Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog Halaman 759

Indosat dan GoTo Luncurkan AI Sahabat 70 Miliar Parameter dengan Fitur Chat Multibahasa

0


SUMEDANG BAGUS

Upaya untuk menguatkan kedaulatan digital di Indonesia telah dimulai oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (dikenal sebagai GoTo atau GoTo Group) serta Indosat Ooredoo Hutchison (disingkat menjadi Indosat atau IOH). Keduanya baru saja merilis inovasi terbarunya dalam lingkungan LLM open-source lokal yaitu Sahabat-AI. Ini adalah sebuah sistem yang memiliki kapabilitas sebesar 70 miliar parameter dan disertai dengan fitur obrolan lintas bahasa.

Setelah diperkenalkan pertama kali di forum Indosat Indonesia AI Day pada November 2024, terobosan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Hal tersebut tentunya sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia.

Dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 70 miliar parameter, Sahabat-AI memiliki akurasi lebih tinggi, sehingga dapat meluncurkan layanan chat terbaru yang bisa diakses melalui situs sahabat-ai.com maupun aplikasi GoPay pada menu “Layanan Favorit Warga”. Layanan tersebut dilengkapi kemampuan penalaran canggih sehingga memudahkan pengguna untuk bertanya dan mendapatkan jawaban informatif dengan bahasa yang alami. Layanan tersebut hanyalah salah satu dari banyak fitur dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan dari model terbaru tersebut.

Direktur Utama GoTo Group, Patrick Walujo mengatakan, “Dengan model 70 miliar parameter dan layanan chat baru, Sahabat-AI semakin memperkuat ekosistem AI yang sesuai dengan karakteristik Indonesia. Kemampuan multibahasa dan akurasi yang lebih tinggi membuat layanan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan bisnis di seluruh Indonesia. Ini mencerminkan komitmen kami pada kedaulatan digital dan mendukung visi Presiden Prabowo untuk pengembangan teknologi lokal.”

Dia juga menyatakan, “Melalui pengembangan model ini bersama Indosat serta mitra-mitra lainnya, kita merancang sebuah platform yang cermat, efisien, dan terjangkau. Selain itu, kami meluncurkan fitur obrolan Sahabat-AI dalam aplikasi GoPay yang telah dimanfaatkan oleh jutaan pengguna, sehingga penduduk di berbagai penjuru negara bisa secara mudah mendapatkan manfaat dari sistem pembelajaran mesin lokal ini. Sahabat-AI telah membawa perubahan besar pada konsumen ekosistem GoTo dengan mengurangi beban biaya, meningkatkan mutu pelayanan, dan memperkuat hubungan antarmuka. Melebihi pencapaian teknologikal semacam itu, Sahabat-AI merupakan aspek penting untuk percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Sementara itu, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menyatakan, “Indosat dengan bangga memimpin pengembangan AI yang berlandaskan kedaulatan Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif ini, kami menghadirkan GPU Merdeka, cloud AI yang membangun fondasi digital kokoh untuk memastikan inovasi AI berkembang, aman secara nasional, relevan dengan budaya lokal, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Sahabat-AI bukan sekadar model, ini adalah aset nasional yang didukung oleh kolaborasi dan didukung oleh kolaborasi dan dibangun untuk seluruh rakyat Indonesia.”

Indosat mempelopori ekosistem Sahabat-AI sebagai wujud komitmennya untuk memperkuat dan memberdayakan Indonesia di era digital. Dimulai dengan implementasi GPU Merdeka dari Lintasarta – AI Factory milik Indosat, hingga penyediaan layanan multibahasa secara real-time, Indosat menyediakan 1infrastruktur teknis yang menjadi fondasi utama dalam pelatihan, pengolahan data, dan pengembangan skala besar Sahabat-AI.

Infrastruktur tersebut dioperasikan secara lokal, memastikan data tetap berada di Indonesia, menjaga kinerja optimal, dan mematuhi regulasi yang berlaku. Hal tersebut merupakan faktor penting dalam mendukung adopsi teknologi itu oleh sektor publik dan perusahaan inovatif.

Versi paling baru dari Sahabat-AI saat ini tersedia untuk digunakan dalam Bahasa Indonesia dan lima dialek regional termasuk Bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak, bersama dengan beberapa bahasa global tambahan. Model itu pun mampu bekerja dengan efisien pada sistem pendukung yang bisa dijangkau secara lokal.

Model tersebut memungkinkan beragam pemakai, termasuk start-up muda, lab di perguruan tinggi, sampai badan layanan umum dengan skala luas, untuk merangkul kecerdasan buatan dalam rutinitas harian mereka. Penggarapan Sahabat-AI mencerminkan jiwa kerja sama bangsa kita, yang melibatkan pusat penelitian, kampus-kampus, organisasi pers, instansi negara, serta partner lainnya dalam suatu usaha kolektif nasional.

Kolaborasi saat ini masih dilanjutkan bersama beberapa perguruan tinggi ternama diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara, juga melibatkan sejumlah organisasi pers seperti Kompas Grup, Republika, Tempo, dan HukumOnline. Semua upaya itu bertujuan untuk memastikan bahwa SahabatAI tetap efektif dalam mengikuti nuansa lokal dan keunikan budaya setempat.


Memperkuat kedaulatan digital Indonesia

Sejak awal, Sahabat-AI dibuat sesuai dengan visi kedaulatan digital Indonesia. Semua data serta infrastruktur GPU yang dipakai untuk mendukung model-model tersebut disimpan di dalam negeri atau pada server milik pengguna sendiri, menjamin komitmen terhadap peraturan data lokal. Melalui penyimpanan dan pemrosesan data secara langsung di tanah air, Sahabat-AI menciptakan peluang baru bagi pemerintahan dan lembaga-lembaga publik kita untuk merancang sistem AI yang handal dan mandiri.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa “Pemeliharaan kedaulatan atas data tak sekadar persoalan teknikal, melainkan menjadi soal kebebasan negara dalam zaman serba digital ini. Saya sungguh mengapresiasi terobosan yang dilancarkan oleh GoTo dan Indosat dengan mendirikan program Sahabat-AI, sekaligus mendorong pengembangan inovasi teknologi yang didasari dari jati diri bangsa kita. Melalui penciptaan sistem AI yang dapat menangkap dan merespons ragam bahasa serta warisan budaya unik kami, maka secara nyata kita telah melakukan gerakan besar guna memastikan perubahan menuju dunia digital benar-benar bermanfaat bagi semua warga negeri Indonesia.”


