Minggu, Mei 17, 2026
Beranda blog Halaman 724

Proyek Senilai Rp 3,3 Triliun: ChatGPT OpenAI Kembangkan Teknologi AI Terkemuka untuk Militer AS

0

OpenAI, pembuat
ChatGPT
memperoleh kontrak senilai US$ 200 juta atau setara dengan Rp 3,3 triliun (dengan kurs saat itu adalah Rp 16.380 per US$) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Lalu, apa proyek perusahaan kecerdasan buatan tersebut bagi militer AS?

Perjanjian kolaborasi antara Departemen Pertahanan AS dengan pengembang ChatGPT akan bertahan satu tahun lamanya. Ini adalah kesepakatan resmi pertama dari OpenAI yang terdaftar di laman web mereka.
web
Departemen Pertahanan.

“Menurut projek ini, pengusaha akan menciptakan prototype berbasis AI canggih guna menyelesaikan masalah keamanan nasional penting di sektor pertempuran dan juga di lingkungan bisnis,” ungkap Kementerian Pertahanan seperti dilaporkan
CNBC Internasional
, Selasa (17/6).

Pada postingan blog resminya, OpenAI menyebutkan bahwa perjanjian tersebut adalah bagian dari kesepakatan awal untuk inisiatif terbaru yang disebut OpenAI for Government. Inisiatif ini melibatkan produk ChatGPT Gov yang telah tersedia sebelumnya.

Program OpenAI untuk Pemerintahan akan menyediakan instansi-instansi pemerintah federal di AS dengan akses ke model-model AI yang dirancang khusus untuk tujuan keamanan nasional, bantuan teknis, serta rincian roadmap produknya.

Perjanjian ini bakal memperkenalkan kecakapan unggulan OpenAI dalam bidangnya guna menolong Departemen Pertahanan merancang serta menciptakan contoh bagaimana teknologi AI paling maju bisa merevolusi aktivitas administratif; hal itu mencakup peningkatan metode personel militer beserta keluarganya menerima layanan kesehatan, penyederhanaan proses akses informasi tentang program-program dan pembelian, sampai dukungan pada upaya perlindungan cyber yang aktif,” jelas OpenAI. “Setiap aplikasi harus sejalan dengan aturan pemakaian serta panduan-panduan yang ditetapkan oleh OpenAI.

Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kerjasama tersebut akan diselenggarakan oleh OpenAI Public Sector LLC. Mayoritas tugas akan dikerjakan di area Capital Region, mencakup Washington, D.C., serta sejumlah kawasan tetangga di Maryland dan Virginia.

Kontrak baru itu hanya akan mencerminkan bagian kecil dari penghasilan OpenAI, yang telah memperoleh lebih dari 10 miliar dolar AS dalam penjualan setiap tahunnya. Bulan Maret lalu, perusahaan ini menyatakan bahwa mereka mendapatkan investasi senilai 40 miliar dolar AS dengan nilai perushaan mencapai 300 miliar dolar AS.

Di bulan April, Microsoft, penyedia infrastruktur cloud bagi OpenAI, menyebut bahwa Badan Sistem Informasi Pertahanan AS sudah memberikan izin untuk menggunakan layanan Azure OpenAI bersama data terlarang yang memiliki tingkat kerahasiaan tertentu.

Salah satu pendirisi serta CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan dalam sebuah pembicaraan bersama anggota dewan OpenAI dan mantan kepala Badan Keamanan Nasional Paul Nakasone di acara yang diselenggarakan oleh Universitas Vanderbilt pada bulan April, bahwa dia berkeinginan untuk turut ambil bagian dalam urusan keamanan nasional.

Bagikan Akses Instagram Tanpa Ribet: Tak Perlu Bagi Kata Sandi Lagi!

0


ZONA GADGET

– Instagram telah meluncurkan fasilitas berlabel Akses Bersama, disingkat sebagai Shared Access. Fungsi baru ini sangat sesuai untuk dipakai oleh kelompok pemasaran media sosial dalam sebuah perusahaan, biro iklan, ataupun individu pembuat konten yang menjalankan profil mereka dengan cara kerja sama.

Seperti yang disarankan oleh namanya, fitur ini membolehkan pengguna memiliki hingga tiga orang terdekat yang dapat diandalkan untuk membantu dalam mengatur akun mereka tanpa perlu berbagi kata sandi.
password
).

Sebelumnya, ketika suatu akun dipakai secara bersamaan, seluruh pemakai dari akun itu perlu mengetahui.
username
dan
password
-nya untuk
login.

