Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 728

Menjelajahi AI Experience Center Indosat: Keuntungan dan Visi Masa Depan

0


Zona Gadget,

JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika (
Komdigi
) berkolaborasi dengan PT
Indosat
PT Telekomunikasi Selular (ISAT) akan mengumumkan pembukaan AI Experience Center (AIEC) di Papua. Hal ini menjadikannya sebagai pusat ketiga milik Indosat setelah sebelumnya hadir di Jakarta dan Solo.

Indosat mendirikan AIEC di Papua dalam kerja sama bersama beberapa perusahaan internasional seperti Huawei dan Wadhwani. Perusahaan-perusahaan ini akan menerapkan standar optimal penggunaan kecerdasan buatan dari skala global dan mengenalkannya kepada Indonesia.

AIEC sendiri adalah sebuah gedung yang memuat berbagai contoh penggunaan kecerdasan buatan. Struktur ini mencerminkan janji Indosat untuk mendistribusikan teknologi secara merata serta usaha mereka menjadikan Indonesia sebagai salah satu aktor utama dalam bidang kecerdasan buatan global.

AIEC akan menjadi pusat pelatihan talenta AI di Indonesia. Di sana akan digelar berbagai pelatihan dasar mengenai AI, hingga melakukan uji coba penggunaan AI.

Kalangan pelajar, aparatur sipil negara, hingga masyarakat luas dapat mempelajari  AI di AICE. Harapannya setelah mengikuti pelatihan, dapat meningkatkan produktivitas serta membuka peluang baru.

AI Experience Center Indosat juga mendapatkan dukungan dari GPU Merdeka, yang merupakan hardware khusus untuk operasional AI. GPU Merdeka ini dirancang serta diposisikan di dalam negeri, dikelola oleh perusahaan asli Indonesia, diciptakan melalui bakat lokal, dengan tujuan memajukan sektor teknologi nasional.

Di bulan Agustus 2024, Indosat mengumumkan pembukaan pusat pengalaman kecerdasan buatan (AI) di Solo. Ini sesuai dengan janji Indosat dalam mendukung visi besar mereka yaitu memperkuat Indonesia. Pusat baru ini diluncurkan perdana di kawasan Solo Technopark dan dirancang sebagai ruang yang dipersenjatai dengan teknologi terkini berkat dukungan jaringan 5G serta
kecerdasan buatan (AI)
.

AI mempunyai kemampuan luar biasa dalam menyelesaikan bermacam-masalah perbedaan yang dialami oleh jaringan pendidikan dunia.

Mengutip Laporan World Economic Forum (WEF), Sabtu (17/5/2025), AI dapat menjembatani jurang teknologi dan finansial, serta menciptakan pendekatan pembelajaran yang lebih personal.

Guru-guru di seluruh penjuru dunia juga sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan, melalui sejumlah program uji coba yang berhasil serta implementasi besar-besaran yang sedang dilaksanakan.

Di Korea Selatan, Kementerian Pendidikan Korea Selatan berencana memperkenalkan buku teks digital berbasis AI di sekolah dasar dan menengah.

Langkah ini bertujuan untuk mengatasi ketidaksetaraan pendidikan, ketergantungan pada pendidikan swasta, dan budaya pendidikan yang sangat kompetitif.

Pada saat bersamaan, Kementerian Pendidikan di Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan program baru dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi belajar para pelajar serta kemampuan berpikir analitis menggunakan metode pendidikan pribadi yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah Brasil menjalankan Program Letrus untuk meningkatkan tingkat literasi di sekolah menengah pertama dan atas dengan bantuan AI, khususnya menargetkan perbedaan kinerja antara siswa berpenghasilan rendah dan tinggi.

Protelindo (TOWR) – UiPath Tingkatkan Kecerdasan Buatan, Optimalisasi Operasional Bisnis Menara

0


Zona Gadget,

JAKARTA — PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (PTPTEL)
Protelindo
) bekerja sama dengan UiPath untuk melaksanakan transformasi operasional yang lebih efisien. Salah satu aspeknya adalah sistem pengumpulan tagihan.

Kepala IT di Protelindo, Tjin Tak Wong menyebut bahwa perusahaannya menetapkan automatisasi sebagai fokus utama dalam proses transformasi untuk mempertahankan perkembangan usaha.

Perusahaan memanfaatkan sejumlah solusi
kecerdasan buatan (AI)
UiPath guna merealisasikan tujuan tersebut.

“Kami telah membangun fondasi yang kuat untuk mengoptimalkan proses internal dan menghadirkan layanan yang lebih mulus,” kata Tjin dikutip Rabu (21/5/2025).