Memberdayakan talenta teknologi AI

Pengembangan bakat domestik merupakan fokus utama dari visi Sahabet-AI. Untuk mewujudkannya, diinisiasi sebuah program magang yang terorganisir dengan baik guna memfasilitasi para pelajar universitas setempatan agar dapat meraih pengetahuan praktis mengenai bidang pembuatan kecerdasan buatan (AI).

Bersama ahli teknis GoTo dan Indosat, para peserta magang secara langsung berkontribusi pada pelatihan dan pengembangan model, memperoleh keterampilan praktis yang jarang diperoleh saat masa pendidikan. Pendekatan tersebut menjadikan Sahabat-AI bukan hanya sebagai inovasi nasional, tetapi juga platform untuk memajukan talenta AI Indonesia generasi berikutnya.

Teman-Teman AI model berparameter 70 miliar ini bisa dikelola hanya menggunakan 2 buah H100 GPUs. Sementara itu, untuk model-model open source sejenis yang memiliki ukuran lebih besar umumnya memerlukan setidaknya 16 GPU atau bahkan lebih.

Seorang mahasiswa magang bernama Komang Ayu dari Universitas Udayana menyampaikan: “Pengalaman ini telah meningkatkan pengetahuan saya terkait dengan pembentukan model LLM secara keseluruhan. Saya mendapatkan ilmu tentang metode pengumpulan serta penganan datanya, menjajaki struktur modelnya, dan juga meraih gambaran nyata akan proses persiapan dan aplikasinya dalam pelatihan model kecerdasan buatan.”

Sejak peluncuran model berkapasitas 8 dan 9 miliar parameter, Sahabat-AI telah diunduh lebih dari 35.000 kali di Hugging Face. Untuk para pengembang teknologi, LLM dapat diakses secara gratis di situs SahabatAI dan halaman resmi Sahabat-AI di Hugging Face.

Akses terbuka tersebut memberdayakan ekosistem AI Indonesia yang lebih luas untuk membangun, bereksperimen, dan berkolaborasi. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya berbagai aplikasi AI sesuai dengan kebutuhan lokal.***

5 Novel yang Menggugah Pikiran Tentang AI: Apakah Membawa Manfaat atau Malapetaka?

0

Artificial intelligence
(AI) atau kecerdasan buatan kini sudah jadi teknologi yang bisa diakses hampir siapa saja. Gak hanya dalam bentuk algoritma, kini muncul pula yang dinamakan kecerdasan buatan generatif (
generative
AI). Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan atau merancang materi baru berdasarkan algoritme dan informasi yang telah terkumpul sebelumnya. Dampak serta potensi risikonya menjadi sulit diatur dan diperkirakan. Ini menimbulkan diskusi yang sangat tajam.

Menariknya, perdebatan tentang manfaat dan potensi negatif AI sebenarnya sudah menjadi topik dalam dunia sastra. Setidaknya ada beberapa buku lama yang membahas teknologi serupa AI serta implikasi ekstrimnya. Bisa jadi ini akan merangsang pemikiran kritismu.

1. Fahrenheit 451 (Ray Bradbury)

Fahrenheit 451
merupakan sebuah novel yang diterbitkan tahun 1953 dan terilhami dari peraturan ekstrim Nazi saat mereka berkuasa di Jerman, yaitu penyensoran atas bidang pengetahuan khususnya buku-buku. Bradbury memvisualisasikan bagaimana jika Amerika Serikat ikut terseret ke dalam situasi serupa. Kemudian pihak berwenang malah menerapkan sensor masif terhadap bahan bacaan yang dinilai dapat mengancam stabilitas sosial.

Walau tak secara langsung menyinggung tentang AI atau artificial intelligence, baik disadari maupun tidak, saat ini kita tengah memasuki zaman serupa dengan setting dalam buku tersebut. Hal ini terjadi di masa dimana buku dan literasi sudah bukan menjadi rujukan primer bagi banyak orang. Kebanyakan dari kita cenderung mengambil informasi melalui media sosial, jaringan internet, serta platform AI semacam ChatGPT dan temannya.

2. Anthem (Ayn Rand)

Dalam
Anthem,
kamu akan diajak menyelami dunia yang mengutamakan kolektivitas di atas kepentingan individu. Terinspirasi regulasi yang berlaku di negara-negara komunis pada era Perang Dingin, novela karya Ayn Rand ternyata banyak mencerminkan peradaban manusia yang tak mengenal keberagaman dan kebebasan berpikir.

Tidak ada hubungan langsung dengan AI, tetapi hilangnya proses berpikir secara bebas yang disenggol dalam novel tersebut juga secara perlahan muncul karena eksistensi AI. Platform kecerdasan buatan secara tak langsung menghilangkan proses riset manual yang butuh waktu. Mereka menawarkan hasil dan kesimpulan instan untuk penggunanya dan secara tak langsung mencerabut kemampuan kita untuk memaksimalkan nalar dan naluri.

3. Brave New World (Aldous Huxley)

Dalam semesta distopia
buku
Brave New World,
Aldous Huxley mendeskripsikan suatu situasi di mana manusia tidak perlu lagi disuntik untuk dapat dikendalikan dan tunduk pada otoritas. Cukup dengan membuat mereka merasa senyaman mungkin dan selalu hiburan sehingga mereka enggan protes atau menanyakan hal-hal lebih jauh. Paradoksnya, fenomena tersebut kini tengah berlangsung melalui eksistensi media sosial.

Rakyat bisa didistraksi dan dijejali konten yang mengandung ide-ide tertentu. Tanpa kita sadar, keputusan dan selera kita pun akan mengikuti tren-tren tertentu. Tipe kecerdasan buatan yang dibahas disenggol di buku ini lebih ke teknologi algoritma yang bisa “mendikte” manusia untuk membuat keputusan sesuai penguasa akses dan penentu algoritma tersebut.

