labeling AI. Kalau orang memang lihatnya [AI] untuk menyebarkan hoax maka dia tidak akan menaruh etika. Makanya tadi saya sampaikan, norma pertama yang akan diatur adalah etika,” katanya.

Tampil Stylish dan Hemat? Ini Dia 6 HP Warna Keren Terbaik di 2025!

0

ZONAGADGET Ingin punya smartphone dengan warna keren tapi tetap ramah di kantong? Tahun 2025 menghadirkan berbagai HP dengan desain stylish dan pilihan warna menarik. Mulai dari warna cerah, pastel, hingga metalik, semua bisa kamu pilih untuk menunjang gaya sehari-hari. Artikel ini akan membahas 6 HP warna keren dan harga terjangkau yang wajib kamu pertimbangkan tahun ini.

Vivo S30: Warna Cerah dan Desain Stylish untuk Pengguna Aktif

Vivo S30 hadir dengan pilihan warna yang segar dan modis. HP ini sangat cocok untuk kamu yang ingin tampil mencolok di keramaian. Layarnya AMOLED 6,78 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman visual yang halus. Kamera utama 50 MP dengan OIS siap menghasilkan foto tajam. Performa dipacu oleh chipset MediaTek Dimensity 8200. Harga Vivo S30 sekitar Rp5.200.000, cukup terjangkau untuk spesifikasi ini.

Redmi 14C: Desain Futuristik dan Pilihan Warna Menawan

Redmi 14C menawarkan tiga warna menarik, yaitu Midnight Black, Dreamy Purple, dan Starry Blue. Layar lebar 6,88 inci dengan refresh rate 120 Hz membuat tampilan semakin nyaman. Kamera 50 MP dan baterai besar 5.160 mAh mendukung aktivitas harian dengan baik. Kamu bisa mendapatkan HP ini dengan harga mulai Rp1,5 jutaan. Desain futuristiknya cocok untuk yang suka tampilan modern.

Motorola Moto G15: Warna Berani untuk Pengguna Ekspresif

Moto G15 menawarkan warna unik seperti Iguana Green, Sunrise Orange, dan Sea Blue. HP ini cocok bagi kamu yang ingin tampil beda dengan warna berani. Performa didukung chipset Helio G81 Extreme dan baterai 5200 mAh dengan fast charging 18W. Harga mulai dari Rp2 jutaan. Dengan Moto G15, kamu bisa ekspresikan diri tanpa harus menguras kantong.

Xiaomi Redmi 9C: Desain Sederhana tapi Tetap Keren

Xiaomi Redmi 9C membawa warna menarik seperti Midnight Blue dan Sunrise Orange. Desain doff bertekstur memberikan kesan elegan dan nyaman digenggam. HP ini cocok untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga sangat terjangkau, mulai Rp1.350.000. Pilihan pas untuk kamu yang ingin smartphone fungsional tanpa ribet.

Infinix Hot 50: Warna Pink Imut dan Harga Bersahabat

Jika kamu suka warna cerah yang manis, Infinix Hot 50 hadir dengan warna pink yang imut. Spesifikasinya cukup mumpuni untuk pemakaian kasual sehari-hari. Dengan harga sekitar Rp1 jutaan, HP ini menjadi pilihan tepat bagi yang ingin tampil unik tanpa mengeluarkan banyak uang.

Vivo V40 Lite 4G: Warna Elegan dan Performa Andal

Vivo V40 Lite 4G menawarkan warna premium seperti Carbon Black, Pearl Violet, dan Titanium Silver. Layar AMOLED 6,67 inci menyajikan tampilan tajam dan cerah. Kamera 50 MP dan baterai 5000 mAh dengan FlashCharge 80W memberikan performa andal. Harga mulai Rp3,2 jutaan. HP ini pas untuk kamu yang ingin warna elegan sekaligus teknologi canggih.

Tampil Beda Tanpa Boros

Sekarang, kamu bisa tampil beda tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Beragam HP dengan warna menarik hadir di 2025 dengan harga yang bersahabat. Pilih warna favorit sesuai gaya dan kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu bisa upgrade teknologi dan penampilan sekaligus. Jangan ragu untuk tampil stylish dan hemat!

