Selasa, Maret 17, 2026
Beranda blog Halaman 753

Fiber Optik: Rahasia Kemajuan Digital Indonesia Masa Depan

0


Zona Gadget

Indonesia sedang berada di titik penting untuk mengwujudkan ambisinya sebagai bangsa dengan transformasi digital nasional. Negara ini memiliki penduduk melebihi 279 juta orang dan penyebaran pengguna internet yang sudah menembus angka 74,6% per Januari 2025. Oleh karena itu, permintaan terhadap infrastruktur digital yang handal, cepat serta aman semakin mendesak.

Lonjakan permintaan terhadap layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), distribusi konten digital, dan konektivitas 5G, juga kian mendorong pentingnya infrastruktur dasar yaitu serat optik. Teknologi tersebut diyakini terbukti memiliki kapasitas besar, kecepatan tinggi, serta latensi rendah, menjadikannya tulang punggung konektivitas digital masa depan.

Pada pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu (7/5), beberapa pemangku kepentingan dari industri bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengulas tentang pentingnya kabel serat optik bagi perkembangan digital di Indonesia. Pertemuan ini juga menyinggung berbagai hambatan yang ada dan mempromosikan metode baru dalam pengaturan infrastruktur jaringan serat optik terbaru.

Denny Setiawan, Direksi Strategis & Kebijakan di Kementerian Komunikasi dan Infrastruktur Digital (Komdigi), menjelaskan bahwa infrastruktur digital kita perlu memiliki desain yang komprehensif. Ini mencakup mulai dari pusat data yang menjadi sumber utama untuk aktivitas digital serta kontennya, jaringan tulang punggung, hingga Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang berfungsi mengaitkan daerah dengan skala global.

“Luar itu, terdapat juga koridor PLN/jalan/rel berperan sebagai jalur utama penetrasi, bersama dengan jaringan FO yang mencapai tepat rumah dan lokasi layanan publik,” katanya dalam pembicaraan tersebut.

Menurut laporan dari Telecom Review Asia, perkiraannya menyebutkan bahwa pasar infrastruktur jaringan serat optik di wilayah Asia Pasifik akan mengalami pertumbuhan dengan angka Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 15,9% sampai tahun 2028. Hal tersebut menjadi indikator pentingnya prioritas serta adanya peluang signifikan untuk berinvestasi pada bidang ini.
“Tidak dapat disangkal lagi kolaborasi antara para pemain utamanya sangatlah vital. Kami yakin proyek seperti ini bisa memfasilitasi industri agar lebih mampu mendukung tujuan digitalisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap Teguh Prasetya selaku Direktur Utama dari perusahaan Alita Praya Mitra saat itu juga.

Sejak 2020, Alita sudah menerapkan Sistem Manajemen Jaringan Optikal Terpadu (ONMSi) untuk memperbaiki efisiensinya serta kehandalan dalam mengurus infrastruktur serat optik. Dampak hasil penerapan ini diyakin dapat memberikan perubahan besar pada performa operasionalnya.

Sebagai contoh, kemungkinan untuk mengecilkan denda layanan dapat sampai 98% berkat pemeriksaan awal dan penyelesaian masalah dengan kecepatan lebih tinggi. Selain itu, efisiensi dalam melakukan perawatan preventif pun mampu dicapai sebesar 22%, lewat pengawasan jaringan yang bersifat proaktif serta didasarkan pada data waktu nyata.

Yang paling utama, tingkat efisiensi dalam pemeliharaan korektif mencapai 56%, berkat adanya sistem lapor otomatis yang mengurangi durasi penentuan serta perbaikan masalah. “Tindakan ini semakin menegaskan kedudukan Alita sebagai penyuplai infrastruktur digital yang responsif terhadap kemajuan teknologi dan permintaan sektor telekomunikasi kontemporer,” lanjut Teguh.

Rajesh Rao, Vice President Penjualan dari VIAVI, menjelaskan pada kesempatan itu bahwa perusahaannya mendukung transformasi digital di Indonesia dengan menggunakan solusi uji coba dan pemastaan kualitas yang dapat dipercaya. Ini akan membantu dalam deploymen jaringan serat berkinerja tinggi.

“Kami memberdayakan penyedia layanan dan penyedia dark fiber untuk mempercepat konektivitas, memastikan keandalan jaringan, dan mewujudkan visi Indonesia sebagai negara digital yang maju,” katanya.

Namun, urgensi membangun ekosistem digital yang menyeluruh, termasuk membangun jaringan serat optik tak lepas dari beberapa tantangan yang masih kerap dihadapi. Ketua Umum Apjatel, Jerry Siregar mengungkapkan, pembangunan serat optik masih kerap terhadang harmonisasi regulasi telekomunikasi di Indonesia.