Dengan fitur Akses Bersama ini, pengelolaan akun Instagram menjadi lebih terjamin keamanannya serta efisien. Anggota tim yang bekerja sama dalam akun tersebut dapat membantu dalam berbagai tugas seperti posting konten, merespons komentar, maupun menganalisis kinerja iklan dan insightnya tanpa perlu mengetahui password-nya.
password
sama sekali.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan bocornya data atau penggunaan tidak sah dari akses, terutama saat ada perubahan staf, misalnya ketika magang berakhir atau karyawan meninggalkan posisi mereka.

Ketentuan fitur Shared Access

Fitur terbaru bernama Shared Access dapat diakses melalui opsi “Pengaturan dan Aktivitas” > “Bagikan Akses”.

Pada bagian awal, pengguna akan diberikan informasi umum soal fitur ini. Setelah itu, baru bisa mengundang orang kepercayaannya dengan mengetik
username
Instagram mereka.

Orang yang diundang akan menerima notifikasi dan jika disetujui, akan muncul di daftar akses.

Berikutnya, pengguna akan dialihkan ke jendela “Kelola Akses”, tempat mereka dapat memantau dan mengatur semua hak akses yang telah diberikan.

Menariknya lagi, pengguna dapat mensetting dengan tepat orang-orang yang boleh melihat dan merespons pesan langsung (DM), serta siapa saja yang diperbolehkan untuk mengunggah di Insta Stories mereka.

Sebagai contoh, apabila pemilik akun tak menginginkan anggota tim menerima pesan langsung yang bersifat sensitif, maka mudah-mudahan si pengguna dapat mencabut hak akses kotak masuk bagi individu tersebut. Sama halnya dengan cerita Instagram, sang pemilik akun memiliki opsi untuk membatasi penambahan konten pada Instagram Stories hanya kepada beberapa orang terpilih saja.

Yang jelas, orang yang diberi akses tidak bisa menonaktifkan akun, mengganti
password
, atau mengubah data penting seperti
username
dan kontak. Semua kendali utama tetap di tangan pemilik akun, sebagaimana dirangkum
KompasTekno
dari
Talk to Iconic,
Kamis (19/6/2025).

Fitur Shared Access juga dilengkapi dengan sistem pelacakan aktivitas. Pemilik akun bisa melihat siapa saja yang memiliki akses, tindakan apa yang mereka lakukan, serta mencabut akses kapan pun dibutuhkan.

Pemilik akun juga bisa melihat riwayat siapa saja yang pernah diberi akses dan riwayat aktivitasnya.

Pantauan
KompasTekno
, fitur Shared Access di Instagram ini sudah mulai digulirkan ke pengguna, termasuk di Indonesia. Akun bisnis
KompasTekno
Sudah dapat menggunakan fitur ini melalui aplikasi Instagram versi 384.0.0.46.83 pada perangkat Android.

Jika belum kebagian, pengguna bisa mengeceknya secara rutin di “Settings and Privacy” karena biasanya fitur baru digelontorkan secara bertahap.

Kompetisi Besar AI: Meta Gelontorkan Bonus Rp1,6 Triliun, Sementara OpenAI Bahas Setia

0


ZONA GADGET,

JAKARTA — Kompetisi untuk mendapatkan bakat terbaik dalam bidang tersebut menjadi semakin sengit.
kecerdasan buatan (AI)
makin menggila.
Meta
, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp dikabarkan mengusulkan insentif pendaftaran senilai hingga $100 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun serta kenaikan gaji tahunan demi memikat para ahli AI.
OpenAI
, pencipta ChatGPT.

Pada saat yang sama, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa anggota tim intinya dengan senang hati menolak penawaran yang sangat menguntungkan tersebut.

Berdasarkan laporan dari Techcrunch dan Quartz pada hari Kamis, tanggal 19 Juni 2025, Sam menyatakan keterkejutan atas jumlah tawaran yang diberikan oleh Meta. Tawaran ini cukup signifikan hingga melibatkan banyak pihak di OpenAI termasuk bonus untuk menandatangani kontrak sebesar US$100 juta.

” Ini luar biasa. Saya sangat girang, sampai saat ini, tak satupun dari orang-orang unggulan kita yang mengakuinya,” kata Sam.

Sam menilai, alasan utama peneliti OpenAI bertahan bukan soal uang, melainkan keyakinan bahwa OpenAI punya peluang lebih besar untuk mewujudkan superintelligence—AI yang melampaui kecerdasan manusia dalam memori, penalaran, dan pengetahuan.

Dia pun menggarisbawahi kebudayaan kerja khas OpenAI yang berfokus pada misi dan pengaruh global, daripada hanya mementingkan imbalan finansial.

