Minggu, Mei 17, 2026
Beranda blog Halaman 722

Studi Ungkap: ChatGPT Dapat Mengurangi Kemampuan Pikiran Kritis Manusia

0


ZONA GADGET,

JAKARTA — Penelitian dari MIT Media Lab menyajikan hasil penemuan terbaru tentang pemanfaatan
ChatGPT
pada kegiatan belajar dan menulis.

Melansir laman TIME pada Kamis (19/6/2025) penelitian tersebut menunjukkan penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT dapat menurunkan keterlibatan
otak
serta melemahkan kemampuan berpikir
kritis
terutamanya di kalangan pemuda.

Pada penelitian itu, 54 peserta yang berumur antara 18 sampai 39 tahun dan berasal dari area Boston dipartisi menjadi tiga grup. Mereka diajak untuk menyusun essay SAT dengan menerapkan tiga teknik yang berlainan yaitu memakai ChatGPT, serta mengunakan mesin telusuri.
Google
, dan tanpa bantuan teknologi apa pun.

Aktivitas otak mereka direkam dengan elektroensefalogram (EEG) yang memantau 32 area otak. Hasilnya menunjukkan kelompok pengguna ChatGPT memiliki tingkat keterlibatan otak terendah dan menunjukkan performa yang lebih buruk secara linguistik, perilaku, maupun neurologis dibanding dua kelompok lainnya.

Dengan berlalunya waktu, para responden dalam penelitian ini tampak menjadi kurang aktif dalam kegiatan menulis. Diakhir studi tersebut, mayoritas hanya mengambil langsung output yang dihasilkan oleh ChatGPT tanpa mencoba memproses ulang informasi tersebut.

Karya mereka dianggap sangat serupa, dengan penggunaan frase yang identik serta kurangnya ide-ide asli. Para penilai dari bidang bahasa Inggris menyatakan bahwa esai-esainya terkesan dangkal dan gagal mencerminkan pemahaman mendalam. Pemindaian aktivitas otak keduanya pun memperlihatkan adanya tingkat kecil kendali atas fungsi eksekutif dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi secara optimal.

Sebaliknya, grup yang menyusun teks tanpa dukungan teknologi malah memperlihatkan aktifitas otak yang lebih intens. Mereka nampak lebih berinovasi, lebih antusias dengan subjek diskusi, serta merasa lebih puas dan mengklaim kepemilikan atas hasil kerja mereka.

Sementara itu, kelompok yang menggunakan Google Search juga menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dan keterlibatan otak yang aktif.

Para partisipan kemudian diminta menulis ulang salah satu esai yang sudah mereka buat sebelumnya, tetapi kali ini kelompok pengguna ChatGPT tidak boleh lagi menggunakan alat tersebut.

Hasilnya, mereka kesulitan mengingat isi esai yang mereka tulis sebelumnya. Aktivitas gelombang otak mereka menunjukkan lemahnya proses ingatan yang seharusnya terbentuk saat menulis.

Sebaliknya, kelompok yang sebelumnya menulis tanpa bantuan teknologi dan kini diperbolehkan menggunakan ChatGPT justru menunjukkan peningkatan konektivitas otak yang signifikan.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi untuk membantu pembelajaran, selama diterapkan dengan benar dan tidak mengambil alih fungsi pemikiran manusia.

Studi ini masih dalam tahap pra-tinjau sejawat (pre-review), tetapi penulis utama Nataliya Kosmyna memilih untuk merilisnya lebih awal karena khawatir dampaknya terhadap anak-anak yang kini mulai menggunakan AI untuk tugas sekolah.

Dia menegaskan otak yang sedang berkembang adalah kelompok paling rentan terhadap dampak negatif penggunaan AI secara berlebihan.

“Alasan yang mendorong saya untuk merilisnya saat ini, sebelum proses peninjauan selesai, adalah ketakutan bahwa dalam beberapa bulan mendatang bisa ada kebijakan serupa dengan Chat GPT untuk tingkat pendidikan dasar. Hal itu sungguh sangat berbahaya,” jelas Kosmyna.

Psikiater anak dan remaja Dr. Zishan Khan turut menegaskan hal ini. Menurutnya, ketergantungan pada AI bisa mengganggu proses perkembangan kognitif, melemahkan kemampuan untuk mengakses informasi, mengingat fakta, hingga menurunkan ketahanan mental.

Menariknya, pada saat paparan ini diterbitkan, banyak pengguna media sosial segera memanfaatkan Big Language Models (BLM) seperti ChatGTP untuk merangkum dan menyebarluaskan konten dari laporannya.

Namun, Kosmyna menyatakan telah mempersiapkan diri terhadap kemungkinan tersebut dan dengan sengaja meletakkan beberapa jebakan di dalam makalahnya, termasuk petunjuk khusus bagi kecerdasan buatan agar hanya fokus pada sebagian konten tertentu saja.

Akhirnya, berbagai rangkuman tentang kecerobohan AI sering kali salah, termasuk klaim bahwa penelitian ini mempergunakan GPT-40, meskipun tak ada rincian spesifik mengenai versi ChatGPT itu di laporannya. Saat ini, Kosmyna serta timnya sedang fokus pada riset lebih jauh soal akibat dari penerapan teknologi AI dalam sektor coding atau pemrograman.

Awalnya, menurut pendapatnya, hasil tersebut malah semakin membuat cemas. Apabila perusahaan mengganti programmer pemula dengan kecerdasan buatan (AI), mungkin akan terjadi peningkatan dalam hal efisiensi, namun risikonya adalah kemampuan untuk berpikir secara kritis serta kreativitas pegawai lain dapat merosot.

Penelitian-penelitian tentang efek kecerdasan buatan masih relatif baru. Penelitian yang dilakukan Harvard bulan Mei kemarin mencatat bahwa AI bisa meningkatkan produktivitas, namun di sisi lain turut mengurangi semangat kerja.

