Rabu, Mei 20, 2026
Beranda blog Halaman 767

Daftar Xiaomi yang Akan Terima Pembaruan Android 16

0



ZONA GADGET


,


Jakarta



Xiaomi
Kembali memulai tahap awal dalam pengembangan sistem operasi Android terbaru mereka. Setelah dengan cepat menyebarkan Android 15 sebagai salah satu pembuat ponsel Android non-Google, perusahaan dari China ini sekarang sudah mulai mencoba versi beta dari Android 16 pada berbagai perangkat tertentu.

Google telah mengonfirmasi bahwa
Android 16
Versi stabil dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada Juni 2025. Walaupun Xiaomi belum memberikan informasi tentang tanggal rilis resmi untuk perangkat tersebut, berdasarkan pengalaman dengan update-update sebelumnya, Xiaomi umumnya memulai proses rolling out pembaruan sistem tak lama setelah Google merilis versinya yang baru.

Misalnya saja, Android 15 diluncurkan oleh Google di pertengahannya bulan Oktober 2024, dan beberapa gadget dari Xiaomi pun mulai mendapatkan update itu pada awal November di tahun yang sama. Dengan mengikuti tren ini, perkiraan rilis pemutakhiran Android 16 ke perangkat Xiaomi kemungkinan besar bakal dimulai distribusinya menjelang akhir Juni hingga awal Juli 2025.

Umumnya, prioritas update diberikan terlebih dahulu ke perangkat high-end, yaitu seri Xiaomi 15 dan Xiaomi 14, lalu perangkat mid-range dan low-end mengikuti dalam waktu sekitar beberapa pekan hingga bulan sesudah rilis utama tersebut.

Dikutip dari laman
Gizmochina
, berikut adalah list perangkat Xiaomi yang bakal menerima update Android 16:


Perangkat Xiaomi

  • Xiaomi 15
  • Xiaomi 15 Pro
  • Xiaomi 15 Ultra
  • Xiaomi 15S Pro
  • Xiaomi 14
  • Xiaomi 14 Pro
  • Xiaomi 14 Ultra
  • Xiaomi 14T
  • Xiaomi 14T Pro
  • Xiaomi 14 Civi
  • Xiaomi 13
  • Xiaomi 13 Pro
  • Xiaomi 13 Ultra
  • Xiaomi 13T
  • Xiaomi 13T Pro
  • Xiaomi Civi 5 Pro
  • Xiaomi Civi 4 Pro
  • Xiaomi Civi 3
  • Xiaomi Pad 7
  • Xiaomi Pad 7 Pro
  • Xiaomi Pad 7 Ultra
  • Xiaomi Pad 6 Pro
  • Xiaomi Pad 6 Max 14
  • Xiaomi Tab 6S Pro 12.4


Perangkat Redmi

  • Redmi Note 14 (varian LTE dan 5G)
  • Redmi Note 14 Pro (varian LTE dan 5G)
  • Redmi Note 14 Pro+ 5G
  • Redmi Note 13 (varian LTE dan 5G)
  • Redmi Note 13 Pro (varian LTE dan 5G)
  • Redmi Note 13 Pro+ 5G
  • Redmi Note 13R
  • Redmi K80
  • Redmi K80 Pro
  • Redmi K70
  • Redmi K70 Pro
  • Redmi K70 Ultra
  • Redmi K70E
  • Redmi K60
  • Redmi K60 Pro
  • Redmi K60 Ultra
  • Redmi 14R
  • Redmi 14C
  • Redmi 13 (varian LTE dan 5G)
  • Redmi 13R
  • Redmi 13C (kedua varian yaitu LTE dan 5G)
  • Redmi A4 5G
  • Redmi A3 Pro


Perangkat Poco

  • Poco F7 Pro
  • Poco F7 Ultra
  • Poco F6
  • Poco F6 Pro
  • Poco X7
  • Poco X7 Pro
  • Poco X6
  • Poco X6 Pro
  • Poco M7
  • Poco M7 Pro
  • Poco M6 (varian LTE dan 5G)
  • Poco M6 Plus
  • Poco M6 Pro (varian LTE dan 5G)
  • Poco C75
  • Poco C71

Sebagian
perangkat
dari daftar di atas, terutama yang berada di kelas flagship, seperti Xiaomi 15 dan Xiaomi 14T Pro, sudah dapat mengakses Android 16 versi beta. Versi ini tersedia secara terbatas dan ditujukan untuk pengguna yang ingin mencoba lebih awal fitur-fitur baru sebelum peluncuran resmi versi stabil.

Pahami Perbedaan Antara iPad, iPad Mini, dan iPad Pro: Pilih yang Tepat untuk Anda!

0



ZONA GADGET


,


Jakarta


– Apple memiliki berbagai seri iPad yang membuat banyak konsumen kesulitan menentukan pilihan mereka. Terdapat beberapa opsi yang tersedia.

iPad Mini

, iPad Air, dan iPad Pro yang setiap produknya menawarkan keunggulan serta kekurangan tersendiri. Walaupun ketiganya merupakan tablet keluaran Apple, variasi dalam hal ukuran layar, kemampuan performa, sampai dengan fasilitas tambahannya membuat masing-masing tipe mempunyai segmen pasarnya masing-masing.