Tindakan tegas yang dilakukan oleh Meta saat ini berlangsung seiring dengan usaha CEO Mark Zuckerberg dalam mendirikan kelompok “superintelligence” yang terdiri dari 50 ahli penelitian papan atas. Strategi kunci bagi Meta melibatkan penggelaran dana besar ke Scale AI, sebuah perusahaan rintisan vital dalam bidang pelabelan data untuk pembuatan model artificial intelligence.

Minggu lalu, Meta menyatakan akan berinvestasi sebesar US$14,3 miliar guna memperoleh 49% saham dari perusahaan Scale AI dan menambahkan Chief Executive Officer-nya, Alexandr Wang, ke dalam jajaran tim superintelligence milik Meta.

Wang, yang dikenal sebagai miliarder muda dan pendiri Scale AI, akan memimpin divisi baru di Meta, meski bukan dari latar belakang ilmuwan riset. Langkah ini dinilai sebagai upaya Meta untuk mempercepat komersialisasi dan pengembangan AI, sekaligus mendapatkan akses ke jaringan talenta dan data yang luas milik Scale AI.

Fortune menyebut Meta dan OpenAI sebagai raksasa teknologi dengan jumlah pengguna terbesar. Meta AI, asisten AI buatan Meta, telah mencapai satu miliar pengguna aktif bulanan di seluruh aplikasi Meta. Sementara OpenAI melaporkan 500 juta pengguna aktif mingguan untuk ChatGPT dan produk turunannya pada April 2025.

Sam menyuarakan kritikan atas pendekatan Meta yang berlebihan dalam hal kompensasi keuangan. Menurutnya, taktik seperti itu tak akan menciptakan lingkungan inovatif yang kokoh di masa depan. “Menurut pandangan saya, ada dua arah yang bisa ditempuh: OpenAI memiliki potensi besar untuk meraih superintelligence dan kemungkinan bakal menjadi entitas bisnis dengan nilai lebih tinggi,” ungkap Altman.

Sebaliknya, beberapa ahli mengkritik bahwa Meta sedang berusaha untuk menyusul ketinggalannya setelah merugi banyak peneliti AI penting dalam beberapa tahun belakangan ini dan mendapatkan respon yang kurang hangat terhadap model AI terbarunya, yaitu Llama 3.

Hasil AI Mengecewakan? Ketahui Rahasia Prompt Negatif yang Membuat Stable Diffusion 2 Lebih Tajam dan Natural

0


ZONA GADGET

– Di masa ketika teknologi AI semakin canggih, menciptakan gambar dengan kualitas terbaik menimbulkan tantangan tersendiri. Stable Diffusion 2 muncul sebagai salah satu opsi yang lumayan banyak digunakan.

Stable Diffusion 2 merupakan sebuah model AI yang mampu menciptakan gambar digital berdasarkan instruksi dalam bentuk teks.

Model ini mengoperasikan dirinya melalui tampilan teknis semacam halaman web (Web UI), program terstruktur dengan kode, atau jasa yang didukung oleh awan.

Sebagian besar penggunanya, yakni pegiat AI, seniman digital, atau pengguna umum yang gemar bereksperimen dengan teknologi visual terbaru.

Salah satu kunci agar gambar terlihat realistis dan detail menggunakan sistem ini, dengan menggunakan prompt negatif. Simak penjelasan lengkapnya.

Mengapa Prompt Negatif Begitu Berarti dalam Stable Diffusion 2?

Prompt negatif digunakan untuk memberi tahu sistem apa saja yang tidak boleh muncul dalam gambar.

Menurut penjelasan pada saluran YouTube @aisamsonreal, istilah-istilah seperti “disfigured,” “cartoon,” “buruk seni,” serta “3D” bisa dipakai untuk mencegah terciptanya hasil yang kelihatan ganjil, rusak, atau kurang nyata.

Misalnya saja, saat menggambar seorang pemuda perempuan yang menarik menggunakan petunjuk positif semata, outputnya mungkin akan tampak menakutkan.

Tetapi, sesudah memasukkan prompt negatif, gambar tersebut terlihat jauh lebih alami dan mengundang.

Hal ini terjadi karena Stable Diffusion 2 memberi bobot besar terhadap perintah negatif tersebut untuk membuang elemen yang tidak diinginkan.

Mekanisme Teknis di Balik Prompt Negatif

Channel YouTube @1littlecoder menjelaskan bahwa Stable Diffusion 2 menjalankan dua proses denoising.

Pertama, sistem mendekatkan hasil gambar pada prompt utama (positif). Kedua, sistem juga melakukan denoising terhadap prompt negatif, menggantikan peran prompt kosong di versi sebelumnya.

