Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 729

Head Unit Mobil Semakin Canggih, Layar Sentuh Jadi Kontrol Utama

0


Zona Gadget

– Dulu, head unit mobil hanya berfungsi sebagai pemutar radio atau CD. Namun sekarang, alat ini telah berevolusi menjadi pusat kendali utama dalam mobil. Layar sentuh yang besar dan responsif kini menjadi standar di banyak mobil baru.

Dengan tampilan digital, pengemudi bisa mengatur hampir semua fungsi kendaraan hanya lewat sentuhan jari. Mulai dari audio, navigasi, pendingin kabin, hingga pengaturan lampu, semua terintegrasi dalam satu layar.
Layar sentuh juga memberikan pengalaman visual yang lebih menarik. Tampilan antarmukanya dirancang agar mudah digunakan dan terlihat modern. Beberapa mobil bahkan menyematkan efek animasi saat berpindah menu atau mengatur suara.
Ukuran layar pun makin besar. Jika dulu hanya 7 inci, kini banyak mobil yang menawarkan layar 10 inci hingga 15 inci. Bahkan beberapa model mobil mewah menyematkan dua layar sekaligus, satu untuk pengemudi, satu lagi untuk penumpang.
Teknologi ini juga didukung oleh konektivitas yang lengkap. Layar head unit kini bisa menampilkan peta dari smartphone, memutar video dari USB, bahkan melakukan mirroring dari ponsel Android maupun iOS.
Unit kepala modern juga menyediakan kualitas audio yang semakin tajam. Melalui kontrol equalizer digital, pemakai dapat mengubah nada sesuai preferensi mereka. Akhirnya, hiburan di dalam kendaraan ini menjadi serupa dengan suasana teater pribadi kecil.
Meski serba digital, beberapa produsen tetap menyisakan tombol fisik untuk fungsi penting. Ini untuk menjaga keselamatan dan memudahkan akses saat berkendara. Kombinasi antara sentuhan dan tombol manual dianggap paling nyaman.
Selain itu, layar sentuh juga semakin tahan terhadap silau matahari dan debu. Beberapa sudah menggunakan teknologi anti-glare dan anti-gores agar tetap jelas meski terkena cahaya langsung.
Akan tetapi, perubahan ini pun memaksa pengguna untuk bersikap adaptif. Kehadiran sistem yang semakin rumit dapat mengacaukan orang yang belum familiar dengannya. Oleh karena itu, sekarang banyak pembuat produk yang melampirkan petunjuk digital yang sederhana dan mudah dimengerti.
Head unit dan layar sentuh bukan lagi sekadar fitur tambahan, tapi sudah menjadi identitas mobil modern. Ke depan, bukan tak mungkin layar sentuh akan menggantikan hampir semua tombol di dalam mobil.