Dinukil dari



PCMag

,


berikut perbedaan utama ketiganya yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan beli.


iPad Mini


Sesuai namanya, iPad Mini hadir dengan ukuran mungil dengan layar 8,3 inci Liquid Retina yang ringkas dan nyaman di genggaman. Meski kecil, kemampuannya tak bisa diremehkan. Ditopang chip A15 Bionic dengan CPU 6-core dan Neural Engine, iPad Mini sanggup menangani tugas-tugas harian, mulai dari mengedit foto, main game, hingga membuat video. Kecerahan layar mencapai 500 nit, dilengkapi true tone, dan lapisan anti-reflektif.


Kameranya yang berada di bagian depan memiliki resolusi 12MP dengan lensa ultra lebar, serta dapat merekam video dalam kualitas 4K. Perangkat ini juga telah dilengkapi dengan kemampuan untuk terhubung melalui jaringan 5G. Akan tetapi, sistem keamanannya hanya menggunakan teknologi pemindai sidik jari atau Touch ID pada tombol sisi kanan dan tidak ada opsi Face ID. Tambahan lagi, slot pengisian dayanya masih memakai jenis connector USB-C namun belum memberikan dukungan untuk proses pengisian cepat.


iPad Air


Beranjak dari seri Mini, iPad Air datang dengan panel 10,9 inci Liquid Retina dan didorong oleh prosesor kuat M1, yang membuat kecepatannya meningkat hingga 60% dibandingkan versi lama. Perangkat ini cocok digunakan untuk tugas ganda, memainkan permainan grafis intensif, serta mengedit video. Di dalamnya terdapat Neural Engine 16-core yang membantu pemrosesan pembelajaran mesin bagi aplikasi high-end tersebut.


Kamera pada perangkat ini setara dengan iPad Mini, memiliki kamera depan dan belakang beresolusi 12MP yang dapat merekam video dalam resolusi 4K. Perangkat tersebut juga dilengkapi dengan dukungan konektivitas 5G, Apple Pencil versi kedua, serta Magic Keyboard. Sebagai metode keamanannya, iPad Air menggunakan Touch ID daripada Face ID.


iPad Pro


iPad Pro adalah versi paling premium dengan ukuran layar 11 inci atau 12,9 inci Liquid Retina XDR, mendukung ProMotion 120Hz, HDR, dan lapisan anti-reflektif. Chip M2 membuat iPad Pro unggul dalam performa yang cocok untuk kebutuhan profesional, seperti editing 4K, desain, produksi musik, hingga animasi.


Fitur-fiturnya pun sangat komplit, dimulai dari


PCMag


Fitur Face ID, port USB-C yang kompatibel dengan Thunderbolt/USB4, serta kamera TrueDepth hadir pada perangkat ini. Selain itu, pengguna dapat merekam video dalam resolusi tinggi hingga 4K ProRes dan menikmati dukungan stylus Apple Pencil generasi kedua. Untuk sektor fotografi, iPad Pro dilengkapi dual-camera system beresolusi 12MP ditambah lensa ultra-wide 10MP, serta pemindai LiDAR untuk memperkuat fitur augmented reality (AR). Perangkat ini juga mengadopsi teknologi konektivitas terdepan yaitu jaringan 5G dengan spektrum gelombang milimeter.


Demikian perbedaan ketiga seri dari iPad. Bagian yang ingin memiliki tablet hanya untuk browsing dan hiburan ringan,
iPad Mini
Sudah cukup. Bagi mereka yang mencari desain lebih modern serta kinerja tinggi, iPad Air dapat menjadi pilihan tepat. Sedangkan iPad Pro dirancang khusus untuk pengguna yang memerlukan performa ekstra kuat, misalnya para desainer, musisi, atau kreator profesional yang membutuhkan layar lebar dan berbagai fitur canggih.


Alif Ilham Fajriadi


berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

MacroPad: Sahabat Ideal untuk Pertemuan Online tanpa Gangguan Mikrofon

0


KABAR BANJAR

– Zaman sekarang, rapat online sudah jadi makanan sehari-hari. Apalagi buat yang sering kerja dari rumah atau meeting bareng tim, Google Meet, Zoom, dan sejenisnya udah kayak rumah kedua. Tapi ya, kadang ada drama kecil yang bikin kesel: lupa mute mic, terus suara kita kedengeran berisik, atau malah lupa unmute pas mau ngomong. Kalau kamu pernah ngalamin itu, pasti tahu gimana rasanya pengen hilang dari muka bumi sebentar.

Nah, di sinilah MacroPad masuk jadi penyelamat. MacroPad ini semacam alat kecil, bentuknya kayak keypad mini yang punya tombol-tombol khusus yang bisa kamu atur sesuka hati. Jadi, kalau kamu lagi meeting, tinggal pencet tombolnya buat mute atau unmute mic tanpa ribet nyari-nyari tombol di layar. Simple, praktis, dan bikin kamu nggak canggung lagi di depan kamera.

Dengan MacroPad, semua jadi lebih gampang, apalagi buat yang nggak terlalu paham teknologi atau suka panik pas harus buru-buru matiin mic. Makanya, alat ini keren banget buat generasi boomer atau siapa pun yang pengen rapat tanpa drama mikrofon. Di artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam soal MacroPad, kenapa ini penting, dan gimana caranya bikin rapat online kamu jadi lebih lancar dan bebas stres. Yuk, lanjut baca!

Apa Itu MacroPad dan Kenapa Kamu Perlu?

Sederhananya, MacroPad itu kayak remote control mini buat komputer kamu. Bayangin deh, tombol-tombolnya bisa kamu program sesuai kebutuhan, misalnya untuk mute mic, unmute, buka aplikasi, atau bahkan jalankan skrip rumit cuma dengan satu tekan tombol. Super praktis, kan?