Perbedaan antara kedua proses tersebutlah yang menciptakan hasil terakhirnya. Misalnya, ketika menyertakan prompt negatif seperti “fog,” maka asap atau kabut pada gambar itu sendiri akan menghilang.

Prompt lain seperti “grainy” akan menghapus noise atau butiran kasar. Proses ini memungkinkan hasil akhir menjadi lebih bersih dan sesuai arahan pengguna.

Perkembangan Model dan Dampaknya terhadap Output Gambar

Versi terbaru Stable Diffusion mengalami perubahan pada encoder dan struktur model, sehingga prompt lama sering kali tidak efektif.

Sekarang ini, prompt negatif berperan lebih signifikan dan sangat mempengaruhi output gambar.

Misalnya, saat membuat potret gadis remaja dengan pencahayaan studio dan gaya sinematik, gambar tanpa prompt negatif terlihat kurang detail.

Setelah menambahkan kata-kata seperti “ugly,” “disfigured,” atau “poorly drawn,” gambar menjadi lebih realistis, terutama pada bagian mata dan alis.

Prompt negatif dapat digunakan pula pada subjek yang bukan manusia. Saat menciptakan ilustrasi mobil berwarna biru, penggunaan prompt negatif semacam “batu bata” mungkin berguna dalam menyingkirkan unsur-unsur batu bata dari bagian belakang, walaupun akurasinya tak selalu optimal.

Ini mengindikasikan bahwa melakukan percobaan adalah kunci utama dalam menemukan campuran yang ideal.

Pandangan Pengembang dan Komunitas Pengguna

Imad Mostak, pencipta Stable Diffusion, menjelaskan bahwa model ini menjalankan proses deduping dan flattening latent space, sehingga prompt negatif dan sistem pembobotan menjadi sangat berpengaruh terhadap hasil akhir.

Sementara itu, pengguna populer seperti Automatic1111 menjelaskan bahwa prompt negatif kini menggantikan peran prompt kosong dalam proses denoising.

Komunitas AI juga membagikan praktik terbaik, seperti menggunakan kata-kata “oversaturated,” “ugly,” “low-res,” dan “grain” untuk menghasilkan visual yang lebih tajam dan bersih.

Hal ini menunjukkan, memahami dan menggunakan prompt negatif secara tepat adalah kunci untuk mendapatkan hasil terbaik dari Stable Diffusion 2.

Perubahan besar pada Stable Diffusion 2 menuntut pengguna untuk lebih kreatif dalam menyusun prompt, terutama prompt negatif.

Terus bereksperimen dan menyesuaikan prompt negatif dengan objek yang dihasilkan dapat membantu mendapatkan hasil maksimal.

Tips Cerdas Menggunakan AI untuk Fotografi Profesional yang Lebih Baik di Indonesia

0


ZONA GADGET

– Kecerdasan buatan (AI) telah mulai mempengaruhi bidang fotografi, bahkan membantu dalam pembuatan gambar profesional selama beberapa tahun belakangan ini.

Foto profil profesional menjadi sangat penting untuk membangun kesan pertama, terutama di dunia kerja dan jejaring sosial.

AI merupakan jawaban untuk orang-orang yang merasakan kesulitan dalam mendapatkan layanan fotografer berpengalaman atau mencari hasil yang cepat serta lebih ekonomis secara biaya.

Tetapi, apakah Anda pernah menemui hasil fotografi buatan AI yang tidak optimal dan tampak kurang asli?

Berikut adalah beberapa saran dari para ahli fotografi mengenai bagaimana menggunakan kecerdasan buatan dan kiat selfie agar mendapatkan hasil optimal yang menampilkan versi paling baik dari dirimu.

1. Pilh Gambar Berkualitas Sebelum Diperbaiki dengan AI

Salah satu tantangan menggunakan AI adalah memilih foto awal yang akan diproses.

Bukan setiap gambar sesuai untuk digunakan dengan pembuat AI tersebut, terutama bila mutu cahayanya rendah atau gambarnya tidak jernih.

Mengutip dari Entrepreneur,com, dalam pengujian berbagai alat AI, ada yang menolak beberapa foto karena tidak memenuhi standar input mereka.

Ini mengindikasikan bahwa walaupun AI dapat “memodifikasi” gambar, mutu bawaan dari fotonya yang sebenarnya masih sangat berperan dalam mendapatkan hasil akhir yang memuaskan.