Mobil Lebih Cerdas dengan Sistem Infotainment Berbasis AI

0


Zona Gadget

– Di era mobil modern, kecerdasan buatan atau
Artificial Intelligence
Mulai menjadi elemen krusial dalam bidang hiburan dan informasi mobil, AI tidak hanya mendukung pengemudi tetapi juga mengubah pengalaman berkendara jadi lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Saat ini, berbagai kendaraan modern telah menerapkan teknologi AI untuk mengidentifikasi pola perilaku pemakai. Sebagai contoh, sistem tersebut dapat dengan sendirinya memutarkan lagu kesukaan pada waktu-waktu spesifik atau menyetel temperatur ruangan sesuai selera individu. Semua proses itu bisa terjadi tanpa adanya intruksi langsung dari siapa pun.
AI pun bisa mengenali pola rute favorit para pembawa mobil. Sehingga, platform tersebut dapat menyarankan jalur paling singkat, bahkan tanpa harus ada masukan dari pemakai pada sistem penunjuk jalan GPS. Inovasi teknologi ini menjadikan proses navigasi semakin praktis serta menghemat waktu.
Selain itu, AI membantu pengemudi tetap fokus. Dengan fitur perintah suara yang canggih, pengguna bisa menyalakan musik, mencari restoran, atau menelepon tanpa menyentuh layar. Teknologi ini memberi kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.
Banyak sistem hiburan dalam kendaraan dapat mendeteksi emosi sang sopir melalui nada suaranya. Apabila detektor menyadari bahwa si pengendara merasa tertekan, teknologi cerdas tersebut akan memutar lagu-lagu penenang atau justru memberi saran untuk beristirahat sebentar. Fitur semacam itu kian populer pada mobil-mobil modern dan berteknologi tinggi.
Di sisi hiburan, AI memberi saran tontonan atau lagu berdasarkan mood dan riwayat penggunaan. Layaknya layanan streaming di rumah, mobil kini juga menjadi tempat hiburan pintar selama perjalanan.
Pengembangan AI dalam infotainment mobil juga melibatkan pembaruan perangkat lunak secara
online (over-the-air)
Ini memungkinkan mobil untuk mendapatkan fitur-fitur baru tanpa harus dibawa ke bengkel. Pemilik kendaraan hanya perlu tersambung ke internet dan sistem tersebut akan diperbaharui dengan cara yang otomatis.
Namun, tantangan juga ada. Salah satunya soal privasi data. Karena sistem AI mempelajari kebiasaan pengguna, penting bagi produsen mobil menjaga keamanan data pribadi agar tidak disalahgunakan.
Walaupun demikian, perkembangan AI pada kendaraan diperkirakan bakal semakin maju. Pada hari esok, jangan-jangan sistem hiburan di dalam mobil dapat benar-benar mengerti kemauan penumpang tanpa harus dia minta duluan.
Dengan kemajuan ini, kendaraan tidak lagi sekadar sarana transportasi, tetapi juga telah berubah menjadi asisten personal cerdas. Hal itu semua berkat integrasi teknologi kecerdasan buatan di dalam sistem hiburan dan informasi.

Menjelajahi Vehicle Infotainment: Kemewahan Teknologi Hiburan Modern di Kendaraan Anda

0


Zona Gadget

– Industri otomotif selalu berkembangan mengikuti perkembangan teknologi. Fitur yang semakin digandrungi serta jadi fokus utama pada kendaraan modern ialah sistem infotainment. Selain menyediakan hiburan, teknologi tersebut pun turut menjadi sumber informasi dan kenyamanan untuk supir maupun penumpang.

Kini mobil tak cuma digunakan untuk bermobilitas saja. Melalui fitur infotainment, si pemakai dapat memutar lagu kesukaan, mengambil telpon tanpa perlu mengekspos layarnya, dan juga merujuk pada peta digital yang cermat. Seluruh fungsi tersebut dioperasikan cukup lewat sekali ketukan tangan ataupun hanya dengan instruksi lisan.
Infotainment system merupakan kombinasi dari hardware dan software yang membangun jembatan antara kendaraan dengan ranah digital. Umumnya tersaji dalam format layar sentuh pada panel kontrol, dilengkapi dengan fitur konektivitas Bluetooth, Wi-Fi, serta dapat menjalankan sistem operasi terpilih seperti Android Auto atau Apple CarPlay.
Banyak kendaraan terbaru telah disematkan dengan teknologi kontrol suara. Hanya dengan mengucapkan “mulai musik” ataupun “tampilkan peta”, sistem otomatis akan bereaksi seketika. Fasilitas tersebut mempermudah supir untuk tetap berkonsentrasi pada jalanan tanpa perlu bersusah payah menyentuh tombol-tombolnya.
Di samping menyediakan hiburan, terdapat pula berbagai fitur keamanan yang terintegrasi, misalnya adanya peringatan ketika kendaraan mendekati mobil di sebelahnya, pemberitahuannya saat melenceng dari lintasan, sampai dengan kamera belakang guna membantu proses parkir.
Di India, sektor hiburan dalam mobil berkembang dengan pesat. Nilai pasar diestimasikan akan menyentuh angkaRp1,21 quadriliun pada tahun 2025 dan naik menjadi Rp2,14 quadriliun pada tahun 2030.
Beberapa faktornya meliputi peningkatan ketertarikan terhadap kendaraan listrik, kebutuhan pasar akan fungsi yang semakin canggih, serta bertambahnya kerjasama di antara pembuat mobil dengan raksasa teknologi.
Banyak produsen telah mengintegrasikan teknologi AI di dalam unit hiburan dan informasi kendaraan mereka. Hal ini bertujuan supaya sistem mampu menyesuaikan diri berdasarkan pola pengguna, memberikan anjuran, serta mendeteksi adanya risiko yang dapat membahayakan.
Teknologi mendatang seperti augmented reality serta jaringan 5G sedang dalam tahap percobaan. Melalui ini, pengendara dapat menampilkan informasi secara langsung pada kaca depan tanpa perlu memandangi layar panel instrumen.
Sekarang ini, sistem informasi hiburan tidak lagi menjadi tambahan belaka, tetapi elemen vital dalam menikmati perjalanan mobil modern. Kendaraan tak cuma dijadikan sebagai moda transportasi, melainkan juga mitra perjalanan yang cermat dan menghibur.