Meskipun demikian, MIT pernah mengundurkan diri dari kontribusi terhadap makalah lain yang menyatakan bahwa kecerdasan buatan bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan signifikan.

Sampai saat ini, OpenAI belum menanggapi temuan dari penelitian tersebut. Sebelumnya, perusahaan ini bekerja sama dengan Wharton telah menerbitkan petunjuk bagi guru-guru tentang cara mengoptimalkan penggunaan AI dalam dunia pendidikan.

Video AI Diklaim Sebagai Serangan Iran ke Tel Aviv: Kebohongan atau Kebenaran?

0

Dua video hasil buatan teknologi akal imitasi (AI) diklaim memperlihatkan kondisi kota Tel Aviv dan bandara internasional Ben Gurion yang porak-poranda. Video menyebar setelah Iran meluncurkan misil ke arah Israel untuk membalas serangan di fasilitas nuklir dan militer mereka. Kedua video itu pertama kali diunggah sebuah akun TikTok yang sering membuat konten-konten AI.

“Kondisi Tel Aviv pasca serangan Iran…!!!,” tulis keterangan sebuah video yang

diunggah

pada Facebook terjadi pada tanggal 15 Juni 2025.

Video tersebut menunjukkan kerusakannya pada satu bandar udara.

Klip serupa juga beredar di Facebook, memperlihatkan kerusakan pada beberapa gedung pencakar langit di sebuah kota.

“Kondisi terkini kota tel Aviv zionis Israel akibat serangan balasan ratusan rudal hipersonik Iran yg menjebol iron dome ( pertahanan udara ) zionis Israel,” tulis keterangan

video kedua

yang diposting di Facebook pada 17 Juni 2025.

Video yang menunjukkan seperti adanya kerusakan di bandara Israel tersebut pun disebarluaskan.
TikTok
dan
Instagram
.

Selain itu, video yang dituduh menggambarkan kerusakan pada bangunan pencakar langit di Tel Aviv pun telah tersebar secara luas.
YouTube
dan di
TikTok
.

Postingan tersebut beredar setelah Israel menyerang fasilitas nuklir dan pangkalan militer milik Iran dengan
rentetan misil
pada 13 Juni (
tautan arsip
Serangan yang dilancarkan Israel tersebut mengakibatkan kematian beberapa pejabat tingkat tinggi dari milisi Iran dan menyebabkan tensi meningkat.
serangan balasan
(
tautan arsip
).

Israel mengumumkan bahwa operasi militer yang dilancarkannya bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Aklaim tersebut sudah ditolak oleh pihak Teheran.

Iran dan Israel saling membalas serangan dalam
konfrontasi paling sengit
sepanjang sejarah mereka (
tautan arsip
). Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik besar-besaran di Timur Tengah.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan minimal 224 jiwa melayang dan 1.200 orang cedera di wilayah mereka. Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel menginformasikan adanya 24 korban meninggal dunia serta 592 luka-luka dari segi mereka.

Meskipun rangkaian misil dan
drone
dari Iran mengenai beberapa kota di Israel, video yang beredar tidak memperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan Iran.

Video buatan AI

Pencarian
gambar terbalik
menggunakan
potongan gambar
Video perdana — yang menggambarkan kerusakan di sebuah bandara — ditemukan dalam klip serupa yang diposting oleh seorang individu.
akun TikTok
yang sering membagikan video-video buatan AI (
tautan arsip
).

Pengguna tersebut tidak menjawab pertanyaan AFP terkait video yang ia bagikan.

Klip yang diklaim memperlihatkan “bandara Tel Aviv” dibagikan oleh akun tersebut pada
27 Mei
— sebelum Israel melakukan serangan udara terhadap Iran (
tautan arsip
).

Penelusuran dengan kata
kata kunci
Tidak ditemukan laporan resmi yang mengatakan bahwa bandara internasional Israel telah menerima kerusakan berat karena konflik saat ini.

Perbandingan antara video yang beredar dengan citra satelit bandara internasional Ben Gurion yang diambil dari
Google Maps
tidak mencerminkan keterpaduan antara struktur gedung dengan lingkungan sekitarnya (
tautan arsip
).

Video yang mengklaim menunjukkan kerusakan pada bangunan di Tel Aviv sebelumnya telah dishare oleh akun TikTok yang serupa.
14 Juni
dengan
hashtag
“South Lebanon” (
tautan arsip
).

Penganalisaan lanjut ke vidio itu pun mengungkapkan kalau berbagai kendaraan yang berkeliaran di area serpihan dan gedung roboh nampak timbul secara mendadak serta bersilangan dengan saling lalu lintas antar satu sama lain.

Meskipun
teknologi AI
Generatif semakin maju, namun ketidakkonsistenan visual masih menjadi ciri khas yang dapat digunakan untuk mendeteksi konten buatan.

AFP sudah menyangkal berbagai informasi keliru tentang perselisihan yang terjadi di Timur Tengah.
sini
.

CEO OpenAI Sam Altman: Meta Menawarkan Bonus Rp1,6 Triliun untuk Merekrut Karyawannya

0

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa Meta sedang berupaya menarik karyawan mereka dengan janji bonus tandatangan.
signing bonus
Hingga 100 juta dolar AS atau kira-kira Rp 1,6 triliun (dengan kursRp 16.380), ditambah dengan paket kompensasi tahunan yang lebih baik. Akan tetapi, usaha tersebut sampai saat ini belum berhasil mencapai tujuannya.

Pernyataan tersebut sampaikan Altman di
podcast

Uncapped’
yang dipandu saudaranya, Jack Altman.


