Langkah Kedua: Menghapus Email yang Tidak Perlu
Setelah berhasil berhenti berlangganan dari newsletter yang tidak diinginkan, saatnya untuk menghapus email-email yang tidak penting. Menghapus email satu per satu adalah proses yang sangat lambat, terutama ketika Anda memiliki ribuan email. Dengan lebih banyak email yang belum dibuka dibandingkan yang sudah dibuka, saya memutuskan untuk menghapus email-email tersebut secara massal.
Untungnya, Gmail memudahkan proses ini. Dengan sekali klik, ribuan email hilang dari kotak masuk saya, dan saya mulai merasa lebih menguasai situasi. Saya juga membersihkan folder Draft, yang ternyata lebih banyak dari yang saya kira. Namun, saya tidak perlu repot-repot dengan folder Spam dan Sampah, karena keduanya akan terhapus otomatis setelah 30 hari.
Langkah Ketiga: Mengatur Sistem Inbox yang Efisien
Setelah menghapus email yang tidak diperlukan, saya perlu mengatur sistem yang lebih baik untuk mengelola email yang tersisa. Gmail memiliki tab default seperti Promosi dan Pembaruan yang tidak dapat diubah namanya. Saya memutuskan untuk menonaktifkan semua tab tersebut agar semua email saya ditampilkan di satu halaman utama.
Saya ingin menerapkan filosofi Inbox yang saya gunakan sebelumnya dengan Inbox by Google yang telah dihentikan. Saya mulai dengan membuat label-label kustom dan filter. Misalnya, saya membuat filter untuk mengarahkan tagihan utilitas langsung ke label Tagihan, sehingga tidak lagi mengacaukan kotak masuk utama saya. Dengan setiap filter yang saya buat, jumlah email di tampilan utama saya terus menyusut hingga mencapai nol. Akhirnya, saya berhasil!
Menjaga Inbox Tetap Bersih dan Teratur
Sekarang, setiap kali saya menerima email penting, baik dari anggota keluarga maupun penyedia layanan seluler, email tersebut secara otomatis teratur di tempat yang telah ditentukan. Ketika saya menerima email baru atau promo yang terlupa untuk dihentikan, saya langsung mengambil tindakan: berhenti berlangganan dan menghapus, atau membaca dan membalas sebelum mengarsipkannya ke label yang sesuai. Sistem sederhana ini membantu saya tetap teratur, dan selama saya meluangkan beberapa menit setiap hari untuk membersihkan tampilan utama, kekacauan tidak akan kembali.
Demikianlah cerita saya tentang mengatasi kekacauan di Gmail. Apakah Anda memiliki sistem tertentu untuk menjaga kotak masuk Anda tetap bersih, ataukah Anda saat ini terjebak dengan tumpukan email yang belum dibaca? Saya ingin mendengar pengalaman Anda di kolom komentar!
Sumber: https://www.androidauthority.com/gmail-inbox-zero-system-3652579/