Sidik Jari Kapasitif vs Ultrasonik, Mana yang Lebih Unggul dalam Keamanan?

0


Zona Gadget

– Teknologi pemindai sidik jari masih menjadi andalan utama dalam menjaga keamanan ponsel. Saat ini, ada dua jenis utama yang digunakan: sensor kapasitif dan sensor ultrasonik.

Sensor kapasitif merupakan teknologi yang lebih dulu hadir dan sudah terbukti andal. Teknologi ini bekerja dengan membaca alur sidik jari berdasarkan muatan listrik yang disentuh oleh jari pengguna.
Fitur unggul dari sensor kapasitif adalah kecepatannya yang cepat. Segera setelah jarimu menyentuh sensor, perangkat akan segera aktif. Di samping itu, sensor ini pun sangat presisi dan hampir mustahil untuk dibohongi dengan menggunakan foto jari tangan saja.
Namun, sensor ini masih bisa dibobol jika ada tiruan 3D sidik jari yang sangat mirip. Meski kasus seperti ini jarang terjadi, tetap menjadi catatan bagi perusahaan atau pengguna yang menyimpan data penting di ponselnya.
Sebaliknya, sensor ultrasonik merupakan teknologi terkini dengan tingkat kemajuan yang lebih baik. Teknologi ini memanfaatkan gelombang bunyi guna menghasilkan peta tiga dimensi dari pola jari pengguna tersebut.
Dengan pendekatan ini, sidik jari dibaca lebih dalam, termasuk lekukan dan tekstur kulit yang tidak terlihat di permukaan. Hasilnya, tingkat keamanan menjadi lebih tinggi karena pemalsuan jadi jauh lebih sulit.
Selain aman, sensor ultrasonik juga lebih nyaman karena tertanam langsung di dalam layar. Pengguna cukup menyentuh bagian tertentu dari layar untuk membuka kunci, tanpa butuh tombol fisik.
Meski sedikit lebih lambat dibanding sensor kapasitif, teknologi ultrasonik menawarkan kombinasi keamanan dan kemudahan yang sangat cocok untuk penggunaan bisnis maupun pribadi.
Jika harus memilih, pengguna yang sangat peduli keamanan sebaiknya mempertimbangkan ponsel dengan sensor ultrasonik. Namun, sensor kapasitif masih tetap layak digunakan jika pengguna mengutamakan kecepatan dan efisiensi.

Apakah Face Recognition yang Cepat dan Mudah Benar-Benar Aman?

0


Zona Gadget

– Kehadiran teknologi deteksi wajah saat ini sedang naik daun untuk digunakan dalam pemblokiran ponsel. Hanya dengan mengarahkan layar pada muka Anda sendiri, alat tersebut akan segera aktif tanpa harus memasukkan kata sandi atau kode PIN.