Hingga saat ini, belum ada satupun dari tim elit kami yang memilih untuk menerima tawaran tersebut dari Meta.
– Sam Altman, Kepala Eksekutif OpenAI –

Altman mengatakan bahwa perusahaan induk Facebook tersebut melihat OpenAI sebagai pesaing terbesarnya dalam bidang kecerdasan buatan.
artificial intelligence
/Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap strategi agresif yang diimplementasikan oleh Mark Zuckerberg, sang CEO dari Meta./

“Ia menyatakan bahwa Meta menilai kita sebagai rival utama mereka,” demikian ucapnya.
podcast
Yang diluncurkan pada Rabu (18/6). “Usaha kecerdasan buatan mereka masih belum berhasil sesuai ekspektasi dan saya menghormati pendekatannya yang proaktif serta terus menerobos batas dengan mencoba konsep-konsep baru.”

Meta belum memberikan komentar soal isu ini.

Sebelumnya, diketahui bahwa Zuckerberg sudah menanamkan miliaran dolar AS untuk mendirikan lab AI ”
superintelligence
”-nya. Salah satu langkah besar terbarunya adalah mengakuisisi 49% saham Scale AI senilai 14,3 miliar dolar AS

Investasi itu disertai dengan kepindahan pendiri Scale AI, Alexandr Wang, ke Meta. Sebagian kecil tim Scale AI juga turut bergabung.

Selain Wang, Meta juga merekrut Jack Rae, peneliti utama dari DeepMind milik Google. Menurut
Bloomberg
, Zuckerberg bahkan terlibat langsung dalam proses perekrutan tersebut.

Namun demikian, Altman menyuaratkan kritikan terhadap pendekatan Meta yang berfokus pada imbalan tinggi dan dianggapnya bukanlah cara untuk membentuk lingkungan inovatif sejati. Dia meyakini bahwa upaya menjiplangkan OpenAI tidak akan membuahkan hasil positif.

“Saya pikir ada banyak orang, dan Meta akan menjadi yang baru, yang mengatakan ‘kami akan mencoba meniru OpenAI’,” imbuhnya. “Itu pada dasarnya tidak akan pernah berhasil. Anda akan selalu kembali ke tempat pesaing Anda berada, dan Anda tidak membangun budaya untuk mempelajari seperti apa berinovasi.”

Cara Mendapatkan Google Veo 3 Gratis tanpa Akun Pelajar dengan Cepat dan Mudah

0


ZONA GADGET

– Pengguna mungkin berminat mempelajari bagaimana mendapatkan Google Veo 3 secara cuma-cuma tanpa harus menggunkan akun siswa. Baru-baru ini, Veo 3 banyak digunakan dalam pembuatan video dengan teknologi Kecerdasan Buatan (KB).

Untuk diketahui, Veo 3 merupakan AI video generator buatan Google yang bisa membuat video dari teks. Veo 3 ramai dipakai pengguna karena kemampuannya dalam membuat video dengan detail yang baik dan bisa mengeluarkan audio atau suara.

Veo 3 dapat diakses salah satunya melalui program AI utama Google, yaitu Gemini AI. Program AI Veo 3 untuk bikin video dari teks di Gemini tidak gratis. Untuk bisa mengakses Veo 3 di Gemini, pengguna perlu berlangganan Google AI Pro.

Harga langganan Google AI Pro sekarang dimulai dariRp 309.000 setiap bulannya. Salah satu cara lainnya untuk mendapatkan akses ke Veo 3 tanpa membayar adalah dengan memanfaatkan akun pelajar atau akun mahasiswa.

Untuk diketahui, akun pelajar itu contohnya seperti akun atau email yang dibuat oleh kampus. Misalnya, alamat email “[email protected]” atau “[email protected]”. Dengan akun itu, pengguna bisa dapat promo langganan Google AI Pro gratis selama 15 bulan.

Meskipun demikian, jika Anda belum mempunyai akun pelajar, jangan risau. Ada pilihan lain untuk mendapatkan Google AI Pro secara cuma-cuma tanpa harus menggunakan akun pelajar. Lalu, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan Google AI Pro dengan gratis tanpa memerlukan akun mahasiswa?

Bagaimana Mendapatkan Veo 3 Secara Gratis Tanpa Mendaftar Sebagai Pelajar

Cara dapat Veo 3 gratis tanpa akun pelajar itu cukup mudah. Pengguna dapat memanfaatkan promo langganan Google AI Pro gratis untuk akun umum yang tersedia di kawasan Eropa seperti negara Belanda.

Agar bisa mendapatkan promosi itu, pemakai harus memakai layanan Virtual Private Network (VPN) untuk membuat seperti sedang mereka tersambung ke internet di Belanda. Oleh karena itu, metode ini melibatkan minimal ada dua tindakan bagi penggunanya.

Pertama, mengaktifkan VPN dengan koneksi dari wilayah Belanda. Kemudian, mulai mengakses promo Google AI Pro. Adapun penjelasan detail cara dapat Google AI Pro gratis tanpa akun pelajar adalah sebagai berikut.

1. Aktifkan VPN dengan koneksi dari wilayah Belanda

Ada banyak aplikasi atau program VPN yang bisa dipakai untuk menghubungkan desktop dengan koneksi dari wilayah Belanda. Dalam percobaan kali ini, KompasTekno menggunakan ekstensi VPN di browser Chrome bernama VeePN.

Berikut ini langkah-langkah untuk memasang dan menghidupkan VeePN pada peramban Chrome agar dapat menggunakan jaringan dari Belanda:
1. Kunjungi halaman web resmi atau toko aplikasi Google Chrome.
2. Cari ekstensi VeePN dan klik “Tambah ke Chrome” jika Anda menggunakan komputer.
3. Klik lagi tombol yang sama bila diminta konfirmasi melalui ponsel.
4. Tunggu hingga proses penginstalan selesai.
5. Setelah terpasang, buka ikon VeePN di pojok kanan atas layar.
6. Tekan opsi ‘Negara’ lalu cari dan temukan Belanda dalam daftar negara.
7. Pilihlah server tersebut dan tekan ‘Hubungkan’.
8. Dengan demikian, aktivitas online akan tersamarkan seperti sedang dilakukan oleh seseorang dari Belanda.
Pastikan bahwa semua izin telah diberikan kepada ekstensi saat dipromosikan selama instalasi demi kelancaran fungsi fitur-fiturnya.

