Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 722

Empat Pelajar Berprestasi dari Unsyiah Dipilih untuk Hadiri APIE Advanced Camp 2025 di Tokyo, Jepang

0


Zona Gadget

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Empat orang mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer dan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, berhasil lolos seleksi ketat dan  terpilih mengikuti Asia Pacific Internet Engineering (APIE) Advanced Camp 2025 di Tokyo, Jepang.

Acara bertaraf internasional tersebut akan digelar mulai tanggal 19 hingga 23 Mei 2025, dengan partisipasi para pelajar teladan berasal dari seluruh penjuru Asia-Pasifik.

Keempat mahasiswa USK yang membawa harum nama kampus adalah: Najmi Syafina Zaskia dan M Bintang Panji Kusuma dari prodi Teknik Komputer, serta M. Arkan Haris dan Rifa Faruqi dari prodi Teknik Informatika.  Seluruh biaya keberangkatan sepenuhnya dibiayai oleh panitia penyelenggara. Salahsatu dosen pembimbing mereka Ir. Rahmad Dawood, S. Kom., M. Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. memberikan dukungan penuh sejak awal proses seleksi.

APIE Advanced Camp tidak seperti program biasa. Ini merupakan sebuah pelatihan ekstensif yang dapat dijalani hanya oleh para mahasiswa yang telah berhasil menuntaskan APIE Online Course serta e-Workshop dengan prestasi luar biasa.

Program ini dikelola oleh School on Internet Asia (SOI Asia), yaitu suatu jejaring antara perguruan tinggi ternama di Asia yang bertujuan mengoptimalkan potensi pemuda dalam sektor rancangan jaringan serta teknologi dunia maya.

Dalam kurun waktu 5 hari di Tokyo, peserta akan bergabung dalam kelompok lintas negara untuk mengembangkan dan mewujudkan layanan jaringan berbasis web, yang mencakup pula pembuatan sistem pengawasan serta penilaian kinerja.

Di samping itu, para peserta akan bertukar pikiran secara langsung dengan ahli dan pemimpin jaringan penelitian pendidikan (REN) dari berbagai belahan dunia, di mana hal ini memperkuat keterampilan teknis mereka bersama-sama dengan kerja sama antar budaya.

Capaian ini menunjukkan secara langsung bahwa para pelajar asal Aceh memiliki kapabilitas untuk bertanding di arena dunia. Selain mengungguli keterampilan teknikal mereka, mereka juga terbukti efektif dalam kolaborasi, komunikasi, serta memahami perspektif global.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjalin kolaborasi internasional, dan memanfaatkan berbagai peluang pembelajaran global.

Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa bangganya:“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini adalah momentum penting yang menunjukkan bahwa mahasiswa kita siap tampil dan bersaing secara global. Selamat kepada para mahasiswa terpilih.”

Inilah pastinya aset berharga bagi empat mahasiswa itu. Mereka tak cuma mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, tapi juga membangun jaringan global yang bakal bermanfaat dalam perjalanan karir serta studi di kemudian hari.

Partisipasi mahasiswa dari USK di acara APIE Advanced Camp pada tahun 2025 merupakan titik penting yang memotivasi—menunjukkan bahwa usaha ekstra, ketekunan dalam belajar, serta berani mencari kesempatan bisa memberikan dampak sangat positif.

Dengan penuh apresiasi, kami ucapkan selamat kepada para mahasiswa USK yang terlibat dalam APIE Advanced Camp 2025. Semoga perjalanan belajar dan meraih pengalaman di Tokyo akan membawa banyak inspirasi berharga untuk kita semua.

Dr. Ir. Dandi Bachtiar, M.Sc.,

Anggota Tim Humas FT-USK

Menteri Komdig Optimiskan Papuan Menjadi Pioneer_startup AI Global

0


Zona Gadget,

JAKARTA — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria berharap munculnya inovator muda,
talenta digital
, hingga startup
kecerdasan buatan
(AI) berukuran global yang muncul dari Bumi
Papua
Hal tersebut dikemukakan ketika membuka secara resmi AI Experience Center (AIEC) Indosat di Jayapura, Papua, pada hari ini, Rabu (21/5/2025).

Nezar Patria memberikan apresiasinya atas langkah Indosat yang bekerja sama dengan Komdigi guna mendirikan Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan (AIEC). Ia menekankan bahwa sentral dari pendidikan dan penelitian AI tersebut mencerminkan tekad bersama untuk meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan secara adil sepanjang negeri, terlebih lagi di wilayah Papua.

“Jadi melalui AI Experience Center ini kami berharap akan lahir inovator-inovator muda Papua, startup-startup berbasis AI yang mampu memecahkan masalah lokal dan talenta-talenta AI yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global,” kata Nezar

AIEC Papua merupakan fasilitas ketiga yang dibangun Indosat setelah Jakarta dan Solo, bekerja sama dengan mitra global seperti Huawei dan Wadhwani Foundation. Pusat ini menyediakan pelatihan dasar hingga lanjutan, uji coba penggunaan AI, serta berbagai contoh kasus pemanfaatan AI di sektor pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan.

Nezar memberitahu mengenai  hasil asesmen kesiapan Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI yang dilakukan bersama UNESCO melalui Readiness Assessment Methodology (RAM).

Catatan UNESCO ada tiga tantangan utama yang harus dihadapi oleh RI dalam pengembangan AI yaitu kesenjangan infrastruktur digital, terutama di daerah terpencil dan antar pulau, Digital gap yang dipengaruhi faktor geografis dan kebutuhan penguatan riset dan pengembangan (R&D) di bidang AI.

“Asesmen ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah strategis, termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan memperluas akses teknologi hingga ke pelosok nusantara,” kata Nezar.

Konektivitas dan Talenta Digital untuk Masa Depan

Dari sisi konektivitas, Menurut Nezar, Indonesia telah mencapai konektivitas internet sebesar 79,5% dari total populasi 280 juta jiwa, dengan cakupan lebih dari 95% wilayah berpenghuni. Namun, dia mengakui masih terdapat perbedaan kecepatan dan kapasitas antar daerah.

Nezar mengatakan pemanfaatan konektivitas harus diarahkan agar bermakna (meaningful connectivity), termasuk untuk pertukaran data, inovasi, dan pengembangan teknologi seperti AI, blockchain, dan Internet of Things.

Pemerintah menargetkan mencetak 1 juta talenta digital pada 2025, sebagai bagian dari kebutuhan 9 juta talenta digital nasional hingga 2030.

Nezar berharap AIEC Papua menjadi katalisator lahirnya talenta-talenta digital baru yang mampu memanfaatkan AI untuk sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pelestarian budaya lokal.

Nezar menegaskan bahwa kehadiran AIEC di Jayapura membuka peluang bagi seluruh anak bangsa, dari pesisir hingga pegunungan Papua, untuk mengakses internet cepat, adil, dan aman. Dengan kolaborasi berbagai pihak dan penguatan infrastruktur, pemerintah optimistis Papua dapat menjadi pelopor digital nasional, bukan sekadar penonton dalam kemajuan teknologi Indonesia.