MacroPad biasanya punya 4 sampai 12 tombol, jadi gak terlalu besar dan gak makan tempat di meja kerja kamu. Beda banget sama keyboard lengkap yang gede dan berat itu. Nah, tombol-tombol ini bisa di-custom sesuai kebutuhan masing-masing pengguna. Makanya, MacroPad sering jadi andalan buat para content creator, programmer, streamer, dan sekarang juga booming buat yang sering rapat online.

Untuk Anda yang kerap merasa cemas atau kesulitan dalam menekan tombol pada aplikasi conferencing, MacroPad menjadi solusi terbaik. Dengan hanya menekan satu tombol saja, mikrofon dapat segera dimatikan atau dinyalakan kembali. Tidak perlu repot-repot melakukan klik berulang-ulang di layar yang malah bisa memicu kebingungan dan ketegangan tambahan.

Boomers dan Pertemuan Virtual: Mengapa MacroPad Menjadi Jawabannya

Angkatan kelahiran baby boomer terkadang mengira bahwa teknologi sangat rumit dan bisa menimbulkan stres, apalagi ketika mereka perlu melakukan berbagai tugas sekaligus seperti membuka laptop, menyeting kamera, serta mematikan mikrofon. Terkadang hal yang paling membuat kepala pening adalah saat mikrofon tidak disengaja untuk hidup atau justru mati di tengah percakapan.

Makanya, MacroPad yang punya tombol khusus buat mute/unmute mic jadi solusi yang pas banget. Tinggal pencet tombol, beres deh. Gak perlu repot cari tombol di aplikasi, gak perlu bingung setting sana-sini.

Di samping itu, MacroPad ini sangat sesuai untuk orang-orang yang ingin membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah dan efisien. Tidak hanya berguna untuk mematikan mikrofon saja, Anda pun dapat mengatur tombol lainnya untuk melakukan tugas-tugas rutinitas harian dengan cara diprogram. Dengan demikian, peralatan ini tidak hanya ditujukan bagi generasi “baby boomers” tetapi juga bagi semua pihak yang berkeinginan agar pertemuan mereka berjalan mulus tanpa masalah.

Cara Kerja MacroPad dalam Meeting Online

Gampang banget. Setelah kamu punya MacroPad, kamu tinggal sambungkan ke komputer lewat USB. Terus, install software pendukung dari produsen MacroPad tersebut (biasanya gratis kok). Di software itulah kamu setting tombol mana buat mute mic, tombol mana buat unmute, dan fungsi lain yang kamu mau.

Misalnya, kamu set tombol A untuk mute mic Google Meet, tombol B buat unmute, dan tombol lain buat switch aplikasi. Jadi selama meeting, kamu cuma perlu fokus ngobrol dan pencet tombol kalau mau mute/unmute. Gak perlu lagi bolak-balik buka aplikasi atau takut salah klik.

Keuntungan Penggunaan MacroPad Berbanding dengan Metode Konvensional

Kalau biasanya kita mute mic lewat klik icon di aplikasi meeting, itu kadang butuh beberapa klik dan fokus mata ke layar. Kadang malah bikin panik karena gak ketemu tombolnya. Dengan MacroPad, semuanya jadi satu sentuhan tangan.

Di samping itu, MacroPad membuat Anda:

Hemat waktu: gak perlu ribet cari tombol mute/unmute

Lebih berkonsentrasi: tidak perlu mengalihkan pandangan pada layar, hanya tangan saja yang harus bekerja.

Minim risiko salah pencet tombol: karena tombol MacroPad memang khusus dan besar

Dapat melakukan tugas beriringan dengan mulus: konsentrasi dalam percakapan tanpa khawatir adanya gangguan bunyi

Siapakah saja yang pasti mendapat manfaat dari penggunaan MacroPad?

Generasi Boomer: kurang mengerti tentang teknologi dan sering kebingungan saat rapat daring.

Creator dan Streamer: mereka membutuhkan tombol instan untuk mengontrol audio/video.

Pelajar dan Mahasiswa: yang sering kelas online dan pengen gampang mute mic.

Profesional serta Karyawan Kantor: mereka yang rutin mengadakan pertemuan daring dan mencari cara untuk meningkatkan efisiensinya.

Orang dengan masalah gerakan: mereka mungkin mengalami kesulitan untuk menekan tombol-tombol kecil pada layar.

Tips Memilih MacroPad yang Pas Buat Kamu

Jumlah Tombol: Pilh jumlah tombol yang sesuai dengan keperluanmu, umumnya antara 6 hingga 12 tombol sudah cukup ideal.

Perangkat lunak penunjang: pastikan bahwa MacroPad memiliki perangkat lunak yang intuitif dan sesuai dengan spesifikasi PC atau laptop Anda.

Desain dan ukuran: Cari yang nyaman dipakai dan gak makan tempat.

Harga: Terdapat MacroPad dengan harga terjangkau yang berkualitas, namun pastikan untuk membaca ulasannya lebih dulu agar tidak kecewa.

Koneksi: Sebagian besar menggunakan USB, tetapi terdapat pula yang nirkabel untuk kenyamanan tambahan.