4. Frankenstein (Mary Shelley)

Pertama kali diterbitkan pada tahun 1818, siapakah yang menyangka?
Frankenstein
masih relevan sampai sekarang. Ia bisa jadi reimajinasi ekstrem ketika makhluk ciptaan manusia mencapai kapasitas maksimalnya. Akhir kisah Frankenstein memang suram dan tragis, seolah sedang mengingatkan umat manusia tentang potensi kisah serupa.

Frankenstein bisa diibaratkan AI generatif yang diciptakan dengan level kecerdasan di atas rata-rata dan memiliki kemampuan untuk terus belajar tanpa batas yang jelas. Ketiadaan kontrol sampai mana kecerdasan ini bisa dimanipulasi dan dimanfaatkan bisa jadi senjata makan tuan untuk manusia. Ini sebuah analogi yang patut direnungkan.

5. Sunrise on the Reaping (Suzanne Collins)

Terdapat sebuah urutan dalam prekuel buku kedua tersebut.
The Hunger Games
yang berjudul
Sunrise on the Reaping
Yang menunjukkan adanya teknologi serupa kecerdasan buatan (AI). Terdapat suatu perangkat yang membolehkan manusia untuk membuat dan mengubah hal-hal tertentu. Perangkat tersebut sempat ada di masa lampau namun kemudian musnah dikarenakan kerusakan yang ditimbulkannya terhadap peradaban umat manusia.

Kelihatannya, peralatan tersebut juga digunakan oleh Capitol untuk menghasilkan beragam senjata. Tujuannya adalah merusak pikiran para pemberontak, seperti yang dijabarkan dalam buku tersebut.
Catching Fire, s
alah satu contohnya suara orang-orang terdekat mereka yang meminta tolong. Ini persis dengan yang bisa dilakukan kecerdasan buatan generatif memanfaatkan sampel suara, gambar, dan data apa pun yang tersedia.

Teknologi kecerdasan buatan memang tak bisa dihindari, tetapi bukan berarti harus diterima mentah-mentah. Apalagi, sampai sekarang kita belum tahu dengan jelas apa dampak dan risikonya. Kita pun kadang ragu apakah AI itu etis atau tidak. Coba pikirkan kembali pendapatmu soal
AI
dengan mengikuti kelima kisah spekulatif tersebut.

iPad Pro: Kekuatan Tanpa Tanding untuk Hiburannya di Genggam Anda – Apple

0


KABAR BANJAR

– Meskipun Apple tidak pernah secara eksplisit memasarkan

iPad Pro

sebagai “tablet gaming,” kekuatannya yang luar biasa menjadikannya salah satu perangkat terbaik untuk pengalaman bermain game mobile di pasaran.

Didukung oleh
chipset
Seri M yang inovatif serta ekosistem App Store yang beragam membuat iPad Pro menyediakan performa, tampilan, dan pengalaman immersif luar biasa untuk para pemain game.

Daya Tarik Chipset Serie M Yang Inovatif

Performa jantung dariiPad Pro untuk gaming adalah

chipset Apple seri M (M1, M2, M4, dan seterusnya)

Chipset ini, yang juga ditemukan dalam beragam perangkat Mac, merupakan salah satu prosesor mobile paling handal yang pernah diciptakan.

Dengan arsitektur yang sangat efisien dan inti grafis yang sangat bertenaga, iPad Pro mampu menjalankan game-game AAA dengan grafis paling detail pada pengaturan tertinggi, seringkali dengan
frame rate
yang sangat mulus.

Tidak seperti tablet Android yang bersaing, pengembang game dapat mengoptimalkan judul mereka secara khusus untuk arsitektur Apple Silicon, menghasilkan performa yang konsisten dan luar biasa.

Layar Spektakuler untuk Visual yang Memukau

Pengalaman gaming yang imersif dimulai dengan layar, dan iPad Pro tidak mengecewakan. Tablet ini dilengkapi dengan

layar Liquid Retina XDR (pada model 12.9 inci) atau Liquid Retina (pada model 11 inci)

yang menawarkan kualitas visual yang menakjubkan.

Dengan tingkat kecerahan puncak yang sangat tinggi, rasio kontras yang luar biasa, dan akurasi warna yang tak tertandingi, setiap detail dalam game akan terlihat hidup dan nyata.

Teknologi

ProMotion

yang memungkinkan
refresh rate
Adaptif hingga 120Hz pun menjamin bahwa tiap pergerakan pada layar akan tampak sungguh-sungguh halus serta responsif, sekaligus mencegah latency.
motion blur
dan meningkatkan pengalaman bermain game cepat.

Ekosistem Game Premium di App Store

Salah satu keunggulan utama iPad Pro adalah akses ke

ekosistem App Store yang premium

.

Pengembang game seringkali meluncurkan versi game dengan grafis dan fitur yang lebih kaya di iOS/iPadOS dibandingkan dengan platform seluler lainnya.

Ini menunjukkan bahwa pemain iPad Pro memiliki kesempatan untuk mengakses game-game bermutu tinggi yang telah disesuaikan secara optimal, seperti Resident Evil Village, Death Stranding, atau Assassin’s Creed Mirage, yang sepenuhnya dapat menyatu dengan kemampuan perangkat tersebut.
chipset
seri M.

Kualitas permainan yang ada di App Store untuk iPad Pro biasanya sangat unggul dan berbeda.

Desain Premium dan Audio Imersif

iPad Pro hadir dengan

desain premium dan ramping

yang terasa kokoh di tangan. Meskipun ukuran layarnya besar, perangkat ini tetap relatif ringan untuk portabilitas.

Untuk pengalaman audio, iPad Pro dilengkapi dengan

empat speaker

yang menghasilkan suara stereo yang kaya dan imersif, meningkatkan atmosfer game tanpa perlu
headphone
Penambahannya adalah daya tahannya yang luar biasa, mendukung sesi permainan yang berkepanjangan.