Menurutnya, Rencana Tata Ruang Wilayah kerap tidak terinformasi kepada pemilik jaringan utilitas. Sehingga, menyebabkan penataan jaringan yang sulit terkendali. Kini, penataan jaringan yang lebih memperhatikan estetika dan keamanan kota, mulai diterapkan.

“Kami mendukung transformasi digital dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan implementasi penataan fiber optic yang lebih baik dan terstandarisasi,” ujar Jerry. Berbagai rencana strategis pembangunan pun kini dilakukan untuk meminimalkan kerusakan jaringan yang telah tertata.

Diskusi AJI dan FISIP Unsrat: AI – Peluang & Tantangan untuk Kemerdekaan Pers

0


Zona Gadget

Kecerdasan Buatan (AI) bagaikan sebuah pisau bermata dua untuk kemerdekaan pers yang Dewasa saat ini.

AI dapat memberikan manfaat dengan mendukung tugas-tugas jurnalistik serta meningkatkan kualitas informasi dalam berita.

Sebaliknya, kecerdasan buatan memiliki potensi untuk mengurangi fungsi media sebagai pengawas sosial.

Menyegarkan kembali pers yang harus beroperasi dengan pedoman verifikasi.

Pernyataan-pernyataan tersebut muncul pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bersama Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik Universitas Sam Ratulangi (FISIP Unsrat), berlangsung di Ruang Rapat Dakan FISIP, Rabu (7/5/2025).

Materi pembahasan kali ini adalah tentang AI dan Tantangan Kemerdekaan Media di Zaman Digital.

Tiga pembicara utama adalah Ketua AJI Manado, Fransiskus Marcelino Talokon; praktisi kecerdasan buatan, Yunan Balamba; serta Dekan FISIP, Dr Ferry D Liando.

Fransiskus Talokon menyatakan bahwa adanya AI memberikan tantangan tersendiri untuk para jurnalis.

Sebab itu, AI dapat menyimpangkan jurnalistik ke arah praktik jurnalisme yang melupakan proses verifikasi dan kenyataan.

“Kerja-kerja jurnalistik harus berdasarkan prinsip etika, berdasarkan hati nurani. Apakah produk jurnalistik kita hanya dari praktik AI saja atau tetap berdasarkan veifikasi dan etika?” kata Talokon.

Menurutnya, keberadaan AI dijadikan alat untuk membantu kerja-kerja jurnalis.

“Sambil tetap mempertahaankan prinsip verifikasi berlapis,” katanya lagi.

Sementara, Yunan Balamba mengungkapkan hal menarik. Menurutnya, kehadiran AI tidak perlu ditanggapi dengan kecemasan berlebihan.

“Ada ungkapan AI tidak bisa menggantikan mengalahkan manusia. Tapi hati-hati dengan orang yang belajar dan paham AI,” jelasnya.

Balamba bilang, keberadaan AI itu ibarat pisau bermata dua. Punya manfaat positif sekaligus negatif.

“AI tidak mempunyai pikiran, emosi, yang semuanya dimiliki oleh manusia, termasuk para jurnalis. Oleh karena itu, hasil tulisan jurnalisme terbaik ini tak dapat diciptakan oleh AI,” ungkapnya.

Bagi dia, AI tidak lebih dari alat untuk membantu memberi kemudahan bagi manusia.

Begitu juga bagi wartawan, dapat menjadi acuan, data awal atau bisa juga melengkapi berita.

“Apapun yang dari Chat GPT harus kita tetap harus verifikasi validasi. Ai tidak bisa kita abaikan tapi kita harus bijaksana menghadapinya,” kata Balamba lagi.

Sedangkan Dekan Liando mengungkapkan,  diskusi ini sebagai upaya membangun pers yang berkualitas.

” Ini merupakan pula cara untuk mensosialisasikan ke publik serta media massa di dalam kampus. Terdapat rangkaian pendidikan dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi para mahasiswa,” jelasnya.

Dia berharap AJI tetap menjaga posisi depan dalam pengawalan demokrasi.

Ia bilang, peran media sangat krusial.

Media bertugas mengemban fungsi sebagai pengawas sosial untuk mempertahankan keseimbangan dan menciptakan demokrasi yang lebih baik.

“Semahal apapun sebuah kebijakan, jika tak diawasi dengan baik, bisa berubah menjadi ketidakadilan. Peran media sangat penting sebagai penggerak suara masyarakat,” ujar Liando.

Apalagi, kondisi bernegara saat ini, tak dapat dipungkiri peran lembaga-lembaga yang seharusnya menjadi penyeimbang kekuasaan tidak berfungsi normal karena dilemahkan oleh sistem. “Di sinilah pers harus tetap berperan,” katanya.