MacroPad Bukan Sekedar Alat, Tapi Sahabat Rapat Online

Meeting online kadang bisa bikin stres, apalagi kalau harus fokus di banyak hal sekaligus. MacroPad hadir buat bikin hidup kita lebih gampang, terutama buat kamu yang gak mau ribet mikirin mute mic. Alat kecil ini bisa bikin rapatmu lancar tanpa drama, apalagi buat generasi yang gak terlalu tech-savvy.

Kalau kamu sering keteteran atur mic dan kamera pas meeting, coba deh MacroPad. Invest sedikit buat alat ini, kamu bakal ngerasain bedanya. Lebih santai, lebih percaya diri, dan rapat pun jadi lebih produktif.

Kalau kamu penasaran, banyak banget pilihan MacroPad di pasaran sekarang, dari yang murah sampai yang keren dan customizable banget. Jangan ragu coba, karena teknologi itu harusnya memudahkan, bukan bikin pusing.

Kalau kamu suka artikel ini dan pengen terus dapat info teknologi yang gampang dimengerti dan up to date, jangan lupa follow Kabar Banjar ya! Di sini, kamu bakal dapet berita, tips, dan rekomendasi teknologi yang asyik dan relevan buat semua kalangan. Yuk, stay connected!***

Cara Menggunakan Google Flow: Buat Video AI Keren Hanya Dengan Tulisan

0


ZONA GADGET

– Google Flow merupakan aplikasi penggarap film berdasarkan kecerdasan buatan dari Google, yang membolehkan Anda merancang serta menyunting klip visual dengan menggunakan instruksi lisan ataupun tulisan.

Para pengguna bisa menghasilkan klip sinematik, adegan, serta cerita dengan cepat memakai model kecerdasan buatan generatif dari Google yang baru ini.

Dilansir dari laman
Pusat Bantuan Flow
Flow merupakan perangkat buatan AI yang dikembangkan secara khusus untuk membantu dalam membuat film menggunakan model-model tercanggi dari Google DeepMind seperti Veo, Imagen, serta Gemini.

Jadi, dengan memanfaatkan model AI Google (Veo, Imagen, dan Gemini), pengguna dapat menggunakan perintah bahasa untuk membuat dan mengedit video sinematik.

Meski demikian, tidak semua orang dapat menggunakan Flow, sebab Google Flow hanya tersedia secara eksklusif untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra.

Di samping itu, Google Flow saat ini hanya dapat digunakan oleh para pengguna yang berada di Amerika Serikat. Apabila Anda berniat untuk mencobanya, coba gunakan layanan Virtual Private Network (VPN) dengan memilih server dari Amerika Serikat.

Cara pakai Google Flow

Berikut ini adalah petunjuk penggunaan Google Flow dalam pembuatan film dengan teknologi kecerdasan buatan (AI):

  1. Buka laman
    labs.google/flow
    .
  2. Klik “
    Create with Flow
    ” untuk memulai membuat video.
  3. Klik “
    New project
    ”, dan akan muncul halaman AI generatif.
  4. Pada kolom prompt, pilih opsi “
    text to video
    “. Pastikan Anda mengklik ikon setelan yang berada di sebelah kanan kolom prompt, lalu pilih opsi “صندVMLINUX
    Highest quality (experimental audio)
    Veo 3”.
  5. Masukkan perintah teks pada kolom prompt tentang skenario video yang Anda inginkan. Berikan perintah dengan detail dan jelas untuk hasil terbaik.
  6. Klik tombol “Kirim” untuk memulai generate video. Tunggu hingga selesai.
  7. Flow akan memperlihatkan output video berdasarkan instruksi dalam teks.

Pada platform Flow, Anda bisa mengatur posisi pengambilan gambar, kualitas audio, serta estetika visual videonya.

Selain menggunakan perintah teks, Anda juga dapat menggunakan opsi “
Frames to Video
” atau “
Ingredients to Video
untuk membuat video dengan memanfaatkan gambar atau materi yang telah disiapkan oleh Flow.

Jumlah maksimum video yang ditampilkan untuk satu kali perintah teks adalah sebanyak empat, dan bisa sebagai pertimbangan.

Durasi video yang dihasilkan maksimal delapan detik dengan resolusi gambar maksimum 720 piksel. Hanya ada dua opsi ukuran gambar yakni 16:9 dan 9:16.

Apple Siapkan Inovasi Besar: Tombol Fisik Akan Hilang di iPhone, iPad, dan Apple Watch

0


ZONA GADGET

Apple dikabarkan tengah menghidupkan kembali proyek ambisiusnya yang sempat tertunda: tombol haptik tanpa komponen bergerak untuk lini produknya, termasuk iPhone, iPad, dan Apple Watch. Teknologi ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka secara drastis.

Dilansir dari GSM Arena pada Sabtu (31/5) waktu setempat, Apple tak hanya mengembangkan ulang tombol solid-state untuk iPhone, tapi juga memperluas rencana ini ke tablet dan jam tangan pintarnya. Tombol haptik ini secara teknis bukan tombol sungguhan—tak ada bagian yang benar-benar bergerak—melainkan memberi sensasi sentuhan melalui getaran presisi.

Keunggulannya? Tidak ada keausan mekanis, dan fungsi tombol dapat diprogram ulang. Artinya, satu tombol bisa memiliki perintah berbeda tergantung pada tekanan atau durasi sentuhan: tekan ringan, tekan lama, atau kombinasi keduanya.

Meski sebelumnya dikabarkan akan debut di iPhone 16 Pro dan Pro Max, proyek ini sempat dibekukan. Namun kini, kabar terbaru mengindikasikan Apple kembali menggulirkan pengembangannya. Jika akurat, maka era tombol fisik di perangkat Apple akan segera berakhir.