2. Kenali dan Tampilkan Sudut Terbaik Diri Sendiri

Aundre Larrow, fotografer potret asal Brooklyn yang karyanya pernah tampil di The New York Times, menyarankan untuk melatih diri mengenali ekspresi dan sudut wajah terbaik.

Dikutip dari Wired, Ia menyarankan mengambil foto setiap hari selama 15 menit dalam kurun satu hingga dua minggu.

Tujuannya adalah memahami gestur alami dan menemukan komposisi terbaik sebelum foto diedit menggunakan AI.

3. Manfaatkan Kamera dan Pencahayaan Secara Optimal

Berikutnya adalah tips yang perlu diikuti ketika Anda ingin memanfaatkan sinar matahari secara alami dalam pengambilan gambar, seperti yang dibagikan oleh Luisa Dörr, seorang fotografer dari Brazil terkenal dengan 12 cover majalah Time hasil bidikannya menggunakan iPhone.

Agar mendapatkan hasil gambar yang bagus, disarankan untuk menangkap foto di dekat jendela, kurang lebih 3 kaki dari belakangan, sehingga sinaran dapat membingkai muka secara halus.

Kamera belakang ponsel sebaiknya digunakan karena menghasilkan kualitas lebih baik dibanding kamera depan.

4. Gunakan AI untuk Penyempurnaan, Bukan Penggantian

Alih-alih membuat foto sepenuhnya dari AI, lebih baik memanfaatkan teknologi ini untuk mengedit dan memperbaiki foto asli.

Sebagai contoh, AI bisa dipakai untuk meningkatkan pencahayaan atau meredam keroughness pada kulit sedikit.

Hal ini mempertahankan kesan alami pada fotonya sambil meningkatkan kualitasnya tanpa merubah ciri dasarnya.

Menghasilkan gambar profesional sekarang tidak lagi terbatas atau mahal berkat kemajuan AI dan ponsel pintar.

Tetapi, perlu diingat untuk selalu mempertahankan keaslian dan nuansa alami pada tiap karya potret yang diciptakan.

Jangan bergantung sepenuhnya pada kecerdasan buatan tanpa memikirkan pesan serta sifat unik yang hendak Anda sampaikan.

Hasto: Saya Bakal Buat Pleidoi Pakai AI, Inovasi Pertama di Indonesia

0

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berencana mengembangkan pledoi atau catatan pertahanan dirinya dengan memakai teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Itu disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, ketika membaca pernyataan tertulis dari Hasto, di Pengadilan TindakPidana Korupsi Jakarta, pada hari Kamis (19/6).

“Di dalam tahanan KPK, selain telah menulis beberapa buku yang salah satu judulnya adalah Spiritualitas PDI Perjuangan, saya, Hasto Kristiyanto, juga mempelajari Filosofi Artificial Intelligence (AI),” bunyi pernyataan Hasto yang dibacakan Guntur Romli, Kamis (19/6).

“Oleh karena itu, pada pembuatan pleidoi selanjutnya, saya akan mengaplikasikan teknologi AI tersebut,” lanjutnya.

Hasto berstatus sebagai tersangka dalam perkara suap serta menghambat proses penyelidikan, dan saat ini kasusnya tengah diproses oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta. Hasto menyatakan klaimnya bahwa pembuatan pledoi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) bakal jadi kali pertamanya dilakukan di tanah air.

“Sehingga, akan menjadi pleidoi pertama di Indonesia yang memadukan antara AI dengan fakta-fakta persidangan, falsafah hukum, nilai-nilai yang diperjuangkan sesuai dengan
morality of law
,” tambah Hasto dalam surat itu.

Proses pengadilan terkait Hasto masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan sudah mencapai tahapan pemeriksaan para pakar yang dibawa oleh tim Hasto.

Pada sidang hari ini, Kamis (19/6), saksi yang dipanggil adalah mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan.

Kasus Hasto

Dalam kasusnya, Hasto didakwa menyuap komisioner KPU RI dalam proses Pergantian Antarwaktu (PAW) dan merintangi penyidikan kasus Harun Masiku.

Dalam perkara dugaan suap, Hasto disebut menjadi pihak yang turut menyokong dana. Suap diduga dilakukan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui proses PAW.

Caranya, adalah dengan menyuap komisioner KPU saat itu, Wahyu Setiawan. Nilai suapnya mencapai Rp 600 juta.

Suap itu diduga dilakukan oleh Hasto bersama Donny Tri Istiqomah, Harun Masiku, dan Saeful Bahri. Suap kemudian diberikan kepada Agustiani Tio dan juga Wahyu Setiawan.