Sekretaris AJI Manado, Isa Jusuf, menyatakan bahwa diskusi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Mei.

Kehadiran kecerdasan buatan (AI) tak bisa disepelekan karena ikut membuka jalan untuk penyebaran informasi yang salah dan menyesatkan di platform-media sosial, hal ini membuat perannya menjadi lebih signifikan dari sebelumnya.

“Issue tentang AI, kami sebutkan dalam konteks kebebasan pers, apalagi belakangan ini sering diberitakan mengenai pengurangan staf jurnalistik di beberapa perusahaan media nasional,” kata Isa. (ndo)


Gabungkan ke Saluran WhatsApp Tribun Manado serta Google News Tribun Manado untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai kabar-kabar menarik selanjutnya.


Bergabung dengan WA Tribun Manado
di sini >>>


Perhatikan Berita di Google News Tribun Manado
di sini >>>


Baca Berita Update Zona Gadget
di sini >>>

Ternyata Oli Mesin Honda Genio Lebih Sedikit dari yang Diharapkan: Peringatan Merah untuk Pengendara

0


Ternyata Oli Mesin Honda Genio Hanya Sebanyak Ini, Kelebihan dan Potensi Bahayanya

Ternyata Oli Mesin Honda Genio Hanya Sebanyak Ini, Kelebihan dan Potensi Bahayanya

Berikut adalah risiko pada sepeda motor matik Honda Genio akibat mengisi minyak pelumas mesin melebihi batas yang disarankan oleh produsen. Jangan lewatkan penjelasannya hingga tuntas.

Zona Gadget / Cara dan Tipspun

ARSN 7 Mei pukul 23:30 WIB 7 Mei pukul 23:30 WIB


Zona Gadget

Kapasitas dan spesifikasi dari minyak pelumas untuk mesin sepeda motor matic bervariasi antara satu produsen dengan produsen lainnya.

Kemajuan dalam teknologi mesin menyebabkan jumlah oli yang diperlukan menjadi lebih rendah.

Honda Genio dengan kode mesin K0J memiliki kapasitas mesin sebesar 110cc dan hanya memerlukan oli mesin sebanyak 0,65 liter atau setara dengan 650 ml.

Perbedaan pada motor matic Honda generasi sebelumnya adalah memerlukan kapasitas minyak mesin sebanyak 800 ml.

Sebenarnya, banyak pemilik Honda Genio yang memutuskan untuk menggantikan minyak mesin mereka secara mandiri tetapi justru menggunakan ukuran 800 ml.

“Bila minyak pelumas mesin pada Honda Genio terlalu berlebihan, dampaknya dapat dirasakan dengan jelas,” ungkap Muhammad Ridwan dari bengkel Belloy’s yang ada di Lampiri, Jakarta Timur.

“Kamar crankcase pada Honda Genio yang ketat membuat oli mesin terisi secara berlebihan sehingga menyebabkan penarikannya menjadi berat,” jelasnya.

Oli mesin yang berlebihan menyebabkan pergerakan piston menjadi terhalang akibat peningkatan bebannya dalam hal pelumas.

Dampak yang dirasakan secara utama ialah penarikan mesin Honda Genio yang lebih berat.

Selain itu pastinya Honda Genio kalian jadi boros bbm.

Bukan hanya itu saja, minyak pelumas berlebihan dalam ruang crankcase pun bisa merembet ke saluran udara.

“Lubang hawa mesin ini ada slang yang terhubung ke box filter, oli mesin akan naik ke atas,” terangnya lagi.

Oli mesin yang naik ini akan keluar dari selang lubang hawa dan membanjiri box filter.

Hal ini terjadi jika motor dibawa ngebut karena putaran mesin yang tinggi.

Nah, itulah bahaya isi oli mesin motor matic Honda Genio yang terlalu banyak ya gaes.

Copyright Zona Gadget2025

Related Article

Ternyata Oli Mesin Honda Genio Lebih Sedikit dari yang Diharapkan: Peringatan Bahaya Tersembunyi

0


Zona Gadget

Dari pabrikan kapasitas oli mesin motor matic memiliki spesifikasi oli mesin yang berbeda-beda.

Perkembangan teknologi mesin membuat kapasitas oli mesin yang dibutuhkan juga semakin sedikit.

Honda Genio dengan nomor mesin K0J memiliki volume silinder sebesar 110cc dan hanya memerlukan pengisian oli mesin sebanyak 0,65 liter atau setara dengan 650 ml.

Perbedaan pada motor matic Honda generasi sebelumnya yaitu memerlukan kapasitas oli mesin 800 ml.

Jadi, banyak pemilik Honda Genio yang memutuskan untuk mengganti minyak mesin mereka secara mandiri tetapi justru menggunakan ukuran 800 ml.