  • Buka browser Chrome dan klik ikon titik tiga di sebelah kanan kolom URL.
  • Selanjutnya, klik menu “Ekstensinya” lalu pilih opsi “Buka Toko Web Chrome”.
  • Selanjutnya, temukan dan pilh ekstensi VeePN.
  • Pilih opsi “Tambahkan ke Chrome” untuk ekstensi VeePN.
  • Instalasi ekstensi akan berjalan.
  • Setelah instalasi selesai, gunakan ikon puzzle yang terletak di sisi kanan bilah alamat untuk menghubungkan pengguna dari Belanda dan menyalakkannya.
  • Setelah itu, klik ekstensi VeeVPN.
  • Atur lokasi koneksi dan pilih “Netherlands”.
  • Akhirnya, hidupkan koneksi VPN dari alamat Belanda yang sudah Anda pilih sebelumnya.

2. Dapatkan langganan gratis ke Google AI Pro tanpa memerlukan akun mahasiswa

Berikutnya ini, Anda perlu mendaftar langganan ke Google AI Pro secara cuma-cuma tanpa memerlukan akun pelajar guna mendapatkan akses ke Veo 3. Sesudah menyambungkan layanan Virtual Private Network (VPN) yang berasal dari lokasi Belanda, maka pengguna bisa merujuk pada petunjuk di bawah buat melakukan pendaftaran langganan Google AI Pro tersebut.

  • Pastikan Anda sudah masuk ke akun Google di peramban web.
  • Buka website Veo ini
    https://deepmind.google/models/veo
    .
  • Berikutnya, pilih menu “Coba di Gemini”.
  • Selanjutnya, tampilan untuk paket berlangganannya akan muncul. Pada laman tersebut, klik “Mulai” di bagian paket langganan Google AI Pro yang ditawarkan secara cuma-cuma atau tanpa biaya sebesar Rp 0.
  • Berikutnya, pilih opsi “Dapatkan Google AI Pro”.
  • Selanjutnya, akan terjadi tahap pengauthenticationan akun.
  • Para pengguna akan diberikan akses tidak berbayar ke Google AI Pro melalui Gemini untuk periode satu bulan.

Sangat mudah kan caranya mendapatkan Veo 3 secara cuma-cuma tanpa memerlukan akun pelajar? Mengikuti langkah-langkah tersebut, para pemakai tidak perlu risau meski mereka ingin mencoba Veo 3 di Gemini namun belum punya akun mahasiswa ataupun akun pelajar yang dibutuhkan untuk berlangganan Google AI Pro dengan gratis.

Pengguna masih bisa mendapatkan Google AI Pro gratis untuk akun umum dengan memanfaatkan promo yang ditawarkan untuk kawasan Eropa. Itulah cara dapat Google AI Pro gratis tanpa akun pelajar dengan mudah.

Setelah berlangganan Google AI Pro gratis, pengguna bisa mengakses Veo 3 di Gemini. Akan tetapi, masih ada beberapa tahap lagi sebelum pengguna bisa mengakses dan memakai Veo 3 di Gemini. Cara pakai Veo 3 bisa dibaca lebih lanjut di
artikel
ini.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link
https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a
. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Ulasan Jujur Samsung Galaxy S23 FE 5G: Mengapa Ini Masih Relevan di 2025?

0



POTENSI BISNIS –

Ingin mencari ponsel terbaru dengan kemampuan luar biasa, kamera hebat, serta berbagai fitur pada tahun 2025? Samsung Galaxy S23 FE 5G dapat menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.


Dengan harga Rp7.728.000, smartphone ini menawarkan segudang keunggulan, namun tentu ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Mari kita bedah lebih dalam kelebihan dan kekurangannya agar kamu bisa membuat keputusan yang tepat.


Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S23 FE 5G


Rilis


Samsung Galaxy S23 FE 5G diperkenalkan pada 4 Oktober 2023 dan langsung diluncurkan ke pasar mulai esok hari, tepatnya 5 Oktober 2023. Hal ini mengindikasikan bahwa ponsel cerdas ini merupakan model terbaru yang tetap up-to-date dalam industri teknologi saat ini.


RAM


Ponsel ini dilengkapi dengan opsi RAM 8GB. Memori RAM senilai 8GB tersebut telah cukup memadai untuk menunjang beragam kegiatan sehari-hari, termasuk melakukan multitaasking yang intens maupun menjalankan game tanpa adanya gangguan signifikan. Kekhawatiran tentang kinerja pada penggunaan rutin bisa dihindari.


Chipset


Samsung Galaxy S23 FE 5G dipersenjatai dengan dua tipe prosesor berdasarkan wilayah penjualannya: Exynos 2200 (4 nm) yang ditujukan untuk pasaran internasional dan Qualcomm SM8450 Snapdragon 8 Gen 1 (4 nm) khusus untuk pasaran Amerika Serikat.


Ke dua prosesor ini adalah unggulan pada zamannya, sehingga ponsel ini menawarkan kemampuan kerja yang luar biasa. Mereka mampu menghandle tuntutan game berat, menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, serta pemakaian harian dengan cepat dan mulus.


Kapasitas Penyimpanan


Urusan ruang simpan bawaan (ROM), Anda dapat menentukan apakah akan menggunakan 128GB atau mungkin 256GB. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa telepon pintar ini tak dilengkapi dengan tempat untuk kartu memorinya (seperti microSD). Karena itu, pertimbangkan baik-baik ukuran penyimpanannya sehingga cocok dengan jumlah data yang biasanya disimpan dan digunakan supaya jangan sampai segera penuh.