Sekadar informasi, Protelindo saat ini mengoperasikan lebih dari 35.000 menara telekomunikasi dan mengelola serat optik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Satu dari sekian hambatan yang dialami dalam manajemennya, menurut Tjin, ialah menjalankan skala besar.

Sebelum menerapkan solusi otomatisasi, proses pengumpulan tagihan untuk lebih dari 54.000 penyewaan Menara per tahun menghabiskan banyak waktu dan energi dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Dengan mengadopsi solusi UiPath, Protelindo mampu menyelesaikan proses penagihan hanya dalam satu minggu—tanpa tambahan tenaga kerja.

“Effesiensi ini mengakselerasi alur pembayaran dan meningkatkan arus kas perusahaan,” ujar Tjin.

Tak hanya itu, Protelindo terus mengoptimalkan alur kerja bisnis dengan otomasi. Salah satu inisiatif strategisnya adalah pemanfaatan UiPath Test Suite, sebuah solusi pengujian otomasi, untuk mempercepat migrasi sistem.

Dengan UiPath Test Suite, Protelindo dapat melakukan pengujian terhadap ratusan transaksi dan laporan guna memastikan seluruh sistem berjalan optimal pasca-migrasi, sekaligus meminimalkan risiko gangguan operasional.

Pengujian otomasi ini mencakup sekitar 400 transaksi dan laporan, memungkinkan tim Protelindo memangkas waktu migrasi sistem hingga setengah dari yang dibutuhkan sebelumnya.

Sebelumnya, UiPath juga telah bekerja sama dengan Indosat menghadirkan solusi otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk segmen UMKM. Keduanya juga terlibat dalam meningkatkan literasi digital di Tanah Air.

Ternyata, UiPath adalah pembuat perangkat lunak otomatisasi proses robôtika (RPA) yang sering dipergunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas berulang dengan kecepatan dan ketepatan tinggi.

UiPath hadir di Indonesia bekerja sama dengan Indosat guna menyasar sejumlah industri potensial, salah satunya UMKM.

UiPath juga merupakan mitra Indosat dalam ID Camp. Indosat ingin agar teknologi yang dihadirikan ke Indonesia diiringi dengan peningkatan skalabilitas SDM dalam negeri, sehingga kehadiran teknologi mampu memberdayakan masyarakat.

Humaniora dan Keterampilan Digital: Kunci Penghidupan Bangsa yang Saling Melengkapi

0

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei tak sekadar berfungsi sebagai momen introspeksi sejarah, melainkan juga kesempatan untuk meninjau ulang persiapan Indonesia dalam menyongsong tantangan zaman yang dipenuhi perubahan disruptif.

Dalam era serba globalisasi serta kemajuan teknologi, pemuda dihadapkan pada tantangan untuk beralih dari posisi sebagai newbie atau orang awam —dengan segala keterikatan kurangnya pengetahuan dan keraguan diri— menuju profesionalisme yang dapat menyatukan antara wawasan digital dengan bijaksana manusia.

Inilah esensi Hari Kebangkitan Nasional 2025: membangun generasi yang menguasai integrasi humaniora dan keterampilan digital sebagai fondasi strategis untuk menjawab kompleksitas peradaban abad ke-21.

Humaniora: Fondasi Etis dalam Pusaran Disrupsi Digital

Riwayat mencatat bahwa pembaruan sebuah negara senantiasa bermula dari pengertian bersama mengenai betapa vitalnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Budi Utomo tahun 1908 menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan humaniora — melalui pemahaman yang mendalam tentang sejarah, filsafat, sastra, seni, serta budaya — merupakan pusat dari aktivitas intelektual.

Saat ini, dengan semakin mendominasinya algoritma dan kecerdasan buatan, ilmu-ilmu tentang manusia bertindak sebagai pengawal etika untuk menghentikan kemerosotan moral serta disintegrasi sosial.

Tanpa pengetahuan humaniora, perkembangan teknologi bisa jadi menciptakan generasi yang terasingkan, rentan terhadap informasi hoax, serta kurang peka terhadap keragamannya.

Contoh konkret terlihat pada maraknya polarisasi politik di media sosial, yang mencerminkan krisis dialog antarbudaya.

Inilah saatnya humaniora bertindak sebagai obat penawar: mengajar pemikiran kritis, empati, serta penghargaan atas narasi nasional yang bersifat multikultural.

Keterampilan Digital: Penggerak Inovasi yang Berlanjut

Apabila humaniora merupakan dasar, maka kemampuan digital berfungsi sebagai pendorong yang memacu tercapainya tujuan pembangunan tersebut dengan lebih cepat.

Pemuda bukan saja diharapkan mahir dalam penggunaan alat-alat seperti kecerdasan buatan, analisis data, atau pembuatan konten kreatif, namun mereka harus dapat memanfaatkan hal tersebut untuk semakin meneguhkan jati diri bangsa.