AJARI Masuk 10 Besar Startup Terbaik Dunia dalam Presight Accelerator

0

Jakarta, IDN Times – AJARI.AI, startup teknologi asal Indonesia yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) di bidang edukasi, terpilih sebagai satu dari 10 startup terbaik dunia dalam program perdana Presight AI-Startup Accelerator. Program ini merupakan inisiatif bergengsi yang didukung oleh Microsoft dan Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI).

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan AJARI untuk mewujudkan visinya Elevate Possibilities with AI technology serta menunjukkan semakin kuatnya peran Indonesia dalam ekosistem teknologi AI global.

“Kami sangat bangga bisa mewakili Indonesia di ajang global ini. Pengakuan ini bukan hanya pencapaian bagi AJARI, tetapi juga kemenangan bagi ekosistem teknologi AI Indonesia yang terus berkembang. Kami siap berkolaborasi dengan Presight, Microsoft, MBZUAI, dan inovator lainnya untuk menghadirkan dampak nyata di sektor pendidikan,” tutur CEO dan Founder AJARI, Rafael dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (8/7/2025).

1. Alasan masuknya AJARI dalam 10 besar

Dari 120 startup yang mendaftar dari 17 negara, AJARI terpilih berkat inovasinya dalam menghadirkan solusi AI untuk pendidikan. Lewat platform pembelajaran adaptif LearnXpert dan peluncuran asisten berbasis agentic, N.I.S.A. (Neural Interactive Systematic Assistant), AJARI terus mendefinisikan ulang cara belajar di era digital.

CEO Presight, Thomas Pramothedam menyatakan, hal tersebut sejalan dengan ambisi global yang hendak dicapai melalui program Presight AI-Startup Accelerator.

“Presight AI-Startup Accelerator bukan sekadar program, tetapi mesin pertumbuhan strategis bagi startup-startup visioner. Kami percaya peserta angkatan pertama ini adalah perwakilan terbaik dari masa depan AI dan teknologi di berbagai industri,” kata Thomas.

Ada Pendanaan Rp1,6 Miliar untuk Startup Energi Bersih Indonesia, Mau?

2. LearnXpert jadi program unggulan AJARI

Produk unggulan AJARI, LearnXpert telah digunakan di berbagai institusi pendidikan di Asia Tenggara. Dengan fitur seperti jalur pembelajaran adaptif, analitik berbasis AI, pemantauan real-time dan Asisten pintar “Learning Buddy” bagi semua pelajar, AJARI menghadirkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, baik untuk siswa maupun profesional.

Sebagai peserta Presight Accelerator Bootcamp di Abu Dhabi, AJARI akan mendapatkan akses ke infrastruktur AI mutakhir, pendampingan dari mentor kelas dunia, serta peluang ekspansi global. Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem teknologi dan kecerdasan buatan dunia.

3. Pujian dari pemerintah

Staf Ahli Kementerian Keuangan, Iwan Djuniardi pun memuji keberhasilan AJARI yang dianggap sebagai bukti nyata jika AI dapat menjadi alat transformasi dalam pendidikan dan pengembangan tenaga kerja.

“Solusi mereka sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia, khususnya dalam menyediakan pembelajaran yang lebih personal dan berskala luas,” kata Iwan.

Senada, Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis mengatakan AJARI berhasil memberikan momen membanggakan buat Indonesia.

“Keberhasilan AJARI menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari Indonesia mampu bersaing ditingkat global. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital dunia,” ujar Husin.

Sebagai informasi, Presight AI-Startup Accelerator adalah program akselerasi berskala global yang dirancang untuk mendukung startup berbasis AI dalam mengembangkan solusi mereka ke tingkat berikutnya.

Program ini berlangsung selama enam bulan dalam format hybrid, dengan fase bootcamp intensif di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Startup terpilih mendapatkan berbagai dukungan strategis, termasuk kredit komputasi hingga 150.000 dolar AS untuk infrastruktur AI, dana operasional sebesar 50.000 dolar AS serta akses ke jaringan mentor, investor, dan ekosistem teknologi G42 yang luas.