Resolusi dan Jenis Layar


Layar pada Samsung Galaxy S23 FE 5G dilengkapi dengan panel Dynamic AMOLED 2X yang memiliki resolusi mencapai 1080 x 2340 piksel.


Layar AMOLED dikenal memberikan warna yang sangat tajam, kontras tinggi, dan efisien dalam konsumsi daya, sehingga pengalaman visualmu akan sangat memukau dan baterai lebih awet.


Refresh Rate Layar


Layar HP ini mendukung refresh rate 120Hz. Dengan refresh rate setinggi ini, setiap animasi, scrolling, dan transisi di layar akan terasa sangat mulus dan responsif, memberikan pengalaman visual yang jauh lebih baik dibandingkan layar 60Hz.


Resolusi Kamera


Pada bagian kamera utama, Samsung Galaxy S23 FE 5G dilengkapi dengan sistem tiga kamera di bagian belakang: lensa wide 50 MP yang memiliki fitur OIS, telephoto 8 MP juga dengan dukungan OIS dan pembesaran optik hingga 3 kali, serta ultrawide 12 MP.


K


amera depannya beresolusi 10 MP. Keberadaan OIS pada kamera wide dan telephoto sangat membantu dalam menghasilkan foto dan video yang stabil, bahkan dalam kondisi minim cahaya atau saat merekam video bergerak.


Ini membuat HP ini sangat mumpuni untuk fotografi, selfie, vlogging, dan perekaman video.


Kapasitas Baterai


HP ini dibekali dengan baterai Li-Ion berdaya 4500 mAh. Walaupun tak setinggi 5000 mAh, kapasitas tersebut tetap cukup untuk pemakaian sehari-hari, ditambah lagi dengan adanya fitur pengisian cepat bertipe kabel 25W yang dapat memenuhi hingga 50% hanya dalam waktu 30 menit, selain itu juga ada pengisian tanpa kabel 15W dan fast charging secara nirkabel.


Skor AnTuTu


Samsung Galaxy S23 FE 5G mencatatkan skor AnTuTu sebesar 940.921 (v9) dan 1.129.280 (v10).


Skor ini menunjukkan bahwa performa HP ini sangat tinggi dan siap untuk menjalankan berbagai aplikasi serta game berat tanpa kendala. Ini membuktikan bahwa HP ini sangat powerful di kelasnya.


Harga Terbaru


Harga terbaru Samsung Galaxy S23 FE 5G saat ini adalah Rp7.728.000. Harga ini menempatkannya di segmen menengah ke atas, bersaing dengan banyak smartphone lain yang menawarkan fitur dan spesifikasi serupa.


Kesimpulan


Berikut keunggulan dan kelemahannya, Samsung Galaxy S23 FE 5G merupakan opsi yang cukup handal bagi Anda yang menginginkan perangkat premium dengan kemampuan kerja tangguh, tampilan memukau, kamera multifungsional dilengkapi OIS, serta pembaruan lunak dalam waktu lama. ***

Memajangkan Kreativitas dalam Zaman Digital: Satupena Blora Adakan Pelatihan Menulis Puisi Esai Mini dengan Bantuan AI

0


ZONA GADGET

Untuk mendorong pembentukan kebiasaan membaca yang sesuai dengan kemajuan teknologi, Asosiasi Penulis Indonesia Cabang Satupena Kabupaten Blora telah menyelenggarakan Pelatihan Teknis (Bimtek) tentang Menulis Puisi Esai Pendek berdasarkan Artificial Intelligence (AI). Acara ini digelar di Lantai 2 Ruang Serbaguna Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip (DKP) Kabupaten Blora pada hari Kamis, tanggal 19 Juni 2025.

Kegiatan yang dimaksud untuk mempertajam keterampilan penulisan cerita reflektif sambil mendorong pengertian lebih lanjut tentang penerapan teknologi di bidang penulisan, turut menyertakan siswa, mahasiswa, dan pecinta sastra asal Blora dan daerah sekitarnya.

Gunawan Trihantoro, ketua Satupena Blora, menggarisbawahi bahwa pemahaman baca-tulis adalah landasan penting untuk membangun kepribadian nasional. Menghadapi laju modernisasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, kreasi yang didukung oleh kemampuan literasi juga ikut berkembang.

“Salah satu bentuk ekspresi literasi kontemporer adalah puisi esai mini, karya sastra yang memadukan refleksi personal dengan narasi sosial,” ungkap Gunawan.

Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif, tetapi juga untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan daya kritis peserta.


Kolaborasi Literasi Blora-Rembang dan Peran Komunitas

Kepala panitia acara, Sugiono mengatakan bahwa event ini berhasil berkat kerjasama antar beberapa pihak: Satupena Blora, Satupena Jawa Tengah, Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah, Forum Kreator Era AI Jawa Tengah, serta dukungan dari Satupena Pusat dan juga Pemerintahan Kabupaten Blora.

Kegiatan ini juga akan menghadirkan dua narasumber utama:

  • Gunawan Trihantoro (Pemimpin Utama Satupena Blora)
  • Gunoto Saparie (Presiden Satupena Jawa Tengah)

“Selain pelatihan, ada juga pameran lukisan berbasis AI sebagai bentuk literasi visual dan eksplorasi pemanfaatan teknologi dalam seni,” terang Sugiono.

Ia berharap, kegiatan ini dapat mendorong lahirnya jejaring literasi antarkabupaten, khususnya antara Blora dan Rembang, serta memperkuat semangat kolaborasi antar komunitas literasi di era digital.


Pemahaman Gambaran Visual serta Karya Sastra dalam Format Digital

Acara tersebut direncanakan untuk diresmikan oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, sekaligus ia akan menyampaikan sambutannya. Selain itu, sambutan lainnya akan diberikan oleh Ketua DPK Blora, yaitu Mohamad Toha Mustofa.