Sebagai contoh, menggunakan platform digital untuk menghidupkan kembali seni tradisional, ataupun mendesain aplikasi pendidikan yang mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada anak muda.

Namun, menguasai teknologi tanpa pemahaman tentang nilai-nilai kemanusiaan sama seperti memiliki pisau berbilah ganda.

Kecerdasan buatan bisa menjadi alat propaganda jika tidak diimbangi etika, sementara media sosial berpotensi merusak kohesi sosial tanpa literasi budaya.

Maka dari itu, menyatukan kedua sektor tersebut bukan hanya opsi, tetapi menjadi suatu kebutuhan yang tak terelakkan secara strategis.

Sinergi Humaniora-Teknologi

Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial (FPIS) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Yogyakarta merespon tantangan tersebut dengan metode pendidikan yang menyeluruh.

Kurikulum ini dibuat dengan tujuan mencetak alumni yang tak sekadar mahir dalam bidang humaniora, tapi juga kompeten dalam menggunakan teknologi demi perubahan sosial.

Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran eksperien dan berdasarkan projek, pelajar diminta untuk menerapkan pengetahuan mereka tentang pengajaran dan sains sosial dalam tugas-tugas yang bersifat digital.

Sebagai contoh, mendesain bahan ajar inklusif dengan memakai teknologi augmented reality (AR), atau menciptakan gerakan edukasi digital yang menampilkan kearifan lokal.

FKHUM UKDW juga mengutamakan keterampilan berinteraksi antar budaya dengan bekerja sama bersama komunitas multi-etnik, menjadikan para alumni siap untuk bertindak sebagai penengahi dalam keberagaman masyarakat Indonesia yang kompleks.

Hasilnya adalah profil lulusan yang unik: akademisi dengan jiwa humanis, praktisi teknologi yang beretika, dan agen perubahan yang responsif terhadap dinamika global.

Kebangkitan Nasional 2025: Saatnya Bertransformasi dari Konsumen menjadi Kreator

Harkitnas 2025 harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk beralih dari pola pikir consumer teknologi menjadi creator yang mandiri.

Hal ini baru dapat dicapai apabila pendidikan berhasil menggabungkan tiga unsur utama: Nilai Humaniora sebagai rambu moral, Kemahiran Digital sebagai sarana kreasi, serta Keahlian Antarbudaya sebagai pengikat hubungan sosial.

FKHUM UKDW sudah membuktikan melalui kurikulum terintegrasi mereka bahwa visi tersebut bukan semata-mata mimpi belaka.

Mulai dari Budi Utomo sampai zaman metaverse, inti dari pergerakan nasional tetap tidak berubah: mengembangkan kedaulatan bangsa melalui pendidikan.

Perbedaannya sekarang, kita harus menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel—memadukan pengetahuan dari bidang humaniora dengan kemajuan teknologi.

Untuk menyelesaikannya, biarlah Harkitnas 2025 menjadi titik balik bagi meningkatkan kerjasama di antara lembaga pendidikan, pemerintahan, dan publik.

Dengan kerjasama seperti ini saja, Indonesia bisa berkembang dari pemula yang tertinggal menjadi ahli yang mendominasi pentas dunia.

Maju Terus Pendidikan Indonesia!


Ditulis oleh:


Raden Bima Adi, M.Th., M.A., Ph.D


Dosen Program Studi Ilmu Humaniatri Digital, Fakultas Pendidikan dan Humaniora


Universitas Kristen Duta Wacana di Yogyakarta

Eropa Makin Dominan! Apple Akan Memungkinkan Pengguna Pilih Asisten Suara Lain Selain Siri

0

Zona GadgetFast Technology melaporkan bahwa Apple berencana untuk memberikan pengguna di Uni Eropa kemampuan untuk menetapkan asisten suara bawaan selain Siri.

Dalam laporan panjang hari ini mengenai kekurangan kecerdasan buatan Apple, Gurman dan lainnya menyebutkan bahwa Apple berencana untuk memperkenalkan perubahan ini di berbagai platform perangkat lunak, yang berarti setidaknya iPhone, iPad, dan Mac akan dapat mengganti asisten suara bawaan.

Kemungkinan besar, ini berarti pengguna di Uni Eropa akan dapat memilih opsi seperti Amazon Alexa atau Google Assistant sebagai asisten suara bawaan di perangkat Apple mereka.

Bocoran tersebut juga menyebutkan bahwa Apple sedang mengerjakan perubahan ini untuk mengatasi perluasan regulasi Uni Eropa.

Uni Eropa memang ahli dalam mengatur Apple dan terus mengambil tindakan selama beberapa tahun terakhir.