Pada batch perdana, Presight menerima 120 aplikasi dari 17 negara dan memilih 10 startup terbaik dari berbagai sektor seperti edukasi, energi, smart cities, fintech, hingga sovereign AI, termasuk AJARI dari Indonesia.

Startup Siap Galang Pendanaan Baru lewat MatchCAP 2025

Honor Magic V Flip 2 Resmi Hadir: Desain Super Stylish, Layar Lebar, & Fitur AI Revolusioner!

0

ZONAGADGET – Honor kembali menghadirkan inovasi di pasar ponsel lipat dengan meluncurkan Honor Magic V Flip 2. Seri terbaru ini dirancang khusus untuk pengguna muda dan profesional yang mengutamakan gaya, fleksibilitas, serta performa tinggi. Desain yang semakin ramping dan ringan membuat perangkat ini nyaman digenggam dan mudah dibawa kemana saja.

Layar OLED Luas dengan Interaksi Lebih Mudah

Honor Magic V Flip 2 membawa layar clamshell yang inovatif. Layar luar OLED berukuran 4 inci kini mendukung berbagai interaksi, seperti membalas pesan, mengecek notifikasi, dan mengakses kamera tanpa membuka ponsel. Sementara itu, layar utama 6,9 inci OLED Full HD+ dengan refresh rate 120Hz memberikan tampilan yang halus. Layarnya sangat cocok untuk bermain game, menonton film, dan melakukan multitasking.

Performa Tangguh Berkat Chipset Snapdragon 8 Gen 3

Ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Gen 3, Honor Magic V Flip 2 menawarkan kinerja cepat sekaligus hemat daya. Varian RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal sampai 512GB memungkinkan pengguna menjalankan banyak aplikasi sekaligus dan menyimpan file besar tanpa khawatir kehabisan ruang. Dengan performa yang andal, perangkat ini sangat mendukung kebutuhan harian maupun pekerjaan profesional.

Kamera Berkualitas dengan Fitur AI yang Pintar

Honor melengkapi ponsel ini dengan kamera utama 50MP bersensor Sony IMX dan kamera depan 32MP. Kamera tersebut cocok untuk selfie, vlog, dan video call dengan kualitas tajam. Selain itu, fitur berbasis AI seperti AI Portrait Enhancer, AI Smart Suggestion, dan AI Battery Optimization membantu memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal dan efisien.

Baterai Tahan Lama dengan Pengisian Cepat

Baterai berkapasitas 4.500mAh mendukung aktivitas pengguna seharian penuh. Pengisian cepat 66W memungkinkan baterai terisi hingga 70% hanya dalam 20 menit. Fitur ini sangat menguntungkan bagi mereka yang memiliki jadwal padat dan membutuhkan ponsel yang selalu siap digunakan.

Harga dan Ketersediaan Honor Magic V Flip 2

Honor Magic V Flip 2 hadir dalam tiga pilihan warna elegan: Midnight Black, Pearl Pink, dan Glacier Blue. Ponsel ini mulai dijual di pasar global dengan harga sekitar Rp13 jutaan. Diperkirakan dalam waktu dekat, perangkat ini juga akan resmi masuk ke pasar Indonesia.

Dengan desain stylish, layar luas, performa tinggi, dan fitur AI canggih, Honor Magic V Flip 2 menjadi pilihan tepat bagi kamu yang mencari ponsel lipat fleksibel tanpa mengorbankan gaya dan fungsi.

OPPO Reno14 Series Siap Hadir di Indonesia dengan Teknologi AI Canggih

0

ZONAGADGET– OPPO secara resmi mengumumkan kehadiran Reno14 Series di Indonesia.

Smartphone ini mengusung pendekatan menyeluruh antara inovasi teknologi, desain fashion-forward, dan pengalaman pengguna berbasis kecerdasan buatan.