Kepraktisan ini menjadikan banyak pelanggan menggemari fasilitas tersebut, terlebih ketika mereka tengah padat atau tak dapat memakai tangan. Tidak jarang, sejumlah telepon pintar generasi baru sanggup melongkarkan pemblokir dengan cepat begitu mendapati wajah pemiliknya.
Akan tetapi, dibalik kemudahan tersebut terdapat tantangan besar mengenai keamanan. Teknologi deteksi wajah tidak semuanya dapat memeriksa bentuk tiga dimensi dari wajah. Apabila hanya menangkap gambar dalam dua dimensi saja, metode ini berpotensi ditipu oleh foto si pemakai.
Hal ini pasti akan jadi kendala serius apabila alat tersebut menyimpan informasi vital atau dipakai dalam konteks pekerjaan. Risiko penyalinan identitas dapat membesar bila sistem pengenalan wajah gampang di-hack.
Di samping itu, pemengenalan wajah dapat mengalami kegagalan pada beberapa situasi. Sebagai contoh, ketika pengguna menggunakan masker, kacamata, atau-topi dan berada di area dengan penerangan yang kurang baik. Hal ini membuat tahap otentikasi jadi tak tepat atau malahan tidak berhasil sama sekali.
Bagi konsumen rata-rata, hal ini mungkin cuma berkaitan dengan aspek kenyamannya saja. Namun untuk bisnis atau pemakai yang pekerjaannya sangat bergantung pada teknologi tersebut, kesalahan dalam mengenali wajah dapat membawa dampak kerugian signifikan dari segi keamanan informasi mereka.
Sebagai alternatif, beragam perangkat telepon pintar saat ini mencampurkan teknologi pengenalan wajah bersama-sama dengan cara lain seperti pemindaian sidik jari atau kode PIN untuk memastikan perlindungan masih ada meski wajah tak dapat diidentifikasi.
Teknologi ini memang terus berkembang. Beberapa produsen sudah memakai sensor yang memindai wajah dalam bentuk 3D, membuat sistemnya lebih aman dan sulit ditipu oleh foto atau video.
Namun begitu, sebelum teknologi pengenalan wajah mencapai tingkat kesempurnaan yang diinginkan, para pemakainya masih dianjurkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada satu jenis sistem keamanan saja. Kombinasi dari verifikasi biometrik dengan password tetap menjadi opsi terbaik.

Pelajari Kenyataan Pentingnya Metode Otentikasi Kekuatan pada Perangkat Seluler Anda

0


Zona Gadget

– Keamanan gadget seluler amat vital pada zaman serba digital ini. Berbagai urusan penting dikerjakan melalui telepon genggam, seperti berkomunikasi, melakukan pembayaran elektronik, sampai menyimpan informasi rahasia. Segala aspek tersebut mengharuskan adanya proteksi terhadap ancaman sebisa mungkin.

Sistem verifikasi bertindak sebagai pintu utama untuk melindungi keselamatan. Salah satu pendekatan yang kian digemari ialah penerapan teknologi biometri seperti cap jari tangan serta pengenalan wajah. Teknik tersebut diciptakan guna menyediakan fleksibilitas sambil memastikan perlindungan.
Walau demikian, bukan berarti seluruh cara pengenalan diri itu memberikan proteksi dengan standar yang serupa. Walaupun keduanya menggunakan data dari tubuh manusia, tingkat kesuksesan serta sisi keamanannya dapat bervariasi bergantung pada ragam dan teknologinya. Memilih pendekatan yang sesuai amatlah vital.
Pengenalan biometrik tentu saja efisien, namun masih perlu diintegrasikan bersama-sama dengan teknik konvensional seperti kata sandi atau PIN. Apabila ada orang yang mengetahui kode akses tersebut, mereka dapat secara mudah membersihkan data biometrik dan mengubahnya.
Menggunakan kata sandi yang tangguh terus menjadi fondasi penting. Kombinasi karakter rumit serta sulit diperkirakan dapat memperkuat perlindungan dari akses tak sah, meski perangkat berada di tangan orang yang salah.
Cara pengamanan dengan PIN dan pola tetap dipakai namun keduanya punya kekurangan tersendiri. Misalnya saja pola dapat diketahui melalui jejak sidik jari pada layar. Sementara itu, PIN yang sangat singkat berpotensi untuk segera dibobol orang lain.
Peralatan terkini seperti seri Galaxy S21 buatan Samsung dilengkapi dengan sensor sidik jari ultrasonik. Fitur ini dapat memindaftar jejak jemari Anda secara tiga dimensi, menjadikannya lebih sukar untuk disalahgunakan daripada sistem pemindaian konvensional.
Di luar menawarkan perlindungan yang lebih baik, sensor ini juga terintegrasi dengan layar sehingga penggunaannya menjadi sangat nyaman tanpa merusak tampilan telepon genggam tersebut. Anda dapat membuka kuncinya cukup dengan sekali penyentuhan, sambil tetap mempertahankan standarnya dalam hal keamanan.
Proteksi terbaik berasal dari campuran teknologi modern dengan praktek keselamatan. Memilih prosedur otentikasi yang sesuai akan menciptakan ketenangan saat melakukan berbagai aktivitas daring.