Sayangnya, belum ada detail spesifik tentang kapan teknologi ini bakal diluncurkan secara resmi di pasaran. Menurut sumber, Apple masih berupaya mengatasi permasalahan terkait “sentuh palsu”.
false touch
—situasi di mana perangkat mengenali sentuhan yang tidak disengaja sebagai perintah.

Apple tampaknya sangat berhati-hati sebelum melepas fitur revolusioner ini ke publik, demi memastikan pengalaman pengguna tetap maksimal.

Sementara itu, rumor lain tentang inovasi Apple terus bergulir, dari iPhone lipat dengan kamera di bawah layar, hingga rencana raksasa teknologi ini menghadirkan kacamata pintar pada 2027.

Apakah kita sedang menyaksikan awal dari revolusi desain Apple? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal pasti—Apple tampaknya benar-benar bersiap untuk membuang tombol fisik ke masa lalu.***

Fitur Baru Gmail: Dapatkan Ikhtisar Cepat dengan AI Summaries

0

Google baru saja meluncurkan fitur yang didukung oleh kecerdasan buatan.

Gmail

bernama

AI

Ringkasan, yang menggunakan teknologi Gemini untuk menyimpulkan konten surel dengan otomatis. Seperti dilaporkan
The Verge
Jumat, 30 Mei 2025, fasilitas ini dibuat guna mendukung pengguna dalam kegiatan baca-menulisnya.
thread email y
sifatnya rumit dan panjang terlebih di lingkungan kerja yang padat.

Saat pengguna membuka obrolan yang memiliki banyak pesan balasan, Gmail akan menunjukkan rangkuman pendek di bagian atas halaman yang mencakup inti pembicaraannya. Fitur ini pada dasarnya dirancang untuk email berbahasa Inggris dan diluncurkan secara bertahap selama kira-kira 15 hari.

Apa Itu AI Summaries?

Fitur ini bakal dihadirkan untuk seluruh langganan Google Workspace berbayar dan mereka yang memilih paket Google AI Premium. Saat ini belum jelas apakah pemakai biasa dari Gmail akan menerima fasilitas tersebut juga. Meski demikian, panduan strategis perusahaan mencerminkan bahwa ringkasan otomatis kemungkinan besar akan menjadi bagian standar dalam perkembangan teknologi mendatang.

Sebelum mendapat ringkasan
email
Di Gmail, pengguna harus mengklik tombol spesial yang berlabel
Summarize this email.
Google sudah mengubah sistemnya supaya fitur tersebut bekerja secara otomatis tanpa perlu intervensi manual pada email yang dianggap terlalu panjang atau rumit.
thread
yang berisi banyak balasan. Tujuannya untuk memudahkan pengguna memahami isi percakapan tanpa harus membaca seluruh isi email secara menyeluruh.

Fiitur pintar Gmail aktif secara otomatis, tetapi di Eropa dan Jepang fitur ini dinonaktifkan secara
default.
Apabila pengguna menonaktifkan ringkasan otomatis pada Gemini, maka ringkasan tersebut tidak akan tampil walaupun masih ada opsi untuk membuat ringkasan secara manual melalui tombolnya. Fitur canggih ini pun turut merancang pemberitahuan berprioritas, lacak paket, Smart Compose, Smart Reply, serta penjadwalan pengingat.

Dikutip dari
Ars Technica
Fitur ini mengandalkan teknologi Gemini AI yang cermat dalam menganalisis konten surel Anda dan meringkasnya menjadi sebuah rangkuman sederhana di bagian atas jendela pesan. Menurut penjelasan dari Google, opsi tersebut baru akan terlihat apabila dinilai dapat memberi manfaat walaupun tak disebutkan secara detail tentang ukuran atau tingkat kesulitan suatu surel yang bisa memancing keluarnya rancangan ringkasan otomatis ini. Ini mencirikan strategi adaptif yang tetap berfokus pada penguatan partisipasi pengguna bersama asisten buatan.

Fitur ini berguna bagi mereka yang menerima banyak email setiap hari dan tidak punya waktu untuk membaca seluruh isi. Dengan hanya membaca ringkasan pengguna dapat dengan cepat memahami konteks, keputusan, atau informasi penting yang dibahas dalam email. Teknologi Gemini AI ini akan menganalisis struktur bahasa dan makna dari pesan-pesan dalam
thread
untuk menyusun ringkasan yang relevan dan informatif.

Fitur ini tersedia untuk pengguna aplikasi Gmail di Android dan iOS, khususnya bagi pemilik akun Google Workspace. Namun, tidak semua pengguna merasa cocok dengan fitur otomatis ini, sehingga memilih membaca
email
secara manual atau menilai ringkasan AI tidak akurat.

Infinix Note 50x Siap Untuk Gaming BGMI Hingga 90 FPS

0


ZONA GADGET

Infinix Note 50X akan segera menerima update OTA yang bakal memberikan dukungan gaming hingga 90 FPS untuk Battlegrounds Mobile India (BGMI).

Perubahan ini direncanakan untuk dimulai dikeluarkan pada Juni 2025 nanti.

Setelah pemasangan pembaruan tersebut, para pemain bisa mengakses opsi “Ekstrem+” di menu pengaturan grafis permainan agar dapat merasakan gameplay dari BGMI dengan kecepatan hingga 90 FPS.