Walau Apple tak menawarkan iPad Pro dengan fokus utama pada sektor gaming, performanya yang mengagumkan, tampilan visualnya yang luar biasa, serta koleksi game berkualitas tinggi membuatnya menjadi opsi yang sangat baik untuk mereka yang ingin merasakan pengalaman bermain game di perangkat selular terkini.

Inilah tablet yang tak sekadar handal untuk urusan produktifitas, namun juga siap menyajikan pengalaman bermain game berkualitas tinggi. ***

Samsung Galaxy Tab: Rahasia Tersembunyi Untuk Gamers Mobile dalam Seri Ultra dan FE Terbaru

0


KABAR BANJAR

– Walaupun Samsung Galaxy Tab tidak ditujukan khususnya untuk menjadi sebuah “tablet gaming” layaknya pesaing-pesaing tertentu di pasaran, versi-versi terkini apalagi yang berasal dari seri

‘Ultra’ (seperti Galaxy Tab S8 Ultra, S9 Ultra)

dan

‘FE’ (Edisi Penggemar) yang terbaru

, ternyata menyediakan kinerja dan fasilitas yang sungguh canggih untuk menjadikan pengalaman bermain game di ponsel menjadi luar biasa.

Kombinasi layar memukau, dapur pacu bertenaga, dan ekosistem Android yang kaya game menjadikan tablet ini pilihan yang sangat menarik bagi para gamer.

Layar AMOLED yang Menyegarkan Mata

Salah satu kelebihan utama dari Samsung Galaxy Tab, terutamanya pada varian Ultra, adalah

layar AMOLED yang luar biasa

Teknologi layar tersebut terkenal memiliki kemampuan untuk menciptakan

warna yang sangat kaya, kontras tak terbatas, dan hitam pekat

.

Untuk gaming, ini berarti visual game akan terlihat jauh lebih hidup dan imersif. Model Ultra juga seringkali memiliki ukuran layar yang sangat besar, memberikan kanvas yang luas untuk aksi gaming, sementara model FE tetap menawarkan kualitas visual yang sangat baik di kelasnya.

Ditambah lagi,

refresh rate tinggi

(seringkali 120Hz pada model premium) memastikan setiap gerakan dalam game tampil super mulus, bebas
blur
, yang sangat penting untuk permainan cepat seperti FPS atau balap mobil.

Prosesor Flagship untuk Performa Tanpa Kompromi

Di balik keindahan layarnya, Samsung Galaxy Tab seri Ultra dan FE terbaru ditenagai oleh

prosesor flagship

yang setara dengan yang terdapat di sana
smartphone
Android premium mereka.

Ini berarti Anda akan menemukan
chipset
seperti

Qualcomm Snapdragon 8 Gen X

Atau Exynos terkini yang dapat mengelola semua jenis permainan berat tanpa kesulitan.

Performa grafis yang superior memastikan game-game 3D kompleks berjalan lancar pada pengaturan tinggi, tanpa
lag
atau
stutter
.

RAM besar

(sampai 16GB pada varian Ultra) pun turut didukung
multitasking
dan perpindahan aplikasi yang halus.

Baterai Bertahan Lama Untuk Sesi Bermain Game Panjang

Waktu bermain game yang lama mengharuskan memiliki ketahanan baterai yang baik. Tablet Samsung Galaxy, khususnya varian dengan layar lebar seperti seri Ultra, umumnya dibekaliengan

ukuran daya tahan baterai yang ekstensif

.

Ini memungkinkan Anda bermain game dalam waktu lama tanpa harus terus-menerus mencari tahu.
charger
Fitur pengisian baterai yang cepat seringkali disediakan sehingga Anda dapat segera melanjutkan permainan dengan cepat.

Ekosistem Android yang Beragam Permainan

Sebagai gadget berbasis Android, Samsung Galaxy Tab menawarkan akses lengkap kepada

Google Play Store

, yang menyediakan jutaan judul game dengan beragam jenis. Mulai dari game AAA yang mengharuskan grafik berkualitas tinggi sampai game casual yang membuat ketagihan, kamu pasti tak akan merasakan kekurangan pilihan.

Samsung juga sering menyertakan fitur perangkat lunak yang mengoptimalkan pengalaman gaming, seperti

Game Booster

yang mempriorisasi performa dan memblokir notifikasi mengganggu.

Singkatnya, Samsung Galaxy Tab, terutama seri Ultra dan FE terbaru, adalah pilihan yang sangat solid untuk gaming mobile.

Kombinasi layar AMOLED yang memukau, prosesor bertenaga, daya tahan baterai yang hebat, dan akses ke ekosistem game Android yang luas menjadikannya tablet yang tidak hanya produktif, tetapi juga sangat menghibur bagi para gamer.***

ROG (Republic of Gamers) – ASUS: Menghadirkan Kemudahan Gaming PC di Ujung Jari Anda

0


KABAR BANJAR

– Ketika berbicara tentang perangkat gaming berperforma tinggi, nama

ROG (Republic of Gamers)

Dari ASUS memang sudah tak asing lagi.

Terkenal berkat inovasi pada laptop dan komponen untuk gaming, ROG saat ini pun ikut meluncurkan produk di sektor tablet dengan perangkat-perangkat tertentu seperti

ROG Flow Z13

.

Tablet ini bukan sekadar tablet biasa; ia dirancang untuk memberikan pengalaman gaming kelas PC dalam format yang sangat portabel.

Kekuatan Komputasi Tiada Tanding

ROG Flow Z13 adalah bukti nyata komitmen ROG terhadap performa ekstrem. Tablet ini ditenagai oleh

prosesor Intel Core seri H atau bahkan Intel Core Ultra terbaru

Yang umumnya terdapat pada laptop untuk bermain game.

Dipasangkan dengan

GPU diskret NVIDIA GeForce RTX

, tablet ini dapat memainkan game AAA terkini dengan setting grafik tinggi tanpa kendala apa pun. Kinerja tersebut jauh lebih unggul dibandingkan tablet konvensional, sehingga mengukuhkannya dalam kategori yang berbeda.