Sugiono menyebutkan pula bahwa usai pelatihan, para peserta akan diminta untuk menciptakan sebuah esei pendek atau puisi yang kemudian akan dikumpulkan menjadi satu dalam bentuk antologi digital. Tujuannya adalah agar selain meningkatnya kapabilitas dalam bidang sastra, mereka pun dapat lebih siap menghadapi keberadaan teknologi AI di sektor kesenian dan kebudayaan.

“Kami ingin peserta bukan hanya menulis, tapi juga memahami konteks sosial dan mampu mengekspresikannya secara kreatif melalui pendekatan baru seperti AI dan visualisasi digital,” tambahnya.


Transformasi Literasi di Tengah Disrupsi Digital

Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, Bimtek Penulisan Puisi Esai Mini Berbasis AI ini menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan generasi literat yang mampu berpikir reflektif sekaligus inovatif.

Ajang ini juga berfungsi sebagai wadah untuk bereksperimen dalam bidang sastra dan seni di era perkembangan teknologi, tempat pulpen, ide, serta peralatan elektronik dapat saling melengkapi dalam menyunting karya yang memukau namun tetap memiliki makna.

***

Guru SMAN 6 Metro Dongkrak Kompetensi Mengajar Pakai AI Bersama Dosen Teknikokrat MBI

0


ZONA GADGET, Kota Bandar Lampung –

Dua dosen dari Program Studi Magister Bahasa Inggris (MBI) pada Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia memberikan pelatihan kepada para guru di SMAN 6 Metro tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI).

Kedua dosen tersebut ialah Dr. Heri Kuswoyo, S.S., M.Hum yang juga menjabat sebagai Dekan FSIP UTI bersama dengan Dr. Afrianto, S.S., M.Hum.

Ada tiga materi yang disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMAN 6 Metro bertajuk Pemanfaatan AI pada Proses Pembelajaran untuk Pembuatan Modul Ajar, Pembuatan Soal HOTS, dan Media Pembelajaran yang Interaktif untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran, Rabu (11/6/2025).

Pada materi pertamanya, Dr. Afrianto, M.Hum menyajikan tema tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam mengembangkan bahan ajar.

Kemudian, materi kedua disampaiakan oleh Dr. Heri Kuswoyo, M.Hum dengan topik Meningkatkan Kualitas Asesmen: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembuatan Soal HOTS.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Lampung Indarti, S.Sos membuka acara tersebut terlebih dahulu sebelum pemberian materi dimulai.

Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Metro, Sunarti, M.Pd., menyatakan penghargaan atas materi yang diberikan oleh tim dari Universitas Teknokrat Indonesia.

Ia menginginkan agar hal tersebut mendorong guru-guru menjadi lebih optimal dalam menggunakan AI selama proses pengajaran yang intensif.

Acara tersebut turut disertai oleh Pendamping Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Dra. Hj. Suratin, M.M., serta melibatkan lebih dari 50 guru dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi.

Kegiatan diakhiri dengan materi optimalisasi penggunaan AI pada pembuatan media pembelajaran yang interaktif. Materi tersebut disampaikan oleh kedua materi yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM menyampaikan bahwa mereka berkomitmen untuk memperkuat perkembangan sektor pendidikan di Provinsi Lampung, yang mencakup upaya membekali para guru dan pendidik lainnya dengan pengetahuan tentang aplikasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Harapannya materi yang disampaikan terkait penggunaan AI dalam pembelajaran mendalam ini bisa dipraktekkan para guru untuk membantu memudahkan mentransfer ilmu ke peserta didik,” kata Mahathir.

Juga membantu memudahkan guru dalam membuat modul ajar, pembuatan soal HOTS hingga membuat media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri.


(ZONA GADGET)

Perbandingan Oppo A5i vs Galaxy A06: Harga Serupa, Performa Berbeda Jauh

0


ZONA GADGET.PRMN-

Pasarnya smartphone tingkat permulaan kembali bergairah berkat kedatangan dua varian baru yang mendapat banyak sorotan pada tahun 2025, yaitu Oppo A5i serta Samsung Galaxy A06. Kedua ponsel ini ditujukan untuk konsumen awal, mahasiswa, sampai profesional yang menginginkan alat multifungsi dengan biaya yang murah.

Walaupun dipasarkan dengan rentang harga yang serupa, yakni antara Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta, kedua smartphone ini memiliki ciri-ciri unik masing-masing. Oppo fokus pada aspek desain serta ketahanan baterai, sedangkan Samsung memprioritaskan kemampuan operasional dan pembaruan software dalam waktu lama.

Artikel ini akan mengupas perbedaan dan kelebihan masing-masing ponsel secara mendalam dari berbagai aspek penting.

Perbedaan antara Oppo A5i dengan Samsung A06

Desain dan Kualitas Rancangan

Tentang penataan, Oppo A5i menghadirkan gaya minimalis dan moderen. Pada bagian belakang, tersaji sentuhan yang lembut sehingga mampu mencerminkan sinar dengan halus. Perangkat ini datang dengan konstruksi berbahan plastik tanpa celah, meskipun demikian masih memberikan rasa kokoh saat digenggam. Ukuran kompak dari gadget tersebut membuatnya nyaman dalam genggaman satu tangan, suatu kelebihan bagi mereka yang belum biasa menggunakan ponsel dengan layar luas.

Berbeda dengan Oppo, Galaxy A06 mengadopsi desain khas Samsung Galaxy yang sudah dikenal luas. Modul kamera belakang disusun secara vertikal tanpa tonjolan berlebihan, memberikan kesan bersih dan simetris. Bagian belakangnya memiliki lapisan matte yang tidak mudah meninggalkan sidik jari, memberi kenyamanan saat digenggam lebih lama.

Kedua alat tersebut tidak menghadirkan desain yang sangat baru atau revolusioner, namun mereka telah mencukur target dalam hal kenyamanan serta efisiensi untuk pemakaian sehari-hari.