Infinix menyatakan bahwa Note 50x bakal jadi yang unik saja.
smartphone
Di kisaran harga di bawah INR12.000 (kira-kira $140/€125) di India yang sudah mendukung BGMI hingga 90 FPS dengan setelan Ultimate+,

Infinix Note 50x diperkenalkan di India pada bulan Maret dan hadir dengan dua pilihan penyimpanan:

6GB/128GB serta 8GB/128GB. Perangkat ini dipersenjatai dengan chipset Dimensity 7300 Ultimate, berbasis sistem operasi Android 15, mempunyai panel LCD seluas 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz yang mendukung resolusi HD+, dan dijejali kamera primer berkekuatan 50MP.

Baterenya memiliki kapasitas 5.500 mAH dan didukung oleh teknologi charging sebesar 45W.

Harga Terkini: Bandingkan Galaxy S25 Edge vs. Galaxy S24 Ultra

0


ZONA GADGET

– Lihatlah kumpulan harga ponsel Samsung terkini di bulan Juni tahun 2025.

Samsung menyediakan beragam model telepon genggam yang mencakup seluruh lapisan pasar, termasuk yang berkisar hingga kategori entry-level.
entry level
,
midrange
, hingga
flagship
.

Di kelas
flagship
Bandingkan harga dari ponsel Samsung Galaxy S25 Edge dengan Galaxy S24 Ultra.

Berikut adalah list harga ponsel Samsung terkini untuk bulan Juni tahun 2025:


Galaxy A Series


Samsung Galaxy A56 5G

Layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci

Exynos 1580 (4 nm)

IP67

Fitur AI

Rp6.199.000 (RAM 8 GB/256 GB)

Rp6.699.000 (RAM 12 GB/256 GB)


Samsung Galaxy A36 5G

Layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci

Snapdragon 6 Gen 3 (4 nm)

IP67

Fitur AI

Rp5.199.000 (RAM 8 GB/256 GB)

Rp5.699.000 (RAM 12 GB/256 GB)


Samsung Galaxy A26 5G

Kamera utama 50 MP

Exynos 1380 (5 nm)

IP67

Rp3.999.000 (RAM 8 GB/256 GB)


Samsung Galaxy A16 5G

Layar FHD+ Super AMOLED

Mediatek Dimensity 6300

Rating IP54

Rp3.599.000 (RAM 8 GB/256 GB)


Samsung Galaxy A16

Layar FHD+ Super AMOLED

Mediatek Helio G99 (6 nm)

IP54

Rp3.199.000 (RAM 8 GB/256 GB)


Samsung Galaxy A06 5G

Kamera 50 MP

Baterai 5.000 mAh

Mediatek Dimensity 6300

IP54

Rp2.399.000 (RAM 6 GB/128 GB)


Samsung Galaxy A06

Kamera 50 MP

Samsung Knox Vault

Rp1.899.000 (RAM 6 GB/128 GB)


Galaxy S Series


Samsung Galaxy S24 FE

Galaxy AI

FHD+, Layar Dynamic AMOLED 2X

Exynos 2400e

Rp7.999.000 (RAM 8 GB/128 GB)

Rp8.999.000 (RAM 8 GB/256 GB)


Samsung Galaxy S24

Galaxy AI

FHD+, Layar Dynamic AMOLED 2X

Exynos 2400

Rp11.999.000 (RAM 8 GB/256 GB)


Samsung Galaxy S24 Plus

Galaxy AI

QHD+ dengan Layar Dynamic AMOLED 2X

Exynos 2400

Rp15.999.000 ( RAM 12 GB / 256 GB )


Samsung Galaxy S24 Ultra

Galaxy AI

Snapdragon 8 Gen 3 untuk Galaxy

Kamera 200 MP

Rp17.999.000 ( RAM 12 GB / 256 GB )


Samsung Galaxy S25

Galaxy AI

Snapdragon 8 Elite untuk Galaxy

AMOLED 2X Dinamis 6,2 Inci, Resolusi FHD+

Kamera 50 MP

One UI 7

Rp16.999.000 (Memory RAM 12 GB/512 GB)


Samsung Galaxy S25 Plus

Galaxy AI

Snapdragon 8 Elite untuk Galaxy

Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci, QHD+

Kamera 50 MP

One UI 7

Rp19.999.000 (RAM 12 GB/512 GB)


Samsung Galaxy S25 Ultra

Galaxy AI

Snapdragon 8 Elite for Galaxy

Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci QHD Plus

Kamera utama 200 MP

One UI 7

Rp22.999.000 (RAM 12 GB/256 GB)

Rp24.999.000 (RAM 12 GB/512 GB)


Samsung Galaxy S25 Edge

Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci Quad HD+

Snapdragon 8 Elite (3 nm)

Android 15, One UI 7

Ketebalan 5,8 mm

Rp19.499.000 (RAM 12 GB/512 GB)


Galaxy Z Series


Samsung Galaxy Z Flip6

Galaxy AI

Dynamic AMOLED 2X FHD+

Snapdragon 8 Gen 3 untuk Galaxy

Rp14.999.000 ( RAM 12 GB / 256 GB )


Samsung Galaxy Z Fold6

Galaxy AI

Dynamic AMOLED 2X QXGA+

Snapdragon 8 Gen 3 untuk Galaxy

Rp22.999.000 (RAM 12 GB/256 GB)

Rp24.999.000 (Untuk RAM 12 GB dan ruang penyimpanan 512 GB)


*Harga bisa berubah sewaktu-waktu.