Penggantian antarmuka USB-C pada seri iPhone 15 didorong oleh Uni Eropa, jika tidak, antarmuka Lightning mungkin harus bertahan beberapa tahun lagi.

Selain itu, Apple juga telah mengizinkan pengguna iPhone di Uni Eropa untuk menetapkan aplikasi pihak ketiga sebagai opsi bawaan untuk browsing dan perpesanan, navigasi, dan lain-lain. ***

Adopsi AI dalam Omnichannel Menjadi Kebijakan Bisnis Terpanas 2025: Inilah Bukti!

0


Jakarta, IDN Times

– Mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan
artificial intelligence
(AI) dalam dunia usaha sedang menjelma sebagai fenomena tahun 2025. Pengadopsian teknologi tersebut merujuk pada penerapan AI untuk meningkatkan interaksi layanan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan, terutama bagi para pebisnis yang menggunakannya.
omnichannel
(lebih dari satu saluran komunikasi) sebagai sarana pemasaran atau pusat bantuan.

Seiring meningkatnya persaingan bisnis, perusahaan berlomba-lomba mencari cara untuk membuat konsumen bertahan. Dalam laporan
Infobip Messaging Trends 2025
, perusahaan teknologi penyedia
omnichannel marketing platform
menyatakan bahwa saat ini pelanggan menginginkan interaksi yang lebih cepat dan dua arah dari merek-merek yang mereka beli.

Pergeseran itu membuat perusahaan harus tanggap memanfaatkan berbagai
platform
komunikasi.

1. Pelanggan lebih memilih perusahaan yang sigap dalam menanggapi kebutuhan mereka sebagai konsumen.

Business Lead Infobip Indonesia, Kukuh Prayogi mengatakan konsumen semakin menuntut cara termudah untuk menjangkau brand.

“Untuk itu, brand-lah yang perlu hadir di
platform
yang konsumen gunakan. Riset Infobip menunjukkan 77 persen konsumen memilih, merekomendasikan, atau membayar lebih untuk
brand
dengan
service
yang cepat serta dapat menyesuaikan diri dengan keperluan individunya,” ungkap Kukuh seperti disebutkan dalam pernyataannya, Rabu (21/5/2025).

Menurutnya, dengan semakin sengitnya persaingan bisnis, para pebisnis yang lambat menanggapi pesan dapat kehilangan kesetiaan pelanggan.

2. Investasi dalam teknologi AI menjadi suatu keharusan untuk bisnis

Paling tidak, terdapat empat trend yang muncul pada laporannya oleh Infobip. Trend pertama adalah adanya standarisasi komunikasi dengan cara memahami sudut pandang orang dewasa. Artinya, pelanggan menginginkan interaksi dengan merek seolah-olah sedang bercakap-cakap dengan seseorang dewasa yang betul-betulan paham akan keperluan mereka, bukan hanya tipe percakapan formal semata.

Karenanya, semakin bertambahnya
brand
yang menginvestasikan sumber daya dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) guna menciptakan interaksi yang lebih mendalam, sesuai, dan sigap.

Kedua, terjadi peningkatan dalam penggunaan WhatsApp sebagai jalur komunikasi dengan pelanggan. Di Indonesia, WhatsApp menguasai sebesar 68% dari lalu lintas pesan bisnis di tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan tahunan hingga 111%.

Kereta api ketiga menyebutkan bahwa layanan komunikasi dengan pelanggan di seluruh dunia paling banyak dimanfaatkan oleh sektor transformasi dan logistik. Di Tanah Air, mayoritas pemakai jadi termasuk dalam bidang tersebut.
e-commerce
Pesan instan banyak dipakai dalam berbagai hal mulai dari melacak kiriman barang, memberi tahu jadwal, sampai mendukung pelayanan konsumen.

Keempat, perubahan momentum global sepetipa tersebut harus diwaspadai dan ditangani dengan tepat.
Black Friday
Yang dicampurkan dengan unsur lokal bisa jadi strategi pemasaran untuk perusahaan.
Messaging
bertindak sebagai sarana utama untuk menggaet perhatian pelanggan pada acara-acara tersebut.

3. Signifikansi penggunaan komunikasi omnichannel untuk meningkatkan usaha Anda

Karena itu, Kukuh menyebut bahwa Infobip mendesak para pemain bisnis agar menggunakan sistem komunikasi.
omnichannel
dengan konsumen.

Dia menyontohkan, berkat penerapan
omnichannel
, platform
e-grocery
Segaris dapat memproses 90% pertanyaan pelanggan dengan lebih efisien, yang mana hal ini mengakibatkan peningkatan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 87%.

“Memilih satu
channel
saja tidak cukup,
brand
Di Indonesia perlu menggunakan pendekatan omnichannel pada komunikasinya. Kenali ciri-ciri pelanggan guna memutuskan strategi yang tepat.
channel
“Prioritas, namun tetap pertahankan saluran tradisional seperti SMS supaya bisnis masih merangkul semua kalangan dan bisa mencakup seluruh pelanggan,” jelas Kukuh.