“Bila minyak mesin Honda Genio terisi terlalu penuh, dampaknya akan cukup terasa,” ungkap Muhammad Ridwan dari bengkel Belloy’s yang berlokasi di Lampiri, Jakarta Timur.

“Kolong mesin Honda Genio yang kecil membuat oli dalam ruang crankcase terlalu banyak, akibatnya memperlambat akselerasi mobil,” jelas dia.

Oli mesin yang berlebihan dapat menghalangi pergerakan piston akibat peningkatan muatan pada pelumasannya.

Dampak utamanya adalah sensasi tarik mesin pada sepeda motor Honda Genio yang lebih berat.

Di samping itu, tentunya konsumsi bahan bakar Honda Genio milik Anda akan menjadi lebih boros.

Enggak cuma itu, oli mesin yang terlalu banyak di crankcase juga akan naik ke lubang hawa.

“Adanya lubang udara pada mesin ini dilengkapi dengan selang yang mengarah ke kotak penyaringan, sehingga minyak mesin dapat naik ke atas,” jelasnya lebih lanjut.

Oli mesin yang meningkat itu akan keluar dari saluran lubang udara dan menggenangi kotak penyaringan.

Ini bisa terjadi saat mengemudi dengan kecepatan tinggi pada motor karena putaran mesin yang cepat.

Jadi, begitulah risikonya jika mengisi oli mesin motor matic Honda Genio terlalu berlebihan nih guys.

SIG dan BRIN Ciptakan Beton Hijau Unggul Lawan Sulfat dan Klorida

0


Zona Gadget.CO.ID – JAKARTA.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menandai kerjasama dalam pengembangan beton ramah lingkungan untuk infrastruktur pesisir dan laut. Acara penandatanganan ini berlangsung dengan hadirnya Direktur Operasinya dari SIG, yaitu Reni Wulandari, bersama kepala pusat riset teknologi hidrodinamika BRIN, yakni Teguh Muttaqie, yang terjadi di gedung The East, Jakarta, pada hari Rabu tanggal 30 April 2025.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, di tengah persaingan ketat, SIG senantiasa menjaga komitmen dalam memproduksi bahan bangunan ramah lingkungan yang merupakan bagian dari upaya dekarbonisasi yang konsisten dijalankan oleh Perusahaan.

Melalui penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, efisiensi energi, hingga penggunaan energi terbarukan, saat ini semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional.

Setelah sukses menghasilkan semen ramah lingkungan bagi daerah pantai, kolaborasi dengan BRIN ini mencerminkan komitmen SIG untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan terkait beton berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Kami telah berkolaborasi dengan BRIN untuk berbagai kegiatan penelitian terapan, dan saat ini kami kembali bekerja sama dalam pengembangan beton hijau untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan pesisir dan laut. Semoga ikhtiar ini dapat mendukung program pembangunan pemerintah melalui penggunaan produk yang andal dan ramah lingkungan,” kata Donny Arsal.

Produk bahan bangunan rendah karbon semakin dibutuhkan dalam urgensi penanganan dampak perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Hal ini pun sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur. Di lingkungan ekstrem seperti kawasan pesisir dan laut, struktur beton berisiko lebih mudah keropos.

Kolaborasi di antara SIG dan BRIN berfokus pada pengembangan beton yang sangat tahan terhadap serangan sulfat, mencakup dampak dari gelombang, munculnya air pasang, serta kerusakan karena adanya ion klorida. Jenis beton ini dirancang dengan spesifikasi unik untuk kondisi lautan, memperbaiki kekerapan material, durabilitas, dan umurnya agar bisa menekan biaya pemeliharaannya sambil tetap menjaga stabilitas sepanjang waktu.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menjelaskan bahwa dalam penelitian ini, SIG bekerja sama dengan BRIN untuk menciptakan beton hijau yang tahan terhadap kondisi ekstrem seperti daerah pantai. Riset ini mempertimbangkan faktor-faktor struktural pesisir serta sifat-sifat bahan dasar tertentu, agar dapat melebihi performa beton tradisional. Selain itu, beton baru ini dirancang untuk menjadi lebih berkelanjutan secara lingkungan melalui penggunaan materi dengan kadar karbon rendah.

“Kami berharap hasil riset ini menjadi solusi atas kebutuhan konstruksi di daerah-daerah pesisir, terutama yang telah mengalami peningkatan level permukaan air. Karena itu, kami menggandeng BRIN untuk mengakselerasi dengan riset menyeluruh untuk menghasilkan produk beton berkualitas tinggi tetapi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Reni Wulandari.

