Popularitas serial “The Last of Us” tak hanya membius jutaan penonton dengan narasi yang kuat dan atmosfer yang mencekam, tetapi juga membangkitkan kembali dahaga akan kisah-kisah pasca-apokaliptik yang penuh dengan ketegangan dan perjuangan untuk bertahan hidup.
Walau tiap seri punya ciri spesifik dan kepribadian unik tersendiri, ada tali merah kemiripan dengan “The Last of Us”, yakni dalam pemerian topik-topik penting semacam lenyappaya peradaban, peperangan melawan bahaya menyeramkan (entah itu monster bermutasi atau juga manusia lain), serta tak kalah penting adalah hubungan emosi antarkarakter di saat dunia sudah runtuh.
Berikut ini 5 serial mirip The Last of Us yang bisa Sobat PR saksikan untuk menguji adrenalin.
1. #Alive
Film berasal dari Korea Selatan ini mengisahkan tentang pemain game yang harus berusaha keras bertahan hidup saat epidemi zombie mendadak merebak di kotanya. Diputar dengan aktor utama Yoo Ah In dan Park Shin Hye, #Alive memberikan plot yang memikat serta penuh tensi.
Movie ini pun secara efektif menunjukkan betapa paniknya dan takutnya para karakter saat berurusan dengan kondisi yang sangat menyeramkan tersebut.
2. Army of the Dead
Disutradarai oleh Zack Snyder, Army of the Dead mengambil latar di kota Las Vegas yang kini dipenuhi oleh zombie. Film ini mengisahkan tentang sekelompok tentara bayaran yang disewa untuk mengambil uang dari sebuah kasino yang terkunci rapat.
Selain aksi yang seru dan penampilan yang memukau, Army of the Dead juga menawarkan cerita yang menarik tentang perjuangan manusia untuk bertahan hidup.
3. Cargo
Film asal Australia ini menawarkan cerita yang sedikit berbeda dari film zombie lainnya. Cargo mengisahkan tentang seorang ayah yang harus mencari tempat yang aman untuk putrinya setelah ia terinfeksi virus zombie.
Film ini tidak hanya menyajikan adegan-adegan yang menegangkan, tetapi juga menyentuh emosi penonton dengan kisah yang mengharukan tentang keluarga.
4. Ravenous
Film asal Prancis ini mengambil latar di abad ke-19. Ravenous menceritakan tentang sekelompok orang yang harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan zombie.
Film ini tidak hanya menyajikan adegan-adegan yang mengerikan, tetapi juga menawarkan alur cerita yang menarik tentang sejarah dan budaya.
5. Kingdom: Ashin of the North
Serial asal Korea Selatan ini merupakan spin-off dari serial populer Kingdom. Kingdom: Ashin of the North menceritakan tentang asal-usul wabah zombie yang melanda kerajaan.
Film ini dibintangi oleh Jun Ji Hyun dan Park Byung Eun. Selain alur cerita yang menarik, Kingdom: Ashin of the North juga menyajikan sinematografi yang indah.
Demikian 5 rekomendasi serial atau film mirip The Last of Us yang bisa Sobat PR saksikan untuk menguji adrenalin yang mencekam.***
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Robot Anjing Berkaki Empat yang terintegrasi dengan sistem sensor, navigasi, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Robot ini mampu bergerak secara mandiri, menginspeksi area industri, dan menerima perintah verbal.
Inovasi ini merupakan buah kolaborasi antara Klaster Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Robotika melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society ITS, Departemen Teknik Komputer ITS, serta Ezra Robotics.
Robot yang masih berkemampuan dasar yang didatangkan dari Tiongkok oleh Ezra Robotics tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Robotika ITS untuk meningkatkan kemampuan sensor, mobilitas, dan otonomi.
Koordinator Tim Robotika ITS Muhtadin ST MT memaparkan, salah satu fokus pengembangan utama robot ini adalah sebagai unit patroli otonom di industri. Robot tersebut dirancang mampu melakukan pemetaan lingkungan, mendeteksi perangkat panas berlebih, hingga mengidentifikasi anomali di area industri seperti gardu induk listrik.
“Kemampuan tersebut didukung oleh sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan Global Positioning System (GPS),” jelasnya, Jumat (9/5).
Tak hanya itu, lanjut Muhtadin, robot berwarna putih ini dilengkapi dengan kecerdasan berbasis deep learning. Kemampuan tersebut memungkinkan pengenalan citra model warna aditif dan termal secara otomatis.
“Fitur ini memungkinkan robot untuk melakukan inspeksi rutin secara mandiri, seperti patroli di gardu setiap tiga jam sekali, sekaligus mengirimkan data hasil pengamatan ke pusat kontrol,” terang dosen Departemen Teknik Komputer ITS ini.
Alumnus Teknik Elektro ITS ini mengungkapkan bahwa dari segi mobilitas, robot dengan empat kaki ini mampu beradaptasi di berbagai jenis permukaan, seperti medan berbatu dan menaiki tangga.
Hal tersebut membuatnya unggul dalam hal stabilitas dan kelenturan dibandingkan dengan robot beroda. Di samping itu, robot ini juga memiliki fitur pengendalian manual menggunakan remote control untuk kasus yang diperlukan demi keamanan.
Selain bidang industri, pengembangan robot ini dapat diterapkan pada sektor kebencanaan dan rumah tangga. Dengan dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, robot dapat menerima perintah menggunakan bahasa alami lalu menerjemahkannya menjadi aksi nyata.