Epson Indonesia Rilis Dua Printer Terkini

0


jabar.Zona Gadget

, DEPOK – Epson Indonesia semakin menegaskan janji mereka untuk mendukung inovasi di dalam negeri serta membantu sektor industri lokal dengan mengenalkan dua model printer ink tank baru yaitu EcoTank L3211 dan L3251.

Ke dua produk tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan pemula dengan menyertakan fitur handal, efisiensi tinggi, dan komponen dalam negeri terbaiknya. Hal itu dibuktikan oleh pencapaian skor Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tertinggi di Indonesia pada kategori printer ink tank bagi pengguna awam.

Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) ditambah dengan pembelian lokal (BMP) yang mencapai 66,45 persen pada model L3211 dan 75,28 persen pada model L3251, kedua perangkat tersebut sudah memperoleh sertifikat resmi dan menunjukkan komitmen Epson terhadap program pemerintahan “Bangga Buatan Indonesia.”

Proses penyusunan komponen tersebut sepenuhnya berlangsung di Indonesia dengan menggunakan tenaga kerja setempat serta jaringan suplai dalam negri yang pada gilirannya mendorong perkembangan perekonomian nasional secara langsung.

TKDN Asli, Janji Nyata untuk industri Dalam Negeri. Agar mendapatkan sertifikat TKDN, suatu produk wajib memenuhi berbagai ketentuan dari pemerintah Indonesia yaitu melaksanakan tahapan perakitannya di tanah air, menggunakan komponen buatan lokal, serta menggandeng pekerja dan ahli dalam negeri.

Selanjutnya, proses pengujian serta kontrol kualitas dikerjakan secara internal, disertai dengan investasi berupa sarana produksi atau kolaborasi manufaktur lokal.

Epson mencapai semua kriteria tersebut. Semua tahapan pembuatan dan penyusunan printer EcoTank L3211 serta L3251 diproses di pabrik-pabrik milik Epson di Indonesia, yang terletak di Batam atau Cikarang, menggunakan bantuan lebih dari 10 ribu pekerja setempat.

Di samping itu, Epson bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri guna mendukung komponen lokal, sekaligus menjamin bahwa proses pengujian dan kontrol kualitas dilaksanakan di tempat pembuatan produknya.

Oleh karena itu, komitmen Epson tidak sekadar menjadi formalitas administratif, namun bersifat substantif dengan dampak langsung yang terlihat melalui implementasi program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) jangka panjang. Ini mencakup upaya pelestarian lingkungan, pendidikan, serta pembinaan dan perkembangan masyarakat; hal ini dikenal sebagai Genuine TKDN.

Printer EcoTank L3211 diciptakan sebagai perangkat multifungsi yang mampu mencetak, memindahtuliskan dokumen, serta menyalin (fitur 3-in-1). Dilengkapi dengan koneksi USB 2.0 yang handal, cocok bagi pemakaian di rumah atau usaha skala kecil.

Printer ini menawarkan kecepatan pencetakan mencapai 10,0 ipm untuk dokumen berwarna hitam dan 5,0 ipm untuk dokumen berwarna, sehingga menjaga efisiensi kerja Anda setiap hari.

Dengan kemampuan scan beresolusi 600 x 1200 dpi, printer L3211 dapat mengatasi keperluan pemindain dokumen biasa dengan mudah. Kemampuan mencetaknya bisa mencapai sampai 30 ribu lembar, sehingga memberikan ketahanan yang baik untuk digunakan dalam waktu lama.

Ukuran yang padat (375 x 347 x 179 mm) menjadikan printer ini ideal untuk digunakan di ruang dengan ukuran terbatas.

Pada saat bersamaan, EcoTank L3251 dirancang khusus bagi para pengguna yang menginginkan tingkat kelentanan serta kemudahan terhubung yang lebih baik.

Dilengkapi dengan WiFi dan WiFi Direct, pengguna dapat mencetak langsung dari smartphone, tablet, atau laptop tanpa perlu kabel. Printer ini juga menawarkan resolusi scanner yang lebih tinggi yakni 1200 x 2400 dpi, memberikan hasil pindai yang lebih tajam dan detail.

Keunggulan lainnya, adalah peningkatan pada kecepatan salin warna: hingga 7,7 ipm untuk hitam dan 3,8 ipm untuk warna, membuat L3251 sangat cocok untuk pengguna dengan kebutuhan cetak volume sedang dan kecepatan tinggi

Ramah Biaya, Ramah Lingkungan

Sama seperti seri lengkap EcoTank milik Epson, kedua printer tersebut mengadopsi sistem tangki tinta refill yang ekonomis serta ramah terhadap lingkungan.

Pelanggan bisa mencetak dalam volume besar tanpa perlu terus-menerus menukar cartridge, yang pada gilirannya mengecilkan sampah plastik serta biaya operational secara keseluruhan.

Epson juga menyediakan garansi resmi selama 2 tahun (carry-in), ditambah 1 tahun tambahan jika pengguna mendaftarkan produk melalui portal MyEpson, memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih kepada konsumen.

“Peluncuran EcoTank L3211 dan L3251 merupakan langkah strategis Epson dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi cetak berkualitas tinggi sekaligus memperkuat industri nasional,” ujar Managing Director Epson Indonesia,Ng Ngee Khiang.

“Kami merasa bangga karena berhasil mempersembahkan suatu produk yang tak sekadar diproduksi di Indonesia, namun juga memberikan manfaat tambahan lewat aspek efisiensinya, kinerja, serta kesinambungan,” imbuhnya.

Produk ini direncanakan untuk diluncurkan ke pasaran pada Mei 2025 melalui jaringan gerai resmi serta partner distribusi Epson yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

(mcr19/jpnn)

Infinix NOTE 50X 5G+: Smartphon Tangguh dengan Harga di Bawah Rp2 Juta, Desain Militer dan Kinerja Cepat

0


PR JABAR

– Produsen peralatan elektronik Infinix menghadirkan inovasi baru lewat peluncuran ponsel cerdas 5G yang disesuaikan bagi pemakai muda enerjik dan lincah, yaitu Infinix NOTE 50X 5G+. Pada gawai ini tak cuma tersedia jaringan nirkabel generasi kelima dengan kecepatan tinggi, namun juga memiliki daya tahann superior karena telah mendapat penghargaan standar militer sehingga dapat bertahan di segala situasi pakai.

Kinerja Andalan Berkat chipset Paling Baru

Infinix NOTE 50X 5G+ dilengkapi dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate yang dibuat menggunakan proses manufaktur 4 nanometer. Gabungan ini menjamin konsumsi energi rendah serta kinerja maksimal untuk melakukan beragam tugas, seperti multitasking, streaming, atau game ringan. Pemakainya dapat menikmati perpindahan antar aplikasi dan eksplorasi konten digital setiap hari secara lancar dan terhindar dari lagging.

Layar Lebar dengan Kecepatan Pembaruan Cepat

Ponsel cerdas ini dilengkapi dengan layar LCD seluas 6,67 inci yang memiliki resolusi HD+ dan kecepatan pembaruan 120Hz. Layar lebar beserta frekuensi-refresh tinggi membuat transisi antarmuka dan scroll menjadi sangat responsif dan nyaman digunakan dalam waktu lama misalnya ketika nonton video, baca buku digital, atau jelajahi medsos. Tampilannya yang ramping dengan tepian datar menciptakan desain modern dan trendi cocok bagi kalangan remaja masa kini.