Ternyata Begini! 5 Alasan Mengapa Redmi 13C Jadi Pilihan Utama untuk Generasi Modern

0


Zona Gadget

– Redmi 13C adalah opsi ideal bagi siswa yang mencari perangkat pintar berkualitas tinggi dengan biaya terjangkau.

Dengan spesifikasi handal dalam segmen pemula, keunggulan Redmi 13C bagi siswa ada pada kemampuan operasionalnya yang konstan, layar lebar, serta daya tahan baterai yang cukup untuk sehari penuh.

Ponsel ini dapat menunjang aktivitas pembelajaran online serta hiburan ringan tanpa ada masalah berarti.

Keuntungan Redmi 13C Bagi Siswa

Dalam menghadapi serbuan perangkat elektronik yang harganya tinggi, Redmi 13C memberikan pilihan menarik untuk para pelajar. Berikut adalah beberapa argumen yang membuat smartphone ini worth it untuk dipertimbangkan.

1. Processor Handal Untuk Aktivitas Sehari-Hari

Redmi 13C dilengkapi dengan chipset MediaTek Helio G85 yang handal untuk mengoperasikan berbagai aplikasi pembelajaran seperti Google Classroom, Zoom, ataupun Microsoft Teams.

Dipadukan dengan pilihan RAM 4GB, 6GB, hingga 8GB serta penyimpanan internal hingga 256GB, aktivitas multitasking pun jadi lebih lancar.

2. Layar Luas dan Responsif

Layar IPS LCD 6,74 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 90Hz membuat tampilan visual terasa lebih halus.

Ukuran layar yang lega sangat membantu pelajar saat membaca e-book, menonton video pembelajaran, atau mengakses materi di web.

3. Tahan Lama Untuk Kegiatan Belajar Sepanjang Hari

Keuntungan utama dari Redmi 13C bagi para siswa adalah kapasitas baterai yang besar.

Dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh serta fitur pengisian cepat 18W, Anda dapat menikmati aktivitas belajar dan hiburan sepanjang hari tanpa perlu khawatir kehabisan energi.

4. Kamera Berkualitas Tinggi untuk Mengabadikan Pekerjaan

Redmi 13C memiliki kamera utama di bagian belakang dengan resolusi 50 MP yang sangat jernih digunakan untuk mengambil gambar catatan atau tugas sekolah.

Ada juga kamera makro 2 MP dan kamera tambahan 0.08 MP. Sementara itu, kamera depan 8 MP sudah cukup jernih untuk video call saat belajar daring.

5. Harga Bersahabat dalam Kategorinya

Berikut harga Redmi 13C di Indonesia:

RAM 6GB + ROM 128GB: Rp 1.499.000

RAM 8GB + ROM 256GB: Harga Rp 1.999.000

Untuk kurang dari Rp 2 jutaan, Anda dapat memperoleh ponsel pintar dengan spesifikasi mumpuni serta fitur terlengkap bagi para pelajar.

Untuk siswa yang membutuhkan telepon pintar efisien namun handal, Redmi 13C merupakan opsi bijak.

Fitur unggulan dari Redmi 13C bagi para pelajar adalah spesifikasinya yang seimbang, ketahanan baterainya yang awet, dan harganya yang terjangkau.

Dengan berbagai fasilitas itu, proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan tidak memerlukan biaya besar. ***

Harga OTR Jakarta Yamaha Mio M3: Skuter Legendaris Kini Lebih Gagah dengan Warna Terbaru

0


Zona Gadget

– Kemajuan dalam pola gerak dan cara hidup generasi muda yang selalu berkembang secara jelas memacu Yamaha agar terus menciptakan ide baru, tidak hanya dari segi kinerja, tapi juga tampilan pada setiap sepeda motornya.

Saat ini, sepeda motor telah menjadi elemen penting dalam gaya hidup generasi muda dan alasannya adalah karena tampilan sepeda motor pun harus diperhatikan di samping fungsi utamanya. Salah satunya adalah skuter ikonis Yamaha yakni Yamaha Mio M3.

Yamaha mempersembahkan varian terbaru dari Skutik Mio yang telah dikenal luas sebagai ikon sejarah dengan kontribusinya dalam meningkatnya popularitas skuter matik di kalangan penduduk Indonesia. Model Mio M3 mendapatkan sentuhan baru berupa warna dan desain grafis yang menjadikan tampilannya lebih garang, trendy, dan mencerminkan jiwa pemuda.