Pada saat bersamaan, berkaitan dengan kasus diduga penghalang-halangi proses penyelidikan, Hasto dikatakan telah menjalankan berbagai langkah seperti memperoleh beberapa kesaksian tentang Masiku dan membimbing para saksi tersebut untuk tidak menyampaikan informasi yang akurat.

Bukan hanya itu saja, ketika melakukan operasi penangkapan terhadap Masiku, Hasto memberi perintah kepada Nur Hasan—yang bertugas menjaga rumah tersebut dan sering dipakai sebagai kantor—agar menelpon Masiku agar mencelupkan ponselnya ke dalam air dan kemudian segera kabur.

Selanjutnya, pada tanggal 6 Juni 2024, yaitu 4 hari sebelum Hasto dijadwalkan menjadi saksi dalam kasus Masiku, dia menginstruksikan kepada stafnya yang bernama Kusnadi untuk tenggelamkan ponsel Kusnadi sehingga tidak dapat ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hasto Siapkan Pleadoir dengan AI, Klaim sebagai Yang Pertama di Indonesia

0


JAKARTA, ZONA GADGET

– Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto sedang menyiapkan pledoi atau surat pertahanan yang akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
artificial intelligence
(AI).

Ini disampaikan oleh anggota PDI-P, Mohamud Guntur Romli, saat ia membaca surat yang berasal dari Hasto kepada wartawan di luar Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, pada hari Kamis tanggal 19 Juni 2025.

Guntur menyebutkan bahwa saat berada di bawah pengawasan KPK, Hasto tak cuma merangkai beberapa buku seperti salah satunya bertajuk Spiritualitas PDI Perjuangan, tapi ia pun mendalami tentang kecerdasan buatan atau AI.

“Saya, Hasto Kristiyanto, turut mengkaji Filosofi Kecerdasan Buatan (KB), sehingga dalam penyiapan pledoi mendatang, saya akan menerapkan teknologi KB tersebut,” ungkap Guntur sambil membaca surat dari Hasto.

Hasto pada masa kini berstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan penghalang-halangi proses penyelidikan (
obstruction of justice
Terkait kasus dugaan suap penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI yang menyangkut pelarian Harun Masiku.

Guntur menyatakan bahwa nota pembelaan yang bakal diajukan Hasto dalam kasus Harun Masiku adalah kali pertama terjadi di Indonesia.

“Sehingga ini akan jadi pledoi pertama di Indonesia yang menyatukan teknologi AI bersamaan dengan bukti-bukti pengadilan, prinsip-prinsip hukum, dan nilai-nilai yang digulirkan sesuai denganmatchConditions:
createQueryCondition
morality of law
,” kata Guntur.

9 Tips Menggunakan Voice Chat di WhatsApp: Aman dan Bebas Dari Kerugian

0

Beberapa waktu lalu geger pesan berantai yang menyebut
hacker
menjalankan aksinya melalui fasilitas terbaru
voice chat
WhatsApp (WA). Suara pesan tersebut dituduh dapat merusak akun perbankan ketika korban menekan tombol klik.
voice chat
tersebut.

Menurut Alfons Tanujaya, ahli keamanan cyber dan forensik digital dari Vaksincom, pesan berantai itu merupakan informasi yang salah. Dia menyatakan bahwa voice chat hanya sebatas fitur terbaru dari WhatsApp dan tak memiliki kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh para peretas untuk melakukan tindakan jahat.

Voice chat
fitur tersebut bertujuan agar dapat mempermudah dimulainya percakapan suara secara langsung, di mana semua peserta dalam grup memiliki kebebasan untuk ikut serta maupun meninggalkannya sewaktu-waktu. Selain itu, obrolan ini telah dilindungi enkripsi.
end-to-end
, mengutip laman resmi WhatsApp.

Baru-baru ini Alfons membagikan 9 tips penting yang harus diketahui pengguna WhatsApp saat akan menggunakan fitur
voice chat
. Berikut tipsnya:

  1. Voice chat
    Bisa dilihat di sudut kanan atas dengan simbol tiga garis di dalam lingkaran. Ikona tersebut tidak menunjukkan adanya
    hacker
    Di dalam grup tersebut. Oleh karena itu, meskipun Anda meninggalkan grup dan membentuk satu lagi, tombolnya menjadi tidak tersedia atau hilang.
    voice chat
    akan terus tampil karena memang merupakan fitur dari WhatsApp.

  2. Pada member grup WA beranggotakan 33 hingga 256 orang, ikon voice chat akan bisa diklik dan hanya tersedia pada akun Whatsapp utama.

  3. Kelompok dengan lebih dari 256 anggota, fasilitas tersebut tak tersaji.Logo
    voice chat
    buram dan tidak bisa diklik.