Penampilan Visually Menakjubkan untuk Immersion Lengkap

Pengalaman visual menjadi pusat dari semua sesi bermain game. ROG Flow Z13 tiba bersama dengan

layar resolusi tinggi

(Sering kali dengan resolusi QHD+) yang menyediakan ketajaman gambar dan warna yang vivid. Lebih penting lagi bagi kegiatan bermain game, layar tersebut memiliki

refresh rate tinggi

(120Hz atau lebih) dan

waktu respons cepat

.

Hal ini menjamin bahwa setiap tindakan di permainan akan disajikan dengan sangat lancar, mencegah adanya hambatan.
ghosting
dan memberikan keunggulan dalam game kompetitif. Dukungan

Dolby Vision HDR

juga sering disematkan, membuat visual semakin hidup dan imersif.

Sistem Pendingin Canggih: Tetap Dingin di Tengah Panasnya Pertempuran

Performa tinggi membutuhkan sistem pendingin yang mumpuni. ROG Flow Z13 dilengkapi dengan

sistem pendingin yang canggih

, termasuk

vapor chamber

dan kipas khusus, yang dirancang untuk menjaga suhu komponen internal tetap optimal bahkan di bawah beban kerja terberat.

Ini penting untuk mencegah
thermal throttling
yang bisa menurunkan kinerja selama sesi gaming yang lama, memastikan Anda tetap bisa bermain tanpa harus khawatir perangkat menjadi terlalu panas.

Fleksibilitas Luar Biasa dengan XG Mobile

Salah satu aspek paling inovatif dari ROG Flow Z13 ialah kapabilitasnya dalam berkolusi dengan

ROG XG Mobile

.

Ini adalah

eGPU (external GPU)

Yang terhubung dengan tablet akan langsung meningkatkan kemampuan grafiknya hingga setara dengan komputer desktop. Melalui XG Mobile, Anda mampu memainkan permainan paling intens menggunakan pengaturan ultra atau bahkan menyambungkannya ke layar gamer tambahan untuk sensasi total immersion tersebut.

Ini menawarkan tingkat kelincahan yang luar biasa, membolehkannya untuk menjalankan permainan berat secara mobile dan kemudian bermigrasi ke konfigurasi desktop lengkap saat berada di rumah.

Desain yang Mengusung Konsep Masa Depan serta Fitur-fitur Gaming Tambahanlainnya

Sama seperti produk ROG lainnya, Flow Z13 pun membawa ciri khas tersebut.

desain futuristik dan
eye-catching

Tablet ini biasanya disertai dengan

keyboard
detachable

dan

stylus

untuk keefektifan dalam bermain game, meskipun pokoknya masih di bidang gaming.

Speaker dengan

Dolby Atmos

menyajikan audio spasial yang kaya, serta beragam port konektivitas memastikan Anda dapat menyambungkan seluruh perangkat gaming yang dibutuhkan.

Berdasarkan keseluruhan, ROG Flow Z13 merupakan opsi terbaik untuk pemain game yang mencari kemampuan grafis komputer desktop namun berbentuk tablet yang ringkas dan serbaguna.

Inovasi ini secara nyata menghubungkan selisih antara permainan mobile dan desktop. ***

Lenovo Legion Tab: Tablet Game Terbaik untuk Pengalaman Main Tanpa Henti

0


KABAR BANJAR

– Untuk pemain game yang menginginkan perangkat mudah dibawa namun tetap memiliki performa tinggi agar mendapatkan sensasi bermain yang menakjubkan,

Lenovo Legion Tab

(atau yang juga dikenal dengan nama seperti Lenovo Legion Y700/Y900 di pasar tertentu) patut menjadi pertimbangan utama (atau yang juga dikenal dengan nama seperti Lenovo Legion Y700/Y900 di pasar tertentu) patut menjadi pertimbangan utama.

Tablet ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pemain game, memberikan campuran antara kemampuan kerja yang kuat, tampilan sentuh responsif, serta fitur-fitur yang mensupport sesi bermain game yang lama.

Mesin Penggerak Yang Kuat Untuk Kinerja Terbaik

Salah satu kelebihan utama dari Lenovo Legion Tab berada di bidang tersebut.

dapur pacunya yang tangguh

.

Tablet ini umumnya dibekali dengan

prosesor flagship

dari Qualcomm Snapdragon, seperti seri 8 Gen 1 atau yang lebih baru, yang dirancang untuk menangani beban kerja berat, termasuk game-game 3D dengan grafis tinggi.

Dipadukan dengan

RAM besar

(seringkali 8GB atau 12GB), multitasking dan transisi antar aplikasi terasa sangat mulus, tanpa hambatan yang mengganggu pengalaman bermain.

Layar Responsif dan Imersif

Pengalaman visual adalah kunci dalam gaming, dan Lenovo Legion Tab tidak mengecewakan. Tablet ini hadir dengan

layar beresolusi tinggi

yang sanggup memperlihatkan detil grafik dengan sangat bagus.

Lebih dari itu, layar tersebut memilikiصند

refresh rate tinggi

, seringkali mencapai 120Hz atau 144Hz. Fitur ini krusial untuk gaming, karena mengurangi
blur
gerakan dan membuat animasi terlihat jauh lebih halus, memberikan keunggulan kompetitif dalam game-game serba cepat. Warna yang kaya dan kontras yang dalam juga menambah imersi saat bermain.

Sistem Pengcooling Handal untuk Sesi Bermain Game Tak Terbatas

Sesi gaming yang intens seringkali memicu peningkatan suhu perangkat, yang dapat menyebabkan
throttling
Atau bisa juga disebabkan oleh penurunan kinerja. Lenovo Legion Tab menyadari permasalahan tersebut sehingga biasanya dilengkapi dengan

sistem pendingin yang efektif

.

Teknologi pendingin, misalnya vapor chamber atau opsi pendingin lainnya, berguna untuk menstabilkan temperatur alat tersebut meskipun sedang mengoperasikan game berat selama periode yang lebih lama. Hal ini penting agar kinerja bisa dipertahankan dengan baik serta mencegah perangkat dari kepanasan di gengamanmu.