Kepala Departemen Penelitian Energi dan Fabrikasi BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar dengan senang hati mendukung ide SIG yang bertujuan bekerja sama dalam mengembangkan konkrit ramah lingkungan untuk struktur bangunan di daerah pantai dan lautan.

Beton hijau ini diantisipasi akan lebih bersahabat dengan lingkungan daripada beton biasa sebab memiliki kadar emisi yang lebih rendah, diproses menggunakan energi secara lebih hemat, meskipun demikian masih menjaga kualitas premiumnya.

“BRIN dan SIG berbagi pandangan serupa dalam mewujudkan kemajuan bagi bangsa dan negara. Karena Indonesia merupakan negeri kepulaun, kolaborasi ini bertujuan sebagai sumbangsih untuk menjaga pesisir dari erosi dengan menyediakan perlindungan tambahan. Melalui kerjasamanya dengan SIG, BRIN akan menciptakan lapis pelindung tersebut dengan menggunakan teknologi beton yang bersahabat dengan lingkungan tanpa meninggalkan standar kualitas serta disesuaikan dengan kebutuhan daerah-daerah di seluruh Indonesia,” jelas Cuk Supriyadi Ali Nandar.

Selama sementara waktu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie mengatakan bahwa dalam kolaborasi tersebut, BRIN bersama-sama dengan SIG berencana merumuskan bahan baru, misalnya limbah seperti abu terbang dan serpih bijih nikel, sebagai bagian dari campuran beton ramah lingkungan agar menciptakan rancangan baru yang bisa diteraplikan pada pembangunan bendungan, fasilitas pelabuhan serta area pantai lainnya.

“Beton konvensional membutuhkan banyak energi yang berdampak pada perubahan iklim. Saya yakin SIG memiliki strategi dan inisiatif untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan menerapkan teknologi bersih dan hijau. Sinergi ini menjadi langkah nyata untuk menyongsong masa depan yang lebih rendah karbon, lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Teguh Muttaqie.

SIG Siap Bangun Beton Hijau Kolaborasi dengan BRIN untuk Penguatan Pantai

0


Zona Gadget, GRESIK –

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menandai kerja sama dalam pengembangan beton ramah lingkungan yang ditujukan untuk infrastruktur di kawasan pesisir dan laut.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat menciptakan beton yang tahan terhadap serangan sulfat, gelombang laut, pasang surut, serta korosi disebabkan oleh ion klorida.

Penandatangan perjanjian dilaksanakan oleh Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, serta Kepala Pusat Penelitian Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie, yang berlangsung di gedung The East, Jakarta.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, di tengah persaingan ketat SIG senantiasa menjaga komitmen dalam memproduksi bahan bangunan ramah lingkungan.

Saat ini semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional. Setelah memproduksi semen hijau untuk kawasan pesisir, kerja sama dengan BRIN ini mewujudkan intensi SIG untuk memperluas pengembangan dalam produksi beton hijau untuk kawasan pesisir.

“Kami sudah menjalin kerjasama dengan BRIN untuk sejumlah aktivitas riset aplikatif dan sekali lagi bersatu dalam mengembangkan beton hijau guna memperkuat konstruksi infrastruktur pantai dan lautan. Mudah-mudahan upaya ini bisa mensupport agenda pembangunan lewat pemakaian bahan bangunan handal serta ramah lingkungan,” ungkap Donny Arsal pada rilis Humas SIG, Rabu (7/5/2025).

Donny Arsal menambahkan, produk bahan bangunan rendah karbon semakin dibutuhkan dalam urgensi penanganan dampak perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Di lingkungan ekstrem seperti kawasan pesisir dan laut, struktur beton beresiko lebih mudah keropos.

“Kerja sama antara SIG dan Brin bertujuan untuk menghasilkan beton dengan ketahanan tinggi terhadap sulfat, termasuk gelombang pasang surut, dan korosi akibat ion khlorida. Beton ini akan memiliki formulasi khusus untuk lingkungan laut dengan peningkatan kepadatan, daya tahan dan masa layan beton, sehingga mengurangi biaya perawatan dan kokoh dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ketua Penelitian Energi dan Fabrikasi BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar dengan senang hati mendukung ide SIG yang bekerja sama dalam menghasilkan beton ramah lingkungan untuk struktur di daerah pantai dan lautan.

Beton hijau ini diantisipasi akan lebih berkesesuaian dengan lingkungan daripada beton biasa, sebab memiliki kadar emisi yang lebih rendah, diproses menggunakan energi secara lebih efektif, sementara kualitasnya masih terjaga dengan baik.

“BRIN dan SIG berbagi pandangan yang sama dalam mengembangkan negeri dan masyarakatnya. Karena Indonesia merupakan negara kepulaun, kolaborasi ini akan membantu melindungi pesisir dari erosi dengan menyediakan perlindungan tambahan,” jelas Cuk Supriyadi.