(ZONA GADGET)

MONSTA X Tampilkan Kemesraan Mengejutkan dalam Interaksi dengan ChatGPT

0


ZONA GADGET

Anggota MONSTA X menghidangkan hiburan yang menarik lagi melalui episodenya baru-baru ini di serial YouTube ‘MonMukGo’.

Pada kesempatan kali ini, mereka menjelajahi ranah kecerdasan buatan dengan melibatkan ChatGPT dalam diskusi yang berfokus pada tema cerita rakyat fantastis.

Dalam tayangan yang dirilis pada tanggal 30 Mei 2025, para member tampak antusias mencoba berbagai fitur dari AI tersebut.

Mereka tidak hanya mengobrol, tetapi juga mencoba menantang kemampuan ChatGPT dalam menciptakan cerita menarik.

Shownu, Kihyun, dan Jooheon menyatakan bahwa mereka telah terbiasa menggunakan AI ini dalam keseharian mereka, bahkan hingga untuk mendapatkan ide lagu.

Tetapi, pembicaraan menjadi cukup humoris saat ChatGPT salah menyebutkan nama aslinya Shownu, yang kemudian menghasilkan banyak tawanya.

Minhyuk kemudian menyarankan kepada AI untuk bersantai lebih banyak, dan ChatGPT segera membalas dengan nada yang jauh lebih gembira.

Respon para anggota bervariasi, mulai dari tawada gelisah sampai memergokannya seolah-olah mereka tengah bertutur dengan sesama insan.

I.M menyahuti dengan lelucon sederhana yang membuat kesal palsu lalu mengancam untuk beralih ke bot percakapan lain.

Tak hanya itu saja, anggota-anggotanya pun mulai mengarang cerita dongeng bersama-sama, diawali oleh Minhyuk yang menetapkan setting awal sebagai seorang raja dalam istana mewah tersebut.

Selanjutnya, AI mengenalkan karakter fiktif yang diberi nama “Silver Fox”, menyulap jalannya kisah menjadi semakin menantang dan seru untuk disimak.

Saat para anggota mencoba mengacaukan plot cerita dengan membuat tokoh utama berubah peran, ChatGPT tetap konsisten menjaga narasi.

Akhir episode ini diwarnai oleh para anggota yang mengambil bagian dalam pemberian narasi suara untuk kisah yang sudah mereka rangkai, menambahkan cap terakhir yang memukau. ***

Harga HP Samsung S24 FE Juni 2025 Semakin Terjangkau, Cocok untuk Lebaran!

0


ZONA GADGET

Periksa harga terkini dari Samsung S24 FE pada bulan Juni 2025 agar Anda dapat mempertimbangkannya sebagai pilihan pembelian untuk hari raya lebaran tersebut.

Serangkaian perangkat Galaxy S FE buatan Samsung telah lama dipandang sebagai opsi populer di antara para pemakai sistem operasi Android, khususnya untuk mereka yang menginginkan sensasi gadget high-end tetapi dengan biaya yang lebih ringan.

Samsung S24 FE muncul sebagai pilihan optimal di antara seri S, menyajikan fitur kelas atas sambil menjaga harga yang lebih murah dan terjangkau.

Walaupun harganya terjangkau, Galaxy S24 FE masih menawarkan performa dan fasilitas premium. Melalui perangkat ini, Anda dapat menikmati sensasi memakai smartphone high-end tanpa perlu khawatir membayar mahal.

Berbagai keunggulan dari Samsung Galaxy A24 FE meliputi teknologi artificial intelligence Galaxy yang canggih, prosesor Exynos 2400e yang katanya memiliki performa dua kali lipat dibandingkan dengan Exynos 2200 pada Galaxy S23 FE, dan juga kamera berkualitas tinggi untuk penggemar fotografi.

Ponsel ini sudah bisa dipesan melalui pre-order sejak 26 September hingga 3 Oktober 2024, langsung di situs resmi Samsung Indonesia.

Bagi pasaran di Indonesia, Galaxy S24 FE ditawarkan dalam dua pilihan varian yaitu memori RAM 8 GB bersama ruang penyimpanan sebesar 128GB serta model lainnya yang memiliki kapasitas storage 256GB tetapi sama-sama berbekal RAM 8GB. Untuk opsi warna, terdapat tiga pilihan yakni Graphite (hitam), Gray (abu-abu) dan Blue (biru).

Berikut ini harga Samsung S24 FE di Indonesia:

Samsung Galaxy S24 FE (8 GB/128 GB) – HargaRp7.999.000

Samsung Galaxy S24 FE (8 GB/256 GB) – Rp 8.999.000

Samsung turut menghadirkan total bonus hingga Rp 2,1 juta bagi pembeli yang melakukan pre-order. Bonus tersebut mencakup upgrade memori gratis dari 128 GB ke 256 GB, sehingga pengguna cukup membayar harga Rp 10 juta untuk mendapatkan varian storage 256 GB.

Spesifikasi lengkap untuk Samsung S24 FE bisa disimak di bawah ini.


Spesifikasi Samsung S24 FE

Samsung Galaxy S24 FE menghadirkan teknologi Galaxy AI dengan 12 fitur. Sebanyak lima fitur di antaranya merupakan fitur baru yang tidak ada di Samsung Galaxy S23 FE, yaitu AI Composer, Portrait Studio, Sketch to Image, PDF Overlay, serta Listening Mode.