Ketahanan Bersertifikasi Militer

Salah satu keunggulan utama Infinix NOTE 50X 5G+ adalah ketahanannya yang telah mendapat sertifikasi MIL-STD-810H, standar militer yang biasa dipakai pada perangkat premium. Sertifikasi ini menjamin smartphone dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekstrem, seperti suhu tinggi, kelembaban, guncangan, dan benturan. Hal ini membuat perangkat ini ideal untuk pengguna yang aktif dan sering beraktivitas di luar ruangan.

Kamera 50MP dengan Fitur AI Canggih

Untuk kebutuhan fotografi, NOTE 50X 5G+ dilengkapi kamera belakang utama 50MP dengan aperture f/1.6 yang mampu menghasilkan foto tajam dan jernih, termasuk di kondisi pencahayaan rendah. Dilengkapi pula dengan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan seperti Dual Video Mode untuk merekam dengan dua kamera sekaligus, Super Night Mode untuk hasil optimal di malam hari, serta Vlog Mode untuk membuat konten video kreatif langsung dari smartphone.

Baterai Tahan Lama dengan Fast Charging

Kapasitas baterai menjadi prioritas penting bagi Infinix dengan menghadirkan selulernya yang memiliki kapasitas tinggi mencapai 5200mAh, cukup untuk mendukung semua aktifitas harian Anda sehingga tidak perlu risau tentang pemakaian listrik. Di samping itu teknologi 45W All-Round FastCharge juga disematkan agar proses isi ulang dapat dilakukan secara lebih cepat dan hemat waktu. Fitur tambahan yakni adanya reverse charging memungkinan pengguna bisa mentransfer energi dari smartphone mereka kepada alat elektronik lainnya seperti earphone ataupun telepon genggam orang lain ketika sedang terjebak pada kondisi genting.

Kapasitas Memori Besar dan Fitur Pendukung Lengkap

Ponsel pintar ini dilengkapi dengan RAM 8 GB dan storage internal mencapai 256 GB, menjadikannya memiliki kapasitas besar untuk menginstal banyak aplikasi, game, dan menyimpan data pribadi Anda. Di samping itu, smartphone tersebut juga dibekali teknologi NFC untuk transaksi nirkabel, dual speaker untuk mendukung kebutuhan hiburan suara, serta infrared blaster yang membuatnya bisa digunakan sebagai remote control untuk alat elektronik di rumah, sehingga meningkatkan fungsi dan kelenturannya dalam pemakaian sehari-hari.

Pilihan Warna Stylish dan Harga Terjangkau

Infinix NOTE 50X 5G+ hadir dalam dua opsi warna stylish yaitu Titanium Grey dan Sunset Spice Pink, sesuai untuk para pemakai muda yang menginginkan penampilan yang semakin percaya diri. Peluncurannya pertama kali akan diselenggarakan secara khusus lewat situs belanja online dimulai dari tanggal 19 Mei 2025 dengan tarif standar sebesar Rp2.599.000,- . Akan tetapi selama masa launchingnya, produk tersebut dapat dibeli dengan diskon menjadi Rp2.399.000,- untuk model berkapasitas penyimpanan 8GB + 256GB, memberikan kesepakatan bagus di pasar gadget senilai Rp2 juta-an.

Hubungan dan Teknologi Zaman Ini

Di luar kinerja dan spesifikasi perangkat kerasnya, Infinix NOTE 50X 5G+ turut membawa kemajuan dalam hal konektivitas dengan adanya dukungan jaringan 5G yang cakupannya semakin meluas di tanah air. Keberadaan 5G ini menawarkan kelancaran internet yang meningkat, waktu respons cepat, serta peningkatan pada aktivitas streaming dan bermain game secara umum. Ini semua sesuai dengan permintaan generasi muda masa kini yang selalu memerlukan layanan komunikasi dan hiburan digital yang handal.

Kesimpulan

Infinix NOTE 50X 5G+ hadir sebagai solusi smartphone tangguh, cepat, dan fungsional untuk segmen pasar menengah bawah, khususnya anak muda yang menginginkan perangkat dengan performa mumpuni, ketahanan prima, serta fitur lengkap. Dengan harga yang kompetitif, perangkat ini sangat layak dipertimbangkan sebagai pilihan utama di kelas Rp2 jutaan yang menawarkan pengalaman 5G sekaligus daya tahan lebih dibandingkan produk lain di kelasnya.

Apakah kamu tertarik untuk mencoba Infinix NOTE 50X 5G+? Atau mungkin ada smartphone lain yang sedang kamu incar?

Berapa Akurat Sih Jawaban dari Chatbot AI Seperti Grok?

0


Semakin banyak masyarakat merujuk pada alat bantu obrolan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI), seperti Grok, Meta AI, ChatGPT, dll., untuk mendapatkan konfirmasi informasi secara instan. Akan tetapi, betapa tepat dan terpercayakah respons yang mereka hasilkan?

“Hei @Grok, benarkah begitu?” belakangan pertanyaan serupa sering muncul di platform X, terutama sejak Elon Musk membuka akses bagi khalayak nonpremium pada Desember 2024 silam. Melalui aplikasi kecerdasan buatan, pengguna bisa
menguji kesahihan suatu informasi dengan cara yang langsung
.

Belakangan pengguna semakin banyak beralih ke chatbot kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, atau Perplexity untuk menggantikan mesin pencari tradisional. Karena ketika Google dkk. hanya menyajikan informasi, AI merangkum jawabannya secara singkat dan padat untuk pengguna.

Seberapa akurat?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Tow Center for Digital Journalism di Universitas Columbia, yang dipublikasikan pada bulan Maret di Columbia Journalism Review (CJR) menunjukkan, delapan alat
pencarian berbasis AI generatif
gagal mengidentifikasi sumber kutipan artikel dengan benar dalam 60 persen kasus.

Perplexity dinilai sebagai yang paling akurat, dengan tingkat kesalahan “hanya” 37 persen. Sebaliknya, Grok—AI chatbot buatan xAI milik Elon Musk—mencatat tingkat kesalahan sebesar 94 persen. CJR pun mengungkapkan kekhawatiran serius atas “kepercayaan diri yang mengkhawatirkan” yang ditunjukkan oleh chatbot saat memberikan informasi yang ternyata keliru.

Sebagaimana ditulis dalam laporannya, ChatGPT salah mengenali sebanyak 134 artikel, namun di antara 200 respons yang diberikannya, hanya ada ketidakpastian tentang lima belas jawaban saja. Tidak satupun dari jawabannya memberikan penolakan atas pertanyaan tersebut. Penelitian ini mencatat bahwa kebanyakan bot percakapan cenderung enggan menolak menjawab pertanyaan yang diluar kemampuannya.

Ringkasan: Bahaya penyebaran informasi salah tetap besar.