“Kami juga membekali robot dengan keahlian berinteraksi natural agar membantu kehidupan sehari-hari,” imbuh Muhtadin.
Lebih lanjut, robot yang terdiri dari dua robot kecil dengan tinggi 45 sentimeter dan satu robot besar dengan tinggi 71 sentimeter tersebut mampu bergerak secara mandiri, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat di berbagai medan. Menurut Muhtadin, ukuran robot yang relatif berbeda dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
“Robot kecil dapat digunakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan robot besar untuk industri,” ujarnya.
Ke depannya, robot tersebut akan dikomersialisasikan dan dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan sektor industri lain seperti pertambangan dan perminyakan.
Selain itu, ITS akan terus melakukan uji coba implementasi robot di lingkungan nyata untuk meningkatkan akurasi kemampuannya.
“Kami akan mengembangkan varian robot dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan sektor lainnya untuk membantu kehidupan masyarakat,” tutur Muhtadin optimistis.
Artificial Intelligence (AI) Budi Mulia Dua Yogyakarta telah menyatakan pembukaan pendaftaran calon mahasiswa baru untuk semester pertama pada tahun ini. Politeknik khusus AI tersebut dikelola oleh sebuah yayasan pendidikan yang dibentuk oleh mantan Ketua Umum Muhammadiyah serta pernah menjabat sebagai Ketua MPR.
Amien Rais
38 tahun lalu.
Pemberitahuan mengenai penerimaan calon mahasiswa baru untuk semester mendatang di kampus Politeknik AI tersebut telah disahkan usai dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) yang memberikan izin pembentukan institusi. “Kami akan mulai mendaftarkan siswa baru pada pertengahan tahun,” ungkap Tasnim Fauziyah Rais, Presiden dari Yayasan Pendidikan Budi Mulia Dua dan sekaligus anak kepada Amien Rais, Jumat 10 Mei 2025.
Tasniem menyebutkan bahwa Politeknik AI Budi Mulia Dua akan memberikan tiga pilihan program studi utama yaitu Kecerdasan Buatan dan Robotika, Ilmu Data Praktis, serta Teknik Keamanan Cyber. Program pembelajaran ini dirancang dengan penekanan sebesar 70% pada aspek praktek dan sisanya 30% untuk materi teoritis.
Tasniem menyatakan bahwa sudah terdapat setidaknya 13 kemitraan dengan perusahaan di berbagai sektor, terkhusus untuk penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan di tanah air. Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan para mahasiswanya menciptakan produk-produk yang siap diperdagangkan serta menjawab tantangan-tantangan yang ada, selain itu juga meningkatkan pengalaman dan kompetensi lulusannya.
Tasniem menjelaskan bahwa ide mendirikan kampus tersebut lahir dari kekhawatiran atas kurangnya bakat digital di Indonesia. Ia menunjukkan perbedaan dengan Malaysia dimana untuk setiap 1 juta orang terdapat sekitar 1.800 individu bertalenta dalam bidang digital dan sangat kompeten. Hal serupa juga ia sampaikan tentang India yang diklaim memiliki rasio 1.200 bakat digital berkualitas pada setiap 1 juta warganya. Menurut Tasniem, jumlah ini jauh lebih rendah dibanding negara-negara lain karena di Indonesia baru ada 250 bakat digital per 1 juta jiwa.
Menurut Tasniем, Indonesia sangat penting untuk memiliki pakar AI berkat peningkatan jumlah tindakan kriminal cyber akhir-akhir ini di negeri tersebut. Salah satu contohnya adalah serangan ransomware pada perusahaan BUMN dan juga pengunguman data pribadi.
Pusat Data Nasional
“Padahal saat ini data dianalogikan sebagaiโปรแصند
new gold
(tambang emas baru). Kebocoran data sama saja dengan pencurian atau perampokan,” kata dia.
Direktur Politeknik AI Budi Mulia Dua Ridho Rahmadi menyatakan bahwa institusi tersebut tidak hanya bertujuan menjadi sentra penelitian kecerdasan buatan. Tetapi juga sebagai tempat pembinaan bakat dalam bidang ini, pusat untuk usaha yang menggunakan teknologi AI, serta lokasi untuk perhitungan dan penyimpanan data. Dia menambahkan, “Salah satu tujuan kami adalah bisa memulai beberapa projek prototype.”
Dia menunjuk diantaranya aplikasi percakapan bernama SANTUN, prototipe roket yang dinamakan ROS-13, serta sebuah kendaraan cerdas bernama VELOQU. “Kami targetkan ada sebanyak 30 inisiasi produk serta sebanyak 150 talenta AI berkualifikasi tinggi yang dihasilkan per tahun,” kata Ridho.
Ridho sadar bahwa Politeknik AI Budi Mulia Dua hadir dalam kondisi yang sangat menantang. Terlebih lagi, hanya sisa sekitar empat bulan waktu bagi dia untuk mempersuasi para orangtua dan yakinlah supaya mereka bersedia mengizinkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan di institusi tempat ia bertugas sebagai pemimpin.
Maka tujuan yang masuk akal bagi kita pada masa kini adalah menerima hingga 50 mahasiswa setiap program studi, dengan jumlah keseluruhan mencapai 150 mahasiswa,” ungkapnya serta melanjutkan, “Akan tetapi bila terdapat sampai 300 mahasiswa yang diterima, Insya Allah kami akan bersedia mengakomodirnya.