Dan tidak tanggung-tanggung, Mio M3 mendapatkan 4 pilihan warna terbaru yang mencerminkan gaya hidup aktif dan ekspresif anak muda masa kini disertai dengan grafis baru yang modern. “Yamaha Mio M3 merupakan salah satu lini produk yang sampai saat ini masih terus hype dan ikonik, bahkan sudah menjadi teman mobilitas masyarakat Indonesia selama betahun-tahun sehingga sebagai bentuk apresiasi, Yamaha menyuguhkan 4 warna dan grafis baru, yaitu Metalic Cyan, Metalic Red, Metalic Black, dan Metalic White yang tentu saja sangat cocok menjadi skutik stylish anak muda dengan karakteristiknya lebih ekspresif dan sporty, tetapi tetap mempertahankan karakter Mio M3 yang mampu mendukung mobilitas harian dengan performa tinggi m sehingga selalu dapat diandalkan sebagai skutiknya para anak muda,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Yamaha Mio M3 versi 2025 meluncurkan beberapa pilihan warna baru khusus bagi generasi muda yang dinamis dan suka penampilan trendi ketika bepergian. Warna-warnanya mencakup Metalic Cyan dikombinasikan dengan Silver Metalic yang menunjukkan aura segar dan hiduppik seperti biru laut pada siang hari; Metalic Red memberikan nuansa berani serta energetik layaknya api membara; Metalic Black membantu pengendaranya tampak lebih bergaya dan rapi; sementara itu, Metalic White hadir dengan gaya simple namun canggih seolah-olah datang dari masa depan.

Penampilan sporty dan futuristik dari skuter Mio M3 ini diperkuat lagi oleh desain grafis terbaru yang makin menonjolkan sisi stylish dan modern. Yang paling mengesankan dalam perombakan desain grafis kali ini adalah bagian depannya yang sekarang memiliki motif garis tegas bersama deretan ornamentasi segitiga serta jaring sarang lebah, hal tersebut memberi nuansa teknologi canggih. Ornaments serupa juga ditambahkan pada seluruh aspek grafis baru dari skuter ini.

Kesan sporty dari skuter matic ini tampak jelas lewat desain grafis di body-nya yang memperlihatkan karakter “M” serta nomor “III” dalam format Romawi menggunakan huruf tebal dan rapih, menciptakan efek visual yang tajam dan lebih dinamis. Sementara itu, identitas model Mio 125 saat ini diposisikan secara independen dengan background berisi motif grafis unik dan bertolak-belakang.

Agar lebih lengkap, komponen sirip dari skuter ini dirancang secara aerodinamis dengan multi-lapisan dan telah diberi motif grafis baru yaitu tulisan “Mio 125” dalam bentuk bertingkat dengan jenis huruf yang tampak olahragawan. Logo Fuel Injection (FI) pun menjadi lebih mencolok karena dilengkapi oleh penambahan warna cerah serta dua baris garis lurus disekitarnya. Skuterkini masih menampilkan kesan elegan lewat pola badan bernuansa serat karbon di area tertentu, sehingga perombakan ini juga menggarisbawahi bahwa Mio M3 adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin tampil modis saat bepergian setiap hari, khusunya kaum muda.

Yamaha Mio M3 diperkenalkan sebagai motor matic dalam seri 125 cc Yamaha yang diciptakan bagi pemuda-pemudi yang memprioritaskan fungsi kendaraan tetapi juga mencintai estetika saat berkendara. Motor ini telah dibekali dengan mesin Blue Core 125cc yang efisien penggunaan bahan bakarnya namun cukup powerful, menjadikan Mio M3 pilihan tepat untuk aktivitas sehari-hari dengan performa superior. Keberadaannya semakin ditunjang oleh empat opsi warna baru yang stylish, memberi kesempatan kepada para konsumennya tampil lebih enerjik dan trendy. Selain itu, tak hanya desain saja yang unggul; kualitas Yamaha Mio M3 pun handal, didukung garansi rangka hingga lima tahun*, silinder DiASil, piston forged, dan komponen sistem injeksinya, membuktikan bahwa ia adalah sahabat sempurna dalam mobilitas Anda.

Yamaha mengeluarkan Mio M3 dalam pilihan warna seperti Metalic Cyan, Metalic Red, Metalic Black, dan Metalic White dengan harga Rp 18.305.000,-. Angka ini mencerminkan harga OTR untuk wilayah Jakarta. ***

Samsung Dimulai Distribusi One UI 7 di Smartphone Galaxy Kelas Entrian

0


Zona Gadget

– Samsung kembali merilis pembaruan (
update
) antarmuka (
user interface
One UI 7 yang didasarkan pada Android 15 akan diterapkan secara meluas di berbagai seri perangkat selulernya.

Setelah lini ponsel
flagship
, kini giliran ponsel kelas bawah (
entry-level
yang dikabarkan menjadi bagian dari tampilan One UI 7 ini.