Layar dan Pengalaman Visual

Baik Oppo A5i maupun Samsung Galaxy A06 mengusung layar berukuran besar dengan resolusi HD+, yang umum di kelas harga ini. Oppo A5i hadir dengan layar 6,56 inci berpanel IPS LCD yang menawarkan visibilitas cukup baik di dalam ruangan. Layarnya memiliki kecerahan yang memadai, meskipun sedikit kesulitan saat digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Di sisi lain, Galaxy A06 mengusung layar 6,7 inci dengan panel PLS LCD buatan Samsung. Secara teknis, perbedaan antara IPS dan PLS sangat tipis, tetapi layar pada Galaxy A06 cenderung menawarkan warna yang sedikit lebih tajam dan sudut pandang yang lebih luas. Ukuran layar yang lebih besar membuatnya lebih ideal untuk menonton video dan aktivitas hiburan.

Sayangnya, keduanya masih mengusung refresh rate standar 60Hz, sehingga belum menawarkan pengalaman navigasi sehalus perangkat dengan refresh rate tinggi.

Performa dan Kinerja Harian

Ketangguhan dalam hal spesifikasi teknis di sektor performa antara Oppo A5i dan Galaxy A06 sangat kontras. Dengan didukung oleh prosesor MediaTek Helio G37 pada Oppo A5i, yaitu sebuah chip octa-core yang dibuat dengan arsitektur 12nm fokusnya adalah pada efisiensi energi. Kinerja dari Helio G37 cukup baik untuk tugas-tugas dasar seperti browsing media sosial, streaming video di YouTube, serta menggunakan aplikasi chatting.

Namun, saat digunakan untuk tugas yang lebih intensif seperti bermain game atau menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, Oppo A5i mulai mengungkapkan batasannya. Waktu muatan yang diperpanjang dan penurunan frekuensi bingkai merupakan dampak dari prosesor tingkat pemula ini.

Samsung Galaxy A06, di sisi lain, mengandalkan chipset MediaTek Helio G85, yang telah terbuktikan handal dalam segmen pasar entry-level dan mid-range. Chipset ini cukup kuat untuk menjalankan beban kerja intensif seperti memainkan game dengan tingkat kekuatan sedang tanpa masalah berarti. Berdasarkan hasil uji coba sehari-hari, Samsung Galaxy A06 memberikan respon yang lebih gesit dibandingkan Oppo A5i.

Selain itu, Galaxy A06 juga menawarkan pilihan penyimpanan internal hingga 128GB, sementara Oppo A5i hanya tersedia dalam varian 64GB. Kedua perangkat mendukung ekspansi memori melalui microSD.

Kamera dan Hasil Foto

Oppo A5i dan Galaxy A06 sama-sama dibekali konfigurasi kamera belakang ganda dengan sensor utama 50MP dan sensor kedalaman 2MP. Di atas kertas, keduanya terlihat identik, tetapi hasil foto menunjukkan perbedaan kecil.

Kualitas foto dari kamera belakang Oppo A5i kebanyakan tampak alami, tetapi sesekali kurang jernih ketika berada di bawah penerangan rendah. Sementara itu, Galaxy A06 menghasilkan gambar dengan saturasi warna yang lebih kuat dan tingkat kontras yang meningkat karena proses pengolahan citra unik Samsung.

Kesimpulan

Oppo A5i dan Samsung Galaxy A06 sama-sama menawarkan nilai yang solid untuk pengguna yang mencari smartphone di bawah Rp 1,5 juta. Namun, keduanya ditujukan untuk kebutuhan yang sedikit berbeda.

Pilih Oppo A5i jika:

  • Anda mencari ponsel yang ringan dan ringkas

  • Keperluan Anda lebih cenderung keaktivitas fundamental seperti chatting, menelepon, serta menjelajahi internet.

  • Budget Anda sangat terbatas

Pilih Samsung Galaxy A06 jika:

  • Ingin performanya menjadi lebih cepat dan kuat?

  • Anda membutuhkan kamera depan yang memiliki resolusi tinggi dan menghasilkan foto dengan kualitas yang seragam.

  • Anda membutuhkan dukungan perangkat lunak jangka panjang serta fitur isi ulang yang cepat. (nayla)

Anies Baswedan: AI Tak Akan Ganti Dosen, Cuma Bantu Pandu Pembelajaran

0


KORAN-PIKIRAN RAKYAT –

Tokoh nasional Anies Baswedan menyatakan bahwa adanya kecerdasan buatan (KB) tidak dapat membatalkan peranan guru besar. Menurut Anies, KB hanyalah sebagai stimulan dan panduan.

Ini dikemukakan oleh Anies pada acara Forum Cendekiawan dan kuliah umum di Aula Utama Universitas Islam Bandung (Unisba) di Jl. Tamansari, kota Bandung, Rabu tanggal 18 Juni 2025. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan, memacu kemajuan sehingga selama proses belajar-mengajar, kecerdasan buatan memiliki potensi memberikan dampak positif yang signifikan.

Menurutnya, tugas dosens adalah menyusun aspek-aspek yang tak dapat diproses oleh AI agar proses belajar-mengajar masih bergantung pada interaksi personal antara mahasiswa dan dosen.

Dengan begitu, batasan penggunaannya dapat disesuaikan secara etis. Karena, pendidikan pada anak-anak menggunakan kecerdasan buatan telah menjadi suatu hal yang biasa. Akan tetapi, hendaknya teknologi tersebut tidak digunakan untuk menyusun makalah. AI dirancang bukan untuk membentuk konten dari makalah tersebut,” ungkap Anies.

Menurut dia, teknologi semestinya dipakai untuk memperbaiki standar paper atau riset, tidak mereduksi kreasi dan kemampuan manusia. Anies menjelaskan bahwa perkembangan pada masa kini terjadi begitu pesat. Karenanya, lembaga pendidikan perlu bersifat fleksibel dalam menghadapi pergantian yang kilat itu.