8 Aplikasi AI Paling Keren untuk Kelola Media Sosial Tahun 2025, Kerjanya Jadi Lebih Cepat dan Hemat Waktu

0


Zona Gadget

– Dalam zaman digital saat ini, pengelolaan media sosial tidak lagi menjadi tugas yang mudah. Berbagai tantangan muncul dalam hal ini.
brand
UMKM serta content creator memerlukan dukungan teknologi untuk menjaga kinerja yang konsisten dan efisiensinya.

Untungnya, teknologi kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai solusi. Inilah 8 aplikasi AI terbaik yang bisa bantu kamu kelola media sosial dengan lebih mudah di tahun 2025:

1. FeedHive – Mengulang Kembali Konten dan Perkiraan Prestasi
FeedHive merupakan teman ideal untuk Anda yang berkeinginan menjaga kehadiran di platform-media sosial sambil mengurangi beban pembuatan konten dari awal setiap waktu. Dengan aplikasi ini, kiriman-kiriman sebelumnya dapat diremajakan, dipoles agar tampak baru, serta diprediksikan kinerjanya.
Dengan fitur
conditional posting
, Anda dapat menyesuaikan kontennya supaya tampil hanya ketika kinerjanya baik. Terdapat pula asisten AI semacam ChatGPT yang membantu dalam pembuatan caption serta ide konten dengan cepat.

2. Buffer – Penyusunan Isi Konten Secara Otomatis
Tiap Platform Buffer terkenal sebagai alat manajemen sosial media yang bisa menyesuaikan satu konten ke banyak platform. Misalnya kamu bikin satu caption, Buffer akan mengatur gayanya agar cocok untuk Instagram, X (Twitter), atau LinkedIn.
Buffer juga memiliki opsi untuk menyimpan ide konten dan strategi pemasaran jangka panjang. Selain itu, kecerdasannya berfungsi untuk menyesuaikan pos secara otomatis serta menguji analitik demografis penonton Anda.

3. Flick – Asisten AI Untuk Media Sosial Sehari-hari
Flick menghadirkan asisten AI yang membantumu mulai dari tahap ide hingga penjadwalan unggahan. Aplikasi ini juga handal dalam mencari tagar paling tren serta memberikan saran waktu optimal untuk memposting konten.
Untuk para pengguna baru, Flick terbilang cukup intuitif dan sederhana dalam hal pembelajaran. Menggunakan fiturnya juga menjadi lebih mudah.
content planner
,, Anda dapat merencanakan jadwal isi konten untuk satu bulan penuh secara bersamaan.

4. Predis.ai – Sang RajaCarousel dan Video Pendek
Jika Anda gemar menciptakan materi berbasis visuel demikian
carousel
Baik Instagram maupun TikTok, Predis.ai tetap sesuai digunakan. Teknologinya dapat secara otomatis menghasilkan desain visual yang menarik berdasarkan frasa singkat atau topik umum.
Predis.ai sangat membantu untuk
storytelling
dan promosi produk. Kamu bisa mengedit hasilnya sesuai gaya
brand
Anda kemudian segera mengatur jadwal postingnya.

5. Publer – Gabungkan Caption dan Gambar secara Otomatis
Publer memudahkan kamu membuat caption dan gambar hanya dari satu ide sederhana. Misalnya kamu tulis “tips kerja produktif”, Publer langsung buat teksnya dan gambar pendukungnya sekaligus.
Publer mendukung multi-platform,
auto watermark
, dan URL
shortener
. Cocok untuk bisnis kecil yang ingin tampil profesional tanpa repot.