Hasil dari dua penelitian terpisah — satu dilakukan oleh BBC dan satunya lagi oleh Universitas Colombia — mengungkapkan tren yang seragam: kecerdasan buatan pada chatbot masih belum bisa dipercaya sebagai sumber informasi primer untuk berita serta data penting. Selain menyajikan respons yang salah, sebagian besar juga mencantumkan petunjuk palsu atau materi yang tak pernah muncul dalam dokumen awalnya.

Dengan
meningkatnya penggunaan chatbot AI
oleh masyarakat, para pakar memperingatkan risiko serius terhadap penyebaran misinformasi. Salah satu bukti misinformasi oleh Grok disebutkan adalah pola jawabannya soal isu “genosida terhadap kulit putih” di Afrika Selatan,

“Pengguna harus tetap waspada dan kritis terhadap jawaban dari chatbot AI, terutama ketika berkaitan dengan isu-isu aktual atau kontroversial,” ujar Pete Archer, Direktur Program AI Generatif di BBC. “Sampai teknologi ini dapat menjamin akurasi dan transparansi, sebaiknya informasi dari chatbot tetap diperiksa silang dengan sumber berita terpercaya.”

Sumber tidak akurat, hasil menyesatkan

Pertanyaan pokok selanjutnya adalah di manakah chatbot kecerdasan buatan mendapatkan informasinya? Sumber-sumbernya meliputi database besar serta hasil pencarian internet. Keakuratan dan kualitas respon yang diberikan sangat tergantung pada cara pelatihan dan pemrograman yang digunakan untuk chatbot tersebut.

” Salah satu tantangan terkini yang hadapi adalah kedatangan banyak model bahasa besar (LLM) yang dipenuhi dengan informasi salah dan propaganda dari Rusia,” ungkap Tommaso Canetta kepada DW.

Canetta merupakan Deputi Direktur untuk tim verifikasi fakta Pagella Politica di Italia serta penanggung jawab verifikasi di observatorium media digital Eropa (EDMO).

“Jika sumbernya tidak tepercaya dan berkualitas rendah, maka jawabannya kemungkinan besar akan mencerminkan hal yang sama,” tambahnya. Dia mengaku sering kali menemukan jawaban chatbot yang “tidak lengkap, tidak akurat, menyesatkan, atau bahkan sepenuhnya salah.”

Saat AI mengarang cerita

Salah satu kasus paling mencolok terjadi pada April 2024, ketika chatbot Meta AI mengklaim di sebuah grup orang tua di Facebook bahwa ia memiliki seorang anak berbakat dengan disabilitas, lalu memberikan saran tentang pendidikan khusus.

Belakangan, chatbot tersebut meminta maaf dan mengaku bahwa ia tidak memiliki pengalaman pribadi atau anak, seperti yang dijelaskan oleh Meta kepada 404Media, yang pertama kali melaporkan kasus ini.

Meta menyatakan, chatbot adalah teknologi baru yang “mungkin tidak selalu memberikan jawaban yang diharapkan.” Sejak peluncuran, perusahaan mengklaim telah terus melakukan pembaruan dan peningkatan sistem.

Meski demikian, akibat dari penyebaran informasi yang salah dapat berdampak sangat besar. Sebagai contoh, pada bulan Agustus tahun 2024, usai Presiden Amerika Serikat Joe Biden memutuskan mundur dari proses pencalonannya, platform Grok mendistribusi kabar bohong yang menuduh Wakil Presiden Kamala Harris tak bakal tampil dalam daftar pemilih di sejumlah wilayah bagian. Kejadian itu lantas membuat Sekretaris Negara Bagian Minnesota, Steve Simon, merespons dengan cara mengirim pesan terbuka ke Elon Musk guna melambangkan protesnya tersebut.

Menghadapi kesulitan dalam menafsirkan ilustrasi yang diciptakan oleh kecerdasan buatan

Bukan cuma dalam teks, chatbot AI ternyata juga memiliki keterbatasan besar ketika harus mengenali gambar. Pada suatu percobaan sederhana, Deutsche Welle menginstruksi Grok untuk mendeteksi tanggal, tempat, serta latar belakang dari foto hasil AI yang menggambarkan api berkobar di gudang pesawat terbang. Foto itu sebenarnya diproses ulang dari klip TikTok.

Namun, dalam jawabannya, Grok menyebut gambar itu terkait dengan beberapa kejadian nyata di berbagai lokasi, seperti bandara di Salisbury (Inggris), Denver (AS), hingga Ho Chi Minh City (Vietnam)—padahal gambar tersebut tidak berkaitan dengan insiden manapun.

Yang lebih mengkhawatirkan, Grok justru menggunakan keberadaan watermark TikTok sebagai “bukti keaslian,” sembari dalam tab “detail lebih lanjut” menyatakan bahwa TikTok merupakan platform penyebar konten viral yang dapat menyesatkan jika tidak diverifikasi dengan baik.

Pada 14 Mei, Grok juga mengklaim bahwa video viral dalam bahasa Portugis, yang menunjukkan seekor anaconda raksasa di Amazon sepanjang ratusan meter adalah asli, meskipun jelas merupakan hasil manipulasi berbasis AI.

Kesimpulan: AI bukan alat pemeriksa fakta yang andal

Meski
chatbot AI kerap terlihat seperti ensiklopedia serba tahu
, kenyataannya tidaklah demikian. Mereka bisa salah, salah tafsir, dan bahkan bisa dimanipulasi.

Felix Simon, peneliti pascadoktoral di Oxford Internet Institute yang fokus pada AI dan berita digital, menyimpulkan bahwa sistem AI seperti Grok, Meta AI, dan ChatGPT “tidak seharusnya dianggap sebagai alat pemeriksa fakta.”

“Mereka bisa digunakan dengan hasil tertentu dalam konteks tersebut, tetapi sejauh mana mereka bisa diandalkan dan konsisten—terutama dalam kasus yang kompleks—masih belum jelas.”

Tommaso Canetta menambahkan bahwa chatbot AI mungkin berguna untuk pemeriksaan fakta yang sangat sederhana. Namun, dia memperingatkan agar tidak menaruh kepercayaan sepenuhnya pada mereka. Kedua pakar sepakat bahwa pengguna harus selalu membandingkan jawaban chatbot dengan sumber lain yang tepercaya.


Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman


Diadaptasi oleh Rizki Nugraha


Editor Agus Setiawan

ind:content_author: Matt Ford, Ines Eisele

AI Tanpa Etika: Ancaman Baru pada Kemanusiaan, Literasi Digital Sebagai Benteng Pertama

0


Zona Gadget

– Ancaman utama dari teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak berada di kecepatannya, tetapi lebih kepada kurangnya pedoman etika yang mengiringinya. Pesan tegas ini dikemukakan oleh Irwasum Polri, Komjen Prof. Dedi Prasetyo, sekaligus Guru Besar dalam Bidang Hukum dan Etika Teknologi dari Unissula.

Dalam pandangannya, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai secara lebih relevan dengan zaman. Bila dahulu bangsa bangkit dari penjajahan fisik, maka kini Indonesia harus bangkit dari ancaman digital yang tak kasatmata.

“Kita sedang membiarkan mesin mengambil alih akal, hati, bahkan keadilan,” ujarnya.