“Dengan bantuan SIG, BRIN akan menciptakan pelindung menggunakan teknologi beton yang ramah terhadap lingkungan tanpa meninggalkan standar kualitas serta disesuaikan untuk kebutuhan daerah di Indonesia,” tambahnya.

Ketua Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie menyebutkan bahwa dalam kolaborasi tersebut, BRIN bersama SIG berencana merumuskan bahan baru.

Misalnya dengan memanfaatkan bahan sisa seperti abu terbang dan slag nikel dalam campuran beton ramah lingkungan, maka akan dihasilkan rancangan baru yang bisa diteraplikasikan pada pembangunan bendungan, struktur port, serta area pantai lainnya.

“Beton konvensional membutuhkan banyak energi yang berdampak pada perubahan iklim. Saya yakin SIG memiliki strategi dan inisiatif untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” jelas Teguh.

“Sinergitas ini menjadi langkah nyata untuk menyongsong masa depan yang lebih rendah karbon, lebih bersih dan berkelanjutan,” tutupnya.

*****

Kedatangan Mahasiswa IPB University ke Wirelessindo: Diskusi Teknologi untuk Manajemen Sistem Digital

0


Laporan Jurnalis Teknologi Gadget, Rahmat Hidayat


Zona Gadget, TANAH SAREAL

– PT Wirelessindo Solusi Teknologi kedatangan sejumlah mahasiswa S2 Sekolah Bisnis IPB University, Rabu (7/5/2025) siang.

Mahasiswa tersebut mengeksplorasi detail tentang pengelolaan sistem digital milik PT Wirelessindo dan juga mengumpulkan bahan-bahan terkait disertasi program pascasarjana yang fokus pada aspek digitalisasi.

Para mahasiswa S2 yang mengunjungi Wirelessindo kali ini adalah Nurul Fitri Tiara, Nur Mursyid Ikbal, Ammie Apriliani, serta Sabrinadiza Balya.

“Oleh karena itu, mereka ingin mengetahui cara mengelola perusahaannya dengan baik. Di Wirelessindo istilahnya adalah Manajemen Sistem,” jelas pemilik Wirelessindo Heru Sugiyarto saat berbicara pada Zona Gadget di kantor Wirelessindo yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bogor, Rabu (7/5/2025).

Wirelessindo sendiri menggunakan manajemen sistem berbasis digitalisasi.

Digitalisasi ini dianggap dapat menyederhanakan tugas, khususnya ketika menge-input data yang bersifat numerik.

“Menggunakan sistem digital itu tentu sangat mempermudah. Kita tinggal input database user saja,” ujarnya.

Perusahaan besar tidak mungkin berbasis digital saat ini.

PT Wirelessindo sendiri sudah digitalisasi sejak awal mula berdiri.

“Kalau kita ini tidak mungkin mengelola perusahaan yang sedemikian kompleks tanpa

digitalisasi. Jadi itu yang membantu, makanya kita tidak mungkin kalau tidak pakai sistem dalam dunia digital,” ujarnya.

Wirelessindo sering kedatangan mahasiswa dari berbagai universitas.

Tidak hanya itu, Wirelessindo sering dijadikan sebagai pembicara di instansi-instansi membahas terkait digitalisasi.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Nurul Fitri Tiara mengatakan, bahwa Wirelessindo sendiri merupakan perusahaan yang sedang berada dalam fase transformasi digital saat ini.

WirelessIndi menunjukkan dengan jelas bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pendukung tapi juga mempromosikan transformasi dalam kebudayaan organisasi.

Melalui pengubahan data menjadi format digital, pemantauan performansi menggunakan platform teknologi, sampai pada penguatan kepercayaan melalui model kepemimpinan yang lebih transparan serta kooperatif.

“Apabila kita hubung-hubungkan dengan pelajaran kami, di Wirelessindo ini menjelaskan bahwa perusahaan yang menerapkan digitalisasi tidak hanya menjadi lebih efisien dalam hal operasional namun juga dapat mendukung gaya kepemimpinan yang lebih fleksibel, kolaboratif, serta didorong oleh data,” ungkap Nurul.

Dia menambahkan bahwa digitalisasi tersebut menjadikan Wirelessindo berada satu langkah di depan perusahaan lainnya dalam hal kemajuan teknologi nirkabel.

Wirelessindo mengimplementasikan kesuksesan transformasi tidak semata-mata bergantung pada aspek teknologinya saja, tapi juga pada kemampuan para pemimpin untuk mentransformasikan strategi menjadi praktek-praktik yang dinamis dan dapat diterima di lingkungan kerja, khususnya dalam skenario pekerjaan campuran dan jarak jauh.