Dua perangkat yang berhak menerima update One UI 7 adalah Galaxy A15 dan Galaxy A16 varian 4G.

Informasi terkait kehadiran pemutakhiran One UI 7 untuk kedua telepon seluler tersebut.
entry-level
itu pertama kali muncul dari unggahan seorang pengguna di platform X (dulu Twitter).

Akun @neOLLu75 tersebut memposting dua gambar yang merupakan tangkapan layar (
screenshot
) yang mengindikasikan bahwa di Korea Selatan, perangkat Galaxy A15 4G telah mendapatkan pembaruan
update
One UI 7.

Berdasarkan gambar yang dishare oleh @neOLLU75, disebutkan bahwa update One UI 7 untuk perangkat Galaxy A15 4G varian Korea ini datang dengan kode numerik tersebut.
build
(
firmware
A155NKSU5BYD5 / A155NOKR5BYD5 / A155NKSU5BYD5.

Di samping itu, dalam postingan tersebut, @neollu75 juga melampirkan catatan (
caption)
yang menyebut bahwa pembaruan antarmuka di Galaxy A15 4G ini datang lebih cepat dibanding model lain seperti Galaxy A34.

Untuk diketahui, berdasarkan
roadmap
resmi Samsung, Galaxy A15 sendiri memang dijadwalkan baru akan mendapat
update
One UI 7 pada Juni 2025.

Namun, dengan adanya laporan dari akun @neollu75 ini menandakan bahwa pengguliran One UI 7 di Korea hadir lebih cepat dari jadwal
roadmap
yang direncanakan Samsung.

Selain Galaxy A15 4G, pembaruan One UI 7 juga dilaporkan mulai digulirkan ke ponsel
entry-level
Lain contohnya adalah Galaxy A16 4G

Kabar ini datang dari salah satu anggota forum komunitas resmi Samsung Korea Selatan.

Pengguna dengan nama akun 6513 melaporkan bahwa perangkat Galaxy A16 miliknya telah menerima
update
One UI 7 akan dirilis pada tanggal 19 Mei 2025.

Pada postingan itu, akun bernomor 6513 juga mengungkapkan sebagian tanggapan tentang pengalaman dia pasca melaksanakan pembaruan One UI.

Dia mengatakan bahwa kinerja peralatannya menjadi lebih cepat dan peka setelah dilakukan pembaharuan daripada sebelumnya.

Di samping itu, dia juga menyebutkan bahwa sejak menginstal pembaruan One UI 7, daya tahan baterainya tampak lebih cepat berkurang.

Varian 5G dari Galaxy A15 dan A16akan segera mengikuti.

Meskipun versi 4G dari perangkat Galaxy A15 dan A16 telah memulai penerapan pembaruan One UI 7, versi 5G dari kedua smartphone tersebut dikatakan masih belum mendapatnya.

Meskipun demikian, diperkirakan bahwa pemutakhiran untuk kedua perangkat 5G itu akan segera hadir dalam waktu dekat.

Ternyata, baik model Samsung Galaxy A15 maupun A16 versi 5G hadir dengan OS dan tampilan pengguna yang mirip dengan versi 4G mereka, yaitu menggunakan Android 14 dengan lapisan One UI 6.1.

Selain itu, berdasarkan
roadmap
Resmi dari Samsung, perangkat Galaxy A16 diperkirakan akan menerima pembaruan One UI 7 pada bulan ini, yaitu Mei 2025, seperti yang terkumpul.
KompasTekno
dari laman
GSM Arena
, Rabu (21/5/2025)

Menyelami Kecerdasan Kolektif: Bagaimana Ikan Listrik Inilah Mendorong Pengembangan AI yang Lebih Canggih

0


Zona Gadget

– Mengerti kecerdasan kolektif itu tak mudah. Perilaku sosial dalam suatu grup enggak bisa cuma dilihat dari tindakan masing-masing anggota atau interaksinya saja yang timbal balik.

Menurut laporan di The Harvard Gazette, sekelompok peneliti dari Harvard Medical School dan Columbia University sedang mengkaji ikan elefantnose (Gnathonemus petersii), yang merupakan jenis ikan berlistrik berasal dari Afrika barat dan tengah. Tujuan mereka adalah untuk menyelidiki bagaimana kebijaksanaan atau intelektualitas bersama dapat timbul pada populasi organisme hidup tersebut.

Penelitian ini merupakan bagian dari disiplin ilmu NeuroAI yang menyatukan analisis sistem biologi dengan inteligensi buatan.


Bahasa Listrik sebagai Model Interaksi Sosial

Ikan elephantnose menghasilkan impuls listrik yang disebut electric organ discharges (EODs) untuk berkomunikasi, mencari makan, hingga kawin.