Dedi menyoroti kasus di Amerika Serikat yang melibatkan AI “Cybercheck” dalam ribuan perkara hukum. Ia mencontohkan pria di Ohio yang divonis penjara seumur hidup hanya berdasarkan skor risiko dari algoritma.

“Tanpa adanya saksi atau bukti materiel, yang tersisa hanyalah algoritme. Hal ini sungguh membahayakan dan tak seharusnya terjadi di Indonesia,” katanya.

Dia juga menggarisbawahi persidangan perkara pembunuhan di Arizona, tempat keterangan korban dikomposisi oleh AI menggunakan sistem tertentu.
victim impact statement
Hal tersebut mengundang pertanyaan mendasar tentang siapa sesungguhnya orang yang berbicara di dalam ruangan sidang.

“Ketika AI menulis pernyataan atas nama korban yang telah meninggal, kita harus bertanya — siapa yang sebenarnya berbicara? Apakah kita masih manusia, atau hanya operator bagi program-program prediktif yang dingin dan tak punya nurani?” ujarnya.

Ia mengajak publik untuk tidak kehilangan kendali atas teknologi, terutama dalam pengambilan keputusan penting. Ia menegaskan bahwa manusia harus tetap menjadi pusat dari setiap proses yang dijalankan oleh teknologi.

“Berdirilah dengan penuh kemanusiaan. Jangan biarkan mesin mengambil alih pengambilan keputusan tentang hidup Anda, hukum, atau hubungan interpersonal. Sebab begitu kita yakin bahwa mesin mengetahui semua hal, berarti kita sudah kehilangan esensi menjadi seorang manusia,” ungkapnya.

Menurut Dedi, kehadiran AI hari ini bukan lagi tema fiksi ilmiah, tetapi sudah menyatu dalam kehidupan nyata. Ia menyebut dari ruang sidang hingga layar ponsel, manusia kini berhadapan dengan entitas digital yang terus berkembang, namun tanpa nurani.

“Hari Kebangkitan Nasional adalah momen untuk menegaskan: manusia harus tetap jadi pusat dari kemajuan, bukan korban dari kecanggihan,” ujarnya.

Senada dengan Dedi, pakar literasi digital dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, juga menyoroti dominasi AI dalam ranah pribadi. Ia menyebutkan bahwa hal ini telah membawa masyarakat ke titik yang mengkhawatirkan.

“Apabila 80% generasi Z siap menikahi AI, ini lebih dari sekedar trend—itu merupakan indikator bahwa kita mulai kehilangan keyakinan terhadap hubungan antar manusia,” jelas Devie, mengutip penelitian yang dirilis oleh Forbes bulan April kemarin.

Dia mengecam kedekatan semu yang dibangun oleh chatbot seperti Character.ai, hal ini malah membuat generasi muda lebih lepas dari interaksi langsung. Sebuah insiden parah tercatat di Florida ketika seorang remaja melakukan bunuh diri usai membangun ‘keterikatan emosi’ dengan bot AI tersebut.

“AI tidak memiliki jiwa. Namun, kita menganggapnya seakan-akan memiliki belas kasihan. Ini adalah poin utama krisis kehumanian kita,” ungkap Devie, asisten profesor dari Program Vokasi UI.

Ia juga mengangkat kasus viral dari Yunani, ketika seorang istri menceraikan suaminya hanya karena ChatGPT ‘memprediksi’ perselingkuhan melalui tafsir pola ampas kopi. Bagi Devie, hal ini menggambarkan bagaimana kepercayaan pada teknologi kini melebihi logika dan komunikasi antarmanusia.

“Teknologi sudah menjadi nabi digital. Dan masyarakat mulai mempercayainya lebih dari logika dan dialog,” katanya prihatin.

Menurut Devie, literasi digital sudah semestinya disejajarkan dengan pendidikan dasar. Ia menilai, pemahaman masyarakat terhadap risiko teknologi sangat krusial di era saat ini.

“Bangkitan tidak bisa terwujud jika tak ada orang yang memahami cara kerja teknologi, potensi berbahayanya, serta kapan perlu menghentikan penggunaannya,” katanya dengan tegas.

Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pengembangan AI, tetapi juga membangun regulasi dan kerangka etik yang kuat. Ia memperingatkan agar Indonesia tidak mengulang kesalahan negara lain dalam pengawasan teknologi.

“Indonesia harus belajar dari kasus-kasus di luar negeri. Kita tidak ingin Clearview AI atau perangkat pengawasan massal hadir di kota-kota kita tanpa persetujuan publik,” lanjut Devie.

Sebagai penutup, Devie menekankan bahwa teknologi boleh berkembang, namun nilai-nilai kemanusiaan harus tetap tumbuh dan dijaga.

“Kebangkitan sejati adalah saat kita mampu menggunakan teknologi tanpa kehilangan jati diri,” paparnya.

Smartphone Infinix NOTE 50X 5G+ Dengan Performa Gahar dan Sertifikasi Militer, Harganya Cuma 2 Jutaan!

0


RUBLIK DEPOK

– Infinix kembali menggebrak pasar smartphone Indonesia dengan menghadirkan Infinix NOTE 50X 5G+, sebuah perangkat yang mengombinasikan teknologi 5G super cepat dengan bodi tangguh bersertifikasi militer. Didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang aktif dan dinamis, smartphone ini menawarkan performa tinggi, ketahanan ekstra, serta harga yang sangat bersahabat di kisaran Rp2 jutaan.

Performa Optimal Berbasis Chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate

Infinix NOTE 50X 5G+ didukung oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate yang diproduksi menggunakan teknologi pemrosesan 4 nanometer terkini. Teknologi tersebut bukan saja menjamin kinerja energi yang efisien, namun juga menyediakan kemampuan performa handal untuk berbagai aktivitas pengguna. Baik itu melakukan tugas multi-aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, nonton streaming video, atau main game ringan, semuanya bisa dilakukan dengan mulus dan bebas gangguan.

Kombinasi ini menghasilkan pengalaman penggunaan yang mulus, cepat, dan responsif. Prosesor yang hemat energi juga berkontribusi pada daya tahan baterai yang lebih lama, memungkinkan aktivitas pengguna berjalan lebih produktif tanpa sering melakukan pengisian daya.

Layar Besar Beresolusi Tinggi dengan Kecepatan Pembaruan 120Hz untuk Tampilan yang Lebih Lembut

Ponsel pintar ini dilengkapi dengan layar LCD seluas 6,67 inci yang memiliki resolusi HD+. Layarnya juga didukung oleh kecepatan pembaruan 120Hz, menjadikan tampilan dan scroll halus ketika menggulirkan konten atau beralih antara aplikasi. Ini memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk merasakan hiburan visual berkualitas tinggi saat streaming film, memainkan game, ataupun menjelajahi platform media sosial mereka.

Tata letak layar dengan bingkai sempit dan sisi datar memberikan penampilan yang canggih dan stylish. Desain seperti itu pun mempermudah pegangan tangan Anda, menjadikannya lebih nyaman digunakan untuk jangka panjang tanpa merasa lelah.