OPPO Reno14 Series mencakup tiga model utama: Reno14 5G, Reno14 Pro 5G, dan Reno14 F 5G.

Periode pre-order dibuka mulai 7–24 Juli 2025 dengan beragam keuntungan eksklusif senilai hingga Rp5 juta.

Desain Iridescent Mermaid

Reno14 Series hadir dengan “Iridescent Mermaid Design”—desain kilau warna-warni yang berubah tergantung sudut cahaya, terinspirasi dari tren “Mermaidcore”.

Proses pembuatannya menggunakan Iridescent Glow Process dengan 12 lapisan material presisi yang menciptakan tekstur halus dan gradasi elegan.

Untuk struktur, perangkat ini mengadopsi One-piece Sculpted Glass dan rangka aluminium kelas aerospace, dengan sertifikasi IP66, IP68, dan IP69.

Sentuhan Velvet Glass memberikan pengalaman genggaman yang lembut dan bebas sidik jari.

 

Fotografi Cerdas dengan AI Flash dan AI Editor 2.0

Reno14 Series memperkenalkan sistem pencahayaan AI Flash Photography, terdiri dari tiga lampu flash terpisah untuk kamera utama, ultra-wide, dan telephoto—yang terakhir menjadi yang pertama di industri.

Pencahayaan ini memungkinkan hasil portrait tetap terang dan jernih bahkan dalam kondisi minim cahaya.

Fitur AI Editor 2.0 membawa berbagai tools berbasis AI seperti AI Recompose, AI Perfect Shot, AI Eraser, hingga AI Clarity Enhancer dan Unblur.

Reno14 Series juga mendukung AI-Enhanced 4K HDR Video untuk hasil video berkualitas sinematik.

Performa Andal dengan Chip Dimensity 8450

Reno14 Pro menjadi perangkat pertama yang ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8450.

Chip ini menawarkan peningkatan performa hingga 41% dan efisiensi daya 44% dibanding pendahulunya. GPU Arm Mali-G720 juga membawa peningkatan performa grafis hingga 24%.

OPPO mengintegrasikan teknologi pendingin Nano Dual-Drive Cooling Architecture, termasuk vapor chamber ultra-tipis dengan partikel alumina nano untuk pelepasan panas lebih efisien.

Teknologi ini memungkinkan perangkat tetap stabil bahkan saat bermain game selama 3 jam dalam suhu 35°C.

 

ColorOS 15

Reno14 Series menjadi yang pertama menghadirkan ColorOS 15. Pembaruan ini membawa Trinity Engine dan Luminous Rendering Engine untuk respons lebih halus dan efisiensi sistem optimal.

Fitur multitasking ditingkatkan lewat Floating Windows, Large Folders, dan Stacked Layout.

Sementara untuk gaming, AI HyperBoost 2.0 dan AI LinkBoost 3.0 menjaga frame rate serta koneksi tetap stabil. Ada pula Game Capture, Footstep Sound Boost, dan Silent Launch.

Dalam keseharian, ColorOS 15 menyajikan fitur-fitur produktivitas seperti AI Mind Space, AI VoiceScribe, AI Call Summary, AI Call Translator, serta AI Editing tools.

Pre-order dan Bonus Eksklusif

Selama periode 7–24 Juli 2025, pembelian Reno14 Pro dan Reno14 5G disertai bonus OPPO Enco Air4 dan akses Google AI Pro selama 3 bulan.

Sementara Reno14 F hadir dengan bonus Magnetic Case & Card Holder.

Semua model mendapatkan OPPO Care 2 tahun, tiket Lalala Fest 2025, cicilan 0% dari bank partner, dan berbagai voucher eksklusif melalui aplikasi My OPPO.

 

Dengan kombinasi teknologi AI, performa tinggi, desain ikonik, dan pengalaman sistem operasi yang cerdas, OPPO Reno14 Series menjadi jawaban atas kebutuhan profesional muda Indonesia.

OPPO sekali lagi membuktikan posisinya sebagai pionir dalam menghadirkan smartphone yang tidak hanya canggih, tetapi juga memikat secara estetika dan fungsional.

(*)