Desain Ergonomis dan Fitur Pelengkap Gaming

Di samping spesifikasi utamanya, Lenovo Legion Tab juga sangat menjaga

desain ergonomis

yang nyaman digenggam, terutama untuk sesi gaming yang panjang. Tata letak tombol dan
grip
Yang dioptimalkan dapat menjadi aset berharga.

Sering kali, perangkat ini pun disertaiengan

speaker stereo

yang berorientasi ke depan untuk kualitas suara yang jelas dan menyerbu, serta

kapasitas baterai besar

supaya Anda tak perlu risau kehabisan baterai saat asik dalam bermain.

Dengan paduan prosesor handal, layar peka terhadap sentuhan, sistem pendingin yang canggih, serta desain yang nyaman digunakan, Lenovo Legion Tab memang dikembangkan khusus untuk menyajikan pengalaman optimal.

pengalaman gaming yang superior

Di tangan Anda. Bila Anda serius mengenai mobile gaming dan sedang mencari perangkat yang handal, tablet ini menjadi pilihan yang sangat disarankan. ***

BJ40 Plus CBU di Indonesia Kini Lebih Mahal, Harga Turun Rp 90 Juta dengan RKB!

0


BJ40 Plus Kit Lokal Jadi Lebih Hemat, Harga Turun Sampai Rp 90 Juta!

BJ40 Plus CBU dari Indonesia Harga lebih murah, turun hingga Rp 90 juta!

BAIC BJ40 Plus yang diproduksi lokal di Indonesia ternyata memiliki harga yang lebih terjangkau daripada versi impor langsung dari China. Selisih harganya mencapai sekitar Rp 100 juta!

ZONA GADGET/ News

Fahmy Fauzy Muhammad June 2nd, 8:00 PM June 2nd, 8:00 PM


ZONA GADGET

BAIC resmi menjalin kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (PT HIM) untuk melakukan perakitan BJ40 Plus di Indonesia.

Tempat perakitan BJ40 Plus ini terletak di pabrik milik PT HIM di Purwakarta.

Harga BJ40 Plus rakitan dalam negeri ini turun Rp 92 juta, dari yang tadinya Rp 790 juta kini dibanderol Rp 698 juta On The Road (OTR) Jakarta.

Sebelum dirakit di Indonesia, BAIC BJ40 Plus didatangkan secara utuh dari China atau biasa disebut completely built up (CBU).

Dhany Yahya, sebagai Chief Operating Officer (COO) dari JIO Distribusi Indonesia, mengungkapkan harapan bahwa peluncuran BAIC BJ40 Plus buatan lokal akan menjadi titik awal yang kuat dan signifikan untuk BAIC di Indonesia.

“Pelepasan produk ini diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi merek BAIC di pasar Indonesia,” jelas Dhany.

BAIC BJ40 Plus yang diproduksi di dalam negeri hadir dengan mesin 4 silinder DOHC berturbo charger 16 katup berdaya 2.000 cc.

Fitur istimewa dari varian lokal ini, BAIC BJ40 Plus menyertakan penambahan elemen-elemen premium seperti adanya sistem penguncian diferensial di poros roda depan dan belakang.

Pembuatan BAIC BJ40 Plus di Indonesia akan dipantau oleh pakar yang dibawa datang dari Tiongkok untuk periode sebulan.

“Untuk membantu dalam proses perakitannya, enam profesional senior dari BAIC International datang dan tinggal di sana selama sebulan penuh untuk memberi dukungan serta menjamin pertukaran teknologi berjalan dengan lancar,” jelas Dhany.

Copyright ZONA GADGET2025

Related Article

Segera Putuskan! Vivo V40 Lite 4G vs Tecno Pova 6: Siapa yang Raja di Balapan Chipset?

0



POTENSI BISNIS –

Vivo V40 Lite 4G dan Tecno Pova 6 muncul sebagai opsi atraktif dalam kategori menengah. Mereka memberikan spesifikasi yang menggoda, tetapi pastinya terdapat beberapa perbedaan yang harus Anda pikirkan sebelum membuat keputusan. Artikel ini bakal menyajikan analisis mendalam tentang komparasi kedua telepon seluler tersebut melintasi beragam faktor utama, sehingga dapat membantu Anda mencari tahu model mana yang cocok dengan gaya hidup serta kesukaan Anda.


Waktu Rilis


Vivo V40 Lite 4G diluncurkan pada tahun 2024, sementara Tecno Pova 6 diperkenalkan pada tanggal 4 April 2024 dan mulai tersedia di pasar pada Bulan Mei 2024. Walaupun keduanya meluncur dalam rentang waktu yang berdekatan sepanjang tahun tersebut, Tecno Pova 6 memiliki peluncuran sedikit lebih terbaru dibandingkan dengan Vivo V40 Lite 4G, hal ini bisa menunjukkan bahwa ada beberapa peningkatan teknologi atau fitur tambahan. Akan tetapi, Vivo V40 Lite 4G masih menjadi pilihan yang sangat layak sebagai perangkat baru saat ini.


Kapasitas RAM


Vivo V40 Lite 4G dilengkapi dengan RAM 8 GB tipe LPDDR4X, sementara Tecno Pova 6 menyediakan alternatif RAM 8 GB hingga 12 GB. Apabila Anda menginginkan kinerja multitasking yang lebih intensif dan ingin memastikan perangkat Anda masih responsif dalam beberapa tahun mendatang saat menjalankan banyak aplikasi secara simultan, Tecno Pova 6 dengan opsi RAM 12 GB tentu menjadi pilihan superior. Akan tetapi, RAM 8 GB di Vivo V40 Lite 4G pun cukup mumpuni bagi mayoritas aktivitas harian penggunanya.


Performa Chipset


Vivo V40 Lite 4G dipersenjatai dengan chipset Qualcomm Snapdragon 685, sedangkan Tecno Pova 6 menggunakan MediaTek Helio G99 Ultimate. Chipset Snapdragon 685 ini populer karena kinerja yang handal serta konsumsi energi yang hemat, ideal untuk pemakaian sehari-hari dan permainan ringan. Sebaliknya, Tekno Pova 6 dengan dukungan dari MediaTek Helio G99 Ultimate menyediakan kemampuan prosessing yang lebih superior, terlebih untuk aktivitas gaming yang memerlukan grafis tinggi. Menggunakan CPU octa-core dengan core Cortex-A76 yang mumpuni, Tecno Pova 6 mendominasi dalam segi performa chipset secara keseluruhan sehingga menjadikan operasional aplikasi berat maupun game menjadi lebih lancar.