6. ContentStudio – Eksplorator Trend Media Sosial
ContentStudio menonjol dalam mengidentifikasi tren dan tema yang sedang hits.
real-time.
AI dapat membantumu menemukan konsep isi yang tengah populer, bersamaan dengan kalender editorial secara menyeluruh.
influencer discovery
.

7. Hootsuite – Variasi Caption AI yang Kreatif
Hootsuite kini dilengkapi AI yang bisa menghasilkan berbagai versi
caption
dari satu ide saja. Kamu tinggal pilih
tone
dan gaya yang diinginkan.
Dengan fitur-fitur klasik seperti penjadwalan, balas komentar, dan analitik, Hootsuite tetap menjadi alat favorit tim marketing besar maupun pengguna individu.

8. StoryChief – Konten Multi-Channel dalam Sekali Klik
StoryChief membantu kamu buat satu konten lalu menyebarkannya ke berbagai platform sekaligus. AI-nya akan menyesuaikan gaya setiap platform, dari blog hingga media sosial.
Ada juga fitur kolaborasi tim dan SEO
assistant
, cocok untuk agensi atau tim konten yang butuh
workflow
rapi dan efisien.

Pahami Ciri-ciri Aplikasi Media Sosial AI Terbaik Sebelum Memutuskan!

0


Zona Gadget

– Agar dapat mengidentifikasi aplikasi AI paling efektif untuk pengelolaan media sosial, sejumlah faktor penilaian pokok perlu dipertimbangkan. Tidak setiap program menyediakan opsi serupa, sehingga sangat penting untuk membuat pilihan berdasarkan persyaratan spesifik Anda.

Syarat utamanya adalah adanya implementasi nyata dari teknologi AI. Aplikasi tersebut perlu mempunyai fitur-fitur semacam penulisans otomatis, pengujian emosi, serta ramalan kinerja materi konten.
Kedua, aplikasi perlu memiliki kemudahan dalam penggunaan. Tampilannya harus bersahabat bagi pengguna, serta dilengkapi dengan petunjuk atau dokumen yang komprehensif guna mendukung para pemula agar bisa mengerti fungsi-fitur di dalamnya.
Mengintegrasikan sistem ke beberapa platform sangatlah krusial. Jumlah channel media sosial yang dapat dikendalikan melalui satu aplikasi akan menentukan seberapa optimal penggunaan waktu dan energi Anda dapat dipertahankan.
Salah satu kriteria selanjutnya ialah adanya fitur otomatisasi. Fitur ini mencakup mulai dari penjadwalan unggahan, pengelolaan konten bekas dengan cara didaur ulang, sampai pembuatan pos secara teratur yang akan dijalankan sendiri mengikuti instruksi yang telah ditetapkan.
Di samping itu, kecakapan dalam hal analisis dan laporan memberi nilai lebih. Suatu aplikasi yang baik akan menampilkan informasi mengenai kinerja konten dengan detail serta mudah untuk dimengerti.
Kemudian, fleksibilitas untuk menyesuaikan postingan dengan masing-masing platform juga penting. Karena setiap platform punya karakteristik unik, kontennya pun perlu disesuaikan.
Bantuan teknis serta dukungan dari komunitas pemakai pun sangat berarti. Adanya asistensi yang sigap memungkinkan para pengguna mengatasi hambatan dengan lebih cepat tanpa perlu menanti terlalu lama.
Akhirnya, pikirkan juga tentang aspek harga. Aplikasi berkualitas tidak selalu berbiaya tinggi, tetapi idealnya harus menawarkan keseimbangan antara nilai dan harganya.
Dengan memperhatikan kriteria-kriteria ini, pengguna dapat menemukan aplikasi AI yang benar-benar membantu dan tidak sekadar mengikuti tren.

Inilah 3 Pekerjaan Aman dari Serangan AI, Kata Bill Gates

0


Zona Gadget,

JAKARTA — Satu dari para pemimpin utama dalam bidang tersebut adalah:
teknologi
,
Bill Gates
, menduga pekerjaan yang tahan terhadap ancaman pemakaian kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikannya.