“Memang karena era itu berubah seiring berjalannya waktu, era itu makin cepat. Kita senantiasa pasti mengikuti era digitalisasi karena kalau tidak mengikuti kita yang tertinggal, kita yang susah gitu,” ujarnya.

Simas Insurtech Berambisi Capai Pendapatan Rp20 Miliar dari Asuransi Perjalanan Tahun 2025

0


Zona Gadget.CO.ID – JAKARTA.

Penurunan kemampuan pembelian masyarakat secara berkelanjutan telah memberikan pengaruh besar kepada industri asuransi, khususnya di bidang asuransi perjalanan. Menurut Direktur Utama Simas Insurtech, Teguh Aria Djana, penurunan dalam hal ini merupakan penyebab penting dari penurunan pendapatan premi asuransi perjalanan yang dialami saat ini.

Sampai bulan April 2025, Simas Insurtech melaporkan pendapatan premi asuransi perjalanan senilai Rp 600 juta. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan bila dibandingkan dengan masa yang serupa di tahun sebelumnya.

“Kebijakan yang mengurangi kemampuan pembelian masyarakat memengaruhi hampir semua jenis polis asuransi, termasuk asuransi perjalanan. Ini secara langsung berimbas pada penurunan pendapatan dari premi,” jelas Teguh saat diwawancara oleh Zona Gadget, Rabu (7/5).

Walaupun menghadapi berbagai kesulitan, Simas Insurtech masih bertujuan untuk mencapai sasaran yang sangat mulia. Pada tahun 2025 ini, mereka bermaksud mendapatkan pendapatan sebesar Rp 20 miliar dari penjualan polis asuransi perjalanan serta perlindungan terkait kecelakaan pribadi.

Agar tujuan itu tercapai, bisnis ini mempercayakan dua pendekatan kunci.

“Kita berfokus pada pengembangan saluran distribusi guna meningkatkan cakupan penjualan. Seiring itu, kita juga menciptakan produk asuransi perjalanan yang sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kapabilitas keuangan dari potensial pelanggan,” terang Teguh.

Polytron Memasuki Era Baru: Rilis G3 dan G3+, Kendaraan Listrik Merek Barunya

0


Zona Gadget.CO.ID – JAKARTA

Polytron secara resmi masuk ke dalam pasaran kendaraan bermotor empat roda dengan mengenalkan mobil listrik pertama mereka yang bernama Polytron G3 dan G3+.

Hariono selaku Chief Executive Officer di Polytron mengungkapkan bahwa menjelang ulang tahunnya yang ke-50, perusahaan ini semakin berkomitmen untuk memperbesar sumbangsihnya dengan cara bermacam-macammembuka cabang baru dalam bidang bisnis, mulai dari produk elektronik keluarga sampai sepeda motor tenaga lists.

Setelah berhasil mencetak rekor penjualan tertinggi dalam kategori sepeda motor listrik lokal, Polytron berencana untuk mengembangkan langkah selanjutnya dengan memperkenalkan kendaraan bermotor listrik baru.




Dengan tujuan mewujudkan peningkatan kualitas kehidupan berkeluarga di Indonesia, seiring dengan perayaan momentum 50 tahun kita, kita bertujuan agar inovasi dalam bidang transportasi sehari-hari tidak sekadar berkutat pada aspek teknologi, melainkan juga mencakup kemudahan akses,” jelas Hariono seperti yang terdapat dalam rilis pers hari Selasa (6/5).

Menurut hasil penelitian tentang konsumen, saat memilih mobil listrik, sebagian besar pembeli mengedepankan pertimbangan terhadap tiga aspek penting yaitu harga, dampak lingkungan, serta kenyamanan.

Berdasarkan informasi yang tersedia, 73% pelanggan menganggap biaya sebagai aspek yang paling krusial. Ini menunjukkan bahwa harga masih merupakan faktor penentu utama saat berinvestasi di teknologi modern seperti kendaraan listrik.

Menjawab kebutuhan tersebut, lanjut Hariono, Polytron turut memperkenalkan skema
Battery-as-a-Service
(BaaS), sebuah opsi kepemilikan baru yang membolehkan pelanggan mendapatkan mobil listrik tanpa perlu membayar untuk baterainya dari awal, membuat harga pembelian jadi lebih terjangkau.

“Skema ini juga mencakup

lifetime battery warranty

selama masa berlangganan, menjadikan kepemilikan kendaraan listrik lebih fleksibel, terjangkau, dan bebas khawatir,” tuturnya.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengatakan bahwa inovasi Battery-as-a-Service ini terinspirasi oleh kesuksesan sepeda motor listrik Polytron, di mana kebanyakan pelanggan lebih memilih opsi penyewaan baterai.