Pembina Yayasan Budi Mulia Dua Amien Rais menuturkan, gedung kampus itu awalnya ia bangun untuk mendirikan stasiun televisi swasta. Namun kemudian berbelok menjadi cikal bakal berdirinya perguruan tinggi. “Kami berharap, kampus ini bisa mencetak lulusan yang kompeten bidang AI,” kata dia.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Setyabudi Indartono mengungkap, kampus itu menjadi perguruan tinggi swasta ke-100 yang ada di Yogyakarta. Setyabudi meminta kampus baru itu melakukan tata kelola perguruan tinggi serta menjaga ekosistem Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik. “Dari 100 perguruan tinggi swasta tersebut baru sembilan yang berstatus unggul, sedangkan dari 750-an prodi yang ada saat ini baru 171 yang unggul,” katanya.
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperlihatkan kontribusi inovasinya dalam dunia teknologi melalui pengembangan robot anjing berempat kaki yang diperlengkap dengan sistem sensor, navigasi, serta kecerdasan buatan (AI).
Robot ini dirancang untuk mampu bergerak secara mandiri, melakukan inspeksi area industri, dan menerima perintah verbal.
Pengembangan robot ini merupakan hasil kolaborasi antara Klaster Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Robotika, Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society ITS, Departemen Teknik Komputer ITS, serta perusahaan teknologi Ezra Robotics.
Koordinator Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT menjelaskan robot ini bukan dibuat dari nol.
Tetapi dasarnya diimpor dari Tiongkok oleh Ezra Robotics kemudian disempurnakan oleh Tim Robotika ITS.
“Salah satu fokus utama pengembangan adalah menjadikan robot ini sebagai unit patroli otonom di lingkungan industri,” ujarnya.
Robot ini bisa memetakan lingkungan, mendeteksi perangkat yang panas berlebihan, dan mengenali anomali, misalnya di gardu induk listrik.
Robot berwarna putih ini dilengkapi berbagai sensor, termasuk sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta sistem navigasi berbasis Lidar dan GPS.
Untuk mendukung kecerdasannya, robot ini dibekali teknologi deep learning sehingga mampu mengenali citra warna aditif dan termal secara otomatis.
“Fitur ini memungkinkan robot untuk melakukan inspeksi rutin secara mandiri, seperti patroli ke gardu listrik setiap tiga jam, lalu mengirimkan data ke pusat kontrol,” tambah Muhtadin yang juga dosen di Departemen Teknik Komputer ITS.
Dari segi mobilitas, robot berkaki empat ini dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai permukaan medan, seperti area berbatu maupun tangga.
“Ini membuatnya lebih stabil dan fleksibel dibandingkan robot beroda,” kata Muhtadin.
Selain bergerak secara otonom, robot juga bisa dikendalikan secara manual dengan remote control, terutama dalam situasi yang memerlukan pengawasan langsung.
Robot ini juga memanfaatkan
Large Language Model
(LLM) dari Google Gemini yang memungkinkan pemahaman bahasa alami.
Dengan begitu, robot bisa menjalankan perintah verbal dan berinteraksi secara natural dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Muhtadin, terdapat dua varian robot, yaitu dua unit robot kecil setinggi 45 sentimeter untuk penggunaan domestik, dan satu unit robot besar setinggi 71 sentimeter untuk keperluan industri.
“Ukuran robot bisa disesuaikan dengan kebutuhan, baik di rumah maupun di area industri,” ujarnya.
ITS berencana mengkomersialkan robot ini untuk berbagai sektor, termasuk pertambangan dan perminyakan.
Uji coba implementasi di lingkungan nyata akan terus dilakukan guna meningkatkan ketepatan dan efektivitas kerja robot.
“Kami akan mengembangkan varian robot dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan sektor industri lain untuk membantu kehidupan masyarakat,” ujar Muhtadin.
– Semakin maju kecerdasan buatan (
Artificial Intelligence/AI)
ternyata semakin meninggi pula tingkat halusinasinya.
Delusi dalam kerangka AI, merujuk pada kondisi di mana sistem kecerdasan buatan menyajikan data yang keliru, yaitu materi yang tak sinkron dengan aslinya atau referensinya.
Menurut penelitian terkini yang dilakukan oleh OpenAI, diketahui bahwa fenomena halusinasi muncul di dalam model-model kecerdasan buatan paling mutakhir mereka. Pada tahap pengujian tersebut, OpenAI mengambil model AI teranyar yaitu seri o3 serta versi mini bernama o4-mini.
Ke-dua model kecerdasan buatan tersebut diuji pada dua situasi yang berlainan, yaitu PersonQA dan simpleQA.
Pengujian PersonQA dijalankan dengan menyajikan pertanyaan tentang figur-figur populer. Pada tes tersebut, model kecerdasan buatan o3 mencatatkan respon “halu” sebesar 33%. Di sisi lain, model o4-mini mengalami derajat halusinasi yang lebih tinggi, yaitu 41%.
Pada tes SimpleQA, kedua model tersebut dievaluasi menggunakan pertanyaan-pertanyaan faktual sederhana. Dari hasil uji coba itu, diketahui bahwa model AI o3 menyajikan data tidak akurat dengan taraf halusinasi mencapai 51 persen.
Di sisi lain, model o4-mini malah menghasilkan angka yang lebih tinggi. Tingkat halusinasinya dikatakan mencapai 79 persen.
OpenAI mengatakan bahwa hasil tersebut normal karena model o4-mini memang diciptakan untuk memberikan respons dengan kecepatan lebih cepat daripada model o3.