Selain kelima fitur anyar tersebut, ada dua fitur yang mengalami peningkatan yaitu Circle to Search dan Live Translate.

Fitur pada Galaxy AI yang disematkan dalam Samsung S24 FE namun tanpa adanya modifikasi meliputi Generative Edit, Chat Assist, Browsing Assist, Transcript Assist, serta Interpreter.

Di samping Galaxy AI, Samsung S24 FE juga menonjolkan kemampuan kameranya.

Kamera belakang ponsel ini terbagi menjadi kamera utama 50 MP (f/1.8, penstabil gambar OIS, zoom optik 2x), kamera ultra wide 12 MP (f/2.2), dan kamera telefoto 8 MP (f/2.4, zoom 3x).

Kamera ini disusun secara vertikal tanpa penampang, dan ditemani oleh sebuah lampu LED flash.

Sementara itu, kamera selfie Samsung Galaxy S24 FE memiliki resolusi 10 MP (f/2.2), yang diposisikan di tengah atas layar dalam modul punch hole.

Spesifikasi dan penempatan kamera ini masih sama seperti Samsung S23 FE.

Perbedaannya terletak pada fakta bahwa Samsung Galaxy S24 FE dilengkapi dengan ProVisual Engine, fitur yang sebelumnya diperkenalkan dalam seri Samsung S24 dan perangkat lipat mereka.

Teknologi ini membuat gambar dan video yang dihasilkan kamera menjadi lebih tajam, termasuk foto atau video yang dipotret dalam kondisi minim cahaya.

“Samsung S24 FE akan menjadi smartphone termurah dengan teknologi ProVisual Engine untuk membuat kualitas gambar dan videonya semakin jernih,” ujar Ilham Indrawan sebagai Senior Manager Pemasaran Produk MX Samsung Electronics Indonesia ketika ditemui oleh KompasTekno pada acara The New Galaxy Media Session di The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Chipset Exynos 2400e

Samsung Galaxy S24 FE dipersenjatai oleh System-on-Chip (SoC) Exynos 2400e. Prosesor berarsitektur 4 nm ini diklaim memiliki kecepatan dua kali lipat dibandingkan dengan Samsung S23 FE yang menggunakan Exynos 2200.

Performa CPU sentral naik 51%, NPU yang bertanggung jawab atas proses kecerdasan buatan (AI) meningkat 61%, serta GPU yang memproses grafis naik 99%.

Samsung S24 FE datang dengan sistem pendingin premium yang meningkat sebesar 11% dari versi sebelumnya, menjaga suhu perangkat tetap dingin selama sesi gaming.

Tetap membahas seputar dunia gaming, terdapat pula fitur ray tracing, yaitu metode render 3D yang menghasilkan efek pencahayaan dalam permainan jadi semakin nyata.

Kegiatan bermain game pun bertahan lebih lama dengan adanya baterai 4.700 mAh, naik dari kapasitas sebelumnya yaitu 4.500 mAh pada model Samsung S23 FE. Namun, spesifikasi terkait kecepatan pengisian daya cepat tidak diberikan untuk perangkat ini.

Samsung S24 memiliki kapasitas RAM sebesar 8 GB serta ruang penyimpanan 128 GB atau 256 GB.

Tampilan yang lebih luas dan terang

Samsung Galaxy S24 FE mengusung layar 6,7 inci, meningkat dari 6,5 inci di Samsung S23 FE. Layar ini membawa tingkat kecerahan (brightness) paling tinggi di lini Fan Edition, yaitu 1.200 nits. Panel tersebut turut mendukung fitur Vision Booster untuk meningkatkan kontras warna

Samsung Galaxy S24 FE mengusung layar 6,7 inci, meningkat dari 6,5 inci di Samsung S23 FE. Layar ini membawa tingkat kecerahan (brightness) paling tinggi di lini Fan Edition, yaitu 1.200 nits.

Samsung Galaxy S24 FE mengusung layar Full HD Plus 6,7 inci, meningkat dari 6,5 inci di Samsung S23 FE. Layarnya memiliki refresh rate adaptif, 60 Hz dan 120 Hz.

Layar ini membawa tingkat kecerahan (brightness) paling tinggi di lini Fan Edition, yaitu 1.200 nits. Panel tersebut turut mendukung fitur Vision Booster untuk meningkatkan kontras warna.

Frame layar ini dirancang 20% lebih ramping daripada versi sebelumnya. Badan perangkat dengan bahan aluminium ini semakin menipis, yaitu dari 8,2 mm menjadi 8,0 mm, serta memiliki sudut yang membulat (rounded).

Untuk masalah kekuatan, perangkat terkini dari Samsung telah dilengkapi dengan lapisan perlindungan kaca Coring Gorilla Victus, serta memiliki sertifikat tahan air dan debu dengan standar IP68.

Samsung Galaxy S24 FE berjalan dengan OS Android 14 yang diberi lapisan antarmukanya sendiri, yaitu One UI versi 6.1.1. Perusahaan mengonfirmasikan bahwa perangkat tersebut akan menerima pembaruan sistem operasi untuk tujuh generasi serta dukungan pembaruan keamanan selama tujuh tahun.

Lainnya dari spesifikasi Samsung Galaxy S24 FE meliputi kemampuan keamanan Samsung Knox, Motion Clipper, Photo Remaster, serta ketersediaannya untuk bekerja sama dengan perangkat tambahan Samsung seperti smartwatch, dan berbagai fitur lebih lanjut.


(ZONA GADGET)