Ketahanan Kelas Militer dengan Sertifikasi MIL-STD-810H

Salah satu keunggulan utama Infinix NOTE 50X 5G+ adalah ketahanannya yang telah diuji dan mendapat sertifikasi MIL-STD-810H, standar ketahanan militer yang biasanya hanya dimiliki perangkat kelas premium. Sertifikasi ini menjamin smartphone tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim seperti suhu tinggi, kelembaban, guncangan, hingga benturan.

Dengan sertifikasi ini, pengguna tak perlu khawatir jika smartphone terjatuh atau digunakan dalam kondisi lingkungan yang keras. Infinix NOTE 50X 5G+ siap mendampingi kegiatan sehari-hari, termasuk aktivitas outdoor dan pekerjaan lapangan yang menuntut perangkat tahan banting.

Kamera 50MP dengan Fitur AI Unggulan Untuk Membuat Karya Fotografi dan Videography

Infinix menyediakan kamera utama di bagian belakang ponsel NOTE 50X 5G+ dengan resolusi 50MP dan aperture f/1.6. Kamera tersebut dapat menciptakan gambar yang tajam dan rinci, termasuk saat kondisinya redup. Ponsel ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur AI seperti mode Malam Superior untuk meningkatkan mutu fotografi dimalam hari, mode Rekaman Ganda agar bisa merekam menggunakan kedua kameranya secara bersamaan, serta mode Vlog untuk membantu pengguna membuat konten video deengan mudah dan cepat.

Campuran perangkat keras dan lunak ini sangat membantu bagi pemakaian oleh generasi muda yang suka merekam setiap acara sehari-hari serta berbagi hasilnya di platform media sosial dengan kualitas foto terbaik.

Baterai Besar dan Teknologi Fast Charging 45W

Infinix NOTE 50X 5G+ mengusung baterai berkapasitas 5200mAh yang dirancang untuk menemani aktivitas seharian penuh tanpa harus sering mengisi ulang. Kapasitas besar ini sangat pas untuk pengguna yang aktif dan membutuhkan perangkat yang tahan lama.

Teknologi pengisian cepat 45W All-Round FastCharge memungkinkan pengisian daya berlangsung singkat namun efektif, menghemat waktu pengisian hingga penuh. Tidak hanya itu, fitur reverse charging juga disematkan, memungkinkan smartphone ini menjadi power bank dadakan untuk mengisi perangkat lain seperti earphone atau ponsel teman yang kehabisan baterai.

Memori dan Fitur Pendukung untuk Kebutuhan Modern

Infinix menyediakan konfigurasi memori besar dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB pada NOTE 50X 5G+. Kapasitas ini memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyimpan berbagai aplikasi, game, dokumen, hingga koleksi foto dan video tanpa takut cepat penuh.

Smartphone ini juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung yang mempermudah kehidupan digital, antara lain NFC untuk kemudahan pembayaran digital dan transfer data tanpa kontak fisik, Dual Speakers untuk pengalaman audio stereo yang lebih kaya, serta Infrared Blaster yang dapat mengontrol berbagai perangkat elektronik rumah secara praktis melalui ponsel.

Desain Stylish dan Pilihan Warna Menarik

Infinix NOTE 50X 5G+ tampil dengan gaya kontemporer dalam dua pilihan warna yakni Titanium Grey dan Sunset Spice Pink. Tidak cuma menarik secara visual, desainnya juga mengedepankan kenyamanan pengguna agar mudah dipegang serta praktis untuk dibawa kemana-mana.

Harga dan Ketersediaan

Smartphone ini dibanderol dengan harga standar Rp2.599.000, tetapi selama masa launching khusus, bisa didapat dengan diskon menjadi Rp2.399.000 untuk tipe RAM 8GB + 256GB. Peluncurannya pertama kali akan dilaksanakan secara eksklusif lewat situs e-commerce dimulai dari tanggal 19 Mei 2025, memungkinkan konsumen memiliki ponsel 5G berkualitas tinggi tersebut dengan biaya yang lebih terjangkau.

Ringkasan: Solusi Ideal bagi Remaja Aktif

Dengan kemampuan handal, layar lebar berrefresh rate tinggi, kamera berkualitas tinggi, sertifikasi ketahanan militer, serta baterai bertenaga, Infinix NOTE 50X 5G+ menjadi opsi sempurna untuk generasi muda yang menginginkan perangkat multifungsional dan tangguh. Kelebihan-kelebihannya ini tersedia dengan banderol harga bersahabat, menjadikannya pesaing kuat di rentang pasaran smartphone seharga dua juta rupiah lebih sedikit.

Apabila Anda mengejar kinerja tinggi, ketahanan yang baik, serta memiliki banyak fitur dalam sebuah perangkat, Infinix NOTE 50X 5G+ layak untuk dipikirkan menjadi ponsel pintar utama selanjutnya.

Innovasi Terbaru 2025: Infinix GT 30 Pro Untuk Gamers dan Fotografer Muda

0


POTENSI BISNIS –

Pada tahun 2025, Infinix akan meluncurkan berbagai inovasi terbarunya termasuk Infinix GT 30 Pro. Ponsel pintar tersebut dibekali dengan sejumlah fitur canggih yang dirancang khusus bagi generasi muda antara umur 25 hingga 30 tahun yang menginginkan kecepatan tinggi dalam hal gaming serta kamera berkualitas handal.

Infinix GT 30 Pro bukan saja menyajikan spesifikasi unggul di kelasnya, namun juga memiliki desain canggih yang menjadikannya istimewa dibanding perangkat lain.

Gaya Desain Menakjubkan Berpadu dengan Unsur Permainan

Saat pertama kali memandanginya, Anda pasti langsung jatuh cinta pada penampilan luar biasa dari Infinix GT 30 Pro. Ponsel ini memiliki ukuran 163.7 x 75.8 x 7.99 mm serta bobot sebesar 188 gram sehingga sangat enak untuk digenggam. Lebih lanjut lagi, Infinix GT 30 Pro telah mendapatkan sertifikat IP64 yang menunjukkan bahwa perangkat tersebut mampu bertahan dari serbuan debu dan percikan air, menjadikannya lebih aman dipergunakan dalam beragam situasi.

Hal yang paling menggoda adalah desain lampu RGB pada bagian belakang yang menciptakan atmosfer permainan yang mendalam. Selanjutnya, tombol trigger (R1 dan L1) tambahan ini akan semakin mengeraskan sensasi bermainmu, membuatmu merasakan seperti sedang menggunakan konsol portabel dalam genggamannya.

Tampilan Tajam dan Cepat pada Layar AMOLED dengan Kecepatan Refresh 144Hz

Tampilan visual menjadi fitur unggulan pada Infinix GT 30 Pro. Perangkat ini dilengkapi dengan layar AMOLED berukuran 6,78 inci yang memiliki resolusi 1224 x 2720 piksel serta aspek rasio 20:9. Ini memberikan pengguna kesempatan untuk menikmati gambar yang begitu jelas dan warna yang vivid.