Pendiri Microsoft tersebut mengungkapkan pandangannya mengenai Kecerdasan Buatan dan menyebutkan tiga pekerjaan yang diyakininya tak bisa diganti oleh kemajuan teknologi semacam itu.

Dilansir dari Marca, Gates memprediksi bahwa tiga karier akan aman dari AI: ahli biologi, ahli energi, dan programmer.

Berdasarkan Gates, para ilmuwan biologi telah mendukung berbagai kemajuan dan temuan manusia, semua ini terjadi melalui suatu proses kreatif dan intuitif yang kompleks dan belum bisa sepenuhnya direplikasi oleh kecerdasan buatan.

Menurut dia, walaupun kecerdasian buatan dapat menjadi perangkat yang luar biasa untuk riset serta memecah informasi, otak manusia tetap unggul dalam merumuskan hipotesis dan melompati langkah-langkah pemikiran, hal ini pada gilirannya bisa menciptakan beberapa kemajuan terpenting dalam sejarah umat manusia.

Sejalan dengan hal tersebut untuk para ahli dan pengembang program energi. Dia menyatakan bahwa walaupun kecerdasan buatan dapat mengatasi riset serta manajemen data berukuran besar, namun AI belum bisa mencapai kapabilitas yang ada pada pikiran manusia.

Kapasitas dalam otak manusia membolehkan pembuatan perangkat lunak kompleks atau penyesuaian terhadap tantangan energi global, khususnya di era yang semakin sulit ditebak.

Gates membahas AI karena teknologi tersebut telah mendapatkan tempat yang lebih menonjol dalam budaya, membuat orang tetap mendapat informasi tentang masa depan kita yang tidak pasti.

Gates juga menyebutkan beberapa tugas lain yang dijamin aman dari kecerdasan buatan.

Pada percakapan bersama Jimmy Fallon, Gates menyebutkan pula bahwa atlet kemungkinan besar akan selamat dari pekerjaan mereka yang berisiko tergantikan.

“Anda tahu, sama seperti dengan baseball. Kami tidak mau melihat komputer main baseball. Oleh karena itu, kami akan menyimpan beberapa aspek untuk diri kami sendiri, namun ketika membahas pembuatan sesuatu atau pemindahan objek, hingga penanaman bahan pangan, selama bertahun-tahun ke depan, ini pada akhirnya akan menjadi permasalahan yang dapat diatasi oleh AI,” jelasnya.

Siapa yang Kini Mengendalikan Apple Berdasarkan Saham Tertinggi?

0


Zona Gadget

Apple Inc adalah salah satu perusahaan teknologi paling ikonik dan berpengaruh di dunia. Dengan logo buah apel tergigit yang khas, Apple menjadi simbol gaya hidup dan kualitas produk premium.

Apple Inc dibentuk pada tanggal 1 April 1976 oleh tiga orang yaitu Steve Jobs, Steve Wozniak, serta Ronald Wayne. Nama perusahaan semula adalah Apple Computer Inc dengan spesialisasi dalam pengembangan komputer untuk individu.

Mereka merakit komputer pertamanya, yaitu Apple I, dengan cara manual Wozniak sementara Jobs bertanggung jawab untuk penjualan produk tersebut. Keduanya benar-benar berbeda tetapi saling melengkapi satu sama lain. Sifat Wozniak cenderung tertutup, namun dia memiliki kecerdasan luar biasa dalam memahami teknis dari suatu perangkat komputer.

Rekan sejawatnya, Steve Jobs terkenal sebagai marketer handal dengan keterampilan komunikasi luar biasa serta keahlian dalam membujuk banyak orang. Dia juga dikenali karena sifat perfeksionismenya yang tinggi.

Setelah mencapai kesuksesan dengan Apple I, kedua pendirinya meluncurkan Apple II yang kemudian mendorong kelanjutan keberhasilan perusahaan. Mereka merambah lebih jauh ke dunia teknologi dengan mengenalkan Macintosh, komputer pribadi pertama yang dilengkapi dengan antarmuka grafis pengguna (GUI) di tahun 1984.