  4. Di dalam grup WhatsApp yang terdiri dari 3 sampai 32 anggota,
    voice chat
    tetap tersedia. Tetapi ikon
    voice chat
    tidak muncul dan digantikan oleh ikon telepon. Cara aktifkan
    voice chat
    adalah dengan sentuh dan tahan pada layar grup di bagian bawah lalu geser ke atas, maka
    voice chat
    akan tampil.

  5. Jika tidak mau terganggu, grup member dapat menonaktifkan notifikasi dari grup info
    page.

  6. Jika
    voice chat
    diaktivasi dan tidak ada yang bergabung, ia akan tetap muncul di layar grup termasuk admin dan tidak bisa dihapus kecuali oleh inisiator. Sementara jika tidak ada yang bergabung selama 60 menit,
    voice chat
    akan hilang

  7. Ancaman dari
    voice chat
    Dapat terjadi apabila akun anggota grup WhatsApp berhasil disusupi. Jika hal itu terkini, bahaya penyalahgunaan tidak hanya berlaku untuk demikan.
    voice chat
    saja tetapi di seluruh aktivitas grup, baik di pengiriman message, video, pdf sampai APK.

  8. Kalau
    voice chat
    meskipun telah bergabung dengan grup, tetapi tidak terlihat, Anda kemungkinan besar perlu melakukan hal lain.
    update
    WA ke versi terbaru.

  9. Apa gunanya
    voice chat
    :
    Voice chat
    dapat digunakan untuk mewartakan kabar atau informasi dengan kecepatan tinggi tanpa harus mengetik. Sebagai contoh, Anda bersama kelompok Anda saat ini Sedang
    live
    menyaksikan pertandingan Piala Champions, kemudian terdapat kabar penting
    breaking news
    , misalnya tiba-tiba terjadi unjuk rasa dan secara seketika lalu-lintas menjadi lumpuh sepenuhnya. Anda tak dapat mengirim pesan kepada kelompok tersebut melalui fitur typing notification ini.
    voice chat
    Dapat dipakai untuk menyampaikan data dengan mudah seperti berbicara tanpa perlu mengetik.


Mark Zuckerberg Mencari Ahli AI dengan Upah Rp 13 Miliar Per Bulan

0


ZONA GADGET

– CEO Meta, Mark Zuckerberg (Zuck), dilaporkan sedang mengincar pakar teknologi kecerdasan buatan (
artificial intelligence
/(AI) bagi kelompok bernama “Superintelligence”.

Tim baru tersebut kabarnya akan memiliki total anggota 50 orang, direkrut langsung dari kediaman Zuckerberg di Lake Tahoe dan Palo Alto, Amerika Serikat.

Menariknya, Zuck memberikan penawaran yang tinggi untuk kandidat dalam perekrutan itu. Menurut Deedy Das, salah seorang staf di perusahaan modal ventura Menlo Ventures, kandidat yang dihubungi Zuck ditawari gaji minimum 2 juta dollar AS (Rp 32,6 miliar) per tahun.

Untuk seorang ahli riset kecerdasan buatan, nilai itu tetap dianggap normal, walau termasuk dalam kategori rendah untuk dunia pra-pelatihan model-model AI.

Melalui LinkedIn, Deedy Das mengungkapkan pula bahwa Zuck menawar dengan jumlah yang lebih besar bagi kandidat pegawai laboratorium AI Meta.

“Zuck secara pribadi mengusulkan negosiasi sebesar 10 juta dolar AS (kira-kira setara dengan 163,1 miliar rupiah) tiap tahunnya dalam bentuk tunai. Saya belum pernah mendengar tawaran semacam ini,” katanya.

Jika dihitung berdasarkan tawaran tersebut, gaji para ahli kecerdasan buatan di laboratorium Meta kurang lebih mencapaiRp 13,5 miliar setiap bulannya.

Beberapa tawaran itu sukses menarik minat para profesional. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa peneliti utama di Google DeepMind, Jack Rae, diduga kuat bergabung dengan tim AI Meta.

Begitu pula dengan Johan Schalkwyk, yang sebelumnya memimpin
machine learning
di
startup
Sesame AI. Walaupun begitu, sejumlah calon lain lebih memilih menerima penawaran dari OpenAI dan Anthropic dikarenakan kesempatan tersebut memberi mereka akses ke sumber daya komputasi yang dibutuhkan.

Menurut laporan Fortune, jumlah ahli kecerdasan buatan (AI) masih sangat terbatas. Berdasarkan wawancara dengan beberapa sumber di bidang industri yang dilakukan oleh Fortune, diprediksi bahwa di seluruh dunia hanya ada kurang dari 1.000 individu yang berkompeten untuk mengembangkan model-model AI paling maju pada masa kini.