Selain itu, tingkat refresh rate yang mencapai 144 Hz menjamin bahwa semua pengguliran dan gerakan saat bermain game akan terlihat sangat halus tanpa adanya penundaan. Daya cerah layarnya juga luar biasa dengan intensitas maksimum sebesar 1500 nit (HBM), bahkan dapat meningkat hingga 4500 nit, sehingga tampilannya tetap jernih meskipun digunakan di bawah sinaran matahari langsung.

Selain itu, perlindungan dengan kaca Corning Gorilla Glass 7i akan melindungi layar dari goresan dan tabrakan yang tidak disangka.

Kinerja Garang untuk Permainan Game dan Tugas Serentak

Meski memiliki tampilan luar biasa, Infinix GT 30 Pro didukung oleh chipset MediaTek Dimensity 8350. Processor delapan inti ini mampu menjalankan berbagai jenis aplikasi serta permainan berat dengan lancar. Diperkuat pula dengan GPU Mali G615-MC6, sehingga memberikan pengalaman gaming lebih mendalam dengan visual yang mengesankan.

Agar kemampuan tangguhnya dapat dioptimalkan, Infinix GT 30 Pro hadir dengan opsi RAM sebesar 8GB atau 12GB LPDDR5X, bersama-sama storage internel 256GB maupun 512GB UFS 4.0. Gabungan tersebut menjamin bahwa penggunaan beberapa aplikasi secara simultan akan tetap lancar sementara juga memberi kapasitas penyimpanan ekstra besar untuk seluruh dokumen dan program Anda.

abadikan momen istimewa menggunakan kamera 108 MP OIS

Bukan cuma handal di bidang gaming, Infinix GT 30 Pro pun cocok bagi para pecinta fotografi. Kameranya memiliki resolusi tinggi yaitu 108 MP (lebar), dilengkapi dengan teknologi PDAF dan OIS. Teknologi OIS ini membantu menghasilkan foto yang stabil tanpa getaran, termasuk saat pencahayaan tidak optimal. Selain itu ada pula kamera ultra lebar beresolusi 8 MP untuk menangkap gambar dengan sudut pandang yang lebih luas. Berbagai fitur tambahan seperti lampu kilat LED, mode HDR, serta panorama ikut menyempurnakan kegiatan fotografi Anda.

Untuk perekaman video, kamera belakang mampu merekam hingga 4K@30/60fps dengan stabilisasi gyro-EIS, menghasilkan video yang jernih dan stabil. Sementara itu, kamera depan 13 MP (wide) juga mampu merekam video 4K@30fps, cocok untuk kamu yang sering membuat vlog atau video selfie.

Koneksi Luas serta Daya Tahan Baterai yang Handal

Untuk urusan konektivitas, Infinix GT 30 Pro tidak main-main. Dilengkapi dengan Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, Infrared, NFC, dan GPS yang lengkap, kamu akan selalu terhubung dengan mudah. Port USB Tipe-C 2.0 dengan USB On-The-Go juga memudahkan transfer data.

Daya tahannya pun patut diacungi jempol berkat baterai Li-Po 5500 mAh. Kamu tidak perlu khawatir kehabisan daya saat sedang asyik bermain game atau membuat konten.

Menariknya, ponsel ini mendukung pengisian cepat 45W dan pengisian cepat nirkabel 30W, bahkan ada fitur pengisian balik dan bypass charging yang sangat berguna.

Sistem Operasi Terbaru dan Fitur Canggih Lainnya

Saat dirilis, Infinix GT 30 Pro langsung berjalan dengan Android 15 dan antarmuka XOS 15. Infinix juga menjamin update OS sebanyak 2 kali dan update security selama 3 tahun, jadi kamu akan selalu mendapatkan fitur dan keamanan terbaru. Fitur-fitur lain yang melengkapi ponsel ini antara lain fingerprint (optik, di bawah permukaan layar), berbagai sensor esensial seperti akselerometer, proksimitas, cahaya, giroskop, dan kompas.

Sayangnya, jack audio 3.5mm tak ada di sini. Akan tetapi, Anda bakal disuguhi speaker stereo serta mikrofon ganda demi menikmati pengalaman suara yang makin mendalam. Infinix GT 30 Pro tampil dengan opsi warna Dark Flare, Shadow Ash, dan Blade White yang kesemuanya tampak trendy dan elegan.

Harga dan Ketersediaan

Infinix GT 30 Pro hadir dengan banderan harga yang bersaing. Varian berkapasitas 8GB RAM | 256GB penyimpanan internal dapat Anda miliki dengan membayar Rp 3.999.000,- sedangkan versi superior dengan 12GB RAM | 512GB ruang penyimpanan dikenakan biaya Rp 4.699.000,- . Mengingat semua spesifikasi serta fiturnya, harganya terbilang sangat menggoda bagi ponsel pintar generasi 2025 ini.

Meskipun belum tersedia secara resmi di Indonesia, Infinix GT 30 Pro hadir dengan sejuta kelebihan dan cocok untuk Anda yang menginginkan perangkat pintar berkualitas premium pada tahun 2025 ini. Smartphone ini dilengkapi dengan kemampuan kamera canggih serta performa luar biasa. ***

Kamera Zeiss vs Leica pada Smartphone: Mana yang Unggul seperti DSLR? Temukan Jawabannya di Sini!

0


Zona Gadget

– Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi kamera pada smartphone telah mencapai titik di mana hasil foto yang dihasilkan bisa bersaing dengan kamera DSLR. Dua nama besar yang sering muncul dalam diskusi ini adalah Zeiss dan Leica. Kedua perusahaan ini dikenal dengan lensa berkualitas tinggi yang digunakan dalam berbagai kamera, termasuk kamera smartphone. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbandingan antara kamera smartphone yang menggunakan lensa Zeiss dan Leica, serta mana yang lebih tajam dan detail, setara dengan DSLR.

Sejarah dan Reputasi


Zeiss

Zeiss adalah perusahaan Jerman yang telah berdiri sejak tahun 1846, dikenal karena inovasi dalam bidang optik dan teknologi lensa. Zeiss telah menjalin kemitraan dengan berbagai produsen smartphone, termasuk Nokia dan Sony. Lensa Zeiss terkenal karena ketajaman dan kemampuannya menangkap detail yang halus, serta reproduksi warna yang akurat.


Leica

Leica, juga berasal dari Jerman, memiliki sejarah yang sama panjangnya dalam dunia fotografi. Dikenal karena kamera dan lensa premium, Leica telah menjadi simbol kualitas dan keunggulan dalam dunia fotografi. Kemitraan Leica dengan produsen smartphone seperti Huawei telah membawa teknologi lensa berkualitas tinggi ke dalam dunia smartphone. Lensa Leica juga terkenal dengan karakteristik bokeh yang indah dan kemampuan menangkap cahaya rendah yang baik.

Teknologi Lensa


Lensa Zeiss

Lensa Zeiss sering kali menggunakan teknologi seperti T* coating untuk mengurangi flare dan ghosting, serta meningkatkan kontras. Teknologi ini memungkinkan lensa Zeiss untuk menangkap gambar yang tajam dan jernih di berbagai kondisi pencahayaan. Selain itu, lensa Zeiss dirancang dengan presisi tinggi, yang membantu menghasilkan detail yang lebih baik pada gambar.