Sebaliknya, para akademisi seringkali harus menghabiskan waktu untuk urusan administratif dan birokratik yang dapat menyita waktunya hingga menjadi kurang efisien dalam proses pengajaran. Karena alasan tersebut, Anies berpendapat bahwa baik akademisi maupun dosen dengan ciri khas sebagai pelajar sejati tidak akan mudah dimiringkan atau dikalahkan oleh keberadaan AI.

“Para pembelajar berperan sebagai pilar penting yang diharapkan oleh para dosen. Karena dengan adanya kemajuan teknologi, banyak sekali kebiasaan serta ilmu pengetahuan yang perlu dirubah mengingat sudah kurang relevan dengan era modern saat ini,” katanya.

Dia pula menyampaikan saran supaya para dosen mencantumkan sudut pandang internasional pada tiap sesi pembelajaran karena siswa-siswi ini nanti akan melayani negara dalam waktu 10 sampai 20 tahun mendatang. Ia memandang bahwa institusi pendidikan di Bandung memiliki keuntungan dengan adanya ekosistem yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Sebagai lembaga dengan umur yang mapan, katanya lagi, hal itu dapat menjadi modal bagi perguruan tinggi tersebut guna memahami dinamika zaman.

Pada kesempatan tersebut pula, Rektor Unisba Prof. Edi Setiadi dengan simbolik menyerahkan Surat Keputusan (SK) untuk gelar Lektor Kepala kepada para dosen yang sudah mencapai kualifikasi akademik yang dibutuhkan.

Dia menyatakan bahwa hadirnya Anies Baswedan pada kuliah umum ini diharapkan akan memberikan penerangan bagi para mahasiswa serta seluruh komunitas akademis. Dia menambahkan, “Terutama dalam hal memperkuat moral, dedikasi terhadap masyarakat, dan pemantapan wawasan nasional,” tuturnya.

Hasto Siapkan Pembelaan dengan Bantuan Kecerdasan Buatan

0

ZONA GADGET.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, HastoKristiyanto sedang menyiapkan pledoi untuk sidang terkait tuduhan penyuapan dan penghalangan penyelidikan yang dia hadapi. Hasto menjelaskan bahwa ia berencana memakai teknologi kecerdasan buatan (
artificial intelligence
/AI) dalam penyusunan pleidoi.

Hal tersebut dikemukakan Hasto melalui surat yang dibacakannya politisi PDIP, Guntur Romli. Selama berada di tahanan KPK, Hasto menyebut dirinya tetap aktif menulis serta belajar tentang filsafati AI.

“Kami berencana untuk menampilkan sebuah pledoi yang tidak hanya melibatkan argumentasi hukum standar, namun juga akan mencampurkan teknologi paling baru sehingga bisa memperkokoh serta menganalisis data dengan cara objektif dan sistematik,” ujar Romli ketika membaca surat itu pada hari Kamis (19/6/2025).

Hasto menyatakan bahwa pleidoinya mendatang akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mencampurkan teknologi AI bersamaan dengan bukti-bukti pengadilan beserta prinsip-prinsip filsuf hukum dan etika hukum.

Dalam konteks tersebut, penerapan kecerdasan buatan akan meningkatkan keabsahan pledoi serta mencegah kemungkinan distorsi fakta atau preposisi yang tidak berimbang, menurut Guntur.

Rencana ini sekaligus menjadi bentuk inovasi dalam dunia hukum di Indonesia, khususnya dalam upaya menghadirkan keadilan berbasis bukti yang lebih transparan dan akurat. Hasto berharap penggunaan AI dapat membantu menguraikan data dan keterangan saksi, menilai konsistensi fakta, serta membangun argumen yang kuat berdasarkan analisis mendalam.

Guntur juga menegaskan persidangan selama ini belum menghadirkan fakta baru yang memberatkan Hasto. “Sebaliknya, banyak keterangan yang justru menguatkan posisi Sekjen PDI Perjuangan,” ujar Guntur.

Di luar strategi hukum, Hasto menegaskan kepercayaannya pada Majelis Hakim untuk mengambil keputusan adil berdasarkan fakta persidangan dan putusan hukum terdahulu.

“Pleidoi ini menjadi salah satu langkah final dalam membuktikan ketidakbersalahannya,” ujar Guntur membacakan surat Hasto.

Disebutkan bahwa Hasto dicurigai mencegah penyelidikan dengan perintah kepada Harun lewat pengawak Rumah Aspirasi, Nur Hasan, agar menaruh telepon genggam Harun di dalam air usai operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada anggota KPU masa jabatan 2017-2022, Wahyu Setiawan.

Tidak hanya ponsel milik Harun Masiku, Hasto juga disebutkan memerintahkan ajudannya, Kusnadi, untuk menenggelamkan telepon genggam sebagai antisipasi upaya paksa oleh penyidik KPK.

Di luar penghambatan penyelidikan, Hasto juga di dakwakan bersama penasehat hukumnya Donny Tri Istiqomah; orang yang pernah divonis dalam kasus Harun Masiku, yakni Saeful Bahri; serta Harun Masiku sendiri telah menerima suap senilai 57.350 dolar Singapura atau kira-kira Rp600 juta dari Wahyu pada periode tahun 2019 sampai 2020.

Uang diduga diberikan dengan tujuan agar Wahyu mengupayakan KPU untuk menyetujui permohonan pengganti antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif terpilih dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I atas nama Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Oleh karena itu, Hasto berpotensi menghadapi hukuman sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pencegahan dan Penanganan TindakPidana Korupsi seperti telah diperbaharui dan ditambahkan melalui UU No. 20 Tahun 2001 secata bersamaan dengan Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 disertai Pasal 64 ayat (1) KUHP.