Walau Steve Jobs dipercaya sebagai pencipta dan pemegang saham utama Apple karena tetap memegang beberapa bagian saham di perusahaan tersebut, dia harus meninggalkan Apple pada tahun 1958 akibat pertikaian dengan CEO Apple saat itu yaitu John Sculley.

Jobs dan Sculley berkonflik mengenai taktik penjualan untuk produk Macintosh. Akan tetapi, dewan komisaris serta para pemilik saham mendukung Sculley, menyebabkan Steve Jobs diusir dari bisnis yang dia dirikan sendiri.

Baru-baru ini, Steve Jobs kembali ke Apple tahun 1997. Sejak saat itu, Apple mulai merajai pasaran telepon genggam setelah meluncurkan iPod pada tahun 2001 dan dilanjutkan oleh rilis iPhone pada tahun 2007.

Setelah itu, nama Apple Computer Inc diubah menjadi Apple Inc oleh Apple, yang menunjukkan perkembangan usahanya dari semula sebagai pembuat komputer pribadi hingga kini menjelma sebagai pelaku dalam industri telepon genggam. Siapa saja para pemegang saham perusahaan Apple saat ini?

Siapa pemilik Apple sekarang?

Mengutip laman
Nasdaq,
Pemilik utama dari Apple yang memiliki saham mayoritas meliputi perusahaan-perusahaan seperti The Vanguard Group dalam bidang investasi, BlackRock Inc., State Street Corp., Geode Capital Management Llc, fmr Llc, Berkshire Hathaway Inc., serta Morgan Stanley.

Vanguard Group, raksasa perusahaan investasi dunia, kini telah menjadi pemegang saham terbesar di Apple dengan memiliki sekitar 1.400.790.809 lembar saham yang bernilai hingga 295,93 miliar dolar AS dan jika dikonversi ke dalam rupiah nilainya mendekati 4.870 triliun Rupiah (mengacu pada nilai tukar 16.457 Rupiah per Dolar AS).

Meskipun demikian, BlackRock yang populer sebagai raksasa perusahaan pengelola investasi global, memiliki saham Apple dalam jumlah terbanyak kedua yaitu sekitar 1.140.202.870 lembar saham senilai 240 miliar dolar AS, menjadikannya pemegang saham utama bagi perusahaan tersebut.

Mayoritas kepemilikan saham di Apple dimiliki oleh institusi. Di sisi lain, persentase pemilik saham perseorangan cukup rendah.

Pemilik Apple individu

Sementara mengutip
Investopedia
, di luar pemilik Apple dari lembaga yang memiliki mayoritas saham, sejumlah orang juga dicatat sebagai pemegang saham Apple dengan porsi yang signifikan.

Satu di antaranya adalah Arthur Levinson. Pada tanggal 2 Januari 2025, ia memegang 4.217.092 lembar saham milik Apple. Selain itu, Levinson telah menjabat sebagai kepala dari dewan direktur Apple sejak tahun 2011.

Levinson adalah mantan CEO perusahaan bioteknologi Genentech Inc dan merupakan CEO perusahaan bioteknologi lainnya yakni Calico.

Kepemilikan saham Apple oleh para pemegang saham perseorangan termasuk di antaranya Tim Cook. Dia memegang sebanyak 3.280.180 saham Apple pada tanggal 2 Januari 2025.

Cook terpilih menjadi CEO Apple pada tahun 2011 usai kematian pendirinya serta mantan CEO, Steve Jobs. Ia mulai bersatu dengan perusahaan tersebut pada tahun 1998 dan berperan sebagai chief operating officer (COO), membidani segala aspek penjualan dan operasional global sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pemimpin utama.

Di urutan terakhir dari daftar individu yang merupakan pemegang saham signifikan di Apple adalah Jeff Williams. Dia kini berperan sebagai Chief Operating Officer (COO) di Apple dan memegang sebanyak 389.944 lembar saham milik Apple pada tanggal 2 Januari 2025.

Williams memimpin operasi internasional Apple serta pengembangan Apple Watch. Sebelumnya, dia menempati posisi penting di IBM selama periode 1985 sampai 1998 sebelum akhirnya hijrah ke Apple. Jadi Anda pasti ingin tahu siapa yang saat ini menjadi pemegang kendali di Apple?