Lensa Leica

Lensa Leica, di sisi lain, terkenal dengan desain optik yang unik. Mereka sering menggunakan elemen aspherical untuk mengurangi distorsi dan aberrasi, yang sangat penting dalam menghasilkan gambar berkualitas tinggi. Leica juga menekankan pada reproduksi warna yang alami dan bokeh yang lembut, yang membuat gambar terlihat lebih estetis.

Kualitas Gambar


Ketajaman dan Detail

Ketajaman dan detail adalah dua aspek yang sangat penting dalam fotografi. Dalam perbandingan antara lensa Zeiss dan Leica, banyak pengamat berpendapat bahwa kedua lensa ini menawarkan tingkat ketajaman yang sangat baik. Namun, hasil dapat bervariasi tergantung pada model smartphone yang digunakan.

Umumnya, lensa Zeiss biasanya menghasilkan kualitas gambar yang lebih tajam di bagian pusat, sementara lensa Leica kerap menyuguhkan tingkat detail yang lebih seimbang secara keseluruhan pada setiap sudut fotonya. Akan tetapi, keistimewaan Leica dalam hal pengecapan warna serta efek bokeh tak dapat diremehkan, terutama untuk para pencinta foto dengan estetika yang lebih unggul.


Performa dalam Pencahayaan Rendah

Pada situasi dengan penerangan kurang ideal, kedua jenis lensa yaitu Zeiss dan Leica punya kelebihan tersendiri. Lensa Leica umumnya dipandang unggul dalam mereproduksi detil saat bekerja di lingkungan redup, ini karena konstruksinya yang membolehkan lebih banyak sinar masuk. Di sisi lain, lensa Zeiss tetap dapat menciptakan hasil foto berkualitas walaupun bisa jadi tak setajam lensa buatan Leica dalam kondisi gelap.

Pengalaman Pengguna


Antarmuka dan Fitur

Kedua smartphone yang dilengkapi dengan lensa Zeiss dan Leica sering kali memiliki antarmuka pengguna yang dirancang untuk memaksimalkan pengalaman fotografi. Misalnya, smartphone dengan lensa Zeiss mungkin memiliki fitur seperti mode Pro yang memungkinkan pengguna untuk mengatur ISO, kecepatan rana, dan fokus manual. Di sisi lain, smartphone dengan lensa Leica sering kali menonjolkan pengaturan yang lebih artistik, dengan berbagai filter dan mode bokeh yang menarik.


Kompatibilitas Aplikasi

Keduanya juga menawarkan berbagai aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengedit foto langsung di smartphone. Smartphone dengan lensa Leica sering kali terintegrasi dengan aplikasi Leica, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur berbagai parameter dan mendapatkan hasil yang lebih sesuai dengan preferensi mereka.

Harga dan Aksesibilitas

Satu aspek yang wajib diperhatikan ialah biaya. Perangkat berbasis kamera Leica umumnya memiliki harga tinggi dibandingkan model yang memakai lensa Zeiss. Hal ini dapat jadi poin utama untuk para pembeli yang mengincar performa optimal namun tidak mau mengeluarkan anggaran terlalu banyak.

Pada perbedaan antara kamera ponsel Zeiss dan Leica, tak terdapat jawaban mutlak mengenai siapa yang lebih superior. Masing-masing punya kelebihan serta ciri khas tersendiri sehingga menjadikan mereka istimewa. Lensa Zeiss bisa jadi lebih handal pada tingkat tajamness bagian pusat foto, sementara itu lensa Leica memberikan hasil warna dan efek blur latar belakang dengan nuansa seninya sendiri.

Diakhirannya, memilih di antara Zeiss dan Leica bergantung pada selera individu serta persyaratan foto setiap kameramen. Untuk mereka yang mengejar presisi tinggi dan detil, lensa Zeiss mungkin akan lebih sesuai. Sementara itu, untuk mereka yang sangat menjunjung nilai seni dan ciri khas dari gambarnya, lensa Leica dapat jadi alternatif yang tepat.

Seiring perkembangan teknologi, diharapkan kedua perusahaan tersebut akan tetap mendorong pembaruan, mengangkat standar kamera pada ponsel pintar mereka hingga mencapai level yang lebih tinggi, serta semakin menyempurnakan mutu gambarnya agar sebanding dengan hasil dari kamera DSLR.

Cincin Cerdas Acer FreeSense di Computex: Lacak Kesehatan dengan Teknologi AI

0


TAIPEI, Zona Gadget

– Acer meluncurkan FreeSense Ring, sebuah cincin pintar pada acara besar Computex 2025 di Taipei, Taiwan. Ini menjadi perhiasan cerdas pertamanya, sementara Acer terkenal sebagai produsen notebook, PC, serta perangkat elektronik lainnya.

Acer FreeSense Ring tampak mirip dengan cincin biasa secara sekilas. Akan tetapi, perangkat tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor yang dapat memudahkan pengguna dalam melacak kegiatan dan mengukur beberapa parameter kesehatan.

Pendeteksinya dipasang pada gelang, jadi kurang nampak secara kasat mata saat dikenakan.

Cincin cerdas ini dirancang dengan bahan campuran titanium. Untuk meningkatkan penampilannya serta ketahanannya, Acer mengaplikasikan metode pelapisan PVD pada permukaan cincin tersebut.

Berkat sensor dan dukungan teknologi kecerdasan buatan (
artificial intelligence
/AI), Acer FreeSense Ring dilengkapi dengan fitur yang dapat mengawasi sejumlah parameter kesehatan termasuk denyut jantung, variasi denyut jantung, kadar oksigen di darah, serta mutu tidur dan derajat stres Anda.

Informasi dari pantuan itu kemudian bisa diakses melalui aplikasi Acer Ring, memungkinkan para penggunanya untuk mendapatkan wawasan dan saran tentang langkah berikutnya yang harus diambil.

Acer mengatakan bahwa seluruh informasi pengawasan tersedia dengan bebas tanpa dikenakan biaya langganan. Perangkat lunak ini dapat diinstal pada ponsel cerdas atau tablet Anda.

Acer FreeSense Ring memiliki baterai yang diklaim mampu menjaga perangkat tetap beroperasi hingga kira-kira empat hari. Perhiasan ini pun telah dilengkapi dengan sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air, yaitu tingkat IP68 dan 5 ATM.

FreeSense Ring tersedia dalam dua pilihan warna yakni rose gold serta
finishing
matte
dan hitam
glossy
.

Cincin unik ini mempunyai tebal 2,6 millimeter, lebar 8 mm dengan berat antara 2 sampai 3 gram. Produk tambahan ini hadir dalam pilihan size dari 7 hingga 13.

Acer FreeSense Ring kini hanya tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat. Dibandrol dengan harga awal 199 dolar AS (kira-kira Rp 3,2 juta).

Kehadiran aksesori ini menurut Acer mencirikan penyebaran produk perusahaannya ke ranah perangkat berbasis AI seperti wearable technology.

“Acer juga memamerkan solusi mobilitas elektrik termasuk skuter elektrik, sepeda listrik dan aksesori, menunjukkan strategi inovasi kami untuk menunjang kesehatan, konektivitas dan mobilitas,” kata pihak Acer.