“Mereka melakukan segalanya dalam hidup melalui impuls listrik,” ujar Kanaka Rajan, peneliti dari Kempner Institute dan Harvard Medical School.

Bahasa komunikasi ikan ini terdiri dari rangkaian impuls listrik identik. Maknanya tergantung pada frekuensi dan pola pulsa, menyerupai “kalimat” dalam bahasa manusia.

Walau sederhana, sistem ini menunjukkan perilaku sosial terkoordinasi yang relevan untuk memahami dinamika dalam kelompok manusia atau sistem AI multi-agen.


Simulasi Digital Mengungkap Strategi Bertahan Hidup

Rajan dan tim menciptakan model komputer berbasis agen buatan yang meniru perilaku ikan elephantnose.

Lewat simulasi evolusi, mereka menemukan bahwa ketersediaan makanan memengaruhi dominasi perilaku kompetitif atau kooperatif.

Jika sumber makanan terbatas, persaingan meningkat. Sebaliknya, lingkungan yang kaya makanan mendorong kerja sama.

Perilaku tersebut tidak diprogram, tetapi muncul dari seleksi alam buatan selama beberapa generasi simulasi.


Implikasi untuk AI dan Sistem Swarm

Hasil penelitian ini menjadi landasan untuk mengerti cara kerja sistem kecerdasan buatan dalam berinteraksi dan bersinergi secara bersama-sama.

“Beberapa prinsip dari kecerdasan kolektif bisa jadi sangat berpengaruh pada cara sistem-sistem AI saling bertukar informasi dan berkomunikasi,” ungkap Rajan.

Para peneliti pun mulai menyelidiki potensi keberadaan aturan umum dalam berinteraksi dengan orang lain, misalnya minimal berapa banyak individu yang diperlukan agar kolaborasi dapat berjalan dengan baik atau titik ambang di mana pertarungan sengit justru bisa mengakibatkan kerugian.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman atas sistem biologis seperti ikan elephantnose dapat membantu membangun sistem AI yang lebih adaptif dan kooperatif di masa depan, dengan pendekatan berbasis perilaku alami.

iPhone 17 Air: Lebih Slim & Light dari Galaxy S25 Edge, Tapi Baterenya Buat Keheranan

0


Zona Gadget

– Informasi baru yang berasal dari jaringan pasokan Apple membongkar detail signifikan tentang iPhone 17 Pro.

Sebagaimana dilaporkan oleh Wccftech pada hari Minggu (18/5), informasi tersebut diperoleh dari posting terakhir oleh akun @yeux1122 di blog Korea, klaimnya menyatakan bahwa ia mendapat data secara langsung dari jaringan suply Apple di Taiwan.

iPhone 17 Air dikabarkan bakal meluncur dengan bodi sangat ramping, berukuran tebal cuma 5,5 mm saja, sehingga menjadi salah satu model iPhone termungil yang pernah dibuat oleh Apple.

Disebutkan juga iPhone 17 Air hanya dibekali baterai berkapasitas 2.800 mAh.

Angka tersebut jauh dibawah kapasitas baterai dari Samsung Galaxy S25 Edge yang sampai dengan 3.900 mAh, walaupun keduanya mempunyai ukuran layar yang hampir sama.

Walaupun kapasitasnya termasuk kecil dibandingkan dengan standar pada tahun 2025, disebut-sebut bahwa Apple akan memasang teknologi baterai berdensitas tinggi guna menyelesaikan kendalanya tersebut.

Perkiraan teknologi baterai itu dapat menambah kapasitas efektif antara 15 sampai 20 persen tanpa merubah ukuran fisiknya.

Walaupun belum ada kepastian resmi dari Apple tentang masalah ini, gosip tersebut sudah banyak dibicarakan oleh para pakar industri dan juga komunitas pecinta Apple.

Di samping keketebalan serta daya tahan baterainya, bocoran serupa juga mengungkap berat dari iPhone 17 Air yang cuma mencapai 145 gram.

Mengutip dari GSMArena, dengan ukuran layar yang sekelas dengan Galaxy S25 Edge, bobot ini menjadikannya lebih ringan dibanding pesaing utama di kelasnya.

Strategi ini dinilai sebagai bagian dari upaya Apple untuk mempertahankan citra perangkat premium yang ringan dan ramping.

Di tengah diskusi mengenai kapasitas baterai yang kecil, muncul spekulasi bahwa Apple sengaja merancangnya demikian agar dapat menjual aksesori casing baterai tambahan.

Akan tetapi, ada juga laporan yang menyatakan bahwa perusahaan sedang mengerjakan fitur hemat energi menggunakan teknologi AI guna mempertahankan ketahanan baterai pada tingkat terbaiknya.