Oleh karena itu, baik Meta ataupun perusahaan teknologi lainnya sangat memperhatikan aspek kompensasi untuk para ahli dalam bidang AI.

Adapun tim Superintelligence di Meta dibangun agar induk Facebook hingga Instagram ini bisa bersaing dengan kompetitor seperti Google hingga OpenAI. Namun belum terungkap produk atau layanan apa yang akan dikembangkan oleh tim AI tersebut nanti. Kita tunggu saja.


Ahli kecerdasan buatan senang bekerja di Anthropic

Laporan dari perusahaan modal ventura SignalFire menyebutkan bahwa Meta telah kehilangan 4,3 persen talenta AI. Mereka migrasi ke lab AI lain pada tahun 2024.

Jumlah tersebut menandai Meta sebagai perusahaan dengan attrition rate tertinggi kedua setelah Google. Attrition rate adalah metrik yang menggambarkan seberapa besar persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan dalam periode waktu tertentu.

Google, menurut SignalFire, memiliki persentase attrition rate 5,4 persen pada tahun lalu.

Perusahaan modal ventura tersebut mengungkapkan pula bahwa Anthropic ternyata menunjukkan angka retensi bakat AI tertinggi, dengan 80% dari pegawai yang dipekerjakan antara tahun 2021 dan Februari 2023 masih bertahan.

Tingkat retensi karyawan yang tinggi sendiri bisa menjadi salah satu indikator bahwa karyawan betah di perusahaan. Artinya, Anthropic mampu mempertahankan sumber daya AI-nya dengan lebih baik dibanding perusahaan lain.

Karena itu, beberapa perusahaan serupa seperti Google DeepMind menunjukkan angka retensi sebesar 78%, disusul oleh OpenAI dengan 67%, Meta mencapai 64%, Cohere juga berada di 64% serta Mosaic pada 63%. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber.
KompasTekno
dari
The Register
, Kamis (19/6/2025).

UNM Explore Harmony Between AI and Psychology in “Unlock Beyond AI” Seminar

0

ZONA GADGET.CO.ID, DEPOK – Seiring dengan kemajuan cepat di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengambil peranan sebagai pemimpin dalam mendukung penggunaan teknologi ini sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Dengan tema “Buka Pintu ke Atas AI”, UNM mengundang publik untuk memahami sebuah konsep utama: manusia selalu menjadi fokus dari segala bentuk perkembangan teknologi. Seminar tersebut digelar di gedung kampus UNM yang terletak di kawasan Margonda, Depok pada hari Kamis tanggal 26 Juni 2025.

Rektor UNM, Profesor Dr Dwiza Riana menyebut bahwa seminar dengan tema “Menyeimbangkan Pikiran dan Mesin: Kesejukan Antara AI dan Kesehatan Mental” dimaksudkan untuk mendorong dialog di antara para ahli psikologi dan teknologi tentang hambatan serta kesempatan dalam merancang kecerdasan buatan yang lebih membumi.

“Seminar ini hadir guna menyediakan platform bagi perbincangan mengenai hambatan serta kesempatan dalam mendesain kecerdasan buatan yang bertujuan melayani kemanusiaan,” ungkap Prof Dwiza lewat rilisan yang diterbitkan Kamis (19/6/2025).

Menurut pendapatnya, adanya kecerdasan buatan pasti akan membuat tugas-tugas sehari-hari menjadi lebih mudah. Akan tetapi, kemajuan ini datang dengan berbagai tantangan signifikan yang meliputi aspek-aspek seperti teknikal, etika, serta dampak psikologis, entah itu untuk para pemakai atau bahkan pembuatnya.

Offie Dwi Natalia, M.Psi., seorang psikolog dan CGA yang pernah menjadi Puteri Jambi 2019, akan turut serta sebagai pemateri. Dia menekankan bahwa meskipun kita hidup dalam era serba canggih dengan berbagai kemajuan teknologi, tetapi ada sisi emosi manusia yang tak boleh disepelekan.

“Kesehatan mental merupakan dasar dari produktivitas. Teknologi AI harusnya diciptakan untuk membantu dan tidak mengambil alih interaksi manusia,” jelas Offie ketika diwawancara melalui WhatsApp pada hari Selasa, 17 Juni 2025.

Mahasiswa atau pun publik yang berminat untuk bergabung dalam acara ini dapat melakukan pendaftaran via tautan bit.ly/AI-conferenceUNM.