“BaaS ini pun telah kami tawarkan pada model Polytron G3 dan G3+ sehingga kendaraan listrik dapat semakin mudah diperoleh dan dimiliki oleh berbagai kalangan. Kami mendesain Polytron G3 dan G3+ ini dengan tujuan meningkatkan ketersediaannya secara luas namun tetap sesuai dengan keperluan transportasi sehari-hari bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Polytron G3+ diluncurkan dalam dua pilihan warna yakni Midnight Black dan Galaxy Grey, sementara itu Polytron G3 memiliki dua opsi warna lainnya yaitu Aurora White dan Twilight Blue.

Selama masa peluncuran, Polytron G3 & G3+ kini telah tersedia untuk pre-order secara eksklusif di Blibli mulai 6 Mei hingga 11 Juni 2025.

Selama periode pre-order ini, konsumen berkesempatan mendapatkan gratis wall charger dan shopping voucher, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai pembelian dapat diakses melalui platform Blibli.

Harga Suzuki Nex II Mulai Rp20 Juta, Cicilan Perbulan Hanya Rp500 Ribuan!

0


ZONAGADGET BENGKULU –

Untuk Anda yang menginginkan sepeda motor matic bergaya namun tetap murah meriah,

Suzuki NEX II

bisa menjadi pilihan tepat.

Motor matic modern ini dibekali desain futuristik, mesin irit, dan fitur lengkap untuk mendukung aktivitas harian Anda.

Suzuki NEX II, Sepeda Motor Matic yang Moderen dan Berorientasi Masa Depan


Suzuki NEX II

Menyajikan tampilan sederhana tetapi stylish, ideal bagi mereka yang memiliki pola hidup perkotaan. Dilengkapi dengan mesin 113cc Fuel Injection (FI) serta teknologi Suzuki Eco Performance (SEP), sepeda motor ini bukan saja powerful, melainkan juga efisien dalam penggunaan bahan bakarnya.


Berikut adalah Pilihan Warna Suzuki Fronx 2025 dengan Harga yang Mungkin lebih Terjangkau dibandingkan Grand Vitara di Pasar Indonesia?



Harga Emas Antam di Logam Mulia Hari Ini Naik Tipis! Simak Update dan Grafik Perbandingannya

Dengan tenaga maksimal 6,9 kW, bobot ringan 93 kg, serta tinggi 1.045 mm,

Suzuki NEX II

sangat nyaman dikendarai di perkotaan.

Fitur Suzuki Easy Start System membuat pengalaman starter lebih mudah dan praktis.

Spesifikasi Suzuki NEX II

Dimensi Spesifikasi
Panjang 1.890 mm
Lebar 675 mm
Tinggi 1.045 mm
Berat Kosong 93 kg
Mesin Spesifikasi
Jenis 4 Langkah, 1 silinder, pendingin udara
Sistem Katup SOHC, 2 Valve
Isi Silinder 113 cc
Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
Sistem Pengapian ECU
Starter Elektrik dan engkol
Transmisi CVT
Kapasitas Tangki 3,6 Liter
Rangka Spesifikasi
Rem Depan Cakram
Rem Belakang Tromol

Harga Suzuki NEX II OTR Jakarta Mei 2025

Varian Harga
NEX II Standard Rp20.180.000
NEX II Elegant Rp20.500.000
NEX II Elegant Premium Rp21.350.000

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Simulasi Kredit Suzuki NEX II

Tenor Uang Muka Angsuran Per Bulan
11 bulan Rp10.100.000 Rp1.274.000
17 bulan Rp10.100.000 Rp908.000
23 bulan Rp10.100.000 Rp719.000
29 bulan Rp10.100.000 Rp624.000
35 bulan Rp10.100.000 Rp552.000

Simulasi di atas bersifat estimasi per 7 Mei 2025. Harga dan bunga dapat berubah tergantung lokasi cabang dan kebijakan Suzuki Finance.

Suzuki NEX 2 Crossover, Pilihan Kuat untuk Keseharian

Di luar versi standar, Suzuki pun meluncurkan variant lainnya.

Suzuki NEX 2 Crossover

Model ini memberikan penampilan yang semakin garang dengan suspensi depan yang ditinggikan serta menggunakan ban dual-purpose, sesuai bagi Anda yang sering mengemudi di beragam kondisi jalan.

Berapa biaya untuk memiliki sepeda motor Suzuki NEX 2 Cross?

Untuk Anda yang penasaran,

Berapa biaya untuk memiliki sepeda motor Suzuki NEX 2 Cross?

Harga OTR Suzuki NEX 2 Crossover di Jakarta berkisar antara Rp21 jutaan, bergantung pada dealer setiap individu.