Kapasitas Penyimpanan Internal


Untuk ruang penyimpanan internal, Vivo V40 Lite 4G memberikan opsi 128GB dan 256GB menggunakan tipe UFS 2.2, sementara juga mendukung penambahan memorie ekternal hingga 1TB lewat slot hybrid-nya. Sementara itu, Tecno Pova 6 cuma punya satu varian yaitu 256GB saja dan tidak dilengkapi dengan slot tambahan untuk memory external. Bila Anda menginginkan kemudahan dalam meningkatkan storage ke depan atau perlu tempat simpan yang luas bagi berbagai file seperti foto dan video, Vivo V40 Lite 4G tampak lebih baik karena fitur expandable storagenya. Akan tetapi, ukuran 256GB pada Tecno Pova 6 mungkin sudah mencukupi kebanyakan pemakaian konsumen kontemporer saat ini.


Resolusi dan Jenis Layar


Kedua smartphone ini sama-sama dilengkapi dengan panel AMOLED, yang menjamin kualitas gambar dengan warna cerah dan kontras tinggi. Untuk Vivo V40 Lite 4G, ia hadir dengan resolusi 1080 x 2400 piksel di dalam bentang layar seluas 6.67 inci, menciptakan kepadatan piksel sebesar kurang lebih 394 ppi. Di sisi lain, Tecno Pova 6 menyuguhkan layar yang sedikit lebih lebar yakni 6.78 inci dengan resolusi serupa yaitu 1080 x 2460 piksel, menjadikannya memiliki ketebalan piksel sekitar 396 ppi. Perbedaan tersebut secara umum tak begitu terperinci bagi mata manusia biasa. Dengan adopsi teknologi AMOLED, kedua model ini punya potensi untuk memberikan pengalaman visual luar biasa kepada para pemakainya. Meski demikian, Teknologi dari Tecno Pova 6 agaknya unggul dikarenakan dapat mendisplay hingga satu miliar jenis warna dibandingkan Vivo V40 Lite 4G yang hanya bisa sampai 1.07 miliar warna; walaupun hal tersebut relatif bukanlah beda yang sangat mencolok.


Refresh Rate Layar


Ke dua ponsel pintar tersebut dilengkapi dengan kecepatan-refresh layar sebesar 120 Hz. Ini artinya Anda bakal merasakan tampilan yang sungguh halus ketika berselancar di media sosial, memainkan permainan video, ataupun hanya menggulir antarmuka saja. Kecepatan refreshing yang tinggi ini membantu tiap gerakan pada layar tampak lebih responsif serta enak dipandang. Di sisi ini, baik Vivo V40 Lite 4G maupun Tecno Pova 6 memberikan kualitas yang sama-sama luar biasa dan sangat menyenangkan untuk digunakan.


Resolusi Kamera dan OIS


Vivo V40 Lite 4G hadir dengan konfigurasi kamera utama ganda: 50 MP wide dan 2 MP depth. Kamera depannya beresolusi 32 MP. Tidak ada informasi yang menyebutkan adanya OIS (Optical Image Stabilization) pada kamera Vivo V40 Lite 4G. Di sisi lain, Tecno Pova 6 dibekali kamera utama tunggal 108 MP wide dengan PDAF, dan kamera depannya beresolusi 32 MP. Penting untuk dicatat bahwa Tecno Pova 6 tidak secara eksplisit menyebutkan adanya OIS. Meskipun Vivo memiliki kamera depth yang mungkin membantu dalam efek bokeh, resolusi 108 MP pada Tecno Pova 6 berpotensi menghasilkan detail foto yang lebih baik dalam kondisi cahaya yang memadai. Untuk video, Tecno Pova 6 unggul karena mampu merekam hingga 1440p@30fps, sementara Vivo V40 Lite 4G hanya 1080p@30fps. Jadi, Tecno Pova 6 lebih unggul dalam hal resolusi kamera utama dan kemampuan video.


Kapasitas Baterai


Tecno Pova 6 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 6000 mAh, melebihi kapasitas baterai Vivo V40 Lite 4G yang hanya mencapai 5000 mAh. Hal ini membuat Tecno Pova 6 diproyeksikan untuk bertahan lebih lama saat digunakan sepanjang hari, ideal buat Anda yang aktif di luar ruangan tanpa banyak kesempatan mendekati colokan listrik. Mengenai proses pengisian ulang, Vivo V40 Lite 4G menggunakan teknologi fast charging hingga 80W yang klaimnya dapat memuat dayanya habis dalam waktu kurang dari satu jam atau tepatnya 43 menit. Di sisi lain, Tecno Pova 6 menyediakan fitur fast charging 70W yang bisa mengisi setengah dari total kapasitas baterainya dalam 20 menit dan sepenuhnya terisi pada menit ke-50. Walaupun Vivo memiliki keuntungan dalam aspek pengecasan lengkap, Teknologi baterai Tecno Pova 6 memberi manfaat tambahan melalui ukuran kapasitas baterai yang lebih besar.


Skor AnTuTu


Walau informasi tentang skor AnTuTu tak disertakan dalam detail teknis yang Anda sebutkan, kami dapat membuat prediksi melalui prosesor yang dipakai. Chipset Qualcomm Snapdragon 685 dari Vivo V40 Lite 4G rata-rata mendapatkan skor antara 280.000 sampai 300.000 di tes AnTuTu. Di sisi lain, Teknologi Mediatek Helio G99 Ultimate pada Tecno Pova 6 cenderung menghasilkan skor AntuAntu berkisar antara 400.000 hingga 450.000. Dengan demikian, diperkirakan bahwa Tecno Pova 6 memiliki kelebihan signifikan dalam hal skor AnTuTu, indikator untuk kemampuan performa total yang superior, terutama saat merendern grafis atau menjalankan game.