Perusahaan ini juga menguji model AI terbaru mereka yang lain, yaitu GPT-4.5. Dalam pengujian SimpleQA, model AI ini mencatat tingkat halusinasi sebesar 37,1 persen. Lebih sedikit dibanding o3 dan o4-mini.
Tingkat halusinasi model AI juga diuji melalui serangkaian tes oleh platform agen dan asisten AI Vectara.
Dalam tes kali ini, sistem kecerdasan buatan diinstruksikan untuk membuat ringkasan dari sebuah artikel berita sebelumnya. Selanjutnya, perbandingannya dilakukan antara ringkasan tersebut dengan konten asli artikel untuk memastikan bahwa informasinya masih relevan dan akurat.
Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa model AI
reasoning
(berbasis penalaran), justru menghasilkan kinerja yang lebih buruk dibandingkan dengan model tradisional.
Dalam versi O3, indeks halusinasinya mencatatkan angka sebesar 6,8%. Di sisi lain, model R1 dari perusahaan DeepSeek menunjukkan hasil yang kurang baik.
Pada tes kali ini, model R1 mengungkapkan angka delusi mencapai 14,3%. Nilainya signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan versi DeepSeek-V2.5 yang memiliki rasio cuma 2,4%.
Situasinya mirip pun berlaku untuk model pemikiran AI yang dikenal sebagai Granite 3.2 hasil karya IBM. Edisi dengan ukuran lebih besar dari model tersebut, yakni 8 miliar parameter, dicatat mempunyai angka halusinasi mendekati 8,7%. Di sisi lain, edisi mini mereka, atau 2 miliar parameter, berhasil meraih tingkatan hingga 16,5%.
Temuan dari tes ini mengindikasikan bahwa model kecerdasan buatan yang diciptakan untuk melakukan penalaran, sebenarnya_aliasصند
reasoning
, justru cenderung menghasilkan jawaban alias informasi dengan tingkat halusinasi yang cukup tinggi.
Kenapa AI bisa kasih jawaban “halu”?
Menurut firma penelitian tentang AI, Transluce, salah satu penyebab mengapa model AI bisa memberikan jawaban “halu” adalah karena model seperti o3 dari OpenAI misalnya, dirancang untuk memaksimalkan kemungkinan untuk memberikan jawaban.
Dalam hal ini, ketika
bot
tidak memiliki keyakinan atas informasi yang ia punya, mereka akan tetap memberikan respons, alih-alih mengakui bahwa modelnya tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.
Di samping itu, model kecerdasan buatan (AI) diasah menggunakan sekumpulan data spesifik yang kemudian akan dipakai untuk menyediakan respons terbaik atau sesuai dengan permintaan dari para penggunanya.
Sehubungan dengan hal ini, bila bot mendapatkan pertanyaan di mana jawabannya kemungkinan besar tak tersedia dalam datanya sebelumnya, kecerdasan buatan masih akan mencoba untuk menjawab walaupun fakta tersebut belum tentu akurat.
Informasi tersebut disajikan dengan nada yang kelihatan meyakinkan serta seperti memang akurat, namun pada kenyataannya sama sekali tak memiliki dasar. Ini lah yang menyebabkan model AI dapat memberikan respons semacam “halu” atau tanpa landasan nyata.
Tanggapan perusahaan AI soal “halusinasi”
Perusahaan OpenAI mengakui bahwa model AI mereka, seperti o3 memang memiliki tingkat halusinasi yang cukup tinggi.
Dalam makalah penelitian yang merangkum tes internal pada model AI-nya, perusahaan menyatakan bahwa model o3 memang cenderung membuat “klaim” definitif tersendiri.
Artinya, model AI ini akan memberikan jawaban yang terkesan meyakinkan alias berhalusinasi, dibanding mengakui bahwa bot tidak mengetahui informasi yang sebenarnya.
CEO OpenAI, Sam Altman, justru menanggapi fenomena ini dengan menyebut bahwa halusinasi yang terjadi pada model AI nya merupakan bagian dari fitur
chatbot
, alih-alih
bug
yang harus diperbaiki.
Tanggapan ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh perusahaan AI lain seperti Google, Microsoft, dan Anthropic. Ketiganya disebut sedang mengerjakan perbaikan untuk mengatasi masalah “halusinasi AI” ini.
Bahkan, Google dan Microsoft dilaporkan telah merilis produk bernama Microsoft Correction dan Google Vertex.
Keduanya konon dirancang untuk memberi tanda jika ada informasi yang mungkin keliru yang diberikan oleh bot AI mereka.
Kendati demikian, upaya yang dilakukan oleh dua raksasa teknologi ini masih diragukan oleh beberapa ahli.
Menurut laporan
Techcrunch
, para peneliti ragu-ragu bahwa solusi itu dapat menyelesaikan secara keseluruhan permasalahan delusi dalam kecerdasan buatan.
Usulan peneliti untuk mengatasi “halusinasi AI”
Berdasarkan laporan
Wall Street Journal,
beberapa peneliti telah mengusulkan agar seluruh model AI dilatih untuk mengatakan “saya tidak tahu”,
Pelatihan ini dikhususkan untuk membekali kemampuan AI saat diberikan pertanyaan yang informasi jawabannya tidak diketahui oleh data memori mereka.
Sementara itu, para peneliti lain merekomendasikan penggunaan metode yang dikenal sebagai ”
retrieval augmented generation
“.
Teknik ini melibatkan penggunaan bot kecerdasan buatan untuk merujuk pada dokumen-dokumen lain yang tetap berkaitan dengan pertanyaan tersebut.
Maka, daripada memberikan respons berdasarkan informasi yang salah, penyerahan dokumen ini bertujuan agar dapat digunakan sebagai sumber pendukung bagi jawaban atas pertanyaan pengguna seperti dikumpulkan.
KompasTekno
dari
Forbes
, Jumat (9/5/2025).
Berikut adalah harga HP iPhone 13 iBox serta iPhone 13 bekas pada bulan Mei tahun 2025.
Spek dari iPhone 13 sungguh menonjol di sektor kameralnya.
Harap dicatat bahwa konsumen di Indonesia memiliki pilihan untuk membeli iPhone 13 dengan tiga opsi penyimpanan internal yaitu 128 GB, 256 GB, serta 512 GB.
Terdapat lima pilihan warna, yaitu Biru, Tengah Malam, Merah Muda, Bintang, dan Merah.
Warna Pink menjadi varian paling laris di tahun 2024 hingga 2025 ini.
Sebenarnya, iPhone 13 dengan warna Pink hanya untuk menggantikan warna hijau dari iPhone 12.
Kesan pastel dari nuansa pink tersebut cukup halus, dengan sedikit sentuhan merah muda yang mendekati warna putih.
Dengan versi iPhone 13 berwarna merah muda ini, terlihat bahwa Apple bertujuan menjangkau konsumen perempuan yang umumnya lebih suka dengan warna tersebut.
Karena ini adalah produk Apple kelas atas, maka varian berwarna merah muda-nya masih terlihat sangat elegan.
Sebab tidak terkesan norak.
Soal spesifikasi iPhone 13 mengusung layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci dengan resolusi 2532 x 1170 piksel.
Sehingga menghasilkan tampilan yang tajam dan jernih.
Desainnya ramping dan premium, dengan variasi warna yang tersedia seperti Pink, Blue, Midnight, Starlight, Red, dan Green.
iPhone 13 ini turut dibekali dengan chip Apple A15 Bionic.
Serta memiliki CPU 6-core yang mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game berat dengan lancar.
GPU 4-core-nya juga sangat mendukung grafis berkualitas tinggi.
Sehingga memberikan pengalaman visual yang halus.
Chip A15 Bionic juga lebih hemat daya, memperpanjang masa pakai baterai pada pemakaian sehari-hari.
iPhone 13 dilengkapi dengan dual camera system beresolusi 12 megapiksel.
Terdapat lensa wide dan ultra-wide yang mendukung fitur Night mode serta Smart HDR 4 untuk foto dengan warna dan detail yang tajam, meskipun di kondisi minim cahaya.
Kamera depannya beresolusi 12MP dengan dukungan TrueDepth yang menghasilkan foto selfie natural.
Serta dilengkapi dengan mode Night dan perekaman video hingga 4K Dolby Vision HDR.
Daya tahan baterai dari iPhone 13 dapat mencapai waktu hingga 19 jam untuk pemutaran video.
Cocok bagi mereka yang mencari alat dengan ketahanan luar biasa untuk pemakaian sehari-hari.
Di samping itu, iPhone 13 disertai dengan fitur Face ID guna meningkatkan keamanannya.
Serta ketahanan air dan debu dengan sertifikasi IP68 dan dukungan 5G.
Dengan dukungan 5G ini maka dipastikkan iPhone 13 memiliki kecepatan internet yang lebih baik di area yang terjangkau.
Selain itu, iPhone 13 sudah siap menjalankan iOS 17, sistem operasi terbaru dari Apple.
Sistem operasi ini akan menghadirkan berbagai fitur dan peningkatan performa.
Bahkan setelah 4 tahun bertahan di pasar Indonesia, iPhone 13 alami penurunan harga yang cukup drastis.
Berdasarkan pantauan Tribun Batam dari iBox, Jumat (9/5/2025) iPhone 13 dibandrol paling mulai dengan harga Rp 8,2 Jutaan.
Berikut harga resmi iPhone 13 di iBox pada Mei 2025:
Harga iPhone 13 iBox
– iPhone 13 dengan kapasitas 128 GB: Harga kini menjadi Rp 8.749.000 dari harga asliRp 10.249.000
– iPhone 13 256 GB: Rp 9.999.000 dari harga normal Rp 12.799.000
Harga iPhone 13 second
iPhone 13 128 GB: Rp 6.550.000 – Rp 7.400.000
iPhone 13 256 GB: Rp 8.290.000 – Rp 9.100.000
iPhone 13 512 GB: Rp 10.147.000 – Rp 12.000.000
*) Disclaimer:
Harga dan ketersediaan barang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan tergantung stock disetiap toko.
Direktur Eksekutif IEF Research Institute, Ariawan Rahmat, menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata oleh pemerintah Indonesia untuk menyikapi pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di luar negeri.
Menurut Ariawan, masalah utama yang dihadapi dalam pengenaan pajak pada platform kecerdasan buatan (AI) sekarang ini berkisar pada isu yurisdiksi serta kurang adanya kolaborasi antara perusahaan teknologi global dengan pihak berwenang pajak lokal.
“Situasi ini serupa dengan saat munculnya Google, Netflix, dan Spotify di awal, ketika negeri tersebut masih kurang regulasi hukum terkait penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara langsung. Tanpa adanya kebijakan jelas seputar Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), penagihan pajak dari layanan berbasis AI menjadi tantangan,” katanya melalui pernyataan tertulis pada hari Jumat, 9 Mei.
Pada saat ini, Indonesia sudah mempunyai landasan hukum berdasarkan PMK Nomor 60/PMK.03/2022. Akan tetapi, daftar platform digital yang terkena pajak pertambahan nilai atau PPN sejauh ini lebih banyak mencakup jasa hiburan, perdagangan elektronik, serta teknologi awan alias cloud, sedangkan platform kecerdasan buatan atau AI belum menerima fokus spesifik dalam aturan tersebut.
“Sebenarnya, penerapan kecerdasan buatan kian meluas dan memiliki nilai ekonomi yang besar,” ujar Ariawan.
Untuk merespon kesulitan tersebut, Ariawan menyarankan adanya empat taktik penting yang harus cepat dijalankan oleh pihak berwenang:
Pertama, mengembangkan lingkup PMSE dengan menambahkan platform AI yang bersifat komersial. Upaya ini membutuhkan penilaian mendalam dan kolaborasi global untuk memastikan bahwa pengenaan pajak bisa dilakukan secara efisien.
Kedua, mengembangkan peraturan spesifik tentang pajak untuk teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan metaverse.
Dia memberikan contoh, sejumlah platform kecerdasan buatan global sudah bekerja sama dengan mitra pembayaran seperti Google. Hal ini memungkinkan penagihan pajak pertambahan nilai secara tak langsung melalui mereka.
Ketiga, mendorong integrasi data dari platform monetisasi seperti YouTube, TikTok, dan Spotify dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, sekaligus meningkatkan edukasi pajak kepada kreator konten AI lokal.
Keempat, mendorong keaktifan Indonesia dalam kerangka OECD Inclusive Framework agar isu pemajakan AI masuk ke agenda global.
Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas ekonomi digital ke depan.
“Kepatuhan dan fleksibilitas pemerintah amat krusial, tidak sekadar untuk menambah pendapatan negara, tetapi juga guna menghasilkan kesetaraan pajak dalam era perubahan teknologi,” jelas Ariawan.
Ia memperingatkan, tanpa regulasi yang memadai, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi global, sementara nilai ekonominya terus mengalir ke luar negeri.
Pasien ke-tiga yang mendapat implant otak Neuralink ini memperlihatkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi tersebut. Mereka berhasil mengendalikan kursor pada komputer cukup dengan berpikir saja, bahkan hingga melakukan pengeditan dan narasi untuk sebuah video di YouTube melalui sinyal-sinyal dari otaknya.
Brad Smith merupakan individu ke tiga di planet Bumi yang telah menjalani prosedur pemasangan alat elektronik dalam otaknya melalui perkembangan teknologi saraf milik Neuralink, sebuah bisnis terkemuka bidang tersebut diprakarsai oleh Elon Musk. Dia mengidap kondisi medis bernama sklerosis lateral amyotrofi atau lebih umum disebut dengan sindrom Lou Gehrig.
Penyakit Lou Gehrig merupakan kelainan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi neuron motorik –sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengendalikan gerakan otot. Seiring dengan berjalannya waktu, penderita Lou Gehrig akan kehilangan kontrol atas gerakan ototnya, memengaruhi kemampuan mereka untuk berbicara, makan, bergerak, dan bernapas secara mandiri.
Untuk bisa beraktivitas setidaknya mengerjakan sesuatu, Smith akhirnya memutuskan untuk menerima implan otak dari Neuralink. Baru-baru ini Smith mengunggah video di YouTube yang menunjukkan bagaimana implan otaknya bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam aksinya, dia menunjukkan
brain-computer interface
(BCI) membolehkan dia gunakan sinyal otaknya untuk menjalankan kontrol tersebut.
mouse
pada MacBook Pro miliknya untuk mengedit video. Ini menjadi video pertama yang diedit menggunakan bantuan teknologi Neuralink dan BCI.
Implan yang dipasang di korteks motorik Smith memiliki ukuran kurang lebih seperti lima tumpukan koin dan dilengkapi dengan lebih dari 1.000 elektroda. Menurut Smith, Neuralink tidak memantau setiap pemikirannya secara konstan, tetapi justru menganalisis sinyal otak yang mencerminkan niatnya untuk menggerakan kursor ke arah tertentu dan bagaimana caranya.
Pada awalnya, dia mencoba memvisualisasikan pergerakan tangannya untuk mengontrol kursor, namun metode tersebut tidak begitu efisien. Ia kemudian merenungkannya dan mulai menggunakan gerakan lidah serta mengepakkan rahangnya sebagai cara kontrol atas kursor itu sendiri. Ternyata, teknik baru ini jauh lebih berhasil.
AI juga digunakan pada rekaman Smith sebelum ia kehilangan kemampuan berbicara untuk menciptakan versi sintetis suaranya, yang memungkinan dia menceritakan video dengan suaranya sendiri.
Dalam video terpisah, seorang reporter dan penulis biografi, Musk Ashlee Vance, mencoba menelpon Smith selama kunjungan tim Neuralink ke rumahnya.
“Saya harap ini akan mengubah permainan bagi kamu dan keluarga,” kata Musk.
“Senang rasanya dapat menyimpan informasi ini di otakku dan berhenti mengandalkan penglihatan,” ujar Smith lewat perangkatnya.
Smith menyatakan bahwa dirinya sudah menggunakan teknologi pengenalan gerakan mata untuk berinteraksi, namun teknologi tersebut memiliki keterbatasan ketika cahaya kurang. Menurutnya, implan Neuralink memberikan kemampuan baginya untuk tetap komunikatif bahkan di lingkungan outdoor atau tempat dengan tingkat penerangan yang tidak menentu. Selain itu, peralatan ini pun membolehkannya ikut serta dalam aktivitas seperti main video game bersama keluarganya; contohnya adalah saat merekam momennya tengah asik memainkan game Mario Kart.
“Sudah memakan waktu bertahun-tahun untuk mencapai tahap ini,” ujar Smith kepada Musk.
Neuralink telah diujicobakan pada monyet sebelumnya. Implantasi chip otak untuk manusia dilakukan pertama kalinya pada Januari 2024. Noland Arbaugh, seorang penderita kelumpuhan, menjadi individu pertama yang mendapatkan implan tersebut.
Zona GadgetBocoran Kode Redeem Ojol The Game 10 Mei 2025 penuh dengan koleksi kode hadiah terkini OTG dari CodeXplore, dapatkan di sini.
Code Ojol The Game dapat ditukarkan langsung di dalam permainan dengan, klik pada Gift lalu masukkan kodenya biar dapat hadiah gratis.
Khususnya player Ojol The Game yang mungkin masih asyik memainkan game simulasi menjadi driver Ojol ini, apakah Anda sudah mengecek code Ojol The Game pada bulan Mei 2024 ini?
Meskipun game ini masih belum mendapatkan update terbaru, Ojol The Game agaknya masih tetap seru dimainkan, bahkan untuk sekadar mengisi waktu luang.
Anda dapat menjalankan misi mengantar penumpang atau makanan pada Ojol The Game ini.
•
Bocoran Kode Redeem Ojol The Game 9 Mei 2025 Lengkap Kumpulan Gift Code Terbaru OTG CodeXplore
Atau mungkin bisa hanya berkeliling di sekitar melihat kejadian atau hal-hal menarik yang ada di Ojol The Game ini.
Sama halnya dengan game kebanyakan, Ojol The Game juga menghadirkan kode redeem atau yang disebut dengan gift code atau code.
Code Ojol The Game ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan berbagai reward atau hadiah gratis. Misalnya, EXP, Coin hingga tambahan uang yang dapat digunakan pada Ojol The Game.
Mau tahu daftar code Ojol The Game untuk har ini, Kamis, 10 Mei 2024?
Berikut ini adalah daftar code Ojol The Game 10 Mei 2024 yang dapat Anda simak di bawah ini lengkap dengan cara klaimnya.
Code Ojol The Game 9 Mei 2024:
– PSDVTMP
– UPV26Z
– TL2025X
– OTG2025
– NEW2025
– PLUS1
– GXFC2576
– OTGANNIV4
– WCANNIV4
– WCOME2025
– WCOMNP32
– XMASNYR41
– GATAU
– 121224
– APAYAA
– ALONE
– TRDSNOV24
– TWSCNOV24
– SPTBRP3
Untuk mengklaim code Ojol The Game, simak cara lengkapnya di bawah ini.
Langkah untuk mengklaim kode Ojol The Game atau kode hadiah:
– Tahap awal, jalankan permainan Ojol The Game pada ponsel Anda.
– Setelah masuk, pada bagian awal Anda akan menemukan ikon kotak hadiah bertuliskan GIFT
– Ketuk ikon tersebut, kemudian masukkan code Ojol The Game, misalnya yang terbaru adalah PSDVTMP
– Untuk mengklaim code Ojol The Game tekan tombol Redeem
– Selamat! Anda berhasil menukarkan atau mengklaim code atau yang disebut juga gift code Ojol The Game
Tetap menantikan sebentar hingga pesan yang memuat informasi tentang hadiah tampil.
Rilisan terbaru dari Code Ojol The Game bakal menghadirkan bonus atau pemberian tanpa biaya yang informasinya tampil di layar.
Menarik, bukan?
Kapan lagi dapatkan hadiah cuma-cuma di dalam permainan Ojol The Game? Cukup menarik untuk ditambah ke tabungan Anda.
Catatan ekstra, apabila terdapat pesan kehabisan kode, itu berarti kode telah mencapai limitnya atau sudah diakses oleh sejumlah besar pemain.
•
Bocorannya Kode Redeem untuk Permainan Ojol yang Dirilis pada Tanggal 8 Mei 2025 dengan Daftar Lengkapnya dari Seri Gift Code Terkini OTG CodeXplore
Terakhir kata, silakan coba klaim kode Ojol The Game 9 Mei 2024 dan detail lengkapnya bisa Anda temukan dalam penjelasan sebelumnya.
Selamat bermain.
# Berita Viral
–
Lihat Berita Paling Baru Lainnya Disini
GOOGLE NEWS
–
Terima Kabar Terpopuler Lewat Saluran
WhatsApp
!!!Membaca Adalah Latihan Untuk Otak Sebagai Halnya Olahraga Untuk Jasad!!!
– Di tahun 2025, tren smartphone makin gila-gilaan. Bukan cuma soal layar kinclong atau kamera canggih, tapi juga soal performa yang nendang abis dan… bentuk yang super tipis! Yes, sekarang bukan cuma laptop yang bisa punya performa garang dengan sistem pendingin canggih. HP gaming pun makin ke sini makin tipis, makin ganteng, dan tetap adem walau dipaksa kerja rodi.
Nah, buat kamu yang lagi cari HP gaming super tipis tapi tenaganya nggak main-main dan tetap adem walau diajak main game berat, kamu mendarat di artikel yang tepat. Yuk, kita kulik bareng!
Kenapa Harus HP Gaming Tipis?
Jika dahulu perangkat mobile untuk gaming terkenal karena body-nya yang tebal, desain yang agresif, serta bobot seperti batu bata, kini situasinya telah berubah. Kian banyak merek bersaing menciptakan smartphone gaming yang tidak hanya gaya namun juga tipis dan ringan sambil mempertahankan performa hebat di dalamnya.
Kenapa sih penting tipis?
Lebih nyaman digenggam: Nggak bikin tangan cepat pegal.
Gaya mewah: Sesuai untuk digunakan jalan-jalan, rapat, atau hanya sebagai penampilan saja.
Lebih ringan: Praktis buat dibawa ke mana-mana.
Tapi tetap, tipis aja nggak cukup. Harus ada tenaga dan pendinginan yang mumpuni juga.
Performa Monster: Nggak Cuma Soal Chipset
Kinerja laptop untuk bermain game tidak hanya bergantung pada prosesor saja. Meskipun chip seperti Snapdragon 8 Gen 3 ataupun Dimensity 9300 membuat mulut kita mengalir air liur, masih terdapat aspek-aspek lain yang tak kalah vital dalam menentukannya:
RAM gede: Minimal 8 GB buat main lancar.
Penyimpanan kencang: gunakan UFS 3.1 dan setidaknya UFS 4.0 agar proses muat menjadi lebih cepat.
Layar responsif: Refresh rate 120Hz ke atas dan touch sampling tinggi.
Sistem pendingin: Karena performa tinggi = panas, pendinginan jadi vital!
Sistem Pendingin Setara Laptop?
Iya, serius. Sekarang HP gaming tipis udah banyak yang pakai sistem pendingin canggih:
Kipas Uap Dingin: Sistem ini umumnya digunakan pada laptop untuk gamer, kini juga telah diterapkan dalam smartphone.
Sheet Grafit Lapisan: Digunakan untuk menyebarkan panas secara lebih merata.
Thermal Gel & Heat Pipe: Meningkatkan efisiensi pembuangan panas.
Contohnya ASUS ROG Phone 8, Nubia RedMagic 9 Pro, atau Lenovo Legion Y7000 (jika ada varian mini) udah pakai teknologi sekelas laptop ini.
Rekomendasi HP Gaming Super Tipis di 2025
a. ASUS ROG Phone 8
Ketebalannya: Hanya kira-kira 8,9 mm
Chipset: Snapdragon 8 Gen 3
Penyejuk: Chamber Uap + Pendingin Aerodinamis Aktif (perangkat opsional)
Fitur permainan: Kontrol AirTrigger, Sistem Pendingin GameCool 8, serta Layar dengan Kecepatan Refresh 165Hz
Harga: Sekitar Rp13 jutaan
b. Nubia RedMagic 9 Pro
Ketebalan: Sekitar 8,9 mm
Chipset: Snapdragon 8 Gen 3
Penyejuk: Sistem Pendinginan ICE 13 dengan Kipas Internal!
Desain: Sederhana, modis, dan canggih
Harga: Sekitar Rp10-11 jutaan
c. iQOO 12
Ketebalan: 8,1 mm
Chipset: Snapdragon 8 Gen 3
Pendingin: Vapor chamber + graphite layer
Layar: AMOLED 144Hz
Harga: Rp9 jutaan
d. Infinix GT 20 Pro
Ketebalan: Tipis banget untuk kelas harga
Chipset: Dimensity 8200 Ultimate
Pendingin: VC Liquid Cooling + 4-layer Graphite
Harga: Rp4-5 jutaan saja
Sangat sesuai untuk gamer dengan anggaran rendah namun tetap ingin terlihat gaya dan memiliki kinerja yang handal.
Kegunaan dan Ketidaknyamanan Ponsel Gaming yang Ramping
Kelebihan:
Gaya desain terkini, sesuai untuk berbagai macam gaya hidup.
Enteng dan enak dibawa kemana-kemana.
Sulit untuk mengalami overheating (jika sistem pendinginnya baik).
Kekurangan:
Ruangan untuk baterai atau sistem pendinginan mungkin akan lebih sempit.
Bisa lebih cepat panas kalau dipaksa maksimal terus.
Beberapa masih mengorbankan fitur audio (misal: no jack audio)
Tips Memilih HP Gaming Tipis yang Tepat
Perhatikan ketebalan dan material bodi – Usahakan tetap kokoh meski ramping.
Pilih layar dengan touch response tinggi – Penting buat game kompetitif.
Baca review suhu dan performa – Apakah HP adem atau cepat throttling?
Jangan lupakan baterai – Minimal 4500-5000 mAh buat gaming awet.
Era HP gaming gahar tapi ramping sudah tiba, dan ini kabar baik buat kamu yang nggak mau ribet bawa device berat kemana-mana. Selama kamu memilih dengan bijak—nggak cuma tergiur desain tapi juga lihat performa dan sistem pendinginnya—kamu bisa dapat pengalaman gaming yang maksimal tanpa bikin tangan pegal.
Jadi, siap upgrade ke HP gaming tipis tapi beringas?
Temukan update terbaru seputar gadget dan teknologi hanya di Kabar Banjar. Gaya bisa tetap keren, performa gaming juga tetap jalan!***