Harga Terbaru


Harga terupdate untuk Vivo V40 Lite 4G adalah Rp3.299.000, sementara itu Tecno Pova 6 dilepas ke pasaran dengan harga Rp2.799.000. Terdapat perbedaan harga sekitar Rp500.000 dimana model dari Tecno tersebut memberikan opsi yang lebih ekonomis. Selisih biaya yang cukup besar ini mungkin akan mempengaruhi pilihan Anda khususnya bila anggaran Anda tidak begitu leluasa.


Kesimpulan


Setelah membandingkan berbagai aspek, dapat disimpulkan bahwa Tecno Pova 6 menawarkan nilai yang lebih baik untuk uang yang kamu keluarkan. Meskipun Vivo V40 Lite 4G memiliki desain yang ramping dan fitur tahan air/debu IP64 yang sedikit lebih unggul, Tecno Pova 6 mengungguli di banyak area krusial seperti performa chipset yang lebih bertenaga, kapasitas RAM yang lebih besar (opsional), resolusi kamera utama yang jauh lebih tinggi, dan kapasitas baterai yang jumbo. Dengan harga yang lebih murah Rp500.000, Tecno Pova 6 memberikan spesifikasi yang lebih gahar, terutama bagi kamu yang memprioritaskan performa gaming, fotografi yang detail, dan daya tahan baterai ekstra. Namun, jika kamu sangat mengutamakan ketahanan terhadap air dan debu serta desain yang sangat ringkas, Vivo V40 Lite 4G tetap menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Untuk sebagian besar pengguna di rentang usia 20-30 tahun yang mencari performa maksimal dengan budget terbatas, Tecno Pova 6 adalah pilihan yang lebih disarankan.***

Diuji dengan Kekerasan Ekstrem, Samsung Galaxy S25 Edge Masih Kokoh?

0


PR BEKASI

– Di dalam jejak sejarah seri Galaxy, pada akhirnya muncul smartphone termudah yang dinanti-nantikan yaitu Samsung Galaxy S25 Edge, memiliki ketebalan cuma 5,8 millimeter serta berat ringan 163 gram. Walaupun penampilannya nampak lemah, perangkat tersebut ternyata sangat kokoh sesudah melalui deretan pengujian kekuatan ekstrim seperti yang diulas oleh saluran YouTube JerryRigEverything.

Dengan harga penjualan yang mencapai hampir Rp20 juta di situs seperti Amazon, Galaxy S25 Edge ditempatkan secara bersaing dengan Galaxy S25 Ultra. Meskipun demikian, perangkat tersebut kurang memiliki beberapa fitur unggulan seperti stylus S Pen, kamera tambahan pada bagian belakang, atau layar yang tahan terhadap pantulan cahaya berlebihan. Tetapi alasan utama dari banderol harga tingginya adalah karena pemakaian material mewah, yakni kerangka titanium serta lapisan pelindung kaca Gorilla Glass Ceramic 2.

Bahan tersebut bukan saja meningkatkan estetika namun juga menawarkan kekuatan ekstra terhadap goresan, tekanan, dan suhu panas. Tes melengkung, menggores, serta pembakaran dilalui oleh Galaxy S25 Edge tanpa adanya kerusakan signifikan; derajat ketahanannya sebanding dengan perangkat kelas atas lainnya seperti Oppo Find X8 Ultra yang memiliki ketebalan hingga 8,8 milimeter.

Selain itu, perangkat ini sudah mendapatkan sertifikasi IP68, yang artinya tahan terhadap debu dan air. Ini membuktikan bahwa Samsung tetap mempertahankan ketahanannya meskipun fokus pada aspek visual, serta merespon kekhawatiran tentang masalah “Bendgate” baru yang dikhawatirkan bisa menimpa iPad Pro dengan desain tipis ekstremnya.

Untuk para pemakai yang menginginkan tampilan mewah, tipis, namun masih tangguh, Samsung Galaxy S25 Edge kelihatannya merupakan opsi yang mempesona. Walaupun bukan dirancang khusus untuk mencapai produktivitas ekstrem layaknya model Ultra-nya, telepon pintar ini dengan pasti memberikan kesempatan sempurna bagi mereka yang ingin memiliki gabungan antara penampilan modis dan kekuatan. ***

Canggihnya BPKB Elektronik: Jawa Tengah Memimpin Di Wilayah Ini!

0


ZONA GADGET

– Korlantas Polri telah menerbitkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) elektronik mulai bulan Maret tahun 2025.

Korlantas Polri telah memulai penerapan BPKB elektronik sebagai bagian dari inovasi dalam proses registrasi dan pengidentifikasian kendaraan bermotor.

Sistem BPKB elektronik lebih maju karena telah disematkan_chip_ Radio Frequency Identification (RFID). Fitur ini dapat mengevaluasi_data_dan_berkomunikasilah_terdapat_perangkat_pembaca_(reader)_menggunakan_gelombang_radio._

Sebelumnya, ide peluncaran BPKB digital telah disampaikan saat pertemuan pembentukan Spesifikasi Teknis Subdit BPKB Ditregident Korlantas Polri yang berlangsung pada bulan Februari tahun 2025.

Pembicaraannya telah dimulai sejak tahun 2022.

Sebagai contoh, provinsi yang telah menerapkannya adalah Jawa Tengah.

Kepala Subdirektorat Regident Direktur LaluLintas Polri di Jawa Tengah, AKBP Prianggo Malau, menyebut bahwa pada tahap ini, BPKB elektronik hanya diterapkan untuk pendaftaran kendaraan bermotor baru seperti mobil dan yang memiliki empat roda ke atas.

“Di Polda Jawa Tengah, unit yang telah menerapkan BPKB elektronik adalah Ditlantas Polda Jawa Tengah untuk area regident ranmor Kota Semarang I dan II,” demikian kata Priangga menurut kutipan dari Kompas.com pada 1 Juni 2025.

Direktorat Lalu Lintas Polres Jawa Tengah untuk wilayah registrasi kendaraan bermotor di Kota Semarang I dan Kota Semarang II akan memulai penggunaan BPKB elektronik sejak tanggal 